Jurnal maternitas by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 5

									                             ANALISA JURNAL


A. Pendahuluan
  Metode kanguru (kangaroo mother care) adalah pemberian ASI secara
  eksklusif sehingga dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan
  anak. Menyusui bayi dengan metode ini dapat dinilai akan merangsang refleks
  menyusui      bayi   menjadi   semakin   berkembang   dengan       baik.   Mulai
  dikembangkan sejak 1978 oleh Neos Edgar Rey dan Hector Martinez peneliti
  pada Instituto Materno Infantil in Santa Fe de Bogota, Kolombia.
  Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa perawatan bayi metode
  kangguru (PBMK) dapat mengatasi permasalahn hipotermia, ketidakstabilan
  frekuensi jantung dan pernapasan pada BBLR. PBMK juga menjamin
  optimalnya peningkatan BB dan pertumbuhan bayi serta perilaku tidur yang
  menguntungkan bayi.
  Sikap dirumuskan sebagai kecenderungan untuk berespon baik secara positif/
  negative terhadap orang, objek atau situasi tertentu. Perilaku adalah sesuatu
  yang kompleks, merupakan resultante dari berbagai macam aspek internal
  maupun eksternal, psikologis maupun fisik. Karena sikap dan perilaku tidak
  dapat diamati secara langsung pengukurannya dilakukan secara tidak
  langsung. Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan
  antara individu kelompok atau perubahan sikap intra individual. Kebanyakan
  berasal dari respon verbal responden.
  Pengetahuan diperoleh dari pengalaman baik pengalaman sendiri maupun
  orang lain.
  Terdapat beberapa penelitian memberi kesimpulan bahwa PBMK memberi
  efek positif terhadap jumlah ASI pada ibu dan BBLR.


B. Bahan dan Cara
  Penelitian ini merupakan survey pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap ibu
  yang melahirkan bayi dengan BBL ≤ 2000 gram. Jumlah sample adalah semua
  ibu yang melahirkan bayi dengan BB  2000 gram, pengisian kuesioner mulai
   1 Januari-31 Maret 2001, pemantauan sampai dengan 28 April 2001 atau 28
   hari setelah pengambilan sample terakhir yang dilakukan di rumah klien. Tiap
   sample dilakukan penyuluhan mengenai PBMK selama 30 menit, dilakukan
   pemutaran video tentang PBMK  30 menit dan diberi baju kangguru dan
   peragaan pelaksanaan PBMK dengan menggunakan baju kangguru dan
   boneka serta Tanya jawab 15-30 menit dan dilakukan setelah 6-12 jam post
   partum untuk partus pervaginam sedangkan untuk SC hari kedua setelah
   mobilisasi. Jika kondisi ibu dan bayi belum memungkinkan kegiatan tersebut
   dapat ditunda hingga 7 hari post partum. Kemudian dilakukan wawancara
   dengan kuesioner dan scoring penilaian, untuk setiap nomor pertanyaan baik
   kelompok pengetahuan, sikap dan perilaku mempunyai nilai 0-5.


C. Hasil dan Diskusi
   Selama periode penelitian terdapat 69 kelahiran hidup dengan BBL  2000
   gram, 32 diantaranya (47%) berakhir dengan kematian neonatal. Dari 33
   responden yang telah diberi penyuluhan tentang PBMK, 9 diantaranya
   dikeluarkan dari penelitian karena kondisi bayi yang mengharuskan bayi
   menetap lebih lama di NICU sehingga tidak memungkinkan untuk
   melaksanakan PBMK. Sampel yang dapat ikut hingga akhir penelitian
   sebanyak 21 orang sementara 3 lainnya terpaksa drop out.
   a. Karakteristik responden menurut data demografi:
    Berdasarkan usia: < 30 tahun 57,1%, usia  30 tahun 42,9 %.
    Berdasarkan agama: Islam 81%, Katolik 4,8%, Protestan 14,2%
    Berdasarkan pendidikan: SLTA/sederajat 57,2%, D3 19%, SD&SLTP
      9,5%, S1 4,8%.
    Berdasarkan pekerjaan: IRT 90,4%, PNS&Wiraswasta 4,8%.
    Berdasarkan tingkat pendapatan keluarga: diatas garis kemiskinan 85,7%,
      dibawah garis kemiskinan 14,3%
    Berdasarkan tempat tinggal keluarga: rumah sendiri 52,4%, rumah
      kontrakan/sewa 28,6%, rumah ortu/mertua 19,0%
    Jumlah kelahiran&persalinan: 1&3 - 28,6%, 2 - 42,8%
 Berdasarkan usia kehamilan: >32-34 minggu 52,4%, >34-38 minggu 33,3
     %,  32 minggu 9,5%, > 38 minggu 4,8%.
 Berdasarkan cara persalinan: pervaginam 42,9%, SC 37,1%
 Berdasarkan BBL bayi: 1750-2000 gr 76,2%, 1501-1750 gr 23,8%.


b. Pengetahuan responden tentang PBMK
Secara umum tk. Pengetahuan responden tergolong cukup (47,6%). Hampir
semua pertanyaan dijawab dengan baik oleh responden.


c. Sikap responden terhadap PBMK
Lebih dari 75% responden bersikap baik terhadap PBMK.


d. Hubungan antara karakteristik responden dengan pengetahuan tt PBMK
Dengan menggunakan uji Fisher’s Exact, semua variable independent yang
diuji menghasilkan nilai p>0,05 (tidak bermakna).


e. Hubungan antara karakteristik responden dengan sikap terhadap PBMK
Terdapat hubungan yang bermakna antara kemauan responden untuk
melaksanakan PBMK selama 28 hari penuh selama > 5 jam sehari dengan
sikap positif mereka secara keseluruhan terhadap PBMK (p<0,01).


f.   Hubungan   antara   karakteristik   responden   dengan   perilaku   yang
berhubungan dengan PBMK
Uji Fisher’s Exact yang dilakukan membuktikan bahwa tidak ada kaitan antara
karakteristik responden dengan perilaku yang berhubungan dengan PBMK.


g. Perubahan berat badan bayi dengan PBMK
Setelah 28 hari diasuh dengan PBMK terjadi kenaikan sebesar 708,57  141,3
gram. Bila dipresentasikan, rata-rata bayi yang diasuh dengan PBMK
mengalami kenaikan berat badan sebanyak 38%.
  h. Hubungan antara kenaikan berat badan bayi dengan kategori perilaku
  responden
  Responden yang memiliki skor perilaku baik tidak berbeda bermakna dengan
  responden dengan skor perilaku kurang dalam hal kenaikan berat badan bayi
  mereka setelah melaksanakan PBMK selama 28 hari penuh (p>0,05). Artinya
  perbedaan berat badan bayi yang terjadi bukan disebabkan oleh berbedanya
  kategori perilaku responden.


  i. Hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku responden tentang
     PBMK
  Pada hubungan pengetahuan dan sikap terdapat korelasi yang sangat kuat
  antara pengetahuan dan sikap responden (r= 0,817). Hubungan pengetahuan
  dengan perilaku juga    mencerminkan sangat kuatnya korelasi (r= 0,879).
  Sedangkan hubungan antara sikap dengan perilaku bermakna korelasi
  responden yang begitu kuat (r= 0,829). Ini berarti jika skor pengetahuan
  responden meningkat maka akan didikuti oleh peningkatan skor sikap dan
  perilakunya begitu juga sebaliknya.


D. Saran
  1. Perlunya melaksanakan PBMK sebgai teknologi sederhana dan tepat guna
     pada semua bayi dengan BBLR.
  2. Model materi penyuluhan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk
     penyebaran informasi mengenai PBMK.
  3. Perlunya menghilangkan anggapan bahwa PBMK dapat mengganggu
     aktivitas dan mendorong ibu-ibu yang bekerja untuk tetap memberikan
     ASI pada saat PBMK meski dengan ibu pengganti.
  4. Perlunya dukungan anggota keluarga lain sebagai ibu pengganti bagi
     BBLR agar mendapatkan menfaat yang optimal dari PBMK.
E. Implikasi keperawatan
         1. Sebagai upaya promotif untuk memberikan informasi pada
            masyarakat khususnya para ibu dengan bayi BBLR maupun
            dengan BBL normal untuk menggunakan metode kangguru
            tersebut untuk meningkatkan berat badan bayi dan hubungan
            emosional antara ibu dan anak.
         2. Memberikan informasi secara tepat tentang keuntungan dan
            kerugian penggunaan metode kangguru.
         3. Merupakan salah satu program sayang ibu dan anak pada asuhan
            keperawatan postnatal untuk ibu dan bayinya.
         4. Sebagai salah satu upaya mengurangi terjadinya kematian neonatal
            pada BBLR.

								
To top