Docstoc

Fungsi, Tujuan dan Asas-asas Bimbingan dan Konseling

Document Sample
Fungsi, Tujuan dan Asas-asas Bimbingan dan Konseling Powered By Docstoc
					                             KATA PENGANTAR



       Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami semua, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas yang telah diberikan kepada kami berupa makalah dengan judul
“Fungsi, Tujuan dan Asas-asas Bimbingan dan Konseling”.

       Dalam penyusunan makalah ini kami yakin masih banyak kekurangannya.
Oleh karena itu, kami mengharap kepada para pendidik khususnya dan para pembaca
umumnya untuk memberikan saran dan kritik, dalam rangka penyempurnaan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

       Hanya kepada Allah SWT kami memohon semoga makalah ini bermanfaat
bagi kita semua. Amin.


                                                          yogyakarta




                                                          Penyusun
                                                       DAFTAR ISI



Kata Pengantar ....................................................................................................         i
Daftar Isi..............................................................................................................   ii


BAB I             : PENDAHULUAN ......................................................................                     1
                      1.1.        Latar Belakang ................................................................          1
                      1.2.        Tujuan Pembahasan.........................................................               1


BAB II            : PEMBAHASAN.........................................................................                    2
                      2.1.        Fungsi Bimbingan dan Konseling ..................................                        2
                      2.2.        Tujuan Bimbingan dan Konseling ..................................                        3
                      2.3.        Asas-asas Bimbingan dan Konseling .............................                          5


BAB III           : PENUTUP .................................................................................. 10
                      Kesimpulan.................................................................................. 10


Daftar Pustaka ..................................................................................................... 11
                                     BAB I

                               PENDAHULUAN



1.1.   Latar Belakang

             Bimbingan dan Konseling sangat penting di sekolah manapun. Dengan
       Bimbingan dan Konseling ini akan tercipta keserasian hubungan antara siswa
       dengan guru.



1.2.   Tujuan Pembahasan
       a. Fungsi Bimbingan dan Konseling
       b. Tujuan Bimbingan dan Konseling
       c. Asas-asas Bimbingan dan Konseling
                                     BAB II

                                 PEMBAHASAN



2.1.   Fungsi Bimbingan dan Konseling

              Ditinjau dari segi sifatnya, layanan Bimbingan dan Konseling dapat
       berfungsi sebagai :

       a. Fungsi Pencegahan (preventif)

                  Layanan Bimbingan dan Konseling dapat berfungsi pencegahan
          artinya : merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah.
          Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi
          para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat
          perkembangannya. Kegiatan yang berfungsi pencegahan dapat berupa
          program orientasi, program bimbingan karier, inventarisasi data, dan
          sebagainya.

       b. Fungsi pemahaman

                  Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi Bimbingan dan
          Konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh
          pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa
          pemahaman ini mencakup :

          1) Pemahaman tentang diri siswa, terutama oleh siswa sendiri, orangtua,
              guru, dan guru pembimbing.

          2) Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalam lingkungan
              keluarga dan sekolah) terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan
              guru pembimbing.
          3) Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (terutama di dalamnya
             informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan dan/atau karier dan informasi
             budaya/nilai-nilai terutama oleh siswa.

       c. Fungsi Perbaikan

                 Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan,
          namun mungkin saja siswa masih menghadapi masalah-masalah tertentu.
          Disinilah fungsi perbaikan itu berperan, yaitu fungsi Bimbingan dan
          Konseling yang akan menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai
          permasalahan yang dialami siswa.

       d. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan

                 Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang
          diberikan   dapat   membantu    para   siswa   dalam    memelihara   dan
          mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan
          berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif agar tetap
          baik dan mantap. Dengan demikian, siswa dapat memelihara dan
          mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang positif dalam rangka
          perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.



2.2.   Tujuan Bimbingan dan Konseling

       a. Tujuan Umum

                 Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling adalah
          sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-
          Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No.
          2/1989), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas,
          yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi
          pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani
dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung
jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1994 : 5).
b. Tujuan Khusus

           Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk
   membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan
   meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier.

           Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan
   dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang
   taqwa, mandiri, dan bertanggung-jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan
   untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan
   karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

   1. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi – sosial layanan Bimbingan
      dan Konseling membantu siswa agar :

      a)    Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan penampilan dan
            mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.

      b)    Dapat mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan
            orang-orang yang mereka senangi.

      c)    Membuat pilihan secara sehat

      d)    Mampu menghargai orang lain

      e)    Memiliki rasa tanggung jawab

      f)    Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi

      g)    Dapat menyelesaikan konflik

      h)    Dapat membuat keputusan secara efektif

   2. Dalam aspek tugas perkembangan belajar, layanan Bimbingan dan
      Konseling membantu siswa agar :

      a)    Dapat melaksanakan ketrampilan atau belajar secara efektif
              b)    Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan

              c)    Mampu belajar secara efektif

              d)    Memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi
                    evaluasi/ujian

          3. Dalam aspek tugas perkembangan karier, layanan Bimbingan dan
              Konseling membantu siswa agar :

              a)    Mampu membentuk identitas karier, dengan cara mengenali ciri-
                    ciri pekerjaan di dalam lingkungan kerja

              b)    Mampu merencanakan masa depan

              c)    Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah
                    karier

              d)    Mengenal ketrampilan, kemampuan dan minat



2.3.   Asas-Asas Bimbingan dan Konseling

             Dalam menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling di
       sekolah hendaknya selalu mengacu ada asas-asas Bimbingan dan Konseling
       dan diterapkan sesuai dengan asas-asas Bimbingan dan Konseling.

             Untuk mendapatkan wawasan yang memadai mengenai asas-asas
       pokok Bimbingan dan Konseling dijelaskan sebagai berikut :

       a. Asas Kerahasiaan

                   Secara khusus usaha layanan Bimbingan dan Konseling adalah
          melayani individu-individu yang bermasalah. Masih banyak orang yang
          beranggapan bahwa mengalami masalah merupakan suatu aib yang harus
          ditutup-tutupi sehingga tidak seorang pun (selain diri sendiri) boleh tahu
          akan adanya masalah itu. Keadaan seperti ini sangat menghambat
   pemanfaatan layanan bimbingan oleh masyarakat (khususnya siswa di
   sekolah). Jika bimbingan ini di sekolah dimanfaatkan secara penuh,
   masyarakat sekolah perlu mengetahui bahwa layanan bimbingan harus
   menerapkan asas-asa kerahasiaan secara penuh. Dalam hal ini masalah
   yang dihadapi oleh seorang tidak akan diberitahukan kepada orang lain
   yang tidak berkepentingan.

b. Asas Kesukarelaan

         Jika asas kerahasiaan memang benar-benar telah tertanam pada diri
   (calon) terbimbing/siswa atau klien, sangat dapat diharapkan bahwa
   mereka yang mengalami masalah akan dengan sukarela membawa
   masalahnya   itu   kepada    pembimbing   untuk   meminta   bimbingan.
   Bagaimana halnya dengan klien kiriman, apakah dalam hal ini asas
   kesukarelaan dilanggar? Dalam hal ini pembimbing berkewajiban
   mengembangkan sikap sukarela pada diri klien itu sehingga klien itu
   mampu menghilangkan rasa keterpaksaannya data dirinya kepada
   pembimbing. Kesukarelaan tidak hanya dituntut pada diri (calon)
   terbimbing/siswa atau klien saja, tetapi hendaknya berkembang pada diri
   penyelenggara. Para penyelenggara bimbingan hendaknya mampu
   menghilangkan rasa bahwa tugas ke-BK-annya itu merupakan suatu yang
   memaksa diri mereka. Lebih disukai lagi apabila para petugas itu merasa
   terpanggil untuk melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling.

c. Asas Keterbukaan

         Bimbingan dan Konseling yang efisien hanya berlangsung dalam
   suasana keterbukaan. Baik yang dibimbing maupun pembimbing bersifat
   terbuka. Keterbukaan ini bukan hanya berarti “bersedia menerima saran-
   saran dari luar” tetapi hal yang lebih penting masing-masing yang
   bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan
   masalah yang dimaksud. Di dalam konseling misalnya, klien diharapkan
   dapat berbicara sejujur mungkin dan terbuka tentang dirinya sendiri.
   Dengan keterbukaan ini pemecahan masalah serta pengkajian berbagai
   kekuatan dan kelemahan klien menjadi mungkin. Perlu dipengaruhi bahwa
   keterbukaan hanya akan terjadi bila klien tidak lagi mempersoalkan asas
   kerahasiaan yang semestinya diterapkan oleh konselor.

d. Asas Kekinian

          Masalah klien yang langsung ditanggulangi melalui upaya
   Bimbingan dan Konseling ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan
   kini (sekarang), bukan masalah yang sudah lampau, dan juga masalah
   yang mungkin akan dialami di masa mendatang. Bila ada hal-hal tertentu
   yang menyangkut masa lampau, dan atau masa yang akan datang perlu
   dibahas   dalam    upaya      Bimbingan   dan   Konseling   yang   sedang
   diselenggarakan, pembahasan hal itu hanyalah merupakan latar belakang,
   latar depan dari masalah yang akan dihadapi sekarang sehingga masalah
   yang dihadapi itu teratasi.

e. Asas Kemandirian

          Seperti dikemukakan di atas kemandirian merupakan tujuan dan
   usaha layanan Bimbingan dan Konseling. Dalam memberikan layanan
   hendaknya para petugas selalu berusaha menghidupkan kemandirian pada
   diri orang yang dibimbing, jangan hendaknya orang yang dibimbing
   menjadi bergantung pada orang lain, khususnya para pembimbing.

f. Asas Kegiatan

          Usaha layanan Bimbingan dan Konseling akan memberikan buah
   yang tidak berarti, bila individu yang dibimbing tidak melakukan kegiatan
   dalam mencapai tujuan-tujuan bimbingan. Hasil-hasil usaha bimbingan
   tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi harus diraih oleh individu yang
   bersangkutan. Para pemberi layanan Bimbingan dan Konseling hendaknya
   menimbulkan     suasana    individu    yang    dibimbing    itu   mampu
   menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud.

g. Asas Keterpaduan

          Layanan Bimbingan dan Konseling memadukan berbagai aspek
   individu yang dibimbing, sebagaimana diketahui individu yang dibimbing
   itu memiliki berbagai segi, kalau keadaannya tidak saling serasi dan
   terpadu akan justru menimbulkan masalah. Di samping keterpaduan pada
   diri individu yang dibimbing, juga diperhatikan keterpaduan isi dan proses
   layanan yang diberikan, jangan hendaknya aspek layanan yang satu tidak
   serasi atau bahkan bertentangan dengan aspek layanan yang lain.

h. Asas Kedinamisan

          Upaya layanan Bimbingan dan Konseling menghendaki terjadinya
   perubahan pada diri individu yang dibimbing yaitu perubahan tingkah laku
   ke arah yang lebih baik. Perubahan tidaklah sekedar mengulang-ulang hal-
   hal yang lama yang bersifat monoton, melainkan perubahan yang suatu
   menuju ke suatu pembaruan, sesuatu yang lebih maju.

i. Asas Kenormatifan

          Sebagaimana dikemukakan terdahulu, usaha layanan Bimbingan
   dan Konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang
   berlaku.

j. Asas Keahlian

          Usaha layanan Bimbingan dan Konseling secara teratur, sistematik,
   dan dengan mempergunakan teknik serta alat yang memadai. Asas
   keahlian ini akan menjamin keberhasilan usaha Bimbingan dan Konseling,
   dan selanjutnya keberhasilan usaha Bimbingan dan Konseling akan
   menaikkan kepercayaan masyarakat pada Bimbingan dan Konseling.

k. Asas Alih Tangan

         Asas ini mengisyaratkan bahwa bila seorang petugas Bimbingan
   dan Konseling sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk
   membantu klien belum dapat terbantu sebagaimana yang diharapkan,
   maka petugas itu mengalihtangankan klien tersebut, kepada petugas atau
   badan lain yang lebih ahli. Di samping itu, asas ini juga menasihatkan
   petugas Bimbingan dan Konseling hanya menangani masalah-masalah
   klien sesuai dengan kewenangan petugas yang bersangkutan, setiap
   masalah hendaknya ditangani oleh ahli yang berwenang untuk itu.

l. Asas Tut Wuri Handayani

         Asas ini menunjuk pada suasana umum yang hendaknya tercipta
   dalam rangka hubungan keseluruhan antara pembimbing dan yang
   dibimbing. Lebih-lebih di lingkungan sekolah, asas ini makin dirasakan
   manfaatnya, dan bahkan perlu dilengkapi dengan “ing ngarsa sung tulada,
   ing madya mangun karsa”. Asas ini menuntut agar layanan Bimbingan
   dan Konseling tidak hanya dirasakan adanya pada waktu siswa mengalami
   masalah dan menghadap pembimbing saja, namun diluar hubungan kerja
   kepembimbingan dan Konseling pun hendaknya dirasakan adanya dan
   manfaatnya.
                                    BAB III

                                  PENUTUP



Kesimpulan

      Dari segi sifatnya, layanan Bimbingan dan Konseling mempunyai 4 fungsi
yaitu pencegahan, fungsi pemahaman, fungsi perbaikan, fungsi pemeliharaan dan
pengembangan.

      Bimbingan dan Konseling mempunyai 2 tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan
khusus.   Asas-asas   Bimbingan    dan   Konseling   dapat   diterapkan   sebagai
berikut : Asas Kerahasiaan, Asas Kesukarelaan, Asas Keterbukaan, Asas Kegiatan,
Asas Kemandirian, Asas Kekinian, Asas Kedinamisan, Asas Keterpaduan, Asas
Kenormatifan,   Asas Keahlian,    Asas Alih Tangan Kasus,    dan Asas Tut Wuri
Handayani.
                          DAFTAR PUSTAKA



— Drs. DEWA KETUT SUKARDI. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta :
         Rineka Cipta, 2002.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3
posted:7/11/2013
language:Malay
pages:14