Docstoc

Laporan Praktikum Fieldtrip Petrologi DI Yogyakarta

Document Sample
Laporan Praktikum Fieldtrip Petrologi DI Yogyakarta Powered By Docstoc
					                         KATA PENGANTAR


       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan
karunia yang telah diberikan sehingga penulisan Laporan Fieldtrip 1 Petrologi tentang
Batuan Piroklastik ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.


       Kaya tulis ini disusun dengan tujuan menyelsaikan tugas yang diberikan oleh
asisten untuk mememnuhi tugas akademik pada mata kuliah Praktikum Petrologi dan
secara tersirat bermaksud untuk menghimbau penyusun lebih mengetahui tentang
batuan piroklastik . Adapun dalam penulisan karya tulis ini berpedoman dari berbagai
sumber lainnya.


       Melalui laporan ini pula, tak lupa penyusun menyampaikan ucapan terima
kasih yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semua pihak yang
membantu dalam penyusunan laporan ini. Demi kesempurnaan penggunaan Laporan
Petrologi ini di masa mendatang, penyusun senantiasa mengharap kritik dan saran
yang bersifat membangun kepada siapa saja yang telah membaca laporan ini.
Penyusun juga minta maaf jika terdapat kekurangan atau kata-kata yang menyimpang
dalam laporan ini.




                                                   DI Yogyakarta, 5 November 2012



                                                                  Penyusun




                                                                                   1
                                DAFTAR ISI

Cover ………………………………………………………………………………                         i
Halaman judul ……………………………………………………………………. ii
Kata Pengantar …………………………………………………………………… iii
Daftar isi …………………………………………………………………………... iv
Daftar gambar ……………………………………………………………………. v
I.     Pendahuluan
       A. Lokasi dan Kesampaian Daerah …………………………………….. 1
       B. Maksut dan Tujuan ………………………………………………….. 3
       C. Perlengkapan Lapangan dan Kegunaannya ……………………….. 3
II.    Stragtigrafi (Formasi)
        A. Stratigrafi Geologi Regional ………………………………………… 5
        B. Stratigrafi Daerah Fieldtrip ………………………………………… 6
III.   Isi
       A. Stasiun Pengamatan 1 (STA 1) ……………………………………... 8
       B. Stasiun Pengamatan 2 (STA 2) ……………………………………... 12
       C. Stasiun Pengamatan 3 (STA 3) ……………………………………... 16
IV.    Kesimpulan ………………………………………………………………. 20
V.     Referensi ………………………………………………………………….. 21
VI.    Lampiran …………………………………………………………………. 22




                                                            1
                   DAFTAR GAMBAR /FOTO


Foto LF.1 foto citra satelit yang menampilkan semua Stasiun Pengamatan ………. 2
Foto LF.2 foto citra satelit stasiun pengamatan 1 ( STA 1 ) ……………………….. 8
Foto LF.3 foto yang menampilkan morfologi stasiun pengamatan 1 ……………… 9
Foto LF.4 foto batuan pada stasiun pengamatan 1 lokasi pengamatan 1 ………….. 10
Foto LF.5 foto batuan andesite yang terdapat pada STA 1 lokasi pengamatan 2 …. 11
Foto LF.6 foto citra satelit stasiun pengamatan 2 ( STA 2 ) ………………………. 12
Foto LF.7 batas morfologi utara dan timur stasiun pengamatan 2 ………………... 13
Foto LF.8 batas morfologi selatan stasiun pengamatan 2 …………………………. 13
Foto LF.9 batas morfologi barat stasiun pengamatan 2 ……………………………. 14
Foto LF.10 foto batuan yang terdapat pada STA 2 lokasi pengamatan 1 ………….. 15
Foto LF.11 Sandstone yang terdapat pada STA 2 lokasi pengamatan 2 ………….. 15
Foto LF.12 foto citra satelit Stasiun pengamatan 3 ……………………………….. 17
Foto LF.13 batas morfologi selatan stasiun pengamatan 3 ………………………… 18
Foto LF.14 batas morfologi utara stasiun pengamatan 3 ………………………… .. 18
Foto LF.15 foto batuan yang terdapat di stasiun pengamatan 3 …………………… 19




                                                                                1
                                    BAB I
                                PENDAHULUAN

A. Lokasi dan Kesampaian Daerah
         Lokasi dilaksanakannya Fieldtrip 1 Petrologi ini berada pada provinsi DI
  Yogyakarta. Lokasi dialakukannya penelitian berada kurang lebih 30 km dari
  pusat kota DI Yogyakarta. Terdapat 3 lokasi penelitian yang telah ditentukan yang
  mana lokasi tersebut merupakan lokasi yang bisa dilihat kenampakannya dengan
  baik hasil-hasil dari aktivitas magma yang keluar ke permukaan bumi.
         Pengamatan geologi yang dilakukan terbagi menjadi 3 Stasiun Pengamatan
  (STA), diantaranya :
      Stasiun pengamatan 1 : Perumahan Wahana Praja 1, Dusun Medelan,
       Kecamatan    Ngemplak,    Sleman,    DI.   Yogyakarta,   -7.701382°S    dan
       110.443881°E (7o 42’ 5” LS dan 110o 26’ 35” BT).
      Stasiun pengamatan 2 : Kali Opak, barat Dusun Watuadeg, Desa Sumber
       Kulon, Kecamatan Berbah, Sleman, DI.Yogyakarta, -7.808450°S dan
       110.459410°E (7o 48’ 28” LS dan 110o 27’ 28” BT).
      Stasiun pengamatan 3 : Berjo 2, Kelurahan Sidoluhur, Kecamatan Godean,
       Sleman, DI. Yogyakarta, -7.760367°S dan 110.281742°E (7o 45’ 37,30” LS
       dan 110o 16’ 54,30”).


         Dalam gambar citra satelit dibawah menunjukkan lokasi stasiun
  pengamatan yang dilakukan pada fieldtrip ini




                                                                                  1
                                         Gambar LF.1
                  foto citra satelit yang menampilkan semua Stasiun Pengamatan.


        Pada Stasiun pengamatan 1 ( STA 1 ) terletak di Perumahan Wahana Praja
yang memiliki singkapan batuan sedimen piroklastik hasil erupsi gunung api.
Pengamatan ini dilakukan pada daerah kali kecil hasil lahar dingin yang telah mati
atau tidak terdapat aliran air lagi.
        Pada stasiun pengamatan 2 objek penelitian merupakan pillow lava (lava
bantal) yang dijumpai pada sekitar Kali Opak. Tempat ini diduga dahulunya
berupa dasar laut yang dekat dengan Gunung Api purba Watuadeg. Dapat diduga
pula bahwa daerah stasiun pengamatan 2 ini adalah hasil pengangkatan lapisan
permukaan bumi (uplift) dari hasil aktivitas tenaga endogen. Dapat dijumpai juga
di STA 2 ini adalah hasil endapan batu pasir sedimen.

         Pada stasiun pengamatan 3 ini berupa tebing hasil intrusi magma yang
telah terlapukkan oleh kegiatan alam. Dapat dilihat pula bahwa tebing intrusi
magma berupa batuan beku yang mengalami pelapukan membola (spheroidal
weathering).




                                                                                  1
B. Maksut dan Tujuan
     Memenuhi tugas – tugas akademik pada mata kuliah Praktikum Petrologi
      periode semester gasal 2012, Program Studi Geofisika, Fakultas MIPA,
      Universitas Gadjah Mada.
     Memotivasi mahasiswa supaya memiliki kompetensi yang baik dalam
      melakuakn penelitian di lapangan.
     Memahami lebih mendalam tentang Batuan piroklastik
     Semua maksut dan tujuan diatas tidak lepas semata hanya karena Allah SWT.



C. Perlengkapan dan Kegunaanya
     Kompas Geologi, kompas geologi digunakan untuk menentukan arah utara
      sebenarnya ketika berada di lokasi penelitian. Kompas geologi juga dapat
      digunakan untuk mengukur kemiringan bidang strike dan dip dari suatu
      singkapan. Kegunaan kompas geologi tidak sebatas itu saja, masih banyak
      kegunaan lainnya seperti menentukan arah intersection maupun resection
      namun dalam fieldtrip kali ini kegunaan kompas geologi yang diterapkan
      kurang lebih hanya itu saja.
     Palu Geologi,     Palu geologi sangat berguna disaat pengambilan sampel
      karena palu geologi mempunyai tingkat kekerasan dan bentuk yang pas
      sebagai alat yang digunakan untuk pengambilan sampel. Selain itu Palu
      geologi juga dapat digunakan untuk perbandingan ketika memfoto sampel
      yang cukup besar.
     Plastik Sampel, alat yang digunakan untuk tempat penyimpanan sementara
      sampel yang telah diambil yang nantinya sampel bisa dipelajari lagi dan
      ditelaah lebih mendalam tanpa harus datang ke lokasi penelitian lagi.
     HCL, digunakan untuk mengetahui suatu batuan apakah mempunyai
      kandungan karbonat atau tidak




                                                                                  1
   Perlengkapan Standarisasi lapangan, seperti pakaian lapangan, tas yang
    sesuai, celana lapangan, sepatu yang sesuai digunakan untuk menunjangnya
    subjek yang melakukan penelitian.




                                                                           1
                                       BAB II

                         STRAGTIGRAFI ( FORMASI )


A. Stragtigrafi Geologi Regional

        Stratigrafi daerah pegunungan selatan bagian barat laut secara umum
  tersusun oleh batuan yang hampir seluruhnya terbentuk oleh pengendapan gaya
  berat (gravity depositional processes), yang mencirikan arah perlapisan yang khas
  dari pegunungan selatan, yaitu mempunyai kemiringan ke arah selatan. Sedangkan
  stratigrai regional mulai dari tua ke muda adalah sebagai berikut:
  1. Formasi Kepek – Wonosari
        Pada formasi Wonosari terdiri dari litologi berupa batugamping,
  batugamping napalan – tufan, batugamping konglomerat, batupasir tufaan dan
  batulanau. Kemudian diatasnya terendapkan secara tidak selaras Formasi Kepek
  dengan litologi berupa napal dan batugamping berlapis. Umur pengendapan pada
  kala miosen tengah – miosen akhir.
  2 Formasi Oyo
        Formasi ini terdiri dari litologi napal tufaan, tuf andesitan, dan batugamping
  konglomeratan. Umur pengendapan pada kala miosen tengah. Formasi ini
  terendapakan secara tak selaras diatas Formasi Sambipitu
  3 Formasi Sambipitu
        Formasi Sambipitu tersusun oleh batupasir yang bergradasi menjadi
  batulanau atau batulempung. Di bagian bawah batupasir masih menunjukkan sifat
  volkanik sedang ke arah atas yang berubah menjadi batupasir yang bersifat
  gampingan. Fomasi ini berumur antara miosen awal – miosen tengah dengan
  ketebalan sekitar 150 meter.
  4 Formasi Nglanggran
        Formasi ini dicirikan oleh penyusun utama terdiri dari breksi dengan
  penyusun material vulkanik, tidak menunjukkan perlapisan yang baik dan


                                                                                    1
  memiliki ketebalan cukup besar. Breksi hampir seluruhnya tersusun oleh
  bongkahan –bongkahan lava andesit dan juga bom andesit. Umur formasi
  ditafsirkan sebagai hasil pengendapan aliran rombakan yang berasal dari gunung
  api bawah laut, dalam lingkungan laut yang dalam dan proses pengendapan
  berjalan cepat, yaitu selama awal Miosen. Formasi ini berumur miosen tengah
  bagian bawah dengan ketebalan lapisan kira-kira 750 meter (Van bammelen,
  1949).
  5 Formasi Semilir
        Litologi dari Formasi ini umumnya terdiri dari batupasir tufaan, batu lanau
  dan batulempung. Pada beberapa bagian terdapat pula batupasir tufan
  konglomeratan, yang sebagian besar fragmennya berupa pumis. Formasi ini
  terbentuk pada kala Miosen awal bagian tengah pengendapan.
  6 Formasi Kebobutak
        Litologi dari formasi ini terdiri bagian atas yang terdiri dari perselingan
  batupasir, batulempung dan lapisan tipis tuf asam dan bagian bawah terdiri dari
  batupasir, batulanau, batulempung, serpih, tuf, dan agglomerat. Formasi ini
  terbentuk pada kala Miosen awal bagian awal pengendapan.



B. Stragtigrafi Daerah Fieldtrip
  1. Stragtigrafi Stasiun Pengamatan 1 ( STA 1 )
            Daerah ini merupakan bentang alam alluvial atau aliran sungai. Namun
     aliran sungai yang ada di daerah ini sudah mengering dan memiliki singkapan
     batuan disebelah timur dengan memiliki struktur bedding dimana struktur ini
     merupakan sesuatu tumpukan dalam batuan beku di dalam menyempurnakan
     lain pada satu urutan dengan paling tua pada dasar dan termuda ada di puncak.


  2. Stragtigrafi Stasiun Pengamatan 2 ( STA 2 )




                                                                                     1
          Stasiun Pengamatan 2 berada dalam formasi semilir,namun secara
  litografi pada stasiun pengamatan 2 tidak termasuk ke dalam formasi semilir.
  Namun, jika dilihat secara regional Staiun pengamatan 2 masuk ke dalam
  formasi semilir. Pada sungai yang membentang di lokasi penelitian terdapat
  bagian unconformity sehingga membuat lokasi ini mempunyai dugaan dugaan
  formasi yang menarik


3. Stagtigrafi Staisun Pengamatan 3 ( STA 3 )


          Pada Stasiun Pengamatan 3, diperkirakan berada dalam formasi semilir.
  Lokasi yang diprediksi ketika zaman dahulu dekat dengan gunung api purba ini,
  memberikan peninggalan bukti adanya batuan yang mengalami pelapukan
  membola tengah tengah lapisan tanah. Kaitan dengan formasi semilir yaitu pada
  formasi ini terbentuk pada kala Miosen awal bagian tengah pengendapan
  sebagaimana terdapat batuan yg menagalami pelapukan membola di tengah
  lapisan tanah.




                                                                              1
                                       BAB III

                                          ISI

A. Stasiun Pengamatan 1 ( STA 1 )
  1. Informasi Lokasi
     a. Lokasi Pengamatan
          Pada Stasiun Pengamatan 1 terdapat dua Lokasi Pengamatan ( LP )
     namun kedua lokasi tersebut tidak berjauhan dan masih dalam satu lngkungan
     yaitu Perumhan Wahana Praja I, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten
     Sleman,Provinsi DIY Yogyakarta




                                           Gambar LF.2
                    Foto citra satelit Stasiun Pengamatan 1 (STA 1 )

     b. Waktu Pengamatan
       Waktu pengamatan pada STA 1 yaitu 07.36 – 08.38 WIB
     c. Cuaca
       Cuaca saat berlangsunya pengamatan cerah berawan



                                                                              1
   d. Batas Morfologi
        - Utara       : Perumahan
        - Barat       : Sungai
        - Timur       : Vegetasi Pepohonan
        - Selatan : Jalur Ngemplak




                                              Gambar LF.3
                  Kenampakan Morfologi yang terdapat pada Stasiun Pengamatan 1 ( STA 1 )

2. Lithologi
   2.1 Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )
      – Warna                    : Abu – abu cerah
      – Struktur                 : Massive
      – Mineral Penyusun : Plagioklas, Hornblende, Kuarsa
      – Sifat                    : Intermediete




                                                                                           1
                                        Gambar LF.4.
                  Foto Batuan yang Terdapat pada Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )



   –   Batuan Ekstrusi
   –   Batuan tak terkonsolidasi
   –   Nama Batuan : Lapili Stone



2.2 Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )
   –   Warna                      : Abu – abu
   –   Struktur                   : Gradasi
   –   Tektur                     : Fragmental
   –   Mineral Penyusun           : Plagioklas, Biotite, Piroksen
   –   Sifat                      : Intermediete
   –   Nama Batuan                : Andesite




                                                                                1
                                       Foto LF.5
                 Batuan Andesite yang terdapat pada Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )
3. Petrogenesa
  3.1 Petrogenesa Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )

         Lapisan batuan yang terbentuk tidak hanya dalam satu periode saja
     melainkan dalam beberapa periode. Hal ini dibuktikan karena lapisan yang
     terbentuk mempunyai ukuran fragmen yang berbeda pada baris baris
     tertentu. Mekanisme yang terjadi adalah Piroklastik Fall dan Piroklastik
     Flow karena banyak batuan yang belum terkonsolidasi dengan baik.


  3.2 Petrogenesa Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )
         Pada Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 ) lapisan yang terbentuk dipengaruhi
     juga oleh intensitas dan kekuatan letusan gunung berapi yang terjadi dalam
     bebebrapa periode yang berbeda. Mekanisme yang terjadi adalah Fall dan
     Flow dan penyebarannya dapat mencakup daerah yang cukup jauh.




                                                                                   1
B. Stasiun Pengamatan 2 ( STA 2 )

  1. Informasi Lokasi

     a. Lokasi Pengamatan

          Pada Stasiun Pengamatan 2 terdapat dua Lokasi Pengamatan ( LP ) dan
      kedua lokasi tersebut hanya dibataskan oleh sebuah sungai yang melintang
      pada Stasiun Pengamatan 2. Lokasi STA 2 berada di Watuadek, Sumber
      Kulon, Kecamatan Brebah, Kabupaten Sleman, DIY Yogyakarta.




                                                 Foto LF. 6
                            Foto citra satelit Stasiun Pengamatan 2 (STA 2 )

     b. Waktu Pengamatan
       Waktu pengamatan pada STA 2 yaitu 11.08 – 12.53 WIB
     c. Cuaca
       Cuaca saat berlangsunya pengamatan cerah terik
     d. Batas Morfologi
          - Utara   : Jalan, Jembatan
          - Barat   : Vegetasi Pohon
          - Timur   : Vegetasi pohon


                                                                               1
- Selatan : Sungai




                                  Foto LF.7
     Batas Morfologi Utara dan Timur pada Stasiun Pengamatan 2 ( STA 2 )




                                  Foto LF.8
            Batas Morfolgi Selatan Stasiun Pengamatan 2 ( STA 2 )




                                                                           1
                                            Foto LF.9
                       Batas Morfologi barat Stasiun Pengamatan 2 ( STA 2 )

2. Lithologi

   2.1 Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )
      – Warna               : Abu – abu gelap
      – Struktur            : Mozaik Jigsaw
      – Mineral Penyusun : Plagioklas, Vein kalsit, Kuarsa
      – Sifat               : Intermediete
      – Tektur              : Afanitik
      – Nama Batuan         : Basalt




                                                                              1
                                           Foto LF.10
                   Foto Batuan yang Terdapat pada Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )

2.2 Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )
    –   Warna                     : Putih kuning
    –   Struktur                  : berlapis
    –   Tektur                    : Klastik
    –   Mineral Penyusun          : Mineral berukuran silt
    –   Sifat                     : Intermediete
    –   Nama Batuan               : Sand Stone




                                                                                 1
                                                Foto LF.11
                         Sand Stone yang terdapat pada Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )



  3. Petrogenesa
     3.1 Petrogenesa Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )

                 Pillow Lava merupakan hasil dari lava yang keluar dari gunung berapi
        dan membeku dalam waktu yang singkat. Pada STA 2 pillow lava
        membentuk srturtur mozaik jigsaw dan terbentuk dari gunung api purba pada
        formasi semilir. Pillow lava ini diperkirakan berumur 57 juta tahun yang
        lalu.


     3.2 Petrogenesa Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 )


                Pada Lokasi Pengamatan 2 ( LP 2 ) lapisan yang berada di timur sungai
        ini terbentuk 37 juta tahun yang lalu. Lapisan yang terdapat pada formasi
        semilir ini terdeformasi yang kemudiannya terdeposisi karena mengalami
        erosi sehingga sebagian sedimen yang menutupi lava bantal hilang.


B. Stasiun Pengamatan 3 ( STA 3 )

  1. Informasi Lokasi

     a. Lokasi Pengamatan

                Stasiun Pengamatan 3 berada di Berjo 2, Jatiluhur, Godean, Kabupaten
        Sleman, DIY Yogyakarta.




                                                                                      1
                                          Foto LF.12
                     Foto citra satelit Stasiun Pengamatan 3 (STA 3 )

b. Waktu Pengamatan
  Waktu pengamatan pada STA 2 yaitu 15.07 – 16.18 WIB
c. Cuaca
  Cuaca saat berlangsunya pengamatan mendung dan sedikit hujan
d. Batas Morfologi
   - Utara   : Sawah
   - Barat   : Pemukiman
   - Timur : Pemukiman
   - Selatan : Singkapan dan Vegetasi




                                                                        1
                                            Foto LF.13
                      Batas Morfologi Selatan Stasiun Pengamatan 3 ( STA 3 )




                                           Foto LF.14
                       Batas Morfolgi Utara Stasiun Pengamatan 3 ( STA 3 )

2. Lithologi
   2.1 Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )
      – Warna               : Abu – abu kuning pudar
      – Struktur            : Massive


                                                                               1
      – Mineral Penyusun : Plagioklas, Hornblende, Kuarsa, Feldspar
      – Sifat                 : Intermediete
      – Tektur                : Porfiro afanitik
      – Nama Batuan           : Andesite




                                             Foto LF.15
                     Foto Batuan yang Terdapat pada Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )
3. Petrogenesa
  3.1 Petrogenesa Lokasi Pengamatan 1 ( LP 1 )

             Kemunculan Andesite dimungkinkan karena wilayah ini dahulu
       dekat dengan dengan gunung api purba. Lalu terjadi intrusi pada andesite
       ketika hujan turun yang mana air hujan tersebut masuk ke dalam pori pori
       dan pergerakan air dalam kekar bersifat dinamis. Air tersebut bereaksi
       dengan kandungan Andesite yaitu mineral feldspar yang akhirnya
       menyebabkan terjadinya pelapukan membola pada batuan Andesite di
       tempat ini.




                                                                                   1
                                       BAB IV

                                  KESIMPULAN

        Dalam Fieldtrip 1 Petrologi yang membahasa batuan piroklastik dapat
mempunyai kesimpulan, antara lain yaitu Batuan Piroklastik adalah batuan yang
terbentuk dari letusan gunung berapi ( berasal dari pendinginan dan pembekuan
magma ). Dalam melakuakn deskripsi batuan dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
       Batuan dengan bentuk struktur massif gradasi, berwarna abu – abu, batuan
        yang belum terkonsolidasi dengan baik, bersifat intermediate, dengan mineral
        penyusunnya plagioklas, hornblende dan kuarsa dinamakan Lapili stone
       Batuan dengan bentuk tekstur fragmental unconsolidated, struktur normal –
        gradasi, berwarna abu – abu, dengan mineral penyusuunya plagioklas, biotite,
        piroksen dinamakan Andesite
       Batuan dengan tekstur afanitik, struktur mozaik jigsaw, bersifat intermediate,
        mempunyai warna abu – abu, sengan mineral penyusun plagioklas, vein
        kalsit, kuarsa dinamakan Basalt
       Batuan dengan struktur berlapis, tekstur klastik, berwarna putih kekuningan
        dengan mineral penyusun berukuran silt dinamakan Sand stone
       Batuan dengan warna abu – abu cerah,struktur massif, tekstur porfiroafanitik,
        mineral penyusun plagioklas, hornblende, kuarsa, feldspar dan bersifat
        intermediate juga dinamakan Andesite.




                                                                                    1
                                     BAB V
                                  REFERNSI


–   http://www.scribd.com/doc/57317338/Bab-Vii-Piroklastik
–   http://www.scribd.com/doc/89418877/Deskripsi-Batuan-Piroklastik-Internet
–   http://id.wikipedia.org/wiki/Andesit
–   http://id.wiktionary.org/wiki/lapili
–   Asisten Praktikum Petrologi periode semester gasal 2012




                                                                               1
 BAB VI


LAMPIRAN




           1

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:5
posted:6/3/2013
language:Malay
pages:25
Description: Pengamatan Langsung Terhadap Batuan Piroklastik di DI Yogyakarta