ASAL USUL PONDOK PESANTREN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 4

									                                        BAB II


A. ASAL USUL PONDOK PESANTREN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA
       Pesantren yang merupakan “Bapak” dari pendidikan Islam di Indonesia, didirikan
karena adanya tuntutan dan kebutuhan zaman, hal ini bisa dilihat dari perjalanan sejarah,
dimana bila dirunut kembali, sesungguhnya pesantren dilahirkan atas kesadaran
kewajiban dakwah Islamiyah, yakni menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam,
sekaligus mencetak kader-kader ‘Ulama atau Da’i.
       Pesantren di Indonesia memang tumbuh dan berkembang sangat pesat.
Berdasarkan laporan pemerintah kolonial Belanda, pada abad ke- 19 untuk di jawa saja
terdapat tidak kurang dari 1.853 buah, dengan jumlah santri tidak kurang 16.500 orang.
Dari jumlah tersebut belum termasuk pesantren-pesantren yang berkembang di luar Jawa
terutama Sumatera dan Kalimantan yang suasana keagamaannya terkenal sangat kuat.
       Dari jumlah tersebut sebenarnya masih belum termasuk pesantren-pesantren kecil
yang hanya memberikan pengajian al-Qur’an dan pengajian al- Qur’an tingkat dasar di
langgar-langgar dan masjid. Padahal pada sensus tahun 1885 lembaga pengajian al-
Qur’an tingkat dasar tersebut masuk ke dalam kriteria pesantren.
       Meskipun jumlah yang dikemukakan diatas hanya untuk Jawa, tidak berarti
mengenyampingkan perkembangan pesantren diluar Jawa yang juga dari waktu ke waktu
terus tumbuh dan berkembang.


B. TUJUAN DAN CIRI-CIRI TERBENTUKNYA PONDOK PESANTREN SEBAGAI
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
       Dalam mekanisme kerjanya, sisitem yang di tampilkan pondok pesantren
mempunyai keunikan dibandingkan dengan sisitem yang diterapkan dalam pendidikan
pada umumnya, yaitu :
   1. memakai system tradisional yang mempunyai kebebasan penuh dibandingkan
       dengan sekolah modern, sehingga terjadi hubungan dua arah antara santri dan
       kiai.
   2. kehidupan di pesantren menampakkan semangat demokrasi karena mereka praktis
       bekerja sama mengatasi problema nonkurikuler mereka.
   3. para santri tidak mengidap penyakit simbolis, yaitu perolehan gelar dan ijazah,
       karena sebagian besar pesantren tidak mengeluarkan ijazah, sedangkan santri
       dengan ketulusan hatinya masuk pesantren tanpa adanya ijazah tersebut. hal itu
       karena tujuan utama mereka hanya ingin mencari keridhaan Allah semata.
   4. system pondok pesantren mengutamakan kesederhanaan, idealisme, persaudaraan,
       persamaan, rasa percaya diri dan keberanian hidup.
   5. alumni pondok pesantren tidak ingin menduduki jabatan pemerintahan, sehingga
       mereka hamper tidak dapat dikuasai oleh pemerintah.


       Ciri-ciri has pesantren dan sekaligus menunjukkan unsure-unsur pokoknya, yang
membedakannya dengan lembaga lainnya, yaitu :
a. Pondok;
       Adanya pondok sebagai tempat tinggal bersama antara kiai dengan para santrinya
dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, merupakan pembeda
dengan lembaga pendidikan yang berlangsung di masjid atau langgar. Pondok bukanlah
semata-mata dimaksudkan sebagai tempat tinggal atau asrama para santri, akan tetapi
untuk mengiukuti dengan baik pelajaran yang diberikan oleh kiai, juga sebagai tempat
training atau latihan bagi santri yang bersangkutan agar mampu hidup mandiri dalam
masyarakat.
b. Masjid;
       Masjid disini berfungsi sebagai tempat melakukan sholat berjamaah setiap waktu
sholat, disamping itu juga berfungsi sebagai tempat belajar mengajar. Pada sebagian
pesantren masjid juga berfungsi sebagai tempat I’tikaf dan melakanakan latihan-latihan,
atau suluk dan dzikir, maupun amalan-amalan lainnya dalam kehidupan tarekat dan sufi.
c. Santri;
       Dalam hal ini ada dua kelompok :
             1. Santri Mukim
                Ialah santri yang berasal dari daerah yang jauh dan menetap dalam pondok
                pesantren.
              2. Santri Kalong
                  Ialah santri yang berasal dari daerah-daerah sekitar pesantren dan biasanya
                  mereka tidak menetap dalam pesantren. Mereka pulang kerumah masing-
                  masing setiap selesai mengikuti suatu pelajaran di pesantren.
d. Kiai;
           Kiai adalah merupakan tokoh sentral dalam pesantren yang memberikan
pengajaran. Karena itu kiai adalah salah satu unsur yang paling dominan dalam
kehidupan suatu pesantren. Kemasyhuran, perkembangan dan kelangsungan kehidupan
suatu pesantren banyak bergantung pada keahlian dan kedalaman ilmu, kharismatik dan
wibawa, serta ketrampilan kiai yang bersangkutan dalam mengelola pesantrennya. Dalam
konteks ini, pribadi kiai sangat menentukan sebab ia adalah tokoh sentral dalam
pesantren.
e. Kitab-kitab klasik;
           Unsur pokok lain yang paling membedakan pesantren dengan lembaga
pendidikan lainnya adalah bahwa pada pesantren diajarkan kitab-kitab klasik yang
dikarang para ;ulama terdahulu, mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan agama
Islam dan Bahasa Arab. Pelajaran dimulai dengan kitab-kitab yang sederhana, kemudian
dilanjutkan dengan kitab-kitab tentang berbagai ilmu yang mendalam.


C. SISTEM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PESANTREN
           Dalam realitasnya, penyelenggaraan system pendidikan dan pengajaran di pondok
pesantren dewasa ini dapat digolongkan kepada 3 bentuk :
      1.Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam,
           yang pada umumnya pendidikan dan pengajaran tersebut diberikan dengan cara
           nonklasikal (system bandungan dan sorogan) dimana eorang kiai mengajar santri-
           santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh ulama-ulama
           besar sejak abad pertengahan, sedang para santri biasanya tinggal dalam pondok
           atau asrama dalam pesantren tersebut.
      2.Pesantren adalah nlembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang pada
           dasarnya sama dengan pondok pesantren tersebut diatas, tetapi para santrinya
           tidak disediakan pondokan di kompleks pesantren, namun tinggal tersebar
 diseluruh penjuru desa sekeliling pesantren tersebut (santri kalong), di mana cara
 dan metode pendidikan dan pengajaran agama Islam diberikan dengan system
 weton, yaitu cara santri datang berduyun-duyun pada waktu-waktu tertentu.
3.Pondok pesantren dewasa ini merupakan lembaga gabungan antara system
 pondok dan pesantren yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam
 Bandungan, sorogan ataupun wetonan dengan para santri disediakan pondokan
 ataupun merupakan santri kalongan, yang dalam istilah pendidikan pondok
 modern memenuhi criteria pendidikan nonformal, serta menyelenggarakan pula
 pendidikan formal berbentuk madrasah dan bahkan sekolah umum dalam
 berbagai banyak tingkatan dan aneka kejuruan menurut kebutuhan masyarakat
 masing-masing.

								
To top