Docstoc

Wawasan Nusantara

Document Sample
Wawasan Nusantara Powered By Docstoc
					Makalah Bab 2
Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PKn




                            Disusun Oleh

                       Nama : Siska Christi Hapsari

                       NPM : 16211787

                       Kelas : 2EA27




                   Universitas Gunadarma Kalimalang

                                  2013
                             KATA PENGANTAR

       Segala puji syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “ Wawasan Nusantara sebagai Cara Pandang Bangsa
Indonesia “dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan dia mungkin penulis tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik.
       Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami tentang arti dari “Wawasan
Nusantara yang sebenarnya. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.
Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Implementasi Wawasan Nusantara Didalam Kehidupan
berbangsa” yang sengaja dibuat demi menyelesaikan tugas Pendidikan Kewarganegaraan
yang diberikan oleh dosen Bapak Sri Waluyo.
       Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penulis mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima kasih.




                                                                    Bekasi, 13 Mei 2013

                                                                           Penulis




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                i
                                                          DAFTAR ISI


  KATA PENGANTAR....................................................................................................................... i

  DAFTAR ISI .................................................................................................................................... ii


  BAB I              PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1

         1.1         Latar Belakang Masalah ............................................................................................... 1
         1.2         Rumusan Masalah ......................................................................................................... 1
         1.3         Tujuan Penulisan........................................................................................................... 2
         1.4         Sistematika Penulisan ................................................................................................... 2

  BAB II             PEMBAHASAN .......................................................................................................... 4

         2.1         Wawasan Nusantara Indonesia ..................................................................................... 4
                     2.1.1       Latar Belakang Wawasan Nusantara ............................................................... 4
                     2.1.2       Tujuan Wawasan Nusantara ............................................................................ 5
                     2.1.3       Bentuk Wawasan Nusantara ............................................................................ 5
         2.2         Wawasan Nusantara Dalam Berbagai Aspek................................................................ 7
         2.3         Perbatasan Wilayah Indonesia ...................................................................................... 9
         2.4         Pembagian Wilayah Teritorial Indonesia...................................................................... 9
         2.5         Geopolitik Di Indonesia Dan Pengaruhnya Bagi Keamanan Nasional ....................... 10
                     2.5.1       Spektrum Keamanan Nasional....................................................................... 10
                     2.5.2       Geopolitik Dan Keamanan Nasional ............................................................. 12

  BAB III            PENUTUP.................................................................................................................. 14

         3.1         Kesimpulan ................................................................................................................. 14
         3.2         Saran ........................................................................................................................... 14
         3.3         Referensi ..................................................................................................................... 15




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                                                                               ii
                                         BAB I

                                PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang Masalah

       Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas
dibandingkan dengan Negara – Negara lain , yang terbentang mulai dari sabang sampai
marauke . Diapit oleh dua benua dan dua samudera yang memiliki 2 musim yaitu musim
penghujan dan musim kemarau ini memang Negara yang akan kekayaan daerahnya , lebih
dari 300 suku tinggal di Indonesia mulai dari pelosok daerah hingga perkotaan yang sekarang
mulai tertinggal oleh zaman dan digantikan dengan budaya barat . Hal ini juga
memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa yang
Multikultural(memiliki banyak suku) , mempunyai bahasa yang berbeda-beda, kebiasaan dan
adat istiadat yang berbeda, kepercayaan yang berbeda, kesenian, ilmu pengetahuan, mata
pencaharian dan cara berpikir yang berbeda-beda . Pada zaman dahulu Negara Indonesia
untuk menjadi sebuah negara yang merdeka dari semua penjajahan yang terjadi , Indonesia
harus mempunyai wilayah, penduduk dan pemerintah .
       Karena cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara
kepulauan yang berdasarkan Pancasila dengan semua aspek kehidupan yang beragam mulai
dari cara pandang bahasa , berpikir yang berbeda itulah yang membuat penulis bekeinginan
untuk mempelajari dan mendalami tentang Wawasan Nusantara . Wawasan nusantara
dibentuk dan dijiwai oleh geopol. Geopol adalah ilmu pengelolaan negara yang
menitikberatkan pada keadaan geografis. Geopol selalu berkaitan dengan kekuasaan an
kekuatan yang mengangkat paham atau mempertahankan paham yang dianut oleh suatu
bangsa atau negara demi menjaga persatuan dan kesatuan .


1.2    Rumusan Masalah

       Rumusan masalah merupakan hal-hal apa saja yang akan dikaji oleh peneliti.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

       1. Apa itu Wawasan Nusantara, tujuan dan bentuk Wawasan Nusantara ?
       2. Dalam aspek apa saja penerapan Wawasan Nusantara ?


Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                  1
        3. Bagaimana perbatasan wilayah Indonesia ?
        4. Bagaimana pembagian wilayah teritorial di Indonesia ?
        5. Bagaimana pengaruh Geopolitik di Indonesia bagi kemanan nasional ?


1.3     Tujuan Penulisan

        Tujuan dari dilakukannya penulisan makalah ini selain sebagai tugas softskill
pendidikan kewarganegaraan Diploma Tiga (D3) , Fakultas Ilmu Komputer Universitas
Gunadarma Kalimalang Bekasi , Jurusan Management Informatika .
   1. Untuk memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan
   2. Untuk mengetahui Wawasan Nusantara Indonesia dan penerepannya di berbagai
        aspek
   3. Untuk mengetahui perbatasan dan pembagian wilayah Indonesia
   4. Untuk mengetahui pengaruh Geopolitik di Indonesia



1.4     Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan sistematika pembahasan yang meliputi:

BAB I     : PENDAHULUAN

            1.1 Latar Belakang Masalah
            1.2 Rumusan Masalah
            1.3 Tujuan Penulisan
            1.4 Sistematika Penulisan

BAB II    : PEMBAHASAN

            2.1 Wawasan Nusantara Indonesia
                1.1.1 Latar Belakang Wawasan Nusantara
                1.1.2 Tujuan Wawasan Nusantara
                1.1.3 Bentuk Wawasan Nusantara
            2.2 Wawasan Nusantara Dalam Berbagai Aspek
            2.3 Perbatasan Wilayah Indonesia
            2.4 Pembagian Wilayah Teritorial Indonesia
            2.5 Geopolitik di Indonesia Dan Pengaruhnya Bagi Keamanan Nasional
                2.5.1 Spektrum Keamanan Nasional

Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                            2
              2.5.2 Geopolitik Dan Keamanan Nasional


BAB III : PENUTUP

           3.1 Kesimpulan
           3.2 Saran
           3.3 Referensi




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia   3
                                       BAB II

                                     PEMBAHASAN



2.1    Wawasan Nusantara Indonesia

       Geopolitik atau Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam
pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai
kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

 2.1.1 Latar Belakang Wawasan Nusantara

      Falsafah Pancasila
       Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut
       adalah :
       1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan
           ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
       2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
       3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

      Aspek Kewilayahan Nusantara
       Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena
       Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.

      Aspek Sosial Budaya
       Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing - masing memiliki adat
       istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata
       kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung
       potensi konflik yang besar.

      Aspek Kesejarahan
       Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan wawasan nasional Indonesia yang
       diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan


Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                 4
       dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan
       yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan
       kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap
       dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

 2.1.2 Tujuan wawasan nusantara

   1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan
       kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan
       seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum,
       mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
       berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
   2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah
       maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah
       menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk
       menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta
       martabat manusia di seluruh dunia.

 2.1.3 Bentuk Wawasan Nusantara

      Wawasan nusantara sebagai landasan konsepsi ketahanan nasional
       Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional berarti bahwa wawasan
       nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan
       kewilayahan.

      Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan
       Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai arti cara pandang
       dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya selalu mengutamakan
       persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
       bernegara mencakup:
         1. Perwujudan kepuluan nusantara sebagai satu kesatuan politik.
         2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
         3. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi.
         4. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan politik.



Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                  5
           5. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan
              keamanan.

      Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara
       Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara mempunyai
       arti pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu
       kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.

      Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan
       Wilayah nasional perlu ditentukan batasannya, agar tidak terjadi sengketa dengan
       negara tetangga. Batasan dan tantangan negara Republik Indonesia adalah :
          Risalah sidang BPUPKI tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 tentang negara Republik
           Indonesia dari beberapa pendapat para pejuang nasional. Dr. Soepomo menyatakan
           Indonesia meliputi batas Hindia Belanda, Muh. Yamin menyatakan Indonesia
           meliputi Sumatera, Jawa, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku - Ambon,
           Semenanjung Melayu, Timor, Papua, Ir. Soekarno menyatakan bahwa kepulauan
           Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
          Ordonantie (UU Belanda) 1939, yaitu penentuan lebar laut sepanjang 3 mil laut
           dengan cara menarik garis pangkal berdasarkan garis air pasang surut atau
           countour pulau / darat. Ketentuan ini membuat Indonesia bukan sebagai negara
           kesatuan, karena pada setiap wilayah laut terdapat laut bebas yang berada di luar
           wilayah yurisdiksi nasional.
          Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957 merupakan pengumuman pemerintah RI
           tentang wilayah perairan negara RI, yang isinya:
           1. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (low
              water line), tetapi pada sistem penarikan garis lurus (straight base line) yang
              diukur dari garis yang menghubungkan titik - titik ujung yang terluar dari pulau-
              pulau yang termasuk dalam wilayah RI.
           2. Penentuan wilayah lebar laut dari 3 mil laut menjadi 12mil laut.
           3. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sebagai rezim Hukum Internasional, di mana
              batasan nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal wilayah laut
              Indonesia. Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia
              menjadi utuh dan tidak terpecah lagi.



Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                      6
2.2      Wawasan Nusantara Dalam Berbagai Aspek

a.    Kehidupan politik

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara,
yaitu:
1. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai
      Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang
      tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti
      dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip
      demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai denga
      hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang
      sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk
      hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan
      daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
3. Mengembagkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan
      berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk
      menigkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
5. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps
      diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan
      pulau kosong.

b. Kehidupan ekonomi

1. Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa,
      wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar,
      serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi
      dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan
      perindustrian.
2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antardaerah.
      Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan
      ekonomi.



Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                      7
3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan
     fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.

c.   Kehidupan sosial

Tari pendet dari Bali merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai
implementasi dalam kehidupan sosial.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :

1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari
     segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di
     semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat
     dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun
     daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar
     budaya.

d. Kehidupan pertahanan dan keamanan

Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan pertahanan
keamanan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu :[5]
1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada
     setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban
     setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan
     kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan
     belajar kemiliteran.
2. Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi
     ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun
     solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan
     keamanan.
3. Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang
     memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah
     terluar Indonesia.



Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                    8
2.3     Perbatasan Wilayah Indonesia

        Indonesia adalah negara kepulauan yang besar dengan jumlah pulaunya mencapai
17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2. Serta panjang garis pantai
yang mencapai 81.900 km2. Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, maka hanya ada
sepertiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia
berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand,
Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
        Sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara,
yakni Malaysia, Papua Nugini, danTimor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara
keseluruhan adalah 2914,1 km. Luasnya wilayah perbatasan laut dan darat Indonesia tentunya
membutuhkan dukungan sistem manajemen perbatasan yang terorganisir dan profesional,
baik itu ditingkat pusat maupun daerah. Akan tetapi minimnya infrastruktur di kawasan
perbatasan telah menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah sistem manajemen
perbatasan yang baik. Selama ini, tanggung jawab pengelolaan wilayah perbatasan hanya
bersifat koordinatif antar lembaga pemerintah departemen dan non departemen, tanpa ada
sebuah lembaga pemerintah yang langsung bertanggung jawab melakukan manajemen
perbatasan dari tingkat pusat hingga daerah.




2.4     Pembagian Wilayah Teritorial Indonesia

Sekitar dua per tiga luas Indonesia terdiri dari laut atau samudra. Laut merupakan faktor fisik
yang dominan yang membentuk tanah air kita.


a.    Luas Laut Perairan Indonesia
      Pada awalnya, luas perairan laut Indonesia dihitung tiga mil laut (5,4 km) dari pantai.
Hal ini berlaku secara internasional. Lewat batas ini, laut merupakan laut bebas. Cara ini jelas
merugikan negara kepulauan seperti Indonesia. Sejak 1957, Pemerintah Indonesia berupaya
untuk mengubah batas itu dan dicetuskan Deklarasi Juanda, selanjutnya menjadi Wawasan
Nusantara. Isinya adalah Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah dan perairan laut
merupakan unsur pemersatu dengan batas wilayah teritorial laut 12 mil. Upaya ini berhasil
disahkan pada konvensi Hukum Laut PBB pada tahun 1982.



Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                       9
b. Batas Landas Kontinen
      Batas landas kontinen adalah batas dasar laut dari segi geologi yang merupakan
kelanjutan dari benua. Wilayah landas kontinen Indonesia dibedakan atas Landas Kontinen
Sunda atau Paparan Sunda (bagian barat) dan Landas Kontinen Arafuru atau Paparan Sahul
(bagian timur). Paparan Sunda merupakan bagian dari daratan Asia, sedangkan Paparan
Sahul merupakan bagian dari Australia.


c.    Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
      Pengertian zona ekonomi eksklusif adalah suatu lingkungan ekonomi                   yang
diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai. Batas zona ekonomi eksklusif terdapat
pada jalur laut lepas selebar 200 mil, diukur dari garis dasar.
      Jalur zona ekonomi eksklusif bukan merupakan bagian wilayah negara pantai seperti
Indonesia, melainkan hanya memiliki dan dapat menggunakan khusus bagi kesatuan
kepentingan ekonomi yang terdapat di jalur tersebut. Jalur zona ekonomi eksklusif itu sendiri
tetap merupakan milik internasional dan tetap tunduk pada hukum internasional.



2.5     Geopolitik Di Indonesia Dan Pengaruhnya Bagi Keamanan Nasional

        Istilah Geopolitik pertama kali digunakan oleh Rudolf Kjellen, seorang ahli politik
dari swedia, untuk menunjukkan cabang ilmu dari Geografi Politik, ia merujuk hubungan
antara politik dan teritori dalam skala lokal atau internasional. Studi Geopolitik sendiri
menjelaskan tentang arti strategis dan politis suatu wilayah geografis atau teritorial yang
dalam hal ini adalah sebuah negara, mencakup Positioning dan keruangan (atau luas).

Indonesia memiliki geopolitik yang strategis dalam interaksi global, selain posisinya di antara
dua samudera dan dua benua yang merupakan peluang betapa besar peran yang bisa
dimainkan di panggung internasional, juga memiliki kekayaan alam (SDA) beraneka lagi
melimpah ruah.

 2.5.1 Spektrum Keamanan Nasional

        Setidaknya ada dua tujuan utama didirikannya sebuah bangsa, dan itu menjadi cita-
 cita nasional, yaitu terwujudnya keamanan dan kenyamanan bagi warga negara, seperti juga
 Negara Indonesia, dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 “untuk membentuk suatu


Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                     10
 pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
 tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum”
        Perdamaian Nasional adalah bentuk nyata dari terwujudnya Keamanan Nasional
 (KAMNAS).        Perdamaian      ini,   menurut   Daoed       Joesoef,    Alumnus    Université
 Pluridisciplinaires      Panthéon-Sorbonne,   Paris,   akan    terwujud    apabila   kelompok-
 kelompok—daerah, suku, komunitas religius dan adat—merasa puas karena telah
 berkesempatan menghayati nilai-nilai, atau setelah ada kepastian bahwa penghayatan
 tersebut akan terlaksana.
        Hanya saja kepuasan tersebut harus diiringi dengan kepastian akan hadirnya
 eksistensi Negara-Bangsa Indonesia, yaitu perpaduan antara survive dan power, yang akan
 memastikan eksistensi Negara-Bangsa Indonesia tetap akan terwujud. Survive dan Power
 bisa terwujud dengan pemahaman yang utuh dan integral tentang Geopolitik, baik
 positioning maupun ruang. Kesadaran tentang kondisi keberadaan Indonesia di bumi.
        Keamanan Nasional sebuah Negara-Bangsa sebelum era Perang Dingin berakhir
 dominan bercorak militer dan unjuk kekuatan, karena memang bertujuan untuk melindungi
 wilayah dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman yang berasal dari
 Luar Negeri. Maka untuk itu terjadi penguatan besar-besaran pada Sumber Daya dan
 Infrastruktur Militer.
        Hanya saja dewasa ini Keamanan Nasional mengalami perluasan spekrum,
 keamanan nasional yang dalam hal ini adalah keamanan dalam negeri yang bisa
 ditimbulkan oleh bencana alam, kemiskinan, kerusuhan sosial, konflik golongan (etnis,
 agama, geografi), kriminalitas, dan gerakan separatis (OPM, dsb). Untuk itu, diskursus atau
 diskusi-diskusi seperti seminar, FGD, dsb dikalangan akademisi atau praktisi dirasa perlu
 untuk dilakukan dalam menyambut perkembangan spectrum keamanan nasional
        Perkembangan nasional yang sekarang tidak lagi hanya berbicara tentang ancaman
 dari luar tapi justru berasal dari “masalah” dalam negeri perlu diambil sebuah nilai penting,
 yaitu kemampuan memaknainya dengan cara pandang baru. Karena keamanan tidak hanya
 melindungi batas teritorial dan kedaulatan negara dengan kekuatan militer, tetapi juga
 bagaimana memenuhi serta meleindungi keamanan warga negara Indonesia




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                      11
 2.5.2 Geopolitik dan Keamanan Nasional

        Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa perdamaian nasional, yang merupakan
 wujud atau bentuk dari keamanan nasional, adalah wujud dari kepuasan dalam menghayati
 nilai-nilai. Hanya saja memang perdamaian ini harus tetap diiringi dengan kepastian akan
 tetap eksisnya Indonesia sebagai sebuah Negara-Bangsa. Eksistensi Indonesia sebagai
 sebuah negara bangsa akan bisa tercapai dengan melakukan dua sisi kebijakan sekaligus,
 survive dan power. Dua kebijakan ini akan dapat dicapai dengan pemahaman yang utuh
 tentang Geopolitik Indonesia
        Dari pemaknaan yang mendalam tentang perkembangan keamanan nasional, kita
 juga bisa mengerti bahwa spekrum dari keamanan nasional mengalami perluasan, tidak lagi
 hanya didominasi oleh ancaman dari luar yang memaksa Negara untuk memperkuat militer.
 Keamanan Nasional (KAMNAS) sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam negeri,
 seperti kemiskinan, kerusuhan sosial, konflik antar golongan, konflik politik, terorisme,
 serta juga kelompok separatis bersenjata.
        Kita memahami Geopolitik sebagai sebuah positioning dan ruang. Positioning
 adalah kesadaran tentang lokasi indonesia yang berada pada posisi yang sangat strategis,
 berada di antara dua benua dan dua samudra. Dengan ini Indonesia memandang dunia
 internasional dan mengondisikan relasi-relasinya dalam dunia internasional itu. Misalnya
 saja lokasi Indonesia yang berdekatan dengan Laut Cina Selatan, lokasi laut yang sangat
 strategis serta diperebutkan beberapa Negara.
        Dari lokasi teritorial indonesia yang strategis ini pastinya akan berpengaruh terhadap
 kemanan nasional. Bagaimana misalnya potensi-potensi kekacauan itu bisa saja terjadi di
 daerah perbatasan dengan segala kriterianya. Lokasi Indonesia yang berada pada posisi
 yang stratergis memungkinkan munculnya potensi gangguan keamanan yang disebabkan
 oleh interaksi dengan lingkungan stratejik internasional, khususnya yang berada pada
 lingkungan sekitar. Misalnya penyelundupan, perdagangan narkoba dan senjata illegal,
 pencurian ikan, masalah perbatasan, dsb.
        Kita memahami Geopolitik sebagai ruang, bahwa geografi menawarkan unsur ruang
 hidup kepada politik yang ditentukan oleh keluasan serta karakter fisiknya. Bumi Indonesia
 yang ditakdirkan bernatur maritim, kaya dengan mineral dan minyak bumi, iklim yang
 tropis, lempeng tektonik yang menjanjikan hadirnya kekayaan mineral, dsb membuat
 Indonesia sangat pantas untuk mendapatkan julukan sebagai zamrut khatulistiwa, faktor ini
 juga yang membuat Indonesia melewati sejarah panjang dalam kolonialisme dan

Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                                    12
 penjajahan. Jika mampu dikelola dengan baik, dengan sentuhan industri yang cukup, maka
 indonesia akan menjadi negara industri maju dan modern.
        Potensi geopolitik Indonesia berupa ruang dan positioning inilah yang harus
 dimaksimalkan dengan strategi survive dan power dalam mencapai tujuan dan cita-cita
 bangsa, terwujudnya keamanan dan kenyamanan bernegara bagi siapapun yang hidup dan
 tinggal di bumi indonesia, terutama bagi warga negara.




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                             13
                                       BAB III

                                       PENUTUP



3.1    Kesimpulan
       Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan
tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan segala aspek kehidupan yang beragam.
Wawasan nusantara memiliki dua tujuan yaitu tujuan ke luar dan tujuan ke dalam.
       Wawasan nusantara berkaitan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang berfungsi
menjadi pedoman pokok berkehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Selain itu,
wawasan nusantara juga berkaitan dengan ketahanan nasional yang berfungsi sebagai doktrin
dasar pengaturan kehidupan nasional.
       Ada beberapa aspek yang melatar belakangi konsepsi nusantara diantaranya aspek
poltik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Implementasi wawasan nusantara
harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan
kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi.


3.2    Saran

       Sebagai masyarakat bangsa Indonesia yang telah mempelajari dan memahami
Wawasan Nusantara kita seharusnya mengubah cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia
mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 . Dimana dalam
mengimplementasikannya kita harus mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta
kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara,
untuk mencapai tujuan nasional . Dengan begitu NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia)
tetap kokoh tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang memisahkan diri dan merdeka
menjadi Negara lain seperti hilangnya Negara Timor Leste yang dulunya masih wilayah
Indonesia sekarang memisahkan diri dan merdeka .




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                               14
3.3    Referensi

Subiyakto.,Gatot,      Achmad        Muchji.,H,       Mugimin.,Herru,       Raharja.,Mei,
Sangabakti.,Sangasang. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Universitas
Gunadarma.

Rahman., A, Purwanto, Srijanti. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Mahasiswa.
Yogyakarta : Graha Ilmu. Jakarta Barat : Universitas Mercu Buana.

Budiarjo, Meriam. 2005. Dasar-dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/Geopolitik_di_Indonesia#Latar_Belakang_Wawasan_Nusantara

http://www.sumber-ilmupengetahuan.com/2013/04/wilayah-teritorial-indonesia.html

http://pancasilazone.blogspot.com/2012/04/wawasan-nusantara.html

http://arisetiawanholic.wordpress.com/2011/03/13/wawasan-nusantara/




Wawasan Nusantara Sebagai Cara Pandang Bangsa Indonesia                               15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2
posted:5/30/2013
language:Malay
pages:18