Docstoc

REVISI HUKUM EKONOMI

Document Sample
REVISI HUKUM EKONOMI Powered By Docstoc
					Sistem Perekonomian di dunia dapat di golongkan ke dalam dua golongan sbb :

1. Sistem Perekonomian Pemerasan/Lintah Darat / Diktaktor
2. Sistem Perekonomian Saling Tolong Menolong / Adil

Ciri-ciri Sistem Perekonomian Pemerasan /Lintah Darat/ Diktator dapat digambarkan sebagai
berikut :


                                Produksi         Bayar Pajak/Hibah
              Rakyat                                                            Pemerintah
                                 barang
                                dan Jasa

                                                                                  Produksi
                                     Bayar Produk/Jasa
                                                                                 barang dan
                                                                                    Jasa




Ciri-ciri Sistem Perekonomian Saling Tolong Menolong / Adil dapat digambarkan sebagai berikut:

                                Produksi          Bayar Pajak/Hibah
              Rakyat                                                            Pemerintah
                                 barang
                                dan Jasa

                                                                                  Produksi
                                   Gratis/Imbalan/Feedback                       barang dan
                                                                                    Jasa




Revisi Hukum Ekonomi :
 Semua masyarakat di dunia menginginkan hidup yang sejahtera. Tetapi kesejahteraan bersama hanya
  dapat      diwujudkan dengan saling tolong-menolong antara anggota masyarakat dalam memenuhi
  kebutuhannya.
 Bukan berkorban yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya (Teori
  keserakahan, kemalasan dan kekikiran dari Adam Smith) tetapi harus/wajib saling berkorban antara
  anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya agar dapat hidup sejahtera. Karena tidak semua
  kebutuhannya dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri.
 Sumber daya ekonomi cukup (bukan langka seperti kata Adam Smith yg serakah) dan tidak akan
  berkurang jika sesama anggota masyarakarat saling berkorban dan tidak berlebih-lebihan.
 Semua masyarakat di dunia harus sepakat bahwa barang/jasa yang harus diproduksi adalah barang/jasa
  yang bermanfaat saja serta tidak merusak dirinya, sesamanya dan lingkungan hidupnya.
 Semua masyarakat di dunia harus sepakat bahwa hubungan antar anggota masyarakat adalah saudara
  karena berasal dari keturunan yang sama yaitu Adam dan Hawa ( bukan dari keturunan monyet seperti kata
  Darwin yang bodoh).
 Semua masyarakat di dunia harus sepakat bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan langit dan bumi dan
  yang ada di antara keduanya adalah untuk kesejahteraan Adam dan Hawa beserta SELURUH
  KETURUNANNYA.
 Semua masyarakat di dunia harus sepakat bahwa hanya dengan saling tolong menolonglah efesiensi dan
  efektivitas produksi barang/jasa dapat tercapai.
 Semua masyarakat di dunia harus sepakat bahwa hanya dengan saling tolong menolonglah adanya jaminan
  kehidupan yang sejahtera bagi setiap anggota masyakat.
Penulis : Robi , robi109@yahoo.com. Pemerhati masalah perekonomian, social, politik dan lain-lain




 Dalam sistem perekonomian yang adil diperlukan seorang pemimpin yang mampu berpikir secara sistemik
  yaitu seorang pemimpin yang mampu mengendalikan (merencanakan, mengatur dan membatasi secara
  cermat/tidak berlebihan) produksi dan distribusi barang/jasa bagi kesejahteraan setiap anggota
  masyarakatnya agar tidak terjadi kerusakan di muka bumi.
 Dalam sistem perekonomian yang adil hak kepemilikan mutlak berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.
  Karena bumi, langit dan seisinya (included manusia) adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Atas dasar
  perintah Tuhan Yang Maha Esa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan (merencanakan, mengatur
  dan membatasi secara cermat/tidak berlebihan) produksi dan distribusi barang/jasa bagi kesejahteraan
  setiap anggota masyarakatnya agar tidak terjadi kerusakan di muka bumi.
 Dalam sistem perekonomian yang adil kepatuhan/ketaatan setiap anggota masyarakat kepada pemimpinnya
  adalah mutlak diperlukan agar tercipta kesejahteraan bagi setiap anggota masyarakat yang dipimpinnya.
 Setiap anggota masyarakat di dunia harus sadar diri bahwa dirinya tidak mungkin ada / hidup tanpa karunia
  Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia sebagai anggota masyarakat dalam
  suatu pemerintahan tertentu tidak dibiarkan begitu saja tetapi diberi makanan/minuman, ruh, umur, akal
  pikiran, kesehatan dan ilmu sebagai bekal (faktor produksi) untuk memakmurkan bumi ini. Tuhan Yang
  Maha Esa menyuruh manusia yang memiliki kelebihan/kekuatan membantu manusia yang
  kekurangan/lemah (yang bertani membantu dengan hasil pertaniannya, yang berkebun membantu dengan
  hasil kebunnya, yang beternak membantu dengan hasil ternaknya, yang bertambak membantu dengan hasil
  tambaknya, yang bernelayan membantu dengan hasil nelayannya, yang bergerak di bidang air bersih
  membantu dengan air bersihnya, yang bergerak dibidang pembangunan jalan membantu dengan
  membangunkan jalannya, yang bergerak di bidang pembangunan perumahan membantu dengan
  membangunkan rumahnya, yang bergerak di bidang produksi garmen membantu dengan hasil produksi
  garmennya, yang bergerak di bidang produksi alat-alat rumah tangga membantu dengan hasil produksi
  alat-alat rumah tangganya, yang bergerak dibidang pembuatan alat-alat transportasi
  (pesawat/kapal/kendaraan) membantu dengan jasa transportasinya, yang bergerak di bidang produksi BBM
  membantu dengan hasil produksi BBM nya, yang bergerak di bidang kelistrikan membantu dengan
  produksi listriknya, yang bergerak di bidang telekomunikasi membantu dengan jasa telekomnuikasinya,
  yang berilmu membantu dengan ilmunya untuk mengajari yang bodoh, yang sehat membantu yang sakit,
  yang muda membantu yang tua, dan seterusnya sesuai kebutuhan atas barang/jasa yang telah disepakati
  untuk diproduksi). Semua itu harus dikelola (direncanakan, diatur, diproduksi dan didistribusikan secara
  cermat dan tidak berlebihan) oleh pemerintah agar tercipta keseimbangan ekosistem dan keadilan sosial
  serta tidak terjadi kerusakan di muka bumi.

                                             KEADILAN
 Tuhan/Raja manusia mengatakan kepada manusia :”Bukankah Tuhan/Raja manusia adalah HAKIM
  YANG SEADIL-ADILNYA?”. Kemudian Tuhan/Raja manusia juga mengatakan kepada manusia bahwa
  Tuhan/Raja manusia adalah Tuhan/Raja Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada seluruh
  hamba-Nya. Dan barang siapa yang mengerjakan keburukan/kejahatan dan menganiaya diri sendiri,
  kemudian ia mohon ampun kepada-Nya, niscaya ia mendapati Tuhan/Raja manusia Maha Pengampun lagi
  Maha Penyayang. Kemudian Tuhan/Raja manusia juga menyuruh kepada manusia agar manusia berlaku
  adil dengan mengorbankan harta dan dirinya, berlaku baik atas segala sesuatu dan saling tolong-menolong
  dalam berbuat kebaikan serta melarang manusia berlebih-lebihan dalam segala hal serta melarang berbuat
  keburukan/kejahatan lainnya. Karena Tuhan/Raja manusia akan mengadili manusia dengan seadil-adilnya
  pada hari pembalasan/kiamat. Manusia yang beriman dan banyak berbuat kebaikan masuk SURGA
  sedangkan manusia yang tidak beriman dan banyak berbuat keburukan/kejahatan masuk NERAKA.
 Nampak dengan jelas bahwa keadilan sosial dalam suatu negeri hanya akan terwujud jika setiap anggota
  masyarakatnya memiliki sifat pemurah / suka memberi / saling memberi / pemaaf dan penyayang / belas
  kasihan / saling menyayangi / saling tolong-menolong dan tidak berlebih-lebihan dan/atau berkorban
  dengan harta dan dirinya demi terciptanya keadilan sosial di muka bumi ini.
 Dan juga nampak dengan jelas, dengan sukarela atau terpaksa manusia harus tunduk kepada aturan
  Tuhan/Raja Manusia Yang Maha Esa jika manusia ingin hidup sejahtera di dunia dan akhirat.
Penulis : Robi , robi109@yahoo.com. Pemerhati masalah perekonomian, social, politik dan lain-lain

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:7/16/2013
language:
pages:3