Roh Kudus

Document Sample
Roh Kudus Powered By Docstoc
					Roh Kudus - 22 May 2007.
Wednesday, 21 January 2009 09:04 Pdt. JE Awondatu




User Rating:                          /0
                               Rate
Poor                   Best

Haleluyah! Yohanes 4 ayat 21;



Joh 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan,
saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan
bukan juga di Yerusalem.
Joh 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa
yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
Joh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa
penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan
kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Joh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-
Nya dalam roh dan kebenaran."
Joh 4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan
datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan
segala sesuatu kepada kami."
Joh 4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan
engkau."




Untuk berabad-abad bertahun-tahun, kadang-kadang di dalam diri kita, di dalam
acara agenda gereja kita sendiri, kita missed Roh Kudus. Seperti orang Yahudi
jaman dulu, missed Yesus, mereka cuma punya gereja, ibadah, mereka punya
sinagoga, mereka punya tata cara, mereka punya gedung yang mewah, mereka
punya kemenyan, tapi missed Yesus yang adalah Allah sendiri.

Maka sama dengan kekristenan jaman sekarang, dipenuhi dengan gereja yang
besar, dengan acara agenda yang luar biasa, dengan pendeta-pendeta yang
besar, tapi kita missed, kita tidak ketemu Roh Kudus.
Saya akan teruskan apa yang saya sudah ajarkan kepada saudara mengenai 3
macam manusia. Manusia yang paling luar adalah sarxikos, daging kita, badan
kita. Manusia yang dibagian kedua adalah psuchikos yaitu nyawa, dimana ada
perasaan, dimana ada emosi, dimana ada kesedihan, sukacita ada rasa damai,
itu nyawa. Tetapi yang paling penting yang dinilai oleh Tuhan adalah yang paling
dalam yaitu pneumatikos, manusia rohani.

Di dalam bahasa Inggris dipakai kata, carnal man, natural man dan spiritual man.
Nah, seringkali kita menyembah Tuhan, bukan seringkali, sudah biasa, kita
menyembah Tuhan dengan sarxikos. Contoh, oh...haleluyah...haleluyah....kami
menyembah Engkau Tuhan....Engkau hebat...Engkau luar biasa, haleluyah
Tuhan...Itu tidak salah. Tapi bukan itu yang Tuhan mau. Karena kita menyembah
dengan sarxikos, kita menyembah dengan daging dari luar.

Lalu kita menyembah dengan perasaan, kita menangis, kita menjerit-jerit dan itu
tidak salah. Tapi bukan itu yang Tuhan mau. Yang Tuhan mau, dan sudah tiba
saatnya, penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Dia di dalam roh
dan kebenaran.
Roh inilah yang dikatakan, spiritual man. Sebab dituliskan dalam r kecil, di dalam
roh, spiritual man dan kebenaran. Segala sesuatu yang dari daging, Tuhan tidak
terima. Segala sesuatu yang datang dari nyawa, Tuhan tidak kenal. Ia hanya
kenal kita, kalau kita menyembah di dalam roh dan kebenaran.

Saya akan ungkapkan kepada saudara, bahwa tambah lama kita kenal dalam
Tuhan, daging itu harus hilang, nyawa kita harus tambah kecil dan spiritual man
kita harus tambah besar. Seperti Yohanes Pembaptis berkata, patutlah Dia,
Yesus, yang di dalam kita, makin bertambah besar, dan aku, sarxikos dan
psuchikos, makin bertambah kecil, sehingga nanti akhirnya daging kita, ke'aku'an
kita, jiwa kita, tambah kecil tambah kecil tambah kecil dan Yesus kita, hal yang
rohani yang bertambah besar, bertambah besar, sampai kepada Dia yang
sempurna.

Saya akan bicara sedikit dengan sederhana saja, mengenai gereja-gereja
Pantekosta berdoa sepuluh hari. Kalau saya, saya tidak suka. Karena Roh
Kudus bisa memenuhi kita 365 hari dalam satu tahun. Amin saudara? Dia tidak
pilih 10 hari dalam satu tahun. Dan Rasul-Rasul ketika mereka dipenuhkan
dengan Roh Kudus, tidak pernah ada lagi doa 10 hari. Tidak pernah. Hanya hari
Pantekosta saja 10 hari. Tetapi setelah itu, Paulus tumpang tangan, orang penuh
Roh Kudus. Sementara Petrus khotbah, Roh Kudus turun di kebaktian. Tidak
usah tunggu 10 hari. Jadi, kapan saja Roh Kudus bisa bekerja.

Nah, saya ingin berbicara lebih dahulu mengenai hal ini, supaya kita tidak salah
kaprah. Roh Kudus bukan monopoli gereja Pantekosta atau Karismatik. Saya
sudah ketemu Pastor yang sudah penuh Roh Kudus. Dia khotbah berapi-api.
Namanya Pastor Sukarno. Saya pernah ketemu anak-anak Tuhan GKI yang
sudah penuh Roh Kudus. Saya sering ketemu orang HKBP yang penuh dengan
Roh Kudus. Salah satunya Bapak Banjar Nahor, dia HKBP. Sampai dia bilang,
"Bapak, kasih nama saya Huria Kristen Batak Pantekosta" katanya, bukan Batak
Protestan, "Karena saya penuh Roh Kudus, pak. Dan dua putri saya, didoakan
oleh bapak itu, mereka penuh dengan Roh Kudus."

Saudara-saudara, Roh Kudus bukan monopoli satu gereja. Roh Kudus bukan
milik gereja Pantekosta, Roh Kudus bukan milik satu pendeta. Roh Kudus milik
saudara dan milik saya. Roh Kudus hak saudara dan hak saya. Tapi apa artinya
hak, kalau kita tidak tahu? Apa artinya hak, kalau kita tidak pakai? Apa artinya
pemberian dari Tuhan, kalau kita tidak terima? Apa artinya pemberian dari Tuhan
kalau kita sudah tahu, tapi kita tidak mau pakai? Apa artinya dikasih mobil, tapi
kita tidak mau pakai mobil? Apa artinya dikasih sepeda motor, tapi sejak dikasih
tidak pernah dipakai? Apa artinya rumah, kalau kita tidak pernah pakai? Apa
artinya kita beli Alkitab, tapi tidak pernah dibaca?

Demikian juga dengan Roh Kudus. Apa artinya Roh Kudus diberi, kita tidak
pernah melafalkan Roh Kudus, kita tidak pernah memohon dipenuhkan oleh Roh
Kudus. Dan kita menyembah Tuhan dengan sarxikos. Kami menyembah Engkau
Tuhan....oh Engkau dahsyat...haleluyah Tuhan Engkau besar, tidak ada yang
seperti Engkau...Tidak salah! Tetapi itu tidak menyembah di dalam roh, itu
menyembah di dalam sarxikos. Saya akan beri ayat-ayatnya, karena ada di
dalam Alkitab.
Kita buka di dalam 1 Korintus 14, kita akan membaca ayatnya yang ke 1;



1Co 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia
Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
1Co 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata
kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang
mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.




Ini yang pertama. Jikalau saudara berdoa lalu dipenuhkan dengan Roh Kudus,
dari Roh Kudus berkembang sehingga saudara bisa berkata-kata di dalam
bahasa roh, isteri saudara nggak ngerti. Saudara juga nggak ngerti yang saudara
omongin. Sebab ayat ini berkata, tidak ada seorangpun yang mengerti. Karena
Dia mengatakan sesuatu yang rahasia. Kita bicara labih jauh,



1Co 14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, (ini karunia lain,) ia berkata-kata kepada
manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
1Co 14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya
sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
1Co 14:5 Aku suka, (Paulus berkata,) supaya kamu semua berkata-kata dengan
bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang
yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan
bahasa roh, kecuali kalau orang itu yang berkata dalam bahasa Roh, juga
menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.




Ini nanti pelajarannya lain lagi, lebih tinggi lagi. Kita mulai dari ayat 6 ;



1Co 14:6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata
dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan
kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
1Co 14:7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi,
seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah
yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi
yang berbeda?
1Co 14:8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang
menyiapkan diri untuk berperang?
1Co 14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika
kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat
mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di
udara!
1Co 14:10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia;
sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang
tidak berarti.
1Co 14:11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang
asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
1Co 14:12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk
memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu
berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
Jadi kalau saya berhenti di sini, Roh Kudus itu harusnya tiap kebaktian ada.
Bahkan ada nubuatan, untuk membangun jemaat. Ini masih Taman Kanak-
Kanak, harus sudah ada, harus sudah biasa. Nanti kita akan teruskan. Kita baca
dulu, ayat 13 ;



1Co 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus
berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
1Co 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka siapa yang berdoa?
rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku, (psuchikos,) tidak turut berdoa.




Mengerti saudara? Jikalau aku berdoa dalam bahasa roh, maka spiritual manku,
rohku yang berdoa. Akal budiku, psuchikos, jiwa tidak berbuat apa-apa. Ayat 14 ;



1Co 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang
berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
1Co 14:15 Jadi, apakah yang harus kubuat? (Ini, fair sekali Rasul Paulus.) Aku
akan berdoa dengan rohku, (bisa bilang amin?) tetapi aku akan berdoa juga
dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku
akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.




Kemurahan-Mu...dengan akal budi, dengan sarxikos, lebih dari hidup... Tapi aku
mau menyanyi di dalam roh. Apa katanya kita tidak mengerti, roh yang menyanyi.
Ada menyanyi dalam roh, ada menyanyi dengan akal budi. Aku mau berdoa
dalam roh, kitaramatikuriaramakaralamasa....tapi orang tidak mengerti begitu.
Tapi aku juga mau berdoa di dalam akal budiku, saudara-saudara sekalian, mari
kita berdoa, Bapa kami yang di dalam sorga...itu dengan akal budi.
Jadi pengenalan kita di dalam kekristenan itu, tambah hari tambah meningkat,
mulai dari yang gampang dimengerti, Taman Kanak-Kanak, mulai ada ulangan,
naik sampai di SMA, mulai banyak hal-hal yang kita tidak mengerti, tapi itu ada
ilmunya.
Ilmu perbintangan, kita tidak mengerti. Tetapi orang yang ngerti, ada ilmunya.
Bahwa matahari mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari dalam waktu
yang sama, kita nggak ngerti. Tapi orang yang mengetahui, dia tahu itu ada.
Maka bahasa roh, mungkin ada yang tidak mau, mungkin ada yang jenuh, dia
tidak mau berdoa dalam roh, itu tidak berarti Roh Kudus tidak ada. Saudara yang
tidak percaya kepada Roh Kudus, tidak menghilangkan Roh Kudus. Saudara
yang tidak percaya Roh Kudus, tapi bisa percaya angin ada, aneh. Angin yang
tidak kelihatan saudara bisa percaya, Roh Kudus yang tidak kelihatan, saudara
tidak bisa percaya, aneh. Kalau kita menamakan diri Kristen, tapi tidak percaya
Roh Kudus bisa berkarya, aneh!

Kita bisa percaya Allah Bapa, kita bisa percaya, kita bisa percaya kita
diselamatkan, kalau saya tanya orang Kristen, "Apa saudara sudah
diselamatkan?" "Haleluyah!" "Kapan saudara diselamatkan?" "Tidak tahu".
"Bagaimana saudara diselamatkan?" "Dengan iman." Tetapi kalau saya tanya,
"Apa saudara sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus?" "Belum." "Kenapa
belum?" Saya sudah mengerti. Tapi kalau saya tanya, "Apa saudara sudah
dipenuhkan dengan Roh Kudus?" Saudara berkata, "Sudah" "Kapan?"
"Dengan iman."

Nah, dua hal kepenuhan Roh Kudus, yang pertama yaitu roh lahir baru. Yohanes
4 ayat 14, barangsiapa minum air ini, kata Yesus, kamu akan haus lagi. Tapi
barangsiapa minum air yang Aku berikan kepadamu, kamu tidak akan haus lagi,
karena dari dalammu akan keluar mata air hidup. Itu roh kelahiran baru. Kita bisa
percaya kepada Yesus. Roh Kudus yang mengatakan kita percaya kepada
Yesus.
"Tanya Om, kalau orang belum penuh Roh Kudus, sudah ada Roh Kudus
belum?" "Sudah." "Orang yang belum percaya Roh Kudus, dia tidak percaya
bahasa roh, sudah ada Roh Kudus?" "Ada" Tetapi Roh Kudus itu air di dalam
gelas. Kata Yohanes 7, gelas dalam air. Dia ada di dalam, Dia melingkupi. Sama
seperti kita dengan udara. Udara di dalam paru-paru kita, tetapi kita ada di dalam
udara. Itu Yohanes pasal 7, bukan mata air lagi, tapi sungai air hidup.

Orang yang ikut Tuhan hanya pakai logika terus, susah penuh Roh Kudus. Dia
pakai logika, ngomong apa ini, ngomong apa? Susah! Dan Roh Kudus itu
saudaraku, sudah diberikan 2.000 tahun yang lalu. Kalau kita belum berdoa di
dalam roh, kita sudah terlambat 2.000 tahun. "Om, kalau saya percaya Yesus,
belum penuh Roh Kudus, masuk sorga nggak?" "Masuk" Karena ada roh
kelahiran baru. Sampai kita bisa percaya Yesus, itu Roh Kudus di dalam hati kita.
Tetapi Roh Kudus yang memenuhi kita sampai jadi sungai, itu melengkapi kita
menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Siapa penghalang kepenuhan Roh Kudus? Bukan orang lain, sarxikos, diri kita
sendiri, daging kita. Lalu yang kedua, psuchikos, akal budi. "Bagaimana ya kalau
gua ke depan, aduh gimana kalau penuh, aduh gimana kalau gua nangis, ini
ngomong apa? Ntar diketawain orang..." Nah itu penghalang.

Jadi saya kembali kepada spiritual man ini, ingin keluar. Spiritual man ini harus
tambah besar. Tapi yang menghalangi itu psuchikos dan sarxikos. Musuh kita
yang paling besar, diri kita sendiri.

Maka ketika Yesus bicara kepada wanita Samaria, "Beri Aku minum." Si
perempuan Samaria bilang, "Tidak ada hubungannya Samaria dengan Kamu."
"Kalau kamu minum air yang Aku berikan, kamu tidak akan haus lagi." Siapa
yang nggak mau, Dia bilang air yang bikin dia tidak haus lagi. "Berilah, saya mau
minum." Yesus bilang, "Panggil suamimu." Langsung dia berdusta, "Saya belum
kawin." Lihat, Yesus nggak menghukum, Yesus nggak menuduh, Dia cuma
ngomong, "Memang betul kamu belum kawin, sebab lima kali engkau sudah
kawin." Yang keenam ini, kamu betul, mungkin kamu masih kumpul kebo. Baru
kaget perempuan ini.

Lihat, Roh Kudus tidak menghukum, Roh Kudus mau mengangkat orang
berdosa, orang bersalah supaya sadar, supaya datang kepada Tuhan. Dia
dijadikan saksi oleh Roh Kudus. Dipenuhkan oleh Roh Kudus, untungnya jauh
lebih banyak daripada rasa malu saudara!

Saya pernah ngomong kepada saudara, bahwa tanaman yang dihutan, orang
suka bawa kerumah, tetapi kenapa di rumah nggak berkembang? Karena dia
sudah kehilangan suasana hutan. Di hutan itu ada suara serigala, ada suara
hujan, ada suara jangkrik, pagi-pagi burung berkicau, ada suara kodok, ada
suara tokek, itu yang di dengar oleh Omata, pori-pori daun tumbuhan yang ada
di hutan itu.

Nah Roh kita saudara, punya omata, punya pori-pori. Dia harus mendengar
suasana Roh. Barangsiapa menyembah Allah, dia harus menyembah di dalam
roh. Bukan saya yang ngomong, Yesus. Harus menyembah di dalam roh.
Memang Paulus bilang, saya menyembah di dalam akal budi. Tuhan terima
kasih buat berkat-Mu pagi hari ini. Berkati usaha saya sepanjang hari ini. Itu
berdoa di dalam akal budi.

Tetapi saya, sudah jarang ngomong kepada Tuhan, "Tuhan tolong ini...Tuhan."
Nggak. Saya hanya berdoa dalam bahasa roh saja. Pagi-pagi. Bedston, jemaat
berdoa, saya berdoa dalam roh saja, kuriamatalamakata....Saya tidak minta,
pokoknya saya ijinkan Roh Kudus bicara melalui saya,
kuriamatasarakalimasi...oh mungkin yang pertama dia rasa kaget, dia mungkin
bisa menjerit, dia bisa melompat. Rudy Hartono waktu mau dipenuhkan Roh
Kudus, dia terlempar 4 meter. Terlempar seperti terbang, 4 meter, karena dia
ada ilmu, harus dilepaskan.

Tapi kalau sudah dipenuhkan Roh Kudus, dia gampang. Sama seperti orang
belajar mobil. Kalau orang baru belajar jalankan mobil, jalannya tersendat-sendat,
loncat-loncat. Nggak usah malu, belajar kok? Kalau sudah ahli, keluarkan mobil,
masukan gigi, lancar. Begitu juga dengan Roh Kudus. Kalau kata-kata saudara
baru dua tiga kata, jangan kecil hati. Apa bayi diajar oleh papa mamanya, "Pada
suatu hari datanglah Kerajaan Sorga..." Nggak ngerti itu bayi! "Coba bilang,
pa...pa. Pa..pa..." Belum bisa ngomong. Akhirnya sampai bisa, "papa, mama.."
Dia sudah bisa. Tapi belum bisa bikin kalimat. Namanya saja anak kecil.

Demikian juga dengan Roh Kudus. Saya juga begitu dulu. Saya juga takut. Saya
juga ngeri. Sampai saya puasa supaya penuh Roh Kudus. Tuhan bilang, "Salah!
Kamu puasa untuk penuh Roh Kudus, kamu seperti beli Roh Kudus." Kita
sembahyang semalam suntuk supaya penuh Roh Kudus. "Kamu beli Roh
Kudus!" Roh Kudus jangan dibeli. Roh Kudus mah diterima. Karena Dia sudah
beri dengan gratis. Kita cuma terima, nggak usah puasa. Percayalah kita sudah
diberikan hak untuk menerima Roh Kudus.

Nah, mungkin kita sudah terima Roh Kudus, tapi kita nggak praktekkan. Saya
baru beli suling di Shanghai. Itu suling saudara, suaranya seperti saxophone.
Kalau saya tiup, saudara tutup mata, saudara dengar saxophone. Cuma dua
kuncinya, C dan F. Waktu saya main,di rumah sudah bisa. Eh, lupa, nggak
latihan tiga hari empat hari. Main lagi, kaku lagi. Saya baca bukunya, lemaskan
jari, tiup biasa. Baru, bisa lagi...sudah bisa. Sama dengan Roh Kudus, kalau
saudara nggak latihan, bukan hilang. Kaku lagi. Saudara sudah ada Roh Kudus
di dalam saudara. Yang Tuhan minta, ini Roh Kudus mesti keluar. Nih saya baca
Roh Kudus, kita buka Roma pasal 8 ayat 26 ;



Rom 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita
tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk
kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.( Bahasa
Inggris, yang tidak bisa dimengerti.)
Kita tidak tahu harus sembahyang apa sebenarnya. Kita mau bikin-bikin.
Seringkali kita ngomong angin sorga. Menciptakan lagu, angin sorga buat Tuhan.
Sembahyang, angin sorga. "Tuhan aku ingin berbuat kehendak-Mu. Oh Tuhan
aku ingin menurut kepada-Mu. Oh Yesus aku ingin menjadi pengikut-Mu yang
setia. Sampai kapanpun Tuhan, aku ingin setia kepada-Mu" Angin sorga.
Padahal Tuhan bilang, bukan ini doanya. Dia belum sampai kesitu doanya. Nah
kalau Roh Kudus, Dia yang berdoa untuk kita, bagi kita kepada Tuhan, dengan
keluhan-keluhan, kata-kata yang kita tidak mengerti.

Saya, daripada saya yang ngomong kepada Tuhan, saya minta Roh Kudus
berdoa buat saya. Karena kalau Roh Kudus yang berdoa buat saya, Dia nggak
akan berdoa jelek. Dia nggak akan berdoa begini, kira-kira, "Ya Bapa,
tenggelamkanlah Awondatu di sungai. Tabrakkanlah dia dengan mobil." Nggak!
Dia akan berdoa yang baik kepada Bapa. Karena mewakili kita, menolong segala
kelemahan kita. Semua kita 'kan ada lemahnya. Nggak ada yang bisa kasih
kekuatan, cuma Roh Kudus. Roh Kudus kasih kekuatan melalui doa. Doanya
bagaimana? Let Him speaks, Let Him pray.

Yang saya heran, kenapa orang bisa percaya orang kesurupan. "Dia lagi
kesurupan, tuh." Di Cianjur dulu ada yang meninggal, anak-anak disuruh pegang
botol. Wuh goyang, "Roh mama datang, masuk." katanya. Percaya! Jalankung!
Percaya! Kalau Roh Kudus, huh, apa tuh Roh Kudus? Apa sih Roh Kudus? Aneh!

Padahal Roh Kudus bisa berbuat hal yang luar biasa, yang kita tidak mampu
pikir, Roh Kudus bisa kerjakan. Yang kita tidak bisa kerjakan, Roh Kudus
kerjakan. Yang kita tidak bisa selesaikan, Roh Kudus selesaikan. Cepat, beres
dan teratur selesai. Sebetulnya yang sekarang kerja bukan Yesus. Saudara
boleh baca Kisah Para Rasul 3 ayat 21, Yesus itu di sorga. Dia harus tetap
disana, sampai masa pemulihan segala sesuatu di dunia. Siapa yang pulihkan?
Roh Kudus.
Nah, kadang-kadang Roh Kudus itu berhembus dengan lembut. Saking
lembutnya kita nggak kenal. Kita nggak tahu. Saya mau kasih kesaksian yang
saya baru dengar sendiri di Temanggung kemarin.

Jaman Belanda dulu, ada perempuan Belanda namanya Suz Alt. Suz Alt itu tiba-
tiba berbahasa Roh. Dia lihat penglihatan. Orang-orang pakai topi jawa, pakai
kain. Begitu banyak orang itu masuk gereja. Dia bernubuat. Ditempat ini nanti,
orang-orang Jawa akan datang. Orang yang dengar tahun 30an 40 an, nggak
ada yang percaya. Sekarang, saudara, saya baru dari satu desa, desa itu 80%
orang Kristen. Gerejanya besarnya dua kali ini. Nyanyinya, kita kalah! Mereka
nyanyi, saya bisa keluar air mata. Nyanyinya sederhana. Nggak ada yang nyanyi
seperti yang sekarang, hai hei hei, nggak ada. Nyanyi aja sederhana.Tapi saya
sampai keluar air mata. Itu Roh Kudus kita rasa. Sampai saya bilang, "Pelihara
ya ini suasana Roh Kudus ini."

Saudara, kalau kita sudah penuh dengan Roh Kudus, kita lihat dunia itu,
'cemplang'. Kalau kita masih tertarik dengan dunia, saudara belum penuh
dengan Roh Kudus. Namanya saja Holy, Holy Spirit, Roh Kudus. Dia akan bawa
kita kepada hal-hal yang kudus. Hal-hal yang baik, karena kita dipenuhkan oleh
Dia. Berikut. Ayat 27 ;



Rom 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud (siapa,
saudara?) Roh itu (bukan maksud kita, )yaitu bahwa Ia Roh Kudus , sesuai
dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.




Jadi kalau Roh Kudus yang berdoa melalui kita, Dia berdoa sesuai dengan
kehendak Allah. "Tuhan saya minta ini Tuhan..." Tapi kita nggak tahu apa ini
kehendak Tuhan apa bukan. Kalau Roh Kudus yang minta kepada kita, Dia
minta yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Makanya saya suka berdoa dengan
bahasa roh. Saya berbahasa roh di mobil, saya berbahasa roh di Rumah Sakit,
saya berbahasa roh dimana saja saya berbahasa roh. Dan insting itu, berkat dari
Tuhan, itu khotbah sering kali diberikan pada waktu itu. Karena omata, telinga
rohani saya, dia mendeteksi informasi-informasi dari roh.

Jadi kalau saya berbahasa roh, telinga rohani saya dia deteksi, dia terima
informasi dari roh. Saya ngomong dulu, "Tuhan apa yang saya harus khotbah
nanti di hari Selasa di hari Minggu. Saya tidak tahu. Beri saya judul. Saya tidak
tahu, saya harus berkhotbah apa." Saya berbahasa roh...Kadang-kadang
menangis, kadang-kadang saya tengkurap di gereja. Nanti Dia ngomong. Dia
ngomong satu pokok, atau dia ngomong orang, tokoh Alkitab. Atau Dia ngomong
satu thema. Dan ketika Dia ngomong satu thema, ruuut...sampai ayatnya dikasih
lihat.

Nah, sekarang untuk jemaat, keuntungannya jauh labih besar, kalau kita penuh
dengan Roh Kudus. Sebetulnya kalau hamba Tuhan yang memimpin pujian,
"Mari kita berdoa, kita siapkan hati kita untuk mendengar firman Tuhan."
Saudara berdoa dalam bahasa roh. Saudara doakan hamba Tuhan itu. Roh
Kudus akan berdoa kepada Bapa, supaya urapan Allah turun atas saya. Saya itu
berdoanya apa? Supaya firman Allah mantap di dengar oleh jemaat. Namanya
saja orang rohani. Kita ini orang rohani. Bukan orang jasmani, kedagingan. Jadi
segala sesuatu kita nilai dengan rohani. Yang tidak kelihatan kita bisa lihat. Yang
kelihatan sudah tidak lagi enak lagi bagi kita. Yang kedengaran sudah tidak
sudah enak lagi. Kita mendengar yang tidak terdengar.

Omata kita itu mendengar suara dari Roh Kudus. Saudara yang sudah penuh
dengan Roh Kudus, saya cuma tanya, berapa kali satu hari saudara berdoa
dalam bahasa roh? Nggak usah jawab. Apa hanya tunggu setahun sekali, pas
sepuluh hari, kita mau coba. Cek ke dokter, cek ke dokter. Dokternya pendeta.
"Apa saya masih ada Roh Kudus?" Tidak! Cek tiap hari. Apa saya masih ada
Roh Kudus? Begitu ada akar kebencian aja, Dia tegur. Begitu ada akar iri hati,
Dia tegur. Itu Roh Kudus berdenyut-denyut, bip..bip..bip.bip..bip..bip..Siapa yang
masih ingat bahasa Ibraninya apa? Apa bahasa Ibraninya? Madda. Dia bicara
dengan madda.

Salomo didatangi Tuhan. "Kamu ingin apa?" Salomo bilang, "Berikan aku hati
yang berbudi." Tapi dalam Tawarikh ditulis, "Berikan aku hati yang mendengar."
Saya mau tanya, tapi nggak usah jawab. Jawablah kepada Tuhan. Dari hari
Minggu kemarin, sampai hari ini (Selasa) saudara dengar suara Tuhan apa
nggak? Suara apa yang saudara dengar? "Saya nggak dengar, pak. Cuma saya
tergerak mau kebaktian." Itu sudah dengar! Itu saudara, hearing heart, madda itu
sudah berfungsi. "Ah, saya mau ke gereja." Itu madda. Ada kerinduan tiba-tiba.
Omata saudara, mendengar. Ada suasana Roh Kudus, mau ke gereja. Itu suara
Tuhan. Ada banyak suara yang akan mengganggu kita, tetapi mari kita hanya
mendengar suara dari Tuhan. Amin, saudara?

Malam hari ini saya tidak panjangkan firman Allah. Cuma saya mau katakan,
saya test saya, saudara test saudara, masih adakah Roh Kudus itu dalam hati
kita? Buat apa kita dikasih gelar orang-orang Pantekosta, tapi nggak ada Roh
Kudus? Masih lebih baik orang GKI tapi penuh Roh Kudus. Orang katolik tapi
penuh Roh Kudus. Waktu saya dengar Pastor Sukarno khotbah setelah saya,
Natal gabungan di Stadion Saparua. Dia khotbah, berapi-api. Saya tanya kepada
pendeta Yahya Obaja almarhum, "Om, ini Pastor dari mana? Kok berapi-api gini?
" "Ini dia sudah penuh Roh Kudus." Jadi, siapa saja yang dipenuhkan dengan
Roh Kudus itu berapi-api.
Saya tambahkan. Saya buktikan bahwa Roh Kudus itu sudah ada di dalam
saudara. 2 Timotius 1 ayatnya yang ke 6 ;



2Ti 1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah
yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
2Ti 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan
roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Masak saudara nggak mau dikasih roh yang membangkitkan kekuatan kasih dan
ketertiban? Di dalam ayatnya yang ke 6 dikatakan, mengobarkan karunia Allah,
di dalam bahasa Yunani, dikipas, mengipas.

Kalau kita mau makan sate atau jagung bakar, tukang sate dan tukang jagung
bakar akan mengipas api yang sudah ada. Sudah ada apinya! Tetapi untuk
membuat jagung bakar itu matang, itu api harus dikobarkan. Kobarkan. Demikian
juga sate. Sudah ada api, tapi tukang sate tidak akan begitu saja. Dia akan
kobarkan api, sampai sate itu matang.

Ini Tuhan mau punya jemaat matang. Sudah ada roh, sudah ada api, tapi
kobarkan, bangkitkan. Oh haleluyah, bangkitkan. Yang dikobarkan itu apa? Api!
Api Roh Kudus, kobarkan, kipas! Mau seterika jaman dulu, kipas. Di kipas, sudah
panas, test dulu di daun pisang, oh iya sudah panas, mulai diseterika. Kalau
sudah tidak panas lagi, kipas lagi, kobarkan

Demikian saudara perlu mengobarkan Indonesia, sudah ada dalam keadaan
yang kalut. Saya sudah ikuti 5 seminar melalui televisi. Semuanya takut. Takut
apa? Revolusi sosial. Takut ada pemberontakan lebih keji, lebih ngeri dari tahun
65. Tapi kalau Roh Kudus dikobarkan di dalam hati kita, Roh Kudus itu yang
akan menjaga ketertiban, Roh Kudus itu yang akan menolong saudara, Roh
Kudus itu yang akan memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Dan anehnya, dingin kita menyambut Roh Kudus. Kita tidak suka dengan Roh
Kudus. Padahal Roh Kudus itulah yang sedang bekerja sekarang ini. Ada
Pendeta berkata, sama dengan seperti dulu, Yesus ditolak oleh orang-orang
beragama, sekarang Roh Kudus ditolak oleh orang-orang beragama juga.

Dan saya harap jemaat saya jangan menolak Roh Kudus. Jadikan Roh Kudus itu
sahabat saudara yang paling dekat. Jadikan Roh Kudus itu sesuatu yang utama.
Jangan hobby nomor satu, jangan bisnis nomor satu. Roh Kudus.
Roh Kudus kuperlu engkau tiap hari. Roh kudus kau pegang tanganku. Roh
Kudus penghibur hatiku, Roh Kudus kumengasihi-Mu. Hafal lagunya. Tapi nggak
dipraktekkan.

Yang pertama apa? Roh Kudus kuperlu Engkau tiap hari. Siapa yang kita perlu
kita telepon? Kita nggak pernah telepon Roh Kudus. Yang kedua, Roh Kudus
Kau pegang tanganku. Mana mau kita dipegang Roh Kudus? Kita bikin
perjanjian, tanda tangan, nggak tanya Roh Kudus. Roh Kudus bilang, "Jangan
ditanda tangani." Ah, kita tanda tangan aja. Ketiga, Roh Kudus Kau terang di
hatiku. Benar? Roh Kudus kumengasihi-Mu. Aduh, benar apa nggak?

Saya sampai takut, aduh Tuhan...Jangan saya nyanyi angin sorga terus, nggak
ada buktinya. Malam hari ini, nggak usah tunggu hari Minggu, hari Pantekosta,
nggak usah tunggu sepuluh hari, penuhlah dengan Roh Kudus.

Saudara, kalau saudara lihat di Temanggung, orang Jawa, selurah-lurahnya
orang Kristen. 80% orang Kristen, di Gesing itu. Gerejanya, pakai teraso yang
licin, kipas angin. Nyanyinya itu aduh, sungguh-sungguh. Luar biasa. Kita mesti
kembali belajar ke orang-orang desa. Orang desa sungguh-sungguh.

Pernah saya ke Lampung, dulu. Bawa orang Kanada, ke satu desa, lupa
namanya apa. Gerejanya diatasnya ada sarang burung walet. Lantai tanah liat,
bangkunya, bangku biasa. Kebaktiannya jam 16.00. Jam empat kurang
seperempat kita sudah datang. Jemaat sudah sembahyang satu jam sebelum
kebaktian. Jemaatnya itu tukang becak, transmigran, mbok-mbok. Berdoa satu
jam sebelumnya. Jadi waktu saya duduk, orang Kanda yang saya bawa nangis,
saya nangis. Itu pendeta yang bawa saya kesana ngomong, "Nggak usah malu,
pak. Bukan bapak aja yang nangis. Semua pendeta yang saya bawa kesini
nangis." Karena hadirat Tuhan.

Makanya, saya kan suka bawel, kalau kebaktian belum mulai, sembahyang.
Saya takut saudara tersinggung kalau saya paksa, nanti dibilang, saya marah.
Sekarang kan kalau sedikit keras, tuh marah Pak Awondatu. Padahal ya.
Sembahyang, daripada kita ngobrol kesana kemari, cerita ini cerita itu.
Sembahyang, berdoa, supaya Roh Tuhan itu turun.

Barangsiapa menyembah Allah, harus, bukan ya, diusulkan, tidak. Harus
menyembah didalam roh dan kebenaran. Pada waktu aku berdoa dengan akal
budi, rohku tidak berdoa. Tapi waktu rohku berdoa, akal budiku tidak berdoa.
Masih mau ditambah? Syarat-syarat dipenuhkan dengan Roh Kudus. Hanya 5.
Yohanes pasal 7 ayat 37 - 39 ;



Joh 7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri
dan berseru, biasanya Dia berkata-kata. Sekarang Dia berseru : "Barangsiapa
haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Joh 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab
Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Joh 7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka
yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum
dimuliakan.




Sekarang sudah datang apa belum Roh? Barangsiapa yang haus. Yang pertama
adalah haus. Haus itu artinya rindu. Pertama tuh, rindu. Hendaklah ia datang
kepada-Ku. Kenapa? Dia percaya. Datang kepada Tuhan. Rindu, percaya di
datang, ada tiga. Yang keempat, lalu minum.

Ini yang susah. Ini yang kita suka salah paham. Ni,nih minum, ini air. Datang
kepada-Ku, lalu minum. Apa susahnya minum? Kalau mulut ditutup, nggak bisa.
Apa artinya minum? Buat saya, menerima dengan percaya Roh Kudus itu.

Yang kelima. Lalu dari dalamnya akan mengalir aliran-aliran sungai air hidup. Dia
bicara tentang Roh Kudus. Saya nggak bisa ngomong nikmatnya. Saya nggak
bisa cerita indahnya. Hanya saya nggak bisa gambarkan nikmatnya indahnya.
Ada bapak yang datang, "Gimana sih ko Yoyo, saya ngomong apa?" Saya bilang,
"Saya juga nggak tahu ngomong apa. Tapi yang saya tahu, bapak mesti buka
mulut, dan keluarkan itu omongan." "Ya ngomong apa?" Saya juga tidak tahu,

Sama seperti kran. Ada saudara ditaroh diatas dua drum besar penuh air.
Saudara perlu air dibawah, kran saudara buka, wuuus...air keluar. Begitu ditutup,
air berhenti. Kran itu mulut kita. Kalau kita sembahyang dengan mulut tertutup,
apa yang kita omongin. Kita bilang, "Ya Tuhan penuhkan saya dengan Roh
Kudus." Tapi mulut saudara tertutup rapat-rapat, kapan saudara mau penuh
dengan Roh Kudus? Buka kran itu. Itu kontainernya air itu besar sekali.

Kedua. Satu mulut cuma bisa ngomong satu bahasa. Kalau saya berbahasa
Indonesia, tidak ada bahasa Inggris di dalam mulut saya. If I speak English, there
is no bahasa Indonesia in my mouth. Bukannya abdi nyarios bahasa Sunda te
aya bahasa Indonesia, te aya bahasa Inggris. Mengerti saudara? Satu mulut,
satu bahasa.

Jadi kalau saudara sembahyang, "Oh Tuhan saya sudah rindu Tuhan, penuhkan
saya dengan Roh Kudus." Biar saudara nangis, psuchikos, "Oh Tuhan penuhkan
saya dengan Roh Kudus..." Tapi ini 'krannya', 'krannya' ngomong bahasa
Indonesia terus, nggak bisa!

Jadi bahasa apa pak? Saya juga nggak tahu! Tapi saudara ngomong saja keluar,
nanti Dia bicara. Begitu keluar, kran dibuka, Dia bicara. Yesus berkata,
barangsiapa haus datang kepada-Ku. Saya bukan Yesus. Tapi ditengah-tengah
kita ada Yesus. Roh-Nya, Roh Kudus ada ditengah-tengah kita. Saudara rindu
dipenuhkan Roh Kudus? Saya ingin beritahu, Roh Kudus lebih rindu memenuhi
saudara, daripada kita rindu dipenuhkan oleh Roh Kudus.
Saudara sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus, tapi, "Nggak tahu Om, sekarang
sudah jarang...sudah hilang. Kalau kebaktian, kering." Tuhan bisa penuhkan lagi.
Mari kita berdiri, dan siapa mau dipenuhkan Roh Kudus, yang belum dan yang
sudah, mau diperbaharui, maju kedepan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:6/4/2013
language:Unknown
pages:18
About cpm-basistik.blogspot.com, paraliga-basistik.blogspot.com, blogger-template-basistik.blogspot.com, softpedia-basistik.blogspot.com, tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com