Docstoc

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Document Sample
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR Powered By Docstoc
					                             KATA PENGANTAR


    Alhamdulillah, ucapan syukur penulis panjatkan kehadirat TuhanYME. Dengan
segenap kekuatan yang Dia limpahkan, penulis mampu menyelesaikan makalah yang
berjudul
“ CARA PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA DALAM PRAKTEK KEBIDANAN
MELALUI PESANTREN DAN SISTEM BANJAR” dengan sebaik-baiknya.
    Dalam penyelesaian Makalah ini penulis mengalami banyak kesulitan, karena
keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis.Namun, berkat bantuan dari semua
pihak, akhir nya karya tulis mahasiswa ini dapat terselesaikan walau masih banyak
kekurangan.Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Orang tua yang selalu memberi dorongan, semangat, dan do’a;
2. Dosen pengajar mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar
3. Teman-teman di Akademi kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo
    Harapan penulis kedepan, semoga kritik dan saran dari pembaca tetap tersalurkan, dan
semoga makalah ini dapat terkesan di hati semua orang sehingga dapat menjadi panutan
ilmu pengetahuan.




                                                     Purworjo, november 2012




                                                              Penulis




                                           1
                                                          DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .............................................................................................1

DAFTAR ISI ............................................................................................................2



BAB I PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang .................................................................................................3
B.    Tujuan...............................................................................................................3


BAB II PEMBAHASAN
A. Pendekatan dalam sistem pesantren ....................................................................4
1. Pengertian dan tujuan sasaran pondok pesantren ...............................................4
2. Pelayanan kebidanan dalam pendekatan melalui pesantren............................... 5
B. Pendekatan dalam sistem banjar bali.................................................................. 6
1. Pengertian sistem banjar..................................................................................... 6
2. Cara-cara melalui sistem banjar.......................................................................... 7


BAB III PENUTUP

A.     Kesimpulan ...................................................................................................... 8




                                                                       2
                                            BAB I
                                     PENDAHULUAN


A.LATARBELAKANG


       Negara Indonesia memiliki bermacam-macam agama dan budaya.Selain itu bangsa
Indonesia juga memiliki begitu banyak kesenian tradisional serta perkumpulan-perkumpulan
dari berbagai suku /kesamaan yang biasanya disebut paguyuban.
       Dalam memberikan praktek pelayanan kebidanan perlu kita lakukan pendekatan
diantaranya pendekatan melalui agama, kesenian tradisi, paguyuban serta dengan cara-cara
lainnya.Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat menerima bahwa pelayanan
atau informasi yang diberikan petugas bukanlah sesuatu yang tabu.
       Dalam memberikan pelayanan kebidanan seorang bidan tebih bersifat Promotif dan
Preventif bukan bersifat Kuratif, serta mampu menggerakkan Peran Serta Masyarakat dalam
upaya sesuai dengan prinsip-prinsip PHC.
       Seorang bidan juga harus memiliki kompetensi yang cukup berkaitan dengan tugas,
peran serta tanggung jawabnya dalam menggerakkan PSM khususnya berkaitan dengan
kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bufas, bayi baru lahir, anak remaja dan usia lanjut.



B.TUJUAN

       Untuk mengetahui cara-cara pendekatan social budaya dalam praktek
kebidanan. Memudahkan petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pelayanan
kebidanan, mengingat banyak agama, suku, tradisi yang berbeda sehingga tujuan akhir yaitu
Indonesia bersatu. Dan untuk mengetahui pelayanan dalam system banjar.




                                                 3
                                       BAB II
                                  PEMBAHASAN




A. PENDEKATAN DALAM SISTEM PESANTREN


1. PENGERTIAN
    Pondok pesantren adalah lembaga Pendidikan Islam yang menggembangkan fungsi
pedalaman agama, kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia.


2. TUJUAN DAN SASARAN PONDOK PESANTREN


    Bidan harus memiliki keterampilan professional agar dapat memberikan pelayanan
kebidanan yang bermutu untuk memenuhi tuntutan kebutuhan rasional, agar bidan dapat
menjalankan peran fungsinya dengan baik maka perlu adanya pendekatan social budaya
yang dapat menjembati pelayanan pasien.Tercapainya pelayanan kebidanan yang optimal,
perlu adanya tenaga bidan yang professional dan dapat diandalkan dalam memberikan
pelayanan kebidanan berdasarkan kaidah-kaidah profesi, antara lain memiliki pengetahuan
yang kuat, menggunakan pendekatan asuhan kebidanan. Bidan dapa menunjukan
otonominya dan akuntabilitas profesi melalui pendekatan social dan budaya yang kuat.
Bentuk-bentuk pendekatan yang dapat digunakan oleh bidan dalam pelayanan kesehatan
sebagai berikut:


a.pendekatan sosial
b.survai mawas diri
c.musyawarah masyarakat pondok pesantren
d.pelatihan
e.pelaksanaan kegiatan
f.pembinaan



                                           4
  Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang mengembangkan fungsi
pendalaman agama, kemasyarakatan dan penyiapan sumber daya manusia. Melalui pedidikan
agama, pendidikan formal, pendidikan kesenian.
Tujuan umum:
tercapainya pengembangan dan pemantapan kemandirian pondok pesantren dan masyrakat
sekitar dalam bidang kesehatan.
Tujuan khusus:
tercapainya pengertian positif pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya tentang norma
hidup sehat, meningkatkan peran serta pondok pesantren dalam menyelenggarakan upaya
kesehatan, terwujudnya keteladanan hidup sehat di lingkungan pondok pesantren.


3. Pembahasan pelayanan kebidanan dalam pendekatan melalui pesantren


       Kebidanan sendiri merupakan bagian integral dari sistim kesehatan dan berkaitan dengan
segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, praktek dan kode etik bidan dimana dalam
memberikan pelayanannya mengyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses
fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin
berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian.
Fungsi kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin/ bayinya, bermitra
dengan perempuan, menghormati martabat dan memberdayakan segala potensi yang ada
padanya, termasuk proses penjaminan kesehatan ibu danbayinya serta untuk menghindari kasus
gizi buruk bagi bayi.
      Kemudian praktek kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh bidan secara mandiri baik
pada perempuan yang menyangkut prosesreproduksi, kesejahteraan ibu dan janin / bayinya, masa
antara dalam lingkuppraktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal
prosesreproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
      Praktek kebidanan berdasarkan prinsip kemitraan dengan perempuan, bersifat holistik dan
menyatukannya dengan pemahaman akan pengaruh sosial, emosional, budaya, spiritual,
psikologi dan fisik dari pengalaman reproduksinya.




                                              5
      Praktek kebidanan bertujuan menurunkan / menekan mortalitasdan morbilitas ibu dan bayi
yang berdasarkan ilmu-ilmu kebidanan, kesehatan,medis dan sosial untuk memelihara,
meningkatkan dan melindungi kesehatan ibudan janin / bayinya.




B. PENDEKATAN DALAM SISTEM BANJAR SISTEM BANJAR DI BALI


1. PENGERTIAN
        Di samping kelompok-kelompok kerabat patrilineal yang mengikat orang Bali
berdasarkan atas prinsip keturunan.Ada pula bentuk kesatuan-kesatuan social yang didasarkan
atas kesatuan wilayah, ialah desa.
Kesatuan-kesatuan social serupa itu kesatuan yang diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara-
upacara keagamaan yang keramat.Pada umumnya tampak beberapa perbedaan antara desa
adat di pegunungan dan desa adat di tanah datar.
       Desa-desa adat dipegununggan biasanya sifatnya lebih kecil dan keanggotaannya
terbatas pada orang asli yang lahir didesa itu juga.
Sesudah kawin, orang itu langsung menjadi warga desa adat (karma desa) dan mendapat
tempat duduk yang khas dibalai desa yang disebut baleagung, dan berhak mengikuti rapat-
rapat desa yang diadakan secara teratur pada hari-hari yang tetap.
        Desa-desa adat di tanah datar biasanya sifatnya besar dan meliputi daerah yang
tersebar luas.Demikian sering terdapat differensisasi kedalam kesatuan-kesatuan adat yang
khusus didalamnya, yang disebut banjar.
Sifat keanggotaan banjar tidak tertutup dan terbatas kepada orang-orang asli yang lahir di
dalam banjar itu juga.
       Demikian kalau ada orang-orang dari wilayah-wilayah lain atau yang lahir di banjar
lain, yang kebetulan tingal di sekitar wilayah banjar yang bersangkutan, mau menjadi warga,
hal itu bias saja. Pusat dari banjar adalah bale banjar dimana para warga banjar saling
bertemu dan berapat pada hari-hari yang tetap.
       Banjar di kepalai oleh seorang kepala yang disebut kelian banjar (kliang).Ia pilih
untuk suatu masa jabatan yang tertentu oleh warga banjar. Tugasnya tidak hanya menyangkut
segala urusan dalam lapangan kehidupan social dari banjar sebagai satu komuniti, tetepi juga

                                                  6
lapangan kehidupan keagamaan. Kecuali itu, ia sering kali harus juga memecahkan hal-hal
yang menyangkut hokum adat tanah dan dianggap ahli dalam adat banjar pada umumnya.
       Ada pun soal-soal yang bersngkutan dengan irigasi dan pertanian.Biasanya berada
diluar wewenangnya.Hal itu adalah wewenang organisasi irigasi subak, yang telah tersebut
diatas.Walaupun demikian, di dalam rangka tugas administratif: dimana ia bertanggung jawab
kepada pemerintah di atasnya, ia bahkan tak dapat melepaskan diri sama sekali dari soal-soal
irigasi dan pertanian di banjarnya.
        Disamping mengurus persoalan ibadat, baik mengenai banjar sendiri, maupun warga
banjar, klian banjar juga mengurus hala-hal yang sifatnya administrative pemerintahan.


2. CARA-CARA PENDEKATAN MELALUI SISTEM BANJAR
Cara-cara pendekatan bidan di dalam wilayah banjar Bali :
a) Mengerakan dan membina peran serta masyarakat. Dalam bidang kesehatan, dengan
   melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat.
b) Pemerintah menjalankan.menerapkan PosKesDes (Pos Kesehatan Desa), yang ditujukan
   kepada seluruh masyarakat, yang terjangkau sampai kedaerah pedalaman.
c) Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan dapat menghasilkan perubahan perilaku
   yang lestari untuk keluarganya, individu keluarga dan masyarakat itu sendiri.
d) Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan
   derajat kesehatan masyarakat.
e) Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader termasuk dukun,
   (peran bidan sebagai pendidik ).
f) Bersama kelompok dan masyarakat menanggulangi maslah kesehatan khususnya yang
   berhubungan dengan kesehatan ibu , anak dan KB.




                                               7
                                            BAB III
                                         PENUTUP


   KESIMPULAN

   Di tengah pergeseran moralitas manusia yang semakin egois mengutamakan kepentingan
pribadi, masyarakat di Bali masih eksis mempertahankan tradisi musyawah mufakat. Sistem
masyarakat di Bali sangat kental dengan keterikatan kekerabatan, sehingga terwujud suatu
ketergantungan satu sama lain.Sistem banjar menjadi suatu pilihan masyarakat untuk
menghimpun diri mereka dalam satu wilayah dalam bentuk kesatuan lingkungan. Batas teritorial
banjar merupakan satuan pengikat warga dan diatur dalam awig-awig (peraturan banjar).
Organisasi terkecil dalam pengaturan administratif desa ini, benar-benar mempunyai fungsi yang
besar dalam memberdayakan potensi masyarakat.

   Begitu juga dalam masalah kesehatan, masyarakat di bali begitu aktif dalam membina dan
memberikan bimbingan teknis kepada kader termasuk dukun, (peran bidan sebagai pendidik ).
Bersama kelompok dan masyarakat menanggulangi masalah kesehatan khususnya yang
berhubungan dengan kesehatan ibu , anak dan KB.

   Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan Islam Indonesia yang bersifat tradisional
untuk mendalami ilmu agama Islam dan mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian.
Pesantren telah hidup sejak ratusan tahun yang lalu, serta telah menjangkau hamper seluruh
lapisan masyarakat muslim. Pesantren telah diakui sebagai lembaga pendidikan yang telah ikut
mencerdaskan kehidupan bangsa.Begitu pula dalam hal kesehatan pesantren ikut berperan untuk
terwujudnya kesehatan di lingkungan masyarakat.

Tujuan umum: tercapainya pengembangan dan pemantapan kemandirian pondok pesantren dan
masyrakat sekitar dalam bidang kesehatan.
Tujuan khusus:tercapainya pengertian positif pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya
tentang norma hidup sehat, meningkatkan peran serta pondok pesantren dalam
menyelenggarakan upaya kesehatan, terwujudnya keteladanan hidup sehat di lingkungan pondok
pesantren.

                                               8
9

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:7/10/2013
language:Malay
pages:9