Docstoc

Jurnal Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis PLC

Document Sample
Jurnal Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis PLC Powered By Docstoc
					       RANCANG BANGUN LIFT 3 LANTAI BERBASIS
       PROGRAM LOGIKA CONTROL ( PLC ) OMRON

                    Muhammad Randhika (5223 073 101)

                       Roni Firmansyah (522 3073 115)

  Alumni Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro,
               Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta

                  Termasuk dalam kategori jurnal keteknikan.



                            Dosen Pembimbing
                         Drs. Jusuf Bintoro, M.T
          Dosen Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
                      (NIP. 196101081987031003)



                              Chaerul Rozikin

    Mahasiswa Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik
          Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta

                         No. Reg : 522 3127 177




Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON   |1
             Muhammad Randhika & Roni Firmansyah
                                      ABSTRAK

       Prototype Lift 3 Lantai Berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Tugas
Akhir, Jakarta, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta,
Desember 2011.

      Tugas Akhir dibuat dengan tujuan untuk merancang, menguji, dan
merealisasikan Prototype Lift 3 Lantai Berbasis Programmable Logic Controller (PLC).

       Pembuatan Tugas Akhir dilakukan di ruang praktikum dan laboratorium PLC
dan bengkel, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
pada semester ganjil (093) pada bulan September 2010 sampai dengan Desember 2011.
Metode        yang       digunakan      adalah      Metode      Analisis     data
       hasil percobaan laboratorium yaitu dengan merancang, membuat, menguji dan
menganalisis Prototype Alat Lift 3 Lantai Berbasis Programmable Logic Controller
(PLC).

      Prototype Lift 3 Lantai Berbasis Programmable Logic Controller (PLC).
menggunakan sensor limit switch, IC perekam suara yakni IC ISD 2560, dan PLC
OMRON CQM 1A sebagai pengendali, dan pemrograman menggunakan ladder
diagram CX Programmer Versi 5.0.

       Hasil Tugas Akhir Prototype Lift 3 Lantai Berbasis Programmable Logic
Controller (PLC) telah berhasil dibuat dan diuji. Lift dapat bergerak ke lantai 1, lantai
2, ataupun lantai 3, dan berhenti di lantai 1, lantai 2, ataupun lantai 3 sesuai dengan
request tombol luar dan tombol dalam pada lift. ISD 2560 dapat mengeluarkan output
suara melalui speaker sebagai peringatan beban kabin telah mencapai maksimum, dan
sistem switch darurat dapat menurunkan kabin ke lantai 1 jika kabin sedang di lantai 2
atau di lantai 3, lalu membuka pintu kabin dan pintu lift lantai 1 dengan menekan
tombol darurat saat listrik utama padam. Hasil tersebut diperoleh setelah sistem diuji
secara keseluruhan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Prototype Lift 3 Lantai
Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) sudah dapat berfungsi dengan baik.

Kata Kunci: Lift, ISD 2560, Programmable Logic Controll




2|                   HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19
 1. PENDAHULUAN                            pengetahuan dibidang mekanik dan
        Aplikasi     otomasi     pada      elektrik yang mampu memberikan
industri sering dibuat dalam bentuk        sebuah kemanfaatan bagi manusia.
alat pengangkat barang maupun                      Menerapkan ilmu yang telah
pengantar barang, yang dapat               dipelajari    selama     mengikuti
memberi kinerja cepat walaupun             perkuliahan dalam bentuk Tugas
barang yang dibawa melebihi bobot          Akhir.
yang biasa dapat kita angkat atau                  Manfaat
bawa. Dengan adanya alat otomatis                  Hasil penelitian yang telah
tersebut kinerja pabrik dapat menjadi      dilakukan diharapkan mempunyai
lebih ringan dan mudah dalam hal           kontribusi pada beberapa bidang,
efisien waktu dan tenaga. Dalam            antara lain:
aplikasinya, alat otomatisasi industri
tersebut dibuat mulai dari yang
sederhana seperti pintu otomatis,          1.  Bidang Keteknikan
pendingin suhu ruangan otomatis,                 Alat yang ini masih dapat
hingga adanya alat pengangkat               dikembangkan.           Penggunaan
barang otomatis sampai aplikasi             mikrocontroller yang digunakan
otomatisasi modern yakni lift.
                                            dapat diganti tipenya asalkan cocok
Karena lift tersebut cara kerjanya
dapat kita jalankan sesuai dengan           untuk kebutuhan. Atau mungkin
request (perintah) kita dan dapat           dapat       digantikan       dengan
berjalan secara otomatis. Dengan            menggunakan PLC. Hal ini
demikian, alat otomatisasi dapat            membuka peluang bagi peneliti lain
diciptakan untuk menggantikan               untuk memodifikasi alat ini atau
posisi-posisi pekerja baik dalam
                                            mengembangkan sampai dapat
bagian produksi dengan program
keahlian rendah maupun sebagai              berfungsi dengan lebih baik
pengganti teknisi profesional dengan
program keahlian yang lebih                2.   Bidang Pendidikan
kompleks.                                         Sistem pada alat ini dapat
Tujuan                                      dipelajari oleh para mahasiswa
  Tujuan dalam pembuatan tugas              diploma teknik elektronika atau
akhir ini adalah:                           para pelajar dibidang teknik
        Merupakan salah satu syarat
                                            elektronika. Sehingga alat ini dapat
agar dapat menyelesaikan Program
Studi     Diploma     Tiga     Teknik       dijadikan media pembelajaran atau
Elektronika     Universitas    Negeri       diterapkan sebagai contoh alat pada
Jakarta                                     praktikum      elektronika.     Serta
Mempermudah         manusia     dalam       memberi pengetahauan yang lebih
mencapai lantai yang tinggi, shingga        luas       tentang       penjabaran
bisa menghemat tenaga.                      mikrokontroller      yang     terkait
        Membuat        lift    3lantai
                                            dengan mekanik dan elektrik dalam
Programmmable Logic Control
(PLC) dan mengembangkan ilmu                sebuah industri.




      Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON      |3
                   Muhammad Randhika & Roni Firmansyah
        PLC (programmable Logic
Controller) adalah kendali logika
terprogram merupakan suatu piranti
elektronik yang dirancang untuk
dapat beroperasi secara digital
dengan      menggunakan       memori
sebagai       media     penyimpanan
instruksi-instruksi internal untuk
menjalankan fungsi-fungsi logika,        Gambar 1.1 PLC OMRON CPM2A
seperti fungsi pencacah/counter,
fungsi urutan proses, fungsi pewaktu,
fungsi aritmatika, dan fungsi yang
lainnya          dengan          cara
memprogramnya.

      PLC sama halnya seperti
mikrokontroler tapi disini PLC sudah
mendapat standarisasi sebagai alat
pengendali industri.                     Gambar 1.2 Skema PLC OMRON
        PLC pertama   kali digunakan     CPM2A
sekitar pada tahun    1960-an untuk      Berdasarkan konsep PLC adalah
menggantikan                peralatan    sebagai berikut :
konvensional yang     begitu banyak
yang      biasanya     menggunakan       1. Programmable
relay/saklar.
                                                Programmable menunjukkan
                                         kemampuan dalam hal memori untuk
                                         menyimpan program yang telah
                                         dibuat yang dengan mudah diubah-
                                         ubah fungsi atau kegunaannya.



                                         2. Logic

                                                Logic          menunjukkan
                                         kemampuan dalam memproses input
                                         secara aritmatik dan logic (ALU),
                                         yakni       melakukan      operasi
                                         membandingkan,      menjumlahkan,
                                         mengalikan, membagi, mengurangi,
                                         negasi, AND, OR, dan lain
                                         sebagainya.

4|                    HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19
3. Controller                              1. Sekuensial Control

       Controller      menunjukkan         PLC memproses input sinyal biner
kemampuan dalam mengontrol dan             menjadi output yang digunakan
mengatur       proses     sehingga         untuk keperluan pemrosesan teknik
menghasilkan       output     yang         secara berurutan (sekuensial), disini
diinginkan.                                PLC menjaga agar semua step atau
                                           langkah dalam proses sekuensial
       PLC ini dirancang untuk             berlangsung dalam urutan yang tepat.
menggantikan suatu rangkaian relay
sequensial dalam suatu sistem              2. Monitoring Plant
kontrol. Selain dapat diprogram, alat
ini juga dapat dikendalikan, dan                  PLC secara terus menerus
dioperasikan oleh orang yang tidak         memonitor status suatu sistem
memiliki pengetahuan di bidang             (misalnya    temperatur,      tekanan,
pengoperasian komputer secara              tingkat ketinggian) dan mengambil
khusus. PLC ini memiliki bahasa            tindakan       yang       diperlukan
pemrograman yang mudah dipahami            sehubungan dengan proses yang
dan dapat dioperasikan bila program        dikontrol (misalnya nilai sudah
yang      telah    dibuat     dengan       melebihi batas) atau menampilkan
menggunakan software yang sesuai           pesan tersebut pada operator.
dengan jenis PLC yang digunakan                    Prinsip kerja sebuah PLC
sudah dimasukkan.                          adalah menerima sinyal masukan
        Alat ini bekerja berdasarkan       proses yang dikendalikan lalu
input-input yang ada dan tergantung        melakukan serangkaian instruksi
dari keadaan pada suatu waktu              logika terhadap sinyal masukan
tertentu yang kemudian akan meng-          tersebut sesuai dengan program yang
ON atau       meng-OFF kan output-         tersimpan dalam memori lalu
output. 1    menunjukkan      bahwa        menghasilkan sinyal keluaran untuk
keadaan yang diharapkan terpenuhi          mengendalikan       aktuator    atau
sedangkan 0 berarti keadaan yang           peralatan lainnya.
diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga              Lift
dapat diterapkan untuk pengendalian
sistem yang memiliki output banyak.                Lift      adalah    angkutan
                                           transportasi vertikal yang digunakan
       Fungsi dan kegunaan PLC             untuk mengangkut orang atau
sangat luas. Dalam prakteknya PLC          barang. Lift umumnya digunakan di
                                           gedung-gedung bertingkat tinggi;
dapat dibagi secara umum dan secara
                                           biasanya lebih dari tiga atau empat
khusus.                                    lantai. Gedung-gedung yang lebih
                                           rendah biasanya hanya mempunyai
       Secara umum fungsi PLC
                                           tangga atau eskalator. Lift-lift pada
adalah sebagai berikut :                   zaman modern mempunyai tombol-
                                           tombol       yang     dapat    dipilih
      Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON      |5
                   Muhammad Randhika & Roni Firmansyah
penumpangnya sesuai lantai tujuan                Lift barang
mereka, Terdapat tiga jenis mesin,               Lift kendaraan
yaitu Hidraulik, Traxon atau katrol              Lift pasien (Bed Elevator)
tetap, dan Hoist atau katrol ganda,              dumbwaiter, lift berbentuk
Jenis hoist dapat dibagi lagi menjadi             kotak kecil yang sering
dua bagian, yaitu hoist dorong dan                digunakan di restoran atau
hoist tarik.                                      perpustakaan untuk
                                                  mengangkut barang-barang
                                                 dalam suatu gedung.

                                           Tipe mesin lift
Sejarah dan alur waktu
                                           Menurut jenis mesinnya bisa
Lift awalnya adalah derek yang             dikategorikan menjadi beberapa
terbuat dari tali. Pada tahun 1853,        kategori:
Elisha Graves Otis, salah seorang
pionir dalam bidang lift,
                                                 Geared motor - menggunakan
memperkenalkan lift yang
                                                  gear untuk mereduksi
menghindarkan jatuhnya ruang lift
                                                  kecepatan motor
jika kabelnya putus. Rancangannya
                                                 Gearless - menggunakan
mirip dengan suatu jenis mekanisme
                                                  motor dengan torsi besar dan
keamanan yang masih digunakan
                                                  kecepatan rendah
hingga kini.
                                                 MRL / Machine Room Less -
                                                  menggunaka motor magnet
        23 Maret 1857 - Lift Otis                permanen yang lebih kecil
         pertama dipasang di New
         York City.
        1880 - Lift listrik pertama,
         dibuat oleh Werner von            Perancangan Sistem
         Siemens.                          Perancangan Mekanik
        2004 - Pemasangan lift            Perancangan mekanik terbagi
         penumpang tercepat di dunia,      menjadi dua bagian yaitu bagian
         di gedung Taipei 101 di           kerangka lift dan sangkar lift
         Taipei, Taiwan.                   Perancangan Kerangka Lift
         Kecepatannya adalah 1.010         Pembuatan kerangka lift ini dibangun
         meter per menit atau 60,6 km      menggunakan akrelik sebagai
         per jam saat naik, dan 600        dinding-dinding lift. Akrelik yang
         meter per menit atau 36 km        dipakai sebagai dinding lift
         per jam saat turun. Dibuat        mempunyai ketebalan 3mm. Lift
         oleh Toshiba, dimulai dari Lt.    yang dibangun adalah lift tiga lantai
         5 s/d Lt. 89.                     yang mana ketinggian kerangka lift
                                           adalah 60cm x 20cm. Masing-masing
Jenis                                      lantai memiliki ketinggian sekitar
                                           20cm.
Ada beberapa jenis lift:                   Pada kerangka lift ini terpasang
                                           empat buah pipa stainless sebagai
        Lift penumpang                    pegangan sangkar lift nantinya. Dan
             o Lift Observasi              juga terdapat sebuah counterweight
                 (Panorama)
6|                      HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19
atau penyeimbang sangkar lift yang
mana akan disesuaikan berat sangkar
lift nya dengan penyeimbang. Pada          Rangkaian Tombol
kerangka lift terdapat juga tujuh buah     Tombol yang dipasang sebagai
tombol pada setiap tingkatan. Fungsi       masukan tersebut adalah jenis
masing-masing tombol adalah                tombol tekan (Push On), yang
tombol tujuan, tombol panggil (call),      dihubungkan ke ground, dengan
tombol buzzer, dan tombol buka             alasan pada saat mikrokontroler
tutup pintu lift.                          dihidupkan     pertamakali,    akan
Gambar perancangan kerangka lift           menuliskan logika 0 pada semua port
dapat dilihat pada gambar dibawah          yang       digunakan        otomatis
ini :                                      terkonfigurasi sebagai masukan
                                           impedensi rendah, program akan
                                           membaca kaki port logika 0 karena
                                           masukan tombol tekan disambung
                                           ke-ground.
                                           2.   PEMBAHASAN
                                                    Sistem prototype lift 3 lantai
                                                berbasis       PLC        tersebut
                                                menggunakan chip ISD sebagai
                                                alarm saat kondisi full pada
                                                kabin lift, dengan mengeluarkan
                                                output suara melalui speaker.
                                                Sensornya menggunakan sensor
                                                pemberat untuk mengetahui
                                                kondisi jika kabin penuh. Sensor
                                                pemberat tersebut bekerja bila
                                                kabin       melampaui        bobot
                                                maksimal dan ISD akan aktif
                                                dan mengeluarkan suara, “Maaf
                                                lift sudah terisi penuh, mohon
                                                kurangi beban lift. Terima
Perancangan Perangkat Keras                     kasih”.
(Hardware)                                          Dalam perancangan dan
Pada perancangan perangkat keras                pembuatan digunakan 4 buah
lift terdapat banyak komponen                   komponen inti, yaitu : rangkaian
elektronika untuk dapat membangun               sensor berat, IC ISD, driver
sebuah sistem lift. Komponen –                  motor DC dan PLC. Sebagai
komponen yang dibutuhkan dalam                  catu daya bagi rangkaian,
membangun         sistem   lift   ini           dipakai regulator 5 VDC, 9
dibutuhkan beberapa jenis sensor dan            VDC, dan 12 VDC. Regulator 5
komponen - komponen elektronika                 VDC         digunakan        untuk
lainnya. Berikut komponen yang                  menyediakan tegangan bagi
digunakan pada sistem lift serta                semua IC TTL, dan rangkaian
rangkaian elektronika untuk dapat               LED indikator. Lalu pada motor
membangun rancangan perangkat                   pintu kabin dan pintu tiap lantai
keras antara lain : 11                          menggunakan tegangan 9 VDC,

      Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON       |7
                   Muhammad Randhika & Roni Firmansyah
     dan 12 VDC digunakan untuk
     tegangan driver motor penarik
     kabin. Berdasarkan 4 komponen
     inti tadi, maka rangkaian dapat
     dibuat, seperti yang terlihat pada
     gambar dibawah :


     Berikut adalah modul-modul
     yang dipakai dalam prototype
     lift:

     a. Modul Input
     Input menggunakan tombol
     panggil dan sensor pemberat
     yang apabila sampai pada bobot
     maksimal maka sensor akan
     bekerja.

     b. Modul PLC
     Menggunakan PLC CQM 1A
     untuk mengendalikan motor DC
     dan mengatur semua sistem,
     yaitu menerima input dari sensor
     pemberat, dan tombol panel,
     kemudian      mengeksekusinya
     untuk memberi input ke driver
     motor dan ISD.

     c. Modul ISD
     Pada prototype lift 3 lantai
     digunakan IC Voice Recorder
     ISD 2560 dan rangkaian sensor
     pemberat     yang    langsung
     terhubung dengan PLC sebagai
     driver sensor pemberat kabin.
     ISD 2560 ditunjukkan pada
     Gambar 3.3 dibawah.
     Pada ISD 2560 diseting agar
     rekaman didalam saat di
     playback    menjadi   looping,
     dengan logika pada tabel
     dibawah.




8|                     HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19
                                          sangkar lift naik atau turun sampai
                                          salah satu sensor pendeteksi adanya
                                          lift aktif sehingga mematikan motor
                                          penggerak sangkar lift.



    Tabel Logika Pin ISD 2560

    Selain pin A3, A6, A8, dan A9,                         Pin            Logika
    maka sisanya diberikan logika 0.                       A3               1
    Pin A3 berfungsi sebagai                               A6               1
    Message Looping dan pin A6
                                                           A8               1
    berfungsi sebagai Push Button
                                                           A9               1
    Mode,       karena       metode
    pangaktifan playback ISD 2560
                 menggunakan pin
                 CE (Chip Enable).

                   d.     Modul
                   Driver Motor
                   Menggunakan
                   motor DC 9 Volt          Gambar prototype lift 3 lantai
                   yang difungsikan
                   untuk membuka          a) Pada gambar diatas posisi lift
                   dan       menutup      sedang berada dilantai 1, jika ditekan
    pintu kabin lift dan pintu di tiap    tombol call atau tujuan lantai 2 maka
    lantai serta motor DC 12 Volt         motor penggerak sangkar lift aktif
    sebagai penarik tali katrol yang      sehingga lift naik setelah sensor
    terhubung ke kabin.                   pendeteksi adanya lift di lantai 2
                                          aktif maka motor penggerak sangkar
    e. Modul Switch Darurat               lift akan dimatikan maka posisi
    Modul       switch      darurat       dangkar lift akan berada di lantai 2.
    menggunakan relay sebagai             Jika yang ditekan tombol call atau
    pemutus    dan     penyambung         tujuan lantai 3 maka motor
    rangkaian, antara catu daya           penggerak sangkar lift akan aktif
    utama dengan catu daya                sehingga lift akan naik sampai sensor
    cadangan.                             pendeteksi lantai 3 aktif, maka
                                          penggerak sangkar lift dimatikan,
                                          dan setelah berhenti posisi sangkar
                                          lift akan tetap berada di lantai 3.
                                          b) Posisi lift sedang berada dilantai 2,
                                          jika ditekan tombol call atau tujuan
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
                                          lantai 1 maka motor penggerak
Pengujian Sistem Sangkar Lift
                                          sangkar lift aktif sehingga sangkar
Naik dan Turun.
                                          lift turun sampai sensor pendeteksi
Pengujian      dilakukan    dengan
                                          adanya lift dilantai 1 aktif maka
menggerakan      motor   penggerak
                                          motor penggerak dimatikan dan
     Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON        |9
                  Muhammad Randhika & Roni Firmansyah
posisi sangkar lift akan berada di             lift, setelah tertutup penuh dan sensor
lantai 1. Setelah berhenti di lantai 1,        pendeteksi tutup penuh aktif maka
jika yang ditekan tombol call atau             motor penggerak pintu dimatikan.
tujuan 3 maka motor penggerak
                                               b) Ketika ada benda atau orang yang
sangkar lift aktif sehingga sangkar
                                               berdiri dibawah pintu maka sensor
lift naik sampai sensor pendeteksi
                                               pendeteksi adanya orang akan aktif
adanya lift lantai 3 aktif maka motor
                                               maka motor penggerak tutup akan
penggerak sangkar lift dimatikan dan
                                               dimatikan       dan       dibalikkan
posisinya akan berada di lantai 3.
                                               menggerakkan pintu buka, sampai
Jika sebelum melewati sensor
                                               tidak adanya yang menghalangi sesor
pendeteksi lantai 2 dan lantai 2 ada
                                               pendeteksi adanya orang atau benda.
yang menekan tombol call maka
sangkar lift akan berhenti dilantai 2.
                                               Dari hasil pengujian buka dan tutup
                                               pintu lift diatas menyatakan bahwa
c) Sangkar lift berada dilantai 3, jika
                                               kondisi itu akan menjalankan terus
ditekan tombol call lantai 1 maka
                                               menerus jika kondisi sama dengan
motor penggerak sangkar lift aktif
                                               program yang dibuat atau kondisi
sehingga lift turun sampai sensor
                                               bernilai benar.
pendeteksi adanya lift dilantai 1 aktif
maka motor penggerak dimatikan
                                               Pengujian Lampu Indikator Posisi
dan sangkar lift akan tetap berada di
                                               Lift
lantai 1. Jika tombol call lantai 2
                                               Pengujian       dilakukan     dengan
ditekan terlebih dahulu sebelum
                                               menggerakkan motor penggerak
menekan tombol call lantai 1 maka
                                               sehingga sensor posisi lift 1 aktif,
sangkar lift akan berhenti di lantai 2
                                               maka lampu indicator 1 akan hidup
dan kemudian akan dilanjutkan ke
                                               disetiap lantai dan jika sensor lantai
lantai 1
                                               2 aktif, maka lampu indikator 2 akan
                                               hidup disetiap lantainya begitu juga
                                               jika sensor yang aktif lantai 3 maka
Pengujian Sistem Buka dan Tutup
                                               lampu indikator 3 yang aktif disetiap
Pintu Lift
                                               lantainya
Pengujian dilakukna dengna cara
menekan salah satu tombol sehingga
                                          3.   KESIMPULAN DAN SARAN
menggerakkan sangkar lift kelantai 1,
2, dan 3 setelah sensor pendeteksi
                                                      Setelah             melakukan
adanya lift aktif maka pintu lift akan
                                               perencanaan dan pembuatan sistem
terbuka secara otomatis dan setelah
                                               yang kemudian dilakukan pengujian,
beberapa detik maka pintu lift akan
                                               maka dapat diambil beberapa
menutup kembali.
                                               kesimpulan yaitu sebagai berikut :
a) Saat lift sampai tujuan lantai 1, 2,
                                                   1. Simulasi Lift 3 Lantai
dan 3 maka secara otomatis motor
                                                      berbasis PLC dapat bekerja
penggerak pintu lift akan membuka,
                                                      dengan baik sesuai dengan
setelah terbuka penuh maka sensor
                                                      deskripsi      kerja     yang
pendeteksi buka pintu penuh (limit
                                                      diinginkan.
switch) aktif maka motor penggerak
                                                   2. Pada lift dipasang sistem ISD
akan dimatiakan. Selama beberapa
                                                      sebagai pemberi informasi
detik motor penggerak akan hidup
                                                      suara “Maaf lift sudah terisi
secara otomatis untuk menutup pintu
                                                      penuh, mohon kurangi beban
10 |                   HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19
   lift. Terima kasih”, jika kabin         sebuah pemikiran bagi pembaca
   melampaui bobot maksimal.               khususnya mahasiswa dalam
3. Sensor yang digunakan untuk             mencari ide baru agar mesin
   mendeteksi beban kabin                  tersebut dapat bekerja secara
   adalah limit switch dengan              maksimal       dan       dapat
   modifikasi        menggunakan           dipergunakan untuk menunjang
   akrilik dan pegas sebagai               kebutuhan manusia sebagaimana
   lantai     kabin,   sedangkan           mestinya.
   tegangan yang diberikan
   sebesar 12 VDC.
Pada kondisi listrik utama
padam, secara otomatis lift akan
mendapat tegangan cadangan
yang berasal dari baterai/accu,
yang        digunakan        untuk
menurunkan kabin lift dan
membuka pintunya.

Kelemahan yang terdapat pada
Prototype Lift 3 Lantai Berbasis
PLC       kiranya menjadikan
                          DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1998. “ISD 2560/75/90/120 Products,” ISD.

Handayani, Peni, dkk. 2008. “Teknik Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem
      Elektronika,” Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
      Kejuruan.

Sumardjati, Prih, dkk, 2008. “Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 3,”
      Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Syufrijal, “Pengendali Logika Terprogram.” Modul Kuliah. Jakarta: Teknik
        Elektro UNJ, 2008.

  http://www.meriwardanaku.com/2010/07/pengenalan-dasar-plc.html Diakses
tanggal 24 May 2013




 Rancang Bangun Lift 3 Lantai Berbasis Program Logika Control OMRON        | 11
              Muhammad Randhika & Roni Firmansyah

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8
posted:6/8/2013
language:
pages:11