Docstoc

makalah ibu menyusui

Document Sample
makalah ibu menyusui Powered By Docstoc
					                    GIZI SEIMBANG BAGI IBU MENYUSUI




A. Pengertian Nutrisi ibu menyusui


       Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk
   fungsi     normal        dari     system      tubuh,pertumbuhan,pemeliharaan
   kesehatan.Nutrisi di dapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya
   diperoses oleh tubuh.
       Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil
   dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Jadi pengertian nutrisi ibu
   menyusui adalah makanan yang didalamnya terkandung banyak zat-zat yang
   bermanfaat bagi bayi seperti : vitamin,karbonhidrat,dll. yang dibutuhkan bayi
   dari asi sangat penting bagi perkembangan bayi untuk pertumbuhan,
   pemeliahraan kesehatan dan kegunaan lainnya.
       Untuk menjaga kesehatan calon bayi, sangat penting bagi ibu untuk
   menjaga pola makanan yang sehat dan menjaga nutrisi agar asupan makanan
   bergizi tetap baik untuk ibu dan sang bayi.
       Ibu menyusui membutuhkan konsumsi minimal 2.300 kalori perhari.
   Tentu    saja   berupa    menu     dengan     gizi   seimbang   dan   beragam
   makanan.kebutuhan akan protein meningkat dan pastikan setiap makanan
   terdapat protein dengan takaran yang sesuai dengan kebutuhan,daging,
   makanan laut,telur kacang-kacangan, tahu, dan berbagai produk susu
   merupakan sumber protein yang baik. Kebutuhan akan kalsium akan tetap
   tinggi seperti halnya pada waktu sedang hamil, ibu menyusui harus minum
   setidaknya 3-4 jenis makan kaya kalsium setiap hari. Produksi ASI juga
   membutuhkan asupan air. jadi paling tidak minumlah 2 liter air.


B. Prinsip Gizi Bagi Ibu Menyusui
       Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu,
   yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI



                                                                              1
   berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik,
   tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan.
       Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang
   terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang
   berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.


C. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Ibu dan Produksi ASI


    1. Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah :
        a. Pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang
           diproduksi perhari.
        b. Protein,     dengan   adanya   variasi   individu   maka   dianjurkan
           penambahan 15-20 gram protein sehari.
        c. Suplementasi, jika makan sehari seimbang, suplementasi tidak
           diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi.
        d. Aktivitas.
    2. Faktor yang mempengaruhi produksi asi
        a. Kualitas dan kuantitas makana ibu
           Ibu-ibu dengan asupan makanan sehari-hari yang kurang, terutama
           sejak masa kehamilan dapat menyebabkan produksi asi akan
           berkurang atau bahkan tidak keluar sehingga ini akan berpengaruh
           terhadap bayinya. Agar asi yang di produksi mencukupi kebutuhan
           bayi, perlu di perhatikan kualitas dan kuantitas makanan ibu.
           Produksi asi rata-rata sehari aadalah: 800-850 ml dan mengaandung
           70 kalori/ml, untuk itu ibu perlu mengkonsumsi makanan yang dapat
           mencukupi setiap komponen yang akan keluar bersama asi.
        b. Hormonal
           Asi diproduksi sebagai hasil kerja hormon dan refleks, hormon
           tersebut telah bekerja sejak ibu sedang dalaam kondisi hamil.
           Hormon yang berperan dalam proses menyusui adalah hormon
           prolaktin ( menyebabkan payudara memproduksi asi ), dan hormon



                                                                              2
            oksitosin ( menyebabkan asi dapat keluar ). Adapun reflek yang
            membantu proses menyusui adalah reflek prolatin dan reflek let
            down.
        c. Psikologi dan sosial
           1) Rasa percaya diri ibu
               Keberhasilan proses menyusui sangat tergantung pada adanya
               rasa percaya diri ibu bahwa ia mampu menyusui atau
               memproduksi asi yang cukup untuk bayinya. Kurangnya rasa
               percaya diri ibu akan menyebabkan terhambatnya refleks
               menyusui, selain itu gangguan emosional ibu seperti: cemas,
               marah, kecewa, takut, dan lain-lain juga akan berpengaruh.
               Semua hal itu bisa di hindari dengan cara ibu cukup istirahat dan
               menghindari rasa khawatir berlebihan.
           2) Kontak langsung ibu bayi
               Ikatan kasih sayang ibu dan bayi terjadi oleh berbagai
               rangsangan, seperti sentuhan kulit dan mencium bau yang khas
               antara ibu dan bayi. Kontak langsung ini sangat di butuhkan
               untuk menciptakan kepuasan bagi ibu dan juga bayi.bayi merasa
               aman dan puas karena ia mendapat kehangatan dari dekatan
               ibunya.
           3) Interasi ibu bayi
               Sikap ibu dalam memberikan asi kepada bayi dan bagaimana bayi
               memberikan      respon     adalah   suatu   interaksi   yang   dapat
               menciptakan kasih sayang ibu dan bayi.


D. Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Menyusui


       Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air
   susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh
   tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI
   dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.



                                                                                 3
    Status gizi ibu yang kurang ketika menyusui tidak berpengaruh besar
terhadap mutu asi ,kecuali pada volumnya, meskipun kadar vitaminya lebih
rendah (hambraeus dan sjolin dalam adiningsih, 2005), hal ini senada dengan
pendapat bardosono (2006) yang menyatakan bahwa dalam kondisi exstrim
malnutrisi yang berkepanjangan, kuantitas dan kualitas asi dapat berpengaruh.
Kondisi ini di mungkinkan karena produksi asi bukan proses yang terjadi
sesaat tetapi merupakan proses yang panjang yang sudah di mulai sejak
kehamilan, sehingga gizi pada saat kehamilan pun turut berpengaruh, dengan
demikian   kekurangan     gizi   pada   masa   menyusui     tidaklah   terlalu
menghawatirkan.
    Ibu dengan status gizi kurang juga tetap mampu memproduksi asi,
namun jika gizi kurang ini berlangsung ber kepanjangan dapat mempengaruhi
beberapa zat gizi yang terdapat pada asi. Kuantitas komponen imun dalam asi
pun akan menurun seiring memburuknya status gizi ibu. Asupan gizi ibu
menyusui yang kurang dari 1500 kalori perhari dapat menyebabkan terjadiya
penurunan total lemak serta terjadi perubahan pola asam lemak.
    Ibu yang mengalami obesitas sebelum kehamilan di harapkan mengalami
penambahan beraat badan yang terlalu besar agar berat badan setelah
melahirkan tidak terlalu bersar. Hasil studi yang pernah ada menunjukan ibu
menyusui dengan obesitas rata-rata memiliki periode menyusui lebih pendek.
Kebanyakan ibu menyusui dangan berat badan berlebih cenderung menyukai
tindakan diet dan menghentikan pemberian asi agar berat badanya tidak
terlalu bertambah, karena beranggapan bila terus menyusui akan merasa lapar
terus sehingga makanya akan bertambah. Padahal diet yang di lakukan pada
masa pemberian asi eksklusif akan memberikan efek negatif. Asupan kalori
ibu menyusui yang kurang dari 1500-1700 kalori dapat mengurangi 15%
volume asi. Hal ini mendorong si ibu agar jangan melakukan diet yang
radikal tanpa melalui konsultasi yang profesional. Ibu menyusui dengan
kelebihan berat badan selain melakukan diet,dapat pula melakukan olahraga
untuk membakar penumpukan lemak dalam tubuh nya dan boleh melakukan




                                                                            4
   pengurangan asupan kalorinya tetapi tidak boleh lebih rendah dari 1800 kalori
   perhari.


E. Kecukupan zat gizi ibu menyusui


       Secara umum, hal yang harus di perhatikan dalam memenuhi gizi ibu
   menyusui adalah: susunan menu seimbang, dianjurkan minum 8-12 gelas
   sehari, untuk memperlancar pencernaan hindari konsumsi alkohol, makanan
   yang banyak bumbu, terlalu panas atau dingin, serta banyak mengkonsumsi
   sayuran berwarna. Selama ibu tidak memiliki penyakit yang mengharuskan
   ibu melakukan diet terrtentu, tidak ada pantangan bagi ibu menyusui. berikut
   ini makanan yang perlu di perhatikan oleh ibu menyusui:


    1. Energi
       Kebutuhaan ibu terdiri dari 60-70% karbohidrat, 10-20% protein, 20-
       30% lemak. Kebutuhan ibu meningkat 500-700 kkal, dengan demikian
       ibu di anjurkan bisa makan 3 kali seharidengan porsi yang di tambah .
       meningkatnya kebutuhan energi ini karena di asumsi tiap 100 cc asi
       mampu memasok 67-77 kkal, kadang sedangkan ibu harus mengeluarkan
       750 cc asi     pada 6 bulan pertama dan 600 cc asi pada bulan
       berikutnya.pendapat ini menguatkan pendapat bahwa memberikan asi
       dapat membuat berat badan ibu kembali normal dan menepis isu bahwa
       menyusui dapat mengakibatkan kegemukan.
    2. Protein
       Menurut Arisman (2004) sstiap 100 cc asi mengandung 1,2 gram protein,
       sehingga selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak
       20 gram perhari. Meningkatnya kebutuhan protein ini, selain membentuk
       protein susu juga di butuhkan untuk sintesis hormon yang di butuhkan
       dalam produksi asi ( prolaktin ) dan hormon yang mengeluarkan asi (
       oksitosin ). Pemenuhan kebutuhan protein yang meningkat dapat di
       penuhi dengan cara menambah satu potong lagi makan yang menjadi



                                                                              5
   sumber potein yang bisa di konsumsi. Sumber protein ini dapat di
   peroleh dari: ikan, daging ayam, daging sapi, telor, susu, dan juga tahu,
   tempe, serta kacang-kacangan. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi
   dari makanan maka protein di ambil dari protein ibu yang berrada di otot,
   hal ini mengakibatkan ibu menjadi kurus dan membuat ibu menjadi lapar.
3. Lemak
   Lemak tak jenuh ganda di perlukan dalam pembentukan asi karena asam
   lemak tak jenuh ganda di perlukan dalam pembentukan otak dan
   pembentukan retina. Asam lemak tak jenuh dapat di peroleh dari minyak
   jagung, minyak biji kapas serta ikan salmon dan ikan haring.
4. Vitamin dan mineral
   Vitamin yang perlu mendapatkan perhatian khusus di antaranya: vitamin
   A, vitamin D, vitamin C, vitamin B.
   a. Vitamin A dapat di peroleh dengan mengkonsumsi hati,
       sayuran hijau tua atau sayuran kuning.
   b. Vitamin D di peroleh dari sinar matahari, sehingga ibu di
       sarankan rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari.
   c. Vitami C di peroleh dengan mengkonsumsi buah-buahan,
       konsumsi ini tidak perlu berlebihan karena lebihnya akan
       di buang melalui urine.
   d. Vitamin B di butuhkan oleh bayi dapat di penuhi melalui
       asi, oleh karena itu ibu perlu mengkonsumsi sayuran
       hijau tua dan daging yang cukup mengandung vitamin B.
   Mineral yang kebutuhanya perlu di perhatikan adalah zat besi, kalsium,
   dan asam folat. Zat besi pada asi lebih mudah dan baaik di serap di
   banding zat besi dari susu formula. Ibu menyusui di harapkan
   mengkonsumsi makanan sumber zat besi. Kekurangan kalsium pada ibu
   menyusui dapat mengakibatkan kehilangan kalsium pada tulang ibu,
   sekresi pada asi rendah, dan gangguan pembentukan tulang pada bayi.




                                                                          6
F. Rangkuman


         Ibu menyusui dengan berat badan di bawah normal, normal, ataupun
  obesitas, tidak perlu mengkhawatirkan produksi asi yang di hasilkan, karena
  selain di pengaruhi masalah gizi, produksi asi juga dipengaruhi faktor lain
  seperti keyakinan produksi asi akan mencukupi kebutuhan si kecil serta
  frekwensi pemberian asi. Ibu menyusui tidak memerlukan pengaturan makan
  secara sempurna. Pemenuhan kebutuhan gizi ibu menyusui pada prinsipnya
  adalah memenuhi gizi seimbang. Tidak ada pantangan makanan bagi ibu
  menyusui selama ibu tidak mengalami penyakit lain yang membutuhkan
  pengaturan makanan khusus.
         Hal yang harus menjadi perhatian adalh bahwa apabila kebutuhan gizi
  ibu menyusui tidak terpenuhi maka kebutuhan gizi untuk pembentukan asi
  akan di ambil dari cadangan yang ada pada ibu. Kondisi ini akan
  menyebabkan ibu mengalami defisiensi zat gizi sehingga meningkatkan
  resiko timbulnya penyakit. Jika hal itu berlangsung lama, kwalitas asi akan
  menurun sehingga akan berdampak buruk juga bagi bayinya. Berat badan
  bayi akan sulit bertambah dan sangat meyakinkan bayi akan mengalami
  berbagai penyakit akibat kekurangan gizi serta memudahkanya terserang
  berbagai penyakit




                                                                           7
                         DAFTAR PUSTAKA


Sulistyoningsih, haryani. 2010. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta:
         Graha Ilmu.

Ema francin paath,dkk. 2004. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta:
       Penerbit Buku Kedokteran EGC

Anonim.      Gizi bagi ibu menyusui. http://id.shvoong.com/medicine-and-
          health/nutrition/2059083-gizi-bagi-ibu-menyusui/#ixzz2LqQdDPOf
          diakses tanggal

Makanan         dan         nutrisi       untuk        ibu        menyusui.
       http://www.rrisamarinda.net/kesehatan/413-makanan-dan-nutrisi-untuk-
       ibu-menyusui.html. diakses tanggal




                                                                            8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:7/10/2013
language:Indonesian
pages:8