Peranan bidan dalam sistem kesehatan nasional by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 7

									                    KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat
atau taufid serta hidayahNYA kepada kami, sehingga kami dapat menyusun
makalah kami guna memenuhi mata kuliah pancasila dan pendidikan
kewarganegaraan dengan judul “Konstribusi ikatan bidan indonesia dalam
pembangunan berkelanjutan indonesia”

Dalam menyusun makalah ini, tidak lupa kami menghaturkan terimaksih yang
sebesar-besarnya kepada :

  1. Ibu Nur Dwi P.SH,M.Kn selaku dosen pembimbing kami.
  2. Bapak ibu kami yang mendukung kami belajar di AKBID Purworejo.
  3. Teman-teman semua yang membantu menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu kami mengharapkan kritik maupun saran daripada pembaca yang
bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini. Kami berharap agar
makalah ini dapat dimanfaatkan sebagai mana mestinya.




                                                     Purworejo, 17okteber
                                                            2012



                                                           Penyusun
                              BAB I
                     PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
  Perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan nasional maupun
  internasional terjadi begitu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa
  perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan merupakan hal
  yang penting untuk dipelajari dan di pahami oleh petugas kesehatan
  khususnya bidan Yang bertugas sebagai bidan pendidikan maupun
  pelayanan. Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkebangnya
  pelayanan dan pendidikan bidan adlah tingginya mortalitas dan
  morbiditas pada wanita hamil dan bersalin, kususnya dinegara
  berkembang dan negara miskin yaitu sekitar 25-50%. Mengingat hal
  diatas maka penting bagi bidan untuk mengetahui sejarah
  perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan karena bidan
  sebagai tenaga terdepan dan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan
  bayi di berbagai catatan pelayanan wajib mengikuti perkembangan iptek
  dan mengubah ilmu pengetahuan melalui pendidikan formal atau non
  formal dan bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik
  melalui pendidikan maupun pelatihan serta meningkatkan jenjang karir
  dan jabatan yang sesuai.
B. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
  Pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
  pancasila dan kewarganegaraan dan untuk menambah wawasan serta
  bermanfaat bagi para pembaca.
C. RUMUSAN MASALAH
  Apakah kontribusi ikatan bidan indonesia dalam pembangunan
  berkelanjutan
                        BAB II
                     PEMBAHASAN

1.Pengertian bidan
2.Peranan bidan dalam sistem kesehatan nasional
             i.Peranan bidan
             ii.Tanggung jawab bidan
             iii.kesehatan ibu hamil
                         PENGERTIAN BIDAN
       Dalam globalisasi ekonomi kta diperhadapakan pada persaingan globab
yang semakin ketat yang menuntut kita semua untuk menyiapkan manusia
Indonesia yang berkualitas tinggi sebagai generasi penerus bangsa yang harus
dipersiapkan sebaik mungkin secara terencana,terpadu dan berkesinambungan
. Upaya tersebut haruslah secara konsisten dilakukan sejak dini yang bekerja
yakni sejak janin dalam kandungan,masa bayi dan balita , sampai dewasa. Di
era sekarang ini,keberadaan seorang bidan sangat diperlukan.bidan diakui
sebagai professional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra
perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan. Misalnya asuhan
dan nasihat selama kehamilan,periodr persalinan dan post partum,melakukan
pertolongan persalinan di bawah tanggung jawabnya sendiri,dan memberikan
asuhan pada bayi baru lahir. Ruang lingkup asuhan yang diberikan oleh
seorang bidan dan telah ditetapkan sebagai wilayah kompetensi bidan di
Indonesia.
       Bidan adalah seorang wanita yang mengikuti pendidikan kebidanan
yang diakui pemerintah yang telah menyelesaikan pendidikan tersebut dan
lulus ujian yang ditentukan serta memperoleh ijazah yang terdaftar sebagai
persyaratan utama melakukan praktek yang sesuai dengan profesinya.
       Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan
diakui pemerintah dan organisasi profesi diwilayah Negara Republik Indonesia
serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister,sertifikasi dan atau
secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
       Definisi bidan menurut IBI adalah seorang perempuan yang telah
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan yang telah diakui pemerintah,dan
lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan diberi izin secara sah
untuk melaksanakan praktik. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan
kebidanan di masyarakat,bidan diberi wewenang oleh pemerintah sesuai
dengan wilayah pelayanan yang diberikan. Wewnang tersebut berdasarkan
keputusan menteri kesehatan republik Indonesia nomor
900/menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan.
                       UU KEBIDANAN
       Peraturan dan perundang-undangan yang melandasi Tugas ,fungsi dan
praktek bidan. Beberapa contoh peraturan UU yang terkait dengan praktik
bidan.
    KEPMENKESRI NO.900/MENKES/SK/VII/2002 tentang registrasi dan
       praktik bidan merupakan revisdi dari permenkes
       No.572/Menkes/per/vi/1996 yang mengatur tentang registrasi dan
       praktek bidan. Kepmenkes ini terdiri dari 11 bab dan 47 pasal.
    Undang- undang tentang aborsi adalah sebagai berikut :
          o KUHP bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa orang
          o UU kesehatan no. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan juga
              mengatur tentang bayi tabung.
    Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
       Nomor 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang persetujuan tindakan medik
       terdiri dari 8 bab dan 16 pasal.
                                BIDAN
       Menjadi ujung tombak untuk membangun kesehatan masyarakat.
Bersama komponen lain bidan berada di barisan paling depan untuk
membantu masyarakat. Terutama bidan yang berada di desa,terlebih mereka
yang bertugas didaerah terpencil dan jauh dari sarana pelayanan kesehatan.
Para bidan sukarelawan yayasan dana sejahtera mandiri(damandiri). Menjadi
pemrakarsa kegiatan yang mendapatkan dukungan penuh yayasan Indonesia
Damai Sejahtera (indra), Lembaga Indonesia untuk pengembangan manusia
(LIPM), Universitas Airlangga (Unair), Institute pertanian bogor (ITB) ikatan
bidan indonesia (IBI), Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Bukopin serta
bank syariah mandiri. Pertemuan dengan para bidan dan pemimpin perguruan
tinggi terpilih untuk mengembangkan strategi mendukung upaya menurunkan
tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan, meningkatkan kualitas bidan, serta
sekaligus membangun keluarga bahagia dan sejahtera. Upaya pembangunan
keluarga sejahtera dan pemberdayaan bidan tidak bisa di pisahkan. Bidan
adalah ujung tombak pembangunan keluarga sejahtera dari sudu kesehatan
dan pemberdayaan lainnya. Bidan menempati posisi yang strategis karena
biasanya di tingkat desa merpakan kelompok profesional yang jarang ada
tandinganya. Masyarakat dan keluarga indonesia di desa, dalam keadaan
hampir tidak siap tempur ,menghadapi ledakan generasi muda yang sangat
dhasyat. Bidan dapat mengambil peran yang sangat penting dalam membantu
keluarga indonesia mengantar anak-anak dan remaja tubuh kembag untuk
berjuang membangun diri dan nusa bangsanya. Berkat upaya gerakan KB dan
kesehatan di masa lalu, yang gegap gempita, anak-anak dibawah 15 tahun
dapat dikendalikan. Sejak tahun 1970 jumlah anak tersebut usia remaja yaitu
15-29 tahun, bahkan usia 30-40 tahun atau 15-65 tahun jumlahnya meningkat
dalam kelipatan yang berada diluar perhitungan banyak pihak. Phenomena
tersebut, biarpun bisa dilihat secara nyata setiap hari, belum banyak
menggugah perhatian ,kecuali kalau terjadi kecelakaan dalam proses
kehidupan anak muda itu. Kesempatan hamil dan melahirkan bertambah
jaranang ,pengalaman keluarga merawat ibu hamil, ibu melahirkan, dan anak
batita,atau anak usia 3 tahun ,dalam suatu keluarga, juga bertambah jarang.
Kalu terjadi peristiwa kehamilan atau kelahiran dalam suatu keluarga ,hampir
pasti kemampuan dan untuk anggota keluarga merawat anggotanya yang
sedang hamil atau melahirkan juga menjadi kurang cekatan dan mutunya
rendah. Padahal keluarga masa kini, yang bertambah modern dan urban,
menuntut kuaitas pelayanan yang bermutu tinggi. Keluarga masa kini juga
menuntut hidup tetap sehat dalam waktu yang sangat lama karena usia
harapan hidup yang bertambah tinggi. Karena itu, sebagai ujung tombak dalam
bidang kesehatan, bidan dituntut berperan sebagai ahli detector awal untuk
apabila menemukan kondisi kesehatan yang mencurigakan dari anggota dari
suatu keluarga, segara memberi pertolangan dini, atau memberi petunjuk
untuk rujukan.
       Bidan sebagai tenaga kesehatan adalah sosok perempuan yang dekat
dengan ibu,bayi dan anak dimanapun berada mulai dari kota sampai pedesaan.
Ini dapat dibuktikan dengan kehadiran desa siaga yang petugas utamanya
adalah seorang bidan. “ Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan terdepan
,sebagai tokoh masyarakat dan sebagai agen perubahan dibidang kesehatan
masyarakat mempunyai kontribusi yang sangat diperhitungkan dalam
pembangunan indonesia umumnya dan kesehatan pada khususnya.
       Tugas bidan sangat berat namun sungguh mulia. Pendidikan dan
pelatihan bidan akan menentukan kualitas personal serta profesionalisme
bidan yang pada akhirnya akan menentukan kualitas pelayanan kesehatan
masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak.
       IBI adalah satu-satunya wadah untuk menghimpun seluruh anggota IBI
dalam melaksanakan fungsinya sebagai salah satu kekuatan sosial dalam
mempersatukan bidan seluruh indonesia.

								
To top