Docstoc

LAPORAN GEOLOGI DAERAH KWESAR, KABUPATEN SARMI, PAPUA

Document Sample
LAPORAN GEOLOGI DAERAH KWESAR, KABUPATEN SARMI, PAPUA Powered By Docstoc
					Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                         2013


                  LAPORAN GEOLOGI DAERAH KWESAR
                       KABUPATEN SARMI, PROPINSI PAPUA
                              (Lembar Peta: 3314-11)




1.   GEOMORFOLOGI
           Berdasarkan ekspresi Citra SRTM 90m (rona warna, tekstur, bentuk, pola,
      ukuran, asosiasi) lembar 3314-11 dan Peta Rupa Bumi skala 1 : 50.000 dari
      Bakosurtanal Daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua dapat dikelompokkan
      menjadi 2 satuan geomorfologi, yaitu:

      1.1. Satuan Geomorfologi Dataran Aluvial Sungai

            Satuan ini terletak di utara, sebagian disebelah barat dan sebelah timur lembar
      peta. Satuan ini tersebar disepanjang sungai Apauwar dan cabang-cabangnya yaitu
      sungai Niyo Mambar dan sungai Niyo Kabo. Penyebaran satuan ini meliputi kurang
      lebih 40 % dari luas lembar peta.

           Satuan geomorfologi dataran aluvial sungai diindentifikasi pada citra landsat
      SRTM oleh rona warna hijau bertekstur halus dengan bentuk topografinya dataran.
      Pada umumnya pola aliran sungai yang berada pada satuan ini dendritik dengan pola
      meander. Satuan morfologi dataran aluvial sungai tersusun dari material lepas
      berukuran lempung, kerikil hingga bongkah yang merupakan hasil pengendapan
      sungai.

      1.2. Satuan Geomorfologi Perbukitan Landai

             Satuan geomorfologi perbukitan landai menempati 60 % dari luas peta, dengan
      persebaran di bagian tengah sebelah utara dan timur serta selatan lembar peta. Pada
      citra satelit, satuan ini dicirikan oleh rona warna hijau kekuningan dengan tekstur
      sedang sampai kasar. Pola aliran sungai yang berkembang pada satuan ini berpola
      trellis dan merupakan anak-anak cabang dari sungai utama yang mengalir di daerah
      ini. Sungai yang terdapat pada satuan ini beberapa diantaranya ada yang dikontrol
      oleh struktur perlapisan dan sesar. Genetika sungainya terdiri dari sungai subsekuen,
      konsekuen dan obsekuen.

           Batuan yang menempati satuan ini adalah batuan-batuan dari Formasi Unk
      Kelompok Mamberamo, Formasi Kukundari dan Batuan Campur Aduk.



          Copyright@2012by Djauhari Noor
      1
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                                               2013


2.    TATANAN STRATIGRAFI

            Berdasarkan penafsiran pada citra yang didasarkan atas karakteristik potret dan
      kenampakan geomorfologi, batuan di daerah Kwesar dan sekitarnya dapat
      dikelompokan menjadi 7 (tujuh) satuan batuan, yang semuanya merupakan batuan
      yang terbentuk sejak Kala Pliosen Akhir sampai sekarang, yaitu:

                            Tabel 2-1. Tatanan Stratigrafi Daerah Kwesar DSK
                                    Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua.


             UMUR               SIMBOL                                 SATUAN BATUAN

                                                 Satuan aluvial sungai tersusun dari material lepas dari material
                                                 ukuran lempung, pasir dan kerikil, hingga bongkah sebagai
                                                 material hasil pengendapan sungai.
             Holosen            Qmd         Qa

                                                 Satuan Batuan leleran lumpur dan lempung                dengan
                                                 kepingan/bongkahan batuan yang keluar dari poton.

                                                 Formasi Kukunduri terdiri dari konglomerat, batupasir dan
            Plistosen                 Qpk        lempung atau lempung pasiran.

                                                 Satuan Batuan Campur Aduk (Melange Sedimenter) terdiri dari
            Plistosen                 Qc         batulempung dengan bongkah-bongkah batuan yang berasal
                                                 dari formasi-formasi yang lebih tua (Unk, Aurimi, Makats.
                                                 Darante, Auwewa, Biri, dan Batuan Ultra Mafik)
                                                 Formasi Unk Kelompok Mamberamo terdiri dari batupasir
          Pliosen Akhir -             QTu        grewake dan batulanau, batulempung dan sisipan lignit.
             Plistosen                           berlapis, lunak, agak kompak mengandung kuarsa, mika,
                                                 feldspar, kepingan batuan dan karbonan.
          Miosen Akhir                           Formasi Aurimi terdiri dari Napal, Kalkarenit, Batupasir,
                -                 Tmpa           Batulanau, dan Batulempung. Diendapkan pada lingkungan laut
            Pliosen                              dangkal dan paralis.
                                                 Formasi Makat terdiri dari perselingan Batupasir Greywacke,
          Miosen Tengah                          Batulanau, Batulempung, Serpih, dan Napal sisipan
                –                     Tmm
                                                 Konglomerat dan Batugamping. Disendapkan pada lingkungan
          Miosen Akhir                           neritik.

      2.1. Formasi Makat (Tmm)

            Satuan batuan ini terletak di selatan lembar peta dengan persebaran berarah
      baratlaut – tenggara. Pada citra satelit satuan ini dicirikan oleh rona warna hijau –
      hijau tosca dan tekstur sedang - kasar. Jejak-jejak perlapisan batuan dapat dikenali
      dengan baik berdasarkan bentuk punggungan punggungan bukit yang memanjang
      Baratlaut – tenggara dengan arah kemiringan yang berlawanan arah membentuk
      struktur antiklin berarah baratlaut – tenggara.

            Hubungan stratigrafi satuan ini dengan batuan yang lebih tua (Formasi Darante)
      tidak dijumpai sedangkan hubungan dengan batuan yang lebih muda yaitu Formasi
      Aurimi adalah selaras. Keselarasan ini didasarkan pada batuan Formasi Makat di
           Copyright@2012by Djauhari Noor
      2
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                          2013


      daerah Kwesar dijumpai bersentuhan langsung dengan Formasi Aurimi dengan pola
      penyebaraan yang simetri berarah baratlaut - tenggara. Berdasarkan hal tersebut
      maka Formasi Makat dan Formasi Aurimi di daerah ini memiliki hubungan stratigrafi
      yang selaras.

            Formasi Makat terdiri dari perselingan batupasir grewake, batulanau,
      batulempung, serpih, dan napal sisipan konglomerat dan batugamping. Formasi ini
      diendapkan pada lingkungan neritik pada kala Miosen Tengah – Awal dari Miosen
      Akhir.

      2.2. Formasi Aurimi Kelompok Mamberamo (Tmpa)

             Persebaran satuan ini berada di bagian selatan lembar peta dan pada citra SRTM
      dicirikan oleh rona warna hijau, bertekstur sedang – kasar dan bersentuhan langsung
      dengan batuan dari Formasi Makat. Jejak-jejak perlapisan dapat dikenali dengan baik
      pada citra yaitu oleh arah penyebaran punggungan bukit yang berarah baratlaut -
      tenggara dengan kemiringaan lapisan kearah timurlaut.

            Hubungan stratigrafi antara Formasi Aurimi dengan Formasi Unk diatasnya
      diperkirakan selaras. Sentuhan antara Formasi Aurimi dan Formasi Unk di daerah ini
      tidak dijumpai dikarenakan tertutupi oleh satuan batuan dari Formasi Kukunduri
      (Qpk) dan Leleran lumpur (Qmd).

            Litologi yang menyusun Formasi Aurimi adalah napal, kalkarenit, batupasir,
      batulanau, dan batulempung. Formasi Aurimi diendapkan pada kala Miosen Akhir –
      Pliosen pada lingkungan laut dangkal – paralis.

      2.3. Formasi Unk Kelompok Mamberamo (QTu)

            Formasi ini tersebar di selatan bagian timur dan utara bagian timur lembar peta.
      Formasi Unk pada citra SRTM dicirikan oleh rona warna hijau daun dengan tekstur
      halus sampai sedang. Jejak-jejak perlapisan pada satuan batuan ini dapat ditelusuri
      dan di deliniasi berdasarkan rona warna, tekstur dan polanya yang memperlihatkan
      bentuk-bentuk segitiga (flat iron) yang berarah baratlaut – tenggara. Arah kemiringan
      lapisan Formasi Unk masih dapat diketahui dan ditentukan berdasarkan bentuk-
      bentuk kelerengan dari punggungan punggungan bukitnya. Berdasarkan hasil
      penafsiran diketahui bahwa arah perlapisan Formasi Unk telah mengalami pembalikan
      membentuk struktur sinklin dan antiklin dengan sumbu lipatannya berarah baratlut –
      tenggara.

            Hubungan stratigrafi antara Formasi Unk dengan batuan yang lebih muda
      diatasnya, yaitu Batuan Campur Aduk (Qc) diperkirakan tidak selaras atas dasar tidak
      dijumpainya perulangan dari Batuan Campur Aduk di daerah ini.


          Copyright@2012by Djauhari Noor
      3
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                            2013


            Formasi ini tersusun dari batupasir greywacke, batulanau, batulempung dan
      sisipan lignit yang diperkirakan terbentuk pada kala Pliosen Akhir - Plistosen (Banner &
      Blow), (Takayanagi & Saito), dan (Kadar, 1978). Lingkungan pengendapan Formasi Unk
      Kelompok Mamberamo adalah laut dangkal sampai laut dalam.

      2.4. Batuan Campur Aduk /Melange Sedimenter (Qc)

            Satuan ini terdapat di bagian tengah lembar peta, dengan penyebaran dimulai
      dari bagian tengah peta, tersebar dari baratlaut - tenggara. Pada citra satelit, batuan
      campur aduk (melange sedimenter) dicirikan oleh rona warna hijau dengan tekstur
      kasar – sangat kasar dan umumnya dicirikan oleh bentuk punggungan punggungan
      bukit yang saling bergeser satu dan lainnya. Pada citra juga terlihat bahwa satuan ini
      mengalami pensesaran yang cukup intensif yang direpresentasikan oleh kelurusan –
      kelurusan (lineament).

           Hubungan stratigrafi antara Batuan Campur Aduk dengan batuan yang lebih
      muda diatasnya, yaitu Formasi Kukunduri (Qpk) adalah tak selaras, hal ini didasarkan
      pada pola sebaran antara kedua Formasi yang tidak simetri dan persentuhan langsung
      antara kedua formasi tidak dijumpai.

           Satuan batuan camur aduk (melange sedimenter) tersusun dari batulempung,
      lumpur, lumpur dengan bongkah, kepingan batuan lebih tua, yang berasal dari
      Formasi Unk Formasi Aurini, Formasi Makats, Formasi Auwea, Formasi Durante,
      Formasi Biri dan Batuan Ultramafik.

            Satuan batuan ini diperkirakan terbentuk pada kala Plistosen sebagai hasil
      tumbukan Kerak Samudra Pasifik dengan Kerak Kontinen Australia yang terjadi sejak
      Oligosen dan menghasilkan Orogenesa Melanesia. Aktivitas tektonik tersebut terus
      berlangsung hingga Pliosen yang membentuk gerakan-gerakan tegak dan mendatar
      sebagai akibat orogenesa.

      2.5. Formasi Kukunduri (Qpk)

           Formasi ini terdapat di beberapa tempat, yaitu di bagian selatan dan tengah
      lembar peta, dengan penyebaran dari baratlaut – tenggara. Pada citra SRTM dicirikan
      oleh rona warna hijau kekuningan dan bertekstur halus sampai sedang dengan
      morfologi bergelombang landai. Jejak-jejak perlapisan Formasi Kukunduri masih dapat
      dikenali terutama yang tersebar di bagian tengah lembar peta.

            Hubungan stratigrafi Formasi Kukunduri dengan batuan yang lebih muda
      diatasnya, yaitu Batuan Leleran Lumpur (Qmd) adalah tak selaras. Ketidak selarasan ini
      ditentukan berdasarkan pola persebaran kedua satuan yang tidak teratur, dimana

          Copyright@2012by Djauhari Noor
      4
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                          2013


      Batuan Leleran Lumpur (Qmd) dijumpai menutupi atau bersentuhan langsung dengan
      formasi yang lebih tua, terutama Formasi Unk.

            Formasi Kukunduri tersusun dari batuan konglomerat, batupasir dan lempung
      atau lempung pasiran. Formasi ini diperkirakan terbentuk pada kala Plistosen (Vissher
      dan Hermes, 1962).

      2.6. Satuan Batuan Leleran Lumpur (Qmd)

            Satuan batuan leleran lumpur tersingkap di beberapa tempat, yaitu di bagian
      tengah dan selatan lembar peta, tersebar disebelah barat dan tengah peta serta di
      bagian selatan mulai dari barat kearah tenggara peta. Pada citra SRTM, satuan batuan
      leleran lumpur mudah dikenali dan dideliniasi atas dasar rona warna hijau dengan
      tekstur halus – sedang dan dicirikan oleh hadirnya bentuk-bentuk melingkar (circular
      feature) yang mengindikasikan jejak-jejak dari intrusi lumpur (poton).

            Litologi yang menyusun satuan ini adalah leleran lumpur dan lempung dengan
      kepingan dan bongkahan batuan yang keluar dari poton. Satuan ini terbentuk pada
      kala Holosen dan adanya intrusi-intrusi lumpur diapir (poton) mengindikasikan bahwa
      tektonik yang terjadi di wilayah ini masih aktif hingga sekarang.

      2.7. Satuan Aluvial Sungai (Qa).


             Satuan aluvial sungai terdapat di sepanjag sungai utama yang mengalir di daerah
      ini, yaitu sungai Apauwar beserta cabang-cabangnya yaitu sungai Niyo Mambar dan
      sungai Niyo Kabo. Pada citra satuan ini dicirikan oleh rona warna hijau kekuningan
      dengan tekstur halus.

           Satuan aluvial sungai tersusun dari material lepas yang terdiri dari material
      ukuran    lempung, pasir dan kerikil, hingga bongkah sebagai material hasil
      pengendapan sungai.


3.    GEOLOGI STRUKTUR
            Struktur geologi yang berkembang di wilayah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi
      Papua berdasarkan hasil penafsiran citra SRTM adalah struktur perlipatan sinklin –
      antiklin dan struktur sesar berupa sesar anjak dan sesar geser jurus.

             Struktur perlipatan yang terdapat di daerah Kwesar berupa 2 antiklin dan 2
      sinklin dengan sumbu perlipatan berarah barat laut – tenggara. Adapun penentuan
      struktur perlipatan didasarkan atas adanya pembalikan arah kemiringan lapisan yang
      berarah baratdaya dan timurlaut.
          Copyright@2012by Djauhari Noor
      5
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                          2013


            Struktur sesar yang terdapat di daerah Kwesar adalah struktur sesar geser jurus
      dengan arah umum baratlaut – tenggara dan barat – timur. Adapun bukti-bukti dari
      sesar geser jurus didasarkan atas adanya pergeseran punggungan-punggungann bukit,
      perubahan arah dari punggungan punggungan bukit, dan kelurusan punggungan bukit,
      kelurusan lembah, dan kelurusan sungai.

            Pada umumnya batuan yang terdapat di wilayah Kwesar, Kabupaten Sarmi,
      Propinsi Papua terlipat kuat dan tersesarkan, termasuk batuan sedimen berumur
      Tersier Muda. Struktur yang dijumpai adalah struktur sesar anjak berarah
      BaratBaratlaut – TimurTenggara dan sesar geser jurus berarah Baratlaut – Tenggara.

            Keseluruhan sesar yang terdapat di daerah Kwesar ditafsirkan memotong
      batuan-batuan dari Formasi Makat, Formasi Aurimi, Formasi Unk dan Batuan Campur
      Aduk dan diperkirakan terjadi pada kala Plistosen Akhir. Struktur geologi yang
      terdapat di daerah Kwesar apabila dikaitkan dengan tektonik regional wilayah Papua
      maka dapat ditafsirkan bahwa struktur yang ada di daerah ini merupakan produk
      tumbukan Kerak Samudra Pasifik dengan Kerak Kontinen Australia yang terjadi sejak
      Oligosen yang menghasilkan orogenesa Melanesia. Aktivitas tektonik tersebut terus
      berlangsung hingga Miosen dan Plistosen yang membentuk gerakan-gerakan tegak
      dan mendatar sebagai akibat orogenesa.

4.    SEJARAH GEOLOGI

           Sejarah geologi daerah Kwesar dimulai pada kala Miosen Tengah dimana pada
     kala itu kondisi daerah Kwesar berada dalam kondisi laut dan berlangsung hingga
     Miosen Tengah atau Bagian bawah Miosen Akhir, yang mengendapkan Formasi Aurimi
     Kelompok Mamberamo. Kegiatan gunungapi mereda sejak Miosen Awal disusul oleh
     susut laut yang terjadi hingga Plistosen dan menghasilkan Formasi Unk Kelompok
     Mamberamo.

           Tektonik yang terjadi pada Plistosen (setelah pengendapan Kelompok
     Mamberamo), menyebabkan perlipatan, pensesaran dan pengangkatan. Diduga
     tektonik pada saat itu berpengaruh pada pembentukan Batuan Campuraduk di daerah
     ini. Adanya gejala poton sangat mungkin merupakan petunjuk tentang masih kegiatan
     tektonik di daerah ini. Satuan paling muda adalah aluvium yang merupakan endapan
     sungai.


5.    POTENSI SUMBERDAYA MINERAL
     Dari hasil inventarisasi yang dilakukan baik yang dilakukan secara langsung di lapangan
ataupun didasarkan atas jenis-jenis batuan yang terdapat di daerah Gereng serta didukung

          Copyright@2012by Djauhari Noor
      6
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                         2013


oleh hasil analisa laboratorium petrologi batuan (petrografi batuan), maka potensi
sumberdaya geologi yang dapat diinventarisasi dan dilakukan penelitian lebih lanjut adalah:

     a.       Sumberdaya Batubara.

          Indikasi keterdapatan sumberdaya batubara dijumpai pada satuan batuan
     batupasir grewake dan batulanau, batulempung dan sisipan lignit dari Formasi Unk
     kelompok Mamberamo (Qtu). Batuan ini dijumpai terutama dibagian selatan dan
     tengah lembar peta. Batubara yang terdapat pada Formasi Unk umumnya berupa
     batubara muda (lignit) dengan persebaran yang cukup luas.

     b. Sumberdaya Bahan Galian Batugamping

         Lokasi keterdapatan dan Penyebarannya Batugamping tersebar merata terutama pada
     batuan batuan di Formasi Makat dan Formasi Aurimi berupa batugamping berlapis.



6.    POTENSI BAHAYA DAN BENCANA GEOLOGI

           Berdasarkan kondisi geologinya, baik bentuk bentangalam (morfologi), tatanan
      batuan (stratigrafi) dan struktur geologi (tektonik) serta Hidrometeorologinya maka
      daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua memiliki potensi bahaya geologi
      sebagai berikut:

      a.        Potensi Bahaya Gempabumi

            Gempabumi adalah getaran dalam bumi yang terjadi sebagai akibat dari
      terlepasnya energi yang terkumpul secara tiba-tiba dalam batuan yang mengalami
      deformasi. Gempabumi dapat didefinisikan sebagai rambatan gelombang pada masa
      batuan/tanah yang berasal dari hasil pelepasan energi kinetik yang berasal dari dalam
      bumi.
                Tektonika daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua berada pada zona
      tumbukan lempeng dari Kerak Samudra Pasifik dan Kerak Benua Australia yang terjadi
      sejak Oligosen dan menghasilkan Orogenesa Melanesia. Aktivitas tektonik tersebut
      terus berlangsung hingga saat ini dan hal ini ditandai dengan frekuensi kegempaan
      yang sering terjadi diwilayah ini.

           Berdasarkan posisi tektoniknya maka daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi
      Papua berada pada posisi tektonik aktif dengan tingkat kegempaan yang cukup tinggi.
      Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi
      Papua memiliki potensi terjadinya bencana gempabumi.




              Copyright@2012by Djauhari Noor
          7
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                          2013


      b.     Potensi Bahaya Longsoran Tanah

            Longsoran Tanah atau gerakan tanah adalah proses perpindahan masa batuan /
      tanah akibat gaya berat (gravitasi). Faktor internal yang menjadi penyebab terjadinya
      longsoran tanah adalah daya ikat (kohesi) tanah/batuan yang lemah sehingga butiran-
      butiran tanah/batuan dapat terlepas dari ikatannya dan bergerak ke bawah dengan
      menyeret butiran lainnya yang ada disekitarnya membentuk massa yang lebih besar.
      Lemahnya daya ikat tanah/batuan dapat disebabkan oleh sifat kesarangan (porositas)
      dan kelolosan air (permeabilitas) tanah/batuan maupun rekahan yang intensif dari
      masa tanah/batuan tersebut.

           Faktor eksternal yang dapat mempercepat dan menjadi pemicu longsoran tanah
      dapat terdiri dari berbagai faktor yang kompleks seperti kemiringan lereng, perubahan
      kelembaban tanah/batuan karena masuknya air hujan, tutupan lahan serta pola
      pengolahan lahan, pengikisan oleh air yang mengalir (air permukaan), ulah manusia
      seperti penggalian dan lain sebagainya.

            Berdasarkan kondisi morfologi dan geologinya, daerah Kwesar, Kabupaten
      Sarmi, Propinsi Papua memiliki potensi bahaya geologi longsoran tanah, terutama di
      wilayah wilayah dengan relief yang sedang hingga terjal, yaitu pada satuan morfologi
      landai hingga terjal.

      c.     Potensi Bahaya Banjir

            Banjir adalah suatu peristiwa alamiah yang disebabkan oleh meluapnya air ke
      luar alur sungai karena volume air yang melebihi kapasitas saluran sungai yang
      tersedia. Wilayah luapan air sungai disebut sebagai daerah dataran banjir (flood-plain
      area). Disamping itu banjir juga dapat disebabkan oleh akumulasi air hujan di suatu
      daratan yang berbentuk cekungan dimana lapisan tanahnya bersifat impermeabel
      atau lapisan tanahnya jenuh air. Berdasarkan sudut pandang morfologi, banjir terjadi
      di wilayah wilayah yang bentuk bentangalamnya sangat bervariasi dengan sungainya
      yang banyak.

            Berdasarkan bentuk bentang alamnya, daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi,
      Propinsi Papua yang memiliki bentuk bentangalam yang bervariasi, dimana di bagian
      selatan wilayah ini merupakan bentuk bentangalam perbukitan terjal sedangkan ke
      arah bagian utara didominasi oleh bentuk bentang alam dataran dengan morfologi
      dataran aluvial dengan jumlah sungai yang banyak. Berdasarkan data tersebut maka
      Daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi memiliki potensi terhadap bahaya banjir,terutama di
      daerah sepanjang aliran sungai hingga wilayah pesisir.



           Copyright@2012by Djauhari Noor
      8
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                          2013


7.    SIMPULAN DAN SARAN

      7.1. SIMPULAN

      a. Berdasarkan hasil penafsiran Citra Satelit SRTM 90m Lembar 3314-11 daerah
         Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua, geomorfologi daerah ini dapat
         dikelompokan menjadi 2 satuan morfologi, yaitu satuan-satuan geomorfologi
         dataran aluvial sungai dan satuan geomorfologi perbukitan landai. Pola aliran
         sungai yang mengalir di wilayah ini berpola dendritik dan Trellis dengan genetika
         sungai subsekuen, obsekuen dan konsekuen.

      b. Tatanan stratigrafi dari batuan yang tertua hingga termuda adalah Formasi Makat,
         Formasi Aurimi Kelompok Mamberamo, Formasi Unk Kelompok Mamberamo,
         Satuan Batuan Campur Aduk (Melange Sedimenter), Formasi Kukunduri, Satuan
         Leleran Lumpur dan Satuan Endapan Aluvial Sungai.

      c. Struktur geologi yang berkembang di wilayah Kwesar adalah struktur perlipatan
         sinklin dan antiklin serta struktur sesar geser jurus berkembang dengan arah
         Baratlaut – Tenggara dan Barat - Timur, Seluruh struktur yang terdapat di wilayah
         ini terjadi pada kala Plistosen Akhir.

      d. Potensi bahan galian yang terdapat di wilayah ini adalah bahan galian pasir dan
         batu (sirtu) serta endapan batubara yang terdapat pada Formasi Unk Kelompok
         Mamberamo.

      e.   Potensi bahaya dan bencana geologi yang ada di daerah ini adalah gempabumi,
           longsoran tanah, dan banjir.

      7.2. SARAN

      a. Peta Geologi Daerah Kwesar, Kabupaten Sarmi, Propinsi Papua yang skala 1 : 50.000
         merupakan hasil penafsiran citra SRTM sebagai “Peta Geologi Pendahuluan” yang
         masih perlu divalidasi dengan melakukan pemetaan geologi permukaan (surface
         mapping).

      b. Potensi sumberdaya mineral, baik yang bersifat spekulatif ataupun terindikasi perlu
         ditindak lanjuti dengan penelitian geologi lebih lanjut, yaitu dengan melakukan
         pemetaan geologi permukaan skala yang lebih rinci sehingga diketahui potensi
         sumberdaya alam yang lebih pasti.

      c. Dengan adanya potensi bahaya dan bencana geologi gempabumi, longsoran tanah
         dan banjir maka dapat menjadi masukan bagi dinas terkait yaitu Badan Penggulangan

           Copyright@2012by Djauhari Noor
      9
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                   2013


          Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi mulai melakukan inventarisasi dan
          pemetaan rawan bencana, khususnya rawan bencana gempabumi, longsoran tanah
          dan banjir.




          Copyright@2012by Djauhari Noor
     10
Pemetaan Geologi Berbasis Citra SRTM 90M                                                                                                                                   2013


                                 PETA GEOLOGI DAERAH DAERAH KWESAR
                                                  KABUPATEN SARMI – PROPINSI PAPUA
                                                            (BERBASIS PENAFSIRAN CITRA SRTM 90M)


                                                                                                                                              A



                                                                                                         Qa
                   Qmd

                                                                                                                                                                     KWESAR
                                                                                Qmd



                                                                                                                                        QTu




                                                                                                    Qa
                                      Qpk




                                                                               Qmd

                                                                                                                                       QTu
                          Qpk



                                                       Qpk                                    Qa



                                                                                                                       QTu

                  Qmd

                                                                                 Qmd
                                                                                                                 Qc



                                                     Qmd
                                                                                                                                 Qc

                                                                               Qpk
                                Qpk                                                                       Qa           QTu                             Qc




                                                                                                                                 Qa
              Tmpa
                                                                                                         QTu
                                                                Qmd
                                              Tmpa
                                                                                       QTu                                                             QTu



                                             Tmm

                                                                        Tmpa                                                          QTu
                                                                                                                                                  Qa
                                            Tmm                                         Qmd
                    Tmpa                                                                                         QTu
             Qa



                                                      B




                                                                       PENAMPANG GEOLOGI                  A      -     B

  1000


   500
                                                                                                   Qa                      Qpk
                                                                                                           Qmd                                          Qmd

    0                                                                                                                                                         Tmpa
                    QTu                                   QTu         QTu                     QTu
                                                                                                                                                                     Tmm      Tmm
                                                                                                                                        QTu

  500

         A                                                                                                                                                                          B




                        Copyright@2012by Djauhari Noor
         11

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2
posted:7/7/2013
language:
pages:11