kegiatan

Document Sample
kegiatan Powered By Docstoc
					ndonesian to Indonesian
noun
1. aktivitas; usaha; pekerjaan;
source: kbbi3

2. kekuatan dan ketangkasan (dl berusaha); kegairahan;
source: kbbi3

Related Word(s)
giat, bergiat, menggiatkan, mempergiat, mempergiatkan, pegiat, kegiatan, berkegiatan,
penggiat, penggiatan,




Kegiatan adalah suatu peristiwa atau kejadian yang pada umumnya tidak dilakukan secara terus
menerus. Penyelenggara keitan itu sendiri bisa merupakan badan, instansi pemerintah, organisasi,
orang pribadi, lembaga, dll. Biasanya kegiatan dilaksanakan dengan berbagai alasan tertentu, mulai
dari peringatan ulang tahun sebuah organisasi, kampanye sebuah partai politik, atau bahkan sosialisasi
sebuah kebijakan pemerintah.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi kegiatan:

# ISTILAH PERPAJAKAN
Kegiatan adalah keikutsertaan dalam suatu rangkaian tindakan, termasuk mengikuti rapat, sidang,
seminar, workshop, pendidikan, pertunjukan, dan olahraga

# KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Kegiatan adalah aktivitas, usaha, pekerjaan atau kekuatan dan ketangkasan serta kegairahan

# UU RI NO 15 TH 2006
Kegiatan adalah sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personel (sumber
daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa
atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran
(output) dalam bentuk barang / jasa

# ABDUL HALIM
Kegiatan bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai
bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri atas sekumpulan tindakan

# RAMLAN. S
Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai
bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program

# ISTIMAWAN DIPOHUSODO
Suatu kegiatan merupakan sebuah operasi individu yang untuk kegunaannya dalam penjadwalan dapat
dipandang sebagai suatu satuan kegiatan terkecil yang tidak dirinci lagi

# NAFRON HASJIM, DENDY SUGONO, NURBAITI DJAMALUS
Kegiatan adalah suatu perilaku yang dikerjakan secara sungguh - sungguh dan terencana untuk
mencapai suatu tujuan

# SYAFARUDIN
Kegiatan adalah upaya yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu

# JOS DANIEL PARERA
Kegiatan merupakan semua tingkah laku yang terjadi dalam interaksi berbahasa



English to English
noun
1. A glucoside resembling, but distinct from, quercitrin. Rutin is found in the leaves
of the rue (Ruta graveolens) and other plants, and obtained as a bitter yellow
crystalline substance which yields quercitin on decomposition.
source: webster1913

Indonesian to Indonesian
2. 1 prosedur yg teratur dan tidak berubah-ubah; 2 hal membiasanya prosedur,
kegiatan, pekerjaan, dsb: rapat koperasi itu bersifat -- dan tradisional; 3 Komp 1
serangkaian instruksi yg dirancang untuk beberapa tujuan tertentu dan memiliki
penggunaan umum; 4 Komp prosedur utama yg dilaksanakan oleh suatu program;
me·ru·tin·kan v menjadikan rutin: kepala sekolah ~ pertemuan para orang tua
murid dan guru pd setiap akhir semester pelajaran;
ke·ru·tin·an n perihal (sifat) rutin: ~ dl rumah tangga yg tidak pernah ada variasi
merupakan faktor utama penyebab timbulnya kejenuhan tinggal di rumah
source: kbbi3

Related Word(s)
kerutinan, merutinkan, rutin,

Visual ArtiKata




Definisi Doa dalam Al Qur’an
22 Dec

>Dalam Al-Quran banyak sekali kata-kata do’a dalam pengertian yang bebeda. Abû Al-
Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ’u al-Husnâ menjelaskan beberapa
pengertian dari kata doa.

Pertama, do’a dalam pengertian “Ibadah.” Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.
Artinya: “Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang
tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat
kepada engkau.”


Maksud kata berdo’a di atas adalah ber-”ibadah” (menyembah). Yaitu jangan
menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan
tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.

Kedua, doa dalam pengertian “Istighatsah” (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti
dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.




Artinya: “Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat
membantumu.”

Maksud kata ber-”doa” (wad’u) dalam ayat ini, adalah “Istighatsah” (meminta bantuan,
atau pertolongan). Yaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang
mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

Ketiga, Doa dalam pengertian “permintaan” atau “permohonan.” Seperti dalam Al-Quran
surah Al-Mu’min ayat 60 dibawah ini.




60. Dan Tuhanmu berfirman: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku
perkenankan (permintaan) kamu itu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan
diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Maksud kata “Doa” (ud’ûnî) dalam ayat ini adalah, “memohon” atau “meminta.” Yaitu,
mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan
permohonan (permintaan) kamu itu.

Keempat, Doa dalam pengertian “percakapan”. Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat
10 dibawah ini.
10. Do’a [671] mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma” [672], dan salam
penghormatan mereka ialah: “Salam” [673]. Dan penutup do’a mereka ialah:
“Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin [674].

Artinya: “Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Subhânakallâhumma
(Mahasuci Engkau wahai Tuhan).”

Kelima, Doa dalam pengertian “memanggil.” Seperti firman Allah dalam Al-Quran
dibawah ini.




Artinya: “Pada hari, dimana la mendoa (memanggil) kamu.”

Maksud kata “doa” (yad’û) dalam ayat ini adalah “memanggil.” Yaitu, pada suatu hari,
dimana la (Tuhan) menyeru (memanggil) kamu.

Keenam, Doa dalam pengertian “memuji.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Isrâ’ ayat
110 dibawah ini.




Artinya: “Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau
berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang).”

Maksud kata “doa ” (qulid’û) dalam ayat ini adalah “memuji”. Yaitu, pujilah olehmu
Muhammad akan Allah atau pujilah olehmu Muhammad akan Al-Rahmân.

Maka atas dasar uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa “doa” adalah ucapan
permohonan dan pujian kepada Allah SWT. dengan cara-cara tertentu disertai
kerendahan hati untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisi-Nya.
Atau dengan istilah Al-Tîbî seperti dikutip Hasbi Al-Shidiq “do’a” adalah “Melahirkan
kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan kehajatan (kebutuhan) dan ketundukan
kepada Allah Swt.”




186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-
Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran.
Asbabun nuzul :
Ayat ini turun berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang
bertanya: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-
Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?” Nabi SAW terdiam, hingga turunlah
ayat ini (S. 2: 186) sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Marduwaih, Abussyaikh dan lain-
lainnya dari beberapa jalan, dari Jarir bin Abdul Hamid, dari Abdah as-Sajastani, dari as-
Shalt bin Hakim bin Mu’awiyah bin Jaidah, dari bapaknya yang bersumber dari
datuknya.)

Menurut riwayat lain, ayat ini (S. 2: 186) turun sebagai jawaban terhadap beberapa
shahabat yang bertanya kepada Nabi SAW: “Dimanakah Tuhan kita?”
(Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Hasan, tetapi ada sumber-sumber lain yang
memperkuatnya. Hadits ini mursal.)

Menurut riwayat lain, ayat ini (S. 2: 186) turun berkenaan dengan sabda Rasulullah
SAW: “Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah SWT telah berfirman
“Ud’uni astajib lakum” yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku
mengijabahnya) (S. 40. 60). Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Wahai
Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?” Sebagai jawabannya,
turunlah ayat ini (S. 2: 186)
(Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir yang bersumber dari Ali.)

Menurut riwayat lain, setelah turun ayat “Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum” yang
artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya (S. 40: 60), para shahabat
tidak mengetahui bilamana yang tepat untuk berdoa. Maka turunlah ayat ini (S. 2: 186)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Atha bin abi Rabah.)



Definisi Doa / Do'a / Berdoa - Arti, Pengertian, Taca Cara, dan
Waktu Mustajab - Agama Islam
Sun, 04/06/2006 - 5:50pm — godam64

A. Arti Doa / Do'a
Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti
meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa
kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.

B. Tujuan Berdo'a / Berdoa
- Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT
- Agar selamat dunia akhirat
- Untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT
- Meminta perlindungan Allah SWT dari Setan yang terkutuk
C. Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT
- Ketika membaca AlQuran
- Setelah Solat wajib
- Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud
- Saat melaksanakan ibadah haji
- Saat berpuasa wajib dan sunah

D. Adab atau Tata cara Berdoa / berdo'a
- Menghadap ke Kiblat / Ka'bah
- Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian diikuti salawa
nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
- Mengangkat kedua telapak tangan sebelum berdoa dan mengusap muka dengan telapak
tangan setelah doa.
- Melembutkan suara dan tenang saat berdoa
- khusyuk, ikhlas dan serius
- Berharap agar doanya diterima Allah SWT
- Berdoa berulang-ulang di lain waktu untuk menunjukkan keseriusan kita agar
dikabulkan oleh Allah SWT
- Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian pada Allah SWT.



RTIKEL: DEFINISI, ARTI DAN MAKNA DOA SERTA MEMPERSIAPKAN
DOA




                             Beberapa Pengertian Tentang Doa
Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa menjadi bagian
yang esensial dalam kehidupan manusia yang beragama. Doa memegang peranan penting
untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan
hidup manusia beragama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia
memperoleh                   selamat                    dan                  sejahtera.
Apa pengertian doa itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, doa adalah permohonan
(harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Sedangkan berdoa artinya adalah
mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan. Berarti doa adalah suatu permohonan
yang ditujukan kepada Allah yang didalamnya ada harapan,permintaan dan pujian.
Menurut Xavier Leon – Dufour, dalam bukunya ensiklopedi perjanjian baru doa dalam
bahasa Yunani mempunyai beberapa arti diantaranya adalah aiteo yang berarti meminta.
Deomai (dengan menegaskan kebutuhan konkret), erotao: menghimbau” (dengan
menegaskan kebebasan si pemberi): kata-kata ini dipakai baik di bidang2 profan maupun
keagamaan, namun mengandung ide meminta dengan sangat,berdoa dan mengemis.
Sedangkan menurut J.G.S.S Thomson dalam artikelnya di ensiklopedia aklkitab masa
kini jilid I, menuliskan bahwa doa merupaklan kebaktian yang mencakup segala sikap
roh manusia dalam pendekatannya kepada Allah. Orang Kristen berbakti kepada Allah
jika ia memuja, mengakui dan memuji dan mengajukan permohonan kepada-Nya dalam
doa. Doa sebagai perbuatan tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga
dipandang sebagai persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada
prakasa ilahi. Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya.
Dalam alkitab, doa bukanlah suatu”tanggapan wajar dari manusia” karena “apa yang
dilahirkan dari daging adalah daging” Sebagai akibatnya, Tuhan tidak mengindahkan
setiap doa. Ajaran alkitab mengenai doa menekankan sifat Allah, perlunya seseorang
berada dalam hubungan penyelamatan atau dalam hubungan perjanjian dengan Allah,
lalu secara penuh masuk kedalam segala hak istimewa dan kewajiban dari hubungan
dengan                                                                          Allah.
Melihat semua keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa doa adalah suatu relasi
antara manusia dengan Allah yang didalamnya manusia roh manusia berkomunikasi,
memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang transendental.

Perintah                                 Untuk                                 berdoa
Titah ketiga dalam hukum taurat dikatakan, Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan
seenaknya karena Allah akan menghukum orang yang menyalahgunakan nama-Nya”.
Martin         Luther       menjelaskan         maksud          sebagai        berikut:
Kita harus takut serta kasih kepada Allah,sebab itu jangan mengutuki, mengumpat,
memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya
dalam penderitaan, kesusahan, dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut
nama                                    Tuhan                                   Allah.
Nama Tuhan Allah diberikan kepada kita untuk dimanfaatkan dengan sepantasnya. Allah
ingin agar gereja Kristen mengerti bahwa nama-Nya harus digunakan dengan
sepantasnya. Karena titah kedua tidak membolehkan orang Kristen menggunakan nama
yang kudus itu untuk mendukung dusta dengan segala yang salah, maka dengan demikian
Firman ini juga menyuruh orang Kristen untuk menggunakan nama Tuhan untuk
mendukung kebenaran dan segala yang baik.Nama Tuhan Allah digunakan menurut
luther, apabila orang Kristen mengajar dengan benar, berseru kepada-Nya dalam
kesukaran, memuji dan berterima kasih kepada-Nya pada waktu senang dan
sebagainya.Semuanya itu nyata dari Mazmur 51:15. Menggunakan nama Tuhan Allah
adalah demi mendukung kebenaran dan ketaatan kepada diri-Nya. Dengan demikian
nama-Nya                   dikuduskan                   dan                 dihormati.
Penghormatan kepada nama Allah terlaksana dengan berseru dan berdoa kepada-Nya.
Pengakuan dan penghormatan terlahir dari hati dan dengan kata pengakuan tersebut
terekspresikan.
Dengan adanya doa kepada Allah dan kepatuhan kepada perintah-Nya, maka dengan
demikian orang Kristen akan dimampukan untuk melawan iblis. Kuasa-kuasa gelap ini
akan terpukul mundur bila orang Kristen menyebut nama Kristus dalam doa-doa orang
percaya. Banyak hal yang akan menyerang orang percaya seandainya Allah tidak
memelihar gereja secara kontinuitas karena doa-doa gereja kepada Tuhan Kristus. Untuk
menyerang segala tipu daya setan maka gereja Kristen berseru kepada Allah dalam segala
waktu.
Untuk itu berdoa hendaknya menjadi kebiasaan yang baik. Doa dilaksanakan dalam
setiap kehidupan umat (menyerahkan diri, tubuh dan jiwa, istri dan anak-anak, segala
yang dimiliki, pekerjaan, rencana dan kegiatan dll).Karena itu berdoa perlu diajarkan
kepada seluruh orang Kristen agar firman Allah digenapi dan nama Tuhan Allah
dihormati. Doa menjadi kebiasaan yang dan mendarah daging bagi gereja
Kristen,kebiasaan berdoa yang baik,brtumbuh berbuah dan berkembang akan
memberikan kegembiraan dan kesukaan bagi seluruh keluarga dan gereja.

Cara                                                                            berdoa
Dalam hal berdoa terlebih dahulu gereja harus memahani unsur-unsur doa untuk dapat
berdoa dengan benar.Unsur-unsur doa yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
1.Doa       diisi      dengan       pujian       kepada       Allah-Mazmur         95:6
2.Di      dalam       doa      ada       pengakuan        dosa-      Mazmur        32:5
3.Pengucapan syukur kepada Allah atas segala berekat dan pertolongan-Nya - Filipi 4:6
4.Permintaan             permohonan-               1            Timotius            2:1
Dalam hal unsur-unsur doa ini, tidak ada rumusan yang pasti. Alkitab tidak memberi
suatu pola yang pasti akan dijawab oleh Allah. Hal ini menghindari agar doa tidak
menjadi sutau rumusan mantra yang seolah-olah dengan dipakinya unsure2 doa itu sudah
pasti                   Tuhan                     akan                   menjawabnya.
Setelah memahami dengan jelas perihal doa ini, maka dimulailah gereja atau orang
Kristen berdoa. Doa orang Kristen atau gereja diarahkan kepada Tuhan. Hal ini seperti
yang diajarkan Alkitab kepada gereja. Doa gereja ditujukan kepada Allah Bapa, Putra dan
Roh kudus, tidak kepada berhala, orang-orang kudus atau segala sesuatu yang diciptakan
Allah.

Bagaimana             Hendaknya               Gereja           Kristen            Berdoa?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan gereja Kristen dalam berdoa:
1.Berdoa hendaknya dilakukan didalam nama Yesus Kristus dengan iman akan Dia
juruselamat                                                                          gereja
2.Dengan     penuh      iman     yaitu      iman      yang     teguh     kepada      Yesus
3.Berdoa hendaknya menurut kehendak Allah seperti yang diwahyukan dalam alkitab
4.Harus            berdoa             dengan              tidak             putus-putusnya
5.Dengan              kerendahan               hati             dan              pertobatan
6.Tidak                                                                         bertele-tele
7.Mengampuni                                     orang                                  lain
8.Tinggal              tetap               dalam                Tuhan                Yesus
Cara berdoa yang sudah disajikan di atas harus dikembalikan jawabannya kepada pihak
Tuhan Allah sendiri.Artinya, jawaban doa adalah hak prerogatif Allah sendiri gereja
Kristen berdoa tetapi Tuhan dengan penuh anugerah akan menjawab doa-doa umat atau
tidak     menjawabnya.       Hal    ini      tergantung      kepada     Tuhan       sendiri.
Kapan hendaknya gereja Kristen berdoa? Memang Martin Luther sudah mengatur dengan
tepat       bagi         anak2         kristen         untuk        belajar         berdoa.
Walaupun sudah ada pengaturan yang demikian,hendaknya orang Kristen juga dapat
berdoa secara teratur dan sesering mungkin, khususnya di saat-saat sulit.

Mempersiapkan                   Diri               Untuk                Berdoa
Apa yang disajikan ini bukanlah suatu rumusan yang baku. Tetapi hanya merupakan
bantuan bagi orang-orang Kristen agar dapat mengonsentrasikan dirinya masuk kedalam
suasana                                                                         doa.
Saran yang diberikan untuk mempersiapkan diri untuk berdoa adalah :
1.tentukan waktu yang tepat menurut pribadi si pendoa untuk memulai doanya. Apakah
pagi                      atau                      malam                       hari
2.tentukan tempat yang tenang dan ambillah posisi yang nyaman,yang membuat si
pendoa menjadi rileks,namun tetap terjaga. Banyak orang menganjurkan posisi duduk
dengan     punggung      tegak     dan     tangan     diletakkan    secara    santai.
3.Tenangkan roh si pendoa. Di dalam hati si pendoa tinggallah Roh kudus yang
dianugerahkan kristus disaat Ia menebus dirinya. Berdiam diri dalam batin dan
mengarahkan diri kepada Yesus dan cinta ksihnya di kayu salib.
4.Setelah memasuki relung hati yang tenang, mulailah berdoa dengan terlebih dahulu
menyapa      Allah    Bapa      dengan     penuh     kehormatan      dan    sukacita.

Penutup
Berdoa merupakan suatu komunikasi antara diri oaring percaya (si pendoa) kepada
Allahnya. Tetapi dengan lebih dalam, doa merupakan hak istimewa untuk berbicara,
bertegur sapa dan memohon kepada yang Mahakuasa. Bukankah itu merupakan hak
istimewa                  yang                   dipunyai                   manusia?
Untuk itu doa hendaknya dipelajari dengan baik dan diterapkan dalam sisi kehidupan si
pendoa. Orang Kristen harus mempelajari perihal doa secara sungguh-sungguh. Dengan
kesungguhan mempelajari doa maka diharapkan orang Kristen dapat berkomunikasi dan
berelasi dengan Allah dengan benar. Melalui doa yang benar ini berkat Allah mengalir
dan orang Kristen mengalami kuasa doa yang ajaib serta kemenangan terhadap segala
problematik                  yang                  sedang                   dihadapi.

Daftar                                       Bacaaan                                       :
- Alfred Mc Bride, O. Praem, Image of Jesus- mengalami 10 rahasia Pribadi Yesus,
Jakarta:                        Penerbit                   Obor,                     2003.
- Xavier Leon – Dufour, Ensiklopedi Perjanjian Baru, Yogyakarta: Penerbit kanisius,
1990.
- J.G.S.S Thompson, “Doa” dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1A-L, (F.f Burce,
dkk.,      Peny.),     Jakarta:    Yayasan    komunikasi     bina    kasih/OMF,      1992.
- Martin Luther, Katekismus Besar Martin Luther, (Anwar Tjen, Penerj.), Jakarta: BPK.
Gunung                                       Mulia,                                  1994.
- ------------, Katekismus kecil Dr. Martin Luther, (Lutheran Church of Australia, penerj.),
t.p.                                                                                    t.t.
- Landasan Iman Kristen Dengan Penjelasannya, St. Louis – Missouri: Concordia
Publishing House, 1986.


1. DEFINISI SHOLAT
Submitted by aboen on Thu, 2008-08-14 17:56
Posted in
       SHOLAT KITA
       Sholat Kita

Sholat berasal dari bahasa Arab

As-Sholah (        )

Definisi (ta'rif/pengertian):

Sholat secara Bahasa (Etimologi) berarti Do'a

Sedangkan secara Istilah/Syari'ah (Terminologi), sholat adalah perkataan dan perbuatan
tertentu/khusus yang dibuka/dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri/ditutup
dengan salam.

Sholat merupakan rukun perbuatan yang paling penting diantara rukun Islam yang lain
sebab ia mempunyai pengaruh yang baik bagi kondisi akhlaq manusia. sholat didirikan
sebanyak lima kali setiap hari, dengannya akan didapatkan bekas/pengaruh yang baik
bagi manusia dalam suatu masyarakatnya yang merupakan sebab tumbuhnya rasa
persaudaraan dan kecintaan diantara kaum muslimin ketika berkumpul untuk menunaikan
ibadah yang satu di salah satu dari sekian rumah milik Allah subhanahu wa ta'ala
(masjid).

Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam
Apa Itu Shalat?
Shalat adalah menurut bahasa artinya (do'a) dan menurut istilah ahli fiqih (perbuatan)
- dan syara' (Hukum Agama) suatu perkataan dan perbuatan yang di awali dengan takbir
dan di akhiri dengan salam sesuai syarat-syarat tertentu. Di jelaskan juga melalui Ayat
Suci Al qur'an (Q.S Thoha 20 ; 14)



        innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau'budnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii

[20:14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku,
maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Jadi bisa di simpulkan bahwa shalat itu suatu kewajiban ibadah antara Umat dengan
Tuhannya yaitu kita umat muslim kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan tidak ada
yang pantas di sembah melainkan yang hak semata-semata di lakukan untuk
mendapatkan ridho iman dan taqwa disisi-Nya.

Di pertegas lagi menurut Syariat Islam adalah suatu perbuatan yang mana dalam
pelaksanaanya harus sesuai dengan segala petunjuk dan tata caranya kekasih Allah
Subhanahu Wa Ta'ala Rasul kita Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang
 tidak lain adalah sebagai figur seluruh umat manusia tanpa terkecuali figur penyampai
 perintah Allah. Melalui sabdanya beliau memberikan peringatan keras kepada mereka
 yang suka meninggalkan shalat.

 "Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka adalah Shalat. Barang siapa yang
 meninggalkan shalat,berarti dia telah kafir" - Hadist riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi
 - (dari berbagai sumber).

     Definisi Sholat :
         Sholat menurut bahasa berarti do'a, sedang menurut istilah adalah suatu bentuk ibadah
     yang terdiri dari perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri
     dengan salam. Dan telah diwajibkan kepada manusia untuk beribadah kepada Allah Swt
     (QS.2:21), khusus dalam hal ini terhadap ummat islam yaitu wajib menjalankan sholat wajib 5
     (lima) waktu sehari-semalam (17 raka'at). Sholat (baik wajib maupun sunnah) sangat besar
     pengaruhnya bagi kehidupan manusia, yang oleh karenanya Allah Swt mengajarkan bila
     hendak memohon pertolongan Allah Swt yaitu dengan melalui sholat dan dilakukan dengan
     penuh kesabaran serta sholat dapat mencegah untuk berbuat keji dan munkar. Di bawah ini
     akan diuraikan tentang sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunnah berikut dengan jumlah
     raka'at dan waktu pelaksanaanya.


     A. Sholat Wajib / Fardlu :

     Sholat yang wajib dikerjakan bagi setiap muslim "Innash Sholata Kaanat �Alal Mu'miniina
     Kitaaban Mauquuta : Sholat itu wajib dikerjakan oleh muslim/mu'min yang sudah ditentukan
     waktu-waktunya", dan akan mendapat pahala dari Allah Swt - bila mengerjakannya, serta
     akan mendapat siksa dari Allah Swt - bila tidak mengerjakannya).
     Adapun macam-macam sholat wajib/fardlu sebagaimana "ISLAM", berikut Sholat Sunnah
     Rawatib sbb :
1.     Sholat Isya' yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka'at dengan dua kali tasyahud dan
     satu kali salam. Waktu pelaksanaannya dilakukan menjelang malam (+ pukul 19:00 s/d
     menjelang fajar)yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah (sebelum) dan ba'diyah
     (sesudah) sholat isya.
2.    Sholat Subuh yaitu sholat yang dikerjakan 2 (dua) raka'at dengan satu kali salam. Adapaun
     waktu pelaksanaannya dilakukan setelah fajar (+ pukul 04:10) yang hanya diiringi dengan
     sholat sunnah qobliyah saja, sedang ba'diyah dilarang.
3.     Sholat Lohor (Dhuhur) yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka'at dengan dua kali
     tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksaannya dilakukan sa'at matahari tepat di
     atas kepala (tegak lurus) + pukul 12:00 siang, yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah
     dan sholat sunnah ba'diyah (dua raka'at-dua raka'at atau empat raka'at-empat raka'at
     dengan satu kali salam).

4.     Sholat �Ashar yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka'at dengan dua kali tasyahud
     dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan setelah matahari tergelincir (+
     pukul 15:15 sore atau sebatas pandangan mata) yang hanya diiringi oleh sholat sunnah
     qobliyah dengan dua raka'at atau empat raka'at (satu kali salam).
5.     Sholat Maghrib yaitu sholat yang dikerjakan 3 (tiga) raka'at dengan dua kali tasyahud dan
     satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaanya dilakukan setelah matahari terbenam (+ pukul
 18:00) yang diiringi oleh sholat sunnah ba'diyah dua raka'at atau empat raka'at dengan satu
 kali salam, sedang sholat sunnah qobliyah hanya dianjurkan saja bila mungkin : lakukan, tapi
 bila tidak : jangan (karena akan kehabisan waktu).


 Bila dalam keadaan normal sholat wajib harus dikerjakan sesuai waktunya, tapi bila dalam
 keadaan bepergian (antara + 81 Km) atau dalam keadaan masyaqot/kesulitan keadaan,
 boleh dilakukan dengan cara Jama' dengan ketentuan jumlah raka'atnya tidak berkurang.
 Jama' terbagi dua yaitu :
      1. Jama' Taqdim : sholat yang dikerjakan dalam satu waktu dengan menarik waktu yang
          terbelakang, seperti : sholat Ashar dilakukan pada waktu sholat Lohor (Dhuhur), dan sholat
          Isya dilakukan pada waktu sholat Maghrib, kesemuanya itu dilakukan secara bersama-sama.

      2. Jama' Ta'khir : sholat yang dikerjakan dalam satu waktu dengan mengakhirkan waktu yang
          pertama, seperti : sholat Lohor dilakukan pada waktu sholat Ashar dan sholat Maghrib
          dilakukan pada waktu sholat Isya.
 Adapun sholat Jama' dapat pula dilakukan dengan cara mengqoshor (mengurangi) raka'at
 disebut Jama' Qoshor, seperti : Lohor = 2 raka'at, Ashar = 2 raka'at, Maghrib = 3 raka'at
 (tetap) dan Isya = 2 raka'at, kecuali sholat shubuh tidak boleh dijama' saja, ataupun dijama'
 qoshor.

  



KEUTAMAAN SHOLAT
  A. Definisi Sholat.

  Sholat (      ) menurut bahasa artinya do'a (       ).


  Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

                                                           }‫{وصل علَيهم إِن صلَوتَك سكن لَهُم‬
                                                            ْ ٌ َ َ َ َ َّ ْ ِ ْ َ ِّ َ َ

  "Dan berdo'alah untuk mereka, sesungguhnya do'amu itu (menumnbuhkan) ketentraman jiwa bagi
  mereka". (QS. At-Taubah: 103)

  Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                   .".... ِّ‫"إِذا دعي أَحدكم فَ ْليُجبْ ، فَإِن كانَ صائِما فَ ْليُصل‬
                                             َ         ً َ      َ ْ         ِ ُْ ُ َ َ ِ ُ َ
"Apabila salah satu dari kalian diundang, maka hendaklah menjawab, apabila (sedang ) puasa maka
do'akan". (HR. Muslim: 1431), mendo'akan yang punya hajah.

Sedangkan menurut syariat, yang dimaksud dengan sholat adalah:

‫"التَّعبُّد هللِ تَعالَى بِأَقوال و أَفعال معلُوْ مة مفتَتَحةٌ بِالتَّكبِيْر، مختَتَمةٌ بِالتَّسلِيْم، مع‬
َ َ ِ ْ             َ ْ ُ ِ ْ                َ ُْ ٍ َ َْ ٍ َْ َ ٍ َْ                 َ        ُ َ
                                                                     "ٌ‫النِّيَة ، بِشرائِط مخصُوْ صة‬
                                                                        َ       ْ َ ِ َ َ          ِ

Beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dengan perkataan dan perbuatan yang telah diketahui,
yang dibuka dengan takbir, diakhiri dengan salam, disertai dengan niat, dan dengan syarat-syarat
khusus.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                                                  "‫"صلُّوْ ا كما رأَيتُموْ ني أُصلِّي‬
                                                                   ْ َ ْ ِ ُ ْ َ ََ                َ

"Sholatlah kalian seperti apa yang telah kalian lihat aku sholat". (HR. Ibnu Hibban: 1658)


B. Keutamaan Sholat.

    1) Sholat adalah rukun Islam kedua, bahkan merupakan rukun Islam yang terpenting setelah
          syahadatain.

    Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

       ‫"بُنِي اإلسَْلم علَى خمس: شهَادة أَن َل إِلَهَ إَِل هللاُ و أَن محمدًا رسُوْ ل هللا، و إِقَام‬
       ِ َ ِ َ َ َّ َ ُ َّ َ                      َّ          َ ْ َِ َ ٍ ْ َ       َ ُ َ ِ َ
                                        َ َ َ ِ َ َ ِ ْ َ ِّ َ َ ِ َ َّ ِ ْ َ ِ َ َّ
                                  ." َ‫الصَلة ، و إِيتَاء الزكاة ، و حج البيت، و صوْ م رمضان‬

    "Islam dibangun di atas lima pondasi, yaitu: syahadat (persaksian) bahwa tidak ada Ilah (yang
berhak di ibadahi) kecuali Alloh dan bahwasannya Muhammad (adalah) utusan Alloh, mendirikan
sholat,mengeluarkan zakat, haji ke Bait (Alloh), puasa di bulan Romadhon". (HR. Bukhori: 4514
dan Muslim: 121)

2) Sholat adalah munajat (komuikasi dan hubungan langsung) antara hamba dengan Robbnya
    subhanahu wa ta'ala.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                          "ُ‫"إِن أَحدكم إِذا قَام فِي صَلتِه فَإِنَّهُ يُنَاجي ربَّه‬
                                                َ ْ ِ               ِ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ َّ

"sesungguhnya Salah seorang dari kalian apabila berdiri sholat, maka ia sedang bermunajat dengan
Robbnya". (HR. Bukhori: 405)

3) Sholat adalah penolong dalam segala urusan penting dan pencegah dari segala maksiat dan
    kemungkaran.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

                              ِِ َ ْ    َ َّ َ ِ َ
                           َ‫واستَعينُوا بِالصبْر والصََّلة وإِنَّهَا لَكبيرةٌ إَِل علَى الخاشعين‬
                                                                َ ِ َ     َ ِ َّ          ِ ْ َ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'". (QS. Al Baqarah [2]: 45)

Alloh subhanahu wa ta'ala memerintahkan mereka untuk meminta tolong dalam seluruh urusan
mereka dengan berbagai jenis kesabaran yaitu sabar dari maksiat kepada-Nya sehingga
meninggalkannya dan sabar atas takdir-Nya yang tidak menyenangkan baginya sehingga tidak
murka, serta sabar dan mengendalikan jiwa dalam menjalankan perintah-perintah Alloh subhanahu
wa ta'ala , sabar merupakan sumber pertolongan terhadap setiap perkara. Begitu pula minta
pertolongan dengan sholat yang merupakan timbangan Iman dan pencegah dari kekafiran dan
segala macam bentuk kemungkaran.


                                     ِ َُْْ َ ِ َ ْ ِ َ
                                     ‫وأَقِم الصََّلةَ إِن الصََّلةَ تَنهَى عن الفَحْ شاء والمنكر‬
                                                              ْ َ           َّ َ          ِ َ

"Dan Dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan
mungkar". (QS. Al 'Ankabuut [29]: 45)

Sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar karena seorang hamba yang
menegakkannya dengan menyempurnakan seluruh rukun dan syaratnya serta kekhusu'annya, maka
bersinarlah hatinya, bersihlah perasaannya, bertambahlah imannya, kuatlah keinginannya untuk
berbuat kebaikan serta sedikit atau menghilanglah kesukaannya pada kemaksiatan.

4)    Sholat adalah perkara yang pertama kali akan dihisab pada hari qiyamat. Rosululloh
     sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

‫"أَول ما يُحاسبُ علَيه العبد يَوْ م القِيَامة الصََّلةُ، فَإِن صلُحت فَقَد أَفلَح ونَجح، وإِن‬
ْ َ َ َ َ َ ْ ْ ْ َ َ ْ                  َ      ِ َ       َ ُ ْ َ ِ ْ َ َ َ َ ُ َّ
                                                                     َ ِ َ َ َ َ ْ ْ َ
                                                                   "‫فَسدَت فَقَد خاب و خسر‬

"pertama seorang dhamba dihisab pada hari qiyamat adalah sholat, maka jika baik (mengerjakan
sholat) maka akan beruntung dan selamat, dan jika buruk (tidak mengerjakan sholat maka
sungguh dia gagal dan merugi". (HR. Bukhori: 540 dan Muslim:1005)

5) Sholat diibaratkan bangunan, maka sholat adalah tiangnya.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                                    "ُ‫"ر ْأسُ األَمر اإلسَْلم و عموْ دهُ الصََّلة‬
                                                        َ        ُ ُ َ َ ُ َ ِ ِ ْ             َ
"pokok utama setiap urusan adalah Islam sedangkan tiangnya adalah sholat". (HR. Ahmad:
5/231)

6) Sholat merupakan wasiat akhir Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam sebelum meninggal.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                                                  "‫"الصََّلةَ وما ملَكت أَيمانُكم‬
                                                                   ُْ َْ ْ َ َ َ َ َ

”(Peganglah kuat) sholat dan budak kalian". (lihat : Kasyfu Al-Khofa': 164 )

7) Sholat adalah cahaya bagi orang–orang beriman yang memancarkan dari dalam hatinya dan
    akan menyinarinya pada padang mahsyar.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

                                                                                ْ َ ْ َ
                          "‫"من حافَظَ علَيهَا كانَت لَهُ نُوْ رًا و بُرْ هَانًا ونَجاةً يَوْ م القِيَامة‬
                           ِ َ       َ         َ َ              َ                                  َ ْ َ

"barangsiapa yang menjaga sholatnya, niscaya ia akan menjadi cahaya, bukti dan penyelamat
(baginya) pada hari qiyamat". (HR. Ahmad: 6576)

8) Sholat merupakan ikatan Islam yang terakhir hilang dari muka bumi.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

‫"لَتَنقَضُن عرى اإلسَْلم عُرْ وةً عُرْ وةً ، فَكلَّما انقَضت عُرْ وةً تَشبَّث النَّاسُ بِالَّتِي‬
ْ                  َ َ َ            ْ َ ْ َ ُ             َ      َ      َ َ ِ       َ ُ َّ ْ
                                          "ُ‫تَلِيهَا ، فَأَولُهُن نَقضًا الحكم، و آخرهُن الصََّلة‬
                                                َ       َّ ُ ِ َ ُ ْ ُ          ْ َّ َّ      ْ

"Sungguh akan terurai tali Islam pintalan demi pintalan, disaat telah lepas satu pintalan maka
manusia berpegang teguh dengan pintalan berikutnya. Maka pintalan yang pertama kali lepas
         adalah hukum (syari'at) dan pintalan yang terlepas paling akhir adalah sholat". (HR. Ahmad:
         5/251)
Indahnya berbagi…..

        Home
        Artikel
        E-Book
        Islam
        Menu Koki
        Novel
        Sexologi
        Software
        Tokoh
        Widgets

« Pengertian Wudhu/Wudu dan Tata Cara Wudhu
Pengertian dan Penjelasan Shalat Sunat Tahajud, Dhuha, Istikhoroh, Tasbih, Taubat,
Hajat, Safar »

Pengertian Mandi dan Jenis-Jenis Mandi
Mandi adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan tujuan untuk menghilangkan hadats




besar.

Mandi         Wajib            /            Mandi         Junub           :
1. Mandi yang dilakukan setelah bersetubuh (melakukan hubungan suami istri)
2.             Setelah                 Haid/Menstruasi            (Wanita)
3.             Setelah                Melahirkan/Nifas            (Wanita)
4.                             Meninggal                            Dunia

Mandi                                     Sunat/Sunah                                    :
1.                Mandi                 untuk               Shalat               jum’at
2.             Mandi              untuk           Shalat            hari             raya
3.    Sadar      dari    kehilangan     kesadaran    akibat    pingsan,    gila,      dbb
4.          Muallaf         (baru          memeluk/masuk           agama          islam)
5.                Setelah                memendikan                 mayit/mayat/jenazah
6.                        Saat                      hendak                         Ihram
7.                         Ketika                       akan                         Sa’i
8.                       Ketika                     hendak                       thawaf
9. dan lain sebagainya
Niat                       Mandi                       :
NAWAITUL GHUSLA LIROF’IL HADATSIL AKBARI FARDHOL LILLAHI
TA’AALAA

Artinya                                                                                  :
Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah SWT.

Mengguyur setiap bagian tubuh, setiap sela dan lapisan tubuh, terjangkau ataupun tidak,
dibasuh dengan tujuan membersihkan kotoran. Ya, kira - kira seperti itulah definisi mandi
umumnya dilakukan, hampir setiap orang mandi, entah dalam bentuk dan cara apapun,
dengan masuk kedalam ruangan khusus (kamar mandi), berendam di sungai atau di laut.
Aktivitas ini dilakukan tanpa tujuan dan sebenarnya mandi memiliki berbagai banyak
manfaat, menjadikan tubuh bersih itu pasti, namun lebih dari itu, jika dilakukan secara
teratur mandi pagi dengan air dingin menjadikan tubuh lebih sehat, ketika terbasuh oleh
air, maka tubuh akan mengalami stress yakni gangguan, tubuh secara otomatis akan
mengaktifkan sistem kekebalan dengan menciptakan sel darah putih, tidak hanya itu
perubahan suhu yang timbul akan mempercepat detak jantung agar darah mengalir lebih
cepat untuk mejaga suhu tubuh, dan hasilnya ketika kita selesai mandi pagi tubuh
menjadi lebih bugar dan fresh karena kita telah menambah sel darah putih dan
memperlancar peredaran darah, sehingga kita siap untuk menjalani hari. Diluar itu begitu
banyak efek positif untuk orang yang sering mandi, seperti untuk peremajaan kulit karena
setiap pagi akan tergantikan dengan jaringan baru, kemampuan otak menyerap oksigen
mejadi lebih cepat, dan ketika otak tercukupi oksigen dari darah yang mengalir tadi maka
kita tidak mudah depresi, menjadi lebih kreatif.

Berbagai macam cara dilakukan orang seluruh dunia untuk mandi, Di Indonesia seperti
kita tahu orang mandi 2x dalam 1 hari, pagi sebelum aktivitas dan sore pulang aktivitas,
dilakukan di dalam kamar mandi dengan bak berisi tampungan air (baca: bak mandi) dan
alat mandi (baca: gayung), namun di Jepang orang mandi hanya 1 kali yakni malam
sepulang aktivitas menjelang tidur, pagi hanya cuci muka dan gosok gigi karena
menganggap tubuh masih bersih, Mandi di jepang dilakukan di kamar mandi sama seperti
kita, namun mereka mandi dilakukan dengan 2 tahap, yang pertama mereka
membersihkan tubuh terlebih dahulu dengan sabun dan shampo layaknya kita, setelah
bersih, mereka berendam di “ofuro” (baca: Bathub nya orang jepang), mereka
beranggapan dengan berendam air hangat setelah membersihkan tubuh terlebih dahulu,
pori - pori mereka akan terbuka sehingga tubuh akan mengeluarkan racun yang ada
melalui pori tersebut, alhasil kulit halus, badan fress dan segar. Di inggris orang karena
udara disana dingin aktivitas mandi sebagian besar menggunakan air hangat , berendam
di bathub lalu membasuhnya dengan lap, dan sekrang kita tahu sudah mulai diadopsi oleh
masyarakat Indonesia sebagai gaya hidup baru untuk mandi. Di afrika anak bayi dan
balita dilumuri tumbukan bata merah untuk membersihkan badan dari kotoran.

Mandi adalah produk budaya yang akan terus dilakukan manusia sepanjang masa, belum
ada penelitian yang mampu menemukan metode pembersihan tubuh menggantikan
mandi. Sederhana namun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Jadi, apakah kawan – kawan semua sudah mandi hari ini ?

pustaka :

http://jiwaku931.blogspot.com/2011/09/7-khasiat-mandi-pagi-dengan-air-dingin.html

http://www.google.co.id/search?sclient=psy-
ab&hl=id&biw=1366&bih=705&noj=1&gbv=2&source=hp&q=budaya+mandi+seluruh
+dunia&oq=budaya+mandi+seluruh+dunia&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=12613
50l1266880l0l1267070l26l16l0l0l0l0l0l0ll0l0

http://aamboyz.blogspot.com/2010/01/budaya-mandi-di-jepang.html

http://www.lintasberita.com/Lifestyle/Kesehatan/mau-tahu-Khasiat-Mandi-Bagi-
Kesehatan-



mandi :: man.di
  Kelas
1              kata kerja
  Kata:
  Ragam:       ki
               membersihkan tubuh dng air (dng cara menyiramkan, merendamkan diri dl
  Definisi:
               air, dsb):
  Contoh:      hari libur banyak orang mandi di laut
  Kelas
2              kata kerja
  Kata:
  Ragam:       ki
  Definisi:    bermandi
  Kelas
3              kata kerja
  Kata:
  Ragam:       ki
  Definisi:    dipenuhi oleh (cahaya, uang, dsb):
  Contoh:      kota yg mandi cahaya
mandi dl cupak, pb ::
1 Ragam: ki
  Definisi: serba tanggung (tidak cukup)
mandi sedirus, pb ::
1 Ragam: ki
  Definisi: mendapat pujian yg belum pd tempatnya
bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang, pb ::
1 Ragam: ki
            sesuatu yg diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian
 Definisi:
            mendatangkan yg lebih menyiksa
orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba, pb ::
1 Ragam: ki
            orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat
  Definisi:
            keuntungan kecil saja
mati-mati mandi biar basah, pb ::
1          Ragam:                                                      ki
Indonesian to Indonesian
verb
1. 1 dl keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dng
memejamkan mata): siang untuk bekerja, malam untuk istirahat dan --; obat --
(penidur), obat bius (obat yg menyebabkan dapat tidur nyenyak); 2 (masuk --; pergi --
) hendak (mulai) mengistirahatkan badan dan kesadarannya: biar aku saja yg
menyudahkan pekerjaan ini, engkau boleh pergi --; tempat -- , tempat untuk tidur;
ranjang; 3 berbaring; terbaring (tidak berdiri): bubu --;
-- di atas miang (enjelai), pb tidak dapat tenang (selalu gelisah); -- tak lelap, makan
tak kenyang, pb sangat gelisah (krn bersusah hati, banyak pikiran, dsb);
ti·dur-ti·dur v berbaring-baring (untuk melepaskan lelah dsb): ia ~ di pematang
seraya berlagu;
~ ayam tidur, tetapi belum nyenyak benar;
me·ni·duri v 1 tidur di; berbaring di; 2 ki bersetubuh dng: seorang pemuda ditangkap
krn disangka ~ istri orang;
me·ni·dur·kan v 1 membawa tidur; membaringkan (meninabobokan dsb) supaya
tidur: ia biasa ~ anaknya dng senandung; 2 merebahkan: setelah di rumah ia
langsung ~ dirinya di balai-balai;
ter·ti·dur v 1 (sudah) tidur; mulai tidur: Upik sudah ~; 2 tidak sengaja tidur: semalam
ia ~ di depan pesawat televisi;
ti·dur·an v berbaring-baring tetapi tidak tidur (untuk melepaskan lelah dsb): ia ~ di
sofa sambil membaca koran; ia senang ~ di kursi malas;
ti·dur-ti·dur·an v tiduran;
pe·ni·dur n 1 cak tukang tidur; orang yg suka tidur (mudah sekali tidur): sambil
duduk pun ~ itu dapat tidur lelap walaupun keadaan di sekelilingnya sangat bising; 2
(obat dsb) untuk memudahkan atau menyebabkan tidur nyenyak: obat ~; hikmat ~;
pe·ti·dur·an n tempat tidur;
ke·ti·dur·an 1 n tempat (balai-balai dsb) untuk tidur; 2 v tidak sengaja tidur; tertidur:
krn sangat lelah, ibu ~ di sofa;
ke·ti·dur-ti·dur·an v selalu hendak tidur;
se·ke·ti·dur·an n setempat tidur; keadaan tidur bersama-sama di satu tempat tidur;
selapik ~ , ki (sahabat) karib sekali;
ber·se·ke·ti·dur·an v 1 tidur bersama-sama di tempat tidur; 2 bersetubuh
source: kbbi3

Related Word(s)
berseketiduran, ketidur-tiduran, meniduri, menidurkan, penidur, petiduran, seketiduran,
tertidur, tidur-tidur, tidur-tiduran, tiduran, tidur,

Visual ArtiKata




Indonesian to Indonesian
noun
1. tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg
disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani
source: kbbi3

verb
2. memasukkan makanan pokok ke dl mulut serta mengunyah dan menelannya:
mereka -- tiga kali sehari; 2 v memasukkan sesuatu ke dl mulut, kemudian
mengunyah dan menelannya: ia sedang -- pisang; 3 v memasukkan sesuatu ke dl
mulut dan mengunyah-ngunyahnya: Nenek sedang -- sirih; 4 v memasukkan sesuatu
ke dl mulut dan menelannya: pasien harus -- pil; 5 v mengisap: -- candu; 6 v
memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dsb): pembangunan jembatan
ini -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; 7 v menyerang, mematikan,
mengambil (dl permainan catur): gajah -- bidak putih; 8 v bekerja sebagaimana
mestinya (tt rem, gigi roda, dsb); 9 v melukai: air keras itu -- kulit; 10 v mengenai;
menembus: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak --; 11 v memperoleh sesuatu; mencapai
sesuatu: layarnya tidak -- , tidak memperoleh angin; sauhnya dapat -- , mencapai
dasar laut; 12 v (dapat) masuk (tt barang yg dimasukkan ke lubang, ke air): kapal ini
lima meter -- nya ke dl air; 13 v ki mengambil; mempergunakan dsb secara tidak sah
(milik orang lain atau negara): ia telah -- pupuk milik koperasi; 14 v ki meniduri
perempuan (biasanya dl arti hubungan gelap): pemuda itu -- anak gadis tetangganya
sampai hamil; 15 n ki rezeki: memberi --; diberi --;
-- bersabitkan, pb orang yg senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yg cukup,
msl dr istri yg kaya dan pemurah; -- bubur panas-panas, pb terlalu berharap akan
beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya; -- hati berulam
jantung, pb bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib; -- sudah
terhidang, jamu belum jua datang, pb gadis yg telah besar, sudah patut bersuami,
tetapi orang belum ada yg datang meminangnya; -- upas berulam racun, pb orang yg
dl kesusahan dan duka cita krn diliputi marabahaya yg besar; kalau guru -- berdiri,
maka murid -- berlari, pb kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal
yg tidak baik; kenyang (banyak) -- garam, pb sudah berpengalaman dl hidup; sudah --
, bismillah, pb suatu pekerjaan atau rundingan yg dilakukan terbalik, jadi tidak
mengikuti aturan; tempat -- jangan dibenahi, pb kita jangan berbuat tidak senonoh di
tempat kita menumpang; jangan berbuat jahat kpd orang yg berlaku baik kpd kita;
tidak -- siku-siku, pb 1 cakap orang yg berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya; 2
tidak baik; tidak patut;
-- ampun minta ampun; -- angin ki 1 berjalan-jalan untuk mencari hawa bersih; 2
diam, duduk-duduk, dsb sekadar menghabiskan waktu; -- arwah selamatan
memperingati orang yg telah meninggal; -- asam garam ki sudah berpengalaman dl
hidup; -- ayapan memakan sisa makanan raja; -- bawang ki marah; jengkel; geram; --
bebas dapat makan minum secara gratis, tanpa perlu membayar; -- benak mengambil
untung terlalu besar; -- berpantang makan dng aturan tertentu (tidak boleh makan
sembarangan); diet; -- berulam ki sudah beristri; -- besar ki pesta makan minum;
perjamuan makan; makan lebih enak (besar, banyak) dp biasanya; -- biaya ki
memerlukan biaya; menghabiskan biaya: pembangunan gedung ini -- biaya satu
miliar rupiah; -- darah ki 1 rusak hatinya atau dirinya krn sedih, mendongkol, dsb; 2
banyak mengambil untung; -- dati hak pria atau wanita yg belum nikah untuk ikut
menikmati hasil tanah dati (dl adat Ambon); -- dawai ki miskin sekali; -- dedak ki
sangat miskin; -- diri ki rusak badannya (krn sedih dsb); -- duit ki menerima uang
untuk melicinkan jalannya suatu urusan; -- emas ki menerima sogokan; -- gaji ki
hidup dr gaji; bekerja untuk mendapat gaji (upah); -- hak melanggar hak orang lain;
menyebabkan susah hati (mendongkol dsb); -- jangat miskin sekali; -- kawan sendiri
ki mencelakakan atau merugikan kawan (teman) sendiri; -- kawat ki miskin sekali;
makan jangat; -- kerawat ki makan kawat; -- keringat orang ki mengambil
keuntungan dr hasil kerja keras orang lain; -- kuli ki 1 bekerja menjadi kuli; 2
menyuruh orang bekerja keras untuk keuntungan sendiri; -- malam makan pd malam
hari; -- ongkos ki makan biaya; -- pagi makan pd waktu pagi; sarapan; -- pena ki
mencari nafkah dng jalan karang-mengarang (dl majalah dsb); -- riba melepas uang
dng bunga yg banyak; menjadi lintah darat; -- sekolah cak mendapat pendidikan di
sekolah; berpelajaran; -- sepinggan ki bersama-sama makan dr satu pinggan; -- siang
makan pd waktu siang hari; -- sogok ki makan suap; -- suap ki menerima uang
(barang dsb) sbg pelicin jalannya suatu urusan; -- sumpah ki 1 sudah bersumpah; 2
dimakan sumpah; -- tali ki miskin sekali; -- tanah 1 tersungkur di tanah; 2 menderita
kelaparan; miskin sekali; -- tangan ki 1 kena tinju (pukul); 2 beruntung besar (dng
tidak disangka-sangka); -- tidur ki makan dan tidur saja, tidak berbuat (bekerja) apa-
apa; -- tulang menyuruh orang bekerja keras; -- uang ki 1 menerima suap sbg pelicin
jalannya suatu urusan; 2 menggunakan uang (kantor dsb) secara tidak sah; -- upah ki
bekerja untuk menerima upah; hidup dr gaji (upah); -- waktu memerlukan waktu yg
lama;
ma·kan-ma·kan v makan untuk bersenang-senang, perjamuan (pesta): mereka
datang untuk - saja; hadiah itu dihabiskan untuk - bersama kawan-kawannya;
me·ma·kan v makan (biasanya mengandung arti lebih aktif): kucing - daging;
di·ma·kan v 1 ki dimusnahkan; dirusakkan; dihabiskan: rumahnya habis - api; pagar
besinya keropos - karat; 2 mendapat penyakit: kakinya - air, mendapat penyakit kulit,
terutama di antara jari kaki krn bekerja di sawah;
telah habis maka -, pb atau lagi ada jangan -, sudah habis baru -, pb sewaktu ada
pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian
lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu;
- pakaian ki elok bentuk tubuhnya sehingga tiap pakaian yg dikenakan padanya patut
dan pantas saja rupanya; - peluru ki tertembak; kena tembak; - sumpah ki menderita
kecelakaan krn melanggar sumpah; - tikus ki dicuri sedikit demi sedikit; - umur ki
telah lama hidup; sudah tua; - usia ki sudah tua;
me·ma·kani v 1 memberi pakan (untuk binatang); 2 memakan berkali-kali atau
banyak: kawanan burung gelatik - padi yg sedang dijemur; musang itu - buah kopi yg
masak;
me·ma·kan·kan v 1 membiarkan supaya dimakan; 2 memberi sesuatu supaya
dimakan; 3 memakan untuk;
ter·ma·kan v 1 sudah dimakan: padinya habis - tikus; 2 dapat dimakan: nasi
sebanyak itu tidak mungkin - habis olehnya; 3 tidak sengaja dimakan: kue bagiannya
- temannya; 4 ki dirusakkan; dihabiskan: rumahnya juga - api; 5 ki dipengaruhi: kita
jangan sampai - oleh berita-berita bohong; 6 ki terserap; masuk: nasihat itu - di
akalnya; pelajaran itu tidak - olehnya; 7 ki dikenai, dilukai, dsb: dia tidak - senjata;
ma·kan·an n 1 segala sesuatu yg dapat dimakan (spt penganan, lauk-pauk, kue); 2 ki
segala bahan yg kita makan atau masuk ke dl tubuh yg membentuk atau mengganti
jaringan tubuh, memberikan tenaga, atau mengatur semua proses dl tubuh; 3 rezeki;
- alami makanan ikan yg berupa jasad renik yg terdapat di dl kolam; - anak ayam
makanan ayam umur satu hari sampai dua bulan; - babi makanan untuk babi berupa
bubur yg berasal dr sisa dapur; - beku makanan yg diawetkan dng proses pembekuan
sehingga tahan lama; - berserat makanan yg mengandung serat (khusus dr tanaman
yg menstimulasi gerakan pencernaan untuk mengeluarkan sisa makanan, terdapat dl
beberapa jenis buah dan sayuran, msl kol, selada hijau, padi-padian); - buatan Tern
makanan tambahan yg dibuat dr bahan makanan ternak asal hewani dan nabati dl
perbandingan tertentu; - cepat saji makanan yg pengolahannya dan penyajiannya
dilakukan dng serba cepat, msl soto mi, tahu acar; - cepat siap makanan cepat saji; -
dimurnikan sebagian makanan buatan yg terdiri atas campuran bahan makanan yg
dimurnikan (msl asam amino dan asam lemak) dan sebagian besar bahan-bahan yg
tidak dimurnikan (msl tepung jagung); - empuk ki orang yg mudah dituju, dibohongi,
dsb untuk kepentingan pribadi: orang menjadi - empuk bagi penjahat; - hijau
makanan yg berupa rumput-rumputan (untuk binatang) atau dedaunan (untuk orang);
- kaleng makanan yg diawetkan dan dikemas dl kaleng tertutup rapat; - kecil
makanan ringan; kudapan; - laut makanan yg berasal dr hewan laut, spt udang,
kepiting, dan berbagai jenis ikan atau tumbuhan laut; - mengapung Ikn makanan ikan
yg dihasilkan dng proses ekstrusi dan dng temperatur dan panas yg tinggi sehingga
akan terapung di permukaan air untuk waktu yg lama; - peluru ki yg menjadi sasaran
tembakan musuh; - praktis makanan yg dibuat dr bahan alami yg mudah didapat, spt
padi-padian, daging, dan limbah daging; - ringan makanan yg bukan berupa nasi (spt
kue-kue) sbg makanan selingan di antara waktu-waktu makan; kudapan; - serba guna
campuran bahan makanan dr bahan nabati yg berkadar protein tinggi dng tujuan
menghasilkan makanan yg mudah dan kaya akan protein, msl saridele; - siap saji
makanan cepat saji; - tambahan Tern makanan buatan yg mengandung protein dan
zat hara yg lain yg melebihi zat-zat yg terdapat pd makanan alami di lingkungan itu; -
tunagiri makanan yg berkalori tinggi, tetapi kandungan gizinya rendah;
ma·kan-ma·kan·an n berbagai macam makanan;
pe·ma·kan n 1 sesuatu yg dipakai untuk makan: kapur - sirih; 2 hewan yg memakan:
burung buas - tikus;
- anak ki orang yg menzinai anak kandung; - bawang ki pemarah; - daging hewan yg
pakannya daging, termasuk di dalamnya hewan predator (hewan pemakan hewan
lain);
se·pe·ma·kan adv sama waktunya dng orang makan;
- sirih 1 sama waktunya dng orang makan sirih; 2 ki sebentar; tidak lama
source: kbbi3

Related Word(s)
makan-makan, memakan, dimakan, memakani, memakankan, termakan, makanan,
makan-makanan, pemakan, sepemakan, makan,

Visual ArtiKata
Indonesian to Indonesian
verb
1. mengucapkan (memanjatkan) doa kpd Tuhan: ia selalu ~ sebelum dan sesudah
melakukan sesuatu;
source: kbbi3

Related Word(s)
doa, berdoa, mendoa, mendoakan,

Visual ArtiKata

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/27/2013
language:Unknown
pages:27
tang shuming tang shuming
About