transportasi industri

Document Sample
transportasi industri Powered By Docstoc
					                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Satuan Pendidikan       : SMAN 1 Godean
Mata Pelajaran          : Geografi
Kelas/Semester          : XII (dua belas)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Mempraktikkan ketrampilan dasar peta dan pemetaan
Kompetensi Dasar        : 1.3. Menganalisis lokasi industri dan pertanian dengan
                             pemanfaatan peta
Alokasi Waktu           : 2 x 45 Menit


A. Indikator
  1. Kognitif
     a. Produk
        1) Mendeskripsikan keterikatan sarana transportasi dengan aglomerasi industri


     b. Proses
        1) Menganalisis keterikatan sarana transportasi dengan aglomerasi industri


  2. Afektif
     a. Karakter yang diharapkan dari peserta didik :
        1) Ingin tahu                    4) Jujur
        2) Kerja keras                   5) Logis
        3) Mandiri                       6) Bertanggung jawab


     b. Keterampilan social yang diharapkan dari peserta didik :
        1) Kerja keras                   4) Inovatif
        2) Aktif bertanya                5) Kerja sama
        3) Saling menghargai


  3. Psikomotor
B. Tujuan Pembelajaran
  1. Kognitif
     a. Dengan menggunakan berbagai sumber dan media pembelajaran peserta didik dapat
       menganalisis keterikatan sarana transportasi dengan aglomerasi industri


  2. Afektif
     a. Perilaku Berkarekter
       Terlibat dalam proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa
       diberikan kesempatan melakukan penilaian terhadap kesadaran dalam menunjukan
       kerakter :
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar mampu hidup
          mandiri, tidak bergantung pada orang lain.
        Selama proses pembelajaran berlangsung, dapat ditumbuhkan rasa ingin tahu
          peserta didik melalui pengamatan yang dilakukan.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar bersikaf jujur
          baik pada diri sendiri maupun orang lain.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu kreatif
          dalam kehidupan sehari-hari.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih kemampuan
          berpikir logis
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu dapat
          dipercaya, tidak pernah curang dan tidak pernah mengambil keuntungan dari
          orang lain.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu
          bertanggung jawab.


     b. Keterampilan Sosial
       Terlibat dalam proses belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa
       diberikan kesempatan agar mampu menunjukkan keterampilan social sebagai berikut
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik mengajukan pertanyaan
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik selalu aktif memberikan
          idea tau pendapat
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat belajar menghargai
          hak orang lain.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat menjadi pendengar
          yang baik.
        Selama prose pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat melakukan
          kerjasama dengan baik.


  3. Psikomotor


C. Materi Pembelajaran
  1. Keterkaitan sarana transportasi dengan aglomerasi
              Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan manusia
     selama ini. Manusia sebagai makhluk dinamis, senantiasa terus bergerak dan berusaha
     dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Awal kehidupan manusia, hanya
     memiliki ruang gerak yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan primer saja (makan dan
     minum), seperti melalui kegiatan berburu, meramu, dan sistem pertanian berpindah-
     pindah (nomad). Kebiasaan ini berjalan cukup lama dan diturunkan dari satu generasi
     ke generasi berikutnya.
              Proses kehidupan tersebut merupakan pendidikan dan pembelajaran seiring
     dengan terus meningkatnya jumlah populasi manusia dan terus meningkatnya
     kebutuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup pada kondisi jumlah penduduk
     yang semakin padat maka mulai ditemukan berbagai temuan baru dalam bidang ilmu
     pengetahuan dan teknologi yang menunjang percepatan pemenuhan kebutuhan tersebut.
     Hasil perkembangan iptek tersebut di antaranya dalam bidang transportasi. Aktivitas
     ekonomi sekarang ini, baik yang berhubungan dengan pertanian, perdagangan, jasa
     maupun industri, kelangsungannya tidak terlepas dari transportasi.
              Di negara-negara maju, misalnya: di Eropa dan Amerika, lengkapnya sarana
     dan prasarana transportasi telah mendukung keberhasilan sebagai negaranegara
     industri. Pada negara-negara yang hanya memiliki beberapa jalan raya, pertukaran
     barang terjadi dalam skala kecil dan kebanyakan merupakan produk lokal. Seandainya,
     sarana dan prasarana transportasi dikembangkan, keuntungan akibat pertukaran barang
     dapat ditingkatkan. Sebagai contoh di Prancis, awalnya kebanyakan petani menanam
     anggur karena dianggap lebih berharga dan sangat menguntungkan, sedangkan
     kebutuhan akan gandum lebih baik didatangkan dari negara lain. Dengan demikian,
     transportasi merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk
     menggerakkan dan menunjang aktivitas masyarakat, barang, dan jenis lainnya yang
dianggap berharga oleh masyarakat dari suatu tempat ke tempat lainnya. Keberadaan
transportasi di permukaan bumi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan keadaan
populasi penduduk.
         Hal ini, dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu
tempat, pergerakan (mobilitas) pun semakin kompleks di tempat tersebut. Beberapa
alasan yang menyebabkan berkembangnya sistem transportasi dari waktu ke waktu,
antara lain sebagai berikut:
a.   Sumber daya alam yang tersedia tidak tersebar secara merata, sehingga terjadi
     pergerakan manusia untuk mencari dan mencapai lokasi sumberdaya alam yang
     dibutuhkan.
b.   Jumlah dan penyebaran penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya tidak sama,
     sehingga terjadi saling membutuhkan dan dibutuhkan di antara penduduk yang satu
     dengan penduduk yang lainnya.
c.   Adanya perbedaan kualitas dan kemampuan masyarakat, sehingga ada sekelompok
     masyarakat yang memiliki teknologi yang tinggi dan ada pula sekelompok
     masyarakat yang teknologinya masih konvensional.
d.   Adanya perbedaan kemampuan mengelola lahan, sehingga adanya perbedaan
     tingkat sosial ekonomi masyarakat, yang saling membutuhkan sarana transportasi
     untuk menunjang kehidupannya.

         Adanya transportasi memungkinkan hubungan antardaerah, hubungan antar-
hinterland dan foreland, serta menimbulkan dampak sosial-ekonomi penduduk dan
penggunaan lahan. Keberadaan sarana dan prasarana transportasi tidak dapat lepas dari
pengaruh berbagai faktor geografi, di antaranya sebagai berikut.
a.   Iklim
         Kondisi iklim berpengaruh sangat besar pada kelancaran transportasi, terutama
     transportasi laut dan udara. Adanya badai topan, kabut, hujan, salju, maupun asap
     tebal memungkinkan terganggunya penerbangan dan pelayaran yang akan
     dilakukan. Di daerah yang memiliki curah hujan tinggi mengakibatkan
     pemeliharaan jalan raya dan kereta api menjadi lebih tinggi, jalan akan cepat rusak
     akibat aliran air dan banjir. Bahkan fenomena perubahan fungsi jalan pada waktu
     hujan sebagai sungai merupakan fenomena yang sering terjadi, akibat tidak
     disiplinnya masyarakat dalam membersihkan saluran air dan membuang sampah
     tidak pada tempatnya.
b.   Struktur geologi
         Kondisi batuan di tiap wilayah berbeda-beda, ada wilayah yang memiliki
     kondisi batuan yang stabil dan ada juga daerah yang memiliki kondisi batuan yang
     tidak stabil. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kestabilan jalan. Jalan yang
     berada di daerah labil cenderung cepat rusak. Hal ini akan mengakibatkan
     tingginya biaya pemeliharaan dan perbaikan jalan. Sebaliknya jalan yang berada di
     daerah yang stabil cenderung lebih awet.


 c. Keadaan morfologi
         Keberadaan morfologi suatu daerah sangat berpengaruh pada sarana
     transportasi darat. Misalnya: di daerah perbukitan sampai pegunungan yang selalu
     labil dan berkelok-kelok akan mengakibatkan pembuatan dan pemeliharaannya
     jalan menjadi mahal. Selain itu, diperlukan prasarana lain, misalnya: jembatan dan
     terowongan. Begitu juga keberadaan morfologi dasar laut sangat berpengaruh pada
     kecepatan kapal, besarnya muatan kapal dan pembuatan dermaga atau pelabuhan.


 d. Faktor social
         Keberadaan dan kelengkapan sarana dan prasarana transportasi pada dasarnya
     merupakan tuntutan masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya,
     misalnya: bepergian ke tempat kerja, sekolah, belanja, hubungan sosial, bisnis,
     rekreasi, dan lain-lain. Semua itu, melahirkan tuntunan adanya jalan, angkutan dan
     rute-rute kendaraan yang efisien, aman, dan nyaman.


 e. Kondisi ekonomi
         Kondisi ekonomi sebagai hasil dari pertumbuhan industri dan aktivitas
     komersial lainnya telah mendorong semakin meningkatnya kebutuhan akan
     transportasi. Semakin tinggi dan kompleks aktivitas atau kemajuan ekonomi suatu
     masyarakat dapat dilihat atau diukur dari kondisi jaringan transportasinya. Jalan
     yang lebar, terpelihara, banyak lintasan, lengkapnya sarana angkutan, terminal,
     pelabuhan, dan bkamura sangat berkolerasi dengan membaiknya keadaan ekonomi
     masyarakat sekitarnya.
f. Keadaan politik dan kebijaksanaan pemerintah
   Pembuatan jaringan transportasi seringkali dibuat karena latar belakang politik
   dengan tujuan untuk memudahkan pengawasan, keamanan, dan pertahanan,
   walaupun mungkin secara ekonomis kurang menguntungkan atau bahkan tidak
   ada. Pembangunan fasilitas transportasi juga merupakan kebijaksanaan pemerintah
   dalam rangka pembangunan, baik nasional, regional maupun lokal agar
   pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat di samping kestabilan politik dan
   pemerataan pembangunan dapat diciptakan.


g. Teknologi yang dimiliki
   Setiap sarana dan prasarana transportasi mempunyai karakteristik tersendiri.
   Misalnya: kereta api memerlukan lokomotif dengan mesin penggerak yang berbeda
   (batubara, listrik, diesel) dan jaringan rel kereta api yang baik dan kuat. Pesawat
   terbang berhubungan dengan daya angkut, mesin pesawat, kapasitas bandara,
   sistem komunikasi udara, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk layaknya
   suatu penerbangan. Kapal laut dengan rute, dermaga, kecepatan mesin, dan daya
   angkut. Semua itu harus didukung oleh teknologi transportasi yang dimiliki.
   Apabila penguasaan teknologinya belum memadai maka sistem transportasi yang
   aman, nyaman, mudah, dan terjangkau oleh masyarakat tidak mungkin terwujud.
   Selain beberapa keuntungan dan keunggulan yang dapat diraih dari pengembangan
   sarana transportasi, juga dapat memunculkan dampak negatif. Adapun beberapa
   dampak yang ditimbulkan dari keberadaan transportasi, antara lain sebagai berikut.


   1) Perubahan penggunaan lahan
      Pebaikan dan pembukaan jalan sebagai sarana transportasi, dapat menyebabkan
      perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali. Misalnya, perubahan
      penggunaan lahan hutan menjadi tegalan, perubahan lahan tegalan menjadi
      pemukiman, dan seterusnya. Penataan ruang yang tidak terkendali dapat
      menimbulkan berbagai bencana seperti banjir dan erosi.


   2) Perbedaan harga lahan
   Pembukaan dan perbaikan sarana transportasi dapat menyebabkan naiknya
   harga tanah dan terjadinya perbedaan kelas harga tanah. Semakin dekat ke jalan
   maka harga tanah semakin tinggi, sedangkan semakin jauh dari jalan maka
   harga tanah semakin rendah. Hal ini akan memicu             jual beli tanah dan
   pengalihan fungsi tanah.


3) Penyebaran dan kepadatan penduduk
       Peningkatan saranan transportasi dapat menyebabkan penyebaran penduduk
   semakin merata dan kepadatan penduduk semakin tinggi. Hal ini akan memacu
   pemilikan lahan yang semakin sempit, sehingga pengolahan lahan semakin
   intensif, dan pada gilirannya produktivitas lahan semakin menurun dan petani
   semakin miskin
   .
4) Tingginya mobilitas penduduk
   Perbaikan sarana transportasi akan memacu mobilitas penduduk, baik berupa
   migrasi, urbanisasi maupun gerakan sirkuler lainnya. Hal ini dapat
   menyebabkan perubahan mata pencaharian penduduk yang tadinya bertani
   menjadi beralih ke sektor lain, sehingga tenaga kerja sektor pertanian
   berkurang.


5) Perubahan budaya masyarakat
   Perbaikan     sarana   transportasi   dapat   menyebabkan   perubahan   budaya
   masyarakat yang dilaluinya. Perubahan tersebut dapat berbahaya apabila filter
   budaya yang dimiliki masyarakat kurang kuat, sebab bisa jadi yang diserap
   ialah budaya yang kurang baik dan negatif. Tetapi apabila filter budaya yang
   dimiliki masyarakatnya kuat maka kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi.


6) Memacu pembangunan berbagai fasilitas fisik
   Pembangunan sarana transportasi dapat memacu pembangunan fasilitas fisik
   lainnya seperti pemukiman, villa, sarana hiburan dan rekreasi. Perubahan ini
   akan menyebabkan rusaknya tata ruang yang telah ditetapkan sebelumnya.
   Selain itu, fungsi lahan sebagai daerah resapan jadi berkurang. Sarana
   transportasi yang telah dijelaskan tersebut erat kaitannya dengan aglomerasi
   industri. Sebagaimana penjelasan bahwa di antara faktor-faktor penyebab
             munculnya aglomerasi industri pada suatu wilayah, memiliki prinsip yang sama
             yaitu untuk memperhitungkan biaya transportasi minimum agar dapat menekan
             biaya produksi yang harus dikeluarkan. Selain itu, system transportasi yang
             baik dan mudah di suatu tempat atau wilayah merupakan salah satu alasan
             untuk terjadi aglomerasi industri pada tempat atau wilayah bersangkutan.



D. Model, Metode, dan Strategi Pembelajaran
  a. Model Pembelajaran
      Jig Saw
      Picture and Picture


  b. Metode Pembelajaran:
      Cerama bervariasi
      Penugasan
      Life skill


  c. Strategi Pembelajaran:


        Tatap Muka                        Terstruktur                        Mandiri

       Menganalisis             Mendeskripsikan keterkaitan            Peserta didik dapat
        lokasi indudtri dan       sarana transportasi dengan              Menganalisis
        pertanian dengan          aglomerasi industri                     keterikatan sarana
        pemanfaatan peta                                                  transportasi dengan
                                                                          aglomerasi industri
E. Sumber atau Bahan Pembelajar

   1. Kurikulum KTSP dan perangkatnya
   2. Lembar kerja siswa
   3. Buku Sekolah Elektronik Geografi:
              Iwan Gatos Sulistyanto.2009. Geografi 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka
              Danang Endarto.2009.Geografi 1. Jakarta: PT.Grahadi
              Hartono.2009.Geografi : Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: CV. Citra
               Praya


F. Media Pembelajaran
        Peta
        Indonesia dan Dunia
        Peta Atlas, dan Globe
        Gambar-gambar yang relevan
        OHP / Slide Proyektor
        kompas, kalkir
        GPS BlackBerry/Handphone
        Internet


G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


                   Aktivitas Pembelajaran                    A. Waktu          Metode

A. Pendahuluan                                               15 menit        Ceramah

         Guru menyapa siswa, memimpin doa dan mempresensi
                                                                             Tanya Jawab
          siswa.

         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

         Memotivasi siswa dengan memberikan manfaat dari
          diberikannya materi pembelajaran

         Apersepsi:

          -    Guru memberikan pertanyaan untuk para
               siswa    guna    mengetahui   pengetahuan
              prasyarat yang dimiliki siswa sekaligus
              mengarahkan alam pikiran siswa menuju
              proses pembelajaran.




B. Kegiatan Inti                                                  60 menit
                                                                              Ceramah
  Eksplorasi

  Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

     Guru mengeksplorasi sejauhmana pengetahuan siswa
      mengenai     materi   yang     akan   dipelajari   dengan
      memberikan pertanyaan mengenai materi pembelajaran
      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
      menghargai.);



  Elaborasi

  Dalam kegiatan elaborasi, guru menerapkan metode jigsaw
  yaitu dengan :

     Guru membentuk kelompok awal yang terdiri
      dari      tiga   siswa       dalam     masing-masing
      kelompok awal.
                                                                              Jigsaw
     Tiap orang dalam tim diberi bagian materi
      yang berbeda.
     Tiap orang dalam tim secara bergantian
      mendiskusikan dan merumuskan bahan diskusi
      yang akan di diskusikan pada kelompok ahli.
     Setelah diskusi dalam kelompok awal selesai,
      guru membentuk kelompok tim ahli dengan
      mengumpulkan                 siswa-siswa            yang
      mendapatkan bagian materi yang sama.
     Dalam kelompok tim ahli masing masing siswa
      mendiskusikan bahan diskusi yang telah
      dirumuskan pada kelompok awal.
                                                                              Tanya jawab
     Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap
      anggota kembali ke kelompok asal dan                                 Ceramah
      bergantian mengajar teman satu tim atau
      bahkan teman satu kelas mereka tentang sub
      bab yang mereka kuasai dan tiap anggota
      lainnya    mendengarkan         dengan     sungguh-
      sungguh
     Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
     Guru memberikan penguatan dan evaluasi
      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
      menghargai.);



  Konfirmasi
                                                                           Ceramah
  Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

     Guru menguatkan hasil diskusi
                                                                           Tanya jawab
      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
      menghargai.);

     Menjelaskan kembali tentang hal-hal yang belum
      diketahui. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur,
      saling menghargai.)



C. Kegiatan Akhir/Penutup                                      15 menit
     Secara bersama-sama guru dan para siswa membuat                      Ceramah
      kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari,
      kemudian guru memberikan kesempatan bagi para siswa                  Tanya jawab
      untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti
      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
      menghargai.);

     Guru memberikan tugas secara individu berupa:

      -   membuat resume dari diskusi yang telah
                                                                           Penugasan
          dilaksanakan yang dikumpulkan dalam
          bentuk      laporan    hasil    diskusi     pada
          pertemuan berikutnya

      -   menjawab soal-soal evaluasi (terdapat pada
              RPP)




H. Penilaian
     1. Teknik Penilaian           :
       Non tes                     : diskusi

       Diskusi
       Jenis tagihan        : Unjuk kerja
       Bentuk tagihan : Diskusi
       Bahan diskusi        : Diskusikanlah keterkaitan sarana transportasi dengan aglomerasi
                             industri


       Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.

                                 Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok)
                                                       Aspek Penilaian
                  Nama                                                              Penggunaan      Jumlah
        No.                     Menyelesaikan Tugas     Kerjasama
                 Kelompok                                            Hasil Tugas    Bahasa yang      Nilai
                               Kelompok dengan Baik     Kelompok
                                                                                       Baik
         1            I
         2            II
         3           III




                                  Lembar Penilaian Diskusi (Individu)

                                                           Aspek Penilaian
                                                                      Kemampuan                     Jumlah
No            Nama Siswa              Berani            Berani                        Penggunaan
                                                                        Menjawab                     Nilai
                                   Mengemukakan       Menjawab                        Bahasa yang
                                                                       Pertanyaan
                                     Pendapat         Pertanyaan                         Baik
                                                                      Dengan Baik
1
2
3
4
5


Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif      Nilai kuantitatif
 Sangat baik          4       > 80
 Baik                 3       68 - 79
 Cukup                2       56 - 67
 Kurang               1       < 55

2. Lembar Penilaian Resume
                Aspek                         Nilai              Nilai
                                                                           Deskripsi (Alasan)
                                           kualitatif        kuantitatif

Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari
kutipan/pendapat tokoh
Isi disajikan dengan bahasa yang
baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap kutipan/pendapat tokoh
Penutup disajikan dengan bahasa
yang baik
Nilai rata-rata
Komentar




3. Lembar penilaian Performance
    Penilaian saat tanya jawab, lihat rubrik penilaian berikut ini.

Rubrik Penilaian
Hari/Tanggal            : ……………………………………………………..
Topik masalah           : ……………………………………………………..
Nama Siswa                : .................................................................................
              Aspek yang dinilai                                           Nilai                  Nilai         Deskripsi
                                                                       kualitatif            kuantitatif        (Alasan)
  Kemampuan mengidentifikasi masalah
  Kemampuan merumuskan masalah
  Kemampuan menganalisis masalah
  Kemampuan memecahkan masalah
  Partisipasi dalam tanya jawab
  Kemampuan mengemukakan pendapat dan
  menghargai pendapat orang lain
  Kemampuan penggunaan bahasa yang baik
  dalam tanya jawab
  Nilai rata-rata
  Komentar


Penghitungan Nilai Akhir

              �������������������� ��������h�������� = ��������������������ℎ ������������������������ℎ�������� ���������������� ���� ���������������� ��������������������
                                          ���������������� ��������������������������������


Mengetahui,                                                              Kulon Progo, ……………………..
Kepala SMAN1 Godean                                                      Guru Geografi




                                                                         Dadang Novanda Zatnika, S.Pd
NIP.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:6/11/2013
language:Malay
pages:14