Docstoc

asuhan keperawatan rematik pada lansia

Document Sample
asuhan keperawatan rematik pada lansia Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                               PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
            Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan
   (Grandwill) kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti dan
   mempertahankan struktur dan fungsi secara normal (Paris Constatisides, 1994).
   Akibat proses penuaan ini akan menimbulkan masalah fisik, psikologis, sosial,
   ekonomi, dan mental. Perubahan mendadak dalam kehidupan rutin barang tentu
   membuat mereka merasa kurang dalam kegiatan, menurunnya minat lazimnya
   minat dalam aktivitas fisik cenderung menurun dengan bertambahnya usia.
   Akibat proses penuaan yang terjadi sebagian besar dari lansia banyak menderita
   penyakit-peyakit yang dapat mengganggu aktivitas mereka. Salah satu dari
   penyakit-penyakit tersebut adalah Reumatoid Artritis atau yang lazim disebut
   Rematik. Rematik merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang
   walaupun manifestasi utamanya adalah poliartritis yang progresif akan tetapi
   penyakit ini juga melibatkan seluruh organ tubuh (Rizaryah dan H.M Adnan,
   1996).
            Artritis rematoid merupakan suatu penyakit yan telah lama dikenal dan
   tersebar luas di seluruh dunia serta melibatkan semua ras dan kelompok etnik,
   AR lebih sering dijumpai pada wanita, dengan perbandingan wanita dan pria
   sebesar 3 : 1, perbandungan ini bisa mencapai 5 : 1 pada wanita usia subur,
   walaupun dapat dipastikan sebagai penyebab, faktor genetik, hormonal, infeksi
   dan heat shock protein telah diketahui berpengaruh kuat dalam menentukan pola
   morbiditas penyakit ini.
            Berdasarkan data kesehatan pertahun PSTW pada tahun 2005 dari 110
   orang didapatkan 34,5 % lansia yang menderita linu-linu. Jumlah itu akan
   semakin meningkat apabila tidak segera diatasi.
            Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka perlu dilakukan upaya untuk
   pencegahan penyakit rematik. Adapun usaha-usaha yang perlu dilakukan
   diantaranya yaitu istirahat total terutama pada serangan awal, program latihan
   gerak pasif-aktif, menghindari aktivitas yang berlebihan, mencegah terjadinya
   cidera dengan penggunaan tongkat saat berjalan, pengobatan dengan anti radang
   dan anti nyeri.
2.2 Reumatoid Artritis (Rematik)
   2.2.1 Pengertian
              Reumatoid Artritis merupakan suatu penyakit inflmasi sistemik
         kronik yang walaupun manifestasi utama adalah pokartritis yang progresif
         akan tetapi penyakit ini juga melibatkan seluruh organ tubuh (Rizaryah dan
         H.M Adnan, 1996).
   2.2.2 Etiologi
              Faktor genetik dan beberapa faktor lingkungan telah lama di duga
         berperan dalam timbulnya penyakit ini. Kecenderungan wanita untuk
         menderita RA sering dijumpai pada wanita yang sedang hamil
         menimbulkan dugaan terdapatnya faktor keseimbangan normal sebagai
         salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit ini.
              Sejak tahun 1930, infeksi telah diduga merupakan penyakit RA.
         Dengan faktor infeksi sebagai penyebab RA juga timbul karena umumnya
         onset penyakit ini terjadi secara mendadak dan timbul dengan disertai oleh
         gambaran inflamasi yang mencolok.
   2.2.3 Klasifikasi
              Kriteria     American    Rheumatisan     Association        untuk   Artritis
         Reumatoid, tahun 1987
                Kriteria                                  Definisi
         1. Kaki pagi hari         :   Kekakuan pada pagi hari pada persendian dan
                                       di sekitarnya sekurangnya selama 1 jam
                                       sebelum perbaikan maksimal
         2. Artritis     pada   3 :    Pembengkakan jaringan lunak atau persendian
             daerah                    sekurang-kurangnya 3 sendi secara bersamaan,
                                       seperti : pergelangan tangan, siku, pergelangan
                                       kaki
         3. Artritis        pada :     Sekurang-kurangnya       terjadi   pembengkakan
             persendian tangan         satu persendian tangan
         4. Artritis simetris      :   Keterlibatan sendi yang sama
         5. Nodul reumatoid        :   Nodul subkutan pada penonjolan tulang atau
                                       permukaan ekstenser
         6. Faktor reumatoid :         Terdapatnya titer abnormal faktor reumatoid
             serum                     serum
         7. Perubahan              :   Perubahan gambaran radiologis khas bagi
             gambaran                  artritis reumatoid. Pada pemeriksaan sinar x
                                     tangan posteroanterior atau pergelangan tangan
                                     yang harus menunjukkan adanya erosi atau
                                     dekalsifekasi tulang yang berlokalisasi pada
                                     sendi atau daerah ang berekatan dengan sendi
             Untuk keperluan klasifikasi, seseorang dikatakan menderita Artritis
     reumatoid jika ia sekurang-kurangnya memenuhi 4 dari 7 kriteria diatas.
2.2.4 Manifestsi klinis
             Manifestsi Reumatoid Artritis dapat dibagi menjadi 2 kategori :
     1. Gejala inflamasi akibat aktivitas sinoritis yang bersifat reversibel.
     2. Gejala akibat kerusakan straktur persendian yang bersifat irreversibel.
             Adalah sangat penting untuk membedakan kedua hal inu karena
     penatalaksanaan klinis kedua kelainan tersebut sangat berbeda. Sinovitis
     merupakan kelainan yang umunya bersifat reversibel dan dapat diatasi
     dengan pengobatan medikomentosa atau pengobatan non surgikalfainnya.
     Pada pihak lain kerusakan struktur persendian akibat kerusakan rawan
     sendi atau erosi tulang periartukular merupakan proses yang tidak dapat
     diperbaiki lagi dan memerlukan modifikasi mekanik atau pembedahan
     rekonstruktif.
             Gejala klinis yang berhubungan dengan aktivitas sinovisitis adalah
     kaku pada pagi hari merupakan gejala yang sering dijumpai pada reumatoid
     artritis.
             Gejala penyakit rematik :
      Tanda dan gejala setempat
         -       Kaku pagi hari lebih dari 1 jam
         -       Sakit persendian disertai kaku dan gerakan terbatas
         -       Bengkak, panas, merah dan lemas
         -       Perubahan bentuk tangan
         -       Semua persendian bisa terserang, panggul lutut, pergelangan
                 tangan, siku, bahu, rahang
      Tanda dan gejala sistemik
         -       Capai, lemah, demam, nadi cepat, lesu, BB turun, kurang darah
2.2.5 Penatalaksanaan
      Penggunaan OAINS dalam pengobatan reumatoid artritis OAINS
         umumnya diberikan pada pasien reumatoid artritis sejak masa dini
         penyakit ini dimaksudkan untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi
         yang seringkali dijumpai. Selain dapat mengatasi, OAINS juga
         memberikan efek analgesik yang sangat baik.
 Penggunaan         kortikosteroid    pada   pengobatan      reumatoid        artritis
   kartikosteroid memiliki efek anti inflamasi, akan tetapi pada RA obat
   ini tidak terbukti memiliki khasiat untuk mengubah riwayat alamiah
   penyakit.    Karena      efek      sampingnya     sangat       berat.   Suntikan
   kortikosteroid intra artikular (triamcinolone acetonide) akan sangat
   bermanfaat untuk mengatasi sinovitis jika terdapat peradangan yang
   berat satu atau dua persendian.
 Rehabilitasi pasien reumatoid artritis
         Rehabilitasi merupakan tindakan untuk mengembalikan tingkat
   kemampuan pasien AR dengan cara :
   -   Mengurangi rasa nyeri.
   -   Mencegah terjadinya kekakuan dan keterbatasan gerak sendi.
   -   Mencegah terjadinya atrofi dan kelemahan otot.
   -   Mencegah terjadinya defermitas.
   -   Meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri.
   -   Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung pada
       orang lain.
         Rehabilitasi dilaksanakan dengan berbagai cara antara lain
   dengan      mengistirahatkan       sendi   yang    terlibat,      latihan     serta
   menggunakan modalitas fisik seperti pemanasan / pendinginan.
                                       BAB IV
                                 PEMBAHASAN


       Berdasarkan hasil pengkajian di Wisma Cendana di dapatkan suatu masalah
yang paling prioritas kita temukan yaitu mengenai rematik.
       Di Wisma Cendana terdapat 87,5 % lansia yang mengalami nyeri sendi / otot
atau rematik. Dari pengabatan tersebut maka kelompok kami merumuskan satu
pemecahan masalah dengan cara demonstrasi dan penyuluhan sebagai berikut :
1. Pengertian rematik
   Rematik adalah penyakit yang ditandai terutama dengan peradangan yang lama
   pada sendi.
2. Penyebab rematik
   -   Tidak diketahui secara pasti.
   -   Diduga : respon auto imun (antigen, antibodi komplek, faktor metabolik,
       infeksi dengan kecenderunagn virus)
3. Tanda dan gejala rematik
    Tanda dan gejala setempat
       -   Kaku pagi hari lebih dari 1 jam.
       -   Sakit persendian disertai kaku dan gerakan terbatas.
       -   Bengkak, panas, merah, lemas.
       -   Perubahan bentuk tangan.
       -   Semua persendian bisa terserang : panggul, lutut, pergelangan tangan,
           siku, bahu, rahang.
    Tanda dan gejala sistemik
       -   Capai, lemah, demam, nadi cepat, lesu, BB turun, kurang darah.
4. Pencegahan penyakit rematik
       -   Mencegah terjadinya trauma pada sendi.
       -   Mengkonsumsi makanan yang bergizi.
       -   Mencegah makanan tinggi lemak (jeroan, emping, dll)
5. Perawatan penyakit rematik
    Prinsip
       -   Menghilangkan nyeri dan peradangan.
       -   Mempertahankan fungsi sendi dan kemampuan maksimal klien.
       -   Mencegah dan atau memperbaiki kelainan bentuk yang terjadi pada
           sendi.
    Pengelolaan
       -   Istirahat total terutama pad serangan awal.
       -   Program latihan gerak pasif-aktif.
       -   Hindari aktivitas yang berlebihan.
       -   Pengobatan dengan anti radang dan anti nyeri.
       -   Pembedahan.


       Dari pemecahan masalah dengan menggunakan teknik penyuluhan dan
demonstrasi, maka dapat dievaluasi bahwa lansia dapat memahami dan mengerti
tentang penyakit rematik. Adapun tujuan dari penyuluhan tentang rematik
diharapkan lansia dapat mengetahui dan memahami tentang pengertian, penyebab,
gejala dan pencegahan penyakit rematik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:6/4/2013
language:Unknown
pages:6