RESIKO DALAM INVESTASI by WilliamJackson000

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                     FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN


     PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL


       Keputusan pendanaan perusahaan berkaitan dengan keputusan tentang
bentuk dan komposisi pendanaan yang akan dipergunakan oleh perusahaan.
Pertanyaan yang kemudian muncul sehubungan dengan keputusan pendanaan
perusahaan ini adalah :
a. Berapa banyak hutang dan modal sendiri yang akan dipergunakan ?
b. Bagaimana tipe hutang dan modal sendiri yang akan dipergunakan ?
c. Kapan dana dalam bentuk hutang dan modal sendiri tersebut dihimpun ?


1. Pengertian Pasar Modal
         Pasar modal sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi ekonomi dan
keuangan. Dalam menjalankan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan
fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana
( lender ) ke pihak yang membutuhkan dana ( borrower ). Sedangkan fungsi
keuangan dilakukan dengan menyediakan dana yang diperlukan para borrowers
dan para lenders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam
kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut.
         Husnan ( 2002 ) mendefinisikan pasar modal sebagai pasar untuk
berbagai instrumen keuangan dan sekuritas jangka panjang yang bisa diperjual
belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan
oleh pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta.
         Tandellin ( 1991 ) menjelaskan pengertian klasik dari pasar modal adalah
pengetian sebagaimana yang ada di negara-negara kapitalis seperti Amerika
Serikat, yaitu suatu bidang usaha perdagangan surat-surat berharga seperti saham,
obligasi dan sekuritas efek yang merupakan pasar abstrak sekaligus konkrit
dengan barang yang diperjual belikan adalah dana yang bersifat abstrak dan
bentuk konkritnya adalah lembar surat-surat berharga di bursa efek.
         Dengan lebih spesifik, Tandellin menjabarkan definisi dari pasar modal
menjadi 3 ( tiga ) definisi, yaitu :
a. Definisi dalam arti luas adalah sistem keuangan yang terorganisir, termasuk
    bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuangan dan surat
    berharga.
b. Definisi dalam arti menengah adalah semua pasar yang terorganisir dan
    lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat kredit termasuk saham,
    obligasi, pinjaman hipotik berjangka, tabungan serta deposito berjangka.
c. Definisi dalam arti sempit adalah tempat pasar terorganisir yang
    memperdagangkan saham-saham dan obligasi dengan memakai jasa dari
    makelar, komisioner dan underwriter ( penjamin ).



           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                     FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



        Keppres No. 60 tahun 1988 menjelaskan pengertian pasar modal, yaitu
bursa yang merupakan sarana untuk mempertemukan penawar dan peminta dana
jangka panjang dalam bentuk efek. Pengertian pasar modal menurut Undang-
Undang Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995 adalah kegiatan yang berhubungan
dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang
berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan efek. Penawaran umum adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan
emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur
dalam undang-undang pasar modal.

       Sementara itu Rosenberg ( 1983 ) berusaha membedakan pengertian pasar
modal ( stock market ) dengan bursa efek ( stock exchange ) sebagai berikut ini :
- Pasar modal ( stock market ) adalah suatu tempat dimana pembeli dan penjual
  saham mempunyai tujuan untuk mencapai laba / profit melalui pembelian dan
  penjualan sekuritas.
- Bursa efek ( stock exchange ) adalah merupakan suatu organisasi yang
  menyediakan pasar untuk perdagangan obligasi dan saham, dimana peraturan
  yang ditetapkan untuk perdagangan sangat ketat.

       Riyanto ( 1990 ) menyatakan bahwa pasar modal adalah pasar dalam
pengertian abstrak yang mempertemukan calon pembeli ( investor ) dengan
emiten ( perusahaan yang menerbitkan surat berharga di pasar modal ) yang
membutuhkan dana jangka panjang.

        Dengan demikian, pengertian pasar modal dapatlah diartikan sebagaimana
tersebut dibawah ini :
a. Pasar modal bisa berupa pasar dalam artian abstrak atau dalam artian konkrit
    ( sesungguhnya ). Dalam artian abstrak, maka pedagangan surat berharga tidak
    harus terjadi pada suatu tempat tertentu. Sementara itu, pasar modal dalam
    bentuk konkritnya ialah bursa efek atau lebih dikenal dengan istilah stock
    exchange.
b. Komoditi yang diperdagangkan di pasar modal adalah surat berharga ( aktiva
    financial ) jangka panjang.
c. Surat berharga ( atau sekuritas ) yang diperjual belikan di pasar modal adalah
    surat berharga yang diterbitkan oleh suatu badan hukum berbentuk PT
    ( Perseroan Terbatas ), baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta.
d. Bursa efek merupakan bentuk konkrit dari pasar modal. Bursa efek merupakan
    pasar yang sangat terorganisir ( A highly organized market ). Disebut
    demikian karena terdapat serangkaian peraturan yang mengikat antara pihak-
    pihak yang terkait didalamnya.



           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                     FINANCIAL MANAGEMENT
         KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



2. Manfaat Pasar Modal
       Keberadaan pasar modal ( stock market ) akan mendatangkan beberapa
manfaat, antara lain :
- Jika perusahaan dihadapkan pada keterbatasan dana untuk keperluan ekspansi,
   sedangkan debt to equity ratio-nya ( perbandingan antara hutang dengan
   modal sendiri ) sudah terlalu tinggi, maka salah satu alternatif yang dapat
   dilakukan oleh perusahaan hanyalah dengan menggunakan komponen dana
   dalam bentuk modal sendiri ( equity ). Dalam keadaan demikian, pasar modal
   akan sangat membantu perusahaan dalam hal pemenuhan kebutuhan dana
   dengan cara perusahaan dapat melakukan emisi saham biasa ( common stock )
   baru di pasar modal. Bahkan pendanaan ekstern melalui emisi saham baru di
   pasar modal, seringkali lebih murah biayanya daripada sistem perbankan.
   Denga demikian melalui pasar modal perusahaan dapat menetapkan struktur
   modalnya ( debt to equity ) secara optimal, sehingga tujuan perusahaan untuk
   mengoptimalkan kekayaan pemilik ( shareholder ) relatif akan mudah
   tercapai.
- Kehadiran pasar modal akan menambah pilihan investasi para pemodal dalam
   memilih cara investasi yang sesuai dengan preferensi resiko mereka, sehingga
   kesempatan untuk mengoptimalkan utilitas masing-masing pemodal menjadi
   semakin besar. Seandainya tidak ada pasar modal, maka para pemodal
   mungkin hanya bisa menginvestasikan dananya dalam sistem perbankan
   ataupun aktiva riil. Kehadiran pasar modal, memungkinkan pemodal
   melakukan pilihan investasi pada saham ( sekuritas ) perusahaan yang dapat
   memaksimumkan kekayaannya. Bahkan, adanya pasar modal, memungkinkan
   para pemodal dapat melakukan diversifikasi investasi, yaitu melalui pembelian
   berbagai macam sekuritas dengan jumlah dana yang relatif tidak terlalu besar,
   dibandingkan bila mereka harus melakukan diversifikasi investasi dalam
   aktiva riil. Disamping itu investasi saham ( sekuritas ) di pasar modal
   mempunyai daya tarik lain, yaitu pada likuiditasnya. Contohnya : pemodal
   dapat membeli saham industri rokok hari ini, dan menggantikannya kapan dia
   mau dengan saham industri yang lain.
- Adanya pasar modal, memungkinkan terjadinya alokasi dana yang efisien.
   Hanya kesempatan-kesempatan investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi
   ( sesuai dengan resikonya ) yang mungkin memperoleh alokasi dana dari para
   pemodal. Tentu saja analisis para pemodal dalam mengidentifikasi saham
   mana yang paling menjanjikan bisa saja salah atau kurang tepat, tetapi sejauh
   analisis dilakukan oleh jumlah orang yang sangat banyak, dan mereka tidak
   melakukan kolusi, maka hasil analisis tersebut akan mempunyai
   kecenderungan mendekati kebenaran.




          PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                  Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                      FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



3. Indikator Pasar Modal Yang Berkualitas
        Untuk menentukan seberapa baik kualitas pasar modal, dibutuhkan
beberapa indikator sebagai pedoman penilaian, seperti yang dikatakan oleh Really
( 1989 ) sebagai berikut ini :
a. Ketersediaan Informasi ( availabillity of information )
    Seorang calon investor sangat membutuhkan adanya informasi baik yang
    sifatnya historis, baru dipublikasikan maupun ramalan, yang akurat, relevan,
    dan tepat waktu. Informasi tersebut dapat berupa kondisi internal maupun
    eksternal yang dihadapi oleh emiten, informasi mengenai pola fluktuasi harga
    sekuritas di masa yang lalu atau volume perdagangannya. Informasi yang ada
    akan mempengaruhi proses pembentukan harga beli dan harga jual suatu
    sekuritas. Semakin lengkap informasi mengenai sekuritas yang terdaftar dalam
    bursa dan semakin mudah informasi tersebut diakses, maka pasar modal yang
    bersangkutan akan semakin baik.
b. Likuiditas ( liquidity )
    Likuiditas menunjukkan kemampuan untuk membeli atau menjual sekuritas
    tertentu secara cepat ( marketability ) dan pada harga yang tidak terlampau
    berbeda dengan harga sebelumnya, dengan asumsi tidak ada informasi baru
    yang timbul ( price continuity ). Dalam pasar modal yang likuid, penjualan
    suatu sekuritas dapat dilaksanakan dengan cepat tanpa menimbulkan execution
    cost. Likuiditas suatu pasar modal dapat ditinjau dari beberapa faktor,
    diantaranya :
    - Jumlah order atau pembelian atau penjualan sekuritas. Semakin banyak
        jumlah order yang ada, maka pasar akan semakin memiliki kedalaman.
    - Volume perdagangan sekuritas. Semakin besar volume transaksi
        perdagangan, maka pasar semakin memiliki keluasan.
    - Resiliency, yaitu kecepatan munculnya order baru karena masuknya suatu
        informasi baru yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan
        permintaan dan penawaran terhadap sekuritas tertentu.
c. Efisiensi Internal ( internal efficiency )
    Pasar modal akan memiliki efisiensi internal apabila biaya transaksi semakin
    rendah. Jadi efisiensi internal dikaitkan dengan besarnya transaction cost yang
    digunakan untuk melakukan pembelian dan penjualan sekuritas.
d. Efisiensi Eksternal ( external efficiency )
    Pasar akan memiliki efisiensi eksternal yang semakin tinggi bila penyesuaian
    harga sekuritas terhadap informasi baru semakin cepat. Informasi tersebut
    antara lain dapat menyangkut perubahan faktor-faktor fundamental
    perusahaan, keadaan perekonomian secara makro dan sebagainya. Dengan
    perkataan lain, apabila harga saham-saham di pasar modal mencerminkan
    semua informasi yang ada dan berhubungan dengan sekuritas tersebut, maka
    pasar modal akan memiliki efisiensi eksternal yang semakin tinggi.


           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                     FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



   Dengan demikian pengertian efisiensi eksternal ini dikaitkan dengan
   informasi. Dalam hal ini efisiensi pasar modal juga merupakan salah satu
   indikator untuk menentukan kualitas pasar modal. Semakin tinggi derajad
   efisiensinya, maka kualitas pasar modal tersebut akan semakin baik.


4. Pasar Modal Yang Efisien
        Columbanus ( 1995 ) menjelaskan bahwa konsep pasar modal yang
efisien pada kenyataannya sulit tercapai sehingga dicari suatu konsep alternatif
yang dapat diterima sebagai pengganti konsep efisiensi pasar modal yang
sempurna. Konsep efisiensi pasar sulit tercapai karena banyak persyaratan kondisi
efisiensi pasar modal yang sempurna yang tidak dapat terpenuhi di dalam
kenyataan, seperti tidak ada biaya transaksi, tidak ada pajak, tidak ada biaya
informasi dan lain-lain.
        Pada efisiensi pasar yang sempurna, pasar sekuritas akan efisien dalam hal
alokasi dan operasinya. Efisien dalam hal alokasi jika harga-harga ditentukan
dimana marginal rate of return untuk semua perusahaan sama dengan marginal
rate of return untuk semua investor. Hal ini berarti bahwa dana dari investor
tersebut dialokasikan secara optimal ke investasi yang produktif yang memberikan
keuntungan bagi semua pihak. Sedangkan efisien dalam hal operasi adalah
berhubungan dengan ongkos pengalokasian dana sama dengan nol. Pasar modal
masih dapat dikatakan efisien apabila harga-harga sekuritas sepenuhnya dan
secara spontan masih dapat mencerminkan segala informasi walaupun harus
mengeluarkan biaya transaksi atau biaya informasi.
        Foster ( 1986 ) mengemukakan beberapa faktor yang diduga mampu
mempengaruhi efisiensi pasar modal, serta karakteristik dari konsep pasar modal
yang efisien. Efisiensi pasar modal diduga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor
berikut :
a. Tingkat persaingan antar analis sekuritas di pasar modal.
b. Jumlah analis yang melakukan penilaian terhadap sekuritas-sekuritas di pasar
    modal.
c. Kuantitas dan kualitas informasi yang diterbitkan oleh emiten.
        Foster menjelaskan bahwa adanya jumlah analis keuangan yang banyak
dan persaingan antara mereka, akan membuat harga sekuritas wajar dan
mencerminkan semua informasi yang relevan. Para analis akan berupaya untuk
memperoleh informasi selengkap mungkin, bahkan kalau mungkin lebih lengkap
dari analisis yang lain, sehingga akan membuat harga sekuritas menjadi wajar.
Tentu saja terbuka kemungkinan para analis melakukan kesalahan, tetapi sejauh
kesalahan tersebut bersifat independen, maka kesalahan tersebut akan kecil
artinya apabila dibandingkan dengan jumlah analis yang melakukan analisa.



           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                      FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



        Terdapat dua tipe analis investasi yang membantu membuat adanya
perubahan harga secara random. Banyak para analisis yang mempelajari bisnis
perusahaan dan mencoba membuka informasi tentang profitabilitas yang akan
memberikan informasi baru terhadap harga saham. Para peneliti disebut sebagai
fundamental analists. Persaingan diantara peneliti fundamental ini akan cenderung
untuk membuat harga mencerminkan semua informasi yang relevan dan
perubahan harga tidak bisa diramalkan. Analisis-analisis lain hanya mempelajari
catatan harga di masa lalu dan mencari siklus-siklus tertentu dari perubahan harga
di waktu yang lalu itu. Analisis-analisis semacam ini disebut technical analists.
Persaingan dalam penelitian teknis ini akan cenderung membuat harga saat ini
mencerminkan semua informasi dalam urutan harga di waktu yang lalu dan bahwa
perubahan harga tidak bisa diperkirakan dari harga di waktu yang lalu.
        Sementara itu karakteristik-karakteristik dari konsep pasar modal, antara
lain adalah :
a. Proses penentuan efisiensi pasar modal akan berhubungan dengan variabel-
    variabel pasar agregat ( agregate market variables ) seperti harga sekuritas
    dan tingkat keuntungan sekuritas.
b. Konsep pasar modal efisien memusatkan perhatian pada hubungan ex-ante (
    yang sudah terjadi ) antara distribusi tingkat keuntungan sekuritas dengan isi
    dari berbagai informasi yang ada.
c. Penentuan efisiensi pasar modal akan dikaitkan dengan informasi-informasi.
    Derajad efisiensi pasar modal akan ditentukan oleh jenis informasi yang
    digunakan dalam penilaian efisiensi pasar modal tersebut.

        Sharpe ( 1995 ) menjelaskan pengertian pasar modal yang efisien dapat
ditekankan pada ketidakmampuan seorang investor untuk mendapatkan
keuntungan yang berlebihan atau abnormal return.
        Dalam bukunya “ Fundamentals of Financial Management “,
Rao ( 1989 ) menjelaskan pengertian efisiensi pasar yang berhubungan dengan
nilai pasar dari asset yang berkaitan dengan informasi yang tersedia dengan asset
tersebut.
        Jogiyanto ( 2000 ) menjelaskan “ jika pasar bereaksi dengan cepat dan
akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan
informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti ini dikatakan sebagai pasar
yang efisien. Pasar yang efisien ini secara detail dapat didefinisikan dalam 4
macam kategori, yang antara lain :
a. Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Instrinsik Sekuritas.
    Pasar yang efisien menurut konsep ini dapat didefinisikan sebagai pasar yang
    nilai-nilai sekuritasnya tidak menyimpang dari nilai-nilai instrinsiknya. Hal ini
    bermula karena banyak sekuritas yang dinilai kurang benar ( mispriced )
    sehingga menyimpang dari nilai instrinsik atau nilai fundamentalnya.


           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                      FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



b. Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi dari Ekspetasi Harga.
   Dalam hal ini pendapat Fama ( 1976 ) menyatakan bahwa suatu pasar
   sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas mencerminkan secara
   penuh informasi yang tersedia. Definisi Fama ini menekankan pada 2 aspek,
   yaitu :
   - fully reflect yang menunjukkan bahwa harga dari sekuritas secara akurat
       mencerminkan informasi yang ada.
   - Information available yang diartikan dengan menggunakan informasi yang
       tersedia, investor-investor secara akurat dapat mengekspresikan harga dari
       sekuritas yang bersangkutan. Namun timbul kritikan tentang definisi pasar
       sesuai yang diutarakan oleh Fama diatas, karena definisi tersebut
       dianggap tidak jelas, tidak operasional dan sirkular karena definisi ini tidak
       menunjukkan seberapa cepat dan tepat perubahan harga yang diakibatkan
       oleh adanya informasi yang tersedia. Definisi ini menunjukkan bahwa
       perubahan dari harga saja sudah cukup untuk menyatakan pasar sudah
       efisien.
   Fama sendiri menyadari definisinya sulit dibuktikan secara empiris karena
   dibutuhkan suatu benchmark yang menunjukkan akurasi dari ekspetasi harga
   semua investor. Sehingga Fama mengusulkan dibutuhkan suatu model
   ekuilibrium untuk menentukan fungsi harga di masa mendatang akibat
   informasi sekarang. Model ekuilibrium dibuat uji gabungan dengan efisiensi
   pasar, tanpa model ini maka hipotesis efisiensi pasar tidak dapat diuji.
c. Efisiensi Pasar Berdasarkan Distribusi Informasi.
   Beaver ( 1989 ) memberikan definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada
   distribusi informasi sebagai berikut : “ Pasar dikatakan efisien terhadap suatu
   sistem informasi, jika dan hanya jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-
   akan setiap orang mengamati sistem informasi tersebut “. Definisi ini juga
   membutuhkan sebuah ukuran pembanding atau benchmark. Benchmnark yang
   digunakan adalah return normal yang seharusnya diperoleh oleh pelaku pasar.
   Return hasil dari informasi kemudian dibandingkan dengan return normal
   menurut benchmark. Jika hasilnya tidak menyimpang, maka pasar dikatakan
   efisien dan sebaliknya jika hasilnya menyimpang maka pasar dikatakan tidak
   efisien.
d. Efisiensi Pasar Berdasarkan Proses Dinamik.
   Transaksi di pasar modal memungkinkan terjadinya asimetrik informasi. Yang
   dimaksud dengan asimetrik informasi adalah kondisi yang menunjukkan
   sebagian investor mempunyai informasi dan yang lainnya tidak memilikinya.
   Dengan adanya asimetrik informasi ini menyebabkan emiten yang benar-benar
   menawarkan sekuritas yang berkualitas akan dinilai terlalu rendah oleh
   investor.



           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                      FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



    Definisi pasar yang didasarkan pada proses dinamik mempertimbangkan
    distribusi informasi yang tidak simetris dan menjelaskan bagaimana harga-
    harga akan menyesuaikan karena informasi asimetrik tersebut. Definisi ini
    menekankan pada kecepatan penyebaran informasi yang tidak simetris. Pasar
    dikatakan efisien jika penyebaran informasi ini dilakukan secara cepat
    sehingga informasi menjadi simetris yaitu setiap orang memiliki informasi ini.
    Jones ( 1996 ) memberikan definisi pasar efisien yang memasukkan unsur
    dari kecepatan penyesuaian sebagai berikut : “ suatu pasar yang efisien adalah
    pasar yang harga sekuritasnya secara cepat dan penuh mencerminkan semua
    informasi yang tersedia terhadap aktiva tersebut.
                Dalam hal ini Weston - Brigham ( 1993 ) juga mengutarakan
pandangannya, bahwa dalam efisiensi pasar terdapat 2 hal yang diyakini kuat,
antara lain : “ dapat diartikan pasar dikatakan efisien apabila saham selalu
dalam keadaan ekuilibrium dan investor tidak mungkin dapat menekan pasar
secara konsisten “.

5. Bentuk Bentuk Efisiensi Pasar
        Fama ( 1970 ) yang pertama kali mengutarakan adanya 3 macam bentuk
utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu
informasi masa lalu, informasi sekarang yang dipublikasikan dan informasi privat.
Tujuan dari Fama membedakan kedalam tiga macam bentuk pasar efisien ini
adalah untuk mengklasifikasikan penelitian empiris terhadap efisiensi pasar.
        Berdasarkan klasifikasi Fama, kemudian Francis ( 1993 ) membagi
bentuk efisiensi pasar berdasarkan 3 golongan, yaitu :
a. Efisiensi pasar bentuk lemah ( Weakly Efficient Markets )
    Pasar dikatakan efisien bentuk lemah ( Weakly Efficient Markets ) jika harga-
    harga dari sekuritas tercermin secara penuh ( fully reflect ) informasi masa
    lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi. Bentuk
    efisiensi pasar secara lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak ( random
    walk theory ) yang menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan
    dengan nilai sekarang. Jika pasar efisien secara bentuk lemah, maka nilai-nilai
    masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Ini
    berarti bahwa pasar yang efisien bentuk lemah, investor tidak dapat
    menggunakan informasi masa lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak
    normal.
b. Efisiensi pasar bentuk setengah kuat ( Semistrongly Efficient Markets )
    Pasar dikatakan efisien setengah kuat ( Semistrongly Efficient Markets ), jika
    harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan ( fully reflect ) semua
    informasi yang dipublikasikan ( all publicly available information ) termasuk
    informasi yang berada di laporan-laporan keuangan perusahaan emiten.



           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                     FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



   Informasi yang dipublikasikan dapat berupa informasi sebagaimana tersebut
   dibawah ini :
   - Informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas
       dari perusahaan yang mempublikasikan informasi tersebut. Informasi yang
       dipublikasikan ini merupakan informasi dalam bentuk pengumuman oleh
       perusahaan emiten. Informasi ini umumnya berhubungan dengan peristiwa
       yang terjadi di perusahaan emiten ( corporate event ). Contoh dari
       informasi ini, misalnya adalah pengumuman laba, pengumuman
       pembagian deviden, pengumuman pengembangan produk baru,
       pengumuman merger dan akuisisi, pengumuman perubahan metode
       akuntansi, pengumuman penggantian pemimpin perusahaan dan lain
       sebagainya.
   - Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas
       sejumlah perusahaan. Informasi ini dapat berupa peraturan pemerintah
       atau peraturan dari regulator yang hanya berdampak pada harga-harga
       sekuritas perusahaan-perusahaan yang terkena regulasi tersebut. Contoh
       dari informasi ini, misalnya regulasi untuk meningkatkan kebutuhan
       cadangan ( reserved requirement ) yang harus dipenuhi oleh semua bank-
       bank. Informasi semacam ini akan mempengaruhi secara langsung harga
       sekuritas tidak hanya pada sebuah bank saja, tetapi mungkin semua emiten
       di dalam industri jasa perbankan.
   - Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas
       semua perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Informasi jenis ini dapat
       berupa peraturan pemerintah atau peraturan dari regulator yang berdampak
       ke semua perusahaan emiten. Contoh dari regulasi semacam ini adalah
       peraturan akuntansi untuk mencantumkan laporan arus kas yang harus
       dilakukan oleh semua perusahaan. Regulasi ini akan mempunyai dampak
       ke harga sekuritas tidak hanya untuk sebuah perusahaan saja atau
       perusahaan-perusahaan dalam suatu industri tertentu, akan tetapi mungkin
       akan berdampak secara langsung pada semua perusahaan dari berbagai
       macam industri yang ada dan terdaftar di pasar saham.
c. Efisiensi pasar bentuk kuat ( Strongly Efficient Markets )
   Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat ( Strongly Efficient Markets ), jika
   harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan ( fully reflect ) semua
   informasi yang tersedia, termasuk informasi privat. Jika pasar efisien dalam
   bentuk ini, maka tidak ada individual investor atau grup dari investor yang
   dapat memperoleh keuntungan tidak normal karena mempunyai informasi
   privat. Informasi privat ini bisa diperoleh dari insider information. Pengujian
   efisiensi bentuk kuat dilakukan terhadap hipotesa yang menyatakan bahwa
   harga saham tidak hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan,
   akan tetapi juga informasi yang mungkin tidak diketahui umum.


           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
                     FINANCIAL MANAGEMENT
          KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN



        Hubungan ketiga bentuk pasar efisien ini berupa tingkatan yang kumulatif,
yaitu pasar efisien bentuk lemah merupakan bagian dari pasar efisien bentuk
setengah kuat dan pasar efisien bentuk setengah kuat merupakan bagian dari
bentuk kuat, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Hubungan antara ketiga bentuk pasar
efisien tersebut dapat dilihat pada ilustrasi gambar berikut ini.


                                 Gambar
        A Venn Diagram of three levels of information that might be
                        reflected in stock prices


                                    The strongly efficient market
                                    hypothesis assumes that all
                                    information is reflected in
                                    security prices


                                             The semistrong efficient market
                                             hypothesis assumes that all
                                             public information is reflected
                                             in security prices



                                    The weakly efficient market
                                    hypothesis assumes that all
                                    historical information is reflected
                                    in security prices



Sumber : Francis ( 1993 )




           PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
                   Arranged by. Laksmi Kusumawardhani
        FINANCIAL MANAGEMENT
KEPUTUSAN PENDANAAN & KEBIJAKAN DEVIDEN




PENDANAAN PERUSAHAAN DAN EFISIENSI PASAR MODAL
        Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

								
To top