HIRSCHPRUNG by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 41

									 ASKEP ANAK
   DENGAN
HIRSCHPRUNG
                 DEFINISI
n   Hirsprung atau Megacolon aganglionik
    kongenital adl penyakit bawaan akibat
    tidak tercapainya pertumbuhan
    cephalocaudal sel2 parasimpatis
    myantericus pd segmen usus bag distal,
    terbanyak di rektosigmoid,
shg tdk ada peristaltik pada usus yg
terkena dan menyebabkan feses
tdk bisa keluar shg terjadi obstruksi,
dilatasi kolon bag proksimal dan
hipertropi dinding ototnya shg
terbentuk megakolon
          Lanjutan DEFINISI

n   Hirschprung mrpk keadaan tdk ada atau
    sedikitnya saraf ganglion parasimpatis
    pd pleksus myanterikus dan kolon
    distalis, shg tdk ada peristaltik pada
    area yg terkena, usus mengalami
    hipertropi dan dilatasi serta
    menimbulkan distensi dan obstruksi
    abdomen
             KLASIFIKASI
•   Hirschprung segmen pendek
    - 70 % kasus hirscprung
    - Laki2 : wanita = 4 : 1
    - Segmen aganglionik mulai dari kolon
    sigmoid, rektum dan anal canal
2. Hirschprung segmen panjang
   - Jarang ditemukan
   - Laki2 : wanita = 1 : 1
   - Daerah aganglionik melebihi sigmoid,
  hampir seluruh/seluruh kolon
    - Aganglionik kolon total
          PATOFISIOLOGI
     ≠ sel ganglion        Peristaltik kolon turun
parasimpatik dr pleksus     & mengenai rektum
    aurbach di kolon


                             Hipertropi
Distensi kolon proksimal



                                      < cairan
   Distensi abdomen                   < nutrisi
                                Pola nafas tak efektif
                                   Ggn eliminasi
          Manifestasi klinis

•   Pada Neonatus
    - Obstruksi intestinal totalis, muntah
    berwarna hijau, obstipasi, distensi
    abdomen
    - Pengeluaran mekonium tertunda
    >24 jam pertama
    - Enterokolitis yg d.d diare, muntah,
    distensi abdomen
             2. Pada Infant
n   Gagal tumbuh
n   Mual, muntah, distensi abdomen
n   Diare/ konstipasi
             3. Pada Child
n   Gejala lbh kronik, gagal tumbuh
n   Mual, anoreksia, distensi abdomen yg
    progresif
n   Massa feses dlm abdomen, feses
    cair/berbutir/spt pita
n   Diare/ konstipasi, dehidrasi brt s.d
    shock
n   Ddg abdmn menipis shg vena2 terlihat
       PENATALAKSANAAN
•   Wash out
    Pemasangan selang kateter kmd diisi dg
    NaCl 0,9% hangat, u/ merangsang
    peristaltik, mengurangi distensi,
    mengeluarkan feses dan persiapan
    operasi
              2. Colostomy
n   Pengangkatan segmen aganglionik diikuti
    dg anastomose dg cara mengeluarkan
    kolon ke permukaan abdomen u/
    menglihkan arus tinja sementara
n   dilakukan pd usia < 12 bln
             3. Pull-Through
n   Prosedur op dg menarik usus mll anus
n   Pd neonatus stlh dikolostomi dpt di op lagi
    bila BB 9-10 kg
n   Pd bayi dan anak yg lbh besar yg
    terlambat didiagnosa, stlh kolostomi baru
    di op lg 3-6 bln kemudian
     Kemungkinan data fokus
•   Wawancara
n   Riw. Prenatal
    - Keluhan ibu selama hamil
    - Obat2 yg dikonsumsi ibu
    - Penyakit yg diderita
    - Gizi saat hamil
n   Riw. Natal
    - Lama dan proses kelahiran
    - Pertolongan dan penyulit persalinan
n   Riw. Post natal
    - Pd BBL/ minggu I kelahiran
      Riw tdk ada pengeluaran mekonium
    >24 jam, malas minum, muntah hijau,
    diare/konstipasi/obstipasi
        - Pada anak yg lebih besar
          Riw obstipasai, feses
    cair/spt feses kambing/spt       pita,
    gagal tumbuh
n   Riw ibu perokok, peminum alkohol,
    pemakai obat terlarang
n   Riw penyakit yang sama pada anggota
    keluarga yang lain
           Pemeriksaan Fisik
n   Pernafasan
    Keterbatasan ekspansi thorak, complience
    paru       , RR    , bunyi nafas tambahan,
    penggunaan otot2 pernafasan tambahan,
    retraksi intercostal
              • Pencernaan
Refluks GIT
Nausea & vomiting
malas minum
distensi abdomen, abdomen membuncit ke
  depan & kesamping
grkan peristaltik usus dpt terlihat umbilikus
  berpindah kebwh
       Lanjutan pencernaan
jarak umblks – PX > panjang drpd jarak
  umb. – os pubis
segmen usus yg distensi & hipertropi
  tampak mll ddg perut
perkusi timpani
palpasi teraba massa fekal
vena abdomen terlihat
                 •Eliminasi
    Peristaltik     /tdk ada,
    konstipasi/obstipasi/diare, fese cair/spt
    feses kambing/spt pita

n   Sirkulasi
    Tachicardi, TD   , kulit/membran
    mukosa kering, turgor     , nadi perifer
       Pemeriksaan penunjang
n   Colok dubur
    Didptkan ampula rekti kosong, anus &
    rektum teraba ketat, bila jari ditarik
    mekonium/feses cair akan menyemprot,
    pd obstipasi kronik & distensi abdomen
    feses akan teraba di bagian kolon yg
    distensi
               • Biopsi hisap
              (suction biopsi )
-   Tdk terdptnya sel ganglioni parasimpatis di
    lapisan mukosa dan submukosa
-   Adanya serabut saraf yang menebal
-        aktivitas asetil kholinesterase pd serat
    saraf parasimpatis
           • Manometri rektal
-   Bertujuan u/ mengetahui motilitas usus dg
    cara mengukur tekanan intra lumen
-   Normalnya penggembungan rektum
    mengawali refleks    tek spinkter interna
-   Pada ps hirschprung tdk ada    tekanan
              • Radiologik
-   Ro polos abdomen
    Posisi tegak menunjukkan distensi kolon
    masif dg gas & feses sbg tanda ileus
    obstruksi
-   Barium enema
    Deteksi barium pd foto stlh 24-48 jam,
    tampak bag yg menyempit krn kontraksi
    terus menerus,
kontraksi ireguler, bag yg melebar
(megakolon), selaput lendir krn
enterokolitis, tdpt daerah transisi antara
kolon segmen ganglionik dg segmen
aganglionik
    DIAGNOSA PERAWATAN
n   PRE OPERASI
•   Pola nafas tdk efektif b.d      ekspansi
    paru krn adanya distensi abdomen
    Tujuan :
    Pola nfs efektif dg kriteria keluhan
    sesak nfs ber<, RR dbN, pgunaan otot
    pernfsan tambahan (-)
Intervensi :
n Atur posisi semi fowler/fowler

n Observasi RR, kedalaman nafas, suara
  nafas, pergerakan dada, pgunaan otot2
  tambahan
n Kolaborasi u/ :

  - Pemasangan NGT
  - Oksigenasi
2. Ggn keseimbangan cairan & elektrolit
        b.d output yg berlebihan

Tujuan :
Ggn keseimb aq & elit teratasi dg kriteria:
n Intake & output seimbang

n Mukosa lembab, turgor baik

n Mual & muntah (-)

n TTV normal
               Intervensi :

n   Pertahankan hidrasi adekuat baik oral &
    parenteral
n   Observasi dan catat intake & output
    cairan
n   Observasi tingkat kesadaran, turgor
    kulit, kelembaban mukosa, & TTV
    3. Ggn pemenuhan keb nutrisi : < dr
   kebutuhan b.d intake nutrisi inadequat
Tujuan :
Nutrisi terpenuhi dg kriteria :
n BB stabil atau meningkat 0,5 kg/mggu

n Mual, muntah (-)

n Anoreksia (-)

n Porsi mkn habis
                Intervensi :
n   Berikan diet TKTP rendah sisa, lunak,
    sedikit tapi sering
n   Anjurkan minum hgt/oral higiene sebelum
    makan
n   Pantau BB tiap 3 hari sekali
n   Pemberian diet cair & nutrisi parenteral
    sebelum op
4. Perubahan eliminasi BAB b.d perubahan
              motilitas usus
Tujuan :
Eliminasi BAB lancar dg kriteria :
n Feses keluar

n Peristaltik (+)

n Distensi abdomen (-)
                Intervensi :
n   Pemberian laksatif/enema/wash out sesuai
    advis
n   Pantau & catat frekuensi & konsistensi
    feses
n   Persiapan op sesuai advis
5. Cemas pd anak & ortu b.d tindakan op yg
             akan dilakukan

Tujuan :
Kecemasan berkurang, mekanisme koping
 yg digunakan positif
              Intervensi :
n   Beri kesempatan klg u/ mengungkapkan
    perasaan & bertanya ttg penyakit &
    tindakan op yg akan dijalani
n   Jelaskan prosedur tindakan dg bhs yg
    sederhana & mudah dipahami
n   Atur pertemuan dg rohaniwan/penderita
    yg sama bila diinginkan
           POST OPERASI
•   Ggn rasa nyaman : nyeri b.d terputusnya
    kontinuitas jaringan
    Tujuan :
    rasa nyaman terpenuhi, dg kriteria rs
    nyeri berkurang, klien tampak rileks &
    tenang, TTV dbN
                 Intervensi :
n   Observasi lokasi, intensitas, karakteristik,
    & skala nyeri yg dirasakan
n   Atur posisi yg nyaman
n   Kolaborasi u/ pemberian analgetik
2. Resti ggn integritas kulit sekitar stoma b.d
        iritasi, kontak stoma dg feses
Tujuan :
Ggn integritas kulit tdk yerjadi dg kriteria :
n Kulit intak

n Warna stoma merah muda

n Tdk ada tanda2 infeksi/iritasi pd kulit
  sekitar stoma
                Intervensi :
n   Lakukan perawatan luka kolostomi sesuai
    prosedur
n   Ganti kantong stoma jika basah/penuh
    feses
n   Beri perlindungan sekeliling stoma dg
    vaselin/skin barier (salep antibiotik)

								
To top