Docstoc

Pacaran Di Kalangan Remaja Sekarang

Document Sample
Pacaran Di Kalangan Remaja Sekarang Powered By Docstoc
					    Pacaran Di Kalangan Remaja Sekarang ( Makalah )

                                KARYA ILMIAH

           PACARAN DI KALANGAN REMAJA SEKARANG



    NAMA               :       I WAYAN ENDRA SETIAWAN SUASTIKA
    KELAS               :      XI
    PROGRAM            :       IPA


                             SMAK STELLA MARIS
                               NIKI-NIKI, TTS
                 2011




           KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
    segala rahmat dan karunia-Nya untuk memudahkan kami sehingga karya tulis ini berhasil
    diselesaikan. Judul karya tulis yang kami pilih adalah “Pacaran Di kalangan Remaja sekarang”.

           Penulisan karya tulis ini adalah merupakan syarat untuk mengikuti ujian Bahasa
    Indonesia untuk siswa/i XI IPA SMAK STELLA MARIS NIKI-NIKI untuk semester ganjil TP
    2011/2012.

           Dalam penulisan karya tulis ini, kami mengucapkan ucapan terima kasih yang tak
    terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan karya tulis ini. Terutama
    kepada :
    Ibu Orance Tefa, S.Pd, selaku guru pembimbing Bahasa Indonesia yang telah memberikan
    tugas dan petunjuk kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
    Teman-teman semua yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang turut membantu dalam
    penyelesaian karya tulis ini.

           Diharapkan tulisan ini bermanfaat untuk menambah informasi dan pengetahuan bagi kita
    para remaja tentang dampak-dampak kegiatan pacaran pada remaja.

            Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan, baik
    pada teknik penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik
    dan saran yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan karya
    tulis ini. Akhir kata kami ucapkan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi yang
    membacanya.

           Niki-Niki, Desember 2011

           _Penulis_
                                          DAFTAR ISI

   Kata Pengantar
   Daftar Isi

    Bab I         Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Sistematika

   Bab II          Pembahasan
            2.1 Penyebab Dari Pacaran
            2.2 Gaya Pacaran Pada Remaja Sekarang
            2.3 Dampak Dari Pacaran
            2.4 Pengaruh Pacaran Terhadap Sikap Kepada Orang Tua
            2.5 Tahapan Pacaran
            2.6 Upaya Untuk Mengatasi
            2.7 Pacaran Yang Sehat Dan Bertanggung Jawab

   Bab III       Penutup
          3.1 Simpulan
          3.2 Kritik Dan Saran
     BAB I
             PENDAHULUAN

            Harfiahnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sediri. Ahli
     sosiologi merumuskan bahwa “seseorang” tidak akan bisa hidup dan tinggal sendiri tanpa suatu
     “kelompok”. Jadi, bagaimanapun kesombongan seseorang, tidak akan kekal dirinya tanpa hidup
     didampingi orang lain.

             Pacaran? Ya.. biasanya orang-orang yang cenderung ‘religius’ mengatakan hal ini adalah
     sesuatu yang cenderung “negatif” dan hal yang sia-sia. Benar, itu hanyalah merupakan suatu
     pendapat. Bisa dinalar dengan persepsi kita, bisa juga sebaliknya. Untuk itu penulis membuat
     karya tulis ini.

     1.1 Latar Belakang

             Masa remaja adalah masa yang indah. Banyak hal yang terjadi pada masa transisi remaja
     dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Satu proses masa yang semua anak manusia telah,
     sedang dan akan teradi dalam sebuah proses tumbuh kembang remaja. Dunia remaja memang
     unik, sejuta peristiwa terjadi dan sering diciptakan dengan ide-ide cemerlang dan positif.
             Namun demikian tidak sedikit juga hal-hal negatif yang terjadi. Salah satu hal yang
     menarik dan terjadi dalam dunia remaja adalah trend pacaran yang digemari sebagian remaja
     walau tidak sedikit juga orang dewasa gemar melakukannya. Bahkan ada rumor yang menarik,
     bahwasanya bila ada remaja yang belum punya pacar berarti belum mempunyai identitas diri
     yang lengkap.
             Memang tidak dapat dipungkiri bila pacaran merupakan fenomena tersendiri dikalangan
     remaja. Dan kalaupun dicari satu definisi tersendiri pacaran maka akan sulit. Sebagian ada yang
     mendifinisikan pacaran adalah ajang dariuntuk mendapatkan kepuasan libido seksual, atau
     pacaran hanya sebagai label ”saya punya pacar dan dapat mendongkrak percaya diri”.
             Ataukah pacaran adalah suatu hal yang penring karena dengan pacaran kita punya
     seseorang yang bisa membantu kita dalam mengatasi persoalan hidup dan untuk definisi pacaran
     tentu akan ada banyak yang lainnya.




     1.2 Rumusan Masalah

     Adapun yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

1.   Mengapa pacaran?
2.   Bagaimana gaya pacaran remaja sekarang?
3.   Apa dampak dari pacaran?
4.   Apa pengaruhnya terhadap sikap remaja kepada orang tua?
5.   Bagaimanakah tahapan pacaran?
6.   Apa upaya yang dapat dilakukan terhadap persoalan ini?
7.   Bagaimana pacaran yang sehat dan bertanggung jawab?
     C. Tujuan Penulisan

     Setelah mempelajari makalah ini diharapkan:

     1. Dapat mengetahui penyebab dari pacaran.
     2. Dapat memahami gaya pacaran remaja sekarang.
     3. Dapat mempelajari dampak yang ditimbulkan dari pacaran.
     4. Dapat menjelaskan pengaruh pacaran terhadap sikap remaja kepada orang
        Tua.
     5. Dapat mengetahui tahapan dalam pacaran.
     6. Upaya yang dapat dilakukan terhadap persoalan ini.
     7. Dapat mengetahui pacaran yang sehat dan bertanggung jawab.




          BAB II
       PEMBAHASAN

     2.1 Penyebab Dari Pacaran

            Awal dari pacaran bermula ketika remaja masuk dalam tahap pubertas. Istilah pubertas
     berasal dari bahasa latin yang artinya rambut. Pubertas adalah munculnya rambut didaerah
     genetalia (2002:20).
            Bila dilihat dari sudut pandang biologis. Pubertas diawali dengan adanya tanda-tanda
     kelamin sekunder yang akan membedakan remaja putra dan remaja putri.
     Menurut Cole dalam Warkitri dan kawan-kawan (2002:21), tanda-tanda tersebut adalah :
a.   Tumbuh rambut dibeberapa tempat.
b.   Pada anak putra tumbuh jakun, sedangkan putri tumbuh buah dada.
c.   Suara pada anak putra merendah, sedangkan anak putri meninggi.
d.   Pada anak putra bahu, dada bidang, sedangkan putri adalah pinggul.
e.   Otot pada anak putra kelihatan besar.
f.   Mulai berfungsi kelenjar keringat.

             Selain tanda kelamin sekunder terdapat pula tanda kelamin tertier (remaja putri
     cenderung feminin dan remaja putra cenderung jantan).
     Dari tanda-tanda inilah yang menyebabkan seorang remaja tertarik dengan kawan sejenisnya.
     Pada masa pra pubertas relasi bersifat homoseksual yang kemudian pada masa pubertas relasi
     bersifat heteroseksual. Pada masa heteroseksual secara cepat/lambat remaja akan menemukan
     cinta yang sebenarnya.

             Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kekanakan menuju masa kedewasaan. Saat
     ini, pacaran sudah menjadi kebiasaan yang menjadi tradisi pada kalangan remaja. Bahkan
     terkadang remaja yang belum pernah berpacaran dikatakan ketinggalan zaman. Sebenarnya,
     pacaran itu bukanlah sesuatu yang membuat remaja yang tidak berpacaran menjadi terbelakang.
     Karena pacaran secara harfiah sebenarnya bukanlah ditujukan untuk remaja. Melainkan untuk
     orang dewasa yang sudah mulai menuju ke jenjang pernikahan.

             Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, definisi dari pacaran pada remaja saat
     ini adalah sebuah hubungan yang diawali dengan perdekatan dan ketertarikan diantara dua insan
     yang berlawanan jenis, yang dimulai dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.

            Dari banyaknya pendapat tentang definisi pacaran, sehingga muncullah dua golongan
     masyarakat, yang mengatakan bahwa pacaran merupakan hal yang dilarang, atau merupakan hal
     yang boleh-boleh saja dilakukan.

             Definisi pacaran yang sebenar-benarnya adalah “persiapan menikah”. Mengingat bahwa
     menikah merupakan langkah besar dalam kehidupan, kita pada umumnya takkan mungkin siap
     nikah tanpa mempersiapkannya.



             Bila ditinjau secara umum remaja jatuh cinta kepada lawan jenis karena beberapa hal
     antara lain:
a.   karakter
b.   fisik
c.   agama
d.   harta
e.   perhatian yang diberikan

     Kelley dalam Burhan Shadiq( 2004 : 59 ) membagi cinta menjadi tiga macam yaitu :
a.   Cinta nafsu
     Cinta jenis ini cenderumg tak terkontrol karena hubungan antara dua orang yang dikuasai oleh
     emosi.

b. Cinta pragmatis
   Cinta jenis ini cenderung dapat mengontrol perasaan

c.   Cinta atruistik
     Cinta yang disertai kasih sayang yang tak terbatas. Misalnya cinta seorang ibu kepada
     anaknya.(2007:35).


     2.2 Gaya Pacaran remaja Sekarang

             Adanya libido seksualitas yang diberikan Tuhan kepada manusia salah satunya adalah
     remaja, harus dikelola dengan baik dan benar. Satu sisi kenyataan dalam gaya pacaran remaja
     menjadikan kasus seksualitas semakin meningkat. Adanya libido seksualitas yang diberikan
     Tuhan Allah yang tidak mampu di kelola remaja secara benar dan pada saat yang seharusnya
     dilakukan, hal ini sering menyebabkan kekeliruan yang fatal. Sebagaian remaja tidak tahu dari
     efek yang dilakukan karena minimnya informasi tentang pendidikan seksualitas sesuai dengan
     kultur budaya dan religius. Tapi, ada juga remaja yang tahu efek dari gaya pacaran yang negatif
     dan kurang peduli dengan akibat yang akan terjadi. Kalau boleh diistilahkan dengan kata
     pacaran tidak sehat.
             Hal ini tentu banyak efek negatifnya. Misalnya saja saat pacaran, tentunya remaja punya
     banyak keinginan yang belum boleh dilakukan dimasa remaja. Keinginan itu bisa berbentuk
     berpegangan tangan, mencium dahi yang komom katanya sich sebagai tanda kasih sayang. Tapi
     kadang kala ciuman didahi bisa berlanjut kearah yang lebih jauh. Bagaikan berenang di air yang
     deras lama-lama juga terseret arus.
             Sama halnya dengan ciuman-ciuman yang dilakukan oleh remaja. Dari dahi menuju ke
     pipi dari pipi berlanjut ke bibir dari bibir berlanjut ke leher dari leher berlanjut ke sekwilda (
     sekitar wilayah dada) dan ini yang disebut dengan pacaran foto close up dan selanjutnya bisa
     terjadi aktifitas yang lebih jauh, bahkan bisa jadi sampai ke gaya pacaran foto post card
     (melakukan hubungan seksualitas) dikalangan remaja.

     2.3 Dampak Dari Pacaran

     Gaya pacaran para remaja zaman sekarang yang cenderung tidak sehat, memiliki banyak sekali
     dampak negatif antara lain:

     a. Meningkatnya tingkat aborsi
              Bila seorang remaja putri pacaran dan dia terlanjur hamil akan teteapi kekasihnya
     tidak mau bertanggung jawab maka jalan yang ia tempuh adalah aborsi (menggugurkan
     kandungan).

     b. Meningkatnya tingkat kematian wanita.
               Hasil dari gaya pacaran yang tidak sehat salah satunya adalah kematian. Karena
     aborsi yang dilakukan oleh para remaja biasanya bersifat sembarang. Konon lagi dengan
     bantuan dukun yang tidak mendapatkan pengetahuan medis.

     c. Adanya Free sex
                 Hal yang lebih mengerikan lagi akibat dari pacaran yang tidak sehat adalah seks bebas
     (free sex). Mereka pertama melakukan hal yang terlarang itu tetapi kemudian mereka cenderung
     ketagihan.

     d. Menyebarkan penyakit.
                Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dampak dari seks bebas adalah mewabahnya
     berbagai jenis penyakit kelamin seperti HIV/ AIDS, sipilis dan penyakit kelamin lainnya.

     e. Meningkatnya penggunaan narkoba
               Pada usia remaja adalah usia di saat dimana seorang mencari jati diri. Pada usia ini
     akan sangat renta akan berbagai hal salah satunya adalah lingkungan. Pacar adalah salah
     satunya, bila pacarnya adalah pengguna narkoba maka kemungkinan besar dia juga akan
     terseret.




              Akan tetapi dilain pihak pacaran juga dapat memberikan dampak positif bagi
     kehidupan kita antara lain :

a.  Problema cinta seperti patah hati, naksir dan perselingkuhan bisa menjadi sebuah pengalaman
   yang mendukung kita menjadi lebih dewasa dan matang.
b. Pacar bisa memberikan motivasi kepada kita agar dapat berpikir kedepan.
c. Dengan cinta dapat mengubah perilaku seseorang menjadi lebih progresif. Misalnya seseorang
   yang tadinya malas belajar mendadak jadi rajin belajar karena dorongan dari sang pacar.
d. Belajar mengenal dan menerima orang lain dalam kehidupan pribadi.

     2.4 Pengaruh Pacaran Terhadap Sikap Kepada Orang Tua

             Orang yang berpacaran akan menghabiskan banyak waktu dengan pacarnya, terlebih
     momen-momen liburan. Tahukah kamu bahwa sebenarnya orangtua pun menginginkan
     kebersamaan dengan anaknya? Entah dengan piknik bareng, bekerja di kebun bareng, membuat
     kerajinan atau yang lain-lain. Namun disisi lain kita malah menghabiskan waktu dengan orang
     lain. Tak jarang orangtua menjadi sedih dan merasa dianggap tidak penting. Tapi kalau tidak
     mau pergi bersama pacar nanti pacar marah. Coba kalau ditanya balik kepada para remaja yang
     berpacaran, lebih berdosa mana membuat orang tua sedih dan marah atau membuat pacar marah
(yang nota bene BUKAN SIAPA-SIAPA)? Bagaimanapun juga akal sehat akan lebih memilih
untuk tidak membuat orangtua sedih dan marah. Namun terkadang setan lebih lihai dalam
menjerumuskan manusia.




2.5 Tahapan Pacaran

       Adapun tahapan dalam berpacaran al:
1. Tahap ketertarikan
           Dalam tahap ini tantangannya ialah bagaimana mendapatkan kesempatan untuk
menyatakan ketertarikan dan menilai orang lain. Munculnya ketertarikan kita sama si dia,
misalnya, karena penampilan fisik (ganteng/cantik, tinggi), kemampuan (pintar), karakteristik
atau sifat misalnya sabar, cool, dan lain-lain. Menurut para ahli, umumnya cowok pada
pandangan pertama lebih tertarik pada penampilan fisik. Sedangkan cewek lebih karena
karakteristik atau kemampuan
yang dimiliki cowok.




2. Tahap ketidakpastian
          Pada masa ini sedang terjadi peralihan dari rasa tertarik ke arah rasa tidak pasti.
Maksudnya, kita mulai bertanya-tanya apakah doi benar-benar tertarik sama kita atau sebaliknya
apakah kita benar-benar tertarik sama doi. Pada tahap ini kita mendadak ragu apakah mau
melanjutkan hubungan atau tidak. Kalau kita enggak mampu memahami tahapan ini, kita akan
mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

3. Tahap komitmen dan keterikatan
           Pada tahap ini yang timbul adalah keinginan kita kencan dengan seseorang secara
eksklusif. Kita menginginkan kesempatan memberi dan menerima cinta dalam suatu hubungan
yang khusus tanpa harus bersaing dengan orang lain. Kita juga ingin lebih rileks dan punya
banyak waktu untuk dilewatkan bersamanya. Seluruh energi digunakan untuk menciptakan
saling cinta dan hubungan yang harmonis.

4. Tahap keintiman
          Dalam tahap ini mulai dirasakan keintiman yang sebenarnya, merasa lebih rileks
untuk berbagi lebih mendalam dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan merupakan
kesempatan untuk lebih mengungkapkan diri kita. Tantangannya adalah menghadapi sisi yang
kurang baik dari diri kita. Tanpa pemahaman yang baik bahwa cowok dan cewek mempunyai
reaksi yang berbeda terhadap keintiman, kita akan mudah mengambil kesimpulan yang salah
bahwa terlalu banyak perbedaan antara kita dan doi untuk melanjutkan hubungan.

2.6 Upaya untuk mengatasi
         Untuk mengantisipasi persoalan ini agar tidak lebih buruk lagi diperlukan suatu
penanganan antara lain :
a. Mensosialisasikan gaya pacarn sehat
Gaya pacaran sehat mengambil konsep yang positif, dimana remaja akan sehat fisik, tidak
meruasak diri sendiri dan orang lain.

b. Memberikan informasi yang cukup mengenai seks.
Pendidikan seks adalah suatu hal yang penting agar remaja sejak dini mengetahui tentang
pendidikan seks.
     c. Menggunakan aspek agama.
     Dalam hal ini remaja harus mempertimbangkan aspek agama, yang melarang tindakan
     seksualitas diluar nikah.

              d. Menggunakan aspek budaya.
           Budaya yang ketimuran perlu diajarkan pada remaja.

              e. Menggunakan pendekatan, tindakan represif, kuratif dan rehabilitasi.

              f. Menyediakan sarana-sarana tempat remaja mengaktualisasikan bakat dan
                      potensi.

     2.7.Pacaran yang Sehat dan Bertanggung Jawab

              Pacaran yang sehat dapat dilakukan, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.    Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau berterus terang
     dengan perasan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima kritik dan kompromi.

2. Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang. Tidak menuntut sesuatu yang
   berada di luar kemampuannya.


3.    Saling menyesuaikan. Kalau dalam proses ini terlalu sering ribut, maka perlu
     mempertimbangkan kemungkinan berpisah.

4.   Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat mengaburkan proses saling mengenal dan
     memahami satu sama lain.


5.    Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu sama lain.
     Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan
     kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi kekurangan pasangan.

6. Mutual respect, saling menghargai satu sama lain dalam posisi yang setara.




              BAB III
            PENUTUP

     3.1     Simpulan
        Menurut pandangan beberapa golongan, pacaran adalah hal yang negatif. Namun, setelah
dikaji lebih mendalam, argumentasi yang mengharamkan segala jenis pacaran tidak bisa menjadi
pegangan. Ada jenis pacaran yang yang terlarang, tetapi ada juga jenis pacaran yang
diperbolehkan.

       Pacaran adalah sesuatu yang khas dengan dunia remaja. Mereka mulai mengenal cinta
setelah pubertas. Tetapi pacaran pada anak remaja harus bersifat sehat dan positif, karena
dengan pacaran yang sehat mereka tidak akan tersesat dalam gaya hidup bebas.

        Pacaran dapat memberikan dampak yang positif bagi remaja, akan tetapi dilain pihak sisi
negatifnya juga banyak. Maka untuk itu kita harus mengkondisikan agar remaja berpacaran yang
sehat agak menghindari dampak negatif tadi.

       Untuk itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar remaja tidak terjerumus
kedalam pacaran yang tidak sehat yang mengarah pada freeseks.

3.2   Kritik dan Saran


        Tidak sedikit remaja yang terjerumus kedalam pacaran yang tidak sehat. Mereka yang
terjebak dalam freeseks menghancurkan masa depannya sendiri. Ini dikarenakan minimnya
informasi pendidikan seksualitas diantara kalangan remaja. Orangtua punya tanggungjawab
besar untuk mengawasi putra-putrinya yang sudah remaja agar tidak menjadi korban.

        Sebagai remaja yang baik dan berpendidikan, kita harus dapat membedakan yang mana
yang baik dan buruk, yang betul dan salah, serta yang positif dan negatif. Ini semua demi diri
kita dan masa depan kita nanti. Jangan pernah coba-coba sesuatu yang belum tentu baik, apalagi
yang sudah jelas tidak baik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:0
posted:7/8/2013
language:Unknown
pages:10