Askep Spinal Cord Injury by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 26

									SPINAL CORD INJURY



       Hendri Tamara Yuda
Letak : dalam canalis vertebralis
Panjang :40-50 cm
Skeletopis :
foramen occipatale
magnum/setinggi
decusasio pyramidum
sampai setinggi V. Lumbal 1-2
  Segmen-2 dari medulla spinalis
Ada 31 pasang yaitu :
• N. Cervicalis C1 – C8
• N. Thoracalis T1 – T12
• N. Lumbalis L1 – L5
• N. Sacralis S1 – S5
• N. Coccygeus 1 pasang.
                     Statistics:
National Spinal Cord Injury Database
 { USA Stats }
• MVA (Motor Vehicle Accident)         44.5%
• Falls                                18.1%
• Violence                             16.6%
• Sports                               12.7%

• 55% cases occur in 16 – 30yrs of age
• 81.6% are male!
South African Statistics (GSH Acute Spinal Cord Injury
  Unit 2007)
• MVA                                  56%
• Falls                                16%
• Gunshot Injuries                     11%
• Blunt Assault (trauma tumpul)        6%
• Diving Accidents                     5%
• Stab Wounds (luka tusuk)             4%
• Sport Injuries                       3%
                  Definisi
• Trauma yang terjadi pada jaringan medula
  spinalis yang dapat menyebabkan fraktur atau
  pergeseran satu atau lebih tulang vertebra
  atau kerusakan jaringan medula spinalis
  lainnya termasuk akar-akar saraf yang berada
  sepanjang      medula    spinalis   sehingga
  mengakibatkan defisit neurologi.
• Fraktur tulang belakang merupakan fraktur
  kompresi karena trauma langsung pada
  cervikalis sampai sakralis, dapat menimbulkan
  fraktur stabil atau tidak stabil.
                  Etiologi
1. Kecelakaan lalu lintas
2. Injury atau jatuh dari
   ketinggian
3. Kecelakaan sebab olah raga
4. Luka jejas, tajam, tembak
   pada daerah vertebra
        Gambaran Klinis

Bradikardi
Sakit kepala yang hebat
Shock spinal
Adanya deformitas
Bila kepala ditekan kebawah terasa nyeri
Gangguan sistem pencernaan dan seksual
             Tanda dan Gejala
• Tanda spinal shock (pemotongan komplit
  ransangan), meliputi: Flaccid paralisis dibawah
  batas luka, hilangnya sensasi dibawah batas
  luka, hilangnya reflek-reflek spinal dibawah
  batas luka, hilangnya tonus vaso motor
  (Hipotensi),Tidak ada keringat dibawah batas
  luka, inkontinensia urine dan retensi feses 
  berlangsung lama hiperreflek/paralisis spastic
• Pemotongan sebagian rangsangan: tidak
  simetrisnya flaccid paralisis, tidak simetrisnya
  hilangnya reflek dibawah batas luka, beberapa
  sensasi tetap utuh dibawah batas luka,
  vasomotor menurun, menurunnya blader atau
  bowel, berkurangnya keluarnya keringat satu
  sisi tubuh
 Tanda-gejala lanjut
• Sindroma cidera medula spinalis sebagian
1. Anterior
   - Paralisis dibawah batas luka (trauma)
   - Hilangnya sensasi nyeri dan temperatur dibawah batas luka
   - sensasi sentuhan, pergerakan, posisi dan vibrasi tetap
2. Central
   - Kelemahan motorik ekstermitas atas lebih besar dari ekstermitas
      bawah
3. Sindroma brown sequard
   Terjadi akibat trauma pada bagian anteror dan posterior pada satu
   sisi
   - Ipsilateral paralisis dibawah trauma
   - Ipsilateral hilangnya sentuhan, vibrasi, proprioseption dibawah
     trauma
   - Kontralateral hilangnya sensasi nyeri dan temperatur dibawah lesi
             PATOFISIOLOGI
• Fraktur tulang. belakang disebabkan karena
  adanya trauma secara langsung atau tiba-tiba
  pada servikalis sampai dengan adanya
  benturan yang keras pada tulang ,otot, saraf
  bagian vertebra akan mengalami kerusakan
  yang stabil maupun yang tidak stabil.
• Dengan adanya benturan yang keras pada
  bagian vertebra akan mengakibatkan fraktur
  /dislokasi, jikaterjadi pada otot akan
  mengakibatkan otot terjepit sehingga akan
  mengakibatkan kerusakan terutama pada otot
                Komplikasi
1. Autonomic Dysreflexia
   terjadi adanya lesi diatas T6 dan Cervical
   - Bradikardia, hipertensi paroksimal,
   berkeringat banyak, sakit kepala berat
2. Fungsi Seksual
   - Impotensi, menurunnya sensasi dan
   kesulitan ejakulasi, pada wanita kenikmatan
   seksual berubah
   Spinal Cord Injury Classification
• Quadriplegia :
  injury in cervical region
  all 4 extremities affected

• Paraplegia :
  injury in thoracic, lumbar or sacral segments
  2 extremities affected
        Penatalaksanaan Medis
1. Cidera pada cervikal
   - Immobilisasi sederhana
   - Traksi skeletal
   - Pembedahan untuk spinaldekompresi
2. Cidera pada thoracal dan lumbal
   - Immobilisasi pada lokasi fraktur
   - Hiperekstensi dan branching
   - Bed-rest
3. Obat: adrenal corticosteroid untuk mencegah
   dan mengurangi edema medspin.
           Pengkajian Subyektif
Data subyektif
1. Pengetahuan pasien tentang penyakit
   (cedera dan akibat dari gangguan neurologis)
2. Inforasi tentang kejadian cidera, bagaimana
   sampai terjadi
3. Adanya dyspnea
4. Sensasi yang tidak biasannya (parasthesia)
5. Riwayat hilangnya kesadaran
6. Tidak adanya sensasi - gangguan sensorik
          Pengkajian Obyektif
1. Tingkat Kesadaran (Sadar/tidak sadar), GCS,
   pupil
2. Status respirasi (Bervariasi)
3. Orientasi tempat, waktu dan orang
4. Sikap tubuh pasien, kekuatan motorik
5. TTV (TD, Temp, Nadi), Integritas kuli
6. Distensi bowel dan bladder
Pemeriksaan Diagnostik
1. Spinal X-ray: melihat fraktur / pergeseran
   vertebra
2. Myelogram: Lokasi obstuksi aliran CSF
3. Spinal CT Scan
              Masalah Keperawatan
1.   Hambatan Mobilitas fisik
2.   Gangguan pola eliminasi : inkontinensia dan konstipasi
3.   Pola nafas tidak efektif
4.   Nyeri akut
- Pertahankan leher dalam keadaan ekstensi
  untuk mencegah cidera medula spinalis
- Pertahankan hiperekstensi dengan
  menggunakan penyangga leher
- Pasang penghalang tempat tidur
- Kaji tingkatan nyeri pasien dan gunakan
  rating sceale
- Evaluasi adanya kekakuan otot
- Berikan teknik relaksasi

								
To top