Docstoc

LP waham

Document Sample
LP waham Powered By Docstoc
					        FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
                  PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
                  PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
                            KEPERAWATAN JIWA


                         LAPORAN PENDAHULUAN
                                    WAHAM


1. Masalah Utama :
  Perubahan isi pikir : waham
2. Proses terjadinya masalah
  a. Pengertian
     Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang
     salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar
     belakang budaya klien (1).
     Manifestasi klinik waham yaitu berupa : klien mengungkapkan sesuatu yang
     diyakininya ( tentang agama, kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya ) berulang
     kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan, klien tampak tidak
     mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak (diri, orang lain,
     lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak tepat menilai
     lingkungan / realitas, ekspresi wajah tegang, mudah tersinggung (2).
  b. Penyebab
     Penyebab secara umum dari waham adalah gannguan konsep diri : harga diri
     rendah. Harga diri rendah dimanifestasikan dengan perasaan yang negatif
     terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa
     gagal mencapai keinginan.(3)
  c. Akibat
     Akibat dari waham klien dapat mengalami kerusakan komunikasi verbal yang
     ditandai dengan pikiran tidak realistic, flight of ideas, kehilangan asosiasi,
     pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata yang kurang. Akibat
     yang lain yang ditimbulkannya adalah beresiko mencederai diri, orang lain dan
     lingkungan.


3. a. Pohon masalah

                                                               Resiko tinggi
             Kerusakan                                    mencederai diri, orang
          komunikasi verbal                                lain dan lingkungan




                                  Perubahan isi pikir :
                                       waham




                                  Gangguan konsep diri
                                   : harga diri rendah


   b. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji
     1. Masalah keperawatan :
        a. Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan
        b. Kerusakan komunikasi : verbal
        c. Perubahan isi pikir : waham
        d. Gangguan konsep diri : harga diri rendah.
     2.Data yang perlu dikaji :
        a. Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan
             1). Data subjektif
               Klien memberi kata-kata ancaman, mengatakan benci dan kesal pada
               seseorang, klien suka membentak dan menyerang orang yang
               mengusiknya jika sedang kesal, atau marah, melukai / merusak
               barang-barang dan tidak mampu mengendalikan diri
              2). Data objektif
                 Mata merah, wajah agak merah, nada suara tinggi dank eras, bicara
                 menguasai, ekspresi marah, pandangan tajam, merusak dan melempar
                 barang-barang.
          b. Kerusakan komunikasi : verbal
              1). Data subjektif
                klien mengungkapkan sesuatu yang tidak realistik
              2). Data objektif
                 Flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang
                 didengar dan kontak mata kurang
          c. Perubahan isi piker : waham ( ………….)
              1). Data subjektif :
                Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama,
                kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara
                berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
             2). Data objektif :
                Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan,
                merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat
                waspada, tidak tepat menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah
                klien tegang, mudah tersinggung
d. Gangguan harga diri rendah
           1). Data subjektif
                     Klien mengatakan saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-
                apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu
                terhadap diri sendiri
            2). Data objektif
                     klien terlihat lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih
                alternative tindakan, ingin mencedaerai diri/ ingin mengakhiri hidup
4. Diagnosa Keperawatan
  a. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan waham
  b. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham
  c. Perubahan isi     pikir : waham(……………..)berhubungan dengan harga diri
    rendah.

5. Rencana Keperawatan
  Diagnosa 1
  Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan waham
  a. Tujuan umum : Klien tidak terjadi kerusakan komunikasi verbal
  b. Tujuan khusus :
    1.   Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
         Rasional : hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran
                       hubungan interaksinya
         Tindakan :
         1.1. Bina hubungan. saling percaya: salam terapeutik, perkenalkan diri,
               jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat
               kontrak yang jelas topik, waktu, tempat).
         1.2. Jangan membantah dan mendukung waham klien: katakan perawat
               menerima keyakinan klien "saya menerima keyakinan anda" disertai
               ekspresi menerima, katakan perawat tidak mendukung disertai
               ekspresi ragu dan empati, tidak membicarakan isi waham klien.
         1.3. Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi: katakan
               perawat akan menemani klien dan klien berada di tempat yang aman,
               gunakan keterbukaan dan kejujuran jangan tinggalkan klien sendirian.
         1.4. Observasi apakah wahamnya mengganggu aktivitas harian dan
               perawatan diri
2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
   Rasional : dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien, maka akan
                memudahkan perawat untuk mengarahkan kegiatan yang
                bermanfaat bagi klien dari pada hanya memikirkannya
   Tindakan :
    2.1. Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
    2.2. Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu
         dan saat ini yang realistis.
    2.3. Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk
         melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari - hari dan
         perawatan diri).
    2.4. Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai
         kebutuhan waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien
         sangat penting.


3. Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
   Rasional : dengan mengetahui kebutuhan klien yang belum terpenuhi
              perawat dapat merencanakan untuk memenuhinya dan lebih
              memperhatikan kebutuhan kien tersebut sehungga klien merasa
              nyaman dan aman
   Tindakan :
    3.1. Observasi kebutuhan klien sehari-hari.
    3.2. Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di
         rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah).
    3.3. Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
    3.4. Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan
         memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
    3.5. Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan
         wahamnya.
4. Klien dapat berhubungan dengan realitas
  Rasional : menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa realita itu
               lebih benar dari pada apa yang dipikirkan klien sehingga klien
               dapat menghilangkan waham yang ada
  Tindakan :
    4.1. Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat
        dan waktu).
    4.2. Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.
    4.3. Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien


5. Klien dapat menggunakan obat dengan benar
  Rasional : Penggunaan obat yang secara teratur dan benar akan
                   mempengaruhi proses penyembuhan dan memberikan efek
                   dan efek samping obat
  Tindakan :
    5.1. Diskusikan dengan kiten tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan
        efek    samping minum obat.
    5.2. Bantu klien menggunakan obat dengan priinsip 5 benar (nama pasien,
        obat,    dosis, cara dan waktu).
    5.3. Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang
        dirasakan.
    5.4. Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.
6. Klien dapat dukungan dari keluarga
  Rasional : dukungan dan perhatian keluarga dalam merawat klien akan
                mambentu proses penyembuhan klien
  Tindakan :
    6.1. Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang:
        gejala waham, cara merawat klien, lingkungan keluarga dan follow
        up obat.
    6.2. Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga
                           DAFTAR PUSTAKA


1. Aziz R, dkk. Pedoman asuhan keperawatan jiwa. Semarang: RSJD Dr. Amino
   Gondoutomo. 2003
2. Keliat Budi A. Proses keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Jakarta: EGC. 1999
3. Tim Direktorat Keswa. Standart asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1.
   Bandung: RSJP.2000
4. Townsend M.C. Diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri; pedoman
   untuk pembuatan rencana keperawatan. Jakarta: EGC. 1998
5. …………..Pelatihan asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa. Semarang.
   20 – 22 Novembr 2004. unpublished




                                            Semarang, 23 Mei 2005
        Pembimbing                                   Mahasiswa




     Rohani Aziz, SK.p                         Sugiharti Kumala Dwi PW
                                                     G6B 205 038
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
KEPERAWATAN JIWA


                    ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
               WAHAM KEBESARAN PADA KLIEN Sdr. SW
      DI R.X RSJ DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

I.   IDENTITAS PASIEN
       Inisial              : Sdr. SW
       Umur                 : 29 Tahun
       Alamat               : Pati
       Pendidikan           : SMA
       Tanggal pengkajian   : 18 Mei 2005


II. ALASAN MASUK
       Klien dibawa ke rumah sakit karena bicara kacau, mengamuk dengan cara
       melempar barang-barang, mengancam keluarganya.
       Masalah : resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan


III. FAKTOR PREDISPOSISI
       Klien pernah dirawat di rumah sakit, ini adalah untuk yang 3x. Selama proses
       penyembuhan di rumah, tidak ada yang mengontrol pengobatannya. Klien
       minum obat sendiri, karena oleh keluarga dianggap sudah sembuh.
       Dalam keluarga secara genogram tidak ada yang menderita gangguan jiwa
       seperti pasien. Setelah lulus sekolah SMA pasien menjadi melanjutkan ke
       UNTAG tetapi hanya 1 semester saja, kemudian mencoba mencari pekerjaan
       tidak dapat-dapat. Pernah bekerja menjadi juru karcis pada salah satu stadion
       tapi terus keluar.
      Dalam keluarga klien mengatakan benci terhadap kakaknya G karena merasa
      cemburu bila klien berbicara dengan istri kakaknya.
      Masalah :
           Tidak efektifnya penatalaksanaan regimen terapeutik dan Koping, keluarga
            inefektif ; ketidakmampuan
           Harga diri rendah


IV. FISIK
      Tanda-tanda vital         : T : 120 / 70 mmHg           RR      : 18 x/ menit
                                 N : 78 x / menit             S      : 37 o C
                                 BB :49 Kg                    TB     : 153 cm
      PEMERIKSAAN FISIK :
      Kepala          : rambut hitam, kotor tetapi tidak ada ketombe, kering
      Mata            : ada serumen di sudut mata, konjungtiva tidak anemis, sclera
                      putih
      Telinga         : bersih, tidak mengalami penurunan pendengaran
      Hidung          : bersih, tidak ada masalah dengan peghiduan
      Mulut dan gigi: gigi kekuningan, tanggal 5 gigi klien mengatakan tetap gososk
                        gigi sehari 2 kali pagi dan sore
      Dada            : retraksi dada kuat, simetris, tidak ada keluhan nyeri dada
      Abdomen         : tidak ditemukan asites, ataupun adanya massa
      Ekstremitas Atas & bawah        : kulit kering, bersisik, kuku tangan dan kaki bersih
      Tangan kanan bertato : “Nabi Mohammad”, tangan kiri : “Donya Kiamat”
      Keluhan fisik yang dirasakan pasien adalah badan lemas dan kadang pusing.
V. PSIKOSOSIAL
    6. Genogram




                                                              28




    Keterangan :
                   : Klien                      : laki-laki
                   : Meninggal                  : wanita
                   : Tinggal Serumah


    Komunikasi dalam keluarga tidak mengalami hambatan. Klien tinggal satu
    rumah dengan ibu kandungnya, ayah sudah meninggal. Hambatan dalam
    komunikasi keluarga hanya pada hubungan dengan kakak kandung no 1 (Mas
    G), dimana klien merasa komunikasinya kurang harmonis karena klien selalu
    merasa dimarah oleh sang kakak, sang kakak merasa cemburu jika Sdr. SW
    datang kerumahnya dan menemui istrinya.


    7. Konsep diri
        a. Citra tubuh
           Kien mengatakan bahwa keseluruhan bagian tubuhnya dari kepala
           sampai dengan kaki disenangi. Tidak ada yang tidak disenangi.
        b. Ideal diri
           Saat ini yang menjadi keinginan pasien bisa sembuh trus di jemput
           pulang dan bisa bekerja, lalu bisa menikah dan punya anak. Pasien
           sebelum masuk RSJ tidak mempunyai pekerjaan, di rumah hanya
           duduk-duduk saja..
   c. Peran
      Tugas klien sebelum sakit, selama dirumah tidak banyak, biasanya
      memberi makan ayam dan burung, menyapu dll jarang dilakukan. Klien
      senang dengan peran yang diterima di rumahnya. Di masyarakat, klien
      tidak pernah menjadi pengurus Karang taruna, tetapi aktif ikut dengan
      teman-teman pemuda kalau ada acara olah raga : sepakbola.
   d. Identitas diri
      Sebelum dirawat di RSJ, klien tidak bekerja, hanya duduk-duduk saja,
      merasa terganggu dengan predikat pengangguran.Di rumah klien senang
      bisa berkumpul bersama dengan teman-teman karang taruna Yang
      dikeluhkan klien saat ini adalah merasa tidak enak sama tetangga, dicap
      sebagai laki-laki pengangguran
   e. Harga diri
      Pasien merasa kalau dirinya menjadi anak yang baik, teman-teman main
      juga banyak. Tetapi karena belum bekerja dan cuma dirumah saja sang
      kakak sering marah-marah sering marah pada klien. Disamping itu sang
      kakak melarang klien kerumahnya apalagi disaat sang kakak tidak di
      rumah. Klien mengatakan sang kakak merasa cemburu kalau klien ke
      rumah dan menemui istrinya. Padahal klien Cuma ingin menonton TV
      saja, dan ketemu dengan keponakan. Klien juga mengatakan dia masuk
      rumah sakit ini juga karena dianggap sakit oleh sang kakak jadi
      dimasukkan ke RSJ
      Masalah keperawatan : Gangguan konsep diri : harga diri rendah


3. Hubungan Sosial
   Pasien mengatakan kalau dirinya senang dengan kumpul-kumpul bersama
   karang taruna tetapi hanya sebatas bermain sepakbola, teman-teman dan
   lingkungan masih mau menerima dia.
    4. Spiritual
        Agama pasien adalah Islam tetapi klien tidak menjalankan sholat. Alasan
        karena Tuhan sudah datang dan membisikkan padanya bahwa dia adalah
        Nabi Muhammad. Jadi tidak sholat Tuhan tidak bakalan marah.
        Masalah :
           Halusinasi dengar
           Waham keagamaan


VI. STATUS MENTAL
    1. Aktivitas motorik
        Tidak menunjukan adanya gelisah ataupun lesu.
    2. Interaksi selama wawancara
        Selama proses wawancara klien kooperatif, kontak mata baik dengan
        perawat dan pasien lain. Tidak bermusuhan. Tetapi kadang cenderung
        defensive   dalam      hal   wahamnya   karena   klien   selalu   berusaha
        mempertahankan pendapat dan kebenaran bahwa dirinya adalah Nabi
        Muhammad.
    3. Memori
        Klien masih mampu mengingat memori baik jangka panjang dan memori
        jangka pendeknya dengan baik.
    4. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
        Klien mampu berkonsentrasi dengan baik ketika menjawab pertanyaan dari
        perawat dan mampu melalakukan penghitungan angka-angka dengan baik.
    5. Kemampuan Penilaian
        Klien tidak mengalami gangguan penilaian baik yang ringan ataupun yang
        bermakna. Klien mampu mengambil keputusan yang sederhana tanpa harus
        di bantu orang lain.
    6. Persepsi
        Klien dahulu selama di rumah sering mendengar suara-suara yang asalnya
        dari Tuhan yang mengatakan dialah sang wahyu sang Nabi Muhammad itu.
         Klien juga mengatakan pernah Tuhan datang menemui dirinya. Orang lain
         tidak akan mampu melihat Tuhan.
         Masalah : halusinasi dengar dan lihat
     7. Alam perasaan
         Pasien tidak merasa sedih ataupun, putus asa. Klien hanya merasa kenapa
         keluarganya belum datang ke Rumah Sakit untuk menjemputnya. Padahal
         klien merasa tidak sakit.
     8. Proses Pikir
         Dalam wawancara klien tidak mengalami gangguan dalam pembicaraan,
         tidak berbelit-belit dan sampai pada tujuan.
     9. Isi pikir
         Klien menganggap dirinya Nadi Muhamad. Klien mengatakan sering dahulu
         mendengar suara dan bertemu dengan Tuhan dan Tuhan mengatakan bahwa
         dia adalah Nabi Muhammad itu. Kuburan Nabi Muhammad di Mekkah itu
         bohong..
         Masalah keperawatan : Proses pikir, perubahan: waham keagamaan
     10. Tingkat kesadaran
         Pasien terlihat biasa saja, tidak menunjukkan adanya bingung dll. Klien
         masih mampu berorientasi terhadap waktu tempat, tanggal dl, klien hanya
         menunggu tidak sabar kenapa saudaranya belum datang menjemputnya.
     11. Daya tilik diri
         Pasien mengingkari penyakit yang diderita dan merasa tidak sakit. Klien
         mengatakan kalau Tuhan datang dan membisikkan padanya bahwa dia
         adalah Nabi Muhammad kenapa di bilang sakit oleh kakaknya dan
         keluarganya.


VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
   1.    Kemampuan klien memenuhi kebutuhan
         Klien makan sehari 3 kali dengan menu yang disediakan di RSJ. Mengganti
         pakaian kalau ada instruksi untuk mengganti.
2.   Kehidupan sehari-hari
     Klien mampu melakukan BAB dan BAK sendiri. Klien juga mampu
     membersihkan diri setelah BAB atau BAK, mampu mengganti pakaian
     sendiri tetapi menunggu ada kata “ganti baju Pak T”, Klien bisa mandi
     sendiri sehari 2X, tetapi jarang gosok gigi. Klien mampu mengenakan
     pakaian sendiri, dalam berpakaian sesuai dengan yang harus dipakai. Klien
     mampu merapikan diri dengan menyisir rambut tetapi klien jarang mencuci
     rambut memakai sampo.
3.   Nutrisi
     Klien makan sehari 3 kali dengan menu yang disediakan di RSJ dan selalu
     dihabiskan. Klien suka dengan minuman susu. Berat badan stabil, kadang
     naik kadang turun tetapi tidak terlalu berlebihan. BB sekarang 49 kg
4.   Istirahat dan tidur
     Klien bisa tidur, dalam sehari tidur 5-6 jam, siang hari klien bisa tidur
     walaupun tidak sering. Persiapan klien sebelum tidak ada biasanya ngantuk
     langsung ke tempat tidur, melamun sebentar dan tidur kemudian. Sedangkan
     aktivitas setelah bangun tidur adalah klien pergi ke kamar mandi untuk
     mencuci muka.
5.   Penggunaan Obat
     Klien selama di RSJ diberi obat sehari 2 x yaitu bersamaan makan pagi dan
     makan malam. Reaksi obat yang dirasakan tidak ada
6.   Pemeliharaan Kesehatan
     Dari keluarga tidak mendapatkan informasi. Klien mengatakan biasanya
     kalau yang membawa kontrol adalah ibunya (merupakan sistem pendukung
     klien yang paling dekat) Jika ada keluhan biasanya ibunya juga membawa ke
     puskesmas terdekat.
7.   Kegiatan didalam rumah
     Klien menyatakan nanti kalau sampai dirumah akan membantu ibunya untuk
     bekerja seperti menyapu rumah, mencuci baju Klien juga berjanji akan
     selalu membicarakan permasalahan dengan keluarga.
     8.   Kegiatan diluar rumah
          Hanya kegiatan bermain sepakbola dengan karang taruna yang biasa diikuti
          klien /masyarakat.


VIII. MEKANISME KOPING
     Sebelum masuk RSJ kien jika marah maka dia akan mengamuk dengan cara
     melempar barang-barang. Tetapi setelah di RSJ mengamuk itu sudah tidak
     dirasakan lagi.
     Masalah : resti mencederai diri, orang ain dan lingkungan


IX. MASALAH PSIKOSOSIAL
     Pasien mempunyai merasa tidak mempunyai masalah dengan keluarganya
     termasuk dengan lingkungan masyarakat sekitar didaerahnya. Tetapi ketika
     dengan Kakaknya G, klien merasa dibohongi dan sering dimarah-marah.


X.   PENGETAHUAN
     Pasien mengatakan pernah sekolah selesai SMU di UNTAG fakultas hokum tetapi
     hanya sampai semester 1 saja. Klien merasa bahwa selama sekolah tidak pernah
     juara dan tidak bodo-bodo amat.


XI. ASPEK MEDIK
       Diagnosa medik: Skizofrenia Paranoid
       Terapi medik : (dari tanggal 7 Mei 2005 s/d 21 Mei 2005)
                         Chlorpromazine       2 X 100 mg
                         Trihexylphenidil 2 X 2 mgHaloperidol        2 X 5 mg
       7 Mei 2005        Injeksi Diasepam 1 ampul
       Pemeriksaan lab         : tgl 9 Meil 2005
  WbC                   : 6.8 K/ ul            Glukosa Sewaktu     : 99 mg / 100 ml
  Lym                   : 21 %/L               Urea                : 32,1mg / 100 ml
  RBC                   : 5.62  / ul          Creatinin           : 1.88 mg / 100 ml
  LED 1 jam             : 4 mm / jam           Cholesterol         : 165 mg / 100 ml
  LED 2 jam             : 8 mm / jam           Trigliserid         : 196 mg / 100 ml
  Protein Total         : 6,70 mg/ 100 ml SGOT                     : 16 Unit / L
  HB                    17.4 gr/dl             SGPT                : 13 Unit / L
  Hct                   51,1 g%                Uric acid           3,.8520 mg
  MCV                   30,8 fl                MCHC                33,99/dl
  MCH                   29.2 pg                MCHC                33.2 g/dl


XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
        a. Resiko menciderai diri sendiri, orang lain dan lingkungan
        b. Gangguan konsep diri : harga diri rendah
        c. Halusinasi : dengar dan visual
        d. Proses pikir, perubahan : waham keagamaan


XIII. POHON MASALAH


        Halusinasi            Resiko mencederai diri, orang lain
                                       dan lingkungan



   Tidak efektifnya                   Gangguan proses pikir :
   penatalaksanaan                      waham keagamaan
  regiment terapeutik


                           Gangguan konsep diri : harga diri rendah


                           Tidak efektifnya koping keluarga
               Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
XIV. ANALISA DATA
         DATA                                              MASALAH
    NO
    1    S:
          Klien dibawa ke rumah sakit karena mengamuk, Resiko
              bicara kacau dengan cara melempar barang- mencederai            diri,
              barang dan mengancam keluarganya             orang       lain   dan
          Merasa dibohongi oleh kakaknya dan seingnya lingkungan
              marah
          Dicurigai oleh kakaknya karena merasa cemburu

         O:-
    2    S:
          Klien mengatakan: Tuhan sudah datang        dan Gangguan proses
              membisikkan padanya bahwa dia adalah Nabi pikir      :      waham
              Muhammad SAW.                                keagamaan
          Klien mengatakan bertemu dengan Tuhan dan
              dialah Sang Nabi Muhammad
          Aku ini Nabi Muhammad
         O:
          Tangan kanannya bertato: “Nabi Muhammad”
          Tangan kanan bertato: “Donya kiamat”
    3    S:                                                Halusinasi dengar
          Selama dirumah sering mendengar suara yang dan lihat
              asalnya dari Tuhan, yang mengatakan bahwa
              dialah sang wahyu sang Nabi Muhammad
          Klien mengatakan Tuhan datang dan menemui
              dirinya
          Orang lain tidak akan mampu melihat Tuhan
         O:
     Tangan kanannya bertato: “Nabi Muhammad”
     Tangan kanan bertato: “Donya kiamat”
     Selalu berusaha mempertahankan pendapatnya
         bahwa dialah Nabi Muhammad
4   S:                                                  Harga diri rendah
     Klien mencoba mencari pekerjaan tetapi tidak
      dapat-dapat
     Klien selalu merasa dimarah oleh kakanya karena
      kakaknya merasa cemburu
     Tidak bekerja, di rumah hanya duduk-duduk saja
     Tidak enak sama tetangga dan dicap sebagai
      pengangguran
     Dianggap sakit gila oleh kakaknya sehingga di
      bawa ke RSJ
    O:
     Klien kooperatif, kontak mata baik,
     Waktu memberi penjelasan jelas
5   S:
     Klien pernah di rawat di RSJ Amino Gondoutomo Tidak       efektifnya
      sebanyak 3 kali                                   penatalaksanaan
     Selama proses penyembuhan, tidak ada yang regiment
      mengontrol pengobatnnya                           terapeutik
     Klien minum obat sendiri karena dianggap
      keluarga sudah sembuh
    O:
     Klien kooperatif, kontak mata baik,
     Waktu memberi penjelasan jelas
XV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
   1.   Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan b.d waham keagamaan
   2.   Gangguan proses pikir : waham keagamaan b.d harga diri rendah
   3.   Gangguan proses pikir : waham keagamaan b.d tidak efektifnya
        penatalaksanaan regiment terapeutik

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: waham
Stats:
views:0
posted:6/15/2013
language:Unknown
pages:19