Docstoc

makalah tentang MADRASAH UNGGULAN

Document Sample
makalah tentang MADRASAH UNGGULAN Powered By Docstoc
					                                  MADRASAH UNGGULAN                                                       ekonomis dan sosiologis yang besar dari pada mengelola ribuan bahkan puluhan ribu tetapi tidak
                                    I. PENDAHULUAN                                                        dapat dibanggakan dan justru menjadi beban dan posisinya selalu terancam.
A. Latar Belakang                                                                                                  Sejalan dengan semakin dewasanya masyarakat yang ditandai dengan tumbuhnya kelas
          Dilihat dari kecenderungan atau gejala sosial baru yang terjadi di masyarakat akhir-akhir       menengah baru dan kemandirian yang lebih tinggi serta kebutuhan akan pelayanan-pelayanan
ini akan berimplikasi pada tuntutan dan harapan tentang model pendidikan yang mereka                      yang lebih manusiawi, memberikan peluang yang besar bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam
harapkan, dan dalam kaitan ini madrasah memiliki peluang besar untuk memenuhi tuntutan                    yang berstatus swasta untuk mengadakan pembaharuan atau modifikasai.
masyarakat tersebut. Gejala sosial baru dan implikasinya terhadap pendidikan dapat dijelaskan                      Keengganan masyarakat untuk menyekolahkan ke beberapa lembaga-lembaga
sebagai berikut ;                                                                                         pendidikan Islam sebenarnya bukan karena telah terjadi pergeseran nilai atau ikatan keagamaan
          Pertama, terjadinya mobilitas sosial yakni munculnya masyarakat menengah baru                   masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan memudar, melainkan karena sebagian besar dari
terutama kaum intelektual yang akhir-akhir ini mengalami perkembangan pesat. Kelas menengah               lembaga-lembaga pendidikan Islam tidak aspiratif dengan persoalan yang sedang “in” bagi
baru senantiasa memiliki peran besar dalam proses transformasi sosial, di bidang pendidikan               masyarakatnya, terutama dalam rangka melakukan transformasi vertikal bagi anak-anaknya di
misalnya akan berimplikasi pada tuntutan terhadap fasilitas pendidikan yang sesuai dengan                 masa depan dan dalam rangka meningkatkan status sosial mereka.
aspirasinya baik cita-citanya maupun status sosialnya. Karena itu lembaga pendidikan yang                          Dari refleksi di atas, penting bagi kita untuk memahami madrasah unggulan sebagai
mampu merespon dan mengapresiasi tuntutan masyarakat tersebut secara cepat dan cerdas akan                pemantapan dan pemahaman terhadap sistem pendidikan yang unggul.
menjadi pilihan masyarakat ini.                                                                           B. Rumusan Masalah
          Kedua, munculnya kesadaran baru dalam beragama (santrinisasi), terutama pada                        1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Madrasah Unggulan ?
masyarakat perkotaan kelompok masyarakat menengah atas, sebagai akibat dari proses re-                        2. Apa Keunggulan Madrasah Unggulan dalam Manajemen ?
islamisasi yang dilakukan secara intens oleh organisasi-organisasi keagamaan, lembaga-lembaga                 3. Bagaimana Tantangan (Problematika) dan Masa Depan Madrasah Unggulan ?
dakwah atau yang dilakukan secara perorangan. Terjadinya santrinisasi masyarakat elit tersebut
akan berimplikasi pada tuntutan dan harapan akan pendidikan yang mengaspirasikan status sosial                                             II. PEMBAHASAN
dan keagamaannya. Sebab itu pemilihan lembaga pendidikan didasarkan minimal pada dua hal                  A. Pengertian
tersebut, yakni status sosial dan agama.                                                                         Madrasah unggulan adalah madrasah yang dijadikan sebagai center for excellence untuk
          Ketiga, arus globalisasi dan modernisasi yang demikian cepat perlu disikapi secara arif.        mempersiapkan SDM masa depan.
Modernisasi dengan berbagai macam dampaknya perlu disiapkan manusia-manusia yang
memiliki dua kompetensi sekaligus; yakni Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan nilai-                B. Aspek Historis
nilai spiritualitas keagamaan (IMTAQ). Kelemahan di salah satu kompetensi tersebut menjadikan                      Terminologi tentang madrasah unggulan (modern), tampaknya mulai menguat saat Orde
perkembangan anak tidak seimbang, yang pada akhirnya akan menciptakan pribadi yang pincang                Baru malancarkan manuver-manuver politik pendidikannya. Baik melalui jalan formalisasi yaitu
(split personality), sebab itu pontensi-potensi insaniyah yang meliputi kedua hal tersebut secara         usaha penegerian madrasah, maupun jalan strukturisasi yaitu penjenjangan madrasah dengan
bersamaan harus diinternalisasi dan dikembangkan pada diri anak didik. Arus globalisasi dan               mengacu pada aturan. Departemen Pendidikan Nasional termasuk desain kurikulumnya.
modernisasi tersebut akhirnya berimplikasi pada tuntutan dan harapan masyarakat terhadap                  Keduanya memang kontroversial. Umat Islam melihat dengan kacamata prasangka, walaupun
pendidikan yang disamping dapat mengembangkan potensi-potensi akademik ilmu pengetahuan                   tetap memperjuangkan madrasah dan pendidikan keagamaan pada umumnya menjadi bagian dari
dan teknologi juga internalisasi nilai-nilai riligiusitas.                                                Departemen Agama.
          Lembaga pendidikan yang berkualitas pada gilirannya dipercaya dapat melahirkan                           Setelah kekuasaan Orde Baru berjalan satu periode, pada tahun 1975, dikeluarkan SKB 3
lulusan yang berkualitas, lulusan yang berkualitas akan dapat dengan mudah memasuki jenjang               menteri yang mencoba meregulasi madrasah secara integral-komprehensif. Inilah era baru
pendidikan di atasnya dan seterusnya sampai dalam rangka memasuki dunia kerja sebagaimana                 madrasah yang ditandai dengan efektifnya pembenahan madrasah di tahun-tahun berikutnya.
diharapkan. Oleh karena itu kalau orang tua benar-benar mengerti persoalan pendidikan niscaya             Akan tetapi, sebagai “sekolah umum plus pendidikan agama” (kurikulum, 70%: 30%),
ia akan menyekolahkan anaknya ke lembaga-lembaga yang berkualitas, yaitu lembaga pendidikan               menjadikan madrasah terbebani, dalam mengejar kualitas sekolah pada umumnya. Selama lima
yang didalamnya terdapat guru-guru yang cakap dan berwawasan luas, perpustakaan dan                       pelita berikutnya, kualitas madrasah bisa dipukul rata menghasilkan lulusan yang lemah Basic
laboratoriumnya lengkap, pembinaannya intensif dan sungguh-sungguh, dan suasananya kondusif               Competence agamanya, demikian juga lemah penguasaan ilmu umum lainnya.
untuk membelajarkan dan memintarkan orang.                                                                         Namun demikian, hingga reformasi politik meletus tahun 1998, dan terjadi transisi
          Oleh karena itu sebenarnya, lebih baik dan juga lebih strategis mengelola beberapa buah         pemerintahan dengan berganti-gantinya Kepala Negara, dunia pendidikan bukan tidak terkena
lembaga pendidikan tetapi kualitasnya diperhitungkan dan dapat mempunyai dampak politis,                  dampaknya. Spectrum reformasi politik tersebut memancar kemana-mana, termasuk kewilayah
                                                                                                          pendidikan keagamaan. Madrasah justru mulai memikirkan posisinya, nilai kehadirannya
                                                                                                      1
(bargaining position) dan menyadari hak-haknya, yang selama Orde Baru nasibnya dimarjinalkan
secara tidak adil (diskriminatif). Prestasi penting era reformasi adalah disahkannya UU Sisdiknas       Madrasah Terpadu
No. 20 Tahun 2003, yang menempatkan madrasah ekuivalen dengan sekolah umum termasuk                              Menghadirkan madrasah yang menekankan aspek keterpaduan proses pendidikan mulai
dalam perlakuan anggarannya.                                                                            dari Ibtidaiyah sampai Aliyah adalah ide awal pendirian Madrasah Terpadu, ini tentunya
          Berikut ini, berbagai bentuk pengembangan madrasah yang telah dilakukan oleh                  diakibatkan oleh kenyataan yang dihadapi bahwa pendidikan madrasah selama ini berjalan tidak
Departemen Agama, dengan kelebihan dan kekurangannya, yang dimaksudkan untuk                            disandarkan pada konsep yang menjaga kesinambungan dan keterpeduan pendidikan dari tingkat
meningkatkan mutu lulusan madrasah agar memiliki kompetensi yang dapat diterima oleh                    dasar sampai menengah.1
masyarakat. Namun demikian, karena tidak berpijak pada konsepsi yang sistemik, ihktiar ini
tersendat-sendat.                                                                                       C. Kelebihan Madrasah Unggulan di Bidang Manajemen
Madrasah Aliyah Keagamaan (MAPK Program)                                                                          Madrasah unggulan memiliki strategi khusus dibidang manajamen, yaitu suatu upaya
          Lahirnya surat keputusan Menteri Agama Nomor 371 taun 1984 tentang pengembangan               untuk mengembangkan sistem manajemen madrasah sehingga secara kelembagaan madrasah
Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) dari madrasah Aliyah regular, pada dasarnya                    akan memiliki kemampuan-kemapuan sebagai berikut: (a) berkembangnya prakarsa dan
bukan sesuatu hal yang baru dalam sejarah perjalanan madrasah, secara substansi MAPK ini                kemampuan-kemampuan kreatif dalam pengelola pendidikan, tetapi tetap berada dalam bingkai
kembali pada jati dirinya dalam membekali dan memperkuat pada siswa Madrasah Aliyah dengan              visi, misi serta tujuan kelembagaan madrasah; (b) berkembangnya organisasi pendidikan di
mempelajari bahasa, terutama Bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama secara lebih komprehensif                  madrasah yang lebih berorientasi pada profesiolisme, dari pada hierarchi; dan (c) layanan
dengan sistem boarding school. Terbitnya Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 371 tahun                  pendidikan yang semakin cepat, terbuka, adil, dan merata.
1993 tentang Madrasah Aliyah Keagamaan. Program keagamaan ini menjadi salah satu jurusan                          Kebijaksanaan progam yang dilaksanakan meliputi: (a) revitalisasi peran, fungsi dan
yang ada pada Madrasah Aliyah tertentu.                                                                 tanggung jawab pendidikan Madrasah; (b) mengembangkan system perencanaan regional dan
                                                                                                        local ditingkat satuan pendidikan; (c) meningkatkan partisipasi masyarakat melalaui pembentukan
Madrasah Aliyah Program Keterampilan                                                                    majlis madrasah; (d) pemberdayaan personel madrasah yang didukung oleh aparat yang bersih
          Madrasah Aliyah Program Keterampilan bukan merupakan suatu lembaga pendidikan                 dan berwibawa; (e) melakukan kajian pengembangan madrasah yang didasarkan pada Undang-
yang berdiri sendiri. Akan tetapi, merupakan program pendidikan yang dikembangkan oleh                  Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan segala macam aturan perudangannya.
madrasah Aliyah tertentu. Madrasah Aliyah Program Keterampilan pertama kali dilaksanakan di                            Secara lebih detail dapat penulis jelaskan sebagai berikut:
tempat tempat, yatiu di Madrasah Aliyah Negeri Garut, Madrasah Aliyah Negeri Kendal,                         a. Aspek Administrasi
Madrasah Aliyah Negeri Jember dan Madrasah Aliyah Negeri Bukit Tinggi. Sampai hari ini                            1) Maksimal 3 kelas untuk tiap angkatan
tecatat ada 83 Madrasah Aliyah yang menyelenggarakan program keterampilan.                                        2) Tiap kelas terdiri dari 25 siswa
                                                                                                                  3) Rasio guru kelas adalah 1:25
Madrasah Model                                                                                                    4) Dokumentasi perkembangan tiap siswa dari mulai MI sampai PT
         Pada tahun 1993, Madrasah Tsanawiyah (MTs). Model mulai dipopulerkan, dengan                             5) Transparan dan Akuntable
didirikan sebanyak 54 MTs. Pada tahun 1997, madrasah model dikembangkan tidak hanya pada                     b. Aspek Ketenagaan
Madrasah Tsanawiyah akan tetapi mencakup Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah dengan                           1) Kepala madrasah
jumlah Madrasah Ibtidaiyah model 44 madrasah, Madrasah Tsanawiyah Model 69 Madrasah dan                                    Minimal S-2 untuk MA, S-1 untuk MTs dan MI
Madrasah Aliyah Model 35 Madrasah.                                                                                         Pengalaman minimal 5 tahun menjadi kepala di sebuah madrasah
                                                                                                                           Mampu berbahasa Arab dan atau Inggris
Madrasah Unggulan                                                                                                          Lulus tes (fit & proper test)
          Madrasah Aliyah program unggulan lahir dari sebuah keinginan untuk memiliki                                      Sistem kontrak 1 tahun
madrasah yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan dunia dalam penguasaan ilmu                                        Siap tinggal di kompleks madrasah
pengetahuan dan teknologi ditunjang oleh akhlakul karimah. Madrasah tersebut adalah Madrasah                      2) Guru
Aliyah Negeri Insan Cendekia yang berada di Serpong, Banten dan Gorontalo. Pengelolaan                                     Minimal S-1
madrasah ini oleh Departemen Agama dimulai pada awal tahun 2001, setalah mengalami
kesulitan keuangan yang sebelumnya didukung penuh oleh Badan Pengkajian dan Penerapan
                                                                                                        1
Teknologi (BPPT). Selain itu, dirancang pula sebagai madrasah unggulan adalah MI Al-Azhar al-            Departemen Agama RI, 2004. Desain Pengembangan Madrasah. Direktorat Jenderal
Syarif, Jakarta.                                                                                        Kelembagaan Agama Islam, hlm. 41
                                                                                                    2
             Spesialisasi sesaui mata pelajaran                                                       Skema Manajemen Madrasah Unggulan
             Pengalaman mengajar minimal 5 tahun
             Mampu berbahasa Arab dan atau Inggris                                                                                MADRASAH
             Lulus tes (fit & proper test)                                                                                        UNGGULAN
             Sistem kontrak 1 tahun
     3) Tenaga lain
             Minimal S-1
             Spesialisasi sesuai bidang tugas                                                                                        Pandangan                             Karakter
             Pengalaman mengelola minmal 3 tahun                                                         Syarat                                                            Unggulan
                                                                                                                                      Filosofis
c.   Aspek Kesiswaan                                                                                    Unggulan
                                                                                                                                                                  1.  Input berkualitas
     1) Input                                                                                 1.   SDM berkualitas dan
                                                                                                                                    Visi dan Misi                     (terseleksi)
             Lima besar MTs (untuk MA)                                                             komitmen pada tugas                                            2. Fasilitas menunjang
                                                                                                   dan tanggung jawab.                                            3. Lingkungan belajar
             Lima besar MI ( untuk MTs)                                                       2.   Organisasi dan                      Konsep                         kondusif
             Mampu berbahasa Arab dan Inggris                                                      Manajemen serta                                                4. Muatan kurikulum yang
             Lulus Test.                                                                           kepemimpinan yang                                                  integrate-komprehensif
     2) Out Put                                                                                    efektif dan bertanggung                                        5. Full-dayschool
                                                                                                   jawab.                                                         6. Metode pembelajaran
             Menguasai berbagai disiplin ilmu.                                                3.   Dana yang memadai                                                  yang flesibel dengan
             Ada keahlian spesifik tertentu.                                                  4.   Sinergitas dengan                                                  mengikuti
             Mampu berbahasa dan menulis Arab dan Inggris secara benar.                            lembaga pemerintah dan                                             perkembangan modern
             Terampil menulis dan berbicara (Indonesia).                                           non-pemerintah tinggi.                                         7. Sistem pembelajaran
                                                                                              5.   Fasilitas dan kondisi                                              yang berkualitas
             Siap bersaing untuk memasuki universitas/institute bermutu dalam dan luar             lingkungan belajar yang                                        8. Kegiatan ekstra yang
              negeri.                                                                              kondusif.                                                          bernilai tinggi
d.   Aspek Kultur Belajar                                                                                                                                         9. Leadership yang unggul
         Full-day school.                                                                                                                                         10. Berbahasa Arab.Inggris
         Student centered leaning.                                                                                                                                11. dll.
         Student inquiry.
         Kurikulum dikembangkan secara lokal dengan melibatkan semua komponen
                                                                                                      Sampai saat ini sudah banyak sekali madrasah yang diberi label unggulan oleh
         madrasah termasuk siswa.
                                                                                             masyarakatnya, namun eksistensi dari madrasah unggulan ini ketika disorot secara lebih
         Bahasa pengantar Arab dan Inggris.
                                                                                             mendalam ternyata masih menimbulkan problem-problem baru dalam pendidikan. Hal ini lebih
         Bahasa pergaulan sehari-hari adalah Arab/Inggris.
                                                                                             disebabkan karena rumusan atau konsep tentang madrasah unggulan masih kurang dapat dicerna
         Sistem Drop-Out.
                                                                                             dengan baik oleh para pelaksana pendidikan, dan persepsi masyarakat yang terlalu mendewakan
         Pendekatan belajar dengan fleksibelitas tinggi dengan mengikuti perkembangan
                                                                                             adanya istilah unggulan.
         metode-metode pembelajaran terbaru.
                                                                                                      Dari hasil pengamatan kami, dapat ditemukan adanya problematika yang dihadapi oleh
e.   Aspek Sarana Prasarana
                                                                                             madrasah unggulan antara lain :
         Perpustakaan yang memadai.
                                                                                             1. Madrasah unggulan berbiaya sangat mahal
         Laboratorium (Bahasa, IPA dan Matematika).
                                                                                             2. Parameter pencapaian aspek kognitif saja, misalnya hasil Ebtanas/UAN.
         Perkebunan/perkolaman sebagai laboratorium alam.
                                                                                             3. Standar kelulusan yang tidak sama.
         Musholla
                                                                                             4. Hanya mengejar target masuk perguruan tinggi
         Lapangan/Fasilitas olah raga ( Bola kaki, basket dll.)




                                                                                         3
5.   Sekolah unggulan yang hanya mempunyai target intelegensi biasanya dalam proses                  telah membuktikan kemampuannya melahirkan siswa berkualitas, Salah satunya adalah Madrasah
     pembelajarannya tidak menyenangkan dan menambah beban siswa karena pembelajaran                 Tsanawiyah (MTs) Negeri.
     sifatnya hanya mencekoki murid dengan berbagai materi.2                                                  Seperti diungkapkan Kepala Sekolah MTs Negeri 7 Model, Suhairi, bahwa madrasah ini
6. Masyarakat yang cenderung memilih lulusan dari sekolah-sekolah unggulan                           harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pengajaran yang memadai. Sehingga mampu
7. Gagasan peningkatan biaya pendidikan di sekolah-sekolah negeri tanpa harus terseret arus          memberikan pengajaran yang lebih baik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Berbagai
     komersialisasi pendidikan                                                                       kreasi dan inovasi pengajaran juga dilakukan. Upaya seperti ini dilakukan agar madrasah ini
8. Adanya persaingan antar madrasah unggulan yang semakin memarginalkan madrasah non                 menjadi sekolah unggul, inovatif, serta kreatif yang berlandasakan iman dan taqwa serta ilmu
     unggulan.                                                                                       pengetahuan dan teknologi. Guna mewujudkan impian tersebut, madrasah ini melakukan studi
9. Sekolah unggulan berpotensi membuat anak stres. Hal itu terjadi jika anak merasa terbebani        banding di berbagai sekolah lain yang dinilai berkualitas. Selain itu, kemitraan pun menjadi
     oleh tuntutan untuk berprestasi.                                                                sarana mewujudkan impiannya. Sebagai contoh, MTs Negeri 7 ini menjalin kerja sama dengan
10. Mayoritas guru-guru di sekolah belum memahami makna, hakikat dan ciri-ciri anak berbakat         SMPN 49 Jakarta. Kemitraan yang dijalin, jelas Suhairi, dalam artian saling berbagi informasi
     unggul, bahkan guru tidak tahu cara mengindentifikasi anak-anak berbakat                        dan pengetahuan.
          Pengembangan madrasah unggulan mendapat respon yang sangat positif dari
masyarakat. Pemerintah juga mendukung sekali peningkatan pendidikan ini. Sehingga ke depan,                    Suhairi memandang kemitraan memang harus terus diperluas, termasuk dengan sekolah
sekolah unggulan baik negeri atau swasta juga didorong untuk mandiri dalam pembiayaan.               unggulan dari luar negeri. Pasalnya, banyak sekolah unggulan lain yang melakukan kemitraan
Fasilitas pemerintah akan dibatasi. APBN serta APBD dikonsentrasikan untuk pembiayaan                dengan sekolah unggulan di luar negeri. Meski Suhairi mengakui hal itu belum mulai dirintis.
sekolah yang berstandar kualitas nasional dan dapat diakses siapa saja.                                        Sebagai upaya melahirkan siswa unggul, MTs Negeri 7 Model memberlakukan
          Menurut Mendiknas “Yang namanya pembiayaan pendidikan didasarkan pada tingkat              penambahan jam pelajaran agar siswa mampu mendalami sebuah mata pelajaran dengan jatah
mutu tertentu. Besaran anggaran pendidikan diasumsikan pada tingkat mutu tertentu pula secara        waktu yang proporsional. Selain itu, dibentuk pula pusat-pusat keunggulan. Misalnya, dalam
nasional. Kemudian dihitung berapa anggaran yang bersumber dari APBN, APBD, dan                      bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).                    Melalui pusat keunggulan
masyarakat".3                                                                                        ini, sejumlah siswa direkrut dan mendapatkan bimbingan lebih banyak dalam bidang studi
          Jika ada komponen masyarakat yang menginginkan kualitas pendidikan lebih dari              tersebut. Selanjutnya, mereka masuk ke dalam tim unggulan MIPA yang kelak menjadi utusan
standar nasional, konsekuensinya biaya ditanggung sendiri. Mereka yang mampu                         sekolah di berbagai event atau olimpiade MIPA. Secara umum, para siswa ini juga mendapatkan
menyelenggarakan pendidikan lebih dari yang ditawarkan pemerintah tidak akan dihalangi pula.         sentuhan metode Quantum Learning.                             Dalam metode ini, siswa dilatih
Bahkan, pemerintah daerah yang berkeinginan mendirikan bibit sekolah unggulan dipersilakan.          untuk mengembangkan potensi dirinya dengan bantuan guru dan belajar dengan senang tanpa
Akan tetapi, setelah lembaga itu menjadi sekolah unggulan, kucuran APBN dan APBD akan                merasa terbebani. Inovasi teranyar sekolah ini adalah terbentuknya kelas multimedia. Kini, para
dibatasi karena dianggap telah mampu membiayai dirinya secara mandiri.                               siswa dapat belajar dari kepingan Video Compact Disk (VCD) dan sebuah proyektor.        Para
          Semakin banyak sekolah seperti itu semakin baik karena pendidikan akan dibiayai dan        siswa juga dapat belajar secara interaktif melalui komputer, khususnya dalam pembelajaran
digerakkan oleh tenaga dan masyarakat sendiri. Dalam jangka panjang, pemerintah mendorong            bahasa. komputer adalah faktor penting guna mendukung pembelajaran bahasa Arab dan Inggris,
agar       sekolah      kompetitif     tersebut      semakin       banyak     dan     mandiri.       baik dalam bentuk game maupun dialogis. Mereka cukup memainkan keyboard untuk
Sekolah-sekolah unggulan atau kompetitif tersebut terbuka peluang mengembangkan diri dari            mempelajari kedua bahasa tersebut secara menyenangkan. Sebagai sekolah yang bercorak Islam,
dana yang ditarik dari masyarakat. Dengan demikian, standarnya bisa saja di atas standar             setiap hari para siswa mengawali hari belajarnya dengan tadarus Al-Qur’an. Bahkan setiap kelas
kompetensi nasional atau minimal sejajar.                                                            juga mendapatkan giliran menunaikan shalat Dhuha. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler secara
          Keberadaan madrasah selama ini dipandang sebelah mata. Masyarakat seakan sangsi            serentak dilaksanakan pada hari Sabtu. Di sekolah ini, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) menjadi
dengan kualitas pendidikan madrasah, sehingga enggan mempercayakan putra-putrinya untuk              sarana pembinaan kreativitas dan iptek. Selain itu, jelas Suhairi, kelompok teater yang
menuntut ilmu di sana. Meski akhirnya mereka memasukkan anak-anaknya ke madrasah, itu pun            dimilikinya setiap bulan manggung di Anjungan Betawi, Taman Mini Indonesia Indah.
karena terpaksa. Namun, pandangan miring itu kini tampaknya kian bergeser. Pasalnya, madrasah                  Menurut Didi Supriyadie Mendidik, tidak cukup dengan memberikan materi satu arah
                                                                                                     dan membebani murid dengan hafalan dan pekerjaan rumah (PR), lalu diuji pada setiap semester.
                                                                                                     ''Ini pendidikan gaya konvensional.'' Untuk membentuk siswa unggul memerlukan sistem
                                                                                                     pendidikan dengan pola pembinaan teratur, terkoordinasi, dan kontinyu.         Ada tiga pokok
2
  Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Rasiyo usai seminar bertema Format                      yang dirumuskan untuk model sekolah unggulan, yaitu pertama, materi pelajaran lebih
Pembangunan Pendidikan di Jawa Timur Menuju Sumber Daya Manusia Unggul, Selasa (13/5),               ditekankan kepada wawasan pengembangan agama dan menghidupkan perilaku Islami, toleransi,
3
  www.compas.com
                                                                                                 4
gotong royong, dan cinta tanah air pada sekolah yang menggunakan sistem.

         Kedua, siswa akan dibimbing untuk menguasai dan mampu mengembangkan teknologi
yang berbasis kerakyatan yang sesuai dengan kondisi geografis dan tipologi masyarakat Banten.
Ketiga, pengembangan apresiasi siswa terhadap seni dan budaya nusantara, terutama seni dan
budaya Banten, sehingga memunculkan kecintaan dan mematrikan komitmen untuk
melestarikannya.4
         Kurikulum yang akan diterapkan tetap mengacu pada kurikulum Depdiknas tahun 1994
yang fleksibel, namun sarat dengan tambahan kurikulum muatan lokal yang akan ditekankan pada
materi pendalaman agama Islam. Sembilan paket pengajaran ilmu-ilmu Islam yaitu dasar-dasar
Islam, Spritual Camp, Ulumul Quran, Ulumul Hadis, studi tematik Alquran, Ushul Fiqih, Fiqih
Muqarram, sejarah Islam, dan studi keumatan.
         Artinya, di sini semua disiplin ilmu, seperti matematika, fisika, biologi, ilmu sosial, dan
olahraga akan dibahas dalam perspektif Islam dengan bersandar kepada ayat Al-Qur’an dan Hadis
sahih.




4
    http//www.google.com
                                                                                                       5

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/26/2013
language:Unknown
pages:5
Sita Trijata Sita Trijata
About