SPO las listrik dan asitelin by ekoos17

VIEWS: 3 PAGES: 20

									      LAPORAN PRAKTEK LAS

   -SHIELD METAL ARC WELDING

     -OXY ACETYLENE WELDING




              Disusun oleh:

           Nama : Eko setiawan

           NIM : 081042




AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA
             2008-2009
A.TUJUAN
*TUJUAN PRAKTEK PENGELASAN LOGAM:

®Dapat mendemonstasikan alat-alat las dengan benar

®Mengamati dan menganalisa kesalahan las

®Dapat mengatasi kesalahan-kesalahan dalam pengelasan

®Memahami cara-cara pengelasan dengan benar

®Mencatat efek pada permukaan logam pada perubahan tekanan gas dan arus

®Dapat memahami teknik pengelasan acetylene dengan baik dan benar

®Dapat memahami teknik pengelasan las busur listrik dengan baik dan benar

®Dapat mendemonstrasikan cara menyalakan,memadamkan brander

®Dapat mengidentifikasi jenis penyalaan pada las acetylene

®Dapat memahami penggunaan jenis-jenis penyalaan pada las asetilin

®Dapat mengetahui sikap dan penggunaan alat-alat las dengan benar

®Dapat mengetahui pemakaian sarana keselamatan kerja las dengan baik
B.PERALATAN
a.SHIELD METAL ARC WELDING
     1. Tranformator las listrik → AC
                            →DC
        Fungsi: ®menurunkan tegangan(voltase) dari 220V/380V → 15V-30V
              ®menaikkan kuat arus dari 5Ampere → 50A-450A
     2. Kabel las listrik
        Fungsi: ®meneruskan arus listrik yang keluar dari transformator




     3. Holder / Pegangan elektroda
        Fungsi:®penghubung antara kabel las dengan elektroda
              ®pemegang elektroda




     4. Elektroda
        Fungsi: ®sebagai bahan tambah
                ®sebagai busur api
5. Arus listrik
          → penyedia arus <PLN atau Generator AC/DC>
6. Kacamata las listrik
   Fungsi: ®menahan sinar ultraviolet langsung ke mata
         ®melihat busur api las
         ®pengaman mata terhadap percikan bunga api
   Macam ukuran kaca las listrik:
         ®nomor 5 dipakai untuk las titik
         ®nomor 6 & 7 dipakai untuk pengelasan sampai 30A
         ®nomor 8 dipakai untuk pengelasan 30A – 75A
         ®nomor 10 dipakai untuk pengelasan 75A – 200A
         ®nomor 12 dipakai untuk pengelasan 200A – 400A
         ®nomor 14 dipakai untuk pengelasan diatas 400A




              Contoh kaca mata alas listrik
    7. Pakaian kerja<apron>
        Fungsi:®melindungi panas mengenai tubuh


    8. Alat alat bantu lain :
             - tang
              -palu
              -sikat kawat
              -penitik
              -penggaris siku


b.OXY ACETYLENE WELDING
     1. Generator gas acetylene
       →alat pembangkit/penghasil gas acetylene
     2. Kunci air
        Fungsi : → pendingin gas C2H2
                → penyaring <filter> C2H2
                → pengaman apabila ada nyala letup / nyala balik
2. Selang gas
  Fungsi: untuk mengalirkan gas acetylene dan gas asam dari silinder ke
          blander
  Ciri-ciri selang gas yg biasa digunakan:
        ®selang dibuat dari 3/4 lapis
        ®selang ini harus kuat tetapi lemas/tidak kaku
        ®diameter dalam selang gas minimal 7,5 mm dan harus tahan
          terhadap tekanan Gas ± 10kg/cm²
        ®selang dibuat dalam 3 warna : hitam,biru,merah
                -merah      :gas acetylene
                -hitam,biru :zat asam
3. Silinder acetylene
 *Didalam silinder diisi ±25% bahan berpori seperti kapas yang
   berfungsi sebagai Aseton<bahan dimana acetylelene dapat larut
  dengan aman>dan dapat menyerap Aseton sebanyak ±40% isi
   silinder
 * Tiap 1 liter aseton pada tekanan 15kg/cm² dapat menyerap asetilin
   ±360 liter
 *Silinder yang bervolume 40 Liter dapat menampung gas C2H2 yang
   bertekanan 15kg/cm³ sebanyak →40% x 40 liter x 360 liter=5760liter
 *Pada alas silinder dibuat cembung kedalam dan sumbat ini akan
   mencair pada suhu 100°C
 *Baut dam pengikat dan regulator berulir kiri
 *Warna tabung silinder adalah kuning
 *Kunci shok segi 4
5. Silinder oksigen
  *Tekanan isi dalam tabung = 150 kg/cm²
  *Volume tabung = 40liter
  *Isi gas O² pada tabung <40 x 150>liter = 6000liter
   6. Blander <pembakar>
     → digunakan sebagai tempat bercampurnya oksigen dan gas asetilin
        dan untuk mengatur nyala api


                            TABEL PEMAKAIAN UJUNG PEMBAKAR
Nomor Ujung       Tebal     Pemakaian        Pemakaian     Tekanan O2 &
 Pembakar          Plat         C2H2              O2       C2H2 (kg/cm²)
                  (mm)      (liter/jam)      (liter/jam)
    0             0,5 - 1       90               99                3
    1              1-2         170               183               3
    2              2-4         290               319               3
    3              4-6         440               484               3
    4              6-9         660               726               3
    5             9 - 14       830               913               3
    6          14 - 20         1150             1265               3
    7          20 - 30         1450             1545               3


   7. Regulator
     Fungsi: ®mengatur tekanan gas → menurunkan tekanan
                                          → menstabilkan tekanan
              ® pengaman bila terjadi nyala balik
    Macam regulator:
              1. regulator sistem diafragma
              2. regulator sistem tuas
 8. Nyala api las
   1. karburasi →




   2. netral →




   3. oksidasi →




9. Pakaian kerja <apron>
    → untuk melindungi panas mengenai tubuh
10. Alat-alat bantu lain:
        -tang
        -penitik
        -palu
        -sikat kawat
        -pembersih lubang nosel
        -korek api las
C.DASAR TEORI
  •Oxy Acetylene Welding
    1. Memakai alat-alat keselamatan kerja
    2. Menyalakan brander :
      - Pasangkan perangkat instalasi las acetylene dengan baik dan benar
      - Control tekanan gas acetylene dan oksigen
      - Buka sedikit katup acetylene sampai gas mengalir keluar
      - Nyalakan gas dengan korek api las
      - Atur katup acetylene agar nyala api tidak berasap dan tidak bersuara
      - Buka nyala oksigen pelan-pelan agar nyala api tidak padam
      - Setel katup oksigen pelan-pelan agar nyala acetylene tidak padam
      - Tekanan kerja acetylene : 0,3 – 0,5 kg/cm² dan
                      Oksigen : 0,3 – 0,5 kg/cm²
   2. Memadamkan brander
      - Tutup katup acetylene
      - Tutup katup oksigen
   3. Identifikasi Penyalaan
      a. Nyala karbon : nyala kelebihan acetylene
             digunakan untuk mengelas plat aluminium
         Ciri-ciri : - bentuk kerucut nyala tumpul
                  - Sekitar kerucut nyala terlihat biru keputih-putihan
       b. Nyala Netral : bila perbandingan acetylene dan oksigen seimbang
              digunakan untuk mengelas logam ferro
         Ciri-ciri : - bentuk kerucut nyala tumpul atau agak runcing
                   -Warna inti putih cemerlang dan Sekitar kerucut
                    berwarna biru jernih
       c. Nyala Oksidasi : nyala yang kelebihan oksigen
               untuk pengelasan kuningan, perunggu,dan pelat - pelat tipis
          Ciri-ciri: - kerucut nyala meruncing dan pendek ,Warna kerucut
                    nyala agak kebiruan
                  - Warna sekitar kerucut merah api dan Suara sangat
                      berisik
  •Shield Metal Arc Welding
               1. Memakai alat-alat keselamatan kerja
               2. Menghidupkan sumber arus listrik
               3. Mengatur besar arus las sesuai dengan diameter
                  elektroda
               4. Menjepitkan elektroda pada pemegang elektroda dengan
                  benar
               5. Menyalakan busur cahaya



D.PELAKSANAAN PRAKTEK DI LAB. PRAKTEK LAS
  ¤ SIKAP KERJA
       1. Datang ke lab praktek tepat waktu
       2. Memakai wearpack pada saat melaksanakan praktek
       3. Mengikuti instruksi yang diberikan oleh dosen pembimbing
       4. Mentaati peraturan yang berlaku di lab. Praktek las
       5. Memakai alat keselamatan kerja dengan benar
       6. Melakukan praktek sesuai dengan jadwal yang berlaku
       7. Melakasanakan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan
       8. Selalu menjaga keselamatan di lingkungan lab paktek las
¤ LANGKAH KERJA
  1.Oxy Acetylene Welding :
     -Bebaskan saluran gas dari kotoran atau debu,dengan cara
        membuka gas sebentar
     -Pasang regulator pada masing-masing tabung
     -Pasang selang las sesuai dengan fungsinya
     -Tiupkan gas agar kotoran dalam selang dapat bersih
     -Pasangkan brander las yang terdiri atas:
        *nosel    *saluran nosel           *gagang/tangkai
     -Periksa tiap-tiap sambungan terhadap kemungkian kebocoran
         dengan air sabun
   2. Shield Arc Metal Welding
     -Pastikan sambungan jaringan tersambung dengan benar
     -pastikan tidak ada kabel yang lecet / terkelupas
     -Pastikan arus yang dipakai sesuai dengan ø elektroda
     -Sesuaiakn juga penggunaan ø elektroda denan ketebalan benda

¤ KESELAMATAN KERJA
     - Hindarkan tabung-tabung dari benturan-benturan keras
     - Hindarkan tabung-tabung dari benda-benda panas
     - Jangan biarkan selang tergencet atau tertekuk
     - Jangan biarkan selang terkena permukaan yang kasar,melintang
        jalan dan terkena benda-benda panas
     -Usahakan tabung berdiri tegak dan terikat
    - Memakai alat-alat keselamatan kerja sesuai prosedur
E. JENIS JOB
  1.LAS ASETILIN
    a). membuat rigi-rigi las tanpa bahan tambah
        i. Siapkan plat ukuran 50mm X 130mm X 2mm
        ii. Buat garis penolong ditengahnya agar mempermudah saat
              mengelas
       iii. Letakkan benda kerja di atas meja las
       iv. Pakai kaca mata las
        v. Capai penyalaan netral sempurna, dengan cara mengatur tekanan
             kerja yang tepat
       vi. Mulai pengelasan dengan memanaskan plat sampai terbentuk
            semacam kawah cairan
      vii. Lalu dorong dengan cara memutar – mutar kawah tersebut sesuai
              dengan garis yang telah dibuat
      viii. Lakukan sampai batas garis berakhir
       ix. Dinginkan benda kerja lalu sikat dengan sikat kawat untuk melihat
             hasilnya
b) membuat rigi – rigi dengan menggunakan bahan tambah
  i. Siapkan plat ukuran 50mm X 130mm X 2mm
  ii. Buat garis penolong ditengahnya agar mempermudah saat
        mengelas
 iii. Letakkan benda kerja di atas meja las
 iv. Pakai kaca mata las
  v. Capai penyalaan netral sempurna, dengan cara mengatur tekanan
       kerja yang tepat
 vi. Mulai pengelasan dengan memanaskan plat sampai terbentuk
      semacam kawah cairan
 vii. Dorong kawah cairan tersebut dengan cara memutar-mutar
        dengan menambah bahan tambah didalam kawah cairan
        tersebut
viii. Lakukan pengelasan dengan hati-hati dan sesuai dengan garis
        yang telah dibuat sebelumnya
 ix. Lakukan sampai dengan batas garis
  x. Dinginkan benda kerja lalu sikat dengan sikat kawat untuk melihat
       hasilnya
c). membuat sambungan denagn bahan tambah
    i. Siapkan 2 buah plat ukuran 50mm X 130mm X 2mm
    ii. Letakkan dan tata benda kerja di atas meja las
   iii. Pakai kaca mata las
   iv. Capai penyalaan netral sempurna, dengan cara mengatur tekanan
         kerja yang tepat
    v. Lakukan pemanasan pada sela-sela plat hingga terdapat semacam
         kawah cairan
   vi. Dorong kawah tersebut dengan cara memutar-mutar dengan
         menambah bahan tambah disela-sela plat
   vii. Lakukan pengelasan sampai kedua plat tersambung
  viii. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
          hasilnya
d) membuat sambungan las tembusan dengan bahan tambah
  i. Siapkan 2 buah plat ukuran 50mm X 130mm X 2mm
  ii. Letakkan dan tata benda kerja di atas meja dengan jarak 3mm
        diantara sela-sela plat
 iii. Pakai kaca mata las
 iv. Capai penyalaan netral sempurna, dengan cara mengatur tekanan
       kerja yang tepat
  v. Lakukan pemanasan pada sela-sela plat hingga terdapat semacam
       kawah cairan
 vi. Dorong kawah tersebut dengan cara memutar-mutar dengan
       menambah bahan tambah pada kawah cairan tersebut
 vii. Lakukan secara perlahan sampai terdapat percikan api pada
        bagian bawah benda kerja itu tandanya las tembusan sudah
        berhasil dilakukan
viii. Lakukan pengelasan sampai kedua plat tersambung
 ix. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
       hasilnya
2. LAS LISTRIK
  a). membuat las titik
        i. Siapkan besi berukuran 90 mm X 90 mm X 10mm
       ii. Lakukan penggoresan pada benda kerja sebagai garis penolong
             dengan jarak 20 mm antar garis ,lakukan penggoresan secara
             vertical dan horizontal hingga terbentuk titik-titik pertemuan
       iii. Titik dengan menggunakan penitik,titik-titik pertemuan tersebut
               untuk mempermudah dalam mengelas titik
       iv. Letakan benda kerja diatas meja las
       v. Pasang elektroda pada holder
       vi. Atur arus pada tranformator,dengan memperhitungkan ketebalan
             benda kerja dan ø elektroda
      vii. Pakai kaca mata las dan apron
     viii. Lakukan pengelasan titik sesuai dengan titik-titik yang telah dibuat
             sebelumnya,lakukan sampai titik-titiknya dilas semua
       ix. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
             hasilnya
      b).membuat las rigi-rigi
  i. Siapkan besi berukuran 90 mm X 90 mm X 10mm
 ii. Lakukan penggoresan pada benda kerja sebagai garis penolong
       dengan jarak 20 mm antar garis ,lakukan penggoresan secara
       horizontal
 iii. Titik dengan menggunakan penitik, untuk mempermudah dalam
         mengelas
 iv. Letakan benda kerja diatas meja las
 v. Pasang elektroda pada holder
 vi. Atur arus pada tranformator,dengan memperhitungkan ketebalan
       benda kerja dan ø elektroda
vii. Pakai kaca mata las dan apron
viii. Lakukan pengelasan titik sesuai dengan titik-titik yang telah dibuat
        sebelumnya,lakukan sampai titik-titiknya dilas semua
 ix. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
       hasilnya
) membuat las sambungan

         x. Siapkan besi berukuran 90 mm X 90 mm X 10mm
        xi. Lakukan penggoresan tiga garis pada benda kerja sebagai garis
              penolong dengan jarak 20 mm antar garis ,lakukan penggoresan
              secara horizontal dan vertical hingga terbentuk 2dua
              perpotongan pada masing-masing baris
        xii. Titik dengan menggunakan penitik pada perpotongan gariis
                tersebut sebagai batas pengelasan
       xiii. Letakan benda kerja diatas meja las
       xiv. Pasang elektroda pada holder
        xv. Atur arus pada tranformator,dengan memperhitungkan ketebalan
              benda kerja dan ø elektroda
       xvi. Pakai kaca mata las dan apron
       xvii. Lakukan pengelasan sampai titik perpotongan yang pertama lalu
               angkat elektroda,lalu mulai pengelasan lagi dari titik
               perpotongan yang pertama sampai ke titik perpotongan yang
               kedua lalu angkat elektroda kembali,lalu mulai pengelasan lagi
               dari titik perpotongan yang kedua sampai garis berakhir
      xviii. Lakukan terus seperti diatas sampai ketiga garis selesai dilas
       xix. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
              hasilnya




d) membuat las T
  i.   Siapkan dua besi berukuran 90 mm X 90 mm X 10mm
 ii. Letakkan kedua besi di atas meja las secara tegak lurus
 iii. Pasang elektroda pada holder
 iv. Atur arus pada tranformator,dengan memperhitungkan ketebalan
       benda kerja dan ø elektroda
 v. Pakai kaca mata las dan apron
 vi. Lakukan las titik pada kedua ujung besi yang tegak lurus
vii. Lakukan pengelasan disepanjang sudut besi yang tegak lurus
viii. Lakukan pengelasan pengelasan sampai kedua besi tersambung
        rata
 ix. Dinginkan benda kerja dan sikat dengan sikat kawat untuk melihat
       hasilnya

								
To top