Docstoc

cara pemberian obat melalui oral sublingual

Document Sample
cara pemberian obat melalui oral sublingual Powered By Docstoc
					                 MAKALAH KDPK



  TEHNIK PEMBERIAN OBAT MELALUI ORAL SUBLINGUAL




                      Disusun oleh :

                Ara Delayla (52012005)

               Heni Larasati (52012024)

             Mega Kurnia Dewi (52012030)

             Lola Ajeng Saputri (52012029)

            Nining Kartiningrum (52012032)




AKADEMI KEBIDANAN BHAKTI PUTRA BANGSA PURWOREJO

             TAHUN AKADEMI 2012/2013
                             KATA PENGANTAR

         Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah konsep kebidanan.
         Makalah ini di buat dalam rangka memenuhi tugas kuliah dan
sebagai bukti otentik (tertulis) bahwa kami telah melaksanakan tugas dengan
baik. Penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi kami
khususnya.
         Kami sadar makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu kami mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan
makalah ini. Tidak lupa kami juga mohon kritik dan saran dari pembaca.
Sekecil apapun kritik dan saran yang diberikan pasti sangat bermanfaat bagi
kami demi kesempurnaan laporan yang dibuat penulis selanjutnya.




                                    Purworejo, 12 Desember 2012




                                           Penyusun
                                                       DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ...............................................................i
KATA PENGANTAR .............................................................ii
DAFTAR ISI ............................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .........................................................1
    1.1. Latar Belakang Masalah.................................................1
    1.2. Rumusan masalah...........................................................1
    1.3. Tujuan penulisan.............................................................2

BAB II LANDASAN TEORI
    2.1. definisi.......................................................................3
    2.2. pemberian obat per oral............................................3
BAB III PENUTUP
    3.1. Kesimpulan.................................................................4
    3.2. Saran...........................................................................5
DAFTAR PUSTAKA......................................................................
                                         BAB I

                                    PENDAHULUAN




  1.1 Latar Belakang

        Salah satu tugas terpenting seorang bidan adalah memberi obat yang aman dan
  akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang
  memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat.
  Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat
  menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang
  berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang
  sebenarnya.
  Seorang bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek
  samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan
  tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan
  benar dan berdasarkan pengetahuan.


  1.2 Rumusan Masalah

  1.      Apa definisi pemberian obat melalui oral sublingual ?
  2.      Bagaimana cara pemberian obat melalui oral sublingual?
  3.      Bagaimana prinsip pemberian obat ?

  1.3        Tujuan

  1.  Mengetahui definisi Pemberian Obat melalui oral sublingual ?
  2.  Mengetahui cara pemberian obat melalui oral sublingual ?
 Mengetahui prinsip pemberian obat ?
                                        BAB II
                                    PEMBAHASAN



1.   Definisi
Adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Tujuannya adalah agar
efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah
merupakan pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual
adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan
metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari.

2.Pemberian Obat per Oral
Pemberian obat per oral merupakan cara yang paling banyak dipakai karena
merupakan cara yang paling mudah, murah, aman, dan nyaman bagi pasien. Berbagai
bentuk obat dapat diberikan secara oral baik dalam bentuk tablet, sirup, kapsul atau
puyer. Untuk membantu absorbsi, maka pemberian obat per oral dapat disertai
dengan pemberian setengah gelas air atau cairan yang lain.Cara pemberian obat
melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai
dengan efek terapi dari jenis obat.Obat dapat diberikan pada pasien secara sublingual
yaitu dengan cara meletakkan obat di bawah lidah. Meskipun cara ini jarang
dilakukan, namun perawat harus mampu melakukannya. Dengan cara ini, aksi kerja
obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami
absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak
mengalami kesakitan. Pasien diberitahu untuk tidak menelan obat karena bila ditelan,
obat menjadi tidak aktif oleh adanya proses kimiawi dengan cairan lambung. Untuk
mencegah obat tidak di telan, maka pasien diberitahu untuk membiarkan obat tetap di
bawah lidah sampai obat menjadi hancur dan terserap. Obat yang sering diberikan
dengan cara ini adalah nitrogliserin yaitu obat vasodilator yang mempunyai efek
vasodilatasi pembuluh darah. Obat ini banyak diberikan pada pada pasien yang
mengalami nyeri dada akibat angina pectoris. Dengan cara sublingual, obat bereaksi
dalam satu menit dan pasien dapat merasakan efeknya dalam waktu tiga menit.

Alat dan Bahan:
1. Daftar buku obat/ catatan, jadual pemberian obat.
2. Obat dan tempatnya.
3. Air minum dalam tempatnya.

Prosedur Kerja:
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3. Baca obat, dengan berprinsip tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat waktu dan
tepat tempat.
4. Bantu untuk meminumkannya dengan cara:
     Apabila memberikan obat berbentuk tablet atau kapsul dari botol, maka
        tuangkan jumlah yang dibutuhkan ke dalam tutup botol dan pindahkan ke
        tempat obat. Jangan sentuh obat dengan tangan. Untuk obat berupa kapsul
        jangan dilepaskan pembungkusnya.
       Kaji kesulitan menelan, bila ada jadikan tablet dalam bentuk bubuk dan campur
        dengan minuman.
       Kaji denyut nadi dan tekanan darah sebelum pemberian obat yang
        membutuhkan pengkajian.
 Catat perubahan, reaksi terhadap pemberian, dan evaluasi respon terhadap obat
  dengan mencatat hasil pemberian obat.
  6. Cuci tangan.



  2.    Persiapan
  a.       Persiapan Klien
  - Cek perencanaan Keperawatan klien
  Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
  b.       Persiapan Alat
  - Obat yang sudah ditentukan
  - Tongspatel (bila perlu )
  - Kasa untuk membungkus tongspatel


  3.    Pelaksanaan
  - Perawat cuci tangan
  - Memasang tongspatel ( jika klien tidak sadar ) kalau sadar anjurkan klien untuk
  mengangkat lidahnya
  - Meletakan obat dibawah lidah
  - Memberitahu klien supaya tidak menelan obatt
  - Perawat cuci tangan

  4.    Evaluasi
  - Perhatikan dan catat reaksi klien setelah pemberian obat
  - Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

  5.    Dokumentasi
   Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil
  tindakan,nama obat dan dosis, perrawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan.


  6.    Cara Pemberian Obat
  Cara Pemberian Obat Sublingual/Buccal Keuntungan Onset cepat Mencegah “first –
  pass effect Tidak diperlukan kemampuan menelan. Kerugian Absorbsi tidak adekuat
  Kepatuhan pasien kurang (compliance) Mencegah pasien menelan.
7.      Prinsip Benar Obat

     1.Benar Pasien
          Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa (papan identitas di
       tempat tidur, gelang identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau
       keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon non
       verbal dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk. Jika pasien tidak sanggup
       mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus dicari cara
       identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada keluarganya. Bayi
       harus selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya.

     2.Benar Obat
          Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Setiap obat dengan nama
       dagang yang kita asing (baru kita dengar namanya) harus diperiksa nama
       generiknya, bila perlu hubungi apoteker untuk menanyakan nama generiknya
       atau kandungan obat. Sebelum memberi obat kepada pasien, label pada botol
       atau kemasannya harus diperiksa tiga kali. Pertama saat membaca permintaan
       obat dan botolnya diambil dari rak obat, kedua label botol dibandingkan dengan
       obat yang diminta, ketiga saat dikembalikan ke rak obat. Jika labelnya tidak
       terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian farmasi.

     3.Benar Dosis
         Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa dosisnya. Jika ragu,
       perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker
       sebelum dilanjutkan ke pasien. Jika pasien meragukan dosisnya perawat harus
       memeriksanya lagi. Ada beberapa obat baik ampul maupun tablet memiliki
       dosis yang berbeda tiap ampul atau tabletnya.

     4.Benar Cara/Rute
         Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang
       menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien,
       kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat
       kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral,
       topikal, rektal, inhalasi.

         Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai,
         karena ekonomis, paling nyaman dan aman. Obat dapat juga diabsorpsi
         melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN.

         Parenteral, kata ini berasal dari bahasa Yunani, para berarti disamping,
         enteron berarti usus, jadi parenteral berarti diluar usus, atau tidak melalui
         saluran cerna, yaitu melalui vena (perset / perinfus).
   Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran mukosa. Misalnya
   salep, losion, krim, spray, tetes mata.

   Rektal, obat dapat diberi melalui rute rektal berupa enema atau supositoria
   yang akan mencair pada suhu badan. Pemberian rektal dilakukan untuk
   memperoleh efek lokal seperti konstipasi (dulkolax supp), hemoroid (anusol),
   pasien yang tidak sadar / kejang (stesolid supp). Pemberian obat perektal
   memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan pemberian obat dalam bentuk
   oral, namun sayangnya tidak semua obat disediakan dalam bentuk supositoria.

   Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan. Saluran nafas
   memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat luas, dengan demikian berguna
   untuk pemberian obat secara lokal pada salurannya, misalnya salbotamol
   (ventolin), combivent, berotek untuk asma, atau dalam keadaan darurat
   misalnya terapi oksigen

5.Benar Dokumentasi
    Setelah obat itu diberikan, harus didokumentasikan, dosis, rute, waktu dan
 oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obatnya, atau obat
 itu tidak dapat diminum, harus dicatat alasannya dan dilaporkan.
                                   BAB III

                                  PENUTUP

A.KESIMPULAN
  Pemberian obat melalui oral sublilingual Tujuannya adalah agar efek yang
ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan
pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah
efek obat akan terasa lebih cepat .cara yang paling banyak dipakai karena
merupakan cara yang paling mudah, murah, aman, dan nyaman bagi pasien.
Berbagai bentuk obat dapat diberikan secara oral baik dalam bentuk tablet,
sirup, kapsul atau puyer.
Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan.Obat
dapat diberikan pada pasien secara sublingual yaitu dengan cara meletakkan
obat di bawah lidah. Meskipun cara ini jarang dilakukan, namun perawat harus
mampu melakukannya. Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah
hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam
pembuluh darah.


Saran
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan apabila ada
kekurangan, kami mohon saran dan kritik membangun sehingga dapat kami
tingkatkan dikemudian hari.
                                        DAFTAR PUSTAKA


http://www.slideshare.net/4nakmans4/prinsip-dan-teknik-pemberian-obat-oral-sublingual-ic-sc-dan-im

http://jatiarsoeko.blogspot.com/2012/01/pemberian-obat-sublingual.html

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:7/10/2013
language:Unknown
pages:10