LAPORAN GEOLOGI DAERAH WAIM, KABUPATEN SARMI, PAPUA by dnoor

VIEWS: 0 PAGES: 8

									Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                         2013


           LAPORAN GEOLOGI DAERAH WAIM - KARFASIA
                            KABUPATEN SARMI, PROPINSI PAPUA
                                   (Lembar Peta: 3314-14)




1.   GEOMORFOLOGI
            Berdasarkan ekspresi Citra Satelit SRTM 90m (rona warna, bentuk, ukuran,
      tekstur dan pola) lembar 3314-14 dan Peta Rupa Bumi skala 1 : 50.000 dari
      Bakosurtanal Wilayah Waim - Karfasia, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua dapat
      dikelompokkan menjadi 3 satuan geomorfologi, yaitu:

      1.1. Satuan Geomorfologi Dataran Rawa Pantai

            Satuan geomorfologi dataran rawa pantai terletak dibagian utara lembar peta,
      tersebar dari barat sampai timur disepanjang pantai barat sarmi. Satuan ini tersebar
      disekitar sungai Yemi, sungai Tramuas, sungai Warna, sungai Sawar, sungai Karfais,
      dan sungai Waim. Luas penyebaran satuan ini mencapai kurang lebih 34 % dari luas
      peta dengan ketinggian topografi berkisar 0 – 5 meter diatas permukaan laut.

            Satuan geomorfologi dataran rawa pantai dapat dikenali dengan jelas pada citra
      oleh rona warna hijau terang bertekstur halus - sedang. Sungai-sungai yang mengalir
      pada satuan ini umumnya berpola meander dan disepanjang pesisir pada satuan ini
      banyak dijumpai laguna yang menunjukan adanya sifat pantai emergent. Satuan
      geomorfologi dataran rawa pantai tersusun dari material lepas berukuran lempung,
      pasir dan kerikil yang merupakan hasil pengendapan rawa dan pantai.

      1.2. Satuan Geomorfologi Dataran Aluvial Sungai

            Satuan ini terletak di bagian tengah lembar peta dan tersebar dari barat hingga
      ketimur dan tenggara. Sungai utama yang mengaliri satuan ini adalah sungai Tramuas
      bagian hulu dan sungai Sawar bagian hulu. Pada citra, satuan geomorfologi dataran
      aluvial sungai dicirikan oleh warna hijau kekuningan, bertekstur halus dengan relief
      topografi datar. Satuan ini ditutupi oleh satuan leleran lumpur (Qmd) yang cukup luas.
      Keseluruhan luas satuan geomorfologi dataran aluvial sungai mencapai kurang lebih
      48 % dari luas peta dengan ketinggian topografi berkisar 3 – 11 meter diatas
      permukaan laut.

             Pola aliran sungai yang berkembang pada satuan ini adalah dendritik dan satuan
      ini disusun oleh material lepas ukuran lempung, pasir dan kerikil yang merupakan hasil


           Copyright@2012 by Djauhari Noor
       1
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                                             2013


      pengendapan sungai dan juga oleh satuan batuan leleran lumpur dan lempung dengan
      kepingan/bongkahan batuan yang keluar dari poton.

      1.3. Satuan geomorfologi Dataran Rendah

            Satuan ini terletak di selatan dan tersebar hanya di bagian barat lembar peta.
      Pada citra, satuan geomorfologi dataran rendah dicirikan oleh warna hijau
      kekuningan, bertekstur halus – sedang dengan pola tekstur yang memperlihatkan jejak
      jejak perlapisan berupa bentuk-bentuk segitiga. Satuan geomorfologi dataran rendah
      menempati 18% dari luas peta.

             Pola aliran sungai yang berkembang pada satuan ini adalah dendritik dan satuan
      ini disusun oleh batupasir grewake dan batulanau, batulempung dan sisipan lignit.
      berlapis, lunak, agak kompak mengandung kuarsa, mika, feldspar, kepingan batuan
      dan karbonan.

2.    TATANAN STRATIGRAFI

             Berdasarkan hasil penafsiran pada citra SRTM yang didasarkan atas karakteristik
      citra (fotomorfik citra) yaitu rona warna, tekstur, bentuk, pola, ukuran dan asosiasinya
      maka batuan yang terdapat di daerah Waim-Karfasia dan sekitarnya, Kabupaten Sarmi
      dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) satuan batuan, yang semuanya merupakan
      batuan yang terbentuk pada Pliosen Akhir - Kuarter, yaitu:

                         Tabel 2-1. Tatanan Stratigrafi Daerah Waim-Karfasia
                                  Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua.


              UMUR                    SIMBOL                            SATUAN BATUAN

                                                     Qa: Satuan aluvial sungai tersusun dari material lepas dari
                                                     material ukuran lempung, pasir dan kerikil, hingga
                                                     bongkah sebagai material hasil pengendapan sungai.

                                                     Qp: Satuan endapan rawa dan pantai tersusun dari
              Kuarter            Qa     Qp     Qmd   material lepas ukuran lempung sampai pasir sebagai
                                                     material hasil pengendapan Rawa dan Pantai.

                                                     Qmd: Satuan batuan leleran lumpur dan lempung dengan
                                                     kepingan/bongkahan batuan yang keluar dari poton.

                                                     Formasi Unk Kelompok Mamberamo terdiri dari batupasir
           Pliosen Akhir -                           grewake dan batulanau, batulempung dan sisipan lignit.
                                       QTu
              Plistosen                              berlapis, lunak, agak kompak mengandung kuarsa, mika,
                                                     feldspar, kepingan batuan dan karbonan.




            Copyright@2012 by Djauhari Noor
       2
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                        2013




      2.1. Formasi Unk Kelompok Mamberamo.

            Formasi ini terdapat di selatan bagian barat lembar peta. Pada citra SRTM,
      Formasi Unk dicirikan oleh rona warna hijau kekuningan bertekstur halus - sedang.
      Persebaran formasi ini dapat ditelusuri berdasarkan rona warna, tekstur dan polanya
      yang menyebar dari baratlaut – tenggara. Jejak-jejak perlapisan Formasi ini sulit
      diperkirakan mengingat telah mengalami erosi yang cukup intensif yang
      direpresntasikan dengan morfologi yang datar.

           Hubungan stratigrafi antara Formasi Unk dengan batuan dibawahnya tidak
      dijumpai sedangkan hubungan dengan batuan atasnya yaitu Satuan Batuan Campur
      Aduk ditafsirkan tidak diajumpai. Formasi ini bersentuhan langsung dengan Satuan
      batuan leleran lumpur (Qmd) yang berumur Kuarter.

            Formasi ini tersusun dari batupasir greywacke, batulanau, batulempung dan
      sisipan lignit. Formasi ini diperkirakan berumur Pliosen Akhir - Plistosen (Banner &
      Blow), (Takayanagi & Saito), dan (Kadar, 1978). Lingkungan pengendapan satuan
      batuan Formasi Unk Kelompok Mamberamo adalah laut dangkal sampai laut dalam.

      2.2. Satuan Endapan Aluvial Sungai (Qa).

            Satuan aluvial sungai terdapat di tengah lembar peta tersebar dari barat hingga
      ke timur. Pada citra satuan ini dicirikan oleh rona warna hijau kekuningan bertekstur
      halus dan bentuk topografi yang datar.

            Satuan aluvial sungai tersusun dari material lepas yang terdiri dari material
      ukuran lempung, pasir dan kerikil sebagai material hasil pengendapan sungai. Umur
      satuan aluvial sungai adalah holosen yang berlangsung hingga saat ini. Hubungan
      stratigrafi antara endapan aluvial sungai dengan endapan rawa dan pantai adalah
      menjemari atau berubah facies. Satuan aluvial sungai ditutupi oleh satuan leleran
      lumpur secara tidak selaras.


      2.3. Satuan Leleran Lumpur

            Satuan batuan leleran lumpur tersingkap di bagian tengah peta tersebar dari
      bagian barat hingga ke timur dan selatan. Pada citra SRTM, satuan batuan leleran
      lumpur mudah dikenali dan dideliniasi atas dasar rona warna hijau dengan tekstur
      halus – sedang dan dicirikan oleh hadirnya bentuk-bentuk melingkar (circular feature)
      yang mengindikasikan jejak-jejak dari intrusi lumpur (poton).
            Litologi yang menyusun satuan ini adalah leleran lumpur dan lempung dengan
      kepingan dan bongkahan batuan yang keluar dari poton. Satuan ini terbentuk pada
           Copyright@2012 by Djauhari Noor
       3
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                        2013


      kala Holosen dan adanya intrusi-intrusi lumpur diapir (poton) mengindikasikan bahwa
      tektonik yang terjadi di wilayah ini masih aktif hingga sekarang.

      2.4. Endapan Rawa dan Pantai

           Satuan endapan rawa pantai terdapat dibagian utara lembar peta tersebar
      disepanjang pantai mulai dari barat hingga ke arah timur. Satuan geomorfologi
      dataran rawa pantai dapat dikenali dengan jelas pada citra oleh rona warna hijau
      terang bertekstur halus – sedang.

           Satuan geomorfologi dataran rawa pantai tersusun dari material lepas
      berukuran lempung, pasir dan kerikil yang merupakan hasil pengendapan rawa dan
      pantai.


3.    GEOLOGI STRUKTUR
            Gejala struktur geologi yang teramati di daerah Waim Karfasia, Kabupaten
      Sarmi, Propinsi Papua berdasarkan kenampakan citra SRTM adalah dijumpainya
      kerucut kerucut yang berbentuk lingkaran (circular feature) dan ditafsirkan sebagai
      mud volcano yang terbentuk oleh proses diapir hasil aktivitas tektonik yang
      berlangsung hingga saat ini.

            Berdasarkan kenampakan morfologinya terlihat bahwa pantai yang terdapat di
      daerah ini merupakan pantai yang bersifat emergent. Adapun bukti-bukti bahwa
      wilayah pantai yang ada di daerah Waim bersifat emergent adalah dijumpainya laguna
      yang tersebar disepanjang pantai. Berdasarkan dari kedua indikasi tersebut diatas
      maka dapat disimpulkan bahwa proses tektonik di wilayah ini masih tetap berjalan
      hingga saat ini.


4.    SEJARAH GEOLOGI

            Sejarah geologi daerah Waim-Karfasia dimulai sejak kala Pliosen Akhir yaitu
      mulai diendapkannya batuan batupasir greywacke, batulanau, batulempung dan
      sisipan lignit pada lingkungan laut dangkal. Daerah Waim-Karfasia mulai terangkat
      sebagai dampak dari proses tektonik kala Pleistosen Akhir pada batuan-batuan Tersier
      yang terdapat dibagian selatan wilayah ini. Seiring dengan proses pengangkatan maka
      di daerah ini mulai terjadi proses pengendapan di sungai, rawa, dan pantai. Aktifitas
      tektonik masih berlanjut dengan dijumpainya intrusi-intrusi lumpur diapir (mud
      volcano) yang tersebar di daerah ini menutupi satuan satuan yang ada.




           Copyright@2012 by Djauhari Noor
       4
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                        2013


5.    POTENSI SUMBERDAYA MINERAL
            Dari hasil inventarisasi yang dilakukan baik yang dilakukan secara langsung di
      lapangan ataupun didasarkan atas jenis-jenis batuan yang terdapat di daerah Waim -
      Karfasia serta didukung oleh hasil analisa laboratorium petrologi batuan (petrografi
      batuan), maka potensi sumberdaya geologi yang dapat diinventarisasi dan dilakukan
      penelitian lebih lanjut adalah:

      a.   Sumberdaya Batubara.

           Indikasi keterdapatan sumberdaya batubara dijumpai pada satuan batuan
      batupasir grewake dan batulanau, batulempung dan sisipan lignit dari Formasi Unk
      kelompok Mamberamo (Qtu). Batuan ini dijumpai di bagian barat lembar peta.
      Batubara yang terdapat pada Formasi Unk umumnya berupa batubara muda (lignit)
      dengan persebaran yang cukup luas.

      b. Sumberdaya Bahan Galian Pasir dan Batu (Sirtu)

            Lokasi keterdapatannya dari hasil penafsiran citra dan hasil pengecekan
      lapangan bahan galian sirtu dijumpai tersebar di sungai – sungai yang mengalir
      diwilayah ini, yaitu sungai Yemi, sungai Tramuas, sungai Warna, sungai Sawar, sungai
      Karfais, dan sungai Waim. berupa pasir, kerakal lepas hingga bongkah batu.


6.    POTENSI BAHAYA DAN BENCANA GEOLOGI

       Berdasarkan kondisi geologinya, baik bentuk bentangalam (morfologi), tatanan batuan
(stratigrafi) dan struktur geologi (tektonik) serta Hidrometeorologinya maka daerah Waim-
Karfasia, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua memiliki potensi bahaya geologi sebagai berikut:

      a. Potensi Bahaya Gempabumi

            Gempabumi adalah getaran dalam bumi yang terjadi sebagai akibat dari
      terlepasnya energi yang terkumpul secara tiba-tiba dalam batuan yang mengalami
      deformasi. Gempabumi dapat didefinisikan sebagai rambatan gelombang pada masa
      batuan/tanah yang berasal dari hasil pelepasan energi kinetik yang berasal dari dalam
      bumi.

            Tektonika daerah Waim- Karfasia, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua berada pada
      zona tumbukan lempeng dari Kerak Samudra Pasifik dan Kerak Benua Australia yang
      terjadi sejak Oligosen dan menghasilkan Orogenesa Melanesia. Aktivitas tektonik
      tersebut terus berlangsung hingga saat ini dan hal ini ditandai dengan frekuensi
      kegempaan yang sering terjadi diwilayah ini.

           Copyright@2012 by Djauhari Noor
       5
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                         2013


           Berdasarkan posisi tektoniknya maka daerah Waim - Karfasia, Kabupaten Sarmi,
      Propinsi Papua berada pada posisi tektonik aktif dengan tingkat kegempaan yang
      cukup tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa daerah Waim-Karfasia,
      Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua memiliki potensi terjadinya bencana gempabumi.

      b. Potensi Bahaya Banjir

            Banjir adalah suatu peristiwa alamiah yang disebabkan oleh meluapnya air ke
      luar alur sungai karena volume air yang melebihi kapasitas saluran sungai yang
      tersedia. Wilayah luapan air sungai disebut sebagai daerah dataran banjir (flood-plain
      area). Disamping itu banjir juga dapat disebabkan oleh akumulasi air hujan di suatu
      daratan yang berbentuk cekungan dimana lapisan tanahnya bersifat impermeabel
      atau lapisan tanahnya jenuh air. Berdasarkan sudut pandang morfologi, banjir terjadi
      di wilayah wilayah yang bentuk bentangalamnya sangat bervariasi dengan sungainya
      yang banyak.

            Berdasarkan bentuk bentang alamnya, daerah Waim-Karfasia, Kabupaten Sarmi,
      Propinsi Papua yang memiliki bentuk bentangalam yang datar dengan morfologi
      dataran aluvial sungai dan rawa pantai dengan jumlah sungai yang banyak.
      Berdasarkan data tersebut maka Daerah Waim-Karfasia, Kabupaten Sarmi memiliki
      potensi terhadap bahaya banjir,terutama di daerah sepanjang aliran sungai hingga
      wilayah pesisir.


7.    SIMPULAN DAN SARAN

      7.1. SIMPULAN
      a. Berdasarkan hasil penafsiran Citra Satelit SRTM 90m Lembar 3314-14 daerah
         Waim-Karfasia, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua, geomorfologi daerah ini dapat
         dikelompokan menjadi 3 satuan morfologi, yaitu satuan-satuan geomorfologi
         dataran aluvial sungai dan satuan geomorfologi dataran rawa dan pantai dan
         satuan geomorfologi dataran rendah. Pola aliran sungai berpola dendritik dan
         dicirikan oleh adanya meander sungai dan laguna (lagoon).

      b. Tatanan stratigrafi daerah Niyo Apauwar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua
         tersusun dari Formasi Unk Kelompok Mamberamo, Satuan batuan leleran lumpur,
         Satuan aluvial sungai dan satuan endapan rawa dan pantai.

      c. Potensi sumberdaya mineral yang terdapat di daerah Waim-Karfasia adalah bahan
         galian pasir dan batu dan sumberdaya batubara yang terdapat di Formasi Unk.

      d. Potensi bahaya dan bencana geologi yang terdapat di daerah Waim-Karfasia
         adalah bahaya gempabumi dan banjir.
           Copyright@2012 by Djauhari Noor
       6
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                       2013


      7.2      SARAN


      a.    Peta Geologi Daerah Waim-Karfasia, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua yang skala
            1 : 50.000 merupakan hasil penafsiran citra SRTM sebagai “Peta Geologi
            Pendahuluan” yang masih perlu disempurnakan lagi dengan melakukan pemetaan
            permukaan (surface mapping).

      b. Potensi sumberdaya mineral, baik yang bersifat spekulatif ataupun terindikasi
         perlu ditindak lanjuti dengan penelitian geologi lebih lanjut, yaitu dengan
         melakukan pemetaan geologi permukaan skala yang lebih rinci sehingga diketahui
         potensi sumberdaya alam yang lebih pasti.

      c.    Dengan adanya potensi bahaya dan bencana geologi gempabumi dan banjir maka
            merupakan masukan untuk dinas terkait yaitu Badan Penggulangan Bencana
            Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi mulai melakukan inventarisasi dan pemetaan
            rawan bencana serta pengelolaan resiko bencana.




            Copyright@2012 by Djauhari Noor
       7
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90 M                                                                                              2013




                               PETA GEOLOGI DAERAH WAIM-KARFASIA
                                 KABUPATEN SARMI – PROPINSI PAPUA
                                            (BERBASIS PENAFSIRAN CITRA SRTM 90M)




               Qp




        Qmd
                                           Qp

                                                            Maseb

                               Qmd


                                                                                          Karfasia
                                                      Qmd
              Qtu
                                                                                     Qp                    Waim
                                                                                                                               B
    A                                      Qa                       Qmd                                                Webro




                                                                      PENAMPANG GEOLOGI A - B


                     500                        Qmd                             Qa                                Qp


                       0


                    -500             QTu
                                                                          QTu                        QTu               QTu




                           A                                                                                                       B




                    Copyright@2012 by Djauhari Noor
         8

								
To top