Docstoc

MAKALAH OBAT ANTIPIRETIK

Document Sample
MAKALAH OBAT ANTIPIRETIK Powered By Docstoc
					            OBAT ANTIPIRETIK
 Makalah ini di Buat untuk Memenuhi Tugas Fermakologi
                        Semester III




          Di susun Oleh Kelompok I
          Nama Anggota
           1. Desi Purwanti        (B1000606)
           2. Asih Subekti         (B1000607)
           3. Ariyani              (B1000609)
           4. Nur Indah R.         (B1000610)
           5. Siti Masyaroh        (B1000611)
           6. Fitrianingsih        (B1000612)
           7. Kartika Candra       (B1000613)
           8. Kurnia Widya P.      (B1000614)




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
                           GOMBONG
                               2011
                                   Kata Pengantar


Assalamu’alaikum Wr .Wb
       Alhamdulilah, segala puji syukur    kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang     telah   melimpahkan   rahmat     dan   hidayah-Nya,sehingga   kita   telah
menyelesaikan tugas “Farmakologi” semester 3.
    Terselesaikannya laporan ini, tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih
kepada :
   1. H. Basirun Al-ummah,M.Kes, selaku Ketua STIKES Muhammadiyah
         Gombong.
   2. Hastin Ika I,S.SiT, selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan Muhammadiyah
         Gombong
   3. Emmy Yusuf Si.Apt, selaku dosen mata kuliah Farmakologi
   4. Orang tua serta teman – teman yang telah mendukung kami.
    Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari segi bentuk maupun isinya.Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan
penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kami serta
pembaca semua.




                                                     Gombong, November 2011




                                                           Penyusun
                                     BAB I
                               PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
      Obat diakui terutama manfaat terapeutiknya kendati obat juga sangat
  berpotensi untu membahayakan kesehatan orang yang menggunakannya.
  Sebagai praktisi yang teregistrasi, bidan memiliki akuntabilitas (tanggung
  jawab legal) atau hak jawab atas tindakannya terhadap empat sumber hukum
  yang utama. Sanksi dapat diterapkan bagi pelanggaran dalam pemenuhan
  standar yang disyaratkan pada setiap kasus. Ketika memberikan obat yang
  pemakaiannya dikendalikan (obat terkendali), seorang bidan diharuskan untuk
  mematuhi kebijakan dan prosedur yang telah disepakati. Bertambahnya jenis
  obat, tunggal dan kombinasi, membuat para dokter kesulitan dalam memilih
  obat yang tepat untuk keadaan penyakit tertentu.
  Pemilihan obat pada kondisi khusus seperti kehamilan, hampir semua obat
  dapat melalui plasenta, maka pertimbangkanlah hal-hal berikut sebelum
  memberikan obat, yaitu:
  1. Tidak ada obat yang 100% aman untuk bayi,
  2. Obat sebaiknya diresepkan selama kehamilan hanya jika keuntungan pada
      ibu lebih besar dari pada resiko yang diterima oleh janin,
  3. Efek obat pada janin bisa tidak sama dengan efek farmakologi pada ibu,
  4. Efek obat tertentu lebih bertahan lama pada janin dari pada ibu seperti
      kloremfenikol dan,
  Anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan
  penunjang lainya akan mengarahkan untuk mencapai suatu dosis yang
  kemudian dilanjutkan dengan pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan
  obat atau tanpa obat. Obat-obat antipiretik adalah jenis obat yang digunakan
  untuk menghilangkan atau menurunkan demam, dan 90% obat analgesik juga
  merupakan antipiretik.
B. Tujuan
  1. Tujuan Umum
      Mahasiswa dapat memahami tentang penggunaan obat atipiretik
  2. Tujuan Khusus
      a. Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengertian antipiretik
      b. Mahasiswa dapat mengetahui tentang jenis-jenis antipiretik
      c. Mahasiswa dapat mengetahui dosis yang di anjurkan
C. Manfaat
  a. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis obat antipiretik yang beredar di
      indonesia
  b. Mahasiswa dapat mengetahui obat-obat antipiretik yang sering digunakan
      dan,
  c. Mahasiswa dapat mengetahui dosis yang diberikan untuk ana-anak dan
      dewasa serta efek yang timbul dari obat-obatan antipiretik.
                                     BAB II
                                       ISI


A. Pengertian Antipiretik
       Obat antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh,
  sedangkan obat saraf dan otot golongan analgesik atau obat yang dapat
  menghilangkan rasa sakit/ obat nyeri.
  Obat antipiretik secara klinis diuji untuk mencegah efek berbahaya pada
  kesehatan konsumen. Berdasarkan hasil yang efektif, kita statured di pasar
  sebagai produsen dan eksportir terpercaya Obat antipiretik.
  Obat antipiretik yang kami membawa sebagainya yang dimaksudkan untuk
  menyembuhkan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan gigi, obat-
  obatan antipiretik dikenal karena efeknya pada penyakit dan kecepatan tinggi.
  Hal yang harus diperhatikan pada penggunaan obat antipiretik adalah :
  1. Obat penurun demam hanya mengurangi gejala penyakit, tidak mengobati
      penyakit.
  2. Segera bawa ke dokter atau unit pelayanan kesehatan bila:
      a. Demam berlanjut lebih dari dua hari
      b. Disertai gejala lain menggigil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang,
          pingsan, nyeri hebat, dan diare
      c. Setelah melahirkan atau keguguran
      d. Obat demam digunakan bila demam tidak dapat diatasi.
  Demam adalah gejala penyakit dimana suhu tubuh lebih tinggi dari 37 derajat
  Celsius. Kenaikan suhu 38 derajat Celsius pada anak di bawah 5 tahun dapat
  menimbulkan febrile-konvulsi.
  Penyebab demam:
  1. Interaksi kuman, parasit atau mikroorganisme lain
  2. Non-infeksi, tirotoksitosis, dehidrasi, alergi, stress, trauma, kanker, dan
      lain-lain
  Terapi alternativelain selain obat-obat antipiterik adalah :
  1. Banyak minum atau minum air ditambah madu
  2. Minum the manis hangat atau ditambah jahe agar berkeringaat dan
      menurunkan panas
  3. Satu sendok the selasi dan gula secukupnya diseduh dengan air panas
  4. Sepotong cincau dan gula secukupnya diseduh dengan air hangat
  5. Kompres es, alcohol dilipatan dan permukan tubuh yang panas
  6. Kompres minyak kayu putih atau balsam atau botol air panas pada
      permukaan tubuh yang dingin


B. Jenis-jenis Antipiretik yang beredar di Indonesia
  1. Paracetamol/ acetaminophen
      Merupakan derivat para amino fenol. Di Indonesia penggunaan
      parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan
      penggunaan salisilat. Sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak
      digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Jika
      dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak
      menolong. Dalam sediaannya sering dikombinasi dengan cofein yang
      berfungsi meningkatkan efektivitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya.
  2. Ibuprofen
      Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan banyak
      negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak
      terlalu kuat. Efek analgesiknya sama dengan aspirin.
  3. Asam mefenamat
      Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Asam mefenamat sangat
      kuat terikat pada protein plasma, sehingga interaksi dengan obat
      antikoagulan harus diperhatikan. Efek samping terhadap saluran cerna
      sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa
      lambung.
4. Tramadol
   Tramadol adalah senyawa sintetik yang berefek seperti morfin. Tramadol
   digunakan untuk sakit nyeri menengah hingga parah. Sediaan tramadol
   pelepasan lambat digunakan untuk menangani nyeri menengah hingga
   parah yang memerlukan waktu yang lama.
5. Benorylate
   Benorylate adalah kombinasi dari parasetamol dan ester aspirin. Obat ini
   digunakan sebagai obat antiinflamasi dan antipiretik. Untuk pengobatan
   demam pada anak obat ini bekerja lebih baik dibanding dengan parasetamol
   dan aspirin dalam penggunaan yang terpisah. Karena obat ini derivat dari
   aspirin maka obat ini tidak boleh digunakan untuk anak yang mengidap
   Sindrom Reye.
6. Fentanyl
   Fentanyl termasuk obat golongan analgesik narkotika. Analgesik narkotika
   digunakan sebagai penghilang nyeri. Dalam bentuk sediaan injeksi IM
   (intramuskular) Fentanyl digunakan untuk menghilangkan sakit yang
   disebabkan kanker. Menghilangkan periode sakit pada kanker adalah
   dengan menghilangkan rasa sakit secara menyeluruh dengan obat untuk
   mengontrol rasa sakit yang persisten/ menetap. Obat Fentanyl digunakan
   hanya untuk pasien yang siap menggunakan analgesik narkotika. Fentanyl
   bekerja di dalam sistem syaraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit.
   Beberapa efek samping juga disebabkan oleh aksinya di dalam sistem
   syaraf     pusat.   Pada   pemakaian   yang   lama   dapat   menyebabkan
   ketergantungan tetapi tidak sering terjadi bila pemakaiannya sesuai dengan
   aturan. Ketergantungan biasa terjadi jika pengobatan dihentikan secara
   mendadak. Sehingga untuk mencegah efek samping tersebut perlu
   dilakukan penurunan dosis secara bertahap dengan periode tertentu
   sebelum pengobatan dihentikan.
  7. Obat lainnya
      Metamizol,    Aspirin    (Asetosal/Asam      asetil    salisilat),   Dypirone/
      Methampiron, Floctafenine, Novaminsulfonicum, dan Sufentanil.
      Untuk pemilihan golongan obat analgesik dan antipiretik yang tepat ada
      baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
  Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan demam (suhu tubuh yang
  tinggi). Pada umumnya (sekitar 90%) analgesik mempunyai efek antipiretik,
  sedangkan Analgesik adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan
  rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang
  menderita. Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan motorik yang
  tidak menyenangkan, berhubungan dengan adanya potensi kerusakan jaringan
  atau kondisi yang menggambarkan kerusakan tersebut.


C. Dosis yang di Anjurkan
  1. Parasetamol
      a. Hal yang harus diperhatikan :
        1) Dosis harus tepat, tidak berlebihan karena dapat menimbulkan
           gangguan fungsi hati dan ginjal.
       2) Hindari    penggunaan      campuran     obat      demam     karena   dapat
           menimbulkan overdosis
       3) Hindari penggunaan bersama dengan alcohol karena meningkatkan
           resiko gangguan hati.
       4) Minta petunjuk dokter untuk penderita penyakit ginjal
      b. Kegunaan obat
        1) Mengurangi rasa sakit, misalnya sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid.
        2) Menurunkan demam, misalnya demam setelah imunisasi
    c. Tidak boleh digunakan pada :
       1) Penderita gangguan fungsi hati
       2) Alergi terhadap obat ini
       3) Pecandu berat alcohol
  d. Aturan pemakaian
    1) Dewasa : 325 mg atau 500-600 mg setiap 4 sampai 6 jam
    2) Anak : 0-1 tahun : 60-120 mg setiap 4 jam atau 6 jam, 1-5 tahun
    3) 120-150 mg setiap 4 jam atau 6 jam, 6-12 tahun : 250-500 mg setiap 4
        jam atau 6 jam
2. Asetosal (Aspirin)
   a. Hal yang harus diperhatikan
     1) Aturanpemakaian harus tepat, diminum setelah makan atau bersama
        makanan untuk mencegah nyeri dan perdarahan lambung
     2) Hati-hati atau minta nasihat dokter bagi penderita gangguan ginjal
        atau hati, kehamilan, ibu menyusui, dan dehidrasi.
     3) Jangan diminum bersama dengan alcohol kerena dapat meningkatkan
        risiko perdarahan lambung.
     4) Hati-hati atau minta nasihat dokter bagi penderita yang menggunakan
        obat   hipoglisemik,   metotreksat,   urikosurik,    heparin,   kumarin,
        antikoagulan, kortikosteroid, fluprofen, penisilin, dan vitamin C.
  b. Kegunaan obat
     1) Mengurangi rasa sakit, misalnya sakit kepala, nyeri otot, nyeri tulang,
        nyeri haid.
     2) Menurunkan demam.
     3) Anti radang, misalnya radang sendi dan tulang.
   c. Tidak boleh digunakan pada
     1) Penderita alergi termasuk asma.
     2) Tukak lambung (maag) dan sering pendarahan di bawah kulit.
     3) Penderita hemophilia dan trombositopenia
   d. Efek yang tidak diinginkan
     1) Nyeri lambung, mual, muntah
     2) Pemakaian dalam waktu lama dapat menimbulkan tukak dan
        pendarahan lambung
e. Aturan pemakaian
 1) Dewasa : 500-650 mg setaiap 4 jam (maksimal 4 hari)
 2) Anak : 2-3 tahun : 80-160 mg setiap 4 jam, 4-5 tahun : 160-240 mg
    setiap 4 jam, 6-8 tahun : 250-240 mg setiap 4 jam, 9-10 tahun : 320-
    400 mg
 3) setiap 4 jam, > 11 tahun : 400-480 mg setiap 4 jam
                                       BAB III
                                       PENUTUP


Kesimpulan
Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan demam (suhu tubuh yang tinggi).
ada   umumnya        (sekitar   90%)    analgesik    mempunyai      efek     antipiretik.
Gejala Nyeri dapat digambarkan sebagai rasa benda tajam yang menusuk, pusing,
panas seperti rasa terbakar, menyengat, pedih, nyeri yang merambat, rasa nyeri
yang hilang – timbul dan berbeda tempat nyeri.
Sedangkan Analgesik adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan
rasa nyeri dan akhirnya akan memberikan rasa nyaman pada orang yang
menderita.
Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan motorik yang tidak
menyenangkan, berhubungan dengan adanya potensi kerusakan jaringan atau
kondisi yang menggambarkan kerusakan tersebut.
Antipiretik adalah obat yang menurunkan demam jenisnya :
1. parasetamol dalam paramex,panadol, paracetol, paraco, praxion, primadol,
   santol, zacoldin, poldan mig
2. Acetaminofen
3. asetosal atau asam salisilat
4. Salisilamida
Mefenamic     acid    (Ponstan),   Indometacin      (Indocin),   Ibuprofen    (Brufen),
Meclofenamat (Meclomen), Fenbufen (Cybufen), Carprofen (Imadil), Diclofenac
(Voltaren), Ketoprofen (Profenac), 90 persen obat analgesik (pengurang rasa sakit
juga merupakan antipiretik).
Obat saraf dan otot golongan analgesik atau obat yang dapat menghilangkan rasa
sakit/ obat nyeri sedangkan obat antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan
suhu tubuh.
Analgesik sendiri dibagi dua yaitu :
1. Analgesik opioid / analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok
   obat yang memiliki sifat-sifat seperti opium atau morfin. Golongan obat ini
  terutama digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri. Tetap
  semua analgesik opioid menimbulkan adiksi/ ketergantungan, maka usaha
  untuk mendapatkan suatu analgesik yang ideal masih tetap diteruskan dengan
  tujuan mendapatkan analgesik yang sama kuat dengan morfin tanpa bahaya
  adiksi.
2. Analgesik lainnya, Seperti golongan salisilat seperti aspirin, golongan para
   amino fenol seperti paracetamol, dan golongan lainnya seperti ibuprofen, asam
   mefenamat, naproksen/naproxen dan banyak lagi.
                                Daftar Isi


Jordan, Sue. 2003. Farmakologi Kebidanan. Jakarta : EGC.
Aziz, Sriana, dkk. 2004. Kembali sehat dengan obat. Jakarta : Pustaka Populer
  Obor.
Sumber:http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2138866-obat-penurun-
demam-antipiretik/#ixzz1egNudYwe
                             Lampiran




                                         Ibu Profen




                                        Nekproxen sodium




Paracetamol syrup & serbuk
                                           Paracetamol




                                           Sanmol




Antalgin (mengurangi rasa sakit) & Piroxicam

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:7/20/2013
language:Malay
pages:16