Docstoc

ASKEP ECT

Document Sample
ASKEP ECT Powered By Docstoc
					ASKEP PADA PASIEN ECT
BERMONITOR DENGAN
PREMEDIKASI DAN ANESTESI




 Sumawan
     PENDAHULUAN
   ECT ( Electro Convulsive Therapi ) pertama kali
    di perkenalkan oleh Lucio Bini & Ugo Carletti (
    1938 )
   Ke-2nya adl Psikolog & Psikiater dari Italia
   Menggantikan terapi kejang kimiawi yg lebih
    dulu di coba oleh LazloVon Medunna tahun 1934
    di budapest.
     Cont’d…………….
   ECT Adalah Salah satu pengobatan fisik dengan
    menggunakan arus listrik melalui elektrode
    dengan voltase diatur dari tingkat terendah
    yang akan menghasilkan efek terapi
   Meskipun byk ditemukan obat-obatan
    psikofarmaka, Tetapi ECT masih dianggap terapi
    yg cukup efektif dan aman serta banyak
    digunakan di berbagai negara
   Di Amerika serikat 70 % dengan gangguan
    Bipoler & 17 % pasien dengan gangguan
    skizofrenia telah mendapat ECT
     INDIKASI ECT
   Gangguan afektif tipe depresi berat
   Gangguan efektif tipe maniak
   Gangguan Skizofrenia akut & kataton
   Gangguan paranoid
   Neurosis obsesif – kompulsif yg tak
    bereaksi thd obat- obatan lain
     KONTRA INDIKASI
   Pasien Usia lanjut diatas 80 tahun
   Pasien dengan penyakit kardiovaskuler
   ( misal : Myocard, trombosis koroner )
   Pasien dengan penyakit otak organik (
    seperti Tumor Otak dg PTIK)
     ECT BERMONITOR DENGAN PRE
     MEDIKASI DAN ANESTESI
   Tahun 1973 Psikiater, Dr. paul Blachley
    dari university of oregon Health Science
    Center, USA memperkenalkan suatu alat
    ECT ( MECTA ) yg dilengkapi monitor ECG
    dan EEG dengan mempergunakan obat-
    obatan premedikasi & anestesi
     MANFAAT & KEUNTUNGAN ECT MECTA
   ECT bukan lg merupakan tindakan yang
    menyeramkan dan dehumanisasi bagi org
    awam  karena kejang yg timbul sudah
    dikurangi bahkan dihilangkan
   Pengurangan kejang dpt mengurangi
    bahkan menghilangkan komplikasi ECT
   Kontra indikasi ECT dapat dipersempit
   Pasien tidak menolak apabila diberi ECT
    ulangan
ASKEP PASIEN PRE & PASCA ECT DGN PRE
MEDIKASI DAN ANESTESI

A.   PEMERIKSAAN STANDAR
     - Anamnesa
     - Pemeriksaan fisik
     - Pemeriksaan penunjang ( EKG,EEG,
       Labotaorium dan photo thorak
     - Konsultasi khusus dengan bagian lain
       bila dianggap perlu
       B. PERSIAPAN PASIEN SETIAP AKAN
       DILAKUKAN ECT
   Di puasakan kurang lebih 4 – 6 jam
   Perhatikan obat-obatan yg sedang diminum pasien dan
    obat pagi tunda
   Mengukur TD, Pulse, RR, suhu serta timbang BB
   Vesica Urinaria & Rectum sebaiknya dikosongkan
   Pakaian pilih yang longgar
   Dukungan mental agar pasien tidak takut menghadapi
    peralatan & tindakan ECT serta jelaskan hal- hal yg akan
    dilakukan pada pasien
   Tempat dimana elektrode ditempatkan harus bersih dan
    dibasahi cairan fisiologis atau jelly
   Perawat Bangsal membawa pasien ke ruang ECT dan
    menunggu pasien di ECT sampai sadar kembali
     PERSIAPAN ALAT
1.   ECT BERMONITOR LENGKAP DENGAN KOMPONENYA :
     - Mouth gag/ pengganjal mulut
     - Jelly
     - Elektrode EEG, ECG, ECT
     - Kapas / kassa yg dibasahi cairan fisiologis
2. ALAT RESUSITASI
     -   Air viva ( ambu bag )
     -   Laringoscop
     -   Pipa endotracheal
     -   Oro faringeal airway ( goedel )
     -   Suction ( penyedot lendir )
     -   Tabung Oksigen lengkap
      3. ALAT- ALAT KESEHATAN
   Tensimeter & stetoschope
   Timbangan BB
   Disposible spuit 2,5 cc, 10 cc
   Wing needle
   Kapas alkohol
   Plester
   Gunting verband
   Infus set
   Bengkok
   Aquabidest
   Larutan NaCl
   Spatel karet
   4. Obat- obatan tdd :
A. OBAT PRE MEDIKASI DAN ANESTESI
   - Sulfas Atropin
   - Sodium Penthotal
   - Succinylcholin
B. OBAT EMERGENCY
   - Adrenalin
   - Lidocain 2 %
   - Ephedrin
   - Aminophilin
   - Dexametason
   - Meylon
      PERSIAPAN TENAGA
   Satu orang dokter/psikiater sebagai petherapi
   Satu org tenaga ahli anestesiologi / 1 org
    perawat yg sudah berpengalaman// mampu dlm
    pemasangan alat respirator dan endotracheal
    tube
   2 Org perawat untuk membantu pemasangan
    elektrode, pemberian obat, anestesi & resusitasi
      PELAKSANAAN TINDAKAN ECT
   Pasien diberi premedikasi SA 0,01 mg/Kg BB
    atau sekitar 1 -2 cc ( di sesuaikan dg BB ) 30 –
    60 menit sebelum di ECT
   Pasang wing needle dan tensimeter
   Pasang alat elektrode untuk ECT, EEG, ECG
   Monitor di coba dulu
   Berikan obat anestesi penthotal 3- 4 mg/kg BB
    atau kurang lebih 4 – 6 cc secara pelan- pelan
   Naikan tensimeter diantara 180 – 200
   Masukan obat pelemas otot succinylcholine 1,5
    mg/Kg BB atau 3 -4 cc
     Cont’d……………….
   Perhatikan fasikulasi yg terjadi, beri nafas
    buatan dengan respirator/ ambubag selama 1-2
    menit sampai fasikulasi hilang
   Pasang spatel agar lidah tidak tergigit
   Pasien dilepaskan sama sekali, jangan di pegang
   Lakukan ECT dengan monitor, biarkan sampai
    kejang pada lengan berhenti. Kemudan
    tensimeter diturunkan
   Berikan nafas buatan kembali sampai pasien
    dapat bernapas sendiri secara adekuat,
    tekan respirator tidak boleh terlalu kuat/
    lambat frekuensi 12 – 20 kali permenit
   Setelah pasien sadar tensimeter, elektrode
    dan wing needle dapat lepas
ASUHAN KEPERAWATAN PASCA ECT


Yang harus di perhatikan :
1.  Kepala dimiringkan untuk mencegah aspirasi
    apabila pasien muntah
2.  Kontrol nadi, tensi dan respirasi
3.  Catat dan laporkan bila ada efek samping yang
    timbul
4.  Kolaborasi dengan dokter
5.   Lakukan tindakan sesuai program dokter
6.   Perawatan lanjutan seperti biasa dilakukan di
     bangsal
     KESIMPULAN
   ECT mrp penunjang dlm bidang psikiatri yang cukup
    aman & efektif, dapat digunakan sebagai therapi
    pengganti atau bersama- sama dengan obat lainya
   Adanya ECT bermonitor dengan premedikasi & anestesi
    sebagai upaya meningkatkan ASKEP thd pasien &
    meningkatkan mutu pelayanan serta martabat psikiatri
    yang dari sudut terapi ini sering kali di serang karena
    dianggap tidak manusiawi
                TERAPI KEJANG LISTRIK
   Terapi memkai aliran listrik unt menimbulkan bangkitan kejang
Indikasi
1.   Depresi berat
2.   Skizofrenia katatonik (akut dan afektif)
3.   Mania
Kontra indikasi
1.   Usia lebih dari 65 th, teknik non kejang sampai 80 th
2.   Kehamilan trimester 1 & 3, teknik non kejang diperbolehkan
3.   Peny tulang & sendi, teknik non kejang boleh
4.   Peny cardiovaskuler (hipertensi, mikoard infark, trombosis,
     koroner baru dan lama, pasca bedah jantung,aritmia dll)
5.   Peny sal nafas, non kejang boleh
6.   Mogok makan, non kejang boleh
Tata laksana

Hal-hal yg diperhatikan sebelum pemberian ECT:
a.  Persiapan
1.  Kelengkapan inform consent
    Keluarga/ps ttd persetujuan pelaksanaan
2.  Alat2 yg diperlukan
-   Tempat tidur berpapan/tidak berpegas
-   Alat ECT lengkap
-   Kasa basah (jelly) unt lapisan elektrode
-   Alat pengganjal gigi (terbuat dari karet dan dibungkas kasa
    bersih unt menahan gigi agar lidah tdk tergigit)
-   Tabung O2 lengkap dan siap pakai
-   Penghisap lendir
-   Alat suntik & obat emergensi (adrenalin, kortison dll)
3. Persiapan pasien
Pemeriksaan fisik secara menyeluruh sebelum diputuskan ECT :
- Tanda-tanda vital

- Kondisi sistem kardiovaskuler (EKG)

- Muskuloskletal (osteoporosis, fraktur dll)

- Kemungkinan tumor otak

- Riwayat epilepsi

- Persiapan sebelum pelaksanaan ECT

- Puasa minim 6 jam, unt menghindari asfiksi

- Bila perlu premedikasi

- Hal-hal yg dpt mengganggu : gigi palsu, jepit rambut, ikat
   pinggang, perhiasan harus dilepas
- Disiapkan agar tak cemas, gelisah atau takut

4. Perlu tenaga perawat 3-4 orang disamping dokter sendiri, unt
   membantu agar tdk tjd fraktur atau luksasio
b. Pelaksanaan

1.   Ps ditidurkan telentangtanpa bantal dan berpakaian longgar
2.   Bantalan gigi dipasang & ditahan pd rahang bawah, perawat
     lain menahan bag bahu, pinggul & lutut, scr fleksibel agar tdk
     tjd gerakan yg mungkin menimbulkan dislokasi atau fraktur
3.   Aliran listrik diberikan melalui elektrode yg dipasang di pelipis
     kiri & kanan yg telah dilapisi kasa basah / jelly. Sebelumnya
     diatur waktu dan besarnya aliran yg akan diberikan. Alat
     sebelumnya telah ditest dan berfungsi dg baik
4.   Sesaat setelah aliran listrik diberikan, akan tjd kejang yg
     didahului kejang tonik kemudian tonik-klonik, dan timbul
     apneu beberapa saat, baru kmdn tjd nafas spontan. Saat
     menunggu pernafasan kembali merupakan saat yg
     penting,bila apneu trlalu lama, maka perlu diberi bantuan
     oksigen dan nafas buatan atau tindk lainnya
Obesrvasi pasca ECT
Fase ini memerlukan perhatian karena
kesadaran ps blm pulih sempurna
walaupun kondisi vital telah berfungsi
normal kembali. Biasanya ps akan
tertidur beberapa wkt dan saat
terbangun akan mengalami kebingungan
krn hilangnya memori unt sementara,
dan akan pulih beberapa saat.
Kadang ps sangat gelisah, bergerak tak
menentu tanpa tujuan, bila tjd hal spt ini
perlu pendampingan agar ps tak jatuh
dan kondisi vital tetap termonitor.

ECT biasanya diberikan dalam satu seri
yg terdiri dari 6-12 kali pemberian, dg
dosis 2-3 kali per minggu

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: askep
Stats:
views:0
posted:6/5/2013
language:Unknown
pages:23