Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

SURVEILANS HIV

VIEWS: 4 PAGES: 108

									KEBIJAKAN SURVEILANS-RESPONS
   DAN SISTEM INFORMATIKA
KESEHATAN DI PUSAT DAN DAERAH
              RRR
  DALAM ERA DESENTRALISASI

Prof. Dr.Ridwan Amiruddin, MSCPH.
       Hasanuddin University
                OUTLINE

PENGANTAR

FUNDAMENTAL

ASSESMENT


ENGAGEMENT

CAPACITY DEVELOPMENT

REKOMEDASI
                 PENGANTAR

• Surveilans  kegiatan yg
  dilakukan untuk memantau
  distribusi penyakit &         Menurut WHO (2004) ada
  mengevaluasi status           4 fungsi yg harus dipenuhi
                                dalam penyelenggaraan
  kesehatan suatu populasi,     surveilans respons yg baik
  dimulai dari kegiatan         yaitu:
  pengumpulan, pengolahan,      1. Fungsi Pokok
  analisis dan intrepretasi     2. Fungsi Pendukung
  data yg dilaksanakan secara   3. Mutu surveilans
                                    respons
  berkelanjutan, yg terkait     4. Struktur surveilans
  dengan respons segera             respons
  maupun terencana.
Fungsi pokok surveilans- respons meliputi 8 kegiatan utama yaitu :



                                                          Konfirmasi
 Deteksi kasus                Registrasi              (epidemiologi dan
                                                        laboratorium)



 Umpan balik                   Analisis                  Pelaporan




Respons segera           Respons terencana
                                            Mutu surveilans
  Fungsi pendukung
                                               respons

                                       • Untuk menjamin mutu surveilans
a. Perumusan Protap & Petunjuk           respons maka kegiatannya harus
b. Pelatihan                             terus menerus, lengkap,
c. Supervisi                             sederhana, fleksibel dan hasilnya
d. Komunikasi                            dapat diterima sebagai informasi
e. Pengadaan Sumberdaya                  kesehatan untuk pengambilan
f. Koordinasi.                           keputusan

                      Struktur surveilans
                           respons
             • Struktur penyelenggaraan surveilans
               respons harus ada, berdasarkan
               Kepmenkes RI No. 1116 Tahun 2003
   Gambar 1. Alur Kegiatan Surveilans Respons




Sumber : Modul Health Policy Brief
                       FUNDAMENTAL

• Kepmenkes No. 1116 Tahun 2003, mengamanatkan pembentukan surveilans
  dan unit pelaksana teknis surveilans, serta pembentukan jejaring surveilans di
  antara unit- unit tersebut.
• Dikeluarkannya PP No 38 Tahun 2007 yang mengatur masalah pembagian
  urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota,
  muncul suatu masalah besar yg timbul.
• Dari PP No 41 Tahun 2007, diharapkan dibentuk UPT surveilans di dalam
  tatanan struktur organisasi dinas kesehatan. UPT ini nantinya yg akan menjadi
  pintu masuk dari semua data surveilans dari berbagai bidang/program,
  sehingga data‐data yg terkumpul tidak terpisah‐pisah.
• Kepmenkes No. 267 Tahun 2008 yg menyatakan bahwa Dinkes Propinsi dan
  Kabupaten dimungkinkan untuk membentuk Balai Surveilans, Data dan
  Informatika Kesehatan yg diharapkan dapat memberikan informasi
  epidemiologis yg bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan.
               ASSESMENT




Sumber : BMC Public Health, 2002
Struktur surveilans

                Kuadran kiri atas
               merupakan struktur
                surveilans yang
                 komponennya
             mengakibatkan setiap
             daerah memiliki sistem
              yang berbeda, yaitu :
            hukum, undang-undang,
             peraturan, kepatuhan,
                    jaringan
                 Fungsi esensial
Kuadran kanan atas berisi
fungsi-fungsi. Respon segera
berupa koreksi terhadap
program         pengendalian
penyakit. Sedangkan respons
terencana berupa program
pengendalian penyakit tahun
anggaran berikut yang berisi :
Deteksi kasus, registrasi,
konfirmasi,     pelaporan,
analisis dan interpretasi,
respon dan kontrol, umpan
balik.
Kualitas surveilans

         Kuadran kanan-bawah berisi
      Fungsi-Fungsi Pendukung Sistem
      Surveilans Respon. Fungsi-fungsi
        ini dilaksanakan oleh staf Unit
        Pendukung Surveilans (UPS),
       yang juga melaksanakan fungsi-
       fungsi pokok pelaporan, analisis
             dan respon terencana
               Fungsi pendukung

Kudran kiri-bawah
memperlihatkan kriteria mutu
surveilans, yaitu: kecepatan,
kelengkapan, kegunaan,
sensitivitas, spesifisitas,
fleksibilitas, kesederhanaan,
akseptabilitas, reliabilitas, nilai
prediksi positif, keterwakilan
Kerangka konsep ini dapat membantu dalam
   proses monitoring dan evaluasi untuk
menentukan sejauh mana tujuan surveilans
              telah tercapai
                         Monitoring & Evaluasi


Monitoring & evaluasi komponen sistem surveilans
respon dapat dicapai dgn menggunakan indikator yg
dapat diukur berulang kali, langsung atau tidak
langsung & dari waktu ke waktu

     Indikator tsb dapat memberikan informasi yg berguna
     mengenai status & daerah-daerah yg perlu melakukan
     perbaikan

           Pemilihan indikator untuk monitoring dan evaluasi
           harus dipandu oleh kegunaan informasi yg dihasilkan,
           ketersediaan data, kemudahan akses data, kelayakan
           dan efektivitas biaya

                Ada dua jenis indikator yg digunakan: indikator
                pemantauan dan indikator evaluasi
                     INDIKATOR
                               Indikator input :
                           sumber daya untuk
                            membangun dan
                          menerapkan kegiatan
                            surveilans respon



Indikator Dampak :
 mengukur sejauh                                              Indikator proses :
   mana tujuan
keseluruhan sistem
                                                               memonitor dan
 surveilans respon                                            melacak kegiatan
      dicapai




         Indikator outcome :                       Indikator output :
           mengukur sejauh                           mengukur hasil
             mana tujuan                             kegiatan yang
          surveilans dicapai                           dilakukan
Langkah-langkah pemantauan & evaluasi sistem surveilans respon




                                                           Menindaklanjuti
                                                           rekomendasi dari
                                          Melakukan        kegiatan
                                          pemantauan dan   monitoring dan
                                          evaluasi         evaluasi

                        Persiapan untuk
                        monitoring dan
                        evaluasi


       Rencana untuk
       kegiatan
       monitoring dan
       evaluasi
   ENGAGEMENT




    Alur Data Surveilans Respons
Sumber: Desentralisasi Kesehatan, 2007
                        PENJELASAN ALUR
1. Data surveilan dari UPK scra langsung dilaporkan ke PKM (analisis,
   interpretasi, dan fedd back) stlah itu dilaporka ke dinkes kota/kab, dinkes
   provinsi, dinkes RI (analisis, interpretasi, dan fedd back, buletin,
   epidemiologi) dan dilaporkan pada surveilans pusat u/dinkes RI, surveilans
   propinsi u/dinkes propinsi, surveilans kota u/dinkes kota

2.    Data surveilan dari bidan, Dokter praktek, poliklinik rumah bersalin scra tdk
     langsung dilaporkan ke PKM (analisis, interpretasi, dan fedd back) dan juga bs
     melaporkan ke dinkes kota/kab, dinkes provinsi, dinkes RI (analisis, interpretasi,
     dan fedd back, buletin, epidemiologi) dan dilaporkan pada surveilans pusat
     u/dinkes RI, surveilans propinsi u/dinkes propinsi, surveilans kota u/dinkes kota

3.    Data surveilan dari masyarakat scra langsung dilaporkan ke PKM (analisis,
     interpretasi, dan fedd back) stlah itu dilaporka ke dinkes kota/kab, dinkes provinsi,
     dinkes RI (analisis, interpretasi, dan fedd back, buletin, epidemiologi) dan
     dilaporkan pada surveilans pusat u/dinkes RI, surveilans propinsi u/dinkes propinsi,
     surveilans kota u/dinkes kota
Peranan Unit Pendukung Surveilans dalam Fungsi
               Surveilans Respon




 Sumber : Modul Health Policy Brief
               Keterlibatan Sektor Swasta

Tidak adanya kewajiban pihak swasta melaporkan kasus ke dinkes


Kegiatan surveilans respon membutuhkan data yg lengkap baik
bersumber dari pemerintah maupun swasta.

Oleh karena itu dibutuhkan keterlibatan sektor kesehatan swasta
dalam menyediakan data yg digunakan dalam kegiatan surveilans.

 Sektor kesehatan swasta yg terlibat dalam kegiatan surveilans-
 respons antara lain : RS Swasta, Rumah Bersalin, Dokter Praktik
 Swasta, Bidan Praktik Swasta, Laboratorium Swasta, LSM Kesehatan,
 Praktik Berkelompok Dokter Spesialis, Dll.
Instrumen pengumpulan data dapat
 berupa lembar check list, kuesioner     Pengumpulan data dalam surveilans
(angket terbuka/tertutup), pedoman       Respon dapat dilakukan baik secara
   wawancara, kamera foto, tape              primer maupun sekunder
    recorder, telpon, dan lainnya




                                PENGUMPULAN
                                    DATA



  Diperlukan sumber data sekunder
                                            Mencakup laporan kematian,
yang relevan seperti dari profil dinas
                                          morbiditas penyakit, penyelidikan
 kesehatan propinsi, dinas kesehatan
                                             kasus individu, penggunaan
   kota, dinas kesehatan kabupaten,
                                         laboratorium survei khusus, register
     rumah sakit swasta, lembaga
                                          penyakit, dan survei serologi, data
    masyarakat, dan juga lembaga
                                           demografik, dan data lingkungan
          pemerintah lainnya
Pengembangan kapasitas adalah proses dimana
individu, organisasi, lembaga dan kemampuan
masyarakat dikembangkan untuk melakukan
fungsi, memecahkan masalah dan mengatus
pencapaian tujuan




Dalam rangka peningkatan kapasitas petugas
dalam pelaksanaan surveilan respons diberikan
pelatihan kepada para tim survei keshatan dan
pejabat tinggi di dinas keshatan ataupun Rumah
Sakit
Pelatihan merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan
keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja karyawan



                                        Pelatihan Khusus : pelatihan
      Pelatihan mengenai
                                          mengenai deteksi kasus,
    penganggaran surveilans
                                              pelatihan respon

                       Contoh pelatihan dalam
                       pengembangan kapasitas
                          surveilans respon

    Pelatihan ABK (anggaran            Pelatihan SDM, dalam bidang
        berbasis kinerja                         surveilans
                        REKOMENDASI

                      Kebijakan Pusat dan daerah:


1. Mengembangkan Balai Data, Surveilans &Informatika Kesehatan sesuai
   Kepmenkes No. 1116 Tahun 2003 &Pusat Data dan Surveilans
   Epidemiologi di DepKes dgn sepenuh hati.
2. Mengisi unit-unit tersebut dgn tenaga fungsional epidemiolog & ahli
   informasi kesehatan.
3. Memperbaiki Sistem Surveilans-Respons dgn memperbaiki budaya
   penggunaan data & informasi untuk pengambilan keputusan pada semua
   level administrasi di Pusat maupun di daerah dgn melibatkan lintas
   sektoral.
4. Mengembangkan pembuatan SIK yg mampu mengkonversi data menjadi
   informasi sehingga memudahkan analisis &intrepetasi data.
5. Memfasilitasi pembuatan media yg fleksible yg tdk mengharuskan tatap
   muka, seperti mailing list, buletin epidemiologi elektronik, dan sarana
   lain yang berasal dari Depkes maupun Institusi pendidikan.
          Kebijakan Pemerintah Daerah



                          Mengalokasikan
Membentuk Unit           dana APBD untuk
  Pendukung               pengembangan
  Surveilans             sistem Surveilans-
                              Respons.
SURVEILANS PENYAKIT
                            definisi
Suatu proses pengamatan terus menerus dan sistematik terhadap
terjadinya penyebaran penyakit serta kondisi yang memperbesar
risiko penularan dengan melakukan pengumpulan data, pengolahan
dan analisis, interpretasi dan penyebaran interpretasi serta tindak
lanjut perbaikan dan perubahan (WHO)



secara ringkas surveilans adalah pengumpulan data utk melakukan
tindakan (surveillance for action)
              Definisi surveilans

surveilans atau surveilans epidemiologi adalah
kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap
penyakit atau masalah2 kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi
terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-
masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan
penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses
pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi
epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan (Menkes RI,
2003)
                 Tujuan surveilans
1.   Mengamati kecenderungan dan memperkirakan besar masalah kesehatan
2.   Mendeteksi serta memprediksi adanya KLBmprediksi KLB
3.   Memonitor kecenderungan penyakit endemik
4.   Mengamati kemajuan suatu program pencegahan dan pemberantasan
     penyakit yg dilakukan
5.   Memperkirakan dampak program intervensi yg ada
6.   Mengevaluasi program intervensi
7.   Mempermudah perencanaan program pemberantasan
8.   Memperkirakan dampak penyakit di masa yang akan datang
        Ruang lingkup surveilans

1. Surveilans penyakit menular & faktor risiko
2. Surveilans penyakit tidak menular & faktor risiko
3. Surveilans masalah kesehatan
4. Surveilans kesehatan lingkungan & perilaku
5. Surveilans kesehatan matra
  1. SURVEILANS PENYAKIT MENULAR
a. Surveilans PD3I
b. Surveilans AFP
c. Surveilans peny potensial wabah (KLB), penY menular dan keracunan
d. Surveilans penyakit demam berdarah dan DBD
e. Surveilans malaria
f. Surveilans penyakit-penyakit zoonosis, antraks, rabies, leptospirosis dsb
g. Surveilans penyakit filariasis
h. Surveilans penyakit tuberkulosis
i. Surveilans diare, tipus perut, kecacingan dan penyakit perut lain
j. Surveilans penyakit kusta
k. Surveilans penyakit frambosia
l. Surveilans penyakit HIV/AIDS
m. Surveilans penyakit menular seksual
n. Surveilans pnemonia, termasuk penyakit pneumonia akut berat
(severe acute respiratory syndrome)
      2. SURVEILANS PENYAKIT TIDAK
                MENULAR


a. Surveilans hipertensi, stroke dan PJK
b. Surveilans diabetes mellitus
c. Surveilans neoplasma
d. Surveilans penyakit paru obstuksi kronis
e. Surveilans gangguan mental
f. Surveilans kesehatan akibat kecelakaan
     3. Surveilans epidemiologi kesehatan
           lingkungan dan perilaku

a. Surveilans sarana air bersih
b. Surveilans tempat-tempat umum
c. Surveilans pemukiman dan lingkungan perumahan
d. Surveilans limbah industri, rumah sakit dan lainnya
e. Surveilans vektor penyakit
f. Surveilans kesehatan dan keselamatan kerja
g. Surveilans rumah sakit dan sarana pelayanan
kesehatan lainnya, termasuk infeksi nosokomial
    4. Surveilans masalah kesehatan


a. Surveilans gizi dan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG)
b. Surveilans gizi mikro kurang yodium, anemia gizi besi, KVA
c. Surveilans gizi lebih
d. Surveilans kesehatan ibu dan anak termasuk reproduksi.
e. Surveilans kesehatan lanjut usia.
f. Surveilans penyalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif
dan bahan berbahaya
g. Surveilans penggunaan sediaan farmasi, obat, obat tradisionil, bahan
kosmetika, serta peralatan
h. Surveilans kualitas makanan dan bahan tambahan makanan
       5. Surveilans kesehatan matra


a. surveilans kesehatan haji
b. Surveilans kesehatan pelabuhan dan lintas batas
perbatasan
c. Surveilans bencana dan masalah sosial
d. Surveilans kesehatan matra laut dan udara
e. Surveilans pada kejadian luar biasa penyakit dan
keracunan
                            Alur Data
                  Sistem Surveilans Epidemiologi
                                                    Laporan
                            Menteri                 Umpan balik
                           Kesehatan                Komunikasi informal


                      Pusat Surveilans Epid        - Unit Terkait
                            Nasional                 Kes & LS

                         Tim Surv. Epid            - Gubernur
                            Propinsi               - Dinas Terkait

                         Tim Surv. Epid
                                                   - Bupati / WL .Kota
                           Kab/Kota
                                                   - Dinas Terkait

                         Tim Surv. Epid            - Camat
                           Puskesmas               - Ka.Puskesmas
- Masyarakat
- LSM
- DKR                      Desa Siaga              -Kepala Desa /
- Lintas Sektor
- Kontributor
                          (POSKESDES)               Lurah
              KOMPONEN SURVEILANS



                                Feed back
                 Pengolahan,
Pengumpulan      Analisa dan
data             interpretasi   Disseminasi
                 data                         investigasi
                                informasi


                                                tindakan
 PENGUMPULAN DATA (1)
 melaluisurveilans aktif maupun pasif
 dilakukan secara teratur dan terus menerus
 Data yang dikumpulkan harus jelas, tepat dan
lengkap
      Pengumpulan data (2)
SUMBER DATA :
a. Data kesakitan dari UPK dan masyarakat.
b. Data kematian dari UPK , pemerintah dan masyarakat.
c. Data demografi dari unit statistik kependudukan dan masyarakat
d. Data geografi dari unit unit meteorologi dan geofisika
e. Data laboratorium yang dapat diperoleh dari UPK dan masyarakat.
f. Data kondisi lingkungan.
g. Laporan wabah
h. Laporan penyelidikan wabah/KLB
i. Laporan hasil penyelidikan kasus perorangan
j. Studi epidemiology dan hasil penelitian lainnya
k. Data hewan dan vektor sumber penular penyakit dari UPK dan
masyarakat.
l. Laporan kondisi pangan.
m. Data dan informasi penting lainnya
FREKUENSI PELAPORAN :
-Segera
- harian
-mingguan
- bulanan




METODE PELAPORAN :
- kertas
- telepon
- e-mail, dll
PENGOLAHAN DATA, ANALISIS DAN
      INTERPRETASI DATA
 Dua aspek kualitatif yg perlu dipertimbangkan dlm pengolahan data :
  1. ketepatan waktu
  2. sensitifitas data
 kriteria pengolahan data yang baik :
 1. tdk membuat kesalahan selama proses pengolahan data
 2. dpt mengidentifikasikan adanya perbedaan dlm frekuensi dan
   distribusi kasus
 3. tehnik pengolahan data yg dipakai tdk menimbulkan pengertian yg
    salah atau berbeda
 4. metode yg dipakai sesuai dgn metode-metode yg lazim
 pelaksanaan analisis dan interpretasi data sgt tergantung tingkat unit
 kesehatan serta keterampilan petugas kesehatan khususnya petugas
 surveilans yg ada pada unit tersebut
 berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data dpt dibuat suatu
  rekomendasi atau saran utk menentukan tindakan
    DESSIMINASI INFORMASI


 bentuk dessiminasi informasi :
 - membuat laporan hasil kajian yg disampaikan kpd atasan
 - membuat suatu tulisan di majalah
 - membuat laporan kajian utk seminar dan pertemuan
 - memanfaatkan media internet yg setiap saat dpt diakses dgn mudah

 disseminasi informasi diberikan kepada :
 - instansi pemberi laporan
 - instansi yang lebih tinggi
 - masyarakat
                          FEED BACK
umpan balik dilakukan guna meningkatkan kualitas dan memelihara
kesinambungan pelaporan, kelengkapan dan ketepatan waktu serta analisis
terhadap laporan.

 frekuensi umpan balik pada masing-masing tingkat administrasi minimal
dua kali dalam setahun

 bentuk umpan balik : ringkasan informasi atau korektif laporan yg
dikirimkan

 dikirimkan kepada instansi pemberi laporan
JENIS SURVEILANS



1. SURVEILANS AKTIF
2. SURVEILANS PASIF
    PENDEKATAN SURVEILANS



1. SURVEILANS RUTIN TERPADU
2. SURVEILANS TERPADU PENYAKIT
3. SURVEILANS SENTINEL
                                              REGISTER HARIAN PENDERITA



                                                       TANGGAL                                                                            Data-data klinis                                                                                                     Keadaaan
                  JENIS                                                                                                                                                                                                                                        Penderita
                 KELAMIN           ALAMAT
                   (TH)                                                                                                                          pendarahan
          NO
   NAMA
         REKA                                                                                                                                                                                                                                  Diagno




                                                                                                                                                                                                                                                        Dlm Perawatan
                                                                                                                                                                                                                      Hermatokrit
                                                                       KELUAR RS
                                                            MASUK RS




                                                                                                                                                                                                                                                                                        Ket
NO PENDE
          M                                                                                                                                                                                                                                      sa




                                                                                                                                                                                                                                                                        Sembuh
                                                                                                                                                                                           Pembesaran Hepar
                                                                                           Tourniquet Test (+)
    RITA                                            SAKIT




                                                                                                                                                                                                                                                                                 Mati
                                                                                                                                          Gusi berdarah
         MEDIS




                                                                                                                                                          Muntah darah

                                                                                                                                                                             Berak merah
                                                                                                                 Bintik merah




                                                                                                                                                                                                                                    Trombocy
                              JL/




                                                                                                                                Mimisan




                                                                                                                                                                                                              Shock
                                                                                   panas
                  L       P Kampun RT RW DESA KEC
                               g




1    2                3               4                        5                                                                                                         6                                                                                                          8
                                                                                                                                                                                                                                                        7
DESAIN SISTEM SURVEILANS
                    Menetapkan tujuan surveilans


                   Mengembangkan definisi kasus


     Menentukan sumber data, alat pengumpul data dan mekanisme
                              laporan


              Melaksanakan analisis dan presentasi data


   Mengembangkan mekanisme umpan balik dan disseminasi informasi


                     Pembagian tugas surveilans


                         Evaluasi surveilans
    1. TUJUAN SURVEILANS
                   s           • spesifik
                  M            • measurable
                   A           • action oriented
                   R           • realistic
                   T           • time frame
Beberapa tujuan surveilans yg dapat dipilih :
1. Monitoring kecenderungan
2. Deteksi dan prediksi KLB
3. Melakukan evaluasi program pencegahan
4. Memproyeksikan perencanaan pelayanan kesehatan
5. eliminasi dan eradikasi penyakit
           2. DEFINISI KASUS

Kriteria kasus dapat dibagi sbb :

1. Kasus suspek/tersangka : kasus hanya berdasarkan gejala klinis
2. Kasus probable/kemungkinan : kasus suspek yg secara
   epidemiologi berhubungan dgn kasus yg terbukti scr lab
3. Kasus confirmed/pasti : kasus suspek dgn hasil lab positif
3. MENENTUKAN SUMBER DATA, ALAT PENGUMPUL
          DATA DAN MEKANISME PELAPORAN
  Indikator yg diperlukan :
  -rate, rasio, proporsi , jumlah absolut
  -Angka kesakitan, angka kematian
  -Variabel yg diperlukan
  -Numerator dan denominator yg akan digunakan

  Sumber data :
  - laporan Puskesmas
  - Laporan RS
  - Laporan dokter, bidan
  -Laporan pustu, PKD, poskesdes
  - Survei atau studi khusus
  - Pusat-pusat penelitian
  - Lap lab
3. MENENTUKAN SUMBER DATA, ALAT PENGUMPUL
DATA DAN MEKANISME PELAPORAN (2)

Pengumpulan data :
- pasif atau aktif
- perlu ada suatu formulir sbg alat pengmupulan data
- mekanisme pelaporan : harian, mingguan, bulanan, atau laporan nihil.
 4. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

 Analisis berdasarkan orang, tempat dan waktu
 Dibuat suatu tabulasi, grafik atau peta yang standar agar
 mudah dipahami
 sudah dimulai dari tingkat Puskesmas mulai dari analisis
 sederhana
5. MEKANISME UMPAN BALIK DAN DISSEMINASI
                         INFORMASI

 umpan balik diberikan kepada unit yang menjadi sumber data
 berupa koreksi laporan atau ringkasan informasi
 disseminasi informasi diberikan kepada :
 - unit pemberi sumber data
 - masyarakat
 - unit yang lebih tinggi
6. Pembagian tugas surveilans



   pembentukan organisasi dan staffing
   pastikan tidak ada yang mempunyai beban ganda atau
  jabatan ganda
KONSEP SURVEILANS HIV dan
          AIDS


            By: Ridwan Amiruddin
          Dasar surveilans
Tujuan dari surveilans AIDS ini adalah memberikan suatu
  data terhadap pelayanan kesehatan agar melakukan
   suatu perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan
      terhadap penanggulangan AIDS di Indonesia



   Definisi kasus AIDS guna keperluan surveilans adalah
 seseorang yg HIV(+) dgn minimal 2 tanda mayaor seperti
 diare kronis selama 1 bulan, BB menurun lebih dari 10%
dalam 1 bulan, demam berkepanjangan, dll disertai dgn 1
tanda minor seperti batuk menetap selama + 1 bulan dan
     dermatitis generalisata yg disertai sensasi gatal.
• Prosedur pemeriksaan darah penderita AIDS
  adalah : pertama harus mengisi informed
  consent kemudian diberikan konseling sebelum
  dan sesudah test
• Cara pencatatan kasus surveilans AIDS yaitu:
  pertama malakukan pemeriksaan fisik terhadap
  penderita yg mencurigakan terkena AIDS
  seperti 2 tanda mayor serta 1 tanda minor,
  kedua yaitu pemeriksaan lab untuk menguatkan
  dugaan terhadap penderita. Apabila penderita
  (+) maka wajib mengisi formuir penderita AIDS
  agar semua kasus dapat dilaporkan baik yg
  sudah meninggal maupun yg masih hidup
• Pelaporan kasus surveilans AIDS yaitu
  dengan menggunakan formulir dari laporan
  penderita positif AIDS yg dikirim secepatnya
  tanpa menunggu suatu periode waktu dan
  harus dilaporkan pada saat penemuan
  penderita positif AIDS bisa melalui fax atau
  email untuk sementara tetapi kemudian
  disusul dengan data secara tertulis.
         Surveilans Sentinel HIV
• Pengertian:
  Merupakan kegiatan menganalisis secara terus menerus
  untuk menurunkan risiko peningkatan serta penularan
  HIV dengan menggunakan populasi sentinel atau kelompok
  tertentu pada lokasi tertentu. Misalanya pada tempat
  lokalisasi

• Tujuan:
  Melakukan pemeriksaan seroprevalens HIV pada kelompok
  risiko pada klinik, kemudian memantau kecenderungan
  infeksi HIV serta dampak dari pemberian program pada
  kelompok tersebut. menyediakan data tentang proyeksi
  kasus HIV/AIDS di Indonesia berdasarkan kegiatan analisis
  dan menyediakan informasi untuk perencanaan pencegahan
  dan penanggulangan terhadap pelayanan kesehatan.
        Survei Surveilans perilaku
• Tujuan : melakukan pemantuan terhadap perilaku seksual dari
  kelompok berisiko dari waktu ke waktu untuk menyediakan
  informasi guna menilai efektifitas dari upaya pencegahan yg telah
  dilakukan serta mengembangkan program selanjutya.

• Peranan dari surveilans perilaku ini adalah sebagai sitem
  peringatan dini, perencanaan suatu program pencegahan dan
  penanggulangan dan membantu evaluasi program serta
  membantu menjelaskan perubahan suatu prevalensi.

• Prinsip dari pelaksanaan surveilans perilaku sama dengan
  surveilans HIV yaitu survei yang dilakukan berulang untuk
  mengumpulkan data tentang perilaku terhadap populasi berisiko
  tertular seperti PSK, waria, pengguna NAPZA suntik dll.
        Surveilans Generasi Kedua
• Surveilans generasi kedua ini merupakan
  penggabungan dari surveilans biologis dan
  surveilans perilakuI

• Informasi pentingm yg didapatkan dari surveilans
  generasi kedua ini adalah perilaku suatu populasi
  yang berisiko tertular HIV sebagai system
  kewaspadaan dini, kemudian mengambil informasi
  dari perilaku populasi berisiko tinggi untuk
  membuat suatu program agar terpusat dan tepat
  pada sasaran, serta mendapatkan informasi
  terhadap perilaku apa saja yang bisa di ubah untuk
  mencegah penularan
          Metode surveilans
Ruang lingkup surveilans epidemiologi menurut tempatnya
dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

 Surveilans epidemiologi dalam masyarakat
 • Dilakukan pada suatu wilayah administrasi atau pada
   kelompok populasi tertentu

 Surveilans epidemiologi di rumah sakit
 • Untuk mengatasi masalah penularan penyakit infeksi
   di rumah sakit seperti terjadinya penularan penyakit
   (dikenal dengan infeksi nosokomial) di dalam
   lingkungan rumah sakit.
             Jenis Surveilans
• Surveilans Individu
  Surveilans individu (individual surveillance)
  mendeteksi dan memonitor individu-individu yang
  mengalami kontak dengan penyakit serius, misalnya
  pes, cacar, tuberkulosis, tifus, demam kuning, sifilis.

• Surveilans Penyakit
  Surveilans penyakit (disease surveillance) melakukan
  pengawasan terus-menerus terhadap distribusi dan
  kecenderungan insidensi penyakit, melalui
  pengumpulan sistematis, konsolidasi, evaluasi
  terhadap laporan-laporan penyakit dan kematian,
  serta data relevan lainnya. Jadi fokus perhatian
  surveilans penyakit adalah penyakit, bukan individu.
               Jenis Surveilans
• Surveilans Sindromik
  Syndromic surveillance (multiple disease surveillance)
  melakukan pengawasan terus-menerus terhadap sindroma
  (kumpulan gejala) penyakit, bukan masing-masing penyakit.

• Surveilans Berbasis Laboratorium
  Surveilans berbasis laboartorium digunakan untuk mendeteksi
  dan menonitor penyakit infeksi. Contoh: penyakit yg ditularkan
  melalui makanan seperti salmonellosis

• Surveilans Terpadu
  Surveilans terpadu (integrated surveillance) menata dan
  memadukan semua kegiatan surveilans di suatu wilayah
  yurisdiksi (negara/ provinsi/ kabupaten/ kota) sebagai sebuah
  pelayanan publik bersama.
           Jenis Surveilans

• Surveilans Kesehatan Masyarakat Global
  Ancaman aneka penyakit menular merebak
  pada skala global, baik penyakit-penyakit lama
  yang muncul kembali (re-emerging diseases),
  maupun penyakit-penyakit yang baru muncul
  (new emerging diseases), seperti HIV/AIDS, flu
  burung, dan SARS.
  Agenda surveilans global yang komprehensif
  melibatkan aktor-aktor baru, termasuk
  pemangku kepentingan pertahanan keamanan
  dan ekonomi (Calain, 2006; DCP2, 2008).
Karakteristik data HIV dan AIDS
   Manfaat hasil surveilens dalam
     pengambilan keputusan
 Menjelaskan pola penyakit yang sedang
  berlangsung.
 Melakukan monitoring kecenderungan penyakit
  endemis
 Mempelajari riwayat alamiah penyakit dan
  epidemiologi penyakit, khususnya untuk
  mendeteksi adanya KLB/wabah
 Memberikan informasi dan data dasar untuk
  memproyeksikan kebutuhan pelayanan
  kesehatan dimasa mendatang
                  Manfaat ……
• Membantu pelaksanaan dan daya guna program
  pengendalian khusus dengan membandingkan
  besarnya masalah sebelum dan sesudah pelaksanaan
  program.
• Membantu menetapkan masalah kesehatan dan
  prioritas sasaran program pada tahap perencanaan
  program.
• Mengidentifikasi kelompok risiko tinggi menurut
  umur, pekerjaan, tempat tinggal dimana masalah
  kesehatan sering terjadi dan variasi terjadinya dari
  waktu ke waktu (musiman, dari tahun ke tahun), dan
  cara serta dinamika penularan penyakit menular.
Surveilans Sentinel HIV (SSHIV)
     MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS

1.   TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan
2.   TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
3.   TUJUAN 3: Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan
     perempuan
4.   TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak
5.   TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu
6.   TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya
7.   TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan
8.   TUJUAN 8: Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan
                                  HIV

HIV (Human Immuno-deficiency Virus):
• adalah virus yang menyerang sistem
   kekebalan tubuh manusia dan
   menimbulkan AIDS
• HIV menyerang limfosit yang disebut ‘sel
   T-4’ atau ‘sel T-penolong’ (T-helper),
   atau disebut juga ‘sel CD-4’
• Seorang pengidap HIV terlihat biasa saja
   seperti halnya orang lain karena tak
   menunjukkan gejala klinis. Hal ini bisa
   terjadi selama 5-10 tahun.
                   AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome):
• Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat
  menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus yang
  disebut HIV.
• Kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh
  menyebabkan pengidap HIV (ODHA) amat rentan
  dan mudah terjangkit macam-macam penyakit.
       Kronologi HIV & AIDS
• Stadium pertama: awal terinfeksi HIV termasuk masa
  “window pariod” (periode jendela)

• Stadium ke-dua: tanpa gejala (asimptomatik)

• Stadium ke-tiga: Pembesaran kelenjar limfe (AIDS
  Related Complex)

• Stadium ke-empat: AIDS
           Penularan HIV
• Darah, air mani, cairan vagina
• Melalui hubungan seksual dengan seseorang
  yang sudah terinfeksi HIV
• Melalui transfusi, IDUs dan kegiatan medis
  dengan alat tusuk dan iris tercemar HIV
• Dari Ibu ke janin/bayi-nya selama kehamilan,
  persalinan atau menyusui
           PMS dan HIV
• PMS merupakan ko-faktor penularan HIV
• Penderita PMS lebih rentan terhadap HIV
• Penderita PMS serta HIV akan lebih mudah
  menularkan ke orang lain
• Pengidap HIV menjadi rentan terhadap
  berbagai penyakit termasuk PMS
• Pengidap HIV yang juga PMS akan lebih cepat
  menjadi AIDS
Sero Surveilans Sentinel HIV

• Sero Surveilans  kegiatan pengumpulan data HIV
  melalui pengambilan & pemeriksaan serum darah
• Sentinel  gardu jaga
• pemantauan prevalensi HIV pada populasi sentinel
  melalui pengambilan dan pemeriksaan serum darah
• Pada tempat dimana sampel darah diambil utk
  pemeriksaan rutin utk tujuan lain
• unlinked anonymous (UA)
        Populasi Sentinel
• Dasar: faktor risiko penularan HIV
• Perilaku risiko tinggi:
- Penularan lewat air mani dan cairan vagina:
  - hub. seksual dgn banyak pasangan
  - WPS, Waria, pria penderita IMS
- penularan lewat darah:
  - pengguna napza suntik tdk steril
    Kriteria Populasi Sentinel
- Dpt diidentifikasi
- Dpt dijangkau utk survei
- Terjaminnya kesinambungan survei pd pop. tsb.
- Jumlah anggota pop. cukup memadai
- Di tempat yang secara rutin darah diambil utk tujuan
  lain
- Pelayanan & rencana pengembangan pelayanan
  khusus
    Sub-populasi sasaran (1)
• WPS > wanita yang menjual jasa seks
  - Hub seks dgn banyak pasangan & tingginya prevalens IMS
  - Langsung & tdk langsung (sulit dijangkau)
  - Penjangkauan: melalui kegiatan penanggulangan sifilis
• Pasien pria dengan IMS > pria dengan IMS yg berobat ke klinik
  kelamin
  - IMS > perilaku seks berisiko dgn tdk menggunakan kondom
  - Penjangkauan: klinik IMS dengan pasien pria IMS 50-100/bln
  - Pendekatan: UA dari pengambilan darah utk sifilis
     Sub-populasi sasaran (2)
• Pengguna Napza Suntik (IDU) > pengguna napza suntik yg
  datang ke sarana kesehatan
  - Penggunaan alat tdk steril secara bersama-sama
  - Penjangkauan: Sarana kesehatan yg melayani pengguna
  sebanyak 25-50 pasien baru/bln
  - Pendekatan: UA dari pengambilan drh utk tes drh rutin
  (heptitis B/C) & informed consent
• Narapidana > seseorang yg sedang menjalani hukuman di Lapas
  - Seks anal tanpa kondom & penggunaa napza suntik
  - Penjangkauan: Lapas dengan program pencegahan HIV
  - Pendekatan: UA & Informed Consent (IC)
    Sub-populasi sasaran (3)
• Ibu hamil pengunjung KIA > ibu hamil yg memeriksakan
  kehamilannya pd klinik KIA selama periode survei
  - Menggambarkan masyarakat umum
  - Bila pada WPS > 5%
  - Pemeriksaan skrining sifilis ibu hamil di RSU
  - UA dr pengambilan darah rutin/tes sifilis
• Waria penjaja seks > waria pd tempat tertentu yg melakukan
  transaksi seks
  - Seks anal tanpa kondom
  - Dilakukan bl jml waria yg menjuam jasa seks memenuhi
  syarat jml sampel
  - UA utk HIV/tes sifilis
         Pelaksanaan SSHIV

•   Unlinked Anonymous
•   Informed Consent
•   Frekuensi: 1x setahun
•   Pengumpulan sampel: setiap hari selama 2-4 bln
•   Jml sampel:
        <0,5%        400
        0,5% - <1% 300
        1% - 5%           200
        >5%               100
        Kerangka sampling
• Perhitungan besar sampel dari estimasi
  prevalens HIV
• Keputusan tentang cara sampling yg sesuai
• Pendekatan pemilihan sampel:
  - Sampling pd tempat pelayanan kesehatan
  - Sampling di lapangan
  - Sampling di institusi
           Pemilihan sampel
• Sampling pd tempat pelayanan kesehatan
  - Pasien pria di klinik IMS, pengguna napza suntik di klinik
  rehab, ibu hamil di KIA
  - Setiap pengunjung baru sampai jml sampel terpenuhi
  - IC utk tes darah
• Sampling di lapangan
  - WPS langsung, Waria penjaja seks di tempat-tempat tertentu
  - Pilih wisma secara acak > seluruh populasi pada wisma
  terpilih menjadi sasaran survei
• Sampling di Institusi
  - Narapidana di Lapas
  - Daftar blok dgn jml penghuni > pilih scr acak > diulang hingga
  jml sampel terpenuhi
  - IC utk HIV
• Pengambilan spesimen > universal precaution
• Pemeriksaan Lab: Strategi II > 2 reagen yang berbeda
  > sensitifitas tertinggi (>99%) kemudian spesifitas
  tertinggi
• Kode: 0000 A B /20/P/BLN/THN
  Mis: 3578 DA/25/P/8/02
• Data:Daerah, sub-pop sentinel, kelompok umur, jenis
  kelamin & bln/thn
• Data penunjang: Darah donor PMI & TKI
            Manajemen Data
• Setiap tk administratif utk advokasi & perencanaan >>
  Program SSHIV
• Kompilasi & pelaporan: kab kota > propinsi > pusat >> global
• Analisis data: kab/kota & propinsi scr sederhana utk
  menunjukkan kecenderungan prevalens HIV & Pusat
• Dasar analisis data:
  - Membandingkan point prevalens utk trend analysis
  - Membandingkan analysis dr masing-masing populasi
  sentinel
• Interpretasi:
• Perubahan prevalens HIV utk tiap pop sasaran > prioritas
• Estimasi jml HIV di masa depan
• Umpan balik: pelaksanaan surv & hsl interpretasi data surv.
SSP (Survei Surveilans Perilaku)

• Perkembangan surveilans epidemiologi
• Memantau perilaku sebagai salah satu faktor
  risiko penyakit
• Sistem surveilans perilaku yang sudah
  berkembang di Indonesia adalah Survei Surveilans
  Perilaku (SSP):
   – mementingkan penggunaan data tentang perilaku
     untuk mendapatkan informasi dan menjelaskan tren
     HIV pada populasi
   – Data perilaku juga dibutuhkan untuk merencanakan
     dan mengevaluasi dampak dari HIV.
           SSP di Indonesia
• Prop: Sumut, Riau, DKI, Jabar, Sulut, Papua, Sumsel,
  Jateng, Maluku dan Jatim (Kota Surabaya)
• Populasi: Pria & wanita risiko tinggi HIV
• Sasaran: WPS (langsung & tdk langsung), Sopir &
  kernetnya, pelaut & nelayan, remaja
• Mendekati surv generasi kedua
• “Unlinked Anonymous”
• Survei dan Surveilans IMS
• Survei dan surveilans perilaku
           INDIKATOR KUNCI SSP
• % pernah mendengar HIV/AIDS
• % mengetahui cara pencegahan dengan kondom
• % pernah berhubungan seks dengan WPS dalam setahun terakhir
• % mempunyai lebih dari 1 pasangan seks dalam setahun terakhir
• Rata-rata jumlah tamu/pelanggan yang dilayani dalam seminggu terakhir
• % menggunakan kondom pada seks komersial terakhir
• % selalu menggunakan kondom pada seks komersial dalam setahun
  terakhir untuk pria dan seminggu terakhir untuk WPS
• % pernah menggunakan narkoba suntik
• % yang mengalami gejala IMS dalam setahun terakhir
• % berobat ke petugas kesehatan bagi yang mengalami gejala PMS dalam
  setahun terakhir
                  DATA SURVEILANS HIV

• Surveilans Biologis
   –   Sentinel serosurvei pada sub populasi
   –   Screening HIV pada darah donor
   –   Screening HIV pada pekerja
   –   Screening HIV pada populasi umum
   –   Screening HIV pada populasi khusus
• Surveilans Perilaku
   – Survei cross-sectional pada populasi        SURVEILANS
     umum                                      GENERASI KEDUA
   – Survei cross-sectional pada populasi
     khusus (populasi berisiko)
• Sumber Data lain
   – Surveilans HIV dan AIDS
   – Data kematian
   – Surveilans penyakit menular seksual,
     surveilans TB
               DISKUSI
• Data dan informasi tentang HIV/AIDS, dimana
  masalahnya?
• Stigma tentang HIV/AIDS di masyarakat,
  bagaimana menguranginya?
• Data identitas HIV positif pada sentinel HIV,
  haruskah diketahui?
TERIMA KASIH
     Situasi Jatim s/d September 2010

                            AIDS : 4.087 (19,64%)            HIV
                                   (+) : 9.149 (43.9%)



                                 ESTIMASI : 11.661 HIV (+)
                                 BELUM DIKETEMUKAN



•   Estimasi ODHA di Jatim = 20810
•   Sejak 2003 Jatim ditetapkan sebagai Daerah epidemi terkonsentrasi
•   Dilokalisasi PSK yang terinfeksi HIV lebih dari 5%
•   Pada populasi penasun di Surabaya sebanyak 54% terinfeksi HIV.
•   Jumlah kasus AIDS di Jawa Timur menduduki peringkat ke-3 di Indonesia setelah Jabar
    dan DKI Jaya
•   Faktor Penularan utama melalui seksual (59,2 % ) dan NAPZA (30,5 %)
•   Angka Kematian = 1211 kasus (29,6 %)
•   Laki-laki : 2.730 (67 %) ; Wanita : 1.357 (33 %)
•   Penderita anak < 15 th = 98 (2,6 %)
•   10% atau sebanyak 416 orang adalah Ibu RT, melebihi jumlah PSK
•   Bayi lahir dari ibu HIV (+) = 69, 5 diantaranya HIV, meninggal 15 bayi
Estimasi Sasaran Yang Harus Dijangkau Program
    (80% dari Populasi Yang Paling Berisiko)
1.    Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat
2.    Pengendalian PMS
3.    Pengurangan Dampak Buruk
4.    Layanan Konseling dan Testing HIV
5.    Pengamanan Darah Donor dan Produk Darah
6.    Kolaborasi TB-HIV
7.    Pencegahan Infeksi HIV dari Ibu ke Anaknya
8.    Program Kewaspadaan Universal
9.    Perawatan dan Pengobatan AIDS
10.   Pelayanan Kefarmasian
11.   Diagnostik Penunjang
12.   Program Dukungan Gizi bagi ODHA
13.   Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut yang berkaitan dengan HIV &
      AIDS
14.   Penguatan Informasi Strategis
15.   Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
16.   Perencanaan dan Penganggaran Terpadu
    JENIS DAN CAPAIAN LAYANAN
 PENGENDALIAN HIV-AIDS DI JATIM


– Layanan test HIV  VCT
– Layanan Penasun (Program Harm Reduction)
– Layanan Program PMTCT
– Layanan IMS
– Layanan dukungan, perawatan dan pengobatan
– Layanan Program Kolaborasi TB-HIV



                                               105
    12 Kegiatan Pendekatan Harm Reduction:
                         Pendidikan
             Penghancuran Sebaya
                                          Kesehatan
                 Alat
                                            Dasar
                suntik

                                                    Perawatan
    Perjasun                                       Pengobatan
                                                     HIV/AIDS



                                                        Pengganti
Pencegahan                    Harm
                                                         dengan
  Infeksi                   Reduction
                                                         Narkoba
                                                          Minum


   Konseling
                                                       Terapi
      Tes
                                                      Narkoba
    sukarela



               Konseling                     KIE
                           Penjangkauan
        EVALUASI KETERPADUAN PROGRAM


•   KIE → PKM & LSM             1. Sudah
•   KPP (Komunikasi Perubahan   berjalankah?
                                2. Adakah
    Perilaku) → LSM             Kendala?
                                3. Mana yang
•   VCT                         perlu
                                ditingkatkan?
•   Yankesdas PKM
•   Distribusi Kondom
•   PMTCT
TERIMA KASIH

								
To top