BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III

Document Sample
BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III Powered By Docstoc
					                                       BAB III

                    OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN



III.1   Objek Penelitian

        Jakarta sebagai ibukota negara, pusat pemerintahan dan barometer perekonomian

nasional memerlukan dukungan energi listrik yang besar, bermutu dan handal.

        PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang merupakan salah satu ujung

tombak PLN dalam melayani pelanggan diwilayah DKI Jakarta. Kotamadya Tangerang,

Kabupaten Tangerang, serta sebagian Kabupaten Bogor, Kabupaten Depok dan

Kabupaten Bekasi. Total luas wilayah operasi adalah 2.067 km2.

        Tugas pokok PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang. meliputi

distribusi, penjualan tenaga listrik dan pelayanan pelanggan. Operasionalisasi tugas

pokok tersebut dikendalikan melalui unsur pelaksana yang terdiri dari 35 Area

Pelayanan yang tersebar dipenjuru Jakarta dan Tangerang, didukung oleh 4 Area

Jaringan dan 1 Area Pengatur Distribusi.

        Pengembangan bisnis dilakukan dengan berpedoman pada konsep retail dan

wire, dimana retail menekankan pada aktivitas bisnis berorientasi pelanggan dan wire

memfokuskan pada pengembangan jaringan fisik untuk mendukung layanan bagi

pelanggan.

        Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh Area Pelayanan dengan tujuan untuk

meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan

efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang dibangun adalah

one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh Area Jaringan dengan tujuan

                                                                                     23
menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik.

                                          Gambar III.1

             Peta Wilayah PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang




Keterangan : AP = Area Pelayanan ; AJ = Area Jaringan ; APD = Area Pengatur Distribusi

Sumber: www.jakarta.pln.co.id



III.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

       Berdirinya PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang diawali pada tahun 1897,

yaitu dengan mulai digarapnya bidang listrik oleh salah satu perusahaan Belanda

Nederlands Indische Waterkracht Electriciteit Maatschappij (NV NIGM) yang ditandai

dengan pendirian pusat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTU Batabara)

yang berlokasi di Gambir. Pada        masa pemerintahan Jepang NV NIGM (Belanda)

diambil alih oleh Pemerintah Jepang yang pada akhirnya dialihkan ke perusahaan Djawa

Denki Jogyosha Djakarta Shisha. Pada 17 Agustus 1945, dibentuklah Djawatan Listrik

dan Gas Tjabang Djakarta yang selanjutnya dikembalikan lagi kepada pemilik asal pada

tahun 1947 dan namanya berubah menjadi Gemeenschappelijke Electriciteit Bedrijven



                                                                                         24
Bandung en Omstreken (NV OGEM).

       Kemudian dengan berakhirnya masa konsesi NV OGEM Cabang Jakarta yang

selanjutnya diikuti dengan nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia sesuai Keputusan

Menteri PU dan Tenaga No. U 16/9/I tanggal 30 Desember 1953, maka pada tanggal 01

Januari 1954 dilakukan serah terima dan pengelolaannya diserahkan ke Perusahaan

Listrik Jakarta dengan wilayah kerjanya adalah meliputi Jakarta Raya dan Ranting

Kebayoran & Tangerang.

       Seiring dengan berjalannya waktu, maka perubahanpun terus bergulir hingga

Pada kurun waktu 1984 s/d 1988 terjadi beberapa penambahan Unit Kerja, sehingga

PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memiliki tujuh cabang sebagai unsur

pelaksana, satu unit pengatur distribusi dan satu bengkel pemeliharaan kelistrikan.

       Berdasarkan PP No. 23 tahun 1994 tanggal 16 Juni 1994, PLN yang dulunya

dikenal sebagai PERUM berubah statusnya menjadi PERSERO, sehingga namanya

berubah menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.



III.1.2 Visi dan Misi

       Visi

          Sebagai satu kesatuan usaha PLN. PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya

       dan Tangerang memiliki Visi “Menjadi perusahaan distribusi tenaga listrik yang

       handal, tangguh dan berkembang”.

       Misi

          Melaksanakan bisnis distribusi tenaga listrik yang berorientasi kepada

       pelanggan, karyawan dan pemilik. Meningkatkan profesionalisme SDM



                                                                                      25
      Menjadikan bisnis tenaga listrik sebagai sarana pendorong pertumbuhan ekonomi

      nasional. Melaksanakan usaha sesuai kaidah bisnis.



III.1.3 Produk/Jasa Perusahaan

      Berikut ini produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan :

   1. Listrik Prabayar

      Listrik prabayar adalah layanan terbaru dari PT PLN (Persero) Disjaya dan

      Tangerang untuk konsumen dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter

      elektronik prabayar (MPB). Listrik prabayar memiliki keunggulan dan manfaat

      yaitu:

               ƒ Dapat mengendalikan sendiri pemakaian

               ƒ Pembelian disesuaikan kemampuan

               ƒ Tidak ada sanksi pemutusan

               ƒ Kemudahan pembelian token/pulsa

               ƒ Pelaksanaan penyambungan cepat dll.

   2. Call Center 123

      Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, telah hadir Layanan Call

      Center 123 sebagai pusat layanan informasi PLN. Layanan ini disediakan untuk

      mempermudah pelanggan dalam mengakses semua informasi mengenai

      ketenagalistrikan di area Jakarta & Tangerang. Call Center 123 yang beroperasi

      24 jam/hari dan 7 hari dalam satu minggu dapat diakses dengan menggunakan

      Fixed Phone dengan menekan 123 atau tekan 021-123 bila menggunakan

      Handphone.




                                                                                  26
3. Informasi Ubah Daya, Pasang Baru dan Migrasi

   Kemudahan pelayanan telah menjadi komitmen perusahaan untuk mewujudkan

   kepuasan pelanggan. Calon pelanggan dapat mengajukan permohonan pasang

   baru, ubah daya dan migrasi ke listrik prabayar dengan cara:

      a. Mendatangi kantor pelayanan terdekat dan mengajukan permohonan

          pasang baru, ubah daya maupun migrasi ke listrik prabayar

      b. Memeriksa kelengkapan yang diperlukan seperti

              - Copy Identitas atau surat kuasa di atas materai jika diwakili

              - Sket Lokasi sederhana

      c. Petugas melakukan survey lapangan

      d. Penerbitan surat persetujuan

      e. Pelanggan menyampaikan laik operasi (SLO)

      f. Calon pelanggan membeli token Perdana Rp 20.000 untuk aktivasi

      g. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli listrik

          Melayani kemudahan pelayanan pelanggan, kantor pelayanan PLN

   Distribusi Jakarta dan Tangerang terdiri dari 23 area pelayanan dan 12 gerai mall

   layanan.

4. Layanan Lintas Batas

   Meningkatkan pelayanan pada pelanggan dengan cara mendekatkan sistem

   pelayanan PLN pada pelanggan yang dibuka di tempat keramaian umum (Mall,

   Kantor Area Pelayanan) dengan pola buka 1 minggu 7 hari, jam kerja sesuai

   buka tutup tempat keramaian. Informasi yang dapat dilayani meliputi :




                                                                                27
   •   Informasi tentang tata cara Penyambungan Tenaga Listrik antara lain:

       Penyambungan      Baru,      Perubahan   Daya,     Penyambungan     Sementara,

       Perubahan/Balik Nama, Perubahan Alamat dll.

   •   Informasi tentang cara perhitungan dan besarnya biaya yang harus dibayar

       antara lain: Harga Jual Listrik, Biaya Penyambungan (BP), Uang Jaminan

       Langganan (UJL), Perhitungan Rekening Listrik, dan biaya lainnya.

   •    Informasi tentang ketentuan Persyaratan Penyambungan Tenaga Listrik dan

       Peraturan Instalasi Pelanggan.

5. Payment Point Online Bank

   Payment point online bank atau disingkat dengan PPOB adalah layanan transaksi

   pembayaran rekening dan non rekening listrik pelanggan PLN secara online

   melalui bank dan dikelola secara terpusat sehingga dapat menghindari terjadinya

   double bayar (dua kali bayar). Produk layanan tersebut dimaksudkan untuk

   memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi baik pembayaran rekening

   maupun non rekening seperti biaya pasang baru (PB), penambahan daya (PD),

   pasang sementara (PS), dan pembayaran uang jaminan listrik (UJL) Akses

   Transaksi Melalui layanan PPOB, pelanggan dapat menggunakan fasilitas

   perbankan. Berikut ini daftar Bank yang bekerjasama dengan PLN dalam proses

   transaksi online :

                                      Tabel III.1.3

                                      Daftar Bank

                                    DAFTAR BANK
   1. Bukopin           11. Niaga               21. BCA        31. Jabar Banten



                                                                                  28
      2. Permata             12. CitiBank             22. BII         32. Sinar Mas
      3. Victoria Int        13. Mutiara              23. Panin       33. Artha Graha
      4. BRI                 14. BPR KS               24. HSBC        34. Syariah Mega
      5. Maspion Indonesia   15. Ina Perdana          25. ABN AMRO 35. DKI
      6. NISP                16. Ganesha              26. Ekonomi     36. Swadesi
      7. Danamon             17. BTN                  27. RaboBank    37. BNI
      8. BNP                 18. Bumi Putera          28. UOB Buana   38. PT POS Indonesia
      9. Syariah Mandiri     19. Bank Of Tokyo Mits   29. Royal
      10. Mandiri            20. Mega                 30. Muamalat




III.1.4 Struktur Organisasi



                                        Gambar III.14

                                  Struktur Organisasi




                                                                                             29
                                    General Manager
                                   (MOCH SULASTYO)




                                                       Audit Internal
                                                     (IRWAN ZAINAL
                                                        NASUTION)




   Bidang         Bidang      Bidang Niaga           Bidang         Bidang SDM         Bidang
 Perencanaan     Distribusi      (DWI               Keuangan            dan          Komunikasi
     (M          (DJOKO       KUSNANTO)           (DWIYANTO          Organisasi      Hukum dan
BUDISUSILO)    RAHARDJO A)                         HARIADI)          (M SO'IM)       Administrasi
                                                                                       (RIZA
                                                                                    INDRIAWAN)




              AREA                                                                   AREA
                                                   AP PRIMA
        AREA BANDENGAN                                                            PENGATUR
         AREA BINTARO                                                             DISTRIBUSI
                                        AP PRIMA JAKARTA SELATAN
        AREA BULUNGAN
      AREA CEMPAKA PUTIH
                                         AP PRIMA JAKARTA UTAR AP
       AREA CENGKARENG
         AREA CIKOKOL
                                              PRIMA TANGERANG
          AREA CIKUPA
          AREA CIPUTAT
          AREA CIRACAS
        AREA JATINEGARA
       AREA KEBON JERUK
       AREA KRAMATJATI
      AREA LENTENG AGUNG
         AREA MARUNDA
         AREA MENTENG
       AREA PONDOK GEDE
       AREA PONDOK KOPI
         AREA SERPONG
      AREA TANJUNG PRIOK      Sumber: PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang
       AREA TELUK NAGA

                                                                                          30
       Uraian singkat tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian pada PT PLN

(Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang, sesuai dengan struktur organisasi di atas

adalah sebagai berikut:

   1. Tugas dan Tanggung Jawab General Manajer:

       ƒ Mengelola bisnis pendistribusian tenaga listrik secara efektif dan efisien

          dengan mengoptimalkan dan mensinerjikan seluruh sumberdaya.

       ƒ Menjamin penerimaan hasil penjualan tenaga listrik dan mengembangkan

          upaya-upaya untuk meningkatkan profitabilitas.

       ƒ Mengembangkan strategi untuk meningkatkan pemasaran, penjualan dan

          kepuasan pelanggan.

   2. Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal:

       ƒ Mengelola penyusunan program kerja pemeriksaan tahunan sesuai program

          kerja perusahaan.

       ƒ Melaksanakan audit internal meliputi keuangan, teknik, manajemen dan

          sumber daya manusia.

       ƒ Memberikan masukan dan rekomendasi menyangkut proses manajemen dan

          operasional.

   3. Tugas dan Tanggung Jawab Bidang Perencanaan:

       ƒ Menyusun Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik (RUPTL).

       ƒ Menyusun rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan.

       ƒ Menyusun metoda evaluasi kelayakan investasi dan melakukan penilaian

          financial.

   4. Tugas dan Tanggung Jawab Bidang Distribusi:




                                                                                  31
   ƒ Menetapkan rencana pengembangan sistem jaringan distribusi dan pembinaan

     penerapannya untuk memenuhi perkembangan kebutuhan tenaga listrik

     masyarakat.

   ƒ Menetapkan strategi pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi dan

     pembinaan penerapannya untuk memperoleh efisiensi dan keandalan yang

     tinggi dalam pemasokan tenaga listrik kepada pelanggan.

5. Tugas dan Tanggung Jawab Bidang Niaga:

   ƒ Merencanakan kebijakan strategi pemasaran, pengembangan pelayanan

     pelanggan untuk meningkatkan pangsa pasar dan kepuasan pelanggan.

   ƒ Menyusunan rencana penjualan energi listrik dan rencana pendapatan untuk

     meningkatkan penjualan.

   ƒ Mengevaluasi harga jual energi listrik untuk bahan masukan dalam rangka

     penentuan tarif dasar listrik.

6. Tugas dan Tanggung Jawab Bidang Keuangan:

   ƒ Menjamin terlaksananya penyediaan dan pengendalian anggaran investasi dan

     operasi untuk pelaksanaan kegiatan perusahaan.

   ƒ Menjamin terlaksananya pengendalian aliran kas pendapatan dan kas

     pembiayaan untuk pengamanan pendapatan (revenue protection).

   ƒ Menjamin terselenggaranya penyusunan laporan keuangan kantor distribusi

     dan unit-unit untuk laporan keuangan konsolidasi PLN Disjaya.

7. Tugas dan Tanggung Jawab Bidang SDM dan Organisasi:

   ƒ Menyusun       kebijakan         pengembangan   organisasi   dan   mengelola

     pelaksanaannya.




                                                                              32
   ƒ Menyusun kebijakan manajemen sumber daya manusia dan mengelola

      pelaksanaanya.

8. Bidang Komunikasi, Hukum, dan Administrasi

   ƒ Mengelola sistem komunikasi internal dan eksternal untuk membangun citra

      baik dan memperkuat posisi perusahaan.

   ƒ Mengkaji dan merekomendasikan kebijakan dan Prosedur Hukum perusahaan.

   ƒ Kelancaran penyelesaian kasus hukum perusahaan dan memberikan Advokasi

      Hukum dalam bisnis energi listrik dan ketenagakerjaan.

9. Tugas dan Tanggung Jawab Area Layanan:

   ƒ Menyusun program pemasaran untuk meningkatkan penjualan tenaga listrik

   ƒ Mengkoordinasikan proses penyambungan dan tambah daya dengan Area

      Jaringan untuk mempercepat proses pelayanan

   ƒ Mengelola kegiatan pembacaan meter serta proses pembayaran rekening

10. Tugas dan Tanggung Jawab Area Jaringan:

   ƒ Merencanakan , mengesahkan usulan Pedoman Rencana Kerja (PRK) Area

      Jaringan ke Kantor Distribusi.

   ƒ Mengusulkan penyesuaian dan pengembangan standar konstruksi jaringan

      tenaga listrik untuk kesesuai peruntukan operasional ke kantor distribusi.

   ƒ Menyetujui pengelolaan kontrak pengadaan barang dan jasa di unit kerjanya.

11. Tugas dan Tanggung Jawab Area Pengatur Distribusi:

   ƒ Menetapkan rencana pengembangan Supervisory Control                  And Data

      Acquisition (SCADA) yang merupakan suatu sistem kendali industri berbasi




                                                                                   33
         komputer yang digunakan untuk mengendalikan suatu proses industri, proses

         infrastruktur dan proses fasilitas.

       ƒ Memastikan terselenggaranya mekanisme proses realisasi pengadaan barang

         dan jasa dalam hal pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan SCADA,

         Telekomunikasi dan Instalasi 20 kV Gardu Induk.



III.1.5 Pengertian CSR menurut PLN

       Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan gabungan

Program Kemitraan dahulu disebut program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi

(PUKK) dan Program Bina Lingkungan (sebelumnya Community Development) yang

selanjutnya   berdasarkan    facsimile    Deputi   Direktur   Lingkungan   Keselamatan

Ketenagalistrikan (DD LKL) PLN Pusat Nomor : 013/FAC/DDLKL/2006 tanggal 14

Februari 2006, sebutan Bina Lingkungan berubah menjadi Program Partisipasi

Pemberdayaan Lingkungan (P3L). Pelaksanaan pengelolaan PKBL berpedoman kepada

Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : PER-05/MBU/2007

tanggal 27 April 2007 dan Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor :

366.K/DIR/2007 tanggal 28 Desember 2007. Sesuai Facsimile Vice Presiden (VP) CSR

Nomor : 00287/013/VPCSR/2009 tanggal 29 Januari 2009 bahwa dana hibah Program

Kemitraan yang biasanya digunakan promosi dan pameran produk mitra binaan tidak

diperbolehkan dikeluarkan dan jika sangat diperlukan dapat diambil dari dana Program

Bina Lingkungan.

       Program Bina Lingkungan (PBL) adalah Program pemberdayaan kondisi sosial

masyarakat oleh PLN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba PLN.



                                                                                   34
      Program    Partisipasi    Pemberdayaan   Lingkungan   (P3L)   adalah     kegiatan

pengembangan/ pembangunan masyarakat/ komunitas yang dilakukan secara sistematis,

terencana dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi

sosial, ekonomi dan kualitas kehidupan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan

kegiatan pembangunan sebelumnya dan merupakan tanggung jawab sosial perusahaan

(CSR) melalui pemanfaatan dana dari bagian laba PLN.



III.1.6 Visi, Misi dan Tujuan CSR pada PT PLN (Persero)

      Visi Corporate Social Responsibility (CSR) adalah terwujudnya keharmonisan

hubungan PLN dengan masyarakat sehingga akan menunjang keberhasilan kegiatan

PLN dalam menyediakan listrik kepada masyarakat.

      Misi CSR adalah:

      •     Membantu pengembangan kemampuan masyarakat agar dapat aktif

            berperan dalam pembangunan.

      •     Berperan aktif dalam meningkatkan hidup masyarakat.

      •     Berperan aktif dalam mendorong tenaga listrik untuk meningkatkan

            kualitas hidup manusia.

      •     Berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui

            pelestarian alam.


      Tujuan CSR adalah:

      •     Memulihkan dan meningkatkan citra perusahaan dan dukungan keberadaan

            PLN.

      •     Pemberdayaan masyarakat.

                                                                                    35
       •    Masyarakat ikut peduli mengamankan dan merasa memiliki instalasi PLN.

       •    PLN peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak sosial.




III.1.7 Struktur Organisasi Tim CSR

       Sesuai SK Nomor : 075.K / GM / 2010 tanggal 16 Juli 2010 Susunan anggota

Tim P3L PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang sebagai berikut:

       1. Pembina       : General Manager

       2. Ketua         : Manajer Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi

       3. Wakil Ketua: Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan

       4. Sekertaris : Supervisor Bina Lingkungan




III.1.8 Jenis Kegiatan CSR pada PT PLN (Persero)

   A. Community relation. Adalah kegiatan-kegiatan menyangkut pengembangan

       pemahaman melalui komunikasi dan informasi kepada Para Pihak yang terkait

       (stakeholder).

       Misalnya:

           ‐ Pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada

              Para Pihak yang terkait, untuk meningkatkan hubungan baik dengan

              kelompok masyarakat dan pemerintah setempat;

           ‐ Bantuan konsultasi publik;

           ‐ Bantuan penyuluahan.

   B. Community Services, adalah program bantuan yang diberikan berkaitan dengan

       pelayanan masyarakat atau kepentingan umum.

                                                                                  36
   Bentuk bantuan meliputi:

       ‐ Bantuan kepada korban bencana alam, yaitu bantuan yang diberikan untuk

         meringankan beban para korban yang diakibatkan oleh bencana alam.

       ‐ Bantuan peningkatan kesehatan, yaitu bantuan yang diberikan dalam

         rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

       ‐ Bantuan pengembangan prasarana dan umum, yaitu bantuan yang

         diberikan dalam rangka meningkatkan fasilitas kesejahteraan masyarakat.

       ‐ Bantuan sarana ibadah, yaitu bantuan untuk meningkatkan kualitas sarana

         ibadah masyarakat.

C. Community Empowering, adalah program bantuan yang berkaitan dengan

   pemberian akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang

   kemandiriannya.

   Bentuk bantuan meliputi:

       ‐ Banyuan pendidikan dan      atau pelatihan yaitu bantuan yang diberikan

         dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

       ‐ Bantuan pengembangan dan ataupun penguatan kelompok-kelompok

         swadaya masyarakat, komunitas asli, organisasi profesi.

       ‐ Bantuan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat yang berbasis potensi

         sumber daya setempat.

       ‐ Bantuan pelestarian alam.




                                                                              37
III.1.9 Prinsip Pengelolaan Dana PBL/P3L

A. Transparan          : Harus jelas kepada siapa dan mengapa dana diberikan.

B. Akuntabilitas       : Harus jelas pertanggungjawabannya, dapat diverivikasi/ diaudit.

C. Fairness            : Harus dilaksanakan secara jujur

D. Flexible            : Dalam penyalurannya harus jelas kriterianya

E. Azas Manfaat        : Memberikan manfaat terbesar bagi tujuan PLN




III.1.10 Pelaksanaan Program Bina Lingkungan(CSR)

         Pada tahun 2010, PLN Kantor Pusat mengalokasikan dana Bina Lingkungan

(CSR) untuk PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang sebesar Rp.

1.500.000.000,-      berdasarkan   Facsimile         Sekretaris   Perusahaan    Nomor      :

064/Fac/SEKPER/2010 tanggal 12 Mei 2010 dan Program Penanaman Pohon bersama

IKPLN      sebesar     Rp.    136.125.000,-      sesuai       surat    Sekper   Nomor      :

08850/521/SEKPER/2010 tanggal 19 Nopember 2010. bahwa penyaluran dana P3L

dilakukan sebelum akhir tahun 2010.

        Jumlah dana yang disalurkan sampai dengan Triwulan IV tahun 2010 sebesar Rp.

1.563.501.050,- dengan rincian sebagai berikut :

   • Community Relation                        Rp.      20.000.000,-

   • Community Service                         Rp.       903.000.000,-

   • Community Empowering                      Rp.       429.200.000,-

   • Pelestarian Alam                          Rp.       136.125.000,-

   • Biaya Operasional                         Rp.        75.000.000,-




                                                                                        38
Sehingga Efektivitas penyaluran dana mencapai 95.56%. Dan sisa alokasi dana sebesar

Rp. 72.623.950,-



III.1.11 Realisasi Kegiatan dan Penyaluran Dana CSR

        Realisasi kegiatan dan penyaluran dana CSR PT PLN Distribusi Jakarta dan

Tangerang Tahun 2010 dalam bentuk rupiah.

                                           Tabel III.1.11

                         Realisasi Kegiatan dan Penyaluran Dana CSR



 No     KELOMPOK/ JENIS                          TUJUAN                             BIAYA
           KEGIATAN
 1.    Community Relation
       a. Forum Komunikasi
          Dewan Kelurahan      Meredam LSM dan membantu biaya
          DKI                  operasional LSM                                   20.000.000
 2.    Community Service
                               Membantu anak-anak tidak mampu sekolah
       a. PAUD Tunas           dengan memberikan sarana / perlengkapan
           Melati              belajar                                          20.000.000
       b. Lembaga              Membantu anak-anak tidak mampu sekolah
          Metropolitan Study   dengan memberikan sarana / perlengkapan
          Center               belajar                                          36.300.000
                               Membantu Sarana Ibadah sehingga masyrakat
                               sekitar dapat merasakan bantuan PLN sehingga
                               timbul rasa perhatian masyarakat untuk menjaga
       c. Mushola Al-Ikhlash   instalasi PLN                                    48.000.000
                               Membantu anak-anak tidak mampu sekolah
                               dengan memberikan sarana / perlengkapan
       d. Laboratorium juara   belajar                                          216.376.050
       e. Water well dan       Membantu sarana air bersih agar masyarakat
          MCK                  dapat hidup lebi sehat.                          47.600.000
                               Membantu sarana UPPJ dengan mobil jenajah
       f. UPPJ Masjid Jami     agar lebih membantu mempromosikan PLN di
          Al-Uswah             mobil tersebut                                   126.000.000
                               Membantu Sarana Ibadah sehingga masyrakat
       g. Yayasan Pesantren    sekitar dapat merasakan bantuan PLN sehingga
          Islam Hubbul         timbul rasa perhatian masyarakat untuk menjaga
          Wathon               instalasi PLN                                    50.000.000


                                                                                              39
     h. Yayasan Seroja     Membantu pondasi sekolah yang akan
        Jakarta            direncanakan untuk sekolah masyarakat sekitar    20.000.000
                           Membantu anak-anak tidak mampu sekolah
     i. Yayasan Rukun      dengan memberikan sarana / perlengkapan
        Istri Sejahtera    belajar                                          30.000.000
                           Membantu Sarana Ibadah sehingga masyrakat
                           sekitar dapat merasakan bantuan PLN sehingga
     j. Masjid Jami Ash-   timbul rasa perhatian masyarakat untuk menjaga
        shobirin           instalasi PLN                                    20.000.000
                           Membantu Sarana Ibadah sehingga masyrakat
                           sekitar dapat merasakan bantuan PLN sehingga
     k. Mushola Nurul      timbul rasa perhatian masyarakat untuk menjaga
        Huda               instalasi PLN                                    46.500.000
                           Membantu anak-anak tidak mampu sekolah
     l. Yayasan Riyadhul   dengan memberikan sarana / perlengkapan
        Mu’minin           belajar                                          42.400.000
     m. Bantuan Bencana    Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat
        Alam Mentawai      yang mendapat musibah                            100.000.000
     n. Bantuan Bencana    Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat
        Gunung Merapi      yang mendapat musibah                            100.000.000
     Community
3.   Empowering
     a. Bantuan Bina
        Lingkungan seni
        “Hari Kartini”     Membantu Peringatan Hari Kartini                 2.700.000
     b. Pesantren Kilat    Membantu meningkatkan kualitas agama anak-
        Bulan Ramadhan     anak pegawai                                     64.000.000
                           Meningkatkan perhatian kepada masyarakat
     c. Bantuan sembako    sekitar unit area PLN Disjaya pada bulan
        bulan Ramadhan     Ramadhan                                         136.000.000
                           Meningkatkan perhatian kepada masyarakat
                           sekitar unit area PLN Disjaya dengan
     d. Bantuan Beasiswa   memberikan beasiswa                              199.500.000
     e. Lembaga
        Pendidikan         Meningkatkan perhatian kepada lembaga yang
        Pelatihan dan      melaksanakan kegiatan pelatihan kepada
        kewirausahaan      masyarakat agar lebih baik dalam kemapuan
        Indonesia          usaha                                            12.000.000
                           Meningkatkan perhatian kepada KMS yang
                           melaksanakan kegiatan pelatihan kepada
     f. KSM Nurul          masyarakat agar lebih baik dalam kemapuan
        Hidayah            usaha                                            15.000.000
4.   Pelestarian Alam
     a. Penanaman Pohon
        (IKPLN) dana       Meningkatkan kelestarian alam dan penunjang
        tambahan           program penanaman sejuta pohon                   136.125.000




                                                                                          40
  5.     Biaya Operasi                                                75.000.000
  TOTAL REALISASI DANA CSR TAHUN 2010                                 1.563.501.050




III.2 Desain Penelitian

III.2.1 Jenis dan Sumber Data

        Penelitian ini menggunakan data primer dengan metode penelitian kualitatif yang

diperoleh langsung dari perusahaan. Menurut Sugiyono (2008: 14) pengertian metode

penelitian kualitatif adalah:

        “Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
        filsafat postpositivisme yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang
        holistik/utuh, kompleks, dinamis, penuh makna dan hubungan gejala bersifat
        interaktif (reciprocal), digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang
        alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai
        instrumen kunci, pengambilan sample sumber data dilakukan secara purposive
        dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data
        bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan
        makna dari pada generalisasi.”


       Populasi dari penelitian ini adalah PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan

Tanggerang yang memiliki kebijakan untuk melaksanakan PKBL yang diatur dalam

Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007.




                                                                                      41

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:7/16/2013
language:Unknown
pages:19