Docstoc

Gangguan Kecemasan Pada Anak

Document Sample
Gangguan Kecemasan Pada Anak Powered By Docstoc
					STUDI KASUS Anak dengan Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR ........................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................. A. Latar Belakang................................................................... B. Tujuan................................................................................ C. Sasaran............................................................................... D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ......................................... E. Sistematika Penulisan Laporan ........................................... BAB II LANDASAN TEORITIS ........................................................ A. Definisi dan Tipe-tipe Gangguan Kecemasan ..................... B. Gejala-gejala Gangguan Kecemasan Umum ....................... C. Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Kecemasan .................. BAB III IDENTIFIKASI KASUS ........................................................ A. Identitas Anak .................................................................... B. Riwayat Anak..................................................................... BAB IV PELASANAAN BIMBINGAN KONSELING ....................... A. Diagnostik Kasus ............................................................... B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan............................. C. Hasil Treatment dan Layanan ............................................. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... A. Kesimpulan........................................................................ B. Saran .................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ i ii 1 1 2 2 3 3 4 4 6 8 10 10 11 13 13 13 14 15 15 16 17

i

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kecemasan tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat dirasakan pula oleh anak. Pada saat-saat tertentu kecemasan yang merupakan hal yang normal bahkan dapat menolong seseorang terhadap ancaman atau sesuatu yang membahayakan mereka. Misalnya saja berupa reaksi ketakutan terhadap ketinggian, orang asing, atau sesuatu yang mengancam jiwa. Kecemasan ini sebenarnya bisa dijadikan untuk melindungi diri dari segala sesuatu yang membahayakan. Kecemasan yang dialami anak biasanya berupa reaksi ketakutan akan gelap, lingkungan yang baru atau sesuatu yang baru, keterpisahan dengan orang terdekatnya, juga yang berkaitan dengan tugas sekolah yang diberikan. Fakta yang terjadi bahwa antara 9 sampai 15 persen anak dan remaja di Amerika mengalami gejala kecemasan yang menganggu kegiatan atau rutinitas keseharian mereka. Anak dan remaja yang mengalami kecemasan ini beresiko mengalami underachievement di sekolah yakni ditunjukkan dengan tidak adanya motivasi berprestasi, merasa tidak berharga, dan permasalahan dengan kejiwaan terhadap orang dewasa, terutama berkaitan dengan depressi dan gangguan kecemasan. Ketika strategi pemecahan masalah gagal dilakukan oleh anak ataupun remaja, dan kecemasan yang dialami menjadi cukup berat untuk ditangani maka akan menyebabkan keadaan yang sulit terhadap mereka. Keadaan yang sulit ini

1

akan berpengaruh terhadap rutinitas mereka baik di sekolah, aktivitas sehari-hari, atau hubungan dengan teman-temannya. Yang kemudian dapat dikatakan bahwa anak dan remaja tersebut mengalami masalah kecemasan atau anxiety disorder. Untuk itulah dibutuhkan suatu pendekatan untuk membantu anak-anak yang mengalami gangguan kecemasan ini supaya mereka dapat memaksimalkan potensi diri dan meningkatkan prestasinya. Pendekatan ini yaitu dengan adanya bimbingan konseling berupa layanan / treatment yang sesuai dengan kebutuhannya.

B. Tujuan Salah satu tujuan kegiatan bimbingan dan konseling untuk anak ini adalah sebagai pembelajaran bagi kami, mahasiswa yang khususnya tengah mempelajari mata kuliah Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung dari lapangan dengan melakukan praktek secara langsung melakukan bimbingan dan konseling dengan menentukan langkah penanganan yang tepat dengan kondisi anak yang mengalami kesulitan atau permasalahan tersebut.

C. Sasaran Bimbingan konseling yang dilakukan saat ini dikhususkan bagi anak yang mengalami masalah gangguan kecemasan, atau dalam istilah psikologi disebut Anxiety Disorder.

2

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan bimbingan dan konseling kali ini, dilakukan di TK Kenanga, yang tepatnya berada di Desa Kertaraharja Kecamatan Panumbangan. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni 2009.

E. Sistematika Penulisan Laporan Laporan Studi Kasus ini diawali dengan Bab I Pendahuluan yang berisikan Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Tempat dan Waktu Pelaksanaan serta dijelaskan mengenai Sistematika Penulisan Laporan untuk mempermudah penjelasan dan alur penulisan laporan. Bab II Landasan Teoritis, yang akan memperkuat dan sebagai landasan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dan penulisan lapporan. Bab ini membahas mengenai definisi, tipe-tipe, gejala dan faktor-faktor penyebab gangguan kecemasan. Bab III Identifikasi Kasus, yang akan menjelaskan identitas anak dan riwayat perkembangan anak. Bab IV Pelaksanaan Bimbingan Konseling, yang akan memaparkan layanan atau tindakan (treatment) yang dilakukan beserta hasil yang diperoleh dari treatment tersebut. Bab VI Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dan saran berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan.

3

BAB II LANDASAN TEORITIS

A. Definisi dan Tipe-tipe Gangguan Kecemasan Menurut Ismira Dewi, anxiety disorder atau gangguan kecemasan merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang sehingga menimbulkan perasaan cemas dan khawatir secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kecemasan dapat terjadi dalam berbagai situasi dan kondisi, termasuk didalamnya adalah ketakutan yang besar terhadap beberapa kondisi, yang kemudian dikenal dengan sebutan gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD). Gangguan kecemasan umum ini ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan. Keadaan ini membuat seseorang akan sulit mengendalikan ketakutan yang muncul saat itu. Dr. Evalina Asnawi Hutagalung, Sp.Kj. menjelaskan bahwa anxietas adalah perasaan yang difius, yang sangat tidak menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan, sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya.

4

Di dalam Rangkuman Mata Kuliah PGTK2404 Penanganan Anak Berkelainan (Anak dengan Kebutuhan Khusus) yang diterbitkan Universitas Terbuka, diuraikan bahwa kecemasan merupakan ketakutan akan hal-hal yang akan dialami di masa depan dan keadaan tersebut mempengaruhi individu dalam berbagai area fungsional. Kecemasan memiliki tiga komponen dasar, yaitu keadaan subjektif, respons tingkah laku, dan respons fisiologis. Derajat kecemasan yang tinggi terjadi pada anak usia antara dua dan enam tahun. Dalam jumlah tertentu, kecemasan adalah sesuatu yang normal. Kecemasan baru disebut sebagai gangguan jika terdapat pengalaman yang intens, tidak rasional, dan perasaan tidak mampu untuk mengatasi. Terdapat beberapa tipe gangguan kecemasan, yaitu : 1. Fobia Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda, binatang ataupun peristiwa tertentu, sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. Fobia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: a. Fobia Spesifik Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda, atau peristiwa traumatik tertentu, misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia), ketakutan terhadap ketinggian (acrofobia), ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia), fobia terhadap kancing baju, dsb. b. Fobia Sosial Ketakutan berlebih pada kerumunan atau tempat umum. ketakutan ini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik bagi individu pada saat

5

ada dalam kerumunan atau tempat umum. Misalnya dipermalukan didepan umum, ataupun suatu kejadian yang mengancam dirinya pada saat diluar rumah. 2. Obsesif Kompulsif Obsesif adalah pemikiran yang berulang dan terus-menerus. Sedangkan kompulsif adalah pelaksanaan dari pemikirannya tersebut. 3. Post Traumatik-Stress Disorder (Gangguan Stress Pasca Trauma) PTSD merupakan kecemasan akibat peristiwa traumatik yang biasanya dialami oleh veteran perang atau orang-orang yang mengalami bencana alam. 4. Generalized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Tergeneralisasikan) Tanda-tanda; kecemasan kronis terus menerus rnencakup situasi hidup (cemas akan terjadi kecelakaan, kesulitan finansial). Ada keluhan somatik: berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas, hiperaktivitas sistem saraf otonomik. 5. Gangguan Panik Tanda-tanda: sekonyong-sekonyong sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman.

B. Gejala-gejala Gangguan Kecemasan Umum Anak dan remaja dengan gangguan kecemasan secara umum atau generalized anxiety disorder (GAD) sering terbelenggu dalam kekhawatiran terhadap kesuksesan dan kemampuan mereka guna mendapatkan pengakuan dari

6

orang lain. Dalam hal ini anak menerapkan target yang cukup tinggi dalam mengerjakan tugasnya agar diperoleh hasil yang sempurna. Pencapaian target tersebut muncul karena adanya perasaan ketakutan yang cukup mendalam, ketakutan akan gagal, ditolak, dihina taupun diejek oleh lingkungannya. Adanya tuntutan yang berlebih ini kurang didukung dengan perasaan dan keadaan dirinya karena mereka memiliki keragu-raguan yang besar dan tidak yakin atas kemampuannya, bahkan mengkritik dirinya dengan menilai kelemahan yang ada dalam dirinya. Selain itu anak juga menunjukkan perilaku yang kaku dan kekhawatiran yang berlebih terhadap suatu aturan. Sebagian anak menunjukkan sikap pemalu, dan tidak merasa nyaman dengan suatu hobbi atau kegiatan rekreasi bersama. Tidak jarang diantara mereka menyadari bahwa keadaan dan kekhawatiran yang dialami lebih disebabkan karena situasi yang sedang terjadi, namun mereka tidak dapat menghentikan kecemasannya tersebut. Berikut ini bentuk perilaku dari gangguan kecemasan umum atau GAD (generalized anxiety disorder) pada anak-anak : • • • • • • • • Gelisah, gemetar, berkeringat; Jantung berdegup kencang, sesak nafas; Sering buang air kecil; Sulit berkonsentrasi; Menangis, marah (tantrum), berdiam diri, ketakutan, tergantung; Mudah merasa lelah; Pemalu yang berlebihan; Merasa ingin melarikan diri dari tempat tersebut;

7

•

Menghindari interaksi dengan orang baru, dan merasa menderita dengan lingkungan sosial yang baru.

Gangguan kecemasan umum pada anak ini biasanya terjadi dan menetap selama enam bulan dan berpengaruh pada perilaku sehari-hari baik di rumah, sekolah, atau dengan teman-temannya.

C. Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Kecemasan Gangguan cemas mempunyai penyebab multifaktorial, faktor biologis, psikologis, dan sosial. Faktor biologis kecemasan akibat reaksi syaraf otonom yang berlebihan dan terjadi pelepasan katekholamine. Dilihat dari aspek psikoanalisis kecemasan dapat terjadi akibat impulsimpuls bawah sadar yang masuk ke alam sadar. Mekanisme pertahanan jiwa yang tidak sepenuhnya berhasil dapat menimbulkan kecemasan yang mengambang, displacement dapat mengakibatkan reaksi fobia, reaksi formasi, dan undoing dapat mengakibatkan gangguan obsesi kompulsif. Sedangkan ketidakberhasilan represi mengakibatkan gangguan panik. Dari pendekatan sosial, ansietas dapat disebabkan karena frustasi, konflik, tekanan atau krisis. Menurut psikolog anak dr. Devita Kusindiati, M.Psi. ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami kecemasan antara lain : 1. Merasa tidak aman, 2. Orang tua/guru tidak konsisten dalam mendidik atau mengasuh anak sehingga membuat anak bingung dan cemas, 3. Orangtua yang perfeksionis,

8

4. Pola asuh permisif (permissiveness), 5. Banyak dikritik oleh orang tua atau teman sebaya, 6. Frustasi yang berlebihan. Secara umum bisa disimpulkan bahwa kecemasan timbul akibat adanya respons terhadap kondisi stres atau konflik. Rangsangan berupa konflik, baik yang datang dari luar maupun dalam diri sendiri akan menimbulkan respons dari sistem saraf yang mengatur pelepasan hormon tertentu. Akibat pelepasan hormon tersebut, maka muncul perangsangan pada organ-organ seperti lambung, jantung, pembuluh daerah maupun alat-alat gerak. Karena bentuk respons yang demikian, penderita biasanya tidak menyadari hal itu sebagai hubungan sebab akibat. Apakah seseorang akan mengalami anxietas atau tidak dan berapa beratnya, sangat tergantung pada berbagai faktor. Faktor itu ada yang bersumber pada keadaan biologis, kemampuan beradaptasi/mempertahankan diri terhadap lingkungan yang diperoleh dari perkembangan dan pengalamannya, serta adaptasi terhadap rangsangan, situasi atau stressor yang dihadapi.

9

BAB III IDENTIFIKASI KASUS

A. Identitas Anak a. Data Anak Nama : Heni Herawati Jenis Kelamin : Perempuan TTL : Ciamis, 13 Mei 2004 Anak ke : 2 Agama : Islam Nama Sekolah : TK Kenanga Kertaraharja Kelas : A Alamat : Kertaraharja

b. Data Orangtua Nama Ayah (kandung) : Didin Samsudin TTL : 30 Mei 1971 Agama : Islam Pendidikan : S1 Pekerjaan : Guru Alamat : Kertaraharja Nama Ibu (kandung) : Sari Mulyani TTL : 25 Februari 1975 Agama : Islam

10

Pendidikan : S1 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Kertaraharja

B. Riwayat Anak a. Riwayat Kelahiran Kehamilan Mengalami keguguran sebelumnya ? Tidak Merasa bingung/ sedih/ kesal karena : Tidak Anak tergolong yang diinginkan ? ya/ tidak/ tidak tahu : Ya Kelahiran Umur kandungan : Cukup Saat kelahiran : Biasa dengan cara : Normal Tempat kelahiran : Di bidan Ditolong oleh : Bidan Berat badan bayi : 2,9 Kg Panjang badan bayi : ……...... b. Riwayat Makanan Menetek ibu hingga umur : 2 Tahun Minum susu kaleng dari umur : 2 Tahun Hingga umur : sekarang Kualitas makanan : Baik Kuantitas makanan : Cukup Kesukaran pemberian makanan berupa : ............ c. Riwayat Perkembangan Fisik Telungkup : ........... bulan; duduk : ........... bulan; berdiri : ........... bulan; berjalan : ........... bulan

11

Berbicara kata-kata pertama : ........... bulan Berbicara dengan kalimat lengkap : ........... bulan Kesulitan dalam berbahasa : ........... Bulan Kesulitan dalam gerak : ........... bulan Riwayat kesehatan : ........... Anak mudah sakit : ........... Pernah dirawat selama: ........... karena sakit : ........... Memiliki penyakit yang sering kambuh: ........... d. Faktor Sosial dan Personal Hubungan dengan saudara (kandung/ tiri/ angkat) : Baik Hubungan dengan teman : Cukup Hobi : ........... Minat : ........... Aktivitas rekreasi : Bermain Sikap orangtua terhadap anak : Baik Penerimaan dan tanggungjawab : Baik Sikap terhadap masalah belajar : Baik e. Riwayat Pendidikan Masuk TK umur : 4 tahun Kesulitan / Masalah : Gangguan Kecemasan Bantuan yang pernah diterima anak : Belum Sikap anak terhadap guru : Baik Sikap anak terhadap sekolah : Cukup

12

BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING

A. Diagnostik Kasus Dari hasil observasi diperoleh hasil bahwa kasus memiliki masalah gangguan kecemasan. Menurut pengakuan orangtuanya selama beberapa bulan terakhir anak memang menunjukkan beberapa tanda-tanda gejala kecemasan seperti menjadi mudah menangis dan marah, mudah merasa lelah, dan menghindari berinteraksi dengan orang-orang yang baru, padahal sebelumnya anak tidak seperti itu.

B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan Beberapa treatment dan layanan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah : • • • • • Menenangkan anak dengan memberi keyakinan pada anak. Melatih anak untuk melakukan relaksasi. Memandu anak untuk berfikir positif atau sesuatu yang menyenangkan anak. Mendorong anak untuk mengekspresikan perasaannya, Meningkatkan kemampuan anak untuk memahami dan memecahkan masalah yang dihadapinya. • • Mendorong anak mengekspresikan perasaannya. Menyarankan orangtua untuk melakukan konsultasi lebih lanjut kepada psikiater atau dokter anak untuk penanganan yang lebih memadai.

13

C. Hasil Treatment dan Layanan Mengatasi anak dengan gangguan kecemasan memerlukan proses yang lama dan membutuhkan kesabaran. Namun demikian dari serangkaian treatment / bimbingan yang diberikan, anak sudah menunjukkan suatu perubahan positif, tingkat kecemasan pada diri anak sudah mulai berkurang. Namun demikian tetap disarankan agar orangtua melakukan konsultasi dengan pihak yang lebih berkompeten seperti dokter anak atau psikiater anak.

14

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Kecemasan merupakan suatu sensasi aphrehensif atau takut yang menyeluruh. Dan hal ini merupakan suatu kewajaran atau normal saja, akan tetapi bila hal ini terlalu berlebihan maka dapat menjadi suatu yang abnormal. Ciri penderita gangguan kecemasan antara lain : Ciri Fisik : 1. Gelisah 2. Berkeringat 3. Jantung berdegup kencang 4. Ada sensasi tali yang mengikat erat pada kepala 5. Gemetar 6. Sering buang air kecil Ciri Perilaku : 1. Perilaku menghindar 2. Perilaku dependen Ciri Kognitif 1. Merasa tidak bisa mengendalikan semua 2. Merasa ingin melarikan diri dari tempat tersebut 3. Serasa ingin mati

15

B. Saran Hendaknya orangtua dapat lebih peka terhadap keadaan atau perubahan yang sedang dialami oleh anak. Berbicara secara langsung merupakan salah satu cara yang paling efektif dan memiliki pengaruh luas terhadap jiwa anak. Membicarakan mengenai kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan mereka, diharapkan akan sangat membantu meringankan beban yang dialami. Orangtua dapat pula menyampaikan pada mereka bahwa orang lain juga pernah mengalami hal yang serupa. Disamping itu juga orangtua dapat memberikan dorongan dan semangat dengan menggali potensi atau keahlian dalam diri anak. Sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuannya dan tidak lagi merasa malu atau minder dengan keadaannya. Melalui berbicara ataupun berinterkasi dengan anak diharapkan nantinya kecemasan yang muncul dapat berkurang bahkan hilang. Gangguan kecemasan umum hendaknya ditangani dengan melibatkan bantuan terapis, dokter, pihak sekolah, maupun keluarga. Adanya keterbukaan dan komunikasi baik antara keluarga, sekolah, dan profesional yang lain dapat meningkatkan kualitas hidup pada anak dan remaja yang sedang mengalami kecemasan.

16

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Rangkuman Mata Kuliah: PGTK2404 Penanganan Anak Berkelainan (Anak dengan Kebutuhan Khusus). http://pustaka.ut.ac.id/ Evalina Asnawi Hutagalung, Dr., Sp.KJ. 27 Oktober 2007. Makalah: Tatalaksana Diagnosis dan Terapi Gangguan Anxietas. http://www.idijakbar.com/ prosiding/gangguan_anxietas.htm Husnul Mubarak, S.Ked. 28 Desember 2008. Artikel: Gangguan Cemas. http:// cetrione.blogspot.com/2008/12/gangguan-cemas.html Ismira Dewi. 17 Juli 2008. Artikel: Anxiety Disorder: Dapat Dialami Pula oleh Anak dan Remaja. http://www.kabarindonesia.com Josetta Maria Remila Tupattinaja, Dra. 2003. Cemas: Normal Atau Tidak Normal. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Suryadi, Drs. 2007. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini. Singgih D. Gunarsa, Dra. 1978. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Y. Titik Kristiyani, S.Psi. 25 Juni 2008. Artikel: Bermain, Atasi Kecemasan Anak. http://www.kompas.com

17


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:13589
posted:11/11/2009
language:Indonesian
pages:19