makalah isbd by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                    MAKALAH ISBD
Pengertian Unsur-Unsur dan Syarat-Syarat Masyarakat
      Serta Ciri-Ciri Masyarakat Desa dan Kota




           Nama :        1. Cholidah                ( 5201209 )

                         2. Febiyanti mafita Sari   ( 52012021 )

                         3. Nur Afni Fitria A       ( 52012033 )

                         4 Nur Endah Septiani       ( 52012034 )

                         5. Pusparini               ( 52012039 )



AKADEMI KEBIDANAN BAKTI PUTRA BANGSA PURWOREJO
 Jalan Lingkar Selatan, Borokulon, Banyuurip, Porworejo, Jawa Tengah

               Telp ( 0275 ) 3120275 Fax (0275 ) 3120274

        Website : www.akbid_purworejo.blogspot.com. E-mail :
                    akbid_purworejo@yahoo.com
                    MAKALAH ISBD
Pengertian Unsur-Unsur dan Syarat-Syarat Masyarakat
      Serta Ciri-Ciri Masyarakat Desa dan Kota




           Nama :        1. Cholidah                ( 5201209 )

                         2. Febiyanti mafita Sari   ( 52012021 )

                         3. Nur Afni Fitria A       ( 52012033 )

                         4. Nur Endah Septiani      ( 52012034 )

                         5. Pusparini               ( 52012039 )



AKADEMI KEBIDANAN BAKTI PUTRA BANGSA PURWOREJO
 Jalan Lingkar Selatan, Borokulon, Banyuurip, Porworejo, Jawa Tengah

               Telp ( 0275 ) 3120275 Fax (0275 ) 3120274

        Website : www.akbid_purworejo.blogspot.com. E-mail :
                    akbid_purworejo@yahoo.com
                        KATA PENGANTAR


Assalamualaikum, Wr. Wb

       Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta karunia- Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu yang berjudul “ Pengertian
Unsur-Unsur dan Syarat-Syarat Masyarakat Serta Ciri-Ciri Masyarakat Desa
dan Kota”.

       Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Unsur-Unsur dan
Syarat-Syarat Masyarakat serta Ciri-Ciri Masyarakat Desa dan Kota. Kami
harapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
Pengertian Unsur-Unsur dan Syarat-Syarat Masyarakat serta Ciri-Ciri Masyarakat
desa dan Kota .

       Terima kasih kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian
yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga
makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

        Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Kami akan
sangat berterima kasih dan menerima dengan senang hati masukan-masukan dan
kritik serta saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

       Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Wassalamualaikum Wr.Wb



                                           Purworejo,……September 2012




                                                            Penyusun



                                      ii
                     DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL   ……………………………………………………..               i

KATA PENGANTAR …………………………………………………….                ii

DAFTAR ISI   …………………………………………………………….. iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………..             1

   1.1. LATAR BELAKANG……………………………………………..           1

   1.2. RUMUSAN MASALAH ………………………………………….

   1.3. TUJUAN PENULISAN ………………………………………….          1

   1.4. MANFAAT PENULISAN…………………………………………           1

BAB II LANDASAN TEORI …………………………………………….            2

   2.1. UNSUR-UNSUR MASYARAKAT ……………………………          3
   2.2. SYARAT-SYARAT MASYARAKAT …………………………         3
   2.3. CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN …………………….     3
   2.4. CIRI-CIRI MASYARAKAT PERKOTAAN   ………………….   5

BAB III PENUTUP ……………………………………………………….              6

   3.1.
       KESIMPULAN   ………………………………………………….            6

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………                7
                                          iii

                                 BAB I
                             PENDAHULUAN

1.1.   LATAR BELAKANG
               Banyak alasan penting, membicarakan masyarakat pedesaan dan
       masyarakat perkotaan.Selain belum ada kesempatan umum tentang keberadaan
       masyarakat desa sebagai suatu pengertian yang baku,juga kalau dikaitkan dengan
       pembangunan yang orientasinya banyak dicurahkan kepedesaan,maka pedesaan
       memiliki arti tersendiri dalam kajian struktur,sosial atau kehidupanya.Dalam
       keadaan desa yang “sebenarnya”,desa masih dianggap sebagai standar
       pemelihara system kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong
       menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong-royong, kesenian, kepribadian
       dalam berpakaian, adat-istiadat, kehidupan moral-susila,dan lain-lain.
               Orang kota membayangkan bahwa desa ini merupakan tempat orang
       bergaul dengan rukun, tenang, selaras, dan akur. Akan tetapi justru dengan
       berdekatan mudah terjadi konflik atau persaingan yang bersumber dari peristiwa
       kehidupan sehari-hari,.Bayangan bahwa desa tempat ketentraman pada konstelasi
       tertentu ada benarnya,akan tetapi yang nampak justru bekerja keraslah yang
       merupakan syarat pokok agar dapat hidup di desa.


1.2.   RUMUSAN MASALAH
       1. Apa pengertian dari unsur-unsur masyarakat ?
       2. Apa syarat-syarat masyarakat ?
       3. Bagaimana cirri-ciri masyarakat Pedesaan ?
       4. Bagaimana cirri-ciri masyarakat Perkotaan ?

1.3.   TUJUAN PENULISAN
       1. Untuk mengetahui unsur-unsur masyarakat
       2. Untuk mengetahui syarat-syarat masyarakat
       3. Untuk mengetahui cirri-ciri masyarakat Pedesaan
       4. Untuk mengetahui cirri-ciri masyarakat kota

1.4.   MANFAAT PENULISAN
          Hasil dari penulisan ini di harapkan dapat memberikan manfaat dari
       semua pihak khususnya kepada mahasiswi untuk menambah pengetahuan
       dan wawasan mengeni hal-hal yang berhubungan dengan Pengertian
       unsure-unsur dan syarat-syarat masyarakat serta   -ciri masyarakat desa dan
       masyarakat kota.
                                   BAB II
         PENGERTIAN UNSUR-UNSUR DAN SYARAT-SYARAT

                           MASYARAKAT SERTA

              CIRI-CIRI MASYARAKAT DESA DAN KOTA



   Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti
“kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya
“bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran
hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur
– unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan satu kesatuan.

   Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan
bekerjasama,sehingga meraka ini dapat mengorganisasikan dirinya berfikir
tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.. Dalam
masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan dan antar
aksi. Di dalam masyarakat sebagai suatu lembaga kehidupan manusia berlangsung
pula keseluruhan proses perkembangan kehidupan diperlukan unsur-unsur dan
syarat-syarat masyarakat yang harus ada dalam komponen masyarakat.

    Dari peristiwa itulah terjadilah pembedaan-pembedaan yang dikenal dengan
istilah “masyarakat kota” dan “masyarakat desa”. Masyarakat desa adalah
masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama.
Desa mempunyai cirri-ciri dan unsur-unsur pembentuk yang merupakan syarat
utama terbentuknya masyarakat desa. Contoh cirri-cirinya mata pencaharian
daerah pedesaan umumnya adalah bertani, berdagang merupakan pekerjaan
sekunder.

   Masyarakat kota adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai
orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini..
Dengan pembedaan seperti ini, secara implisit dapat dimengerti apa dasar
daripada penamaan atau penggolongan itu. Masyarakat Kota misalnya, yang
warganya jauh lebih banyak jumlahnya daripada masyarakat desa, antar warga
masyarakat dan lebih banyak variasinya. Dengan kata lain, disana lebih heterogen.
Kenyataan menunjukkan bahwa di kota-kota besar hidup manusia dari segala
tingkat. Dari pejabat-pejabat tinggi negara, pengusaha-pengusaha besar, kaum
cerdik pandai, sampai buruh-buruh kecil..
2.1.   UNSUR-UNSUR MASYARAKAT
           Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk
       menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan
       menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi
       reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi
       sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu
       masyarakat.
              Adapun masyarakat menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat
       setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
       1. Berangotakan minimal dua orang.
       2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
       3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan
          manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan
          hubungan antar anggota masyarakat.
       4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta
          keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat
              Sedangkan Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang
       harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan             sebagai
       masyarakat.
       1. Ada sistem tindakan utama.
       2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
       3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
       4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi
          manusia.
2.2.    SYARAT-SYARAT MASYARAKAT
          Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :

       1. Harus ada pengumpulan manusia      dan harus banyak, bukan
          pengumpulan binatang
       2. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah
          tertentu
       3. Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka
          untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

2.3.    CIRI-CIRI MASYARAKAT PEDESAAN
             Masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft)
       yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
       1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai
          hubungan yang lebih mendalam dan erat dibandingkan dengan
          masyarakat perkotaan.
       2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
       3. Sebagian besar warg masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
          pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan perkjaan
          sambilan yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.
       4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian,
          agama, adat istiadat dan sebagainya.


              Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang
       dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
       a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan
          jiwa.
       b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap
          kebiasaan
       c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat
          dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam , kekayaan alam,
          sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

              Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait
       dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
       1. Sederhana
       2. Mudah curiga
       3. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
       4. Mempunyai sifat kekeluargaan
       5. Lugas atau berbicara apa adanya
       6. Tertutup dalam hal keuangan mereka
       7. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
       8. Menghargai orang lain
       9. Demokratis dan religius
       10. Jika berjanji, akan selalu diingat
2.4.   CIRI-CIRI MASYARAKAT PERKOTAAN
        Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :


        1. Kehidupan      keagamaan      berkurang   bila   dibandingkan   dengan
            kehidupan keagamaan di desa.
        2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa
            harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah
            manusia perorangan atau individu.
        3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan
            mempunyai batas-batas yang nyata.
        4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih
            banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
        5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor
            kepentingan dari pada faktor pribadi.
        6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat
            mengejar kebutuhan individu.
        7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab
            kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
                              BAB III
                            PENUTUP


3.1. KESIMPULAN

 1. Unsur-unsur masyarakat yaitu        berangotakan minimal dua orang,
    anggotanya sadar sebagai satu kesatuan, berhubungan dalam waktu yang
    cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi
    dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat dan
    menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta
    keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
  2. Syarat-syarat masyakat yaitu harus ada pengumpulan manusia, dan harus
    banyak, bukan pengumpulan binatang, telah bertempat tinggal dalam
    waktu yang lama disuatu daerah tertentu, adanya aturan-aturan atau
    undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan
    dan tujuan bersama.
  3. Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan
    bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat
    yang hamper sama (homogen) disuatu daerah atau wilayah tertentu dengan
    bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris).Sedangkan masyarakat
    kota ialah masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota,gaya hidup
    individual,jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat oleh adapt atau
    norma tertentu.
  4. Meskipun banyak sekali perbedaan antara masyarakat desa dan
    kota,namun diantara kedua komponen tersebut memiliki hubungan yang
    signifikan,artinya kehidupan perekonomian di kota tidak akan berjalan
    dengan baik apabila tidak ada pasokan tenaga atau barang dari desa,begitu
    juga sebaliknya.
                         DAFTAR PUSTAKA



       http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/06/pengertian-masyarakat-
perkotaan.html

       http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-
kota.html

       http://sukakita.com/web-blog/interaksi-perbedaan-antara-desa-dan-kota

       http://javalandinvestment.com/invest/macammacam-gejala-masyarakat-
pedesaan.html

       http://lorentfebrian.wordpress.com/perbedaan-masyarakat-kota-dengan-
       masyarakat-desa

								
To top