Docstoc

KEMANUSIAAN YESUS

Document Sample
KEMANUSIAAN YESUS Powered By Docstoc
					                           KEMANUSIAAN YESUS
Matius 3 : 2,6,13,14; I Yohanes 4:2,3
Pengakuan “Yesus adalah Manusia” sangat penting untuk kita perhatikan.
Sebab pengakuan akan kemanusiaan Yesus ini sangat jarang dibicarakan.
Umumnya dibicarakan keTuhanan Yesus.
Pada hal Pengakuan bahwa Yesus adalah manusia sejati merupakan
pengakuan yang sangat penting bila dihubungkan dengan kenyataan bahwa
Ia sungguh2 adalah Anak Allah.
Sejak dulu menjadi sandungan bagi manusia mengakui kemanusiaanNya.
Karena mereka berpikir bahwa mustahil sosok Ilahi yang maha suci dan
sempurna mengambil bentuk jasmani, manusia yang sangat rapuh, tidak kekal,
dan mempunyai kecenderungan jahat. Itulah sebabnya R. Yohanes
menegaskan dalam I Yoh 4 :2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap
roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia,
berasal dari Allah, 4:3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak
berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu
dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

I.      Kesaksian Alkitab tentang kemanusia Yesus
Ada cukup banyak nas Alkitab yang bersaksi tentang Yesus sebagai manusia
sejati, baik secara eksplisit manupun implisit. Mari kita akan melihat beberapa
nas Alkitab sebagai contoh :
1. Lahir seperti layaknya manusia (Lukas 2 : 1-7)
   Yesus dilahirkan sebagaimana manusia yang lain dilahirkan. Ia lahir dari
   seorang perempuan yang bernama Maria.
2. Disunat sesuai dengan tradisi (Lukas 2 : 21)
   Menurut tradisi Yahudi, yaitu disunat pada hari ke delapan.
3. Mengalami pertumbuhan (Lukas 2 : 40)
   Seperti anak manusia yang lain, Yesus pun mengalami proses
   pertumbuhan fisik maupun spiritual. Yesus tidak mengalami pertumbuhan
   yang sekonyong-konyong.
4. Berasal dari sebuah daerah (Kisah 2 : 22)
   Sebutan “Yesus dari Nazaret” hendak mengatakan secara implisit bahwa
   Yesus adalah seorang yang sungguh2 manusia, yang berasal dari sebuah
   tempat yang bernama Nazaret.
5. Memiliki garis keturunan/silsilah (Roma 1 : 3)
   Rasul Paulus mengasalkan Yesus dari keturunan Daud. Daud adalah
   manusia yang sungguh2. yesus lahir dari keturunannya dan karena itu
   Yesus tentu saja manusia yang sungguh2 juga.
6. Mengalami pencobaan (Matius 4 : 1-11)
   Sama seperti manusia, Yesus tidak luput dari pencobaan kuasa kegelapan.
7. Mengantungkan hidup kepada sang Pencipta (Mrk 1 : 35)
   Keberadaan ciptaan bergantung kepada yang menciptakannya. Manusia
   sebagai ciptaan pun demikian. Ia akan sungguh2 hidup sejauh ia terus
    menerus berelasi dengan Allah yang menciptakannya. Yesus pun
    menunjukkan bahwa Ia terus menerus menjalin relasi dengan Sang Bapa.
    Yesus sebagai manusia tidak pernah melewatkan saat2 untuk berdoa dan
    mengharapkan pimpinan Sang Pencipta dalam hidup dan pekerjaanNya.
    Semua ini menunjukkan bahwa Ia adalah manusia sejati.
8. Mempunyai perasaan (Yoh 11:35; Mat 4:2,21:12-13; 26:37;27:46)
    Ia menangis ketika Lazarus mati, lapar ketika berpuasa, marah ketika Bait
    Allah tidak digunakan dengan semestinya, sedih dan gentar ketika jalan
    salib semakin mendekat, bahkan kesepian dan berteriak ketika seorang diri
    menanggung dosa manusia/dunia di atas kayu salib.
9. Mempunyai kebutuhan fisik (Yoh 4:6; Mrk 4:38; Luk 24:41-43).
    Yesus juga mengalami keletihan setelah perjalanan panjang sama seperti
    manusia secara umum. Ia juga membutuhkan tidur. Ia pun perlu makanan.
10. Mengalami kematian (Luk 23:46).
    Selaku manusia sejati, Yesus mengalami hal yang pasti dialami oleh setiap
    manusia, yaitu kematian. Yesus juga memiliki perasaan2 yang mendatangi
    manusia ketika saat2 kematian mendekat, pada saat menjelang ajal Yesus
    menyerahkan seluruh hidup-nya kepada Allah yang sempunya kehidupan.

II.     Relevansi pengakuan kemanusia Yesus bagi kehidupan kita.
Kalau Yesus adalah manusia, apa artinya bagi kita? Apa artinya pengakuan itu
dalam kehidupan yang se nyatanya?
Kita akan melihat hubungan kemanusia Tuhan Yesus dengan kehidupan kita :
1. Yesus memahami pergumulan kita.
    Pengakuan kita bahwa Yesus adalah manusia sejati berarti kita menyakini
    bahwa Ia dapat memahami secara sunggguh2 pergumulan manusia.
    Keyakinan ini sangat penting, sebab dengan keyakinan ini kita
    memperoleh keberanian untuk mengutarakan seluruh beban hidup kita
    kepadaNya. Kita juga diyakinkan bahwa beban hidup yang kita utarakan itu
    akan mendapat jawaban atau jalan keluar yang paling baik, benar dan
    tepat pada wakunya. Karena Yesus adalah manusia. Ia tentu dapat
    memahami apa pun yang bergejolak di dalam hidup kita.
2. Semangat untuk taat
    Pengakuan yang sungguh2 terhadap kemanusian Yesus memberikan kita
    semangat untuk taat kepada Allah, sebab Yesus dalam kemanusianNya
    telah menjalani seluruh hidupNya, dalam ketaatan kepada Bapa-Nya,
    bahkan sampai mati di atas kayu salib.
    Realitas ketaatan manusia Yesus ini telah mendatangkan semangat yang
    baru bagi kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Allah. Ketaatan
    yang telah menjadi persoalan besra manusia dalam mengikuti Allah, kini
    mendapat jawaban. Manusia, melalui Yesus, ternyata bisa taat pada
    kehendak Allah. Ketaatan manusia Yrsus itu harus menyakinkan kita
    bahwa kita dapat menjalani kehidupan beriman dalam ketaatan pada
    kehendak Allah. Minimal ini harus memberi semangat kepada kita untuk
   berjuang secara optimal menjalami kehidupan kita dalam ketaatan kepada
   Allah.
3. Kuat menghadapi tantangan dalam memberitakan Kerajaan Allah
   Kita semua mengetahui bahwa Yesus telah mencurahkan seluruh
   hidupNya untuk memberitakan Kerajaan Allah. Pemberitaan Kerajaan Allah
   itu dilakukannya baik secara verbal maupun demontrasi praktis. Dalam
   rangka memberitakan Kerajaan Allah itu, Ia mengalami tantangan bahkan
   hambatan yang luar biasa. Mulai darpada pemimpin Yahudi, pemerintah
   Romawi, sampai kepada orang banyak yang ikut2an. Tantangan ini
   memuncak pada penangkapanNya dengan tuduhan menghujat Allah dan
   tindakan subversif terhadap pemerintahan Romawi, yang pada akhirnya
   menghantarNya untuk mati di atas kayu salib. Semua tantangan itu telah Ia
   jalani dengan tegar, dengan tetap berpegang pada prinsip yang benar dan
   dalam ketaatan pada kehendak Allah. Kita juga tahu bahwa Ia akhirnya
   mengalahkan segala tantangan itu melalui lebangkitan-Nya dari antara
   orang mati.
   Ketegaran Yesus dalam menghadapi tantangan itu harus menjadi sumber
   kekuatan bagi kita. Ketika kita menghadapi tantangan atau hambatan
   dalam memberitakan Kerajaan Allah pada dunia, kita harus mengarahkan
   hati dan pikiran kita kepada Dia yang telah lebih dulu menghadapi
   tantangan yang sama, bahkan yang lebih dasyat dari yang sedang kita
   alami. Dengan mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Yesus, kita akan
   dapat menghadapi semua tantangan itu secara tegar. Kita harus Yakin
   bahwa Ia yang telah lebih dahulu menjalaninya tentu akan melindungi dan
   menguatkan kita. Karena itu kita tidak perlu ragu. Yang penting kita harus
   menjalani tugas pemberitaan Kerajaan Allah secara baik, benar dan
   bertanggungjawab. Dia yang telah melewati tantangan itu dengan tegar
   tentu akan mengulurkan tangan-Nya semakin kuta ketika kita sudah tidak
   kuat lagi menghadapi tantangan.
   Renungkan:
    1. Apa ciri kemanusiaan Yesus yang paling berkesan bagi anda?
    2. Apa arti pengakuan Yesus sebagai manusia yang paling bermaksa
       bagi kehidupan pribadimu.
    3. apakah tantangan/hambatan yang pernah Anda hadapi dalam rangka
       mengikuti jejak Yesus dalam memberlakukan kehendak Allah.
    4. Apa komitmen yang hendak Anda katakan kepada Tuhan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:6/4/2013
language:Unknown
pages:3
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com