Docstoc

askep Furunkel

Document Sample
askep Furunkel Powered By Docstoc
					                       ASUHAN PADA KLIEN DENGAN
               GANGGUAN FURUNKEL DAN KARBUNKEL




1. Pengertian

   Furunkel atau bisul adalah penyakit infeksi akut pada folikel rambut dan

   perifolikuler, bulata, nyeri, berbatas tugas yang berakhir dengan supurasi

   ditengah.

   Karbunkel adalah furunkel yang berkonfiuensi dengan “mata” yang terpisah.

   (Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, 2000. Media Aesculapius,

   FKUI : Jakarta)

   Furunkel adalah bisul, nodus nyeri hebat yang terbentuk dalam kulit, oleh

   peradangan terbatas dari korium dan jaringan subkutis, mengelilingi nekrosis

   sentral atau “inti” disebabkan oleh stafilokokus yang memasuki kulit melalui

   folikel rambut.

   Karbunkel adalah infeksi nekrotikans pada kulit dan jaringan subkutan yang

   terdiri   dari    sekelompok bisul   (furunkel)   biasanya   disebabkan   oleh

   staphylococcus aureus, dengan drainase sinus multipel contoh : antraks.

   (Doriand, Kamus Saku Kedokteran Doriand, Edisi 25, EGC : Jakarta )

   Furunkel adalah radang folikel rambut dan jaringan sekitarnya (Jamak :

   Furunkolosis)

   Karbunkel adalah beberapa furunkel yang berkonfluensi menjadi satu (jamak :

   karbunkulosis)
   (Junaidi, Purnawan, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ke Dua. 1982. Media

   Aesculapius : FKUI, Jakarta)




2. Etiologi

   Biasanaya staphylococcus aureus.



3. Histopatologi

   Adanya abses yang dalam dengan linfosit dan neutrofil dan pada kasus yang

   sudah lama terdapat sel plasma dan sel benda asing (giant cell)



4. Manifestasi Klinis

   Keluhannya nyeri dengan nodus ertomatosa berbentuk kerucut ditengahnya

   terdapat pustul, kemudian melunak menjadi abses berisi pus dan jaringan

   nekrotik, lalu memecah tempat predileksi ialah yang banyak mengalami friksi,

   misalnya aksila, dan tengkuk atau leher.



5. Penatalaksanaan

   -   Jika hanya beberapa buah, cukup dengan antibioktika topikal jika banyak,

       diberikan antibiotik tropikal dan sistemik.

   -   Untuk furunkel dini dapat diberikan kompres air hangat dan antibiotik

       misalnya golongan ertomisin dan sefaloporin per oral dengan dosis 1-

       29/hari bergantung pada beratnya penyakit.
   -   Cari dan hilangkan faktor predisposisi (kalau berulang-ulang) mendapat

       furunkulosis atau karbunkel misalnya diabetes melitus.




6. Gambaran klinik

   Predikleksi furunkel : muka, leher, punggung, bokong.

   Karbunkel : Punggung, kuduk

   Kita harus selalu ingat akan kemungkinan diabetes melitus. Perjalanan

   penyakitnya bermula dari infiltrat kecil yang dalam waktu singkat membesar

   berupa nodus yang eritematus yang berbentuk kerucut. Kemudian ditempat

   rambut keluar tampak bintik putih sebagai mata bisul (core), nodus akan

   melunak (supurasi) menjadi abses yang akan memecah melalui lokus minoris

   resistensia, yaitu muara folikel rambut menjadi rontok/telepas.

   Jaringan nekrotik yang keluar berupa pus dan terbentuk fister.



7. Komplikasi

   -   Bila masih keras dan dipencet akan meluas dan dapat menjadi selulitis.

       Terutama didaerah muka (daerah sekitar hidung dan bibir atas ) dapat

       menimbulkan trombofiesbitis dan meningitis.

   -   Osteomielistis dan

   -   Penyabaran stafilokok secara hematogen lainya.



Pengkajian
DS :   OS :     Mengeluh nyeri

       OS :     Merasa gatal, perih

       OS :     Merasa minder



Do     Suhu Os meningkat (37,80C)

       Os meringis

       Ada pus dan jaringan nekrotik

       Nadi meningkat (80 x/menit)

       Bisul agar berbau

       Turgor kulit jelek.
                          Diagnosa yang Mungkin Muncul



1. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kerusakan perlindungan

   atau jaringan kulit.

2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan kulit/jaringan

   adanya abses yang berisi pus ditandai dengan keluhan nyeri, meringis.

3. Resiko tinggi terhadap kerusakan, integritas kulit, berhubungan dengan

   trauma, kerusakan jaringan kulit ditandai dengan adanya jaringan nekrotik.

4. Gangguan citra tubuh / penampilan berhubungan dengan nyeri, kerusakan

   jaringan kulit ditandai dengan perasaan negatik terhadap diri sendiri dan reaksi

   orang lain.
                     Asuhan Keperawatan Secara Teoritis



1. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kerusakan perlindungan

   atau jaringan kulit.

   Tujuan        :    Meminimalkan infeksi

   K/H           :    Mencapai penyembuhan luka dan tidak demam

   Intervensi    :    -   Tekankan tekhnik cuci tangan yang baik untuk semua

                          individu (klien)

                      -   Bersihkan area luka, pertahankan suhu air pada

                          37,80C.

                      -   Bersihkan jaringan nekrotik / yang lepas (termasuk

                          pecahnya lepuh) dengan gunting dan forseb.

                      -   Periksa luka tiap hari, perhatikan / catat perubahan

                          penampilan, bau.

                      -   Awasi     tanda    vital   untuk   demam,   peningkatan

                          frekuensi / kedalaman pernapasan sehingga dengan

                          perubahan sensori.

   Rasional      :    -   Mencegah kontaminasi silang : menurunkan risiko

                          ineksi.

                      -   Air melembutkan dan membantu membuang jaringan

                          parut (lapisan kulit mati atau jaringan)

                      -   Meningkatkan        penyembuhan       mencegah     auto

                          kontaminasi.
                      -    Mengidentifikasi adanya penyembuhan (granulasi

                           jaringan)

                      -    Indikator sepsis memerlukan evaluasi cepat dan

                           intervensi.



2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan kulit/jaringan

   adanya abses yang berisi pus ditandai dengan keluhan nyeri, meringis.

   Tujuan     :   Nyeri berkurang

   K/H        :   Menunjukkan ekspresi wajah / postur tubuh rileks dapat

                  aktivitas dan tidur / istirahat dengan baik.

   Intervensi :   -   Ubah posisi dengan sering dan rentang gerak pasif dan aktif

                      sesuai indikasi.

                  -   Pertahankan suhu lingkungan nyaman, berikan penutup

                      tubuh hangat.

                  -   Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan

                      intensitas (0-10)

                  -   Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri

                  -   Libatkan    pasien   dalam    penentuan    jadwal   aktivitas,

                      pengobatan, pemberian obat.

                  -   Jelaskan prosedur / berikan informasi seiring dengan tepat.

                  -   Berikan tindakan kenyamanan dasar contoh Pijatan pada

                      area yang tidak sakit, perubahan posisi dengan sering.

                  -   Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan.
   Rasional   :   -   Gerakan dan latihan menurunkan kekakuan sendi dan

                      kelelahan otot.

                  -   Pengaturan suhu dapat hilang karena luka dan infeksi

                      sumber panas eksternal perlu untuk mencegah menggigil.

                  -   Nyeri hampir selalu ada pada beberapa derajat beratnya

                      keterlibatan jaringan / kerusakan.

                  -   Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat

                      meningkatkan mekanisme koping.

                  -   Meningkatkan empati dapat membantu menghilangkan

                      nyeri / meningkatkan relaksasi. Mengetahui apa yang

                      diharapkan memberikan kesempatan pada pasien untuk

                      menyiaipak diri dan meningkatkan rasa kontrol.

                  -   Meningkatkan relaksasi, menurunkan tegangan otot dan

                      kelelahan umum

                  -   Kekurangan tidur dapat meningkatkan persespi nyeri /

                      kemampuan koping menurun.



3. Resiko tinggi terhadap kerusakan, integritas kulit, berhubungan dengan

   trauma, kerusakan jaringan kulit ditandai dengan adanya jaringan nekrotik.

   Tujuan     :   Mengurangi potensi kerusakan kulit

   K/H        :   Terjadinya regenerasi jaringan

                  Mencapai penyembuhan tepat waktu.

   Intervensi :   -   Berikan perawatan yang tepat dan tindakan kontrol infeksi
               -   Evaluasi warna dan perhatikan ada / tidaknya penyembuhan

               -   Cuci dan minyaki dengan krim (contoh : Nivea ) beberapa

                   waktu dalam sehari.

Rasional   :   -   Menurunkan resiko infeksi

               -   Mengevaluasi keefektifan sirkulasi dan mengidentifikasi

                   terjadinya komplikasi

               -   Kulit baru yang sembuh memerlukan perawatan khusus

                   untuk mempertahankan kelenturan.
                           DAFTAR PUSTAKA




Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, 2000. Media Aesculapius,
      FKUI : Jakarta.

Doriand, Kamus Saku Kedokteran Doriand, Edisi 25, EGC : Jakarta.

Junaidi, Purnawan, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ke Dua. 1982. Media
       Aesculapius : FKUI, Jakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/26/2013
language:Unknown
pages:10
Sita Trijata Sita Trijata
About