Docstoc

XII _Pertemuan 3_

Document Sample
XII _Pertemuan 3_ Powered By Docstoc
					                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah                 : SMAN 1 Godean
Mata Pelajaran               : Geografi
Kelas/Semester               : XII (dua belas)/1 (satu)
Standar Kompetensi           : 1.   Mempraktikkan ketrampilan dasar peta dan pemetaan
Kompetensi Dasar             : 1.1. Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar peta dan pemetaan
Alokasi Waktu                : 2 x 45 Menit




A. Indikator
  1. Kognitif
     a. Produk
        1) Menjelaskan pengertian proyeksi peta
        2) Menyebutkan jenis-jenis proyeksi peta


     b. Proses
        1) Menguraikan pengertian proyeksi peta
        2) Menerangkan jenis-jenis proyeksi peta


  2. Afektif
     a. Karakter yang diharapkan dari peserta didik :
        1) Ingin tahu                         4) Jujur
        2) Kerja keras                        5) Logis
        3) Mandiri                            6) Bertanggung jawab


     b. Keterampilan social yang diharapkan dari peserta didik :
        1) Kerja keras                        4) Inovatif
        2) Aktif bertanya                     5) Kerja sama
        3) Saling menghargai


  3. Psikomotor
     a. Peserta didik dapat membuat gambar jenis-jenis proyeksi peta
B. Tujuan Pembelajaran
  1. Kognitif
     a. Dengan menggunakan berbagai sumber dan media pembelajaran peserta didik dapat
       menguraikan pengertian proyeksi peta
     b. Dengan menggunakan berbagai sumber dan media pembelajaran peserta didik dapat
       menerangkan jenis-jenis proyeksi peta
     c. Dengan menggunakan berbagai sumber dan media pembelajaran peserta didik dapat
       membuat jenis-jenis proyeksi peta


  2. Afektif
     a. Perilaku Berkarekter
       Terlibat dalam proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa
       diberikan kesempatan melakukan penilaian terhadap kesadaran dalam menunjukan
       kerakter :
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar mampu hidup
          mandiri, tidak bergantung pada orang lain.
        Selama proses pembelajaran berlangsung, dapat ditumbuhkan rasa ingin tahu
          peserta didik melalui pengamatan yang dilakukan.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar bersikaf jujur
          baik pada diri sendiri maupun orang lain.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu kreatif
          dalam kehidupan sehari-hari.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih kemampuan
          berpikir logis
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu dapat
          dipercaya, tidak pernah curang dan tidak pernah mengambil keuntungan dari
          orang lain.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu
          bertanggung jawab.
       b. Keterampilan Sosial
          Terlibat dalam proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa
          diberikan kesempatan agar mampu menunjukkan keterampilan social sebagai berikut
           Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik mengajukan pertanyaan
           Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik selalu aktif memberikan
             idea tau pendapat
           Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat belajar menghargai
             hak orang lain.
           Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat menjadi pendengar
             yang baik.
           Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat melakukan
             kerjasama dengan baik.


  3. Psikomotor
       a. Peserta didik dapat membuat jenis-jenis proyeksi peta


C. Materi Pembelajaran
  Proyeksi peta

         Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik
  di Bumi dan di peta. Secara sederhana proyeksi peta dapat diartikan sebagai cara
  pemindahan garis paralel dan meridian dari globe (bidang lengkung) ke bidang datar. Ini
  artinya proyeksi merupakan suatu system yang memberikan hubungan antara posisi titik-
  titik di Bumi dan di peta. Permasalahan utama dalam proyeksi peta adalah penyajian
  bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar. Bidang lengkung tidak dapat
  dibentangkan menjadi bidang datar tanpa mengalami perubahan (distorsi). Padahal di sisi
  lain peta bisa disebut ideal jika bisa menggambarkan luas, bentuk, arah, dan jarak dengan
  benar. Keempat persyaratan peta yang ideal sulit untuk dipenuhi. Upaya yang bisa
  dilakukan dengan mengurangi risiko kesalahan sekecil mungkin dengan memenuhi satu
  atau lebih persyaratan tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah
  berikut.
  1.     Wilayah yang akan dipetakan dibagi menjadi bagian-bagian yang tidak begitu luas.
2.   Memilih bidang proyeksi yang sesuai dengan posisi wilayah yang dipetakan, misalnya
     bidang datar, bidang kerucut, dan bidang silinder. Nah, dalam memilih macam
     proyeksi, hal-hal yang dipertimbangkan, yaitu:
     a. Bentuk, letak, dan luas daerah yang dipetakan.
     b. Ciri-ciri   tertentu   atau   ciri-ciri   asli   yang   akan   dipertahankan,   seperti
         mempertahankan bentuk (conform), luas (equivalent), dan jarak (equidistant).
         Oleh karena sulit untuk memenuhi ketiga syarat sekaligus, maka dipilih syarat
         yang bisa terpenuhi dengan pemilihan proyeksi peta. Karena itu pulalah terdapat
         beragam tipe proyeksi peta dengan kelebihan dan kekurangan, sesuai dengan
         tujuan peta dan bagian muka Bumi yang digunakan.

Secara umum, proyeksi peta dapat digolongkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan
instrinsik.
 1. Pertimbangan Ekstrinsik
     a. Bidang Proyeksi
         Ditinjau dari macam bidang proyeksi yang digunakan, system proyeksi peta dapat
         dibedakan menjadi:
         1) sistem proyeksi azimuthal (azimuthalzenithal projection);
              Bidang proyeksi ini berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub,
              ekuator atau di sembarang tempat. Oleh karena itu, proyeksi ini dibedakan
              menjadi:
              a) Proyeksi azimuth normal, di mana bidang proyeksinya bersinggungan
                 dengan kutub.
              b) Proyeksi azimuth transversal, bidang proyeksinya tegak lurus dengan
                 ekuator.
              c) Proyeksi azimuth oblique, bidang proyeksinya menyinggung salah satu
                 tempat antara kutub dan ekuator.

                 Sebelum menggunakan proyeksi ini kamu harus memahami benar cirinya,
              yaitu garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub, garis
              lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang mengelilingi kutub, sudut
              yang dibentuk antara garis bujur sama besarnya pada peta, dan seluruh
              permukaan Bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk
              lingkaran.
   Gambar contoh proyeksi azimuth
       Gambar tersebut merupakan proyeksi azimuth normal yang dianggap sebagai
   proyeksi yang cocok untuk memetakan daerah kutub.


2) sistem proyeksi kerucut (conical projection);
   Proyeksi ini memiliki parallel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari.
   Baris parallel berupa garis lingkaran, sedangkan garis bujur berupa jari-jari.
   Proyeksi ini paling tepat digunakan untuk memetakan daerah lintang 45° atau
   lintang tengah.




   Gambar contoh proyeksi kerucut


   Secara garis besar, proyeksi kerucut dibedakan menjadi tiga, yaitu:
   a) Proyeksi Kerucut Normal atau Standar
               Proyeksi ini menggunakan kerucut dengan garis singgung dengan bola
       Bumi terletak pada suatu paralel (paralel standar).
   b) Proyeksi Kerucut Transversal
        Pada proyeksi ini sumbu kerucut berada tegak lurus terhadap sumbu Bumi.
   c) Proyeksi Kerucut Oblique (Miring)
       Pada proyeksi ini sumbu kerucut membentuk garis miring terhadap sumbu
       Bumi.




3) sistem proyeksi silinder (mercator projection).
   Proyeksi silinder (tabung) adalah proyeksi peta yang diperoleh dengan cara
   memproyeksikan permukaan globe pada silinder. Pada proyeksi silinder, semua
   garis bujur tampak sejajar dan tidak bersatu di kutub. Akibatnya, wilayah-wilayah
   kutub tampak besar secara tidak proporsional di peta.




   Perkembangan dari proyeksi silinder adalah proyeksi mercator (dibuat oleh
   Vlanderen Gerardus Mercator, 1569). Proyeksi Mercator dapat dibayangkan
   seolah-olah kita mengiris kulit bola bumi antara garis meridian dan
   mengelupaskan irisan tersebut, lalu kedua garis meridian tersebut direnggangkan
        di kutub sehingga membentuk dua garis sejajar. Untuk mengimbangi pelebaran
        ini, garis-garis lintang pun dilebarkan sebanding dengan makin jauhnya garis
        lintang tersebut dari ekuator.




        Gambar Proyeksi mercator


b. Persinggungan
     Ditinjau dari persinggungannya, proyeksi peta dapat dibedakan
     menjadi:
     1) tangen, yaitu apabila bola Bumi bersinggungan dengan bidang proyeksi;
     2) secan, yaitu apabila bola Bumi berpotongan dengan bidang proyeksi;
     3) polysuperficial terdiri atas banyak bidang proyeksi.


c.   Posisi Sumbu Simetri terhadap Bidang Proyeksi
     Ditinjau dari posisi sumbu simetri terhadap bidang proyeksi, proyeksi peta dapat
     dibedakan menjadi:
     1) proyeksi normal apabila sumbu simetri berimpit dengan sumbu bumi;
     2) proyeksi miring apabila sumbu simetri membentuk sudut dengan sumbu bumi;
     3) proyeksi transversal apabila sumbu simetri tegak lurus sumbu bumi atau terletak
        pada bidang ekuator.
2. Pertimbangan Intrinsik
   a. Sifat-Sifat Asli
      Ditinjau dari sifat-sifat asli yang dipertahankan, proyeksi peta dapat dibedakan
      menjadi:
      1) proyeksi ekuivalen apabila luas daerah dipertahankan sama, artinya luas di atas
          peta sama dengan luas di atas muka bumi setelah dikalikan skala;
      2) proyeksi konform apabila sudut-sudut dipertahankan sama;
      3) proyeksi ekuidistant apabila jarak dipertahankan sama, artinya jarak di atas peta
          sama dengan jarak di atas muka bumi setelah dikalikan skala.
   b. Generasi
      Ditinjau dari generasinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi:
      1) geometris yaitu proyeksi perspektif atau proyeksi sentral;
      2) matematis tidak dilakukan proyeksi, semuanya diperoleh dengan perhitungan
          matematis;
      3) semi Geometris sebagian peta diproyeksikan secara geometris dan sebagian titik-
          titik diperoleh dengan hitungan matematis.



D. Model, Metode, dan Strategi Pembelajaran
  1. Model Pembelajaran
      Contekstual Teaching Learning
      Kooperatif


     Metode Pembelajaran:
      Ceramah
      Diskusi
      Tugas
      Praktik lapangan
      STAD
  3. Strategi Pembelajaran:

      Tatap Muka                 Terstruktur                       Mandiri

      Menganalisi  Menguraikan pengertian               Menguraikan pengertian
       s peta dan    proyeksi peta                          proyeksi peta
          pemetaan
                         Menerangkan jenis-jenis         Menerangkan penerapan
                          proyeksi peta                     masing-masing proyeksi
                                                            peta pada produk peta



E. Sumber atau Bahan Pembelajar
   1. Kurikulum KTSP dan perangkatnya
   2. Modul Pemetaan
   3. Buku Sekolah Elektronik Geografi:
           Iwan Gatos Sulistyanto.2009. Geografi 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka
           Danang Endarto.2009.Geografi 1. Jakarta: PT.Grahadi
           Hartono.2009.Geografi : Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: CV. Citra
            Praya


F. Media Pembelajaran
   Peta Indonesia dan Dunia
   Peta Atlas, dan Globe
   Gambar-gambar yang relevan
   OHP / Slide Proyektor
   Internet
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


                       Aktivitas Pembelajaran                   A. Waktu     Nilai Karakter
   A. Pendahuluan                                               10 menit
      a) Guru menyapa dan mendata kehadiran peserta didik                   disiplin
      b) Guru menggali informasi tentang materi yang akan                   taqwa
        dibahas dari peserta didik                                          percaya diri
      c) Guru memaparkan materi yang akan dibahas
      d) Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam
        pembelajaran
      e) Guru memberikan contoh yang relevan dengan
        kehidupan sehari-hari
      f) Guru memberikan free tes kapada peserta didik
   B. Kegiatan Inti                                             65 menit
      1. Eksplorasi                                                         kerjasama
        a) Guru menjelaskan proyeksi peta dengan                            kesungguhan
           menggunakan peta                                                 disiplin
        b) Guru menampilkan gambar-gambar yang berkaitan                    percaya diri
           dengan materi                                                    Adil
        c) Guru meminta peserta didik untuk memberikan
           tanggapan tentang materi yang telah dibahas
        d) Tanya-jawab tentang komponen peta.


      2. Elaborasi
        a) Secara individu, peserta didik membuat jenis-jenis
           proyeksi peta
        b) Tanya jawab tentang materi


      3. Konfirmasi
        a) Guru menambahkan tentang hal-hal yang belum
           diketahui
        b) Memberikan umpan balik dan memotivasi peserta
           didik
   C. Kegiatan Akhir/Penutup                                           15 menit
      a) Guru menyimpulkan materi yang telah dibahas                                  percaya diri
      b) Guru mengundang pertanyaan dari perserta didik                               pengendalian
      c) Guru menjawab pertanyaan peserta didik                                        diri
      d) Guru memberikan tugas PR                                                     kejujuran
      e) Guru menutup kegiatan pembelajaran


   H. Penilaian
  1. Teknik Penilaian    :
      a) Tes Tertulis    : Tes Soal Essay
      b) Tes lisan       : Tanya jawab selama proses pembelajaran


  2. Bentuk Instrument :
      a) Essay
      b) Diskusi
      c) Performance


 3. Kisi-kisi soal evaluasi

     Standar Kompetensi        : 1.   Mempraktikkan ketrampilan dasar peta dan pemetaan
     Kompetensi Dasar          : 1.1. Mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar peta dan pemetaan


                   Indikator
   Materi                                         Jenis     Tingkat                                   No
                 Pencapaian      Indikator soal                               Soal evaluasi
pembelajaran                                      Soal     kesukaran                               soal
                 kompetensi
                                                                         Jelaskan permasalahan
                                                                         utama yang muncul
               Menguraikan       Menjelaskan                             pada proyeksi peta dan
               pengertian        masalah                                 paparkan pula cara
Proyeksi peta proyeksi peta                       Essay       C3                                      1
                                 utama dalam                             yang mungkin
                                 proyeksi peta                           dilakukan untuk
                                                                         meminimalisai kesalah
                                                                         tersebut!
                                                                 Apa yang anda ketahui
            Menerangkan      Menjelaskan
                                                                 mengenai sistim
            jenis-jenis      sistem
                                            Essay       C2       proyeksi azimuth?        2
            proyeksi peta    proyeksi
                                                                 Jelaskan
                             azimuth
                                                                 pembagiannya
                             Menjelaskan
                             pembagian                           Sebutkan pembagian
                             sistem                              sistem proyeksi
                                            Essay       C2                                3
                             proyeksi                            berdasarkan
                             bersdasarkan                        distorsinya!
                             distorsinya


4. Bentuk Instrument        : Soal Essay
          Rambu-rambu pengerjaan soal latihan.
          a. Bacalah soal Anda baik-baik sebelum Anda menjawabnya
          b. Untuk mengerjakan soal latihan nomor satu Anda hanya perlu menyebutkan
             unsur-unsur pembentuk tanah saja.
          c. Untuk latihan nomor selanjutnya, Anda harus menjawab pertanyaan dengan
             menguraikan jawaban secara singkat dan tepat


             Soal Essay
             1. Jelaskan permasalahan utama yang muncul pada proyeksi peta dan
                paparkan pula cara yang mungkin dilakukan untuk meminimalisai kesalah
                tersebut!
             2. Apa yang anda ketahui mengenai sistim proyeksi azimuth? Jelaskan
                pembagiannya!
             3. Sebutkan pembagian sistem proyeksi berdasarkan distorsinya!


      “ Jawaban Soal Essay “
     No                                          Jawaban Soal
      1            Permasalahan utama dalam proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung
              permukaan bumi ke bidang datar. Bidang lengkung tidak dapat dibentangkan
              menjadi bidang datar tanpa mengalami perubahan (distorsi). Padahal di sisi lain
    peta bisa disebut ideal jika bisa menggambarkan luas, bentuk, arah, dan jarak
    dengan benar. Keempat persyaratan peta yang ideal sulit untuk dipenuhi. Upaya
    yang bisa dilakukan dengan mengurangi risiko kesalahan sekecil mungkin dengan
    memenuhi satu atau lebih persyaratan tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan
    dengan langkah-langkah berikut.
    1. Wilayah yang akan dipetakan dibagi menjadi bagian-bagian yang tidak begitu
        luas.
    2. Memilih bidang proyeksi yang sesuai dengan posisi wilayah yang dipetakan,
        misalnya bidang datar, bidang kerucut, dan bidang silinder. Dalam memilih
        macam proyeksi, hal-hal yang dipertimbangkan, yaitu:
        a. Bentuk, letak, dan luas daerah yang dipetakan.
        b. Ciri-ciri tertentu atau ciri-ciri asli yang akan dipertahankan, seperti
           mempertahankan      bentuk    (conform),    luas   (equivalent),   dan   jarak
           (equidistant). Oleh karena sulit untuk memenuhi ketiga syarat sekaligus,
           maka dipilih syarat yang bisa terpenuhi dengan pemilihan proyeksi peta.
           Karena itu pulalah terdapat beragam tipe proyeksi peta dengan kelebihan
           dan kekurangan, sesuai dengan tujuan peta dan bagian muka Bumi yang
           digunakan

2     sistem proyeksi azimuthal (azimuthalzenithal projection);
      Bidang proyeksi ini berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub,
      ekuator atau di sembarang tempat. Oleh karena itu, proyeksi ini dibedakan
      menjadi:
      a) Proyeksi azimuth normal, di mana bidang proyeksinya bersinggungan
          dengan kutub.
      b) Proyeksi azimuth transversal, bidang proyeksinya tegak lurus dengan
          ekuator.
      c) Proyeksi azimuth oblique, bidang proyeksinya menyinggung salah satu
          tempat antara kutub dan ekuator.

          Sebelum menggunakan proyeksi ini kamu harus memahami benar cirinya,
      yaitu garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub, garis lintang
      digambarkan dalam bentuk lingkaran yang mengelilingi kutub, sudut yang
      dibentuk antara garis bujur sama besarnya pada peta, dan seluruh permukaan
    Bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran.


3   Menurut distorsinya system proyeksi dibagi manjadi
    1) Proyeksi conform (orthomorphic), yaitu proyeksi peta yang menunjukkan
       bentuk daerah-daerah kecil di peta sama bentuknya di muka bumi/globe.
       Dalam proyeksi ini sudut perpotongan antara dua garis di muka bumi atau
       globe sama dengan sudut perpotongan dua agaris di atas petanya. Karena itu,
       semua garis paralel dan meridian akan senantiasa berpotongan pada 90o
       (tegak lurus sesamanya) dan perbandingan panjang di antara kedua garis
       tersebut sama seperti di muka bumi/globe. Proyeksi ini cocok untuk
       menunjukkan arah dan banyak digunakan untuk kepentingan petapeta
       navigasi.
    2) Proyeksi equal area (equivalent), yaitu proyeksi peta yang menunjukkan luas
       daerah pada peta sama dengan di muka bumi pada skala yang sama. Hal ini
       berarti masing-masing persegi panjang di antara garis parallel dan meridian
       digambarkan dalam luas yang sebenarnya pada muka bumi. Proyeksi ini baik
       sekali untuk menggambarkan penyebaran fenomena yang bersifat kuantitatif,
       misalnya penyebaran produksi padi, kelapa, jagung, dan sebagainya.
    3) Proyeksi equidistant, yaitu proyeksi yang menggambarkan jarak atau yang
       melalui pusat peta digambarkan menurut panjang yang sebenarnya seperti
       pada permukaan bumi dalam skala yang sama. Jarak-jarak lain yang tidak
       melalui pusat peta, tidak diperlihatkan secara jelas, sedangkan arah dari pusat
       kota ke berbagai tempat digambarkan secara jelas. Proyeksi ini baik bagi peta
       navigasi yang rutenya melalui atau bertolak dari pusat peta.
5. Format Penilaian
  a.     Soal Esay
                                          Aspek Yang Dinilai                                 Skor
        Mampu menjawab dengan benar, baik secara induktif maupun secara deduktif              4
        Mampu menjawab dengan benar, tetapi tidak memberikan jawaban yang singkat             3
        dan rinci
        Menjawan dengan singkat dan benar                                                     2
        Menjawab dengan rinci tetapi salah                                                    1
        Tidak menjawab                                                                        0


 a) Penilaian untuk tugas karangan mengidentifikasi tentang proyeksi peta
       Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
       Rubrik Penilaian Karangan

                     Aspek yang dinilai                 Nilai        Nilai       Deskripsi
                                                      kualitatif   kuantitatif   (Alasan)
        Pengantar menunjukkan isi
        Pengantar disajikan dengan bahasa yang
        baik
        Isi menunjukkan penjelasan dari
        kutipan/pendapat tokoh
        Isi disajikan dengan bahasa yang baik
        Penutup memberi kesimpulan akhir
        terhadap kutipan/pendapat tokoh
        Penutup disajikan dengan bahasa yang
        baik
        Nilai rata-rata
        Komentar
  Kriteria Penilaian:
     Nilai kualitatif     Nilai kuantitatif
    Sangat baik            4           > 80
    Baik                   3         68 - 79
    Cukup                  2         56 - 67
    Kurang                 1           < 55




b) Performance
  Penilaian saat tanya jawab, lihat rubrik penilaian berikut ini.

  Rubrik Penilaian
  Hari/Tanggal                 : ……………………………………………………..
  Topik masalah                : ……………………………………………………..
  Nama Siswa                   : ........................................................................
               Aspek yang dinilai                                Nilai                 Nilai                Deskripsi
                                                            Kualitatif            kuantitatif               (Alasan)
   Kemampuan mengidentifikasi masalah
   Kemampuan merumuskan masalah
   Kemampuan menganalisis masalah
   Kemampuan memecahkan masalah
   Partisipasi dalam tanya jawab
   Kemampuan mengemukakan pendapat dan
   menghargai pendapat orang lain
   Kemampuan penggunaan bahasa yang baik
   dalam tanya jawab
   Nilai rata-rata
   Komentar
c) Penghitungan Nilai Akhir




Mengetahui,                   Kulon Progo, ……………………..
Kepala SMAN1 Godean           Guru Geografi




                              Dadang Novanda Zatnika, S.Pd
NIP.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:6/11/2013
language:Malay
pages:17