Docstoc

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP APENDIKSITIS

Document Sample
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP APENDIKSITIS Powered By Docstoc
					                            LAPORAN PENDAHULUAN
                    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
            DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP APENDIKSITIS


A. KONSEP DASAR
PENGERTIAN
            Apendisitis adalah peradangan dari apendiks dan merupakan penyebab
      abdomen akut yang paling sering. (Arief Masjoer dkk, 2000).
            Appendiksitis adalah peradangan dari appendik, saluran sempit yang meluasa
      dari bagian inferior (Sharon Mentik, 1996 : 1150).
            Appendiksitis adalah peradangan pada appendik yang mengenai semua
      lapisan dinding organ tersebut. (Syivia A Price, 1995 : 401)


PATOFISIOLOGI

           Biji-bijian yang           Infeksi luar usus buntu              Tumor
         terperangkap di dlm
                lumen




                                            Appendicitis


                Pre Op                                          Post Op

Penyempitan pada       Obstruksi /         Perubahan status                Nyeri
lumen usus buntu      pembuntuan              kesehatan
                                                                          Intoleransi aktivitas

                       Keradangan                                         Perubahan pola tidur
    Inflamasi
                                                                          Cemas
                      Peningkatan
                      suhu tubuh


                         Anorexia


                   Resiko tinggi defisit
                     volume cairan
GEJALA KLINIS
              Keluhan appendisitis biasanya bermula dari nyeri dibawah ambilikis atau
     periumbilikus yang berhubungan dengan muntah. Dalam 2 – 12 Jam nyeri akan
     beralih ke kuadran kanan bawah yang akan menetap dan diperberat bila berjalan
     atau batuk. Terdapat juga keluhan anoreksia, malaise, dan demam yang tidak terlalu
     tinggi. Biasanya juga terdapat konstipasi, tetapi kadang-kadang terjadi diare, mual,
     muntah


PEMERIKSAAN PENUNJANG
        Leucotye diatas 12.000 / mm3
        Trombosit
        Erytrosite
        Pemeriksaan urine


PENATALAKSANAAN
     Post Op
         Perlu dilakukan observasi tanda-tanda vital untuk mengetahui terjadinya
     perdarahan di dalam, syok, hypertermia, atau gangguan kesadaran.
         Pasien dikatakan baik bila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan, selama itu
     pasien dipuasakan. Kemudian berikan mimum mulai 15 ml/jam selama 4-5 jam lalu
     naikkan menjadi 30 ml/jam, keesokan harinya diberikan makanan saring dan hari
     berikutnya diberikan makanan lumak.
         Satu hari pasca operasi pasien dianjurkan untuk duduk tegak ditempat tidur
     selama 2 x 30 menit. Pada hari kedua pasien dapat berdiri dan duduk diluar kamar.
     Hari ke-7 jahitan dapat diangkat.


B. ASUHAN KEPERAWATAN
  Asuhan Keperawatan Merupakan tindakan metode yang digunakan untuk memecahkan
  masalah dalam upaya memperbaiki atau memelihara klien sampai ketahap optimal
  melalui suatu pendekatan yang sistematis untuk mengenal klien untuk memenuhi
  kebutuhannya.
  I. PENGKAJIAN
     Pengumpulan data
     1. Identitas
         Meliputi nama, umur, jenis kelamin, suku bangsa, pekerjaan, pendidikan,
         alamat, tanggal MRS, dan diagnosa medis.
2. Keluhan Utama
    Biasanya klien mengeluh sakit (nyeri) perut kanan bawah, anoreksia dan suhu
    tubuh febris 37,5oC – 38oC.
3. Riwayat Penyakit sekarang.
    Pada umumnya penderita mengeluh nyeri perut kanan bawah post op,
    anoreksia, sering mual disertai panas meningkat
4. Riwayat Penyakit dahulu
    Biasanya klien dengan appendik akan mengalami nyeri di perut, kanan bawah
    yang hebat dan berulang sulit BAB
5. Riwayat kesehatan keluarga
    Di dalam anggota keluarga yang lainnya tidak ada yang pernah menderita
    penyakit yang seperti diderita klien saat ini.
6. Pola-pola fungsi
    a. Pola Nutrisi dan Metabolisme
       Kebutuhan nutrisi kurang karena adanya muntah, mual, anoreksia
    b. Pola Eliminasi
       Perubahan pola eliminasi, mengalami konstipasi, diare (kadang-kadang)
    c. Pola Istirahat dan Tidur
       Klien mengalami gangguan (< 8 jam / hari) karena klien mengalami nyeri
       abdomen post op.
    d. Pola aktivitas dan latihan
       Aktivitas klien terganggu karena lemah dan malaise
    e. Pola Perspesi dan Konsep diri
       Klien merasa cemas dan gelisah dengan perubahan yang dialami.
    f. Pola Sensorik dan Kognitif.
       Ada keluhan nyeri abdomen sekitar post op yang meningkat berat
Pemeriksaan Fisik
   Inspeksi
    Inspeksi daerah abdomen post op tampak balutan pada perut kanan bawah
   Auskultasi
    Peritaltik mungkin berkurang, tetapi biasanya normal
   Palpasi
    Nyeri berasal dari perut kanan bawah karena luka jahitan
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
  1. Nyeri (akut) berhubungan dengan
  2. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan anoreksia,
      muntah, demam, mual
  3. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan, status kesehatan, faktor
      fisiologis


III.PERENCANAAN
     Diagnosa 1
      Nyeri (akut) berhubungan dengan
     Tujuan :
      Nyeri hilang atau terkontrol
     Kriteria Hasil :
      -   Nyeri berkurang
      -   Skala nyeri O
      -   Klien tidak menyeringai
     Rencana Tindakan
      1. Kaji ulang tingkat atau skala nyeri
      2. Jelaskan sebab-sebab timbulnya nyeri
      3. Beri penjelasan tentang manfaat dan tehnik relaksasi, distraksi dan anjurkan
          untuk melakukan tehnik tersebut
      4. Kolaborasi dengan medis dalam pemberian analgesik dan antibiotik
     Rasional
      1. Untuk mengetahui atau menentukan tingkat keparahan.
      2. Menambah tingkat pengetahuan individu tentang penyakitnya.
      3. Meningkatkan pengetahuan individu dan dapat mengantisipasi lebih awal
          bila timbul nyeri.
      4. Membantu untuk mengatasi nyeri dan antibiotik diperlukan untuk
          mencegah dan mengatasi infeksi.


     Diagnosa 2
      Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan anoreksia,
      muntah, demam, mual
     Tujuan :
      Kebutuhan volume cairan terpenuhi.
   Kriteria Hasil :
    -   Kebutuhan volume cairan terpenuhi
    -   Mampu menyebutkan dampak dari anoreksia, mual, muntah
    -   Menerima dan mau dilakukannya tindakan untuk mengurangi muntah,
        anoreksia
   Rencana Tindakan
    1. Berikan intake nutrisi dan cairan yang adekuat.
    2. Jelaskan dampak yang dapat ditimbulkan dari anoreksia, muntah.
    3. Jelaskan pada individu tentang tehnik relaksasi sebelum makan.
    4. Awasi tanda vital, membran mukosa dan turgor kulit.
   Rasional
    1. Nutrisi yang adekuat dapat meningkatkan daya tahan tubuh individu.
    2. Adanya anoreksia, muntah dapat menyebabkan resiko kurang volume cairan.
    3. Untuk mengurangi perasaan tegang pada lambung.
    4. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi.


   Diagnosa 3
    Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan, status kesehatan, faktor
    fisiologis
   Tujuan :
    Cemas berkurang dan mau menerima perubahan pada dirinya.
   Kriteria Hasil
    -   Mau dan menerima dilakukannya tindakan untuk mengurangi kecemasan.
    -   Mampu menyebutkan penyebab dari kecemasan.
   Rencana Tindakan
    1. Berikan informasi tentang penyakit dan antisipasi tindakan.
    2. Jelaskan tentang pentingnya istirahat yang cukup.
    3. Evaluasi tingkat kecemasan (ringan, sedang, berat).
    4. Berikan aktivitas yang dapat mengurangi ketegangan (Aktivitas fisik).
   Rasional
    1. Untuk mengurangi tingkat kecemasan individu.
    2. Istirahat cukup dapat mengurangi ketegangan .
    3. Untuk mengetahui tingkat kecemasan klien.
    4. Dapat menurunkan tingkat ansietas dan mengurangi ketegangan.
IV. IMPLEMENTASI
  Implementasi yang dimaksud adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana
  perawatan, meliputi tindakan perawatan yang direncanakan oleh perawat,
  melaksanakan advis dokter dan ketentuan rumah sakit.


V. EVALUASI
  Perbandingan yang sistematis dari rencana tindakan masalah kesehatan dengan
  tujuan yang telah ditetapkan dilakukan dengan cara berkesinambungan dengan
  melibatkan klien dan tenaga kesehatan yang lain. (Nasrul effendi, 1995)
                                DAFTAR PUSTAKA




-   Arif Mansjoer dkk (2000), kapita Selekta Kedokteran, Jakarta, Media Aesculapius,
           FKUI.
-   Pedoman Diagnosa dan Terapi, lab / UPF Ilmu Bedah, 1994 rumah sakit Umum
           Daerah Soetomo, Surabaya.
-   Marlyn E. Doenges (2001), Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta, 1994.
-   Nasrul Effendi (1995), Pengantar Proses Keperawatan, Jakarta EGC.
-   Carpenito Lynda Juail (2000), Diagnosa Keperawatan, Jakarta, EGC.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/27/2013
language:Unknown
pages:7
bayu ajie bayu ajie
About ingin download tapi tidak bisa? hubungi: zuperbayu at yahoo.com