SOP KRING RESERSE DIT RESKRIMUM POLDA METRO JAYA

Document Sample
SOP KRING RESERSE DIT RESKRIMUM POLDA METRO JAYA Powered By Docstoc
					    POLRI DAERAH METRO JAYA
DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL UMUM




                            STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
                               Nomor : SOP /   / I / 2012

                                             Tentang

                            REVITALISASI KRING RESERSE


I.   PENDAHULUAN


     1.    Umum.


           a.      Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagai salah satu fungsi
                   operasional Polda Metro Jaya yang bertugas untuk menyelenggarakan penegakan
                   hukum melalui upaya represif terhadap setiap kasus kriminalitas yang terjadi dan
                   dalam pelaksanaan tugasnya selalu berupaya maksimal untuk mengungkapan
                   kasus-kasus kriminalitas yang terjadi secara cepat, tepat, efektif dan efisien.


           b.      Berkembangnya situasi dan kondisi pada era globalisasi dan reformasi yang disertai
                   dengan perkembangan ekonomi yang semakin tidak menguntungkan dan
                   berdampak pada situasi Kamtibmas.


           c.      Untuk mengantisipasi hal tersebut sangat diperlukan tindakan kepolisian refresif
                   yang diemban oleh fungsi reserse melalui kegiatan penyelidikan dan penyidikan
                   dengan prioritas meningkatkan jumlah penyelesaian perkara, dengan mengunakan
                   pola tindak yang tepat, cepat, efektif dan efisien serta menjangkau seluruh wilaya,
                   menggunakan personil, sarana dan prasarana yang ada secara optimal dengan
                   sasaran utama daerah rawan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan
                   pemberatan, pencurian kendaraan bermotor serta 11 jenis kejahatan lainnya yang
                   merupakan crime indek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
                                                                                        d.       Agar …..
                                            2

     d.       Agar dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut, maka perlu disusun Revitalisasi
              Kring Reserse ditingkat Polda, Polres dan Polsek dengan harapan pelaksanaan
              tugas Reserse diseluruh jajaran Polda Metro Jaya dapat dilaksanakan secara
              serentak, solid dan koordiatif.


2.   Dasar.


     a.       Undang-undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.


     b.       Surat Telegram Kapolda Metro Jaya No.Pol : STR/2583/XI/2009 tanggal 11
              Nopember 2009, tentang Rencana Aksi Program Kerja 100 hari Ditreskrimum Polda
              Metro Jaya dan Jajaran.


3.   Maksud dan Tujuan.


     a.       Memberikan pedoman pelaksanaan kepada petugas Kring Reserse dilapangan agar
              dapat bertugas sesuai dengan perananya dan mampu melaksanakan kegiatan
              Kring reserse sesuai yang diharapkan merespond terhadap setiap kasus
              kriminalitas diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.


     b.       Agar setiap petugas Kring Reserse dapat memadukan kekuatan / fungsi Polri
              dengan masyarakat sehingga dapat mengantisipasi dan menindak setiap bentuk
              kejahatan / pelanggaran yang akan dan sudah terjadi, dengan demikian penegakan
              dan penanggulangan gangguan kamtibmas dapat dilakukan secara maksimal.


4.   Pengertian.


     a.       Kring Reserse adalah wilayah Reserse tertentu yang dinilai perlu dijadikan wilayah
              prioritas dalam rangka penangkalan, pencegahan, penyelidikan dan penyidikan
              terhadap kasus-kasus kejahatan yang terjadi maka perlu ditunjuk/ditempatkan
              petugas yang khusus untuk menangani wilayah tersebut.


                                                                           b.      Anggota …..
                                                3

           b.      Anggota Kring Reserse adalah anggota Reserse Polda, Polres dan Polsek yang
                   bertanggung jawab diwilayah Reserse tertentu atau berdasarkan penentuan wilayah
                   Kring Resersenya.


           c.      Sumber Informasi adalah pejabat pemerintah, tokoh masyarakat/ alim ulama,
                   TNI/POLRI dan masyarakat / informan baik yang secara sukarela maupun dengan
                   imbalan dapat berpartisipasi dalam mengantisipasi dan memberantas kejahatan.


      5.   Ruang Lingkup.


           Ruang lingkup Kring Reserse ini meliputi maksud dan tujuan, kriteria sumber informasi,
           penentuan wilayah, hubungan dan tata cara kerja serta pentahapan dan pelaksanaan.


      6.   Tata urut.


           I.      PENDAHULUAN
           II.     PENGGOLONGAN
           III.    PELAKSANAAN
           IV.     PENUTUP




II.   PENGGOLONGAN


      1.   Pembangunan wilayah.
           a.      Wilayah Kring Reserse adalah wilayah yang diprioritaskan untuk menjadi wilayah
                   tugas Kring Reserse.
           b.      Penentuan wilayah Kring Reserse dapat didasarkan atas :
                   1)       Tingginya frekwensi kejahatan pada suatu daerah
                   2)       Padatnya informasi kejahatan pada suatu daerah tertentu, karena itu Kring
                            Reserse dapat berupa:
                            a)     Rawan kejahatan
                            b)     Padat informasi
                            c)     Padat kejahatan dan padat informasi.
                                                                                   c.     Setiap …..
                                          4

     c.     Setiap timbulnya kejahatan pada setiap Kring Reserse selalu dapat termonitor dan
            dapat dilakukan segera.
     d.     Wilayah-wilayah Kring Reserse yang rawan kejahatan :
            Data ploting Kring Reserse Polda, Polres dan Polsek diwilayah Hukum Polda Metro
            Jaya dan sekitarnya terlampir.


2.   Sumber Informasi :
     a.     Pejabat Pemerintah        : Walikota, Kepala Instansi, Camat, Lurah, RT dan
                                       RW dan perangkat pemerintahan lainnya.
     b.     TNI/POLRI                 : Pimpinan dan Anggota Kesatuan TNI/POLRI
     c.     Tokoh Masyarakat          : Alim Ulama, Pengusaha, dan sesepuh masyarakat.
     d.     Informasi Profesional     : Sumber informasi yang memerlukan imbalan uang.
     e.     Informasi Sukarela        : Orang-orang tertentu yang bersedia memberikan
                                       informasi dengan sukarela.


3.   Jenis Kring Reserse.


     a.     Kring Reserse dalam penyelidikan adalah pembinaan dan penggunaan sumber
            informasi disuatu wilayah tertentu oleh Reserse dengan harapan masyarakat
            diwilayah tersebut memberikan partisipasinya untuk menyampaikan informasi
            kepada Reserse baik mengenai hal yang berhubungan dengan terjadinya suatu
            tindak pidana maupun yang berupa petunjuk adanya peluang kejahatan.


     b.     Kring Reserse dalam rangka penyidikan adalah pembinaan dan penggunaan
            sumber informasi disuatu wilayah tertentu oleh Reserse dengan harapan
            masyarakat diwilayah tersebut memberikan partisipasinya dan dapat menimbulkan
            keberanian masyarakat terhadap penjahat, yaitu dalam melaksanakan penindakan
            terhadap penjahat dalam batas – batas tindak main hakim sendiri.




                                                                    III.   PELAKSANAAN …..
                                               5

III.   PELAKSANAAN


       1.   Pemanfaatan Anggota.


            a.     Seluruh anggota Reserse Polda, Polres dan Polsek dibagi habis untuk daerah
                   rawan kejahatan dan padat informasi diwilayah Hukum Polda Metro Jaya.
            b.     Anggota yang diberikan tanggung jawab pada suatu Kring Reserse harus dapat
                   memahami karakteristik masyarakat setempat.
            c.     Pergantian anggota dilaksanakan 12 bulan 1 kali, hal ini dilakukan untuk
                   menghindari:
                    1)    Kejenuhan anggota.
                    2)    Terbuka arus lingkungan yang merugikan.
                    3)    Agar dapat memahami karakteristik masyarakat setempat.


       2.   Pentahapan Kegiatan.
            a.     Tahap Persiapan.
                   1)     Evaluasi daerah untuk menentukan daerah padat kejahatan, padat
                          Informasi, padat kejahatan dan padat informasi sehingga perlu dijadikan
                          daerah Kring Reserse.
                   2)     Penentuan petugas sesuai dengan Kring Reserse yang telah ditunjuk
                          dengan memperhatikan tempat tinggal petugas, latar belakang bidang
                          tugas dan sarana yang dimiliki.
                   3)     Identitas jenis kerawanan daerah Kring Reserse dan informasi –informasi
                          yang mungkin didapat
                   4)     Inventarisasi pendataan, seleksi dan pembinaan sumber informasi.
                   5)     Pemahaman karakteristik pada Kring Reserse termasuk :
                          a)       Tentukan cara hidup masyarakat.
                          b)       Waktu/jam, jam rawan.
                          c)       Waktu penduduk berada di rumah.
                          d)       Dimana dapat dilakukan / diadakan kontak.
                   6)     Pembekalan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.




                                                                               7)   Penentuan …..
                                   6

     7)      Penentuan hubungan dan tata cara kerja :


            a)       Terhadap Kring Reserse haru ditunjuk suatu Titik Pertemuan
                     Kembali (Pos Jaga), Kantor Pemerintah, Kantor Swasta, Pos Polisi
                     dan Lain-lain yang memiliki sarana hubungan kontak seperti HP,
                     telephon, pager, HT
            b)       Setiap Kring Reserse harus memiliki sarana komunikasi seperti HP,
                     telepon,pager atau HT.
            c)       Setiap Kring Reserse harus ada sistem pelaporan dan perintah
                     yang khusus untuk Kring Reserse yang dilakukan sederhana dan
                     mudah dilaksanakan anggota.
            d)       Sumber informasi dalam suatu Kring Reserse merupakan
                     komponen organisasi yang otonom dan kait mengkait dengan Kring
                     Reserse yang lain.
            e)       Organisasi antar Kring Reserse merupakan jaringan yang bersifat
                     kerucut dan berlapis.
            f)       Adanya komunikasi secara periodik antara Reserse dengan
                     sumber informasi secara tertutup.
            g)       Bentuk komunikasi antar Reserse dengan sumberinformasi dapat
                     digunakan dengan menggunakan sandi-sandi yang berlaku untuk
                     Kring Reserse tersebut.
            h)       Melaksanakan koordinasi dengan Bintara Kamtibmas, Babinsa,
                     ketua   LKMD,     Pengurus    Rt/Rw   dalam   menyelenggarakan
                     Siskamling.


b.   Tahap Aplikasi dan Evaluasi


     1)      Anggota yang ditunjuk melaksanakan menempati Posnya masing-masing
             dan mulai menerapkan HTCK yang telah disusun.
     2)      Anggota diwajibkan untuk menghubungi sumber informasi yang telah
             ditunjuk dan membentuk jaringan pemantapan informasi kriminil.




                                                                    3)        Dalam …..
                            7

3)   Dalam rangka prefentif :
     a)      Sebagai daerah pemantauan/observasi Reserse
     b)      Merupakan upaya dukungan bagi kegiatan observasi dan
             surveilance.
4)   Dalam rangka penyelidikan :
     a)      Melakukan komunikasi langsung maupun tidak langsung antara
             anggota Reserse dengan sumber informasi.
     b)      Mengadakan pengawasan terhadap orang-orang yang dicurigai
             dan dalam pencarian (DPO).
     c)      Pelaporan secara cepat tepat dan aktual mengenai gejala-gejala
             yang timbul dari sumber informasi tentang adanya peluang
             kejahatan atau pelaku kejahatan.
     d)      Merupakan upaya dukungan untuk memperoleh bukti permulaan,
             saksi dan pembatalan alibi serta dukungan bagi kegiatan obsevasi
             dan surveilance.
5)   Dalam rangka penyidikan
     a)      Memberikan laporan dengan cepat dan tepat berdasarkan fakta-
             fakta dilapangan tentang kegiatan melalui kegiatan / komunikasi
             tertutup.
     b)      Secara tertutup ikut mengamankan TKP dan membantu dalam
             upaya pencarian, pengejaran tersangka dan pencarian barang
             bukti.
     c)      Secara aktif melakukan penyelidikan untuk dapat menangkap
             pelaku kejahatan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat
             untuk berani memerangi panjahat tanpa ekses menghakimi sendiri
6)   Dalam masa aplikasi dilakukan ujicoba sistim laporan dan pemberian
     perintah.
7)   Evaluasi dilakukan sebulan sekali dihadapan Kadit Serse dan paraKasat
     Serse, Kanit Serse Polda dan Kasat Serse Polres.




                                                        3.      Pimpinan …..
                                                8

      3.     Pimpinan dan tanggung jawab.


             a.      Anggota Reserse bertanggung jawab atas wilayah Kring Reserse yang menjadi
                     tanggung jawabnya dalam menurunkan frekwensi kejahatan yang terjadi.
             b.      Kadit Serse dan para Kasat serta Kanit bertanggung jawab secara berlapis atas
                     penyelenggaraan Kring Reserse diwilayahnya masing-masing.




IV.   PENUTUP


             Demikian Standar Operasional Prosedur (SOP) ini dibuat sebagai sebagai pedoman bagi
      setiap anggota Reserse dalam melaksanakan tugas Kring Reserse.




                                             Ditetapkan di : Jakarta
                                             Pada tanggal :            Januari     2012

                                               DIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA




                                               Drs. GATOT EDDY PRAMONO, M.Si.
                                             KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65060657

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:0
posted:5/28/2013
language:Unknown
pages:8
Siti Ngaisah Siti Ngaisah Pub http://www.google.com
About am a nice girl