ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KASUS SISTEM PERKEMIHAN HIDROKEL by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 9

									                   ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

                   DENGAN KASUS SISTEM PERKEMIHAN

                                  (HIDROKEL)

KONSEP DASAR



A. Pengertian

          Hidrokel adalah kumpulan cairan didalam ruang potensial diantara 2

   lapisan membran tunika vaginalis.

          Hidrokel adalah proses vaginalis tidak mengalami obliterasi sempurna

   dan meninggalkan lumen berdiameter kecil sehingga cairan rongga preiteoneal

   turun masuk ke tunika vaginalis. Kadang-kadang pada anak-anak yang lebih

   besar dapat terjadi hidrokel yang disebabkan oleh trauma, inflamasi atau

   tumor testis.



B. Etiologi

          Hidrokel biasanya nyeri ringan kecuali disebabkan oleh infeksi

   epididimis akut atau torsio testikular.

          Hidrokel dapat disebabkan oleh rangsangan patologik seperti radang

   atau testik. Hidrokel dapat dikosongkan dengan fungsi, tetapi sering kambuh

   kembali, pada operasi sebagian besar dinding dikeluarkan, kadang ditemukan

   hidrokel funikulus benjolan tersebut jelas terbatas dan bersifat diafan pada

   transisi luminalis pada fungsi didapatkan cairan.
C. Tanda dan Gejala

      Pembesaran skrotum, perasaan berat dan biasanya nyeri yang ringan atau

       rasa tidak enak

      Penanganan hidrokel dapat berupa pembedahan droinase dan segala

       tindakan terapi untuk mengatasi sebab-sebab yang mendasari.



D. Pengkajian

   -   Ngompol

   -   Nyeri pada bagian alat kelamin

   -   Gelisah

   -   Meringis

   -   Kelelahan

   -   Pucat

   -   Berkeringat
                  DIAGNOSA YANG MUNGKIN MUNCUL



1. Nyeri berhubungan dengan spasme otot

2.   Ansietas berhubungan dengan terulang dengan nyeri terus menerus

3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum pasca operasi

4. Resti infeksi berhubungan dengan pasca operasi

5. Resti perubahan pola eliminasi urinarius berhubungan dengan penyempitan

     pada pesinium.
               ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS



1. Nyeri berhubungan dengan spasme otot, do : wajah menahan nyeri, gelisah,

   meringis.

   Tujuan      : nyeri dapat berkurang

   K/H         : melaporkan nyeri hilang atau teskontrol

   Intervensi :

   -   Kaji adanya keluhan nyeri, catat lokasi, lamanya serangan

   -   Pertahankan tirah baring selama fase akut

   -   Bantu pemasangan barce atau korset

   -   Batasi aktivitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan

   -   Intruksikan pasien untuk melakukan tekhnik relaksasi / visualisasi

   Rasional

   -   Membantu menentukan pilihan intervensi dan memberikan dasar untuk

       perbandingan dan evaluasi terhadap terapi.

   -   Tirah baring dalam posisi yang nyaman menungkinkan pasien untuk

       menurunkan spasme otot.

   -   Berguna selama fase akut dan ruptur diskus untuk memberikan sokongan

       dan membatasi flesi atau terpelintir.

   -   Menurunkan gaya gravitasi dan gerak yang dapat menghilangkan spasme

       otot dan menurunkan edema.
   Implementasi :

   -   Menentukan skala nyeri pasien dari 0-10

   -   Membantu pasien untuk memiringkan tubuhnya setiap 2 jam sekali

   -   Membantu pemasangan grase atau korset di perut

   -   Membatasi aktivitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan

   -   Mengintruksikan pasien untuk melakukan tekhnik relaksasi / visualisasi.

   Evaluasi :

   Nyeri pasien telah berkurang karena kebutuhan rasa nyaman terpenuhi.



2. Ansietas berhubungan dengan gangguan berulang dengan nyeri terus menerus

   Tujuan       : Pasien tampak rileks

   K/H          : ansietas berkurang pada tingkat dapat diatasi

   Intervensi

   -   Kaji tingkat ansietas pasien

   -   Berikan informasi yang akurat dan jawab dengan jujur

   -   Berikan kesempatan anak untuk merespon permainan yang diberikan

   -   Catat perilaku dari orang tersebut

   Rasional

   -   Membantu dalam mengindetifikasi kekuatan anak

   -   Memungkinkan anak dalam menjawab pertanyaan yang diberikan

   -   Kebanyakan anak mengalami masalah yang perlu untuk mengungkapkan

       respon dengan informasi yang akurat
   -   Orang tersebut / keluarga mungkin secara tidak sadar memungkinkan

       pasien untuk mempertahankan ketergantungannya.

   Implementasi :

   -   Mengkaji tingkat ansietas pasien

   -   Memberikan informasi yang akurat dan jawab dengan jujur.

   -   Memberikan kesempatan anak untuk merespon permainan yang diberikan

   -   Mencatat perilaku dari orang terdekat.

   Evaluasi

   Ansietas teratasi.



3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum pasca operasi do :

   kelelahan, pucat dan berkeringat

   Tujuan     : Dapat melakukan aktivitas sesuai kebutuhan

   K/H        : Mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur.

   Intervensi :

   -   Periksa TTV sebelum dan segera setelah aktivitas

   -   Catat respons kardiopulmoral terhadap aktivitas

   -   Kaji penyebab kelemahan

   -   Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan

   Rasional :

   -   Agar dapat mengetahui perubahan tanda vital

   -   Penurunan / ketidakmampuan untuk meningkatkan volume dan udara

   -   Kelemahan adalah efek samping dari beberapa obat
-   Kelemahan adalah efek sai

-   Pemenuhan kebutuhan anak

Implementasi

-   Memeriksa TTU sebelum dan segera setelah dan aktivitas

-   Mencatat respon kardiopulmonal terhadap aktivitas.

-   Mengkaji penyebab kelemahan

-   Memberikan bantuan dalam aktivitas perawatan

Evaluasi

Toleransi aktivitas membaik
                            DAFTAR PUSTAKA



Hermana, Asep. 2000. Teknik Khitan Panduan Lengkap Sistematis dan Praktis,

Jakarta : Widya Media

Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC

Doenges, Marilyn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC

Bacharin, Rosa M. 1996. Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2. Jakarta : EGC

Kamus Kedokteran. 2003. Buku Kedokteran. Jakarta : EGC

Price, Sylvia A dan Worraine M. Wilson. 1997. Patofisiologi Edisi 4. Jakarta :

EGC
                                 PERTANYAAN



Sriwahyuni

1.      - Perbedaan hidrokel dan hernia

        - Tambahkan pengkajian



Tumino

2.      Jelaskan tentang etiologi “hidrokel dapat dikosongkan”



Yulia

3.      - Dimana saja hidrokel bisa terjadi

        - Bagaimana cara pencegahan hidrokel



1. Hernia : penonjolan isi perut dari rongga yang normal melalui suatu defek

     pada fasia dan muskuloapneurotik dinding perut, baik secara kongenital atau

     didapat yang memberi jalan keluar pada setiap alat tubuh selain yang bisa

     melalui dinding tersebut.

2. Kista ini tembus cahaya dan tidak dapat dikosongkan dengan tekanan karena

     suatu katup penutup pada sambungannya dengan prosessus.

3. Pencegahan : melakukan tindakan bedah adalah insisi pada usia 2 tahun

     prosedur bedah yang dilakukan sama dengan pada herniotomi yaitu ugasi

     prosesus vaginalis seproksimal mungkin.

								
To top