Docstoc

BAB I

Document Sample
BAB I Powered By Docstoc
					                                                                                  1




                                      BAB I


                              PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah

    Guru merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi siswa. Guru berperan

dalam membentuk karakter pribadi siswa menurut ukuran normatif. Menyadari hal di

atas, peran sekolah sangat menentukan dalam membina karakter siswa dan siswinya,

karena dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus

bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri hidup bermasyarakat,

berbangsa, dan bernegara.


    Sementara itu, guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru memiliki peran, yaitu sebagai pengajar

dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran

kedalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing

dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif

mandiri, dan inovatif.Djamarah dalam Veithzal Rivai dan Syviana Murni ( 2009 :

850 ), berpendapat bahwa baik mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan

tanggung jawab guru sebagai tenaga pofesional. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari

seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki

kompetensi profesional yang tinggi serta memiliki karakter yang baik sehingga dalam
                                                                                   2




menjalankan tugas sebagai pendidik dapat diikuti oleh peserta didik baik perkataanya

maupun perbuatannya.


   Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar, untuk itu

pendidikan disuatu sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki oleh

seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Menurut Aqib dalam Veithzal Rivai dan

Syviana Murni ( 2009 : 856 )        guru adalah faktor penentu bagi keberhasilan

pendidikan di sekolah, karena guru merupakan sentral serta sumber kegiatan belajar

mengajar. Selain itu guru merupakan komponen yang berpengaruh dalam

peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan

atau kompetensi profesional dari seorang guru sangat menentukan mutu pendidikan.


   Pada dasarnya tingkat kompetensi profesional guru dipengaruhi oleh faktor dari

dalam guru itu sendiri, yaitu bagaimana guru bersikap terhadap pekerjaan yang

diembang. Sedangkan faktor luar yang diduga berpengaruh terhadap kompetensi

profesional seorang guru.Sementara itu, sikap guru terhadap pekerjaan merupakan

keyakinan seorang guru mengenai pekerjaan yang diembannya, yang disertai dengan

adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar terhadap guru tersebut untuk

membuat respon atau berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan pilihannya.

Sikap guru terhadap pekerjaan mempengaruhi tindakan guru tersebut dalam

menjalankan aktivitas kerjanya. Bilamana seorang guru memiliki sikap positif

terhadap pekerjaannya, sudah tentu guru akan menjalankan fungsi dan kedudukannya

sebagai tenaga pengajar dan pendidik di sekolah dengan penuh rasa tanggung jawab.
                                                                                    3




Demikian pula sebaliknya seorang guru yang memiliki sikap negatif terhadap

pekerjaannya, pastilah dia hanya menjalankan fungsi dan kedudukannya sebatas

rutinitas belaka. Untuk itu perlu ditanamkan sikap yang positif guru terhadap

pekerjaan, mengingat peran guru dalam lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah

sangat penting.


   Guru yang memiliki sikap positif dalam pekerjaan, sudah tentu akan

menampilkan persepsi dan kepuasan yang         baik terhadap pekerjaannya maupun

motivasi pekerja yang tinggi, yang pada akhirnya akan mencerminkan seorang guru

yang mampu bekerja secara professional dan memiliki profesionalitas yang tinggi.


   Sikap positif maupun negatif seorang guru terhadap pekerjaan tergantung dari

guru bersangkutan maupun kondisi lingkungan.Sikap yang ada pada diri seseorang

dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu faktor fisiologi dan psikologis, serta faktor

ekternal, yaitu situasi yang dihadapi individu, normal-normaldan berbagai hambatan

maupun yang ada dalam lingkungan masyarakat.


   Sekolah sebagai organisasi didalamnya terhimpun unsur-unsur yang masing-

masing baik secara perseorangan maupun kelompok melalukan hubungan kerjasama

untuk mencapai tujuan. Unsur-unsur yang dimaksud, tidak lain adalah sumber daya

manusia yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru-guru, staf, peserta didik atau siswa,

dan orang tua siswatanpa mengesampingkan peran dari unsur-unsur lain dari
                                                                                 4




organisasi sekolah, pimpinan sekolah dan guru merupakan personel intern yang

sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah.


   Guru merupakan pemegang tombak berlangsungnya kegiatan pembelajaran,

sehingga memiliki peran dan fungsi penting sebagai sumber belajar dan bahkan

mendominasi proses transformasi nilai ilmu pengetahuan dan lain-lainnya kepada

peserta didik. Dugaan yang ada kemampuan guru akan menghasilkan pembentukan

karakter peserta didiknya. Namun mungkin saja penguasaan guru terhadap bahan ajar

atau materi pelajaran yang diberikan sudah cukup memadai, tetapi karena

ketidakmampuan mengemasnya dalam pembelajaran, miskin, kreatif, monoton,

membosankan, kurang menarik, dan lain-lain sebagainya, akhirnya berujung dengan

pencapaian hasil pendidikan yang kurang memadai. Sekolah Sekolah Dasar Islam

terpadu Wihdatul Ummah Makassar adalah sekolah yang memiliki ciri khas tersendiri

beda dengan sekolah pada umumnya karena memiliki mata pelajaran muatan lokal

mengaji dan memiliki guru mengaji khusus seimbang dengan jumlah siswa.Dalam

proses pembelajaran, peranan guru mengaji dalam mendidik dan membentuk karakter

siswasangat dirasakan manfaatnya oleh siswa, orang tua siswa, masyarakat, serta

lingkungan sekolah.


   Siswa-siswi SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Makassar memiliki karaktek

tertentu hal ini menurut pangamatan penulis dari karakter siswa seperti membaca Al-

Qur’an, sholat berjamah di masjid, sering memberi salam kepada siapapun setiap

bertemu, saling menghargai sesama teman, suka menolong orang lain, sopan santun
                                                                                  5




dan akhlak mulia yang lainnya, hal ini muncul        dengan kesadaran sendiri dan

menjadi kebiasaan para siswa dilingkungan sekolah maupun di rumah masing-

masing.


   Bertitik tolak dari uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang

pengaruh kreativitas guru mengaji terhadap pembentukan karakter siswa SD Islam

Terpadu Wihdatul Ummah Makassar.


B. Rumusan Masalah

   Ada beberapa hal yang akan dikaji dalam penelitian ini, terutama berkaitan

dengan bagaimana peran guru mengaji dalam pembentukan karakter siswa. Untuk itu

masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut :


   1. Apakah ada pengaruh kreativitas guru mengaji dalam pembentukan karakter

       siswa di SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Makassar ?

   2. Bagaimana bentuk kreativitas guru mengaji dalam pembentukan karakter

       siswa



C. Tujuan penelitian

   a. Menjelaskan bentuk kreativitas guru mengaji dalam pembentukan karakter

       siswa di SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah Makassar.
                                                                                   6




   b. Mengetahui dan menganalisis pengaruh kreativitas guru mengaji terhadap

       pembentukan karakter siswa di SD Islam Terpadu Wihdatul Ummah

       Makassar.



D. Manfaat Penelitian

   Manfaat penelitian ini meliputi 2 (dua) hal yaitu :

   a. Manfaat Ilmiah

       Secara ilmiah, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi bagi

pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam rangka menemukan berbagai

bukti empiris tentang faktor pembentuk karakter siswa di sekolah dan hasil penelitian

ini diharapkan dapat menambah khazanah kreativitas guru mengaji dalam

pembentukan karakter siswa , serta sebagai bahan literatur dalam kajian-kajian di

bidang pendidikan Islam, khususnya kreativitas guru mengaji dalam pembentukan

karakter siswa yang tujuannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan umat Islam,

bangsa, dan Negara.

   b. Manfaat Praktis

       Penelitian ini secara praktis diharapkan dapat memberikan informasi yang

kompirmatif bagi semua pihak pengelola maupun pemerhati pendidikan , untuk

dijadikan bahan pertimbangan, perbandingan, serta konsep formal yang dijadikan

sebagai acuan dalam pengembangan lembaga pendidikan islam agar dapat lebih

prosfektif dan diminati oleh masyarakat, Dan diharapkan penelitian ini menjadi

masukan bagi pihak sekolah khususnya guru dan kepala sekolah dalam proses
                                                                              7




pembentukan karakter siswa yang berakhlaq mulia Sehingga eksistensi kreatifitas

guru mengaji dapat memberi peran yang lebih artikulatif dalam pendidikan umat di

Indonesia, khususnya umat Islam di Kota Makassar.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:6/14/2013
language:Unknown
pages:7