Docstoc

PSAK 101 REVISI 2011

Document Sample
PSAK 101 REVISI 2011 Powered By Docstoc
					                 ED PSAK 101                           12 Januari 2011
                 (revisi 2011)
ExPoSurE DrAft



                 Pernyataan
                 Standar akuntanSi keuangan

                 Penyajian
                 LaPoran keuangan Syariah
                 Exposure draft ini dikeluarkan oleh
                 Dewan Standar Akuntansi Syariah

                 Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat
                 diterima paling lambat tanggal 30 Juni 2011 oleh
                 Dewan Standar Akuntansi Syariah




                                            IKATAN AKUNTAN INDONESIA
 eD PSaK          Pernyataan
  101             StanDar aKUntanSI KeUangan
 (revisi 2011)
                   PenyajIan LaPoran KeUangan SyarIah


                  Hak cipta © 2011, Ikatan Akuntan Indonesia




Dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Syariah
Ikatan Akuntan Indonesia
Jalan Sindanglaya No. 1
Menteng
Jakarta 10310
Telp: (021) 3190-4232
Fax : (021) 724-5078
Email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaigglobal.or.id


Januari 2011
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)


        Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
        Syariah hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran
        dan masukan untuk menyempurnakan exposure draft ini
        dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar
        Akuntansi Keuangan

        Tanggapan tertulis atas exposure draft ini paling lambat
        diterima pada 30 Juni 2011. Tanggapan dikirimkan ke:

        Dewan Standar Akuntansi Syariah
        Ikatan Akuntan Indonesia
        Jl. Sindanglaya No.1, Menteng,
        Jakarta 10310

        fax: 021 724-5078
        E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

        Hak Cipta © 2011 Ikatan Akuntan Indonesia

        Exposure draft dibuat dengan tujuan untuk penyiapan
        tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan
        Standar Akuntansi Syariah. Penggandaan exposure draft oleh
        individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk
        penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.




                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                  iii
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)


        PENGANtAr

        Dewan Standar Akuntansi Syariah telah menyetujui exposure draft
        PSAK 101 (revisi 2011) tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah
        dalam rapat pada tanggal 12 Januari 2011 untuk disebarluaskan dan
        ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, pengurus
        dan anggota IAI, dan pihak lain.

        Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan
        secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan.

        Exposure draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan
        dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, dan situs IAI: www.
        iaiglobal.or.id


                          Jakarta, 12 Januari 2011
                       Dewan Standar Akuntansi Syariah


              M. Jusuf Wibisana                                 Ketua
              Agus Edy Siregar                                  Anggota
              Amin Musa                                         Anggota
              Arif Machfoed                                     Anggota
              Cecep Maskanul Hakim                              Anggota
              Dewi Astuti                                       Anggota
              Dwi Yanto                                         Anggota
              Endy M. Estiwara                                  Anggota
              Hasanudin                                         Anggota
              Ikhwan A. Basri                                   Anggota
              Kalamuddinsjah                                    Anggota
              Kanny Hidaya                                      Anggota
              Setiawan Budi Utomo                               Anggota
              Sri Yanto                                         Anggota
              Wasilah                                           Anggota
              Wiroso                                            Anggota




iv                  Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)




                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                   v
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)




vi                  Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)


        PErMINtAAN tANGGAPAN

        Penerbitan ED PSAK 101 (revisi 2011): Penyajian Laporan
        Keuangan Syariah bertujuan untuk meminta tanggapan atas
        semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 101 (revisi
        2011) tersebut.

        Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan,
        berikut ini hal yang diharapkan masukannya:

        1. forMAt LAPorAN LABA ruGI KoMPrEHENSIf
           (PArAGrAf 80)
           Secara umum format penyajian laporan laba rugi
           komprehensif adalah sebagai berikut:
           • Satu laporan laba rugi komprehensif (untuk menyajikan
              komponen laba rugi dan komponen pendapatan
              komprehensif lain); atau
           • Satu laporan laba rugi (untuk menyajikan komponen
              laba rugi) dan satu laporan laba rugi komprehensif
              (untuk menyajikan saldo laba rugi dan komponen
              pendapatan komprehensif lain).

           Untuk penyajian laporan keuangan syariah, terdapat tiga
           pendekatan terkait dengan penyajian laporan laba rugi
           komprehensif yaitu:
           • Laporan laba rugi komprehensif disajikan dalam satu
              format laporan atau dua format laporan sebagaimana
              yang diatur dalam PSAK 1: Penyajian Laporan
              Keuangan. Berdasarkan pendekatan ini, entitas syariah
              diberikan pilihan format penyajian laporan laba rugi
              komprehensif. Hal ini supaya sejalan dengan ketentuan
              dalam PSAK 1.
           • Laporan laba rugi komprehensif disajikan dalam satu
              format laporan. Berdasarkan pendekatan ini, hanya
              satu format penyajian laporan laba rugi komprehensif
              yang dapat digunakan oleh entitas syariah. Hal ini
              supaya meningkatkan daya banding antar entitas
              syariah. Menurut pendapat ini, komponen pendapatan

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                 vii
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                        ED PSAK 101 (revisi 2011)



               komprehensif lain yang dimiliki oleh entitas syariah
               akan lebih sedikit dibandingkan entitas konvensional.
               Perbandingan pendapatan komprehensif lain yang akan
               dimiliki oleh entitas syariah adalah sebagai berikut:

             Entitas          Entitas syariah             Keterangan
          konvensional
         Surplus             Surplus revaluasi
         revaluasi aset      aset tetap
         tetap
         Keuntungan          Keuntungan
         atau kerugian       atau     kerugian
         aktuarial           aktuarial
         Keuntungan          Keuntungan
         atau kerugian       atau     kerugian
         kurs penjabaran     kurs penjabaran
         laporan             laporan keuangan
         keuangan            entitas asing
         entitas asing
         Keuntungan
         atau kerugian
         dari aset
         keuangan
         “tersedia untuk
         dijual”

         Bagian efektif                          Saat ini entitas syariah tidak
         dari keuntungan                         diizinkan untuk melakukan
         atau kerugian                           transaksi lindung nilai.
         lindung nilai
         arus kas


            • Laporan laba rugi komprehensif disajikan dalam dua
              format laporan. Berdasarkan pendekatan ini, laporan
              laba rugi komprehensif yang sesuai dengan entitas
              syariah adalah dua format laporan, dengan tujuan
              untuk mengurangi potensi kesalahan pemahaman
              oleh pengguna laporan keuangan. Misalnya untuk
              mengurangi kebingungan dasar pembagian dividen
              apakah berdasarkan laba rugi atau laba komprehensif.

            ED PSAK 101 (revisi 2011) menggunakan pendekatan



viii                Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)


           ketiga yaitu laporan laba rugi komprehensif disajikan
           dalam dua format laporan.

                Apakah anda setuju laporan laba rugi komprehensif
                      disajikan dalam dua format laporan?


        2. SuMBEr EStIMASI KEtIDAKPAStIAN (PArAGrAf
           134)

            Entitas dalam menjalankan operasinya akan dihadapkan
            pada situasi yang mengharuskan untuk membuat estimasi
            mengenai masa depan, menggunakan asumsi yang memiliki
            risiko signifikan yang dapat mengakibatkan penyesuaian
            material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
            periode pelaporan berikutnya. Salah satu asumsi yang
            digunakan adalah tingkat suku bunga/diskonto, yang
            dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini
            terjadi, misalnya, ketika menghitung kewajiban imbalan
            kerja berdasarkan PSAK 24: Imbalan Kerja.

            Terkait dengan penggunaan faktor bunga/diskonto
            dalam pengungkapan untuk pengukuran pos-pos laporan
            keuangan yang disajikan oleh entitas syariah, terdapat dua
            pendekatan yaitu:
            • Pertama, penggunaan faktor bunga/diskonto diatur di
                SAK konvensional bukan dalam SAK syariah, dan
                jika entitas syariah menerapkan SAK konvensional
                tersebut maka entitas syariah menerapkannya secara
                penuh. Pengaturan dalam ED PSAK 101 (revisi 2011)
                yang menyebutkan faktor bunga/diskonto bukan
                menjustifikasi penggunaannya dalam akuntansi
                syariah. Pendekatan ini berasumsi bahwa hal tersebut
                tidak terkait langsung dengan SAK syariah.
            • Kedua, penggunaan faktor bunga/diskonto dalam ED
                PSAK 101 (revisi 2011) akan menimbulkan kesalahan
                pemahaman, seolah-olah menjustifikasi penggunaan
                faktor bunga/diskonto dalam akuntansi syariah,

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                  ix
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



                 walaupun faktor bunga/diskonto yang dimaksud
                 digunakan dalam konteks SAK konvensional bukan
                 dalam konteks SAK syariah. Namun, jika hal tersebut
                 disebutkan dalam ED PSAK 101 (revisi 2011), maka
                 akan berpotensi menimbulkan pertentangan dengan
                 konsep pengukuran yang digunakan dalam SAK
                 syariah (dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
                 Penyajian Laporan Keuangan Syariah secara eksplisit
                 disebutkan bahwa faktor bunga tidak digunakan dalam
                 akuntansi syariah). Saat ini, kajian untuk mencari
                 alternatif pengganti faktor bunga/diskonto masih
                 sedang dilakukan.

            ED PSAK 101(revisi 2011) menggunakan pendekatan
            kedua yaitu faktor bunga/diskonto tidak diungkapkan
            terkait dengan sumber estimasi ketidakpastian yang
            dihadapi oleh entitas syariah.

                    Apakah anda setuju entitas syariah tidak
                mengungkapkan faktor suku bunga/diskonto terkait
                dengan sumber estimasi ketidakpastian? Jika tidak
                 menggunakan hal tersebut, menurut anda apakah
                           alternatif penggantinya?


        3. tANGGAL EfEKtIf (PArAGrAf 147)

            ED PSAK 101 (revisi 2011) diterapkan untuk laporan
            keuangan yang dimulai pada 1 Januari 2012 dan
            diperkenankan penerapan dini.

            Alternatif lainnya, tanggal efektif ED PSAK 101 (revisi
            2011) adalah 1 Januari 2011. Hal ini untuk meningkatkan
            daya banding antara entitas syariah dan entitas konvensional
            (yang menggunakan PSAK 1 (revisi 2009) dan efektif 1
            Januari 2011) dan adanya keterkaitan penyajian laporan
            keuangan dengan SAK lain yang sudah menggunakan
            konsep ED PSAK 101 (revisi 2011), jika hal ini tidak

x                   Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



            dilakukan maka akan menimbulkan pertentangan konsep
            penyajian laporan keuangan bagi entitas syariah.

             Apakah anda setuju diterapkan 1 Januari 2012 dan boleh
                                penerapan dini?


        4. KoMPoNEN LAPorAN KEuANGAN BANK
           SYArIAH (PArAGrAf A01(E) DAN A07-A12)

            Salah satu komponen laporan keuangan bank syariah
            adalah laporan perubahan dana investasi terikat. Laporan
            keuangan tersebut disusun dalam hal bank syariah
            menerima dana dengan skema keagenan, bank syariah
            sebagai agen investasi.

            Terdapat dua pendekatan terkait dengan penyajian laporan
            perubahan dana investasi terikat bagi bank syariah yaitu:
            • Laporan perubahan dana investasi terikat bukan
                sebagai komponen laporan keuangan lengkap bank
                syariah. Pertimbangannya tidak semua bank syariah
                melakukan transaksi keagenan investasi, sehingga
                penyajian laporan perubahan dana investasi terikat
                sebagai bagian laporan keuangan lengkap bank syariah
                tidak sesuai dengan karakteristik kualitatif laporan
                keuangan syariah yaitu relevan. Hal ini juga konsisten
                dengan komponen laporan keuangan asuransi syariah
                (lihat paragraf B01).
            • Laporan perubahan dana investasi terikat sebagai
                komponen laporan keuangan lengkap bank syariah.
                Pertimbangannya masih ada bank syariah yang
                melakukan transaksi keagenan investasi dan regulasi
                yang berlaku bagi bank syariah mensyaratkan
                penyajian komponen laporan keuangan tersebut.

             Apakah anda setuju bank syariah tidak wajib menyajikan
                 laporan perubahan dana investasi terikat?

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                  xi
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



        5. PENGuNGKAPAN PENYIMPANGAN tErHADAP
           SAK

            PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan mengizinkan
            entitas untuk mengungkapkan bahwa suatu PSAK telah
            menyimpang dari tujuan laporan keuangan yang diatur
            dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
            Laporan Keuangan (KDPPLK).

            Dalam ED PSAK 101 (revisi 2011) pengungkapan tersebut
            tidak diperkenankan dengan pertimbangan sebagai
            berikut:
            • SAK syariah dikembangkan berdasarkan Kerangka
                Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
                Syariah (KDPPLK Syariah). Sehingga dapat
                dipastikan bahwa pengaturan dalam SAK syariah
                tidak bertentangan dengan tujuan laporan keuangan
                yang diatur dalam KDPPLK Syariah. Hal ini berbeda
                dengan SAK konvensional yang dikembangkan
                lebih dulu dibandingkan dengan KDPPLK, sehingga
                ada kemungkinan pengaturan SAK konvensional
                bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam
                KDPPLK.
            • Proses penyusunan SAK syariah harus melewati
                verifikasi aspek kesyariahan dari Majelis Ulama
                Indonesia. Hal ini memastikan bahwa tidak ada
                penyimpangan pengaturan dalam SAK syariah.

                            Apakah anda setuju dengan tidak
                    diperkenankannya untuk membuat pengungkapan
                          tentang penyimpangan SAK syariah?




xii                 Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                                 ED PSAK 101 (revisi 2011)



        IKHtISAr rINGKAS

        Secara umum perbedaan antara ED PSAK 101 (revisi 2011):
        Penyajian Laporan Keuangan Syariah dengan PSAK 101:
        Penyajian Laporan Keuangan Syariah adalah sebagai
        berikut:

                                        ED PSAK 101
              Perihal                                                   PSAK 101
                                         (revisi 2011)
         Definisi SAK             Pernyataan dan Interpre-     Tidak diatur
                                  tasi yang dikeluarkan oleh
                                  DSAK dan DSAS IAI
         Tujuan laporan           Tambahan informasi ten-      Tidak diatur
         keuangan                 tang kontribusi dari dan
                                  distribusi kepada pemilik
                                  dalam kapasitasnya se-
                                  bagai pemilik (transaksi
                                  ekuitas)
         Pos luar biasa           Tidak diperkenankan          Diperkenankan
         Laporan posisi           Laporan posisi keuangan      Laporan posisi keuangan
         keuangan kom-            komparatif disajikan un-     komparatif disajikan un-
         p ar a t if ak i b a t   tuk posisi awal periode      tuk akhir periode sajian
         akibat penera-           sajian (selain akhir peri-
         pan kebijakan            ode sajian)
         akuntansi secara
         retrospektif, pe-
         nyajian kembali,
         dan reklasifikasi
         pos
         Komponen lapo-           •  Laporan posisi            •     Neraca
         ran keuangan                keuangan                  •     Laporan laba rugi
                                  • Laporan laba rugi          •     Laporan perubahan
                                     komprehensif                    ekuitas
                                  • Laporan perubahan          •     Laporan arus kas
                                     ekuitas                   •     Laporan sumber
                                  • Laporan arus kas                 dan penggunaan
                                  • Laporan sumber dan               dana zakat
                                     penggunaan dana           •     Laporan sumber
                                     zakat                           dan penggunaan
                                  • Laporan sumber dan               dana kebajikan
                                     penggunaan dana           •     Catatan atas
                                     kebajikan                       laporan keuangan
                                  • Catatan atas laporan
                                     keuangan
         Laporan laba rugi        • Laporan laba rugi          Laporan laba rugi
         komprehensif             • Laporan laba rugi
                                     komprehensif
         Pengungkapan             Tujuan, kebijakan, dan       Tidak diatur
         permodalan               proses mengelola per-
                                  modalan

                      Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                         xiii
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                                    ED PSAK 101 (revisi 2011)



                                          DAftAr ISI

                                                                                       Paragraf
        PENDAHuLuAN .................................................                    01-08
        Tujuan ...................................................................          01
        Ruang lingkup .........................................................          02-06
        Definisi ...................................................................     07-08

        LAPorAN KEuANGAN ....................................                           09-45
        Tujuan laporan keuangan ........................................                   09
        Komponen laporan keuangan .................................                     10-16
        Tanggung jawab atas laporan keuangan ..................                            17
        Karakteristik umum ................................................             18-45
           Penyajian secara wajar dan kepatuhan
           terhadap SAK ....................................................            18-23
           Kelangsungan usaha ..........................................                24-25
           Dasar akrual .......................................................         26-27
           Materialitas dan agregasi ...................................                28-30
           Saling hapus .......................................................         31-34
           Frekuensi pelaporan ...........................................              35-36
           Informasi komparatif .........................................               37-43
           Konsistensi penyajian ........................................               44-45

        StruKtur DAN ISI .......................................... 46-146
        Pendahuluan ............................................................ 46-47
        Identifikasi laporan keuangan ................................. 48-52
        Laporan posisi keuangan ......................................... 53-79
           Informasi yang disajikan dalam laporan
           posisi keuangan ................................................. 53-58
           Pembedaan aset lancar dan tidak lancar
           serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang 59-64
           Aset lancar ......................................................... 65-67
           Liabilitas jangka pendek ................................... 68-75
           Informasi yang disajikan dalam laporan
           posisi keuangan atau catatan atas
           laporan keuangan .............................................. 76-79
        Laporan laba rugi komprehensif ............................. 80-103
           Informasi yang disajikan dalam laporan
           laba rugi komprehensif ...................................... 81-86
           Laba rugi ........................................................... 87-88
           Pendapatan komprehensif lain ........................... 89-94



xiv                   Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                                   ED PSAK 101 (revisi 2011)



           Informasi yang disajikan dalam laporan
           laba rugi komprehensif atau catatan
           atas laporan keuangan .......................................               95-103
        Laporan perubahan ekuitas .....................................               104-108
        Laporan arus kas .....................................................            109
        Laporan sumber dan penggunaan dana zakat ..........                           110-114
        Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan ...                              115-119
        Catatan atas laporan keuangan ................................                120-146
           Struktur ..............................................................    120-124
           Pengungkapan kebijakan akuntansi ....................                      125-132
           Sumber estimasi ketidakpastian ..........................                  133-141
           Modal ..................................................................   142-144
           Pengungkapan lain ..............................................           145-146
        tANGGAL EfEKtIf ...........................................                      147
        PENArIKAN ........................................................               148
        LAMPIrAN A
        LAPorAN KEuANGAN BANK SYArIAH
        Komponen laporan keuangan ..................................            A01
        Laporan posisi keuangan .........................................       A02
        Laporan laba rugi komprehensif ..............................           A03
        Laporan perubahan ekuitas ......................................        A04
        Laporan arus kas ...................................................... A05
        Laporan perubahan dana investasi terikat ................ A06-A12
        Laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil ...... A13-A15
        Laporan sumber dan penggunaan dana zakat ..........                     A16
        Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan ...                        A17
        Catatan atas laporan keuangan .................................         A18
        LAMPIrAN B
        LAPorAN KEuANGAN ENtItAS
        ASurANSI SYArIAH
        Komponen laporan keuangan .................................. B01-B03
        Laporan posisi keuangan .........................................       B04
        Laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’ .                    B05
        Laporan perubahan dana tabarru' .............................           B06
        Laporan laba rugi komprehensif ..............................           B07
        Laporan perubahan ekuitas ......................................        B08
        Laporan arus kas ...................................................... B09
        Laporan sumber dan penggunaan dana zakat ..........                     B10
        Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan ...                        B11
        Catatan atas laporan keuangan .................................         B12

                      Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA                            xv
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    PErNYAtAAN StANDAr AKuNtANSI KEuANGAN
   2    No.101
   3
   4    PENYAJIAN LAPorAN KEuANGAN SYArIAH
   5
   6    Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 101 (revisi 2011):
   7    Penyajian Laporan Keuangan Syariah terdiri dari paragraf
   8    1-148 dan Lampiran. Seluruh paragraf dalam PSAK ini
   9    memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang
  10    dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-
  11    prinsip utama. PSAK 101 (revisi 2011) harus dibaca dalam
  12    kontek tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan
  13    dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. PSAK 25:
  14    Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi,
  15    dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan
  16    menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan
  17    yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk
  18    unsur yang tidak material.
  19
  20    PENDAHuLuAN
  21
  22    tujuan
  23
  24          01. Pernyataan ini menetapkan dasar bagi penyajian
  25    laporan keuangan bertujuan umum untuk entitas syariah
  26    yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat
  27    dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode
  28    sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas syariah
  29    lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian
  30    laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan
  31    minimal isi laporan keuangan.
  32
  33    ruang Lingkup
  34
  35         02. Entitas syariah menerapkan Pernyataan ini dalam
  36    penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan
  37    umum sesuai dengan SAK.
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA            101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           03. Entitas syariah yang dimaksud di Pernyataan ini
   2    adalah entitas yang melaksanakan transaksi syariah sebagai
   3    kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dinyatakan
   4    dalam anggaran dasarnya.
   5
   6          04. SAK lain mengatur persyaratan pengakuan,
   7    pengukuran, dan pengungkapan transaksi dan peristiwa lain.
   8
   9           05. Pernyataan ini menggunakan terminologi yang
  10    cocok bagi entitas syariah yang berorientasi laba, termasuk
  11    entitas bisnis syariah sektor publik. Jika entitas syariah tidak
  12    berorientasi laba menerapkan Pernyataan ini, maka entitas
  13    tersebut perlu menyesuaikan deskripsi beberapa pos yang
  14    terdapat dalam laporan keuangan dan istilah laporan keuangan
  15    itu sendiri.
  16
  17          06. Entitas syariah seperti reksa dana dan entitas
  18    yang modalnya tidak terbagi atas saham, misalnya koperasi,
  19    memerlukan penyesuaian terhadap penyajian dalam laporan
  20    keuangannya.
  21
  22    Definisi
  23
  24         07. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan
  25    dalam Pernyataan ini:
  26
  27    Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan
  28    keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang
  29    disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
  30    komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus
  31    kas, laporan sumber dan penggunaan zakat, dan laporan
  32    sumber dan penggunaan dana kebajikan. Catatan atas
  33    laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian
  34    dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan
  35    informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria
  36    pengakuan dalam laporan keuangan.
  37
  38

101.2               Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak
   2    termasuk komponen pendapatan komprehensif lain.
   3
   4    Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut
   5    sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan
   6    yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama
   7    sebagian besar pengguna laporan.
   8
   9    Material. Kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan
  10    dalam mencatat pos laporan keuangan adalah material
  11    jika, baik secara sendiri maupun bersama, dapat
  12    mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan
  13    keuangan. Materialitas bergantung pada ukuran dan sifat
  14    dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam
  15    mencatat tersebut dengan memperhatikan kondisi terkait.
  16    Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan tersebut, atau
  17    gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu.
  18
  19    Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau
  20    kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan
  21    ekonomi dari pengguna laporan keuangan, dan dengan
  22    demikian menjadi material, membutuhkan pertimbangan
  23    mengenai karakteristik dari setiap pengguna laporan tersebut.
  24    Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
  25    Keuangan Syariah paragraf 45 menyatakan bahwa “pengguna
  26    laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang
  27    memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi
  28    serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan
  29    ketekunan yang wajar”. Oleh karena itu, penilaian tersebut
  30    perlu memerhatikan bagaimana pengguna laporan keuangan
  31    dengan karakteristik tersebut diharapkan terpengaruh dalam
  32    membuat keputusan ekonomi.
  33
  34    Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan
  35    sebagai ekuitas.
  36
  37    Pendapatan komprehensif lain berisi pos pendapatan dan
  38    beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA            101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    diakui dalam laba rugi sebagaimana disyaratkan oleh SAK
   2    lain.
   3
   4    Komponen pendapatan komprehensif lain mencakup:
   5    (a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset
   6        Tetap dan PSAK 19: Aset Takberwujud);
   7    (b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat
   8        pasti yang diakui sesuai dengan PSAK 24: Imbalan
   9        Kerja;
  10    (c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran
  11        laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 10:
  12        Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing).
  13
  14    Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi
  15    ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya
  16    diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode
  17    berjalan atau periode sebelumnya.
  18
  19    Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan
  20    dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
  21    Akuntansi Keuangan dan Dewan Standar Akuntansi
  22    Syariah Ikatan Akuntan Indonesia.
  23
  24    Tidak praktis. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak
  25    praktis jika entitas syariah tidak dapat menerapkannya
  26    setelah melakukan segala upaya yang rasional.
  27
  28    Total laba komprehensif adalah perubahan ekuitas selama
  29    satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa
  30    lain, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi
  31    dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.
  32
  33    Total laba komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi”
  34    dan “pendapatan komprehensif lain”.
  35
  36         08. Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah
  37    “pendapatan komprehensif lain”, “laba rugi”, dan “total laba
  38    komprehensif”, entitas syariah dapat menggunakan istilah

101.               Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    lain untuk menjelaskan jumlah tersebut sepanjang maksudnya
   2    jelas. Misalnya, entitas dapat menggunakan istilah “laba neto”
   3    untuk menggambarkan laba rugi.
   4
   5    LAPorAN KEuANGAN
   6
   7    tujuan Laporan Keuangan
   8
   9           09. Laporan keuangan adalah suatu penyajian
  10    terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu
  11    entitas syariah. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan
  12    informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan
  13    arus kas entitas syariah yang bermanfaat bagi sebagian besar
  14    pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan
  15    ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil
  16    pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber
  17    daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka
  18    mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan
  19    informasi mengenai entitas syariah yang meliputi:
  20    (a) aset;
  21    (b) liabilitas;
  22    (c) dana syirkah temporer;
  23    (d) ekuitas;
  24    (e) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan
  25         kerugian;
  26    (f) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam
  27         kapasitasnya sebagai pemilik;
  28    (g) arus kas;
  29    (h) dana zakat; dan
  30    (i) dana kebajikan.
  31    Informasi tersebut, beserta informasi lain yang terdapat dalam
  32    catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna laporan
  33    keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan dan,
  34    khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas
  35    dan setara kas.
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA            101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Komponen Laporan Keuangan
   2
   3          10. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari
   4    komponen berikut ini:
   5    (a) laporan posisi keuangan pada akhir periode;
   6    (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode;
   7    (c) laporan perubahan ekuitas selama periode;
   8    (d) laporan arus kas selama periode;
   9    (e) laporan sumber dan penggunaan dana zakat selama
  10        periode;
  11    (f) laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan
  12        selama periode;
  13    (g) catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan
  14        kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan
  15        lain; dan
  16    (h) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
  17        yang disajikan ketika entitas syariah menerapkan suatu
  18        kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
  19        penyajian kembali pos laporan keuangan, atau ketika
  20        entitas syariah mereklasifikasi pos dalam laporan
  21        keuangannya.
  22
  23          11. Entitas syariah menyajikan semua komponen
  24    laporan keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang
  25    sama.
  26
  27           12. Jika entitas syariah merupakan lembaga
  28    keuangan, selain komponen laporan keuangan yang
  29    disebutkan di paragraf 10, maka entitas syariah juga
  30    menyajikan komponen laporan keuangan tambahan yang
  31    menjelaskan karakteristik utama entitas syariah tersebut
  32    jika substansi informasinya belum tercakup di paragraf 10.
  33
  34           13. Komponen tambahan dan penyajian pos-pos
  35    laporan keuangan yang mencerminkan karakteristik
  36    khusus untuk industri tertentu akan diatur dalam lampiran
  37    Pernyataan ini yang merupakan bagian yang tidak
  38    terpisahkan.

101.               Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1          14. Jika entitas syariah belum melaksanakan fungsi
   2   sosial secara penuh, maka entitas syariah tetap menyajikan
   3   komponen laporan keuangan di paragraf 10(e) dan (f).
   4
   5         15. Beberapa entitas syariah menyajikan, terpisah dari
   6   laporan keuangan, suatu kajian keuangan oleh manajemen
   7   yang menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan
   8   dan posisi keuangan, dan kondisi ketidakpastian utama yang
   9   dihadapi. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai:
  10   (a) faktor dan pengaruh utama yang menentukan kinerja
  11       keuangan, termasuk perubahan lingkungan tempat entitas
  12       syariah beroperasi, tanggapan terhadap perubahan dan
  13       pengaruhnya, dan kebijakan investasi untuk memelihara
  14       serta meningkatkan kinerja keuangannya, termasuk
  15       kebijakan dividen;
  16   (b) sumber pendanaan dan target rasio liabilitas terhadap
  17       ekuitas; dan
  18   (c) sumber daya yang tidak diakui dalam laporan posisi
  19       keuangan sesuai dengan SAK.
  20
  21         16. Entitas syariah dapat pula menyajikan, terpisah dari
  22   laporan keuangan, laporan mengenai lingkungan hidup dan
  23   laporan nilai tambah, khususnya bagi industri yang faktor
  24   lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri
  25   yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna
  26   laporan keuangan yang memegang peranan penting. Laporan
  27   tambahan tersebut di luar ruang lingkup SAK.
  28
  29   tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
  30
  31         17. Manajemen bertanggungjawab atas penyusunan
  32   dan penyajian laporan keuangan entitas syariah.
  33
  34   Karakteristik umum
  35
  36   Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
  37
  38            18. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA            101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas
   2    syariah. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian
   3    secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa dan kondisi
   4    lain, sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset,
   5    liabilitas, dana syirkah temporer, pendapatan, dan beban
   6    yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
   7    Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Penerapan SAK,
   8    dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, dianggap
   9    menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.
  10
  11          19. Entitas syariah yang laporan keuangannya telah
  12    patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit
  13    dan tanpa terkecuali tentang kepatuhan terhadap SAK
  14    dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas syariah
  15    tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah
  16    patuh terhadap SAK kecuali laporan keuangan telah patuh
  17    terhadap semua persyaratan dalam SAK.
  18
  19          20. Dalam hal tidak ada PSAK yang secara spesifik
  20    berlaku untuk transaksi, peristiwa atau kondisi lain,
  21    maka manajemen menggunakan pertimbangannya dalam
  22    mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan
  23    akuntansi yang menghasilkan informasi yang:
  24    (a) relevan untuk kebutuhan pengambilan keputusan
  25        ekonomi pengguna laporan keuangan; dan
  26    (b) andal, dalam laporan keuangan yang:
  27        (i) menyajikan secara jujur posisi keuangan, kinerja
  28              keuangan, dan arus kas;
  29        (ii) mencerminkan substansi ekonomi transaksi,
  30              peristiwa, atau kondisi lain, dan bukan hanya
  31              bentuk hukum;
  32        (iii) netral, yaitu bebas dari bias;
  33        (iv) pertimbangan sehat; dan
  34        (v) lengkap dalam semua hal yang material.
  35
  36         21. Dalam hampir semua kondisi, entitas syariah
  37    mencapai penyajian laporan keuangan secara wajar dengan
  38    memenuhi SAK yang relevan. Penyajian secara wajar juga

101.               Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    mensyaratkan entitas syariah untuk:
   2    (a) memilih dan menerapkan kebijakan yang sesuai
   3        dengan prinsip syariah. Manajemen mengacu dan
   4        mempertimbangkan keterterapan dari sumber berikut ini
   5        sesuai dengan urutan menurun:
   6        (i) definisi, kriteria pengakuan, dan konsep pengukuran
   7              untuk aset, liabilitas, dana syirkah temporer, penghasilan,
   8              dan beban dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
   9              Penyajian Laporan Keuangan Syariah;
  10        (ii) persyaratan dan panduan dalam SAK umum yang
  11              sesuai dengan syariah, yang berhubungan dengan
  12              masalah serupa dan terkait; dan
  13        (iii) standar akuntansi terkini yang dikeluarkan oleh badan
  14              penyusun standar akuntansi lain yang menggunakan
  15              kerangka dasar yang sama untuk mengembangkan
  16              standar akuntansi, literatur akuntansi lain, dan
  17              praktik akuntansi industri yang berlaku, sepanjang
  18              tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
  19    (b) menyajikan informasi, termasuk kebijakan akuntansi,
  20        sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi
  21        yang relevan, andal, dapat dibandingkan, dan mudah
  22        dipahami.
  23    (c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian
  24        dengan persyaratan spesifik dalam SAK tidak cukup bagi
  25        pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh
  26        dari transaksi, peristiwa, dan kondisi lain tertentu terhadap
  27        posisi keuangan dan kinerja keuangan.
  28
  29          22. Entitas syariah tidak dapat memperbaiki kebijakan
  30    akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan
  31    kebijakan     akuntansi      yang     digunakan    maupun
  32    pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan atau
  33    materi penjelasan.
  34
  35          23. Dalam hal tidak ada PSAK syariah yang
  36    mengatur transaksi, peristiwa, atau kondisi lain, maka
  37    dianjurkan untuk mengacu ke SAK umum, sepanjang tidak
  38    bertentangan dengan prinsip syariah.

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA            101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Kelangsungan Usaha
   2
   3           24. Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen
   4    membuat penilaian tentang kemampuan entitas syariah
   5    untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas
   6    syariah menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi
   7    kelangsungan usaha, kecuali manajemen bertujuan
   8    untuk melikuidasi entitas syariah atau menghentikan
   9    perdagangan, atau tidak mempunyai alternatif lain yang
  10    realistis selain melakukannya. Jika manajemen menyadari
  11    (dalam membuat penilaian) mengenai adanya ketidakpastian
  12    yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi
  13    yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang
  14    kemampuan entitas syariah untuk mempertahankan
  15    kelangsungan usaha, maka entitas syariah mengungkapkan
  16    ketidakpastian tersebut. Jika entitas syariah menyusun
  17    laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan
  18    usaha, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut,
  19    bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan
  20    laporan keuangan dan alasan mengapa entitas syariah tidak
  21    dipertimbangkan dapat menggunakan asumsi kelangsungan
  22    usaha.
  23
  24          25. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi
  25    kelangsungan usaha adalah tepat, manajemen memperhatikan
  26    semua informasi masa depan, paling sedikit (namun tidak
  27    dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan.
  28    Tingkat pertimbangan bergantung pada fakta dari setiap
  29    kasus. Jika selama ini entitas syariah menghasilkan laba
  30    dan mempunyai akses ke sumber pendanaan, maka dapat
  31    disimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai
  32    tanpa melalui analisis rinci. Dalam kasus lain, manajemen
  33    perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi profitabilitas
  34    masa kini maupun masa depan, jadwal pembayaran utang,
  35    dan sumber potensial pendanaan pengganti sebelum dapat
  36    menyimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah
  37    sesuai.
  38

101.10              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Dasar Akrual
   2
   3          26. Entitas syariah menyusun laporan keuangan atas
   4    dasar akrual, kecuali laporan arus kas dan penghitungan
   5    pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Dalam
   6    penghitungan pembagian hasil usaha didasarkan pada
   7    pendapatan yang benar-benar telah direalisasikan menjadi
   8    kas (dasar kas).
   9
  10           27. Jika akuntansi berdasarkan akrual digunakan,
  11    entitas syariah mengakui pos-pos sebagai aset, liabilitas,
  12    dana syirkah temporer, ekuitas, penghasilan, dan beban
  13    (unsur unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut
  14    memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsur-unsur
  15    dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
  16    Keuangan Syariah.
  17
  18    Materialitas dan Agregasi
  19
  20          28. Entitas syariah menyajikan secara terpisah
  21    kelompok pos sejenis yang material. Entitas menyajikan
  22    secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi
  23    berbeda kecuali pos tersebut tidak material.
  24
  25           29. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan
  26    sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan
  27    sesuai sifat atau fungsinya. Tahap akhir dari proses
  28    penggabungan dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam
  29    laporan keuangan. Jika suatu klasifikasi pos tidak material,
  30    maka dapat digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam
  31    laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan.
  32    Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan
  33    terpisah dalam laporan keuangan tetapi cukup material untuk
  34    disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan.
  35
  36          30. Entitas syariah tidak perlu untuk memberikan suatu
  37    pengungkapan spesifik yang diminta oleh suatu PSAK jika
  38    informasi tersebut tidak material.

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA           101.11
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Saling Hapus
   2
   3          31. Entitas syariah tidak boleh melakukan saling
   4    hapus atas aset, liabilitas, dan dana syirkah temporer atau
   5    penghasilan dan beban, kecuali disyaratkan atau diizinkan
   6    oleh suatu PSAK.
   7
   8           32. Entitas syariah melaporkan secara terpisah untuk
   9    aset, liabilitas, dana syirkah temporer serta penghasilan dan
  10    beban. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau
  11    laporan posisi keuangan mengurangi kemampuan pengguna
  12    laporan keuangan baik untuk memahami transaksi, peristiwa
  13    dan kondisi lain yang telah terjadi maupun untuk menilai arus
  14    kas di masa depan, kecuali jika saling hapus mencerminkan
  15    substansi transaksi atau peristiwa lain. Pengukuran aset
  16    secara neto setelah dikurangi penyisihan penilaian (misalnya,
  17    penyisihan keusangan atas persediaaan dan penyisihan piutang
  18    tidak tertagih) bukan termasuk kategori saling hapus.
  19
  20           33. PSAK 23: Pendapatan mendefinisikan pendapatan
  21    dan mensyaratkan untuk mengukurnya berdasarkan nilai
  22    wajar dari jumlah yang diterima atau akan diterima, dengan
  23    mempertimbangkan jumlah potongan dagang dan rabat
  24    volume yang diperbolehkan. Dalam aktivitas normal, entitas
  25    syariah juga melakukan transaksi lain yang bukan merupakan
  26    penghasil utama pendapatan dan bersifat insidentil.
  27    Entitas menyajikan hasil dari transaksi tersebut dengan
  28    mengurangkan setiap penghasilan dengan beban terkait yang
  29    timbul dari transaksi yang sama sepanjang penyajian tersebut
  30    mencerminkan substansi dari transaksi atau peristiwa lain.
  31    Misalnya:
  32    (a) entitas syariah menyajikan keuntungan dan kerugian
  33         atas pelepasan aset tidak lancar, termasuk investasi dan
  34         aset operasional, dilaporkan dengan mengurangkan
  35         penerimaan dari pelepasan dengan jumlah tercatat dan
  36         beban yang timbul dari pelepasan aset tersebut;
  37    (b) entitas syariah dapat mengurangkan pengeluaran yang
  38         terkait dengan provisi yang diakui sesuai dengan PSAK

101.12              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1         57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
   2         dan diganti berdasarkan perjanjian kontraktual dengan
   3         pihak ketiga (seperti perjanjian garansi dari pemasok)
   4         dengan penggantian yang diterima.
   5
   6          34. Entitas syariah menyajikan keuntungan dan kerugian
   7    yang timbul dari suatu kelompok transaksi yang sejenis
   8    secara neto, misalnya keuntungan dan kerugian dari transaksi
   9    valuta asing. Namun, entitas syariah menyajikan keuntungan
  10    dan kerugian tersebut secara terpisah jika keuntungan atau
  11    kerugian tersebut material.
  12
  13    Frekuensi Pelaporan
  14
  15          35. Entitas syariah menyajikan laporan keuangan
  16    lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara
  17    tahunan. Jika akhir periode pelaporan berubah dan laporan
  18    keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih
  19    panjang atau lebih pendek daripada periode satu tahun,
  20    sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan
  21    keuangan, maka entitas syariah mengungkapkan:
  22    (a) alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih
  23        panjang atau lebih pendek; dan
  24    (b) fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan
  25        keuangan tidak dapat dibandingkan secara
  26        keseluruhan.
  27
  28          36. Umumnya entitas syariah secara konsisten
  29    menyiapkan laporan keuangan untuk periode satu tahun.
  30    Namun, untuk alasan praktis, beberapa entitas syariah lebih
  31    memilih untuk melaporkan, sebagai contoh, untuk periode
  32    lima puluh dua minggu. Pernyataan ini tidak menghalangi
  33    praktik tersebut.
  34
  35    Informasi Komparatif
  36
  37         37. Informasi kuantitatif diungkapkan secara
  38    komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode
   2    berjalan, kecuali dinyatakan lain oleh SAK. Informasi
   3    komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan
   4    keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika
   5    relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode
   6    berjalan.
   7
   8           38. Entitas syariah yang mengungkapkan informasi
   9    komparatif menyajikan minimal dua laporan posisi keuangan,
  10    dua laporan untuk setiap komponen laporan keuangan lain,
  11    dan catatan atas laporan keuangan. Jika entitas syariah
  12    menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
  13    membuat penyajian kembali secara retrospektif atas pos dalam
  14    laporan keuangan atau mereklasifikasi pos dalam laporan
  15    keuangan, maka entitas syariah menyajikan minimal tiga
  16    laporan posisi keuangan, dua laporan untuk setiap komponen
  17    laporan keuangan lain, dan catatan atas laporan keuangan.
  18    Entitas syariah menyajikan laporan posisi keuangan pada:
  19    (a) akhir periode berjalan,
  20    (b) akhir periode sebelumnya (yang sama dengan awal
  21         periode berjalan), dan
  22    (c) permulaan dari periode komparatif terawal.
  23
  24           39. Pada beberapa kasus, informasi naratif yang
  25    disajikan dalam laporan keuangan periode sebelumnya masih
  26    tetap relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan.
  27    Misalnya, rincian tentang sengketa hukum yang dihadapi
  28    yang hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada periode
  29    sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian, perlu
  30    diungkapkan kembali pada periode berjalan. Pengguna laporan
  31    keuangan akan memperoleh manfaat dari informasi adanya
  32    ketidakpastian pada akhir periode pelaporan sebelumnya, dan
  33    langkah yang telah dilakukan selama periode berjalan untuk
  34    mengatasi ketidakpastian tersebut.
  35
  36           40. Jika entitas syariah mengubah penyajian atau
  37    klasifikasi pos dalam laporan keuangan, maka entitas syariah
  38    mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi

101.1              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    tersebut tidak praktis. Jika entitas syariah mereklasifikasi
   2    jumlah komparatif, maka mengungkapkan:
   3    (a) sifat reklasifikasi;
   4    (b) jumlah setiap pos atau gabungan beberapa pos yang
   5         direklasifikasi; dan
   6    (c) alasan reklasifikasi.
   7
   8          41. Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis,
   9    maka entitas syariah mengungkapkan:
  10    (a) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut;
  11    (b) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah
  12        tersebut direklasifikasi.
  13
  14           42. Peningkatkan daya banding informasi antar periode
  15    membantu pengguna laporan keuangan dalam membuat
  16    keputusan ekonomi, khususnya memungkinkan penilaian atas
  17    kecenderungan informasi keuangan untuk tujuan prediksi.
  18    Dalam beberapa keadaan, reklasifikasi informasi komparatif
  19    tidak praktis untuk periode tertentu sebelumnya untuk
  20    mencapai daya banding dengan periode berjalan. Misalnya,
  21    entitas syariah mungkin belum mengumpulkan data pada
  22    periode sebelumnya yang memungkinkan untuk melakukan
  23    reklasifikasi, dan mungkin tidak praktis untuk menyusun
  24    kembali informasi tersebut.
  25
  26          43. PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan
  27    Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan mengatur penyesuaian
  28    terhadap informasi komparatif yang disyaratkan ketika entitas
  29    melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas
  30    kesalahan.
  31
  32    Konsistensi Penyajian
  33
  34          44. Penyajian dan klasifikasi pos dalam laporan
  35    keuangan antar periode dilakukan secara konsisten,
  36    kecuali:
  37    (a) setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat
  38        operasi entitas syariah atau kaji ulang atas laporan

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1       keuangan, terlihat secara jelas bahwa penyajian atau
   2       klasifikasi lain akan lebih tepat untuk digunakan
   3       dengan mempertimbangkan kriteria dalam penentuan
   4       dan penerapan kebijakan akuntansi; atau
   5   (b) perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK.
   6
   7          45. Misalnya, suatu akuisisi atau pelepasan yang
   8   signifikan, atau kaji ulang atas penyajian laporan keuangan,
   9   mungkin akan menghasilkan kesimpulan bahwa laporan
  10   keuangan perlu disajikan secara berbeda. Namun demikian,
  11   perubahan penyajian dapat dilaksanakan jika perubahan
  12   tersebut memberikan informasi yang andal dan lebih relevan
  13   bagi pengguna laporan keuangan atau struktur yang baru
  14   mempunyai kecenderungan akan digunakan seterusnya. Jika
  15   dilakukan perubahan penyajian laporan keuangan, maka
  16   entitas syariah mereklasifikasi informasi komparatif sesuai
  17   dengan paragraf 40 dan 41.
  18
  19   StruKtur DAN ISI
  20
  21   Pendahuluan
  22
  23          46. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan
  24   tertentu dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi
  25   komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan sumber dan
  26   penggunaan zakat, atau laporan sumber dan penggunaan dana
  27   kebajikan, dan mensyaratkan pengungkapan dari pos lain
  28   dalam laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan
  29   keuangan. PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan
  30   untuk penyajian informasi arus kas.
  31
  32         47. Pernyataan ini terkadang menggunakan istilah
  33   “pengungkapan” dalam arti luas, meliputi pos yang disajikan
  34   dalam laporan keuangan. Pengungkapan juga disyaratkan
  35   oleh SAK lain. Kecuali dinyatakan lain dalam Pernyataan ini
  36   atau SAK lain, pengungkapan tersebut dapat dilakukan dalam
  37   laporan keuangan.
  38

101.1              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Identifikasi Laporan Keuangan
   2
   3          48. Entitas syariah mengidentifikasikan laporan
   4    keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi
   5    lain dalam dokumen publikasi yang sama.
   6
   7          49. SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan, dan
   8    tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan
   9    tahunan, dokumen yang disampaikan kepada regulator, atau
  10    dokumen lain. Oleh karena itu, sangat penting bahwa pengguna
  11    laporan keuangan dapat membedakan antara informasi yang
  12    disusun sesuai SAK dan informasi lain yang juga bermanfaat
  13    bagi pengguna laporan keuangan.
  14
  15           50. Entitas syariah mengidentifikasikan secara
  16    jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan
  17    keuangan. Di samping itu, entitas syariah menyajikan
  18    informasi berikut ini secara jelas, dan mengulangnya jika
  19    dibutuhkan sehingga dapat dipahami:
  20    (a) nama entitas syariah pembuat laporan keuangan atau
  21         identitas lain, dan setiap perubahan informasi dari
  22         akhir periode pelaporan sebelumnya;
  23    (b) apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau
  24         suatu kelompok entitas;
  25    (c) tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang
  26         dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas
  27         laporan keuangan;
  28    (d) mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam
  29         PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing;
  30         dan
  31    (e) pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah
  32         dalam laporan keuangan.
  33
  34           51. Entitas syariah telah memenuhi persyaratan paragraf
  35    50 dengan menyajikan judul yang tepat untuk halaman,
  36    laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, kolom
  37    dan sejenis. Pertimbangan diperlukan untuk menentukan
  38    cara terbaik dalam menyajikan informasi tersebut. Misalnya,

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ketika entitas syariah menyajikan laporan keuangan secara
   2    elektronik, maka halaman-halaman terpisah tidak selalu
   3    digunakan; selanjutnya entitas syariah menyajikan hal-hal di
   4    atas untuk memastikan bahwa informasi yang dicakup dalam
   5    laporan keuangan dapat dipahami.
   6
   7           52. Agar lebih dapat dipahami, entitas syariah pada
   8    umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan
   9    informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. Hal ini
  10    diperkenankan sepanjang diungkapkan tingkat pembulatan
  11    dan tidak menghilangkan informasi yang material.
  12
  13    Laporan Posisi Keuangan
  14
  15    Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan
  16
  17           53. Laporan posisi keuangan minimal mencakup
  18    penyajian jumlah pos-pos berikut:
  19    (a) kas dan setara kas;
  20    (b) piutang dagang dan piutang lain;
  21    (c) persediaan;
  22    (d) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan
  23        di (a), (b) dan (i));
  24    (e) total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki
  25        untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok
  26        lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
  27        dijual sesuai dengan PSAK 58 (revisi 2009): Aset tidak
  28        Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan operasi yang
  29        Dihentikan;
  30    (f) properti investasi;
  31    (g) aset tetap;
  32    (h) aset tidak berwujud;
  33    (i) investasi dengan menggunakan metode ekuitas;
  34    (j) utang dagang dan terutang lain;
  35    (k) liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang
  36        disajikan di (j) dan (o));
  37    (l) liabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana
  38        didefinisikan dalam PSAK 46: Pajak Penghasilan;

101.1              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    (m) liabilitas dan aset pajak tangguhan, sebagaimana
   2        didefinisikan dalam PSAK 46;
   3    (n) liabilitas yang termasuk dalam kelompok lepasan yang
   4        diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai
   5        dengan PSAK 58;
   6    (o) provisi;
   7    (p) kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian
   8        dari ekuitas; dan
   9    (q) modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan
  10        kepada pemilik entitas induk.
  11
  12          54. Entitas syariah menyajikan pos tambahan, judul,
  13    dan subtotal dalam laporan posisi keuangan jika penyajian
  14    tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan.
  15
  16          55. Jika entitas syariah menyajikan aset lancar
  17    dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka
  18    panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan
  19    posisi keuangan, maka aset (liabilitas) pajak tangguhan
  20    tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (liabilitas
  21    jangka pendek).
  22
  23          56. Pernyataan ini tidak mengatur susunan atau format
  24    penyajian pos. Paragraf 54 menjelaskan daftar pos yang
  25    berbeda berdasarkan sifat atau fungsinya untuk menjamin
  26    penyajian terpisah dalam laporan posisi keuangan. Sebagai
  27    tambahan:
  28    (a) suatu pos disajikan terpisah jika ukuran, sifat, atau
  29        fungsinya atau agregasi pos yang sama menyebabkan
  30        penyajian terpisah menjadi relevan untuk memahami
  31        posisi keuangan; dan
  32    (b) penjelasan yang digunakan dan urutan dari pos atau
  33        agregasi pos yang sama dapat diubah sesuai dengan
  34        sifat entitas syariah dan transaksinya, untuk memberikan
  35        informasi yang relevan untuk memahami posisi keuangan.
  36        Misalnya, institusi keuangan mungkin mengubah
  37        penjelasan di atas dalam rangka memberikan informasi
  38        yang relevan mengenai operasinya.

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1          57. Entitas syariah mempertimbangkan apakah pos
   2    tambahan disajikan secara terpisah yang didasarkan pada
   3    penilaian dari:
   4    (a) sifat dan likuiditas aset;
   5    (b) fungsi aset; dan
   6    (c) jumlah, sifat, dan jangka waktu liabilitas.
   7
   8           58. Penggunaan dasar pengukuran yang berbeda untuk
   9    kelompok aset yang berbeda menunjukkan bahwa sifat dan
  10    fungsi aset tersebut berbeda dan, oleh karena itu, entitas
  11    syariah menyajikan kelompok aset yang berbeda secara
  12    terpisah. Misalnya, kelompok aset tetap yang berbeda dapat
  13    dicatat berdasarkan biaya perolehan atau jumlah revaluasian
  14    sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap.
  15
  16    Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar serta Liabilitas
  17    Jangka Pendek dan Jangka Panjang
  18
  19          59. Entitas syariah menyajikan aset lancar dan tidak
  20    lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang
  21    sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi
  22    keuangan sesuai dengan paragraf 65-75, kecuali penyajian
  23    berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih
  24    relevan dan dapat diandalkan. Jika pengecualian tersebut
  25    diterapkan, maka entitas syariah menyajikan seluruh aset
  26    dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.
  27
  28           60. Apa pun metode penyajian yang digunakan,
  29    entitas syariah mengungkapkan jumlah yang diperkirakan
  30    dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari
  31    dua belas bulan untuk setiap pos aset dan liabilitas yang
  32    menggabungkan jumlah yang diperkirakan akan dipulihkan
  33    atau diselesaikan:
  34    (a) tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode
  35         pelaporan; dan
  36    (b) lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan.
  37
  38

101.20              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1          61. Jika entitas syariah menyediakan barang atau jasa
   2    dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas,
   3    maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas
   4    jangka pendek dan jangka panjang dalam laporan posisi
   5    keuangan memberikan informasi yang bermanfaat dengan
   6    membedakan aset neto yang digunakan secara terus menerus
   7    sebagai modal kerja dan aset neto yang digunakan dalam
   8    operasi jangka panjang. Pengklasifikasian tersebut juga
   9    menunjukkan aset yang diperkirakan akan direalisasikan
  10    dalam siklus operasi berjalan dan liabilitas yang akan jatuh
  11    tempo pada periode yang sama.
  12
  13           62. Untuk beberapa entitas syariah, seperti institusi
  14    keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan
  15    likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat
  16    diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan
  17    tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena
  18    entitas syariah pada industri tersebut tidak menyediakan
  19    barang atau jasa selama siklus operasi yang dapat diidentifikasi
  20    secara jelas.
  21
  22           63. Dalam menerapkan paragraf 59, entitas syariah
  23    diperkenankan untuk menyajikan beberapa aset menggunakan
  24    klasifikasi lancar dan tidak lancar, dan liabilitas menggunakan
  25    jangka pendek dan jangka panjang dan lainnya berdasarkan
  26    likuiditas jika hal tersebut memberikan informasi yang
  27    lebih relevan dan dapat diandalkan. Kebutuhan untuk
  28    mengkombinasikan dasar penyajian dimungkinkan jika
  29    entitas syariah memiliki operasi yang beragam.
  30
  31          64. Informasi mengenai tanggal perkiraan realisasi
  32    aset dan liabilitas berguna dalam penilaian likuiditas dan
  33    solvabilitas entitas syariah. PSAK 60: Instrumen Keuangan:
  34    Pengungkapan mensyaratkan pengungkapan tanggal jatuh
  35    tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan. Aset keuangan
  36    termasuk piutang usaha dan piutang lain, dan liabilitas
  37    keuangan termasuk utang usaha dan terutang lain. Informasi
  38    tentang tanggal perkiraan pemulihan aset nonmoneter, seperti

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.21
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    persediaan, dan tanggal perkiraan dari penyelesaian liabilitas
   2    seperti provisi juga bermanfaat, terlepas dari apakah aset
   3    diklasifikasikan sebagai lancar dan tidak lancar dan liabilitas
   4    sebagai jangka panjang dan jangka pendek. Misalnya, entitas
   5    syariah mengungkapkan jumlah persediaan yang diperkirakan
   6    dapat dipulihkan lebih dari dua belas bulan setelah periode
   7    pelaporan.
   8
   9    Aset Lancar
  10
  11           65. Entitas syariah mengklasifikasikan aset sebagai
  12    aset lancar jika:
  13    (a) entitas syariah memperkirakan akan merealisasikan aset,
  14         atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya,
  15         dalam siklus operasi normal;
  16    (b) entitas syariah memiliki aset untuk tujuan
  17         diperdagangkan;
  18    (c) entitas syariah memperkirakan akan merealisasikan
  19         aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
  20         periode pelaporan; atau
  21    (d) kas atau setara kas (sebagaimana yang didefinisikan
  22         dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas), kecuali aset
  23         tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya
  24         untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya
  25         dua belas bulan setelah periode pelaporan.
  26    Entitas syariah mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk
  27    kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.
  28
  29           66. Pernyataan ini menggunakan istilah “tidak lancar”
  30    untuk mencakup aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset
  31    keuangan yang bersifat jangka panjang. Pernyataan ini tidak
  32    melarang penggunaan istilah lain sepanjang pengertiannya
  33    jelas.
  34
  35          67. Siklus operasi entitas syariah merupakan jangka
  36    waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya
  37    dalam bentuk kas atau setara kas. Jika siklus operasi normal
  38    tidak dapat diidentifikasikan secara jelas, maka diasumsikan

101.22              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    selama dua belas bulan. Aset lancar mencakup aset (seperti
   2    persediaan dan piutang dagang) yang dijual, dikonsumsi atau
   3    direalisasikan sebagai bagian siklus operasi normal meskipun
   4    aset tersebut tidak diperkirakan untuk direalisasikan dalam
   5    jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Aset
   6    lancar juga mencakup aset yang dimiliki untuk diperdagangkan
   7    dan bagian lancar dari aset keuangan tidak lancar.
   8
   9    Liabilitas Jangka Pendek
  10
  11          68. Suatu liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas
  12    jangka pendek jika:
  13    (a) entitas syariah memperkirakan akan menyelesaikan
  14        liabilitas dalam siklus operasi normalnya;
  15    (b) entitas syariah memiliki liabilitas untuk tujuan
  16        diperdagangkan;
  17    (c) liabilitas jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka
  18        waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
  19    (d) entitas syariah tidak memiliki hak tanpa syarat untuk
  20        menunda penyelesaian liabilitas selama sekurang
  21        kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
  22    Entitas syariah mengklasifikasikan liabilitas yang tidak
  23    termasuk kategori tersebut sebagai liabilitas jangka
  24    panjang.
  25
  26            69. Beberapa liabilitas jangka pendek, seperti utang
  27    dagang, beberapa akrual untuk biaya karyawan dan biaya
  28    operasi lain, merupakan bagian modal kerja yang digunakan
  29    dalam siklus operasi normal. Entitas syariah mengklasifikasikan
  30    liabilitas tersebut sebagai liabilitas jangka pendek meskipun
  31    liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari
  32    dua belas bulan setelah periode pelaporan. Siklus operasi
  33    normal yang sama diterapkan pada aset dan liabilitas entitas
  34    syariah. Jika tidak dapat diidentifikasikan secara jelas, maka
  35    siklus operasi normal diasumsikan dua belas bulan.
  36
  37         70. Liabilitas jangka pendek lain tidak diselesaikan
  38    dalam siklus operasi normal, tetapi jatuh tempo untuk

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.2
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    diselesaikan dalam waktu dua belas bulan setelah periode
   2    pelaporan atau dimiliki untuk tujuan diperdagangkan.
   3    Misalnya, cerukan bank, dan bagian jangka pendek dari
   4    liabilitas keuangan jangka panjang, dividen terutang, pajak
   5    penghasilan terutang, dan terutang nonusaha lain. Liabilitas
   6    keuangan yang merupakan pembiayaan jangka panjang
   7    (bukan bagian dari modal kerja yang digunakan dalam siklus
   8    operasi normal) dan tidak jatuh tempo dalam waktu dua belas
   9    bulan setelah periode pelaporan merupakan liabilitas jangka
  10    panjang, sebagaimana diatur di paragraf 73 dan 74.
  11
  12           71. Entitas syariah mengklasifikasikan liabilitas
  13    keuangan sebagai liabilitas jangka pendek jika liabilitas
  14    tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas
  15    bulan setelah periode pelaporan, meskipun:
  16    (a) kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka
  17         waktu lebih dari dua belas bulan; dan
  18    (b) penjadwalan kembali pembayaran, atas dasar jangka
  19         panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan
  20         sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan.
  21
  22          72. Jika entitas syariah memperkirakan, dan memiliki
  23    diskresi, untuk melakukan perpanjangan suatu kewajiban
  24    selama sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode
  25    pelaporan dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang ada,
  26    maka entitas syariah mengklasifikasikan kewajiban tersebut
  27    sebagai liabilitas jangka panjang, meskipun kewajiban
  28    tersebut akan jatuh tempo dalam periode yang lebih pendek
  29    dari dua belas bulan. Namun, jika perpanjangan kembali
  30    bukan merupakan diskresi entitas syariah, maka entitas syariah
  31    mengklasifikasikannya sebagai liabilitas jangka pendek.
  32
  33            73. Jika entitas syariah melanggar ketentuan perjanjian
  34    pinjaman jangka panjang pada saat atau sebelum akhir periode
  35    pelaporan yang menyebabkan liabilitas harus segera dibayar
  36    sesuai permintaan, maka entitas syariah mengklasifikasikan
  37    liabilitas tersebut sebagai liabilitas jangka pendek, meskipun
  38    pemberi pinjaman menyetujui (setelah periode pelaporan dan

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    sebelum tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit)
   2    untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi
   3    atas pelanggaran tersebut. Entitas syariah mengklasifikasikan
   4    liabilitas tersebut sebagai liabilitas jangka pendek karena
   5    (pada akhir periode pelaporan) entitas syariah tidak memiliki
   6    hak untuk menunda penyelesaian liabilitas dalam jangka
   7    waktu sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah tanggal
   8    pelaporan.
   9
  10           74. Namun, entitas syariah mengklasifikasikan liabilitas
  11    sebagai liabilitas jangka panjang jika pemberi pinjaman
  12    menyetujui pada akhir periode pelaporan untuk memberikan
  13    tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-
  14    kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan, selama
  15    entitas syariah dapat memperbaiki pelanggaran terhadap
  16    persyaratan perjanjian dan pemberi pinjaman tidak dapat
  17    meminta percepatan pembayaran segera.
  18
  19           75. Berkaitan dengan pinjaman yang diklasifikasikan
  20    sebagai liabilitas jangka pendek, jika peristiwa berikut ini
  21    terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan
  22    keuangan diotorisasi untuk terbit, maka peristiwa tersebut
  23    diungkapkan sebagai peristiwa nonpenyesuai sesuai dengan
  24    PSAK 8: Peristiwa Setelah Periode Pelaporan:
  25    (a) perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka
  26         panjang; dan
  27    (b) pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi
  28         pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian
  29         pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurang-
  30         kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
  31
  32    Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan
  33    atau Catatan atas Laporan Keuangan
  34
  35          76. Entitas syariah mengungkapkan dalam laporan
  36    posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan,
  37    subklasifikasi pos yang disajikan, dan diklasifikasikan
  38    dengan cara yang tepat sesuai dengan operasinya.

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.2
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           77. Rincian subklasifikasi bergantung pada ketentuan
   2    SAK, serta ukuran, sifat, dan fungsi dari jumlah terkait.
   3    Entitas syariah juga menggunakan faktor faktor yang diatur
   4    di paragraf 57 untuk menentukan dasar subklasifikasi.
   5    Pengungkapan berbeda untuk setiap pos, misalnya:
   6    (a) pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16: Aset
   7         Tetap;
   8    (b) piutang dipisahkan menjadi jumlah piutang dagang,
   9         piutang dari pihak-pihak berelasi, pembayaran di muka
  10         dan jumlah lain;
  11    (c) persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14:
  12         Persediaan menjadi kelompok barang dagangan, barang
  13         produksi, bahan baku, barang dalam proses, dan barang
  14         jadi;
  15    (d) provisi dipisahkan menjadi provisi untuk imbalan kerja
  16         dan provisi lain; dan
  17    (e) ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai
  18         kelompok seperti modal disetor, tambahan modal disetor,
  19         dan cadangan.
  20
  21          78. Entitas syariah mengungkapkan hal berikut
  22    dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan
  23    ekuitas, atau dalam catatan atas laporan keuangan:
  24    (a) untuk setiap jenis saham:
  25        (i) jumlah saham modal dasar;
  26        (ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh,
  27              dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh;
  28        (iii) nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang
  29              tidak memiliki nilai nominal;
  30        (iv) rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan
  31              akhir periode;
  32        (v) hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat
  33              pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan
  34              atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
  35        (vi) saham entitas syariah yang dikuasai oleh entitas
  36              syariah itu sendiri atau oleh entitas anak atau
  37              entitas asosiasi; dan
  38        (vii) saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1            hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk
   2            jumlah dan persyaratan;
   3    (b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos
   4        cadangan dalam ekuitas.
   5
   6           79. Entitas syariah yang modalnya tidak terbagi
   7    dalam saham, seperti persekutuan atau unit perwalian,
   8    mengungkapkan informasi yang setara sesuai dengan
   9    paragraf 78(a), yang memperlihatkan perubahan selama
  10    suatu periode dari setiap jenis kepentingan ekuitas, serta
  11    hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada
  12    setiap jenis kepentingan ekuitas.
  13
  14    Laporan Laba rugi Komprehensif
  15
  16          80. Entitas syariah menyajikan seluruh pos
  17    penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode
  18    dalam bentuk dua laporan:
  19    (a) laporan yang menunjukkan komponen laba rugi
  20        (laporan laba rugi); dan
  21    (b) laporan yang dimulai dengan laba rugi dan
  22        menunjukkan komponen pendapatan komprehensif
  23        lain (laporan laba rugi komprehensif).
  24
  25    Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi
  26    Komprehensif
  27
  28          81. Laporan laba rugi komprehensif minimal
  29    mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut untuk
  30    periode:
  31    (a) pendapatan usaha;
  32    (b) bagi hasil untuk pemilik dana;
  33    (c) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura
  34        bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
  35        ekuitas;
  36    (d) beban pajak;
  37    (e) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:
  38        (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan;

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.2
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1               dan
   2          (ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui
   3               dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya
   4               untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok
   5               lepasan dalam rangka operasi yang dihentikan;
   6    (f)   laba rugi;
   7    (g)   setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain
   8          yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah
   9          dalam huruf (h));
  10    (h)   bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas
  11          asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan
  12          menggunakan metode ekuitas; dan
  13    (i)   total laba komprehensif.
  14
  15           82. Entitas syariah mengungkapkan pos di bawah
  16    ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi
  17    untuk periode:
  18    (a) laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan
  19         kepada:
  20         (i) kepentingan nonpengendali; dan
  21         (ii) pemilik entitas induk.
  22    (b) total laba komprehensif periode berjalan yang dapat
  23         diatribusikan kepada:
  24         (i) kepentingan nonpengendali; dan
  25         (ii) pemilik entitas induk.
  26
  27          83. Entitas syariah menyajikan pos-pos tambahan,
  28    judul dan subtotal dalam laporan laba rugi komprehensif
  29    jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja
  30    keuangan.
  31
  32          84. Disebabkan dampak dari berbagai kegiatan, transaksi,
  33    dan peristiwa lain entitas syariah berbeda dalam frekuensi,
  34    potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk
  35    dapat diprediksi, maka pengungkapan unsur kinerja keuangan
  36    membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami
  37    kinerja keuangan yang dicapai dan dalam membuat proyeksi
  38    kinerja keuangan masa depan. Entitas syariah memasukkan pos

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    tambahan dalam laporan laba rugi komprehensif dan mengubah
   2    istilah yang dipakai dan perubahan urutan dari pos-pos jika
   3    hal ini diperlukan untuk menjelaskan unsur kinerja keuangan.
   4    Entitas mempertimbangkan faktor termasuk materialitas,
   5    sifat, dan fungsi dari berbagai komponen penghasilan dan
   6    beban. Misalnya, suatu institusi keuangan dapat mengubah
   7    istilah untuk memberikan informasi yang relevan dengan
   8    operasinya. Entitas syariah tidak diperkenankan melakukan
   9    saling hapus penghasilan dan beban kecuali memenuhi kriteria
  10    di paragraf 31.
  11
  12          85. Jika terdapat pendapatan nonhalal, maka pendapatan
  13    tersebut tidak boleh disajikan di dalam laporan laba rugi
  14    komprehensif entitas syariah maupun entitas konvensional
  15    yang mengkonsolidasikan entitas syariah. Informasi
  16    pendapatan nonhalal tersebut disajikan dalam laporan sumber
  17    dan penggunaan dana kebajikan.
  18
  19          86. Entitas syariah tidak diperkenankan menyajikan
  20    pos-pos penghasilan dan beban sebagai pos luar biasa
  21    dalam laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas
  22    laporan keuangan.
  23
  24    Laba Rugi
  25
  26          87. Entitas syariah mengakui seluruh pos penghasilan
  27    dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu
  28    PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain.
  29
  30          88. Beberapa SAK menentukan kondisi kapan entitas
  31    syariah mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi pada
  32    periode berjalan. PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan
  33    Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan menentukan dua kondisi
  34    tersebut: koreksi kesalahan dan dampak perubahan kebijakan
  35    akuntansi. SAK lain mensyaratkan atau memperkenankan
  36    suatu komponen penghasilan komprehensif lain yang
  37    memenuhi definisi pendapatan dan beban dalam Kerangka
  38    Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.2
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Syariah dikeluarkan dari laba rugi (lihat paragraf 07).
   2
   3    Pendapatan Komprehensif Lain
   4
   5          89. Entitas syariah mengungkapkan jumlah
   6    pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari
   7    pendapatan komprehensif lain, termasuk penyesuaian
   8    reklasifikasi, baik dalam laporan pendapatan komprehensif
   9    atau catatan atas laporan keuangan.
  10
  11          90. Entitas syariah dapat menyajikan komponen
  12    pendapatan komprehensif lain:
  13    (a) jumlah neto dari dampak pajak terkait, atau
  14    (b) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan
  15        total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen
  16        tersebut.
  17
  18          91. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi
  19    yang terkait dengan komponen pendapatan komprehensif
  20    lain.
  21
  22           92. SAK lain menjelaskan bagaimana dan kapan jumlah
  23    yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif
  24    lain direklasifikasi ke laba rugi. Reklasifikasi yang dimaksud
  25    pada Pernyataan ini adalah penyesuaian reklasifikasi.
  26    Penyesuaian reklasifikasi dimasukkan dengan komponen
  27    pendapatan komprehensif lain yang terkait pada periode
  28    ketika penyesuaian tersebut direklasifikasikan ke laba rugi.
  29    Jumlah tersebut mungkin telah diakui dalam pendapatan
  30    komprehensif lain sebagai keuntungan yang belum direalisasi
  31    pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Keuntungan
  32    yang belum direalisasi tersebut dikurangkan dari pendapatan
  33    komprehensif lain pada periode ketika keuntungan yang telah
  34    direalisasi direklasifikasi ke laba rugi untuk menghindari
  35    memasukkan keuntungan yang belum direalisasi tersebut dua
  36    kali dalam total laba komprehensif.
  37
  38

101.0              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           93. Entitas syariah dapat menyajikan penyesuaian
   2    reklasifikasi dalam laporan laba rugi komprehensif atau catatan
   3    atas laporan keuangan. Entitas yang menyajikan penyesuaian
   4    reklasifikasi dalam catatan atas laporan keuangan menyajikan
   5    komponen pendapatan komprehensif lain setelah penyesuaian
   6    reklasifikasi terkait.
   7
   8           94. Penyesuaian reklasifikasi tidak menimbulkan
   9    perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK
  10    16: Aset Tetap atau PSAK 19: Aset Takberwujud atau pada
  11    keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui dalam
  12    program dana pensiun manfaat pasti yang diakui berdasarkan
  13    PSAK 24: Imbalan Kerja. Komponen tersebut diakui dalam
  14    pendapatan komprehensif lain dan tidak direklasifikasi ke laba
  15    rugi pada periode berikutnya. Perubahan surplus revaluasi
  16    dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika
  17    aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya
  18    (lihat PSAK 16 dan PSAK 19). Keuntungan dan kerugian
  19    aktuarial dilaporkan dalam saldo laba pada periode diakuinya
  20    keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut sebagai pendapatan
  21    komprehensif lain (lihat PSAK 24).
  22
  23    Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi
  24    Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan
  25
  26          95. Jika pos penghasilan atau beban adalah material,
  27    maka entitas syariah mengungkapkan sifat dan jumlahnya
  28    secara terpisah.
  29
  30           96. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara
  31    terpisah atas pos penghasilan dan beban adalah sebagai berikut:
  32    (a) penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau
  33         penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah terpulihkan,
  34         sebagaimana pembalikan atas penurunan tersebut;
  35    (b) restrukturisasi atas aktivitas entitas syariah dan untuk
  36         setiap provisi atas biaya restrukturisasi;
  37    (c) pelepasan aset tetap;
  38    (d) pelepasan investasi;

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    (e) operasi yang dihentikan;
   2    (f) penyelesaian tuntutan hukum; dan
   3    (g) pembalikan provisi lain.
   4
   5          97. Entitas syariah menyajikan analisis beban yang
   6    diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi
   7    berdasarkan sifat atau fungsinya, mana yang dapat
   8    menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan.
   9
  10           98. Entitas syariah dianjurkan untuk menyajikan analisis
  11    di paragraf 97 dalam laporan laba rugi komprehensif.
  12
  13          99. Beban disubklasifikasikan menjadi komponen
  14    utama dari kinerja keuangan yang dapat berbeda dalam
  15    frekuensi, potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan
  16    untuk dapat memprediksi. Analisis ini diberikan dalam satu
  17    dari dua bentuk.
  18
  19           100. Bentuk pertama analisis ini adalah metode “sifat
  20    beban”. Entitas syariah menggabungkan beban dalam laba
  21    rugi berdasarkan sifatnya (misalnya, penyusutan, pembelian
  22    bahan baku, biaya transportasi, imbalan kerja, dan biaya iklan),
  23    dan tidak merealokasikan menurut berbagai fungsi dalam
  24    entitas syariah. Metode ini mudah diterapkan karena tidak
  25    memerlukan alokasi beban menurut klasifikasi fungsional.
  26    Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat
  27    beban adalah sebagai berikut:
  28
  29    Pendapatan                                                       xxx
  30    Pendapatan lain                                                  xxx
  31    Perubahan atas persediaan barang jadi
  32    dan barang dalam proses                                 xxx
  33    Bahan baku yang digunakan                               xxx
  34    Beban imbalan kerja                                     xxx
  35    Beban penyusutan dan amortisasi                         xxx
  36    Beban lain                                              xxx
  37    Total beban                                                     (xxx)
  38    Laba sebelum pajak                                               xxx

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1          101. Bentuk kedua analisis ini adalah metode “fungsi
   2    beban” atau “biaya penjualan” dan mengklasifikasikan beban
   3    berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan
   4    atau, misalnya, biaya aktivitas distribusi atau administratif.
   5    Sekurang-kurangnya entitas syariah mengungkapkan biaya
   6    penjualan berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban
   7    lain. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih
   8    relevan kepada pengguna laporan keuangan dibandingkan
   9    dengan metode klasifikasi beban berdasarkan sifat,
  10    namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin
  11    membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan
  12    yang matang. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi
  13    beban adalah sebagai berikut:
  14
  15    Pendapatan                                                   xxx
  16    Beban penjualan                                             (xxx)
  17    Laba bruto                                                   xxx
  18    Pendapatan lain                                              xxx
  19    Beban distribusi                                            (xxx)
  20    Beban administratif                                         (xxx)
  21    Beban lain                                                  (xxx)
  22    Laba sebelum pajak                                            xxx
  23
  24          102. Entitas syariah yang mengklasifikasikan beban
  25    berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan
  26    tentang sifat beban, termasuk beban penyusutan dan
  27    amortisasi, dan beban imbalan kerja.
  28
  29           103. Pemilihan antara metode fungsi beban dan sifat
  30    beban bergantung pada faktor historis dan industri serta sifat
  31    entitas syariah. Kedua metode tersebut memberikan indikasi
  32    tentang biaya yang mungkin berbeda, baik langsung maupun
  33    tidak langsung, dengan tingkat penjualan atau produksi.
  34    Disebabkan setiap metode penyajian memiliki manfaat untuk
  35    jenis entitas yang berbeda, Pernyataan ini mensyaratkan
  36    manajemen untuk memilih penyajian yang andal dan lebih
  37    relevan. Namun demikian, disebabkan informasi atas sifat
  38    beban bermanfaat dalam memprediksi arus kas masa depan,

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    maka pengungkapan tambahan diperlukan ketika metode
   2    fungsi beban digunakan. Dalam paragraf 104, “imbalan
   3    kerja” memiliki pengertian yang sama sebagaimana di PSAK
   4    24: Imbalan Kerja.
   5
   6    Laporan Perubahan Ekuitas
   7
   8          104. Entitas syariah menyajikan laporan perubahan
   9    ekuitas yang menunjukkan:
  10    (a) total laba komprehensif selama suatu periode, yang
  11        menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat
  12        diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada
  13        kepentingan nonpengendali;
  14    (b) untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan
  15        retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif
  16        yang diakui sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan
  17        Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
  18        Kesalahan;
  19    (c) untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara
  20        jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara
  21        terpisah mengungkapkan setiap perubahan yang timbul
  22        dari:
  23        (i) laba rugi;
  24        (ii) setiap pos pendapatan komprehensif lain; dan
  25        (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
  26              sebagai pemilik, yang menunjukkan secara
  27              terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi
  28              kepada pemilik dan perubahan kepemilikan pada
  29              entitas anak yang tidak menyebabkan hilang
  30              pengendalian.
  31
  32          105. Entitas syariah menyajikan, baik dalam laporan
  33    perubahan ekuitas atau catatan atas laporan keuangan,
  34    jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada
  35    pemilik selama periode, dan nilai dividen per saham.
  36
  37
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           106. Pada paragraf 105 komponen ekuitas termasuk,
   2    misalnya, setiap jenis modal disetor, saldo akumulasi dari
   3    setiap jenis pendapatan komprehensif lain dan saldo laba.
   4
   5           107. Perubahan ekuitas entitas syariah antara awal dan
   6    akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto
   7    selama periode. Kecuali untuk perubahan yang timbul dari
   8    transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
   9    (seperti kontribusi modal, perolehan kembali instrumen
  10    ekuitas, dan dividen) dan biaya transaksi yang secara langsung
  11    berkaitan dengan tranksaksi tersebut, perubahan keseluruhan
  12    atas ekuitas selama periode yang menggambarkan jumlah total
  13    penghasilan dan beban (termasuk keuntungan dan kerugian)
  14    yang diakibatkan oleh aktivitas selama periode tersebut.
  15
  16           108. PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan
  17    Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan mensyaratkan penyesuaian
  18    retrospektif atas pengaruh perubahan kebijakan akuntansi,
  19    sepanjang praktis, kecuali jika ketentuan transisi pada suatu
  20    PSAK mensyaratkan lain. PSAK 25 juga mensyaratkan
  21    penyajian kembali untuk mengoreksi kesalahan secara
  22    retrospektif, sepanjang praktis. Penyesuaian retrospektif
  23    dan penyajian kembali secara retrospektif bukan merupakan
  24    perubahan dalam ekuitas tetapi merupakan penyesuaian atas
  25    saldo laba awal, kecuali jika suatu PSAK mensyaratkan
  26    penyesuaian retrospektif atas komponen ekuitas lain. Paragraf
  27    104(b) mensyaratkan pengungkapan dalam laporan perubahan
  28    ekuitas, total penyesuaian atas setiap komponen ekuitas yang
  29    diakibatkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan, secara
  30    terpisah, koreksi atas kesalahan. Penyesuaian ini diungkapkan
  31    untuk setiap periode sebelumnya dan pada awal periode.
  32
  33    Laporan Arus Kas
  34
  35           109. Informasi arus kas memberikan dasar bagi
  36    pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan
  37    entitas syariah dalam menghasilkan kas dan setara kas dan
  38    kebutuhan dalam menggunakan arus kas tersebut. PSAK

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan penyajian dan
   2    pengungkapan informasi arus kas.
   3
   4    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
   5
   6          110. Entitas syariah menyajikan laporan sumber dan
   7    penggunaan dana zakat sebagai komponen utama laporan
   8    keuangan, yang menunjukkan:
   9    (a) dana zakat berasal dari wajib zakat:
  10        (i) zakat dari dalam entitas syariah;
  11        (ii) zakat dari pihak luar entitas syariah;
  12    (b) penggunaan dana zakat melalui lembaga amil zakat
  13        untuk:
  14        (i) fakir;
  15        (ii) miskin;
  16        (iii) riqab;
  17        (iv) orang yang terlilit hutang (gharim);
  18        (v) muallaf;
  19        (vi) fiisabilillah;
  20        (vii) orang yang dalam perjalanan (ibnu sabil); dan
  21        (viii) amil;
  22    (c) kenaikan atau penurunan dana zakat;
  23    (d) saldo awal dana zakat; dan
  24    (e) saldo akhir dana zakat.
  25
  26          111. Zakat adalah sebagian dari harta yang wajib
  27    dikeluarkan oleh wajib zakat (muzakki) untuk diserahkan
  28    kepada penerima zakat (mustahiq). Pembayaran zakat
  29    dilakukan apabila nisab dan haulnya terpenuhi dari harta yang
  30    memenuhi kriteria wajib zakat.
  31
  32           112. Komponen dasar laporan sumber dan penggunaan
  33    dana zakat meliputi sumber dana, penggunaan dana selama
  34    suatu jangka waktu, serta saldo dana zakat yang menunjukkan
  35    dana zakat yang belum disalurkan pada tanggal tertentu.
  36
  37          113. Dana zakat tidak diperkenankan untuk menutup
  38    penyisihan kerugian aset.

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           114. Entitas syariah mengungkapkan dalam catatan
   2    atas laporan keuangan, tetapi tidak terbatas pada:
   3    (a) sumber dana zakat yang berasal dari internal entitas
   4         syariah;
   5    (b) sumber dana zakat yang berasal dari eksternal entitas
   6         syariah;
   7    (c) kebijakan penyaluran zakat terhadap masing-masing
   8         asnaf;dan
   9    (d) proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing
  10         penerima zakat diklasifikasikan atas pihak berelasi,
  11         sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 7: Pengungkapan
  12         Pihak-pihak Berelasi, dan pihak ketiga.
  13
  14    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
  15
  16          115. Entitas syariah menyajikan laporan sumber
  17    dan penggunaan dana kebajikan sebagai komponen utama
  18    laporan keuangan, yang menunjukkan:
  19    (a) sumber dana kebajikan berasal dari penerimaan:
  20        (i) infak;
  21        (ii) sedekah;
  22        (iii) hasil pengelolaan wakaf sesuai dengan perundang-
  23              undangan yang berlaku;
  24        (iv) pengembalian dana kebajikan produktif;
  25        (v) denda; dan
  26        (vi) pendapatan nonhalal.
  27    (b) penggunaan dana kebajikan untuk:
  28        (i) dana kebajikan produktif;
  29        (ii) sumbangan; dan
  30        (iii) penggunaan lain untuk kepentingan umum.
  31    (c) kenaikan atau penurunan sumber dana kebajikan;
  32    (d) saldo awal dana penggunaan dana kebajikan; dan
  33    (e) saldo akhir dana penggunaan dana kebajikan.
  34
  35          116. Komponen dasar laporan sumber dan penggunaan
  36    dana kebajikan meliputi sumber dan penggunaan dana selama
  37    jangka waktu tertentu, serta saldo dana kebajikan yang
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    menunjukkan dana kebajikan yang belum disalurkan pada
   2    tanggal tertentu.
   3
   4          117. Penerimaan dana kebajikan oleh entitas syariah
   5    diakui sebagai liabilitas paling likuid dan diakui sebagai
   6    pengurang liabilitas ketika disalurkan.
   7
   8           118. Penerimaan nonhalal adalah semua penerimaan
   9    dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah antara
  10    lain penerimaan jasa giro atau bunga yang berasal dari bank
  11    konvensional. Penerimaan nonhalal pada umumnya terjadi
  12    dalam kondisi darurat atau kondisi yang tidak diinginkan oleh
  13    entitas syariah karena secara prinsip dilarang.
  14
  15           119. Entitas syariah mengungkapkan dalam catatan
  16    atas laporan keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:
  17    (a) sumber dana kebajikan;
  18    (b) kebijakan penyaluran dana kebajikan kepada masing-
  19         masing penerima;
  20    (c) proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing
  21         penerima dana kebajikan diklasifikasikan atas pihak
  22         berelasi, sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 7:
  23         Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, dan pihak
  24         ketiga; dan
  25    (d) alasan terjadinya dan penggunaan atas penerimaan
  26         nonhalal.
  27
  28    Catatan atas Laporan Keuangan
  29
  30    Struktur
  31
  32          120. Catatan atas laporan keuangan:
  33    (a) menyajikan informasi tentang dasar penyusunan
  34        laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu
  35        yang digunakan sesuai dengan paragraf 125-132;
  36    (b) mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK
  37        yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan
  38        keuangan; dan

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    (c) memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian
   2        mana pun dalam laporan keuangan, tetapi informasi
   3        tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
   4
   5          121. Entitas syariah, sepanjang praktis, menyajikan
   6    catatan atas laporan keuangan secara sistematis. Entitas
   7    syariah membuat referensi silang atas setiap pos dalam
   8    laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif,
   9    laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan
  10    sumber dan penggunaan dana zakat, dan laporan pengunaan
  11    dana kebijakan untuk informasi yang berhubungan dalam
  12    catatan atas laporan keuangan.
  13
  14          122. Entitas biasanya menyajikan catatan atas laporan
  15    keuangan dengan urutan sebagai berikut, untuk membantu
  16    pengguna laporan keuangan memahami dan membandingkan
  17    dengan laporan keuangan entitas lain:
  18    (a) pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK (lihat paragraf
  19        19);
  20    (b) ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan
  21        (lihat paragraf 125);
  22    (c) informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam
  23        laporan perubahan posisi keuangan, laporan laba rugi
  24        komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus
  25        kas, laporan sumber dan penggunaan dana zakat, dan
  26        laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan sesuai
  27        dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-
  28        masing pos; dan
  29    (d) pengungkapan lain, termasuk:
  30        (i) liabilitas kontinjensi (lihat PSAK 57: Provisi,
  31             Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi) dan
  32             komitmen kontraktual yang belum diakui; dan
  33        (ii) pengungkapan informasi nonkeuangan, misalnya
  34             tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lihat
  35             PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan).
  36
  37          123. Dalam beberapa keadaaan, mungkin dibutuhkan
  38    atau dikehendaki untuk membedakan urutan pos tertentu

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    dalam catatan atas laporan keuangan. Misalnya, entitas syariah
   2    dapat menggabungkan informasi perubahan nilai wajar yang
   3    diakui dalam laba rugi dengan informasi tentang jatuh tempo
   4    instrumen keuangan, meskipun pengungkapan pertama
   5    berhubungan dengan laporan laba rugi komprehensif dan yang
   6    kedua berhubungan dengan laporan posisi keuangan. Namun
   7    demikian, entitas tetap menjaga struktur yang sistematis
   8    dalam catatan atas laporan keuangan sepanjang praktis.
   9
  10          124. Entitas syariah dapat menyajikan catatan atas
  11    laporan keuangan yang memberikan informasi tentang dasar
  12    penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu
  13    sebagai bagian yang terpisah dalam laporan keuangan.
  14
  15    Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
  16
  17          125. Entitas syariah mengungkapkan dalam ringkasan
  18    kebijakan akuntansi signifikan:
  19    (a) dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun
  20        laporan keuangan; dan
  21    (b) kebijakan akuntansi lain yang diterapkan yang relevan
  22        untuk memahami laporan keuangan.
  23
  24           126. Hal yang penting bagi entitas syariah untuk
  25    menginformasikan kepada pengguna laporan keuangan
  26    mengenai dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan
  27    keuangan (misalnya, biaya historis, biaya perolehan kini,
  28    nilai realisasi neto, nilai wajar, atau jumlah terpulihkan)
  29    karena dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan
  30    laporan keuangan mempengaruhi analisis pengguna laporan
  31    keuangan secara signifikan. Jika entitas syariah menggunakan
  32    lebih dari satu dasar pengukuran dalam laporan keuangan,
  33    misalnya ketika suatu kelompok aset direvaluasi, maka hal
  34    tersebut memadai dengan memberikan suatu indikasi untuk
  35    setiap kelompok aset, liabilitas, dan dana syirkah temporer
  36    untuk setiap dasar pengukuran yang diterapkan.
  37
  38

101.0              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           127. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi
   2    tertentu diungkapkan, manajemen mempertimbangkan apakah
   3    pengungkapan tersebut akan membantu pengguna laporan
   4    keuangan untuk memahami bagaimana transaksi, peristiwa,
   5    dan kondisi lain yang tercermin dalam kinerja keuangan dan
   6    posisi keuangan yang dilaporkan. Pengungkapan kebijakan
   7    akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna laporan
   8    keuangan terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih
   9    dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK.
  10    Misalnya pengungkapan apakah venturer mengakui bagian
  11    partisipasinya dalam pengendalian bersama entitas dengan
  12    menggunakan konsolidasi proporsional atau metode ekuitas
  13    (lihat PSAK 12: Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama).
  14    Beberapa SAK secara spesifik mensyaratkan pengungkapan
  15    kebijakan akuntansi tertentu, termasuk pilihan yang dibuat
  16    oleh manajemen di antara kebijakan akuntansi berbeda yang
  17    diperkenankan. Misalnya, PSAK 16: Aset Tetap mensyaratkan
  18    pengungkapan dasar pengukuran yang digunakan dalam
  19    mengelompokkan aset tetap.
  20
  21          128. Setiap entitas syariah mempertimbangkan sifat
  22    kegiatan operasi dan kebijakan yang diperkirakan pengguna
  23    laporan keuangan untuk diungkapkannya. Misalnya, pengguna
  24    laporan keuangan akan memperkirakan suatu entitas syariah
  25    yang menjadi subjek pajak penghasilan untuk mengungkapkan
  26    kebijakan akuntansi tentang pajak penghasilan, termasuk
  27    kebijakan yang diterapkan atas aset dan liabilitas pajak
  28    tangguhan. Jika entitas syariah memiliki kegiatan usaha luar
  29    negeri atau transaksi dalam valuta asing yang signifikan, maka
  30    pengguna akan memperkirakan pengungkapan kebijakan
  31    akuntansi untuk pengakuan keuntungan dan kerugian selisih
  32    kurs valuta asing.
  33
  34           129. Suatu kebijakan akuntansi mungkin menjadi
  35    signifikan karena sifat dan kegiatan operasi entitas syariah
  36    meskipun jumlah pada periode berjalan dan periode
  37    sebelumnya tidak material. Entitas syariah juga dapat
  38    mengungkapkan setiap kebijakan akuntansi yang tidak secara

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    spesifik disyaratkan oleh SAK tetapi entitas syariah memilih
   2    dan menerapkannya.
   3
   4           130. Entitas syariah mengungkapkan, dalam
   5    ringkasan kebijakan akuntansi signifikan atau catatan
   6    atas laporan keuangan lain, pertimbangan (selain yang
   7    telah tercakup dalam estimasi (lihat paragraf 133)) yang
   8    telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan
   9    akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan
  10    terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
  11
  12           131. Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi,
  13    manajemen membuat berbagai pertimbangan (selain yang
  14    telah tercakup dalam estimasi) yang secara signifikan dapat
  15    mempengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
  16    Misalnya, manajemen membuat pertimbangan dalam
  17    menentukan apakah substansi hubungan antara entitas syariah
  18    dan entitas bertujuan khusus menunjukkan bahwa entitas
  19    syariah tersebut mengendalikan entitas bertujuan khusus.
  20
  21          132. Beberapa pengungkapan yang dibuat sesuai
  22    dengan paragraf 132 disyaratkan oleh SAK lain. Misalnya,
  23    PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan
  24    Keuangan Tersendiri mensyaratkan entitas syariah untuk
  25    mengungkapkan alasan mengapa kepentingan kepemilikannya
  26    tidak menimbulkan pengendalian, dalam hal investee bukan
  27    merupakan suatu entitas anak meskipun lebih dari setengah
  28    hak suara atau hak suara potensial dimiliki secara langsung
  29    atau tidak langsung melalui entitas anak lain. PSAK 13:
  30    Properti Investasi mensyaratkan pengungkapan kriteria
  31    yang dikembangkan oleh entitas syariah untuk membedakan
  32    properti investasi dari properti yang digunakan sendiri dan
  33    properti yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan bisnis
  34    normal jika pengklasifikasian properti sulit dilakukan.
  35
  36
  37
  38

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Sumber Estimasi Ketidakpastian
   2
   3            133. Entitas syariah mengungkapkan informasi
   4    tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan
   5    sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir
   6    periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
   7    mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah
   8    tercatat aset, liabilitas, dan dana syirkah temporer pada
   9    periode pelaporan berikutnya. Berkaitan dengan aset,
  10    liabilitas, dan dana syirkah temporer tersebut, catatan atas
  11    laporan keuangan memasukkan rincian atas:
  12    (a) sifat; dan
  13    (b) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.
  14
  15            134. Penetapan jumlah tercatat dari beberapa aset,
  16    liabilitas, dan dana syirkah temporer mensyaratkan estimasi
  17    pengaruh ketidakpastian atas peristiwa masa depan terhadap aset,
  18    liabilitas, dan dana syirkah temporer tersebut pada akhir periode
  19    pelaporan. Misalnya, dalam hal tidak tersedianya harga pasar
  20    kini yang diobservasi, maka estimasi berorientasi masa depan
  21    diperlukan untuk mengukur jumlah terpulihkan atas kelompok
  22    aset tetap, dampak keusangan teknologi atas persediaan, provisi
  23    yang bergantung pada hasil masa depan dari proses tuntutan
  24    hukum yang masih berjalan, dan liabilitas imbalan kerja
  25    jangka panjang seperti kewajiban pensiun. Estimasi tersebut
  26    memasukkan asumsi tentang penyesuaian risiko atas arus kas,
  27    perubahan gaji di masa depan, dan perubahan harga di masa
  28    depan yang mempengaruhi biaya lain.
  29
  30          135. Asumsi dan sumber estimasi ketidakpastian lain
  31    yang diungkapkan sesuai dengan paragraf 133 terkait dengan
  32    estimasi yang membutuhkan pertimbangan manajemen
  33    yang paling sulit, subjektif, atau kompleks. Dengan semakin
  34    bertambahnya variabel dan asumsi yang mempengaruhi
  35    kemungkinan penyelesaian masa depan atas ketidakpastian,
  36    maka pertimbangan tersebut menjadi semakin subjektif dan
  37    kompleks, dan potensi dilakukannya penyesuaian material
  38    terhadap jumlah tercatat aset, liabilitas, dan dana syirkah

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    temporer semakin meningkat.
   2
   3           136. Pengungkapan sebagaimana dimaksud di paragraf
   4    133 tidak disyaratkan bagi aset, liabilitas, dan dana syirkah
   5    temporer dengan risiko signifikan yang jumlah tercatatnya
   6    dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya
   7    jika, pada akhir periode pelaporan, aset, liabilitas, dan dana
   8    syirkah temporer tersebut diukur dengan menggunakan nilai
   9    wajar berdasarkan pada harga pasar kini yang diobservasi.
  10    Nilai wajar tersebut dapat berubah secara material selama
  11    periode pelaporan berikutnya namun perubahan ini tidak
  12    berasal dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lain
  13    pada akhir periode pelaporan.
  14
  15           137. Entitas syariah menyajikan pengungkapan di
  16    paragraf 133 dalam suatu cara yang dapat membantu pengguna
  17    laporan keuangan untuk memahami pertimbangan yang dibuat
  18    manajemen tentang masa depan dan tentang sumber estimasi
  19    ketidakpastian lain. Sifat dan luas informasi yang diberikan
  20    bervariasi sesuai dengan sifat asumsi dan kondisi lain. Contoh
  21    pengungkapan yang dibuat adalah:
  22    (a) sifat asumsi atau estimasi ketidakpastian lain;
  23    (b) sensitivitas jumlah tercatat terhadap metode, asumsi dan
  24         estimasi yang mendasari penghitungan jumlah tercatat,
  25         termasuk alasan atas sensitivitas tersebut;
  26    (c) penyelesaian yang diperkirakan atas ketidakpastian dan
  27         kisaran hasil yang mungkin selama periode pelaporan
  28         berikutnya atas jumlah tercatat aset, liabilitas, dan dana
  29         syirkah temporer yang terpengaruh; dan
  30    (d) penjelasan tentang perubahan yang dilakukan terhadap
  31         asumsi sebelumnya yang terkait dengan aset, liabilitas,
  32         dan dana syirkah temporer, jika ketidakpastian tetap
  33         belum dapat diselesaikan.
  34
  35          138. Pernyataan ini tidak mensyaratkan entitas syariah
  36    untuk mengungkapkan informasi anggaran atau prakiraan
  37    dalam membuat pengungkapan di paragraf 133.
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           139. Seringkali tidak praktis untuk mengungkapkan
   2    dampak yang mungkin timbul dari asumsi atau sumber estimasi
   3    ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan. Dalam
   4    kondisi tersebut, berdasarkan pengetahuan yang dimiliki saat
   5    itu, entitas syariah mengungkapkan hal yang mungkin terjadi
   6    bahwa hasil selama periode berikutnya yang berbeda dari asumsi
   7    akan membutuhkan penyesuaian material terhadap jumlah
   8    tercatat dari aset, liabilitas, dan dana syirkah temporer yang
   9    terpengaruh. Dalam semua hal, entitas syariah mengungkapkan
  10    sifat dan jumlah tercatat dari aset, liabilitas, dan dana syirkah
  11    temporer tertentu (atau kelompok aset, liabilitas, dan dana
  12    syirkah temporer) yang terpengaruh oleh asumsi tersebut.
  13
  14           140. Pengungkapan di paragraf 130 tentang pertimbangan
  15    tertentu yang dibuat manajemen dalam menerapkan kebijakan
  16    akuntansi tidak terkait dengan pengungkapan sumber estimasi
  17    ketidakpastian di paragraf 133.
  18
  19           141. SAK lain mensyaratkan pengungkapan dari
  20    beberapa asumsi yang mungkin sebaliknya disyaratkan
  21    sesuai dengan paragraf 133. Misalnya, PSAK 57: Provisi,
  22    Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi mensyaratkan
  23    pengungkapan (dalam kondisi tertentu) mengenai asumsi
  24    utama yang berhubungan dengan peristiwa masa datang yang
  25    mempengaruhi beberapa jenis provisi. PSAK 60: Instrumen
  26    Keuangan: Pengungkapan mensyaratkan pengungkapan
  27    asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai
  28    wajar dari aset yang dicatat pada nilai wajar. PSAK 16: Aset
  29    Tetap mensyaratkan pengungkapan asumsi signifikan yang
  30    digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari aset tetap
  31    yang direvaluasi.
  32
  33    Modal
  34
  35         142. Entitas syariah mengungkapkan informasi
  36    yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
  37    untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan, dan proses dalam
  38    mengelola permodalannya.

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           143. Untuk mematuhi paragraf 142, entitas syariah
   2    mengungkapkan hal berikut:
   3    (a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses
   4         dalam mengelola permodalannya, termasuk:
   5         (i) uraian tentang apa yang dikelola sebagai modal;
   6         (ii) jika diharuskan untuk memenuhi persyaratan
   7               permodalan eksternal, sifat persyaratan dan
   8               bagaimana persyaratan tersebut diimplementasikan
   9               dalam pengelolaan permodalan; dan
  10         (iii) bagaimana memenuhi tujuan dalam mengelola
  11               permodalan.
  12    (b) ringkasan data kuantitatif tentang apa yang dikelolanya
  13         sebagai modal. Beberapa entitas syariah menganggap
  14         liabilitas keuangan sebagai bagian dari modal. Entitas
  15         syariah lain menganggap modal tidak termasuk beberapa
  16         komponen ekuitas.
  17    (c) setiap perubahan di (a) dan (b) dari periode sebelumnya.
  18    (d) apakah mematuhi setiap persyaratan permodalan
  19         eksternal; dan
  20    (e) jika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan
  21         eksternal tersebut, konsekuensi dari ketidakpatuhan
  22         tersebut.
  23    Entitas syariah mendasarkan pengungkapan tersebut dari
  24    informasi yang diberikan secara internal kepada personil
  25    manajemen kunci.
  26
  27           144. Entitas syariah dapat mengelola modal dalam
  28    beberapa cara dan dapat bergantung pada persyaratan
  29    permodalan yang berbeda. Misalnya, entitas syariah
  30    konglomerasi mungkin mencakup entitas syariah yang
  31    melakukan kegiatan asuransi dan perbankan dan aktivitas
  32    tersebut mungkin melakukan kegiatan operasi di beberapa
  33    jurisdiksi. Jika pengungkapan keseluruhan atas persyaratan
  34    modal dan bagaimana modal dikelola tidak memberikan
  35    informasi yang berguna atau dapat mengacaukan pemahaman
  36    pengguna laporan keuangan atas sumber permodalan entitas
  37    syariah, maka entitas syariah mengungkapkan informasi
  38    terpisah untuk setiap persyaratan modal yang berlaku.

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Pengungkapan Lain
   2
   3           145. Entitas syariah mengungkapkan dalam catatan
   4    atas laporan keuangan:
   5    (a) jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan
   6         sebelum tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk
   7         terbit tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada
   8         pemilik selama periode serta jumlah dividen per lembar
   9         saham; dan
  10    (b) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.
  11
  12            146. Entitas syariah mengungkapkan hal berikut ini,
  13    jika tidak diungkapkan di bagian mana pun dalam informasi
  14    yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan:
  15    (a) domisili dan bentuk hukum, negara tempat pendirian,
  16         alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan
  17         usaha, jika berbeda dari lokasi kantor);
  18    (b) keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan
  19         utama;
  20    (c) nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir
  21         dalam kelompok usaha; dan
  22    (d) bagi entitas syariah yang mempunyai umur terbatas,
  23         informasi tentang lama umur.
  24
  25    tANGGAL EfEKtIf
  26
  27          147. Entitas syariah menerapkan Pernyataan ini untuk
  28    periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1
  29    Januari 2012. Penerapan dini diperkenankan.
  30
  31    PENArIKAN
  32
  33          148. Pernyataan ini menggantikan PSAK 101 (revisi
  34    2008): Penyajian Laporan Keuangan Syariah.
  35
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    LAMPIrAN
   2
   3    Lampiran adalah bagian tak terpisahkan dari PSAK 101.
   4
   5    Laporan keuangan entitas syariah yang lengkap terdiri dari:
   6    (a) Laporan posisi keuangan;
   7    (b) Laporan laba rugi komprehensif;
   8    (c) Laporan perubahan ekuitas;
   9    (d) Laporan arus kas;
  10    (e) Laporan sumber dan penggunaan dana zakat;
  11    (f) Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan; dan
  12    (g) Catatan atas laporan keuangan.
  13
  14    Setiap jenis entitas syariah dapat menambahkan komponen
  15    laporan keuangan lain, selain komponen laporan keuangan di
  16    atas. Dalam lampiran ini disajikan laporan keuangan bank syariah
  17    dan laporan keuangan entitas asuransi syariah.
  18
  19    LAMPIrAN A
  20    LAPorAN KEuANGAN BANK SYArIAH
  21
  22    Komponen Laporan Keuangan
  23
  24           A01. Laporan keuangan bank syariah yang lengkap
  25    terdiri dari:
  26    (a) laporan posisi keuangan;
  27    (b) laporan laba rugi komprehensif;
  28    (c) laporan perubahan ekuitas;
  29    (d) laporan arus kas;
  30    (e) laporan perubahan dana investasi terikat;
  31    (f) laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil;
  32    (g) laporan sumber dan penggunaan dana zakat;
  33    (h) laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan; dan
  34    (i) catatan atas laporan keuangan.
  35
  36
  37
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Laporan Posisi Keuangan
   2
   3           A02. Bank syariah menyajikan dalam laporan posisi
   4    keuangan, dengan memperhatikan ketetentuan dalam SAK
   5    yang relevan, mencakup, tetapi tidak terbatas pada pos-pos
   6    berikut:
   7    Aset
   8    (a) Kas;
   9    (b) Penempatan pada Bank Indonesia;
  10    (c) Giro pada bank lain;
  11    (d) Penempatan pada bank lain;
  12    (e) Investasi pada surat berharga;
  13    (f) Piutang:
  14         (i) piutang murabahah;
  15         (ii) piutang salam;
  16         (iii) piutang istishna’; dan
  17         (iv) piutang pendapatan ijarah;
  18    (g) Pembiayaan:
  19         (i) pembiayaan mudharabah;
  20         (ii) pembiayaan musyarakah;
  21    (h) Persediaan (aset yang dibeli untuk dijual kembali kepada
  22         nasabah);
  23    (i) Tagihan dan liabilitas akseptasi;
  24    (j) Aset yang diperoleh untuk ijarah;
  25    (k) Aset istishna dalam penyelesaian (setelah dikurangi
  26         termin istishna);
  27    (l) Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas;
  28    (m) Aset tetap dan akumulasi penyusutan.
  29
  30    Liabilitas
  31    (a) Liabilitas segera;
  32    (b) Bagi hasil yang belum dibagikan;
  33    (c) Simpanan:
  34        (i) giro wadiah;
  35        (ii) tabungan wadiah;
  36    (d) Simpanan bank lain:
  37        (i) giro wadiah;
  38        (ii) tabungan wadiah;

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1   (e)   Utang salam;
   2   (f)   Utang istishna;
   3   (g)   Liabilitas kepada bank lain;
   4   (h)   Pembiayaan yang diterima;
   5   (i)   Utang pajak;
   6   (j)   Estimasi kerugian dan komitmen kontinjensi;
   7   (k)   Pinjaman yang diterima;
   8   (l)   Pinjaman subordinasi.
   9
  10   Dana Syirkah Temporer
  11   (a) Syirkah temporer dari bukan bank:
  12       (i) tabungan mudharabah;
  13       (ii) deposito mudharabah;
  14   (b) Syirkah temporer dari bank:
  15       (i) tabungan mudharabah;
  16       (ii) deposito mudharabah;
  17   (c) Musyarakah.
  18
  19   Ekuitas
  20   (a) Modal disetor;
  21   (b) Tambahan modal disetor;
  22   (c) Saldo laba.
  23
  24   Ilustrasi 1
  25
  26                            Bank Syariah “x”
  27                         Laporan Posisi Keuangan
  28                          Per 31 Desember 20x1
  29
  30   ASEt
  31   Kas                                                              xxx
  32   Penempatan pada Bank Indonesia                                   xxx
  33   Giro pada bank lain                                              xxx
  34   Penempatan pada bank lain                                        xxx
  35   Investasi pada surat berharga                                    xxx
  36                                                               berlanjut...
  37
  38

101.0              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ...lanjutan
   2    Piutang:
   3        Murabahah                                                     xxx
   4        Salam                                                         xxx
   5        Istishna’                                                     xxx
   6        Ijarah                                                        xxx
   7    Pembiayaan:
   8        Mudharabah                                                    xxx
   9        Musyarakah                                                    xxx
  10    Persediaan                                                        xxx
  11    Tagihan dan liabilitas akseptasi                                  xxx
  12    Aset ijarah                                                       xxx
  13    Aset istishna dalam penyelesaian                                  xxx
  14    Investasi pada entitas lain                                       xxx
  15    Aset tetap dan akumulasi penyusutan                               xxx
  16    Jumlah Aset                                                       xxx
  17
  18    LIABILItAS
  19    Liabilitas segera                                                 xxx
  20    Bagi hasil yang belum dibagikan                                   xxx
  21    Simpanan                                                          xxx
  22    Simpanan dari bank lain                                           xxx
  23    Utang:
  24       Salam                                                          xxx
  25       Istishna’                                                      xxx
  26    Liabilitas kepada bank lain                                       xxx
  27    Pembiayaan yang diterima                                          xxx
  28    Utang pajak                                                       xxx
  29    Estimasi kerugian komitmen
  30    dan kontinjensi                                                 xxx
  31    Pinjaman yang diterima                                          xxx
  32    Pinjaman subordinasi                                            xxx
  33    Jumlah Liabilitas                                               xxx
  34                                                               berlanjut...
  35
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ...lanjutan
   2    DANA SYIrKAH tEMPorEr
   3    Dana syirkah temporer dari bukan bank:
   4        Tabungan mudharabah                                           xxx
   5        Deposito mudharabah                                           xxx
   6    Dana syirkah temporer dari bank:
   7        Tabungan mudharabah                                           xxx
   8        Deposito mudharabah                                           xxx
   9    Musyarakah                                                        xxx
  10    Jumlah Dana Syirkah Temporer                                      xxx
  11
  12    EKuItAS
  13    Modal disetor                                                     xxx
  14    Tambahan modal disetor                                            xxx
  15    Saldo laba                                                        xxx
  16    Jumlah Ekuitas                                                    xxx
  17
  18    Jumlah Liabilitas, Dana Syirkah Temporer,
  19    dan Ekuitas                                                       xxx
  20
  21    Laporan Laba rugi Komprehensif
  22
  23           A03. Komponen laporan laba rugi komprehensif bank
  24    syariah disusun dengan mengacu pada SAK untuk pos-
  25    pos umum. Dengan memperhatikan ketentuan dalam SAK
  26    yang relevan, bank syariah menyajikan laporan laba rugi
  27    komprehensif yang mencakup, tetapi tidak terbatas, pada pos-
  28    pos berikut:
  29    (a) Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai
  30         mudharib:
  31         (i) Pendapatan dari jual beli:
  32               (1) pendapatan marjin murabahah;
  33               (2) pendapatan neto salam paralel;
  34               (3) pendapatan neto istishna paralel;
  35         (ii) Pendapatan dari sewa:
  36         (iii) Pendapatan dari bagi hasil:
  37               (1) pendapatan bagi hasil mudharabah;
  38               (2) pendapatan bagi hasil musyarakah;

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1        (iv) Pendapatan usaha utama lain;
   2    (b) Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer;
   3    (c) Pendapatan usaha lain;
   4        (i) Pendapatan imbalan jasa perbankan;
   5        (ii) Pendapatan imbalan investasi terikat.
   6    (d) Beban usaha;
   7    (e) Laba usaha;
   8    (f) Pendapatan nonusaha;
   9    (g) Beban nonusaha;
  10    (h) Beban pajak;
  11    (i) Laba neto;
  12    (j) Pendapatan komprehensif lain;
  13    (k) Laba komprehensif.
  14
  15    Ilustrasi 2
  16
  17                          Bank Syariah “x”
  18                         Laporan Laba rugi
  19               Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
  20
  21    Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai
  22    Mudharib
  23    Pendapatan dari jual beli:
  24      Pendapatan marjin murabahah           xxx
  25      Pendapatan neto salam paralel         xxx
  26      Pendapatan neto istishna paralel      xxx
  27    Pendapatan dari sewa:
  28      Pendapatan neto ijarah                xxx
  29    Pendapatan dari bagi hasil:
  30      Pendapatan bagi hasil mudharabah      xxx
  31      Pendapatan bagi hasil musyarakah      xxx
  32    Pendapatan usaha utama lain             xxx
  33    Jumlah pendapatan pengelolaan dana
  34    oleh bank sebagai mudharib              xxx
  35
  36    Hak pihak ketiga atas bagi hasil                                (xxx)
  37    Hak bagi hasil milik Bank                                        xxx
  38                                                               berlanjut...

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ...lanjutan
   2    Pendapatan usaha Lain
   3    Pendapatan imbalan jasa perbankan                                  xxx
   4    Pendapatan imbalan investasi terikat                               xxx
   5    Jumlah pendapatan usaha lain                                       xxx
   6
   7    Beban usaha
   8    Beban kepegawaian                                                (xxx)
   9    Beban administrasi                                               (xxx)
  10    Beban penyusutan dan amortisasi                                  (xxx)
  11    Beban usaha lain                                                 (xxx)
  12    Jumlah beban usaha                                               (xxx)
  13
  14    Laba usaha                                                         xxx
  15
  16    Pendapatan dan Beban Nonusaha
  17    Pendapatan nonusaha                                               xxx
  18    Beban nonusaha                                                   (xxx)
  19    Jumlah pendapatan nonusaha                                        xxx
  20
  21    Laba Sebelum Pajak                                                 xxx
  22
  23    Beban pajak                                                      (xxx)
  24
  25    Laba Neto                                                          xxx
  26    Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
  27      Pemilik entitas induk                    xxx
  28      Kepentingan nonpengendali                xxx
  29
  30
  31
  32
  33
  34
  35
  36
  37
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1
   2                        Pt Bank Syariah “x”
   3                  Laporan Laba rugi Komprehensif
   4               Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
   5
   6    Laba Neto                                                      xxx
   7
   8    Pendapatan Komprehensif Lain
   9    Surplus revaluasi aset tetap                                   xxx
  10    Keuntungan aktuarial                                           xxx
  11    Keuntungan penjabaran laporan keuangan                         xxx
  12    Jumlah pendapatan komprehensif lain                            xxx
  13
  14    Laba Komprehensif                                              xxx
  15    Laba komprehensif yang dapat
  16    diatribusikan kepada:
  17       Pemilik entitas induk                           xxx
  18       Kepentingan nonpengendali                       xxx
  19
  20    Laporan Perubahan Ekuitas
  21
  22          A04. Bank syariah menyajikan laporan perubahan
  23    ekuitas sesuai dengan SAK yang relevan.
  24
  25    Laporan Arus Kas
  26
  27         A05. Bank syariah menyajikan laporan arus kas sesuai
  28    dengan SAK yang relevan.
  29
  30    Laporan Perubahan Dana Investasi terikat
  31
  32         A06. Laporan perubahan dana investasi terikat
  33    memisahkan dana investasi terikat berdasarkan sumber dana
  34    dan memisahkan investasi berdasarkan jenisnya.
  35
  36          A07. Bank syariah menyajikan laporan perubahan dana
  37    investasi terikat sebagai komponen utama laporan keuangan,
  38    yang menunjukkan:

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    (a) saldo awal dana investasi terikat;
   2    (b) jumlah kelompok investasi pada setiap jenis investasi
   3        dan nilai per kelompok pada awal periode;
   4    (c) dana investasi yang diterima dan kelompok investasi
   5        yang diterbitkan bank syariah selama periode laporan;
   6    (d) penarikan atau pembelian kembali kelompok investasi
   7        selama periode laporan;
   8    (e) keuntungan atau kerugian dana investasi terikat;
   9    (f) imbalan bank syariah sebagai agen investasi;
  10    (g) beban administrasi dan beban tidak langsung lainnya
  11        yang dialokasikan oleh bank syariah ke dana investasi
  12        terikat;
  13    (h) saldo akhir dana investasi terikat;
  14    (i) jumlah kelompok investasi pada setiap jenis investasi
  15        dan nilai per kelompok pada akhir periode.
  16
  17           A08. Investasi terikat adalah investasi yang bersumber
  18    dari pemilik dana investasi terikat dan sejenisnya yang dikelola
  19    oleh bank syariah sebagai agen investasi. Investasi terikat
  20    bukan merupakan aset maupun liabilitas karena bank syariah
  21    tidak mempunyai hak untuk menggunakan atau mengeluarkan
  22    investasi tersebut, serta bank syariah tidak memiliki kewajiban
  23    mengembalikan atau menanggung risiko investasi.
  24
  25           A09. Dana yang diserahkan oleh pemilik investasi
  26    terikat dan sejenisnya adalah dana yang diterima bank syariah
  27    sebagai agen investasi. Dana yang ditarik oleh pemilik dana
  28    investasi terikat adalah dana yang diambil atau dipindahkan
  29    sesuai dengan permintaan pemilik dana.
  30
  31           A10. Keuntungan atau kerugian investasi terikat adalah
  32    jumlah kenaikan atau penurunan bersih nilai investasi terikat,
  33    selain kenaikan yang berasal dari penyetoran atau penurunan
  34    yang berasal dari penarikan.
  35
  36          A11. Dalam hal bank syariah bertindak sebagai agen
  37    investasi, imbalan yang diterima adalah sebesar jumlah yang
  38    disepakati tanpa memperhatikan hasil investasi.

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1          A12. Catatan atas Laporan Perubahan Dana Investasi
   2    Terikat harus mengungkapkan:
   3    (a) sifat hubungan antara entitas syariah dan pemilik dana
   4        investasi terikat;
   5    (b) hak dan kewajiban yang terkait dengan setiap jenis dana
   6        investasi terikat atau unit investasi.
   7
   8    Ilustrasi 3
   9                        Bank Syariah “x”
  10           Laporan Perubahan Dana Investasi terikat
  11          Periode yang berakhir pada 31 Desember 20x1
  12
  13    Saldo awal                                                        xxx
  14      Jumlah kelompok investasi awal periode                xxx
  15      Nilai per kelompok investasi                          xxx
  16    Penerimaan dana                                                   xxx
  17    Penarikan dana                                                   (xxx)
  18    Keuntungan investasi                                              xxx
  19    Biaya administrasi                                               (xxx)
  20    Imbalan bank sebagai agen investasi                              (xxx)
  21    Saldo investasi pada akhir periode                                xxx
  22      Jumlah kelompok investasi pada akhir periode           xxx
  23      Nilai kelompok investasi pada akhir periode            xxx
  24
  25    Laporan rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil
  26
  27         A13. Bank syariah menyajikan laporan rekonsiliasi
  28    pendapatan dan bagi hasil yang merupakan rekonsiliasi antara
  29    pendapatan bank syariah yang menggunakan dasar akrual
  30    dengan pendapatan yang dibagihasilkan kepada pemilik dana
  31    yang menggunakan dasar kas.
  32
  33          A14.    Perbedaan     dasar   pengakuan   tersebut
  34    mengharuskan bank syariah menyajikan laporan rekonsiliasi
  35    pendapatan dan bagi hasil sebagai bagian komponen utama
  36    laporan keuangan.
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1           A15. Dalam laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi
   2    hasil, bank syariah menyajikan:
   3    (a) Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai
   4         mudharib;
   5    (b) Penyesuaian atas:
   6         (i) pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai
   7              mudharib periode berjalan yang kas atau setara
   8              kasnya belum diterima;
   9         (ii) Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai
  10              mudharib periode sebelumnya yang kas atau setara
  11              kasnya diterima di periode berjalan;
  12    (c) Pendapatan yang tersedia untuk bagi hasil;
  13    (d) Bagian bank syariah atas pendapatan yang tersedia untuk
  14         bagi hasil;
  15    (e) Bagian pemilik dana atas pendapatan yang tersedia untuk
  16         bagi hasil:
  17         (i) Bagi hasil yang sudah didistribusikan ke pemilik
  18              dana;
  19         (ii) Bagi hasil yang belum didistribusikan ke pemilik dana.
  20
  21    Ilustrasi 4
  22                       Bank Syariah “x”
  23         Laporan rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil
  24            Periode 1 Januari s.d 31 Desember 20x1
  25
  26    Pendapatan usaha utama                                              xxx
  27
  28    Pengurang:
  29    Pendapatan periode berjalan yang kas atau
  30    setara kasnya belum diterima:
  31    Pendapatan margin murabahah                                       (xxx)
  32    Pendapatan istishna’                                              (xxx)
  33    Hak bagi hasil:
  34       Pembiayaan mudharabah                                        (xxx)
  35       Pembiayaan musyarakah                                        (xxx)
  36    Pendapatan sewa                                                 (xxx)
  37    Jumlah pengurang                                                (xxx)
  38                                                               berlanjut...

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ...lanjutan
   2    Penambah:
   3    Pendapatan periode sebelumnya yang kasnya
   4    diterima pada periode berjalan:
   5    Penerimaan pelunasan piutang:
   6        Margin murabahah                                                xxx
   7        Istishna’                                                       xxx
   8        Pendapatan sewa                                                 xxx
   9    Penerimaan piutang bagi hasil:
  10         Pembiayaan mudharabah                                          xxx
  11         Pembiayaan musyarakah                                          xxx
  12    Jumlah penambah                                                     xxx
  13
  14    Pendapatan tersedia untuk Bagi Hasil                     xxx
  15    Bagi hasil yang menjadi hak bank syariah                            xxx
  16    Bagi hasil yang menjadi hak pemilik dana                            xxx
  17    Dirinci atas:
  18     Hak pemilik dana atas bagi hasil
  19     yang sudah didistribusikan                              xxx
  20     Hak pemilik dana atas bagi hasil
  21     yang belum didistribusikan                              xxx
  22
  23    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
  24
  25          A16. Bank syariah menyajikan laporan sumber dan
  26    penggunaan dana zakat sesuai PSAK 101 dan SAK yang relevan.
  27
  28    Ilustrasi 5
  29
  30                        Bank Syariah “x”
  31          Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Zakat
  32             Periode 1 Januari s.d 31 Desember 20x1
  33
  34    Sumber Dana Zakat
  35    Zakat dari dalam bank syariah                                    xxx
  36    Zakat dari pihak luar bank syariah                               xxx
  37    Jumlah sumber dana zakat                                         xxx
  38                                                               berlanjut...

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1   ...lanjutan
   2   Penggunaan Dana Zakat
   3   Fakir                                                              (xxx)
   4   Miskin                                                             (xxx)
   5   Amil                                                               (xxx)
   6   Muallaf                                                            (xxx)
   7   Gharim                                                             (xxx)
   8   Riqab                                                              (xxx)
   9   Fisabilillah                                                       (xxx)
  10   Ibnu sabil                                                         (xxx)
  11   Jumlah penggunaan dana zakat                                       (xxx)
  12
  13    Kenaikan dana zakat                                                xxx
  14
  15    Saldo awal dana zakat                                              xxx
  16
  17    Saldo akhir dana zakat                                             xxx
  18
  19    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
  20
  21          A17. Bank syariah menyajikan laporan sumber dan
  22    penggunaan dana kebajikan sesuai PSAK 101 dan SAK lain
  23    yang relevan.
  24
  25    Ilustrasi 6
  26
  27                       Bank Syariah “x”
  28        Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
  29            Periode 1 Januari s.d 31 Desember 20x1
  30
  31    Sumber Dana Kebajikan
  32    Infak dari dalam bank syariah                                    xxx
  33    Sedekah                                                          xxx
  34    Hasil pengelolaan wakaf                                          xxx
  35    Pengembalian dana kebajikan produktif                            xxx
  36    Denda                                                            xxx
  37    Pendapatan nonhalal                                              xxx
  38    Jumlah sumber dana kebajikan                                     xxx
                                                                   berlanjut...
101.0              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1   ...lanjutan
   2   Penggunaan Dana Kebajikan
   3   Dana kebajikan produktif                                           (xxx)
   4   Sumbangan                                                          (xxx)
   5   Penggunaan lainnya
   6   untuk kepentingan umum                                             (xxx)
   7   Jumlah Penggunaan Dana Kebajikan                                   (xxx)
   8
   9   Kenaikan dana kebajikan                                             xxx
  10
  11   Saldo awal dana kebajikan                                           xxx
  12
  13   Saldo akhir dana kebajikan                                          xxx
  14
  15   Catatan atas Laporan Keuangan
  16
  17        A18. Bank syariah menyajikan catatan atas laporan
  18   keuangan sesuai PSAK 101 dan SAK yang relevan.
  19
  20
  21
  22
  23
  24
  25
  26
  27
  28
  29
  30
  31
  32
  33
  34
  35
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.1
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    LAMPIrAN B
   2    LAPorAN KEuANGAN ENtItAS ASurANSI SYArIAH
   3
   4    Komponen Laporan Keuangan
   5
   6          B01. Laporan keuangan entitas asuransi syariah yang
   7    lengkap terdiri dari:
   8    (a) laporan posisi keuangan;
   9    (b) laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’;
  10    (c) laporan perubahan dana tabarru’;
  11    (d) laporan laba rugi komprehensif;
  12    (e) laporan perubahan ekuitas;
  13    (f) laporan arus kas;
  14    (g) laporan sumber dan penggunaan dana zakat;
  15    (h) laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan; dan
  16    (i) catatan atas laporan keuangan.
  17
  18          B02. Dalam hal pengelolaan asuransi syariah dilakukan
  19    oleh bukan entitas asuransi syariah, maka komponen laporan
  20    keuangannya mengacu ke SAK yang relevan.
  21
  22           B03. Bagi entitas asuransi syariah yang memiliki
  23    kegiatan signifikan berkaitan dengan pengelolaan investasi
  24    terikat sebagai wakil dan atau pengelolaan investasi dengan
  25    pola bagi hasil, maka entitas asuransi syariah tersebut
  26    menyiapkan laporan di bawah ini yang relevan:
  27    (a) laporan perubahan dana investasi terikat; dan atau
  28    (b) laporan rekonsiliasi bagi hasil.
  29    Kedua komponen laporan keuangan di atas dapat dilihat di
  30    Lampiran A
  31
  32    Laporan Posisi Keuangan
  33
  34          B04. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan posisi
  35    keuangan, dengan memperhatikan ketentuan dalam SAK yang
  36    relevan, mencakup tetapi tidak terbatas pada:
  37
  38

101.2              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Aset
   2    (a) kas dan setara kas;
   3    (b) piutang kontribusi;
   4    (c) piutang reasuransi;
   5    (d) piutang;
   6         (i) murabahah;
   7         (ii) salam;
   8         (iii) istishna’;
   9    (e) investasi pada surat berharga;
  10    (f) pembiayaan;
  11         (i) mudharabah;
  12         (ii) musyarakah;
  13    (g) investasi pada entitas lain;
  14    (h) properti investasi;
  15    (i) aset tetap dan akumulasi penyusutan.
  16
  17    Liabilitas
  18    (a) penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak;
  19    (b) utang klaim;
  20    (c) klaim yang sudah terjadi tetapi belum dilaporkan;
  21    (d) bagian reasuransi dari pihak lain atas klaim yang masih
  22        harus dibayar;
  23    (e) bagian peserta atas surplus underwriting dana tabarru’
  24        yang masih harus dibayar;
  25    (f) utang reasuransi;
  26    (g) utang dividen;
  27    (h) utang pajak.
  28
  29    Dana peserta
  30    (a) dana syirkah temporer (mudharabah);
  31    (b) dana tabarru’.
  32
  33    Ekuitas
  34    (a) modal disetor;
  35    (b) tambahan modal disetor;
  36    (c) saldo laba.
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Ilustrasi 1
   2
   3                          Asuransi Syariah “x”
   4                         Laporan Posisi Keuangan
   5                          Per 31 Desember 20x1
   6
   7    Aset
   8    Kas dan setara kas                                               xxx
   9    Piutang kontribusi                                               xxx
  10    Piutang reasuransi                                               xxx
  11    Piutang                                                          xxx
  12      Murabahah                                                      xxx
  13      Salam                                                          xxx
  14      Istishna’                                                      xxx
  15    Investasi pada surat berharga                                    xxx
  16    Pembiayaan                                                       xxx
  17      Mudharabah                                                     xxx
  18      Musyarakah                                                     xxx
  19    Investasi pada entitas lain                                      xxx
  20    Properti investasi                                               xxx
  21    Aset tetap dan akumulasi penyusutan                              xxx
  22    Jumlah aset                                                      xxx
  23
  24    Liabilitas
  25    Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak                     xxx
  26    Utang klaim                                                      xxx
  27    Klaim yang sudah terjadi tetapi belum dilaporkan                 xxx
  28    Bagian reasuransi dari pihak lain atas klaim yang
  29    masih harus dibayar                                              xxx
  30    Bagian peserta atas surplus underwriting
  31    dana tabarru’ yang masih harus dibayar                          xxx
  32    Utang reasuransi                                                xxx
  33    Utang dividen                                                   xxx
  34    Utang pajak                                                     xxx
  35    Jumlah liabilitas                                               xxx
  36                                                               berlanjut...
  37
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    ...lanjutan
   2    Dana Peserta
   3    Dana syirkah temporer                                            xxx
   4    Dana tabarru’                                                    xxx
   5    Jumlah dana peserta                                              xxx
   6
   7    Ekuitas
   8    Modal disetor                                                    xxx
   9    Tambahan modal disetor                                           xxx
  10    Saldo laba                                                       xxx
  11    Jumlah ekuitas                                                   xxx
  12
  13    Jumlah liabilitas, ekuitas peserta, dan ekuitas                  xxx
  14
  15    Laporan Surplus Defisit Underwriting Dana Tabarru’
  16
  17           B05. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan laba
  18    rugi peserta, dengan memperhatikan ketentuan dalam SAK
  19    yang relevan, mencakup tetapi tidak terbatas pada:
  20    (a) kontribusi bruto;
  21    (b) bagian reasuransi atas kontribusi;
  22    (c) perubahan kontribusi yang belum menjadi hak;
  23    (d) penerimaan kontribusi untuk periode berjalan;
  24    (e) pembayaran klaim bruto;
  25    (f) bagian reasuransi dan pihak lain atas pembayaran klaim
  26         bruto;
  27    (g) perubahan klaim yang masih harus dibayar (outstanding
  28         claim);
  29    (h) perubahan bagian reasuransi atas klaim yang masih harus
  30         dibayar;
  31    (i) penyisihan teknis;
  32    (j) beban pengelolaan asuransi;
  33    (k) pendapatan investasi;
  34    (l) surplus atau defisit underwriting dana tabarru’.
  35
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Ilustrasi 2
   2
   3                    Asuransi Syariah “x”
   4      Laporan Surplus Defisit Underwriting Dana Tabarru’
   5           Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
   6
   7    Pendapatan Asuransi
   8    Kontribusi bruto                                                  xxx
   9    Ujrah pengelola                                                  (xxx)
  10    Bagian reasuransi (atas risiko)                                  (xxx)
  11    Perubahan kontribusi yang belum menjadi hak                      (xxx)
  12    Jumlah pendapatan asuransi                                        xxx
  13
  14    Beban Asuransi
  15    Pembayaran klaim                                                  xxx
  16    Klaim yang ditanggung reasuransi dan pihak lain                  (xxx)
  17    Klaim yang masih harus dibayar                                    xxx
  18    Klaim yang masih harus dibayar yang
  19    ditanggung reasuransi dan pihak lain                             (xxx)
  20    Penyisihan teknis:
  21      Beban Penyisihan teknis                                         xxx
  22    Jumlah beban asuransi                                             xxx
  23
  24    Surplus Neto Asuransi                                             xxx
  25
  26    Pendapatan Investasi
  27    Total pendapatan investasi                                        xxx
  28    +/- Beban pengelolaan portofolio investasi                        xxx
  29    Pendapatan investasi neto                                         xxx
  30
  31    Surplus Underwriting Dana Tabarru’                                xxx
  32
  33    Laporan Perubahan Dana tabarru'
  34
  35          B06. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan
  36    perubahan dana tabarru’ yang mencakup, tetapi tidak terbatas,
  37    pada pos pos berikut:
  38    (a) surplus atau defisit periode berjalan;

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    (b)   bagian surplus yang didistribusikan ke peserta dan atau;
   2    (c)   surplus yang yang tersedia untuk dana tabarru’;
   3    (d)   saldo awal;
   4    (e)   saldo akhir.
   5
   6    Ilustrasi 3
   7
   8                        Asuransi Syariah “x”
   9                 Laporan Perubahan Dana tabarru
  10               Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
  11
  12    Surplus underwriting dana tabarru’ (dasar akrual)                 xxx
  13    Distribusi ke peserta                                            (xxx)
  14    Distribusi ke pengelola                                          (xxx)
  15    Surplus yang tersedia untuk dana tabarru’                         xxx
  16    Saldo awal                                                        xxx
  17    Saldo akhir                                                       xxx
  18
  19    Laporan Laba rugi Komprehensif
  20
  21           B07. Laporan laba rugi komprehensif disusun dengan
  22    mengacu pada SAK yang relevan. Entitas asuransi syariah
  23    menyajikan laporan laba rugi yang mencakup, tetapi tidak
  24    terbatas, pada pos-pos berikut:
  25    (a) pendapatan pengelolaan asuransi;
  26    (b) pendapatan pengelolaan investasi dana peserta;
  27    (c) pendapatan pembagian surplus underwriting;
  28    (d) pendapatan investasi;
  29    (e) beban usaha;
  30    (f) laba usaha;
  31    (g) beban pajak;
  32    (h) laba rugi;
  33    (i) pendapatan komprehensif lain;
  34    (j) laba komprehensif.
  35
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Ilustrasi 4
   2
   3                        Asuransi Syariah “x”
   4                         Laporan Laba rugi
   5               Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
   6
   7    Pendapatan
   8    Pendapatan pengelolaan operasi asuransi (ujrah)                    xxx
   9    Pendapatan pengelolaan portofolio investasi
  10    dana peserta                                                       xxx
  11    Pendapatan pembagian surplus underwriting                          xxx
  12    Pendapatan investasi                                               xxx
  13    Jumlah pendapatan                                                  xxx
  14
  15    Beban komisi                                                       xxx
  16    Ujrah dibayar                                                      xxx
  17    Beban umum dan administrasi                                        xxx
  18    Beban pemasaran                                                    xxx
  19    Beban pengembangan                                                 xxx
  20    Jumlah beban                                                       xxx
  21
  22    Laba usaha                                                         xxx
  23
  24    Pendapatan (beban) Nonusaha Neto                                   xxx
  25
  26    Laba Sebelum Pajak                                                 xxx
  27    Beban pajak                                                        xxx
  28
  29    Laba Neto                                                          xxx
  30    Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
  31      Pemilik entitas induk                                   xxx
  32      Kepentingan nonpengendali                               xxx
  33
  34
  35
  36
  37
  38

101.              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1
   2                        Asuransi Syariah “x”
   3                  Laporan Laba rugi Komprehensif
   4               Periode 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1
   5
   6    Laba Neto                                                      xxx
   7
   8    Pendapatan Komprehensif Lain
   9    Surplus revaluasi aset tetap                                   xxx
  10    Keuntungan (kerugian) aktuarial                                xxx
  11    Keuntungan (kerugian) penjabaran
  12    laporan keuangan                                               xxx
  13    Jumlah pendapatan komprehensif lain                            xxx
  14
  15    Laba Komprehensif                                              xxx
  16    Laba komprehensif yang dapat
  17    diatribusikan kepada:
  18       Pemilik entitas induk                           xxx
  19       Kepentingan nonpengendali                       xxx
  20
  21    Laporan Perubahan Ekuitas
  22
  23          B08. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan
  24    perubahan ekuitas sesuai dengan SAK yang relevan.
  25
  26    Laporan Arus Kas
  27
  28          B09. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan arus
  29    kas sesuai dengan SAK yang relevan.
  30
  31    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
  32
  33          B10. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan
  34    sumber dan penggunaan dana zakat sesuai Lampiran A
  35    paragraf A16.
  36
  37
  38

                    Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA          101.
Penyajian Laporan Keuangan Syariah                       ED PSAK 101 (revisi 2011)



   1    Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
   2
   3         B11. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan
   4    sumber dan penggunaan dana kebajikan sesuai dengan
   5    Lampiran A paragraf A17.
   6
   7    Catatan atas Laporan Keuangan
   8
   9          B12. Entitas asuransi syariah menyajikan catatan atas
  10    laporan keuangan sesuai dengan PSAK 101 dan SAK yang
  11    relevan
  12
  13    tanggal Efektif
  14
  15            B13. (Dihilangkan).
  16
  17
  18
  19
  20
  21
  22
  23
  24
  25
  26
  27
  28
  29
  30
  31
  32
  33
  34
  35
  36
  37
  38

101.0              Hak Cipta © 2011 IKAtAn AKuntAn InDonESIA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:6
posted:5/30/2013
language:
pages:85
Description: PSAK 101 REVISI 2011 TENTANG PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH