Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

RPP Tektonisme _ Seisme by NovandaZatnika

VIEWS: 2 PAGES: 21

									                   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah           : SMAN 1 Godean
Mata Pelajaran         : Geografi
Kelas/Semester         : X (sepuluh) /2 (dua)
Standar Kompetensi : 3.      Menganalisis unsur-unsur geosfer
Kompetensi Dasar       : 3.1. Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan lithosfer dan
                              pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi
Alokasi Waktu          : 2 x 45 menit




A. Indikator
  1. Kognitif
     a) Produk
         -      Menjelaskan berbagai bentuk muka bumi akibat proses tektonisme.
         -      Menguraikan jenis-jenis gempa bumi
         -      Menguraikan proses terjadinya gempa bumi


     b) Proses
         -      Menguraikan berbagai bentuk muka bumi akibat proses tektonisme.
         -      Menguraikan jenis-jenis gempa bumi
         -      Menganalisis proses terjadinya gempa bumi

  2. Afektif
       a) Karakter yang diharapkan dari peserta didik :
         1) Ingin tahu                               4) Jujur
         2) Kerja keras                              5) Logis
         3) Mandiri                                  6) Bertanggung jawab


      b) keterampilan sosial yang diharapkan dari peserta didik :
         1) Kerja keras                              4) Inovatif
         2) Aktif bertanya                           5) Kerja sama
         3) Saling menghargai
B. Tujuan Pembelajaran
  1) Kognitif
    a. Siswa dapat menguraikan berbagai bentuk muka bumi akibat proses tektonisme.
    b. Siswa dapat menguraikan jenis-jenis gempa bumi
    c. Siswa dapat menganalisis proses terjadinya gempa bumi


  2) Afektif
     a). Perilaku Berkarekter
       Terlibat dalam prosess belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa diberikan
       kesempatan melakukan penilaian terhadap kesadaran dalam menunjukan kerakter :
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar mampu hidup
                mandiri, tidak saling bergantung pada orang lain.
                Selama prosess pembelajaran berlangsung, dapat ditumbuhkan rasa ingin tahu
                peserta didik melalui pengamatan yang dilakukan.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih agar bersikaf jujur
                baik pada diri sendiri maupun orang lain.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu
                kreatif dalam kehidupan sehari-hari.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih kemampuan
                berpikir logis
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu dapat
                dipercaya, tidak pernah curang dan tidak pernah mengambil keuntungan dari
                orang lain.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dilatih untuk selalu
                bertanggung jawab.


     b). Keterampilan Sosial
       Terlibat dalam prosess belajar mengajar yang berpusat pada siswa, dan siswa diberikan
       kesempatan agar mampu menunjukkan keterampilan sosial sebagai berikut
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik mengajukan pertanyaan
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik selalu aktif memberikan
                idea tau pendapat
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat belajar menghargai
                hak orang lain.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat menjadi pendengar
                yang baik.
                Selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik dapat melakukan
                kerjasama dengan baik.
C. Materi Pembelajaran
   1. Bentuk muka bumi akibat tektonisme
      Tektonisme adalah perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan tenaga endogen
  dengan arah horizontal dan vertikal. Gerak horizontal dari tektonisme pada litosfer bergerak
  satu arah dan tertahan oleh lapisan lain akan membentuk lipatan di permukaan bumi. Puncak
  dari sebuah lipatan dinamakan antiklinal, sedangkan lembah dari lipatan disebut sinklinal.
  Kumpulan dari beberapa puncak lipatan disebut antiklinorium. Berdasarkan ketegakan posisi
  sumbu dan bentuk pelipataanya, jenis lipatan dibagi atas lipatan tegak, lipatan miring, lipatan
  menggantung, lipatan isoklinal, lipatan rebah, yang beralih menjadi sesar – sangkup.
      Tenaga endogenik yang geraknya vertikal akan menghasilkan bentukan muka bumi yang
  berupa patahan. Macam-macam bentukan patahan dipermukaan bumi, di antaranya adalah
  sebagai berikut.
  a. Patahan akibat tektogenesis yang bergerak vertikal. Akibat adanya tekanan kearah
     vertikal, litosfer akan mengalami retakan, yang menghasilkan bentuk patahan atau
     retakan. Bagian puncaknya disebut Horst.
  b. Patahan akibat tektogenesis yang bergerak horizontal dan memusat akibat adanya
     gerak dari dua arah atau lebih secara horizontal, dapat menjadikan suatu bagian kerak
     bumi terdorong naik membentuk sebuah horst atau turun membentuk suatu slenk (graben)
     dilereng terjal sekali. Untuk lebih jelasnya perhatikan
  c. Patahan akibat adanya gerak horizontal yang tidak frontal. Jika pergeseran dengan dua
     arah, maka akan menimbulkan bentuk patahan yang disebut sesar mendatar. Ada
     beberapa macam sesar mendatar, yakni :
     1) Dekstral, jika kita berdiri di potongan sesar yang satu, potongan sesar       lainnya di
         depan kita bergeser ke kanan.
     2) Senistral, jika kita berdiri di potongan sesar yang satu, potongan sesar lainnya di
         depan kita bergeser ke kiri.
     3) Fleksur adalah bentuk pergeseran vertikal yang merupakan peralihan dari bentuk
         lipatan ke bentuk patahan.
     4) Pegunungan blok adalah kumpulan pegunungan-pegunungan patahan, di dalamnya
         terdapat macam-macam bentuk horst, slenk, dan sebagainya.
     5) Sinklinal adalah bagian yang rendah dari suatu bentukan lipatan untuk lebih jelasnya.
         Gunung blok memiliki puncak yang bagus dibandingkan gunung terlipat, dan
         dibentuk dengan cara yang berbeda. Blok yang sangat besar dari batu terdorong
         diantara dua benturan pada kerak bumi. Contohnya, pegunungan Sierra Nevada di
         USA.
Menurut kecepatan geraknya, tektonisme dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
1. Epirogenesa
    Epirogenesa adalah perubahan letak lapisan kulit bumi yang gerakannya lambat pada
    wilayah yang luas. Proses epirogenesa terdiri dari dua jenis, yaitu :
    a. Epirogenesa positif adalah gejala turunnya daratan sehingga seolah-olah air laut naik.
       (penurunan benua)
       Contoh : - Tenggelamnya Benua Gondwana (disebelah selatan Indonesia)
                 - Tenggelamnya daratan atlantis




    b. Epirogenesa negatif adalah gejala naiknya daratan sehingga seolah-olah air laut
       turun.
       Contohnya : - Naiknya Pulau Timor dan Buton.
                     - Naiknya pantai Skandinavia
2. Gerak Orogenesa
      Gerakan orogenesa adalah suatu gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan
   meliputi wilayah yang relatif sempit. Ini berarti terjadi pembentukan pegunungan (oros =
   gunung, genesus = kelahiran) dan lipatan. Contohnya : terbentuknya lipatan pegunungan
   muda Sirkumpasifik. Gerak ini berpengaruh besar terhadap terbentuknya pegunungan,
   patahan, retakan, dan lipatan.


   a. Lipatan (fault)
      Terjadinya lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam Bumi akibat tekanan yang
      besar dan temperatur yang tinggi, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat
      atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipat apabila ada
      dorongan tenaga tektonik. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenaga
      tektonik menjadikan batuan terlipat dengan berbagai bentuk. Puncak lipatan disebut
      antiklinal, lembah lipatan disebut sinklinal. yang sangat luas dinamakan geosinklinal.
      Ada beberapa tipe lipatan umum:
      1) Lipatan Tegak
         Dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi dengan seimbang.




      2) Lipatan Miring
          Ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satunya sisi lebih kuat, maka akan
          menghasilkan kenampakan yang salah satu sisinya lebih curam.




      3) Overfold
          Saat tekanan bekerja pada salah satu sisi dengan lebih kuat, sisi tersebut akan
          terlipat sesuai arah lipatan.
  4) Lipatan Recumbent Fold
     Terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang lain, menyebabkan
     sumbu lipat hampir datar.




  5) Lipatan Overthrust
     Terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan kuatnya hingga
     menyebabkan lipatan menjadi retak.




  Dalam perkembangannya, wilayah sinklinal maupun antiklinal mengalami proses
  perombakan oleh tenaga yang berasal dari luar Bumi. Contohnya, wilayah sinklinal
  mengalami perombakan sampai membentuk rangkaian pegunungan dan lembah
  berselang-seling yang selanjutnya disebut sinklinorium. Begitu pula dengan
  antiklinal yang terombak hingga terbentuk rangkaian pegunungan dan lembah yang
  selanjutnya disebut antiklinorium.


2) Patahan
  Patahan terjadi ketika kulit Bumi yang bersifat padat dan keras mengalami retak atau
  patah pada saat terjadi gerakan orogenesa. Pada patahan, massa batuan mengalami
   pergeseran titik atau tempat yang semula bertampalan (kontak) kemudian berpindah
   lokasi (dislocated/displaced). Gerakan ini menimbulkan terjadinya patahan dengan
   gaya tekan (compression) dan gaya regangan (tension). kenampakan ini mengalami
   perubahan akibat tenaga endogen. Ciri adanya patahan dapat kamu kenali dari
   adanya perbedaan ketinggian yang mencolok.




       Hasil patahan karena gaya tekan.       Hasil patahan karena gaya regang.


3) Retakan (joint) terjadi karena pengaruh gaya renggangan, sehingga batuan
   mengalami retak-retak tapi masih bersambung. Biasanya ditemukan pada batuan
   rapuh di daerah puncak antiklinal dan dikenal dengan nama tectonic joint.
   Berdasarkan cara pembentukannya ada dua macam retakan, yakni:
   -     Retakan yang disebabkan tekanan (shear/compression joints), umumnya terlihat
         paralel dengan gejala sesar.
   -     Retakan yang disebabkan tarikan (tension joints), berbentuk tidak teratur dengan
         bidang-bidang tidak rata dan selalu terbuka.




         (retakan di Benua Afrika, Zimbabwe)


4) Pelengkungan (warping) adalah gerak vertikal yang tidak merata pada suatu
   daerah, khususnya yang berbatuan sedimen akan menghasilkan perubahan struktur
   lapisan yang mulanya horisontal menjadi melengkung. Jika melengkung ke atas
   menjadi kubah (dome), jika ke bawah menjadi cekungan (basin).
    ( Grand Prismatic, yellowstone National Park, USA)


2. Seisme (kegempaan)
        Gempa bumi adalah guncangan tiba-tiba yang terjadi akibat proses endogen pada
   kedalaman tertentu. Kerak bumi tempat kita tinggal ini terdiri atas sejumlah lempeng
   atau bongkahan besar yang selalu bergerak. Lempeng-lempeng kerak bumi bergerak
   perlahan saling bergesekan, menekan, dan mendesak bebatuan. Akibatnya, tekanan
   bertambah besar. Jika tekanannya besar, bebatuan di bawah tanah akan pecah dan
   terangkat. Pelepasan tekanan ini merambatkan getaran yang menyebabkan gempa bumi.
   Setiap tahun, terjadi sekitar 11 juta gempa bumi dan 34.000-nya tergolong kuat.
        Beberapa gempa terbesar di dunia terjadi karena proses subduksi. Dalam proses ini,
   terjadi tumbukan antara dua lempeng dengan salah satu lempeng kerak bumi terdorong
   ke bawah lempeng yang lain. Lempeng samudra di laut menumbuk lempeng benua yang
   lebih tipis di darat. Lempeng samudra yang jatuh dan bergesekan dengan lempeng di
   atasnya, melelehkan kedua bagian lempeng. Tumbukan               dan    pergerakan ini
   menyebabkan     terlepasnya   energi   yang menimbulkan       getaran   sehingga   dapat
   mengguncangkan permukaan bumi. Peristiwa inilah yang disebut gempa bumi. Ilmu
   yang secara khusus mempelajari gempa disebut Seismologi, sedangkan ilmuwan yang
   mengkhususkan diri untuk mempelajari gempa          disebut Seismolog. Alat pengukur
   disebut Seismograf atau Seismometer yang digunakan untuk mencatat pola gelombang
   gempa atau seismik dengan memerhitungkan kekuatan sekaligus lama terjadinya gempa


   Beberapa istilah yang berhubungan dengan gempa bumi, yaitu sebagai berikut.
   a) Hiposentrum, yaitu titik pusat terjadinya gempa yang terletak di lapisan bumi
       bagian dalam.
   b) Episentrum, yaitu titik pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi, tegak
       lurus dengan hiposentrum.
   c) Fokus, yaitu jarak antara hiposentrum dan episentrum.
   d) Isoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang
     mengalami intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
e) Pleistoseista, yaitu garis pada peta yang menunjukkan daerah yang paling kuat
     menerima goncangan gempa. Daerah tersebut terletak di sekitar episentrum.
f)   Homoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah yang menerima
     getaran gempa yang pertama pada waktu yang bersamaan.


Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai
berikut.
a) Gempa tektonik
        Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
     lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
     sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
     kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
     menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan
     [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya
     gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh
     tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
        Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari
     beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan
     mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga
     berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan
     terjadinya gempa tektonik.
        Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit,
     yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun
     kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng
     merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang
     melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng
     tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia
     pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.


b) Gempa vulkanik
     yaitu getaran gempa yang menyertai aktivitas gunungapi, baik sebelum maupun
     pada saat terjadi erupsi.


c) Gempa terban (runtuhan)
     yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan mengisi ruang yang kosong
     dalam litosfer.Gempa ini sering terjadi akibat ambruknya gua-gua kapur atau
     terowongan pertambangan bawah tanah.
      Berdasarkan kedalaman hiposentrum dikenal tiga macam gempa, yaitu sebagai berikut.
      a) Gempa dalam, jika jarak hiposentrumnya berkisar antara 300–700 km dari
          permukaan bumi.
      b) Gempa pertengahan, jika jarak hiposentrumnya berkisar antara 100-300 km dari
          permukaan bumi.
      c) Gempa dangkal, jika jarak hiposentrumnya kurang dari 100 km dari permukaan
          bumi.


          Dari hiposentrum (pusat gempa), gelombang seismik dirambatkan ke permukaan
      bumi berupa gelombang primer (P) dan gelombang sekunder (S). Gelombang primer,
      yaitu getaran yang kali pertama dirasakan di muka bumi oleh seismograf, sedangkan
      getaran-getaran yang dirasakan selanjutnya dinamakan gempa sekunder. Setelah sampai
      ke permukaan bumi, getaran gempa tersebut kemudian dirambatkan ke segala arah dalam
      bentuk gelombang permukaan dengan cepat rambat antara 3,5–3,9 km/detik. Gelombang
      permukaan inilah yang sering kali meng hancurkan wilayah yang dilaluinya.


D. Model, Metode, dan Strategi Pembelajaran
   a) Model Pembelajaran
      -   Model pembelajaran cooperative learning
   b) Metode Pembelajaran:
      -   Ceramah bervariasi
      -   Number Head Together (modified)
      -   Tanya jawab
      -   Penugasan


   c) Strategi Pembelajaran:

   Tatap Muka                  Terstruktur                    Mandiri

    Menganalisis
      dinamika          dan       Menguraikan      berbagai     Siswa   dapat   menguraikan
      kecenderungan                bentuk muka bumi akibat        berbagai bentuk muka bumi
      perubahan lithosfer          proses tektonisme.             akibat proses tektonisme.
      dan pedosfer serta
      dampaknya terhadap
      kehidupan di muka           Menguraikan    jenis-jenis    Siswa   dapat   menguraikan
      bumi                         gempa bumi                     jenis-jenis gempa bumi
   Tatap Muka                  Terstruktur                     Mandiri

                                    Menganalisis      proses       Siswa    dapat   menganalisis
                                     terjadinya gempa bumi           proses    terjadinya   gempa
                                                                     bumi



E. Sumber dan Bahan Pembelajaran

   1. Kurikulum KTSP dan perangkatnya
   2. Buku Sekolah Elektronik Geografi:
          Iwan Gatos Sulistyanto.2009. Geografi 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka
          Danang Endarto.2009.Geografi 1. Jakarta: PT.Grahadi
          Hartono.2009.Geografi : Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: CV. Citra Praya


F. Media Pembelajaran

  - Power Point
  - Gambar-Gambar kegempaan dan bentuk muka bumi akibat tektonisme
  - Internet


G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Aktivitas Pembelajaran                                    Waktu         Metode

A. Pendahuluan                                            15 menit
                                                                               Ceramah
      Guru menyapa siswa, memimpin doa dan
       mempresensi siswa.
                                                                               Tanya Jawab
      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
      Memotivasi      siswa       dengan   memberikan
       manfaat dari diberikannya materi mengenai
       rangkaian pegunungan dan gempa bumi
      Apersepsi:
       -   Guru memberikan pertanyaan untuk para
           siswa mengenai pegunungan dan gempa
           bumi      guna   mengetahui      pengetahuan
           prasyarat yang dimiliki siswa sekaligus
           mengarahkan alam pikiran siswa menuju
           proses pembelajaran.
           contoh:     Pernahkah       kalian   melihat
          rangkaian pegunungan?
          Pernahkah kalian merasakan gempa bumi?


B. Kegiatan Inti                                        60 menit

  Eksplorasi
  Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
     Guru mengeksplorasi sejauhmana pengetahuan
      siswa mengenai materi yang akan dipelajari
      dengan memberikan pertanyaan mengenai                           Ceramah
      bentuk-bentuk muka bumi akibat proses
      tektonisme dan mengenai kegempaan
      Contoh:      -   apa saja bentuk muka bumi yang
                       terbentuk    akibat    adanya
                       pergerakan lempeng bumi
                   -   Mengapa gempa bumi dapat
                       terjadi?

      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur,
      saling menghargai.);



  Elaborasi
  Dalam kegiatan elaborasi, guru menerapkan
  metode Number head together yaitu dengan :
     Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan
      tugas kelompok                                                Number       Head
     Guru membentuk kelompok secara heterogen                       Together

   Guru memanggil ketua kelompok dan setiap                         (modified)

      kelompok mendapat satu amplop yang berisi
      nomor-nomor untuk ketua kelompok itu
      sendiri dan para anggotanya yang bersifat
      rahasia.
   Masing-masing kelompok membahas materi
      yang sama yaitu mengenai bentuk-bentuk
      muka bumi akibat proses pergeseran lempeng
      bumi (tektonisme) dan mengenai seisme
      (kegempaan)
   Setelah selesai diskusi, guru memerintahkan           Tanya jawab
      masing-masing membuat pertanyaan. Guru
      menunjuk salah satu nomor siswa, dan
      memberikan pertanyaan.
   Siswa      yang     ditunjuk   harus   menjawab
      pertanyaan tersebut, bila diperlukan dapat
      dibantu oleh teman sekelompoknya.
   Siswa yang telah menjawab pertanyaan dapat
      menunjuk        nomor   siswa   lainnya     dan
      memberikan pertanyaan.
   Siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan             Ceramah

      diberikan hukuman berupa menyanyi di depan
      kelas
   Guru menilai keaktifan siswa dengan melihat
      keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan
      dan menyanggah jawaban


      (nilai   yang     ditanamkan:   Kerja     keras,
      kerjasama, Jujur, saling menghargai.);



  Konfirmasi
  Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
     Guru memberikan penguatan terhadap materi
      hasi diskusi (nilai yang ditanamkan: Kerja
      keras, Jujur, saling menghargai.);
     Menjelaskan tentang hal-hal yang belum
      diketahui. (nilai yang ditanamkan: Kerja
      keras, Jujur, saling menghargai.)
C. Kegiatan Akhir/Penutup
     Secara bersama-sama guru dan para siswa 15 menit    Ceramah
      membuat kesimpulan mengenai materi yang
      telah dipelajari, kemudian guru memberikan          Tanya jawab
      kesempatan bagi para siswa untuk bertanya
      mengenai materi yang kurang dimengerti
      (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur,
      saling menghargai.);
       Guru memberikan tugas                   secara     individu                          Penugasan
        berupa:
        -   membuat resume dari diskusi yang telah
            dilaksanakan yang dikumpulkan dalam
            bentuk       laporan       hasil      diskusi     pada
            pertemuan berikutnya
        -   menjawab soal-soal evaluasi


H. Penilaian
  1) Teknik Penilaian
       a) Tes Tertulis             : menggunakan soal evaluasi berbentuk esay


  2) Kisi-kisi soal evaluasi
        Standar Kompetensi         :    3.     Menganalisis unsur-unsur geosfer
       Kompetensi Dasar            : 3.1 Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan
                                               lithosfer    dan       pedosfer    serta     dampaknya      terhadap
                                               kehidupan di muka bumi

                         Indikator
    Materi                                                            Jenis       Tingkat                             No
                     Pencapaian                Indikator soal                                    Soal evaluasi
 pembelajaran                                                         Soal       kesukaran                            soal
                     kompetensi
                                                                                              Jelaskan
                                               Membedakan
                                                                                              perbedaan antara
                                               epirogenesa         Uraian        C2                                   1
                                                                                              epirogenesa dan
                                               dan orogenesa
                                                                                              orogenesa!
                                                                                              Jelaskan mengapa
                  Menguraikan                                                                 terjadi lipatan
 Berbagai
                  berbagai bentuk              Menganalisis                                   lapisan kerak bumi
 bentuk muka
                  muka bumi                    proses                                         yang
 bumi akibat                                                       Uraian        C4                                   2
                  akibat proses                terjadinya                                     menyebabkan
 proses
                  tektonisme.                  lipatan                                        terbentuknya
 tektonisme
                                                                                              relief/ bentuk
                                                                                              muka bumi
                                               Menyimpulkan
                                                                                              Jelaskan dampak
                                               dampak       dari
                                                                   Uraian        C6           dari adanya proses      3
                                               adanya proses
                                                                                              tektonisme!
                                               tektonisme
                                                                            Sebutkan dan
                                            Menyebutkan
                                                                            jelaskan masing-
                                            istilah-istilah
                                                                            masing istilah
                                            yang berkaitan Uraian      C2                       4
                      Menganalisis                                          yang berkaitan
                                            dengan
                      proses terjadinya                                     dengan
  Seisme                                    kegempaan
                      gempa bumi                                            kegempaan!
                                            Menganalisis
                                                                            Jelaskan proses
                                            proses
                                                              Uraian   C4   terjadinya gempa
                                            terjadinya
                                                                            tektonik !
                                            gempa tektonik


3) Format Penilaian
   Soal Esay
    Aspek Yang Dinilai                                                                   Skor
    Mampu menjawab dengan benar, baik secara induktif maupun secara deduktif             4
    Mampu menjawab dengan benar, tetapi tidak memberikan jawaban yang singkat 3
    dan rinci
    Menjawan dengan singkat dan benar                                                    2
    Menjawab dengan rinci tetapi salah                                                   1
    Tidak menjawab                                                                       0


   Kriteria Penilaian:
   Nilai kualitatif        Nilai kuantitatif
     Sangat Baik           4         > 80
     Baik                  3         68 - 79
     Cukup                 2         56 - 67
     Kurang                1         < 55
4) Bentuk Instrument         :
   Essay
         Soal Essay
           Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat.
           1. Jelaskan perbedaan antara epirogenesa dan orogenesa!
           2. Jelaskan mengapa terjadi lipatan lapisan kerak bumi yang menyebabkan terbentuknya
              relief/ bentuk muka bumi
           3. Jelaskan dampak dari adanya proses tektonisme!
           4. Sebutkan dan jelaskan masing-masing istilah yang berkaitan dengan kegempaan!
           5. Jelaskan proses terjadinya gempa tektonik !


         “ Jawaban Soal Essay “
   No                                               Jawaban

   1       1. Epirogenesa
              Epirogenesa adalah perubahan letak lapisan kulit bumi yang gerakannya lambat pada
              wilayah yang luas. Proses epirogenesa terdiri dari dua jenis, yaitu :
              a.   Epirogenesa positif adalah gejala turunnya daratan sehingga seolah-olah air laut
                   naik. (penurunan benua)
                   Contoh : - Tenggelamnya Benua Gondwana (disebelah selatan Indonesia)
                             - Tenggelamnya daratan atlantis




               b. Epirogenesa negatif adalah gejala naiknya daratan sehingga seolah-olah air laut
                   turun.
                    Contohnya : - Naiknya Pulau Timor dan Buton.
                                 - Naiknya pantai Skandinavia
    2. Gerak Orogenesa
          Gerakan orogenesa adalah suatu gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan
       meliputi wilayah yang relatif sempit. Ini berarti terjadi pembentukan pegunungan
       (oros = gunung, genesus = kelahiran) dan lipatan. Contohnya : terbentuknya lipatan
       pegunungan      muda Sirkumpasifik.    Gerak ini     berpengaruh besar     terhadap
       terbentuknya pegunungan, patahan, retakan, dan lipatan.

2      Terjadinya lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam Bumi akibat tekanan yang
       besar dan temperatur yang tinggi, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat
       atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipat apabila ada
       dorongan tenaga tektonik. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenaga
       tektonik menjadikan batuan terlipat dengan berbagai bentuk. Puncak lipatan disebut
       antiklinal, lembah lipatan disebut sinklinal. yang sangat luas dinamakan
       geosinklinal.
3      Pergeseran kerak Bumi mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan
       cekungan sedimen. Lebih lanjut terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada
       kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung
       dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran,
       dan sedimentasi. Selain itu Kantong-kantong minyak dan gas alam banyak
       ditemukan di lipatan-lipatan dan sesar-sesar batuan yang kondisinya memenuhi
       syarat. Salah satunya terdapat di sisi utara maupun selatan rangkaian pegunungan
       yang melintasi Pulau Jawa.


4         a) Hiposentrum, yaitu titik pusat terjadinya gempa yang terletak di lapisan
              bumi bagian dalam.
          b) Episentrum, yaitu titik pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi,
              tegak lurus dengan hiposentrum.
          c) Fokus, yaitu jarak antara hiposentrum dan episentrum.
          d) Isoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang
            mengalami intensitas getaran gempa yang sama besarnya.
       e) Pleistoseista, yaitu garis pada peta yang menunjukkan daerah yang paling
            kuat menerima goncangan gempa. Daerah tersebut terletak di sekitar
            episentrum.
       f)   Homoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah yang
            menerima getaran gempa yang pertama pada waktu yang bersamaan.


5
                                     Gempa tektonik
       Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
    lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
    sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
    kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
    menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan
    [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya
    gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh
    tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
       Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari
    beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan
    mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga
    berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan
    terjadinya gempa tektonik.
       Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit,
    yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun
    kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng
    merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang
    melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng
    tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia
    pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.
1. Lembar Penilaian Diskusi
Hari/Tanggal                 : …………………………………………………….
Topik diskusi                : - Menguraikan berbagai bentuk muka bumi akibat proses tektonisme.
                               - Menganalisis proses terjadinya gempa bumi



Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok)
                                                 Aspek Penilaian
                Nama         Menyelesaikan                                 Penggunaan      Jumlah
    No.                                           Kerjasama        Hasil
           Kelompok          Tugas Kelompok                                  Bahasa        Nilai
                                                  Kelompok         Tugas
                               dengan Baik                                  yang Baik
    1      I
    2      II
    3      III


                                    Lembar Penilaian Diskusi (Individu)
                                                        Aspek Penilaian
                                                                     Kemampuan
                                       Berani          Berani                     Penggunaan       Jumlah
No              Nama Siswa                                            Menjawab
                                  Mengemukakan       Menjawab                         Bahasa        Nilai
                                                                     Pertanyaan
                                      Pendapat       Pertanyaan                   yang Baik
                                                                    Dengan Baik
1         Hendi Riswandi Ali
2         Muh Lukman S.
3         Tri Usnu Riyanto
4         Dwi Angga O.
5         Rani Prima Yunika
6         Jamilah R.
7         Samiaji Sapto W.
8         Melta Susani
9         Ardi Wiyanto
10        Bangkit Setyo N.
11        Menik Purwanti
12        Mugiyono
13        Sumilah
14        Gozali Qodratullah
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif       Nilai kuantitatif
  Sangat baik          4       > 80
  Baik                 3       68 - 79
  Cukup                2       56 - 67
  Kurang               1       < 55




2. Lembar Penilaian Resume
                   Aspek                     Nilai         Nilai
                                                                      Deskripsi (Alasan)
                                           kualitatif   kuantitatif
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari
kutipan/pendapat tokoh
Isi disajikan dengan bahasa yang
baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap kutipan/pendapat tokoh
Penutup disajikan dengan bahasa
yang baik
Nilai rata-rata
Komentar
Penghitungan Nilai Akhir




Mengetahui,                Kulon Progo, ……………………..
Kepala SMAN1 Godean        Guru Geografi




                           Dadang Novanda Zatnika, S.Pd
NIP.                       NIM. 124 222 99 011

								
To top