pemikiran ulumul hadits by langkunxg

VIEWS: 0 PAGES: 13

									                    MAKALAH
   ”PEMIKIRAN ULUMUL HADITS DI INDONESIA”

Disusun Guna Memenuhi tugas mata kuliah ulumul hadiTS

     Pengampu      :Khairul Anwar,S.Ag,M.Pd.




                    Di susun oleh :

                Ida farida (152111609)

                   Fai / tarbiyah
        UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

                    SEMARANG

                        2012


                           1
                                  KATA PENGANTAR



Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi Robbi .atas rahmatnya,maka penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PEMIKIRAN ULUMUL HADITS DI
INDONESIA”.

       Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah ULUMUL HADITS ,Dalam penulisan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak – pihakyang tdk bisa disebutkan satu
persatu yang telah membantu dalam menyelesaikanya terutama keluarga yang senantiasa
memberi bimbingan dan dorongan kepada penulis sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat
teratasi.dalam penulisan ini penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam segi
pembahasan materi/susunan bahasa,oleh karenanya kritik dan saran sangat penulis butuhkan
guna kesempurnaan makalah ini.

       Akhirnya penulis berharap semoga allah memberikan imbalan yang setimpal pada
mereka semua dan semoga Allah mencatat sebagai amal ibadah .AMIN YA ROBBAL
A’LAMIN.




                                                          Semarang, 31 mei 2012



                                                                  Penulis



                                               2
                                                                        Daftar isi




KATA PENGANTAR ........................................................................................................................................2
Daftar isi .......................................................................................................................................................3
BAB I .............................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.............................................................................................................................................4
   A. Latar Belakang . ....................................................................................................................................4
   B. Rumusan Masalah . ..............................................................................................................................5
   C. Tujuan . .................................................................................................................................................5
BAB II ............................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN...............................................................................................................................................6
   A.Awal Mula Ulumul Hadis di Indonesia...................................................................................................6
   B. Perkembangan Ulumul Hadits Di Indonesia. ........................................................................................7
   C. Tokoh – Tokoh Dan Karya Ulumul Hadits Di Indonesia. .......................................................................8
   D. Corak Pemikiran Ulumul Hadist Di Indonesia.....................................................................................10
BAB III .........................................................................................................................................................12
PENUTUP ....................................................................................................................................................12
   A. Kesimpulan ......................................................................................................................................12
   B. Saran-Saran ........................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................................13




                                                                                 3
                                             BAB I

                                     PENDAHULUAN



   A. Latar Belakang .

       Studi tentang sejarah perkembangan pemikiran hadis di Indonesia bisa di bilang masih
sangat jarang di lakukan ,Padahal di samping ilmu lain seperti tafsir,kalam dan tasawuf,Hadis
juga memegang peranan yang sangat penting dalam kajian islam.Karena ia merupakan sumber
kedua setelah al – Qur’an ..

       Upaya penelusuran hadis dan ahli hadis di Indonesia belum dilakukan secara sistematis,
bahkan belum memadai. Hal ini bisa diduga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kenyataan
bahwa kajian hadis terlebih lagi ahli hadisnya tidak seintens kajian di keislaman yang lain,
seperti al-Qur’an, fiqh, akhlak dan sebagainya. Kedua, kajian hadis bisa dikatakan berkembang
sangat lambat, terutama bila dilihat dari kenyataan bahwa para ulama Nusantara telah menulis di
bidang hadis sejak abad ke-17. Namun demikian, seperti terlihat kemudian, tulisan-tulisan
tersebut tidak dikembangkan lebih jauh. Kajian hadis setelah itu mengalami kemandekan hampir
satu setengah abad lamanya. Untuk itulah, perhatian para pengamat terhadap kajian hadis di
Indonesia masih sangat kurang. Kalaupun ada pengamat yang menaruh perhatian, perhatiannya
masih parsial dan tidak komprehensif

       Khusus mengenai hadits , Wilayah ini tampaknya tidak mencatat perkembangan yang
cukup signifikan Berbeda dengan displin ilmu yang lain seperti tasawuf, fiqih, tafsir, dan
filsafat.Namun tidak berarti ulumul hadits tidak berkembang sama sekali,karena kajian hadist
pada masa itu baru bersifat antologi yakni berupa kumpulan – kumpulan dari berbagai tema yang
berkaitan dengan kajian fiqih , Jadi masih tercampur dengan displin ilmu yang lain..




                                                4
B. Rumusan Masalah .

   Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka kami merumuskan permasalahan sebagai
berikut:

   1. BagaimanaawalmulaulumulhadisdiIndonesia ?
   2. Bagaimana perkembangan ulumul hadis di Indonesia ?
   3. Siapa tokoh dan Karya ulumul hadits di Indonesia ?
   4. Bagaimana corak pemikiran ulumul hadits di Indonesia ?


C. Tujuan .

       Dari rumusan masalah yang telah disebutkan diatas maka tujuan penyusunan makalah
sebagai berikut

   1. Mengetahui awal mula ulumul hadits di Indonesia.
   2. Mengetahui perkembangan ulumul hadits di Indonesia.
   3. Mengetahui tokoh dan karya ulumul hadits di Indonesia.
   4. MengetahuicorakpemikiranulumulhaditsdiIndonesia.




                                             5
                                                 BAB II

                                           PEMBAHASAN



A.Awal Mula Ulumul Hadis di Indonesia

        Kajian hadis di Indonesia dapat ditemukan sejak abad ke-17 dengan ditulisnya kitab-kitab
hadis oleh Nur al-Din al-Raniri dan ‘Abd al-Rauf al-Sinkili. Al-Raniri mengumpulkan -dalam
karyanya Hidayat al-Habib fi al-Targib wa al-Tarhib- sejumlah hadis yang diterjemahkannya
dari Bahasa Arab ke Bahasa Melayu. Dalam karyanya ini, ia memadukan hadis-hadis dengan
ayat-ayat al-Qur’an untuk mendukung argumen-argumen yang melekat pada hadis. Selanjutnya,
Al-Sinkili menulis dua karya tentang hadis, yaitu penafsiran terhadap Hadis Arba‘in karya al-
Nawawi dan koleksi hadis- hadis qudsi yang diberi judul Al-Mawa‘iza al-Badi‘ah. Al-Sinkili
juga menjadikan Syarh Kitab Muslim karya al-Nawawi sebagai salah satu rujukan penting dalam
menyusun kitab fikih yang berjudul Mir’at al-Tullab.1

         Para ulama di Nusantara khususnya di Indonesia, mulanya hanya membaca dan
mengajarkan kitab-kitab Hadis seperti Bulug al-Maram karya Ibn Hajar al-‘Asqalaniy, Matn al-
Arba‘în karya al-Nawawiy, dan Matn al-Bayquniyah karya al-Suyuthiy serta kitab-kitab fiqh
klasik khususnya dalam mazhab al-Syafi‘iy, tanpa mengadakan pengkajian dan pemeriksaan
terhadap kesahihan sanad dan matan-nya. Mereka beranggapan bahwa hasil ijtihad para ulama
terdahulu sudah final, hingga ulama-ulama sekarang tidak perlu mengkaji dan memeriksa sahih
tidaknya suatu Hadits2 (ramli, 2005 M)

        Anggapan tersebut terus bergulir hingga salah seorang sahabat dan murid Muhammad
Rasyid Ridha yaitu Muhammad Thaher ibn Muhammad Jalal al-Din al-Azhariy kembali ke



1 Dikutip dari artikel internet,http:/WWW.galileo/jurnalonline.Com.
2 Ramli Abdul Wahid,”perkembangan kajian hadits di Indonesia;studi tokoh dan ormas islam”,conference paper
,(Makassar :postgraduate program state Islamic universities ,2005)hl.1

                                                      6
Indonesia, yang kemudian menerbitkan majalah “al-Imam”, yang menjadi titik awal dari sebuah
pemikiran yang berpengaruh pada pengkajian terhadap Hadis di Nusantara.

        Majalah “al-Imam” terbit pertama kali pada tahun 1906 M. hingga awal tahun 1909 M.,
lalu kemudian dilanjutkan oleh murid Muhammad Taher yaitu Abdul Karim Amrullah dengan
menerbitkan majalah “al-Munir” di Padang pada tahun 1911 M. hingga 1915 M.. Dalam majalah
ini, menurut Hamka, terdapat pula banyak kajian kritis terhadap Hadis yang dilakukan oleh
Ayah     nya.


B. Perkembangan Ulumul Hadits Di Indonesia.

        Perkembangan Hadis di Indonesia, tidak lepas dari sejarah masuknya penyebaran Islam
yang dilakukan oleh para pedagang yang datang dari Gujarat Arab yang juga sebagai da’i/ulama
dalam menyebarkan (dakwah islamiyyah) Islam ke nusantara, yang diawali pada daerah
Samudera Pasai, jawa (abad 15) sampai pada wilayah Sorong. Jika melihat para ahli hadis di
Indonesia sejak abad ke-17 dan abad ke-18 maka dapat dipastikan bahwa keilmuan mereka tidak
lepas dari pengaruh pendidikan Islam yang ada di Timur tengah.3 (azyumardi, 1994)

        Perkembangan selanjutnya ialah sejak pertengahan abad ke-19, banyak sekali anak-anak
muda dari jawa yang menetap beberapa tahun di Makkah dan Madinah untuk memperdalam
pengetahuan mereka bahkan banyak di antara mereka menjadi ulama yang terkenal dan mengajar
di Makkah atau Madinah. Karena para ulama dari Jawa ini turut aktif dalam alam intelektualisme
dan spiritualisme Islam yang berpusat di Makkah, mereka juga mempengaruhi perubahan watak
Islam di Nusantara. Semakin kuatnya keterlibatan mereka dalam kehidupan intelektual dan
spiritual Timur Tengah, Islam di Nusantara dan semakin jelas di Jawa menyebabkan hilangnya
sifat-sifat lokal dan titik beratnya pada aspek tarekat semakin berkurang.

        Dalam penelitian Martin, dijelaskan bahwa perhatian ulama Indonesia pada pelajaran
Hadis dan Ulum al-Hadis sama sekali baru. Wajar bila sedikit sekali karya ulum al-Hadis yang
dihasilkan dari ulama Indonesia. Akan tetapi berdasarkan penelitian Daud Rasyid Harun
ditemukan bahwa perhatian ulama Indonesia untuk belajar telah ada sejak abad ke-17 M. bahkan

3Azyumardi Azra,”jaringan ulama’ timur dan kepulauan nusantara abad keXVII dan XVIII”,(Bandung:Mizan,cet
1,1994),hl.139

                                                     7
diantara mereka ditemukan memiliki jalur sanad yang sampai pada Rasulullah.4 Namun untuk
melacak para ahli hadis tersebut dan karya-karya mereka sangat sulit karena sedikitnya ulama’
Indonesia dalam bidang hadist dan ulumul hadist.


C. Tokoh – Tokoh Dan Karya Ulumul Hadits Di Indonesia.

Tokoh - tokoh ulumul hadits di Indonesia antara lain:

      1. Muhammad Mahfudz bin Abdullah at – Tirmasi

           Nama lengkap beliau adalah Muhammad Mahfudz bin Abdul Manan at – Tirmasi al -
Jawi,al Makki.Ia dilahirkan di Termas,Jawa Timur 12 Jumadil Ula tahun 1285 H.Muhammad
Mahfudz (w. 1919 M.),beliau menguasai berbagai disiplin ilmu yang juga merupakan ulama
Indonesia pertama yang mengajarkan kita hadis Shahih Bukhari.Dikatakan juga bahwa beliau
menulis berbagai karya dalam berbagai disiplin ilmu, beliau lebih terkenal sebagai pakar dalam
bidang hadits, baik Dirayah Hadits, Mushthalah Hadits maupun Rijal Hadits dan lain-lain.Karya
beliau antara lain Manhaj Dzaw an – Nazhar , Syarh Manzhumah ‘ilm al - atsar .karya tersebut
termasuk karya ulama’ pertama di Indonesia.

      2. Muhammad Syuhudi Ismail

           Nama lengkapnya adalah Prof. Dr .H.M Muhammad Syuhudi Ismail,Beliau dilahirkan di
Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 23 April 1943.Prof. Dr. H. M. Syuhudi Ismail adalah
seorang ulama dan intelektual yang cukup besar pengaruhnya di Indonesia di bidang Hadis dan
Ulumul Hadis. Salah satu pemikirannya yaitu tentang metode pemahaman terhadap matan hadis
dalam bukunya yang berjudul “Hadis nabi yang tekstual dan kontekstual : telaah ma’ani al hadis
tentang ajaran Islam yang universal,temporal dan local “. Menurut beliau bahwa ada matan hadis
yang harus dipahami secara tekstual, kontekstual dan ada pula yang harus dipahami secara
tekstual dan kontekstual sekaligus. Ini menunjukan bahwa kandungan hadis Nabi itu ada yang
bersifat universal,temporal dan local.




4   Muhammad Dede Rudliyana , op . cit,hal .135

                                                  8
       Beberapa karya beliau adalah kaedah Keshahihan Sanad Hadits, Telaah Kritis dan
Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah, .Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Hadits Nabi
menurut pembela, pengingkar dan pemalsunya, Ikhtisar Mushthalah Hadits.




   3. Muhammad Hasby Ash – Shiddieqy


       Nama lengkapnya adalah Prof. Dr. Tubagus Muhammad Hasby Ash – Shiddieqy.Beliau
lahir di Lhoksemawe,Aceh pada tanggal 10 maret 1904.karya beliau antara lain sejarah dan
pengantar ilmu hadits yang berisi 179 pembahasan yang dibagi 6 bagian yang menjelaskan
tentang banyak sejarah perkembangan hadis dan juga buku ilmu dirayah yang menjelaskan
istilah – istilah ulumul hadist.Selain itu Hasbi al-Shiddiqi pun telah mengarang dalam berbagai
disiplin ilmu, mulai dari tafsir, hadis, fiqhi dan ushul.Kelebihan karya beliau adalah dalam setiap
persoalan yang dibahas, selalu ada contoh – contoh yang cukup jelas sehingga dapat membantu
pembaca dalam memahami pembahasan tersebut.




   4. Mahmud Yunus


       Nama lengkap beliau adalah Prof.Dr. H. Mahmud Yunus di lahirkan di Sungayan
Batusankar, Sumatera Barat pada tanggal 10 februari 1899.Beliau menguasai beberapa disiplin
ilmu, khususnya bahasa arab dan Tafsir.’Ilmu Mushthalah al- Hadits merupakan karyanya yang
ditulis menggunakan bahasa arab,Dalam buku tersebut beliau membuat pembahasan sistematika
pembahasan ulumul hadits dalam 69 pembahasan.Tiga pembahasan pertama menjelaskan
pembagianhadis dan kedudukan sunnah dalam al – Qur’an,pembahasan ke 4 – 9 tentang sejarah
periwayatan dan pembukuan sunnah,Pembahasan ke 10 tentang al – jarh wa at – ta’dil,ke 11
tentang sifat hadis yang di terima dan di tolak dan pembahasan ke 15 – 69 tentang istilah – istilah
khusus yang berkaitan dengan penilaian terhadap hadis baik dari segi kuantitas ataupun kualitas.
       Manhaj yang digunakan beliau dalam menyusun bukunya adalah memberikan penjelasan
singkat seputar mushthalah dengan cara meringkas dari berbagai literatur yang terdahulu , Beliau

                                                 9
menjelaskan dengan menggunakan pointer sehingga terkesan sistematis .Singkatnya
penjelasanya mencakup definisi dan keterangan seperlunya terhadap permasalahanya.




   5. Fathur Rahman.


       Beliau adalah alumnus IAIN Yogyakarta Fakultas Syari’ah beliau lebih konsentrasi pada
hadis saja. Karyanya yang berjudul Ikhtisar Musthalah al-Hadits menggambarkan
kecenderungannya mendalami ilmu hadits.Dalam bukunya dia membagi menjadi beberapa
bagian yang masing – masing memiliki pembahasan dalam bentuk bab dan sub bab yang memuat
penjelasan sederhana,mudah dipahami serta memberikan contoh – contoh yang jelas dan rinci.
Walaupun dalam studinya beliau berada dibawah bimbingan M.Hasby Ash – Shiddiqy,Tapi
metodologinya sangat berbeda sehingga wajar bila karyanya ditertima oleh semua kalangan.


   6. .Utang Ranuwijaya


       Beliau lahir di Majalengka pada tanggal 19 Mei 1958 .Karya beliau anta lain tentang ilmu
hadits yang terbagi menjadi dua yaitu ilmu hadits yang ia tulis sendiri dan ilmu hadits yang yang
ditulis bersama Munzier Suparta.Yang menjadi rujukan penelitian ini adalah buku kedua yang
disusun dan disesuaikan dengan kurikulum mata kuliah ilmu hadits di seluruh IAIN .
Buku beliau yang terakhir ada tambahan pembahasan tentang kajian sanad dan matan hadits ,
ilmu hadits dan sejarah perkembanganya , serta menembah beberapa aspek pembahasan pada
macam – macam kualitas hadits.



D. Corak Pemikiran Ulumul Hadist Di Indonesia.

       Seluruh karya yang ditulis oleh para ahli hadis atau bisa dikatakan pemerhati hadis di
Nusantara, dari awal sampai sekarang, baik yang bersifat utuh maupun yang berupa makalah-
makalah yang sudah diterbitkan dan terjemahan- terjemahan, memperlihatkan secara jelas latar
belakang corak pemikiran pakar hadis di Indonesia. Karya-karya mereka masih lebih banyak



                                               10
yang tidak orisinil, itu dapat dilihat dari kurangnya naskah asli berbahasa arab dan juga ada
beberapa karya yang bersifat saduran terhadap karya asli5 (rudliyana, 2004)

        Penyusunan karya-karya hadis mereka kebanyakan hanya dilatar belakangi oleh
keperluan akademis ketimbang memberikan informasi yang utuh tentang Ulum al-hadis hal ini
menyebabkan sedikitnya spesialis di bidang hadis. Meskipun demikian, beberapa ahli hadis
Indonesia telah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan hadis walaupun pada dasarnya
mereka memiliki disiplin ilmu yang berbeda.

        Oleh karena itu, Karekteristik dari corak pemikiran karya – karya ulumul hadist di
Indonesia lebih banyak yang bersifat pengantar dari pada pembahasan , apalagi bersifat analisis.
Hal tersebut dapat di tunjukkan dengan sedikitnya informasi ketika menjelaskan hal – hal pokok
yang berkaitan dengan ulumul hadist, Kecenderungan untuk mengkaji sejarah lebih dominan dari
pada kajian ulumul hadist yang sesungguhnya sehngga sekalipun masuk pada kategori karya
dengan karekteristik pembahasan, kajian sejarah tetap masih dominan.Selain itu disebabkan pula
oleh latar belakang pendidikan penulis buku yang mayoritas berasal dari non spesialasasi
hadist,karena penunjukkan mereka hanya sebatas karya ilmiyah atau karena ditunjuk sebagai
pengajar hadist.




5 Muhammad Dede Rudliyana,”perkembangan pemikiran ulum al – Hadits dari klasik sampai modern”
,(Bandung:Pustaka setia , cet 1,2004)hal 147.

                                                   11
                                          BAB III

                                         PENUTUP



A.   Kesimpulan.

      Perkembangan     hadits   di   Indonesia    dari   masa   ke   masa   mengalami   banyak
perkembangan.Sebelum abad XVII pembelajaran hadits masih bercampur dengan ilmu-ilmu lain
dan lebih bersifat aplikatif dibanding teori. Hingga abad XX, kajian hadis masih sekedar
pengantar, hal itu terlihat pada beberapa karya muhaddits yang masih banyak mengemukakan
sejarah dibanding kajian analitis. Namun, akhir abad XX kajian hadits lebih dikembangkan lagi
pada aspek kajian analitis dan untuk memenuhuhi kebutuhan akademis.

       Pemikiran ulama Nusantara tidak jauh berbeda dengan pemikiran yang ada di Timur
Tengah. Hal ini disebabkan banyaknya ulama yang menutut ilmu di Mekah dan Madinah
kemudian membawa dan menerapkan ilmunya di Indonesia. Secara umum para ahli hadis
Indonesia ahli pada beberapa disiplin ilmu, tidak hanya terfokus pada bidang hadis saja tetapi
mereka juga banyak menguasai bahasa Arab, fiqh, tafsir dan sebagainya. Sehingga dapat
dikatakan bahwa mereka ahli pada beberapa bidang ilmu. Ulama hadits seperti Kiayi Mahfudz
al-Tirmadzi sangat ahli di bidang fiqh, tafsir dan hadits. Demikian pula Mahmud Yunus yang
juga menguasai bahasa Arab dan tafsir. Hasbi al-Shiddieqy lebih terkenal dalam bidang tafsir
maupun hadits serta beberapa ahli hadits lainnya. Perbedaan keilmuan mereka tentu saja
dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah latar belakang keluarga, pendidikan, dan
utamanya faktor lingkungan


B. Saran-Saran.

       Diharapkan bagi dosen untuk memberikan daftar literatur sesuai pembahasan yang
diberikan kepada setiap kelompok, mengingat kami sangat awam dengan berbagai literatur yang
ada sehingga dalam penulisan kami banyak mengalami banyak kendala.

              .



                                                 12
                                        Daftar Pustaka


azyumardi, a. (1994). "jaringan ulama' timur tengah dan kepulauan nusantara abad keXVII dan XVII"I.
Bandung: mizan cet 1.

ramli, a. w. (2005 M)." perkembangan kajian hadits diindonesia ,studi tokoh dan ormas islam".
conferenci paper makassar: posteraduate program state islamic universitas.

rudliyana, m. d. (2004). "pemikiran ulum al-hadits dari klasik sampai modern". Bandung: pustaka setia
cet 1.




                                                  13

								
To top