Docstoc

Patroli

Document Sample
Patroli Powered By Docstoc
					PATROLI RAYON/BEAT

Tidaklah sampai seminggu setelah Serah Terima Jabatan Kapolda Sulut, bapak
Kapolda Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto memenuhi janjinya menghibahkan 20 unit
sepeda motor untuk dipergunakan menjadi sepeda motor patroli di Poltabes
Manado. Sepeda Motor ini juga wajib digunakan para petugas patroli untuk
mendatangi TKP di bawah atau kurang dari 10 menit (Quick Response Time minimal
ten minute)

Sore itu penulis dipanggil oleh Kapoltabes dan diberi arahan untuk mempersiapkan
pelaksanaan serah terima hibah sepeda motor dari sponsor kepada Kapolda Sulut
dan diteruskan pemberian hibak dari Kapolda Sulut kepada Kapoltabes Manado.
Terus terang hal ini adalah hal yang baru bagi penulis, karena baru kali ini ada
Kapolda memberikan hibah sepeda motor 20 unit, yang harganya penulis tanya ke
Suzuki (kebetulan merk motornya Suzuki) sebesar hampir Rp 300.000.000,-

Belum lagi sudah seminggu ini kita di Poltabes diskusi dan sedikit berdebat, untuk
memikirkan “bagaimana caranya agar sepeda motor yang akan diberikan Kapolda
Sulut dapat mendatangi TKP tidak boleh lebih dari 10 menit ?” ketika ditanya kepada
Kapolda Sulut, beliau hanya katakan silahkan didiskusikan, kalo salah-salah nanti di
lapangan, yah di evaluasi dan dikoreksi terus diperbaiki, sampai akhirnya sempurna.
Memang kata-kata yang bijak sekali, tapi akhirnya kita di Poltabes bagaikan
“blindman” yang cari jalan keluar rumah...Akhirnya kita diskusi, Seru juga diskusinya,

Penulis telah mencari beberapa referensi di internet dari beberapa kepolisian di
Amerika dan kepolisian Eropah, yang memang disana patrolinya memakai sistem
patroli beat, sehingga ketika masyarakat meminta bantuan melalui nomor telepon
darurat (911), operator 911 segera mengontak petugas beat patroli terdekat di
lapangan, sehingga dibawah 15 menit petugas patroli sudah dapat melayani
masyarakat yang memerlukan pertolongan atau bantuan. Tapi kan disana dengan
menggunakan mobil patroli bukan sepeda motor, sedangkan sekarang kita harus
melakukannya dengan sepeda motor !!!

Akhirnya diputuskanlah menggunakan istilah patroli rayon (padahal penulis mati-
matian minta digunakan istilah patroli beat, karena teorinya memang seperti itu,
tetapi keputusan Kapoltabes menggunakan istilah rayonisasi saja), dimana dibagi 20
unit sepeda motor tersebut menjadi 4 rayon, jadi setiap rayon terdiri dari 5 sepeda
motor. Untuk satu sepeda motor diawaki oleh 2 petugas patroli (patrolman), dimana
dibagi dalam penugasan sistem 3 ploeg/shift, sehingga kita memerlukan 120
personil yang akan mengawaki sepeda motor tersebut nantinya. Timbul
permasalahan darimana SDM, Kelengkapan dan BBM serta harus ada uang
makannya ?

Untuk SDM direkrut dari anggota Dalmas dan anggota Samapta setelah dijumlahkan
masih kurang, dan terpaksa kita rekrut dari anggota patroli Polsek-polsek.
Rekrutmen ini betul-betul dilakukan dengan sedikit agak keras dan selektif mungkin,
jangan sampai nanti mendapatkan anggota yang malas dan tidak disiplin. Akhirnya
terkumpulah 120 personil, yang sebenarnya menurut kriteria penulis belum pas, tapi
apa boleh buat bagaikan gading yang tiada retak, tiada rotan akar pun jadilah.

Peralatan apa yang harus ada ? Setelah membuka-buka juknis, juklak dan juklap
serta Peraturan Kapolri ditambah dengan hasil coffe morning, maka diputuskanlah
setiap sepeda motor harus ada 2 orang personil dengan kelengkapan Helm; Masker;
sarung tangan; Borgol; Tongkat Polisi; Rompi; jas hujan; senter; handy talky (HT);
dan senjata api (katanya kalo tidak ada senjata api orang manado menganggap
enteng). Maka Kabagmin dan kasubbag logistik diperintahkan untuk cek di gudang
ada tidak kelengkapan yang diminta ? Hasilnya hampir seperti kantor Polisi di
seluruh Indonesia, untuk kelengkapan tidak pernah lengkap dan banyak
kelengkapan yang tidak ready stock. “Ijin melaporkan pak yang ada cuman tongkat
polisi, itupun yang punya Kompi Dalmas”, Kabag Min melaporkan kepada
Kapoltabes, penulis hanya bergumam “sudah kuduga...” Apalagi HT ? ini barang
mahal, hampir sebagian anggota Polisi mempunyai HT beli sendiri...padahal HT ini
adalah kelengkapan komunikasi untuk mengecek keberadaan anggota; meneruskan
permintaan bantuan masyarakat; alkom untuk komunikasi antar petugas di
lapangan; untuk memberikan laporan situasi dan kondisi di lapangan tanpa HT sama
juga bohong... Akhirnya disimpulkan, kita harus membeli dan mengadakan sendiri,
ada saran minta sama Polda, penulis bilang semua kantor sama dengan kita tidak
punya stock, minta tambahan senpi panjang aja, karena nggak mungkin kita beli.

Inilah yang saya kagumi dari pak Bambang Sugeng, tanpa banyak komentar
keesokan harinya sudah memerintahkan Kabag Ops berangkat ke Jakarta untuk
membeli kelengkapan yang diperlukan, darimana anggarannya...yah kita coba
ajukan ke Walikota Manado, ini juga kan untuk keperluan Pemda dan masyarakat
Manado...yang penting tekadku pengabdian terbaik !!!

Kembali ke rencana acara serah terima hibah sepeda motor, sore itu penulis
mengadakan gladi bersih dan menunggu kiriman sepeda motor, karena besok pagi
hari Senin akan diadakan acara serah terimanya. Acaranya dan administrasi
termasuk kelengkapannya serta susunan peserta acara, yah penulis buat kreasi
sendiri yang sepantas-pantasnya bagi prajurit. Sore itu juga penulis bertemu dengan
sponsor yang akan menyerahkan sepeda motor, yang ternyata dari Perusahaan
BENTOEL, kita berkenalan dan ada beberapa diskusi untuk acara besok.

Keesokan harinya, acara serah terima hibah sepeda motor dari pihak sponsor PT
Bentoel kepada Kapolda Sulut diteruskan oleh Kapolda Sulut kepada Kapoltabes
Manado berjalan lancar dan sukses. Maka 20 unit sepeda motor yang dijanjikan
Brigjen Pol Bekto Suprapto sebelum dilantik menjadi Kapolda Sulut, kini janji
tersebut dalam hitungan satu minggu sudah terwujud dengan cat warna sepeda
motor dinas. Pak Kapoltabes Manado bersama penulis selalu mengatakan bahwa
inilah “mukjizat itu nyata” seperti sebuah judul lagu rohani.
Pelaksanaan Patroli Rayon awalnya berjalan agak ngawur, di luar perintah dan
rencana yang disusun, walaupun beberapa kali diuji dalam mendatangi TKP
kecepatannya antara 7-12 menit. Evaluasi demi evaluasi dilaksanakan, latihan demi
latihan dilaksanakan, pengawasan dan pengendalian setiap jam kita curahkan.
Setiap anggota yang bertugas memperoleh uang saku Rp. 10.000,-perorang dan
BBM 2 liter perkendaraan per hari, yang kesemuanya dicatat dan dibukukan. Selain
kelengkapan yang disebutkan diatas, setiap kendaraan di berikan sebuah ransel
punggung untuk menyimpan jas hujan; alat tulis; surat perintah; kelengkapan
administrasi lainnya; senter dan Kewajiban bagi mereka untuk membuat laporan
hasil pelaksanaan patroli. Pada suatu hari, karena kesalahan yang sama dan itu-itu
terus, Kapoltabes memerintahkan saya untuk mencopot Kanit Patroli, dan itu
dilakukan pada saat apel serah terima shift patroli. Setelah pencopotan dan
penggantian Kanit Patroli dan pengawasan yang melekat, maka kejutan demi
kejutan; prestasi demi prestasi dapat dibuktikan oleh para anggota unit patroli.
Selain mereka dalam mendatangi TKP ataupun mendatangi masyarakat yang
meminta bantuan dibawah 10 menit; mereka juga berkali-kali menangkap para
penjambret; pencuri; pencuri anjing (dogger); pembawa sajam; pelaku pengrusakan;
pelaku tawuran kampung (tarkam); pelaku perjudian; pelaku pesta miras;
mengamankan unjuk rasa; mengamankan event-event kegiatan masyarakat. Hal ini
diliput oleh wartawan dan muncul di beberapa mass media lokal.

Masyarakat pun banyak yang telepon ke penulis mengucapkan terimakasih dan
apresiasi, ternyata kepada Kapoltabes bahkan Kapolda juga. Oleh karena itu kita
membuat semacam control command center, dimana kita menampung laporan
masyarakat dan meneruskan permintaan masyarakat melalui berbagai media (multi
media) seperti lewat SMS; telepon; Fax dan email. Setiap hari cukup banyak
masyarakat yang melaporkan tentang terjadinya tindak kejahatan di wilayahnya.
Masyarakat mulai tambah dan tumbuhnya kepercayaan yang meningkat kepada
Polisi, khususnya Poltabes Manado. Buktinya tanpa diminta beberapa pengusaha
memberikan tambahan bantuan sepeda motor dan kelengkapan patroli lainnya
(sebagaimana terlampir para donatur). Luar biasanya lagi para Walikota dan Bupati
di daerah lainnya juga tanpa diminta memberikan bantuan kepada para Kapolres
lewat Kapolda, karena menyaksikan keberhasilah patroli rayon Poltabes. Detik-detik
kepindahan penulis dari Poltabes Manado, Penulis pun diperintahkan Kapolda untuk
memamerkan Patroli Rayon Poltabes Manado pada Pameran Inovasi Peningkatan
Pelayanan Masyarakat Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Departemen
Pendayagunaan Aparatur Negara di Parkir Timur Senayan Jakarta. Uniknya lagi dari
seluruh Polda seindonesia hanya Polda Sulut yang menampilkan inovasi pelayanan
patroli, sedangkan Polda lain menampilkan inovasi pelayanan Lalu Lintas yang
mana pembiayaan dan anggarannya dibantu oleh Dispenda dan Jasa Raharja
masing-masing.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:0
posted:7/2/2013
language:
pages:3