Docstoc

pengkajian kebutuhan belajar

Document Sample
pengkajian kebutuhan belajar Powered By Docstoc
					PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM
       KEPERAWATAN
  Pengkajian kebutuhan belajar
Pengkajian faktor predisposisi
Pengkajian faktor pemungkin
Pengkajian faktor penguat
  Pengkaian faktor predisposisi

Pengkajian   riwayat keperawatan
Pengkajian   fisik
Pengkajian   kesiapan klien untuk belajar
Pengkajian   motivasi
Pengkajian   kemampuan membaca
 Pengkajian riwayat keperawatan
Usia : lansia jika berbicara harus pelan, anak harus
diamati sewaktu bermain
Persepsi klien tentang masalah : sejauhmana
pengetahuan dan pengaruhnya terhadap aktifitas
sehari – hari
Kepercayaan terhadap agama, agama, gender
Kepercayaan terhadap kebiasaan makan, kebiasaan
mempertahankan kesehatan, kebiasaan penanganan
sakit, serta gaya hidup
Keadaan ekonomi
Cara belajar pasien ( melihat, melakukan,
membaca, dll)
Kajia sistem pendukung ( teman, keluarga
dll)
        Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dapat memberikan
petunjuk terhadap kebutuhan belajar
Contoh : status mental, kekuatan fisik, dan
status nutrisi
Pernyataan kien tentang kemampuan fisik
untuk belajar
Toleransi aktifitas, kemampuan motorik bisa
mempengaruhi kapasitas belajar klien.
Pengkajian kesiapan belajar klien
Pasien yang siap belajar dan yang tidak siap bisa
dilihat dari tingkah lakunya
Kesiapan fisik ( nyeri, pusing,lelah, ngantuk ) bisa
mempengaruhi fokus belajar pasien
Kesiapan emosi ( cemas, depresi, berduka )
Kesiapan kognitif ( berpikir jernih, sadar penuh,
pengaruh obat )
Kesiapan berkomunikasi ( saling percaya, omunikasi
dua arah dalam proses pembelajaran )
     Pengkajian motivasi
Motivasi merupakan faktor penentu dalam
belajar
Motivasi dapat dipengaruhi : masalah
keuangan, penolakan terhadap status
kesehatan, kurangnya dorongan dari
lingkungan sosial, penginhkaran penyakit,
kecemasan, ketakutan, rasa malu dan konsep
diri yang negatif.
Motivasi mungkin sulit dikaji tapi bisa
ditunjukkan dengan verbal dan nonverbal.
Pengkajian tingkat membaca
 Mengkaji kesenangan membaca : pasien
 diberi topik bacaan lalu diminta membaca
 dan menceritakan dengan kata – kata
 sendiri
 Menggunakan indek SMOG, pilih 30 kalimat
 bacaan, pisahkan 10 kalimat awal, 10
 kalimat tengah,dan 10 kalimat
 akhir.hitungah semua kata yang
 menggunakan 3 atau lebih suku kata
 (Syllabes), kemudian jumlahkan, lalu
 temukan jumlah tersebut dalam tabel.
             Indeks SMOG
Jumlah kata yang         Tingkat bacaan
mengandung 3 kata atau
lebih
0-2                      4
3-6                      5
7-12                     6
13-20                    7
21-30                    8
31-42                    9
43-56                    10
57-72                    11
73-90                    12
  Pengkajian faktor pemungkin
Faktor pemungkin mencakup
ketrampilan serta sumber daya yang
penting untuk menampilkan perilaku
hidup sehat.
Sumber daya : ruangan yang ada,
fasilias, personalia.
Keterjangkauan oleh klien : biaya, jarak
dan waktu.
Ketrampilan klien untuk melakukan
perubahan perilaku perlu diketahui.
    Pengkajian faktor penguat
Sumber penguat tergantung tujuan dan jenis
program.
Dalam penkes di RS misal : perawat, dokter,
ahli gizi, atau kien lain dan keluarga.
Dalam penkes di sekolah : guru, teman
sebaya, pimpinan sekolah, keluarga.
Faktor penguat bisa posiyif atau negatif.
  Penegakan diagnosa keperawatan
Kurang pengetahuan : pernyataan pada
saat individu, keluarga, atau komunitas
tidak dapat memahami, tidak dapat
belajar, dan tidak dapat menunjukkan
pengetahuannya tentang tindakan –
tindakan keperawatan kesehatan yang
penting untuk mempertahankan
kesehatan (NANDA)
Karakteristik kurang pengetahuan
Adanya pengungkapan secara verbal tentang
masalah
Ketakakuratan mengikuti instruksi
Ketakakuratan penampilan dalam suatu uji
Ketaksesuaian perilaku atau adanya perilaku
berlebihan misal histeria, permusuhan, agitasi
atau apatis.
       Faktor yang berhubungan
•   Kurang terpapar informasi
•   Kurang mengulang pelajaran
•   Adanya kesalah penafsiran
•   Keterbatasan pengetahuan
•   Kurangnya ketertarikan dalam belajar
•   Tidak famiiarnya klien dengan sumber
    informasi.
Contoh diagnosa keperawatan,
jika kurang penetahuan sebagai PROBLEM

  Kurang pengetahuan tentang diit DM
  berhubungan dengan tidak familiarnya diri
  dengan program yang harus diikuti
  Kurang pengetahuan tentang diit rendah
  kalori berhubungan dengan tidak punya
  pengalaman
  Jika kurang pengetahuan
       dijadikan etiologi

Resiko tinggi terjadinya proses menjadi
orang tua b.d kurangnya pengetahuan
tentang perawatan bayi dan menyusui
Resiko tinggi terjadi infeksi b.d kurang
pengetahuan tentang pencegahan
penyakit menular

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/26/2013
language:Unknown
pages:18
bayu ajie bayu ajie
About ingin download tapi tidak bisa? hubungi: zuperbayu at yahoo.com