makalah MORFOLOGI BAHASA

Document Sample
makalah MORFOLOGI BAHASA Powered By Docstoc
					                MORFOLOGI BAHASA
                         MAKALAH
Mata Kuliah:Bahasa Indonesia

Dosen pengampu: Drs. Suhartono, M.Pd.




                          Disusun oleh:

                    Kelompok VIII / KelasII C

                   ULVA PRATIWI(K7111534)
                USWATUN KHASANAH (K7111545)
                 YAN AFTARIAWAN (K7111546)
                  YULI SETYAWATI(K7111547)
                   YUNITA EKA L (K7111548)
                   ZAKARIYA FS (K7111549)


        PROGRAM S1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN

     FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN

              UNIVERSITAS SEBELAS MARET

                        SURAKARTA

                               2012
                             KATA PENGANTAR


     Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalahyang berjudul
“MorfologiBahasa” ini tepat pada waktunya.

     Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada :

      1. Drs. Suhartono, M.Pd. selaku dosen pembimbingmata kuliah bahasa
         Indonesia    yang    telah   memberikan      ilmu    dan      bimbingan
         hinggamakalahinidapatterselesaikan,
      2. keluarga tercinta yang telah memberi dorongan dan bantuan dalam
         penyelesaian makalah ini,
      3. rekan- rekan mahasiswa seperjuangan yang tidak bisa penulis sebutkan
         satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
      4. semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu
         dalam penyusunan makalah ini.
      Makalah ini akan menjelaskan mengenai morfologibahasameliputiragam
pembentukan kata, apa saja jenis-jenisnya serta contoh dari masing-masing ragam
tersebut.Penulis berharap semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat dan
dapat digunakan sebagaimana mestinya.

      Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifatmembangun dari pembaca agar menjadi lebih baik dimasa yang akan
datang.




                                                     Kebumen,       April2012

                                                             Penulis




                                                        Kelompok VIII
                                                   DAFTAR ISI




JUDUL ................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
   A. Latar BelakangMasalah ........................................................................... 1
      B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
   A. Afiks ........................................................................................................ 2
      B. Alomorf ................................................................................................. 16
      C. Kata Jadian ............................................................................................ 16
      D. Kata Majemuk ....................................................................................... 17
BAB III PENUTUP
   A. Kesimpulan .......................................................................................... 19
      B. Saran .................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 20
                                    BAB I
                                PENDAHULUAN


                        A. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari yang namanya bahasa,
sebab bahasa adalah suatu alat komunikasi yang menghubungkan antara manusia
satu dengan manusia yang lainnya. Hal yang demikian merupakan hal yang umum
bagi manusia. Sebagai manusia yang menggunakan bahasa harusnya kita
memahami masalah bentuk tata bahasa yang hendaknya harus diperhatikan baik
secara strukturnya atau masalah bidang kajian yang terkandung di dalamnya. Hal
ini berkaitan dengan ilmu morfologi yang berarti pengetahuan tentang morfem-
morfem dalam bahasa. Morfologi merupakan kajian tentang kata dan
pembentukan kata. Dengan demikian dalam makalah ini akan dijelaskan
mengenai ragam pembentukan kata, apa saja jenis-jenisnya serta contoh dari
masing-masing ragam tersebut.


                           B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat disebutkan adalah :
   1. Apakah yang dimaksud dengan afiksdanjenis-jenisnya?
   2. Apakah yang dimaksud dengan alomorfdanjenis-jenisnya?
   3. Apakah     yang    dimaksud     dengan    kata   jadian,   contoh    kata
       berimbuhanbesertanosinya?
   4. Apa yang dimaksud kata ulangdanjenis-jenisnya?
   5. Apakah yang dimaksud dengan kata majemuk?
                                       BAB II
                                 PEMBAHASAN


                                     A. Afiks
                                1.   PengertianAfiks
Imbuhan (afiks) dalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan
unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata, melainkan mengubah
kata yang mempunyai arti lebih lengkap, seperti mempunyai subjek, predikat dan
objek. Sedangkan prosesnya sendiri disebut afikasisasi (afixation). Imbuhan
(afiks) adalah bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata. Pada
umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal empat yaitu, awalan (perfiks), sisipan
(infiks), akhiran (sufiks), serta awalan dan akhiran (konfiks).
                                2.   Jenis-JenisAfiks
Dalam uraian ini kata-kata berimbuhan atau (berifiks) dapa dibagi atas kata-kata
yang mengandung perfiks, sufiks, infiks, dan konfiks.
a. Perfiks (awalan)
   Perfiks atau awalan adalah suatu unsur yang secara terstruktur diikatkan di
   depan sebuah kata dasar atau bentuk kata dasar.
      1) Prefiks di-
          a) Awalan di- selalu melekat pada kata kerja.
             Contoh : dijual, dibawa, dipandang.
          b) Fungsi awalan di- membentuk kata kerja pasif.
          c) Awalan di- tidak memiliki arti karena melekat pada kata kerja.
          d) Untuk menghindarkan kekacauan antara kata depan di dengan
             awalan di- , terdapat beberapa pedoman yaitu awalan di- membentuk
             kata kerja pasif dan sring dirangkai dengan kata yang mengikutinya,
             kata depan di- selalu terletak di depan atau sebelum kata benda dan
             membentuk keterangan tempat. Tulisan kata depan di- terpisah dari
             kata yang akan mengikutinya.
             Contoh : Tuti membeli buku di Gramedia.
2) Prefiks ter-
   a) Awalan ter- melekat pada kata kerja (terlihat, termakan). Awalan
      ter- melekat pada kata keadaan (terpandai, tertinggi)
   b) Fungsi awalan ter-
      (1) Membentuk kata kerja pasif.
           Contoh : Ah, tidak terbaca tulisanmu.
      (2) Membentuk kata kerja aktif.
           Contoh : Sebentar saja adik tertidur.
      (3) Awalan ter- pada kata keadaan tidak mempunyai fungsi.
           Contoh : Dia murid terpandai di kelasku.
      (4) Arti awalan ter-
           (a) Paling
                  Contoh : Budi murid terpandai di kelasku.
           (b) Dalam keadaan sudah di-
                  Contoh : ketika saya pulang pintu kamarku terbuka.
           (c) Dapat di-
                  Contoh : jumlah penonton itu tak terhitung jumlahnya.
           (d) Tiba-tiba
                  Contoh : teringat aku pada kejadian masa lalu.
           (e) Tidak sengaja
                  Contoh: maaf, kakimu terinjak olehku.
3) Prefiks se-
   a) Awalan se- melekat pada kat-kata berikut :
        (1) Kata benda
            Contoh : segunung, serumah.
        (2) Kata keadaan
            Contoh : seindah, serendah.
        (3) Kata kerja
            Contoh : sesampai, setiba.
        (4) Kata keterangan
            Contoh : sebelum, sesudah.
   b) Arti awalan se-
       (1) Satu
            Contoh : Gaji ayahku sebulan Rp500.000,00.
       (2) Seluruh
            Contoh : Seisi rumah kemarin ikut pergi ke Jakarta.
       (3) Sama dengan atau seperti
            Contoh : Pohon pinang itu sepohon kelapa tingginya.
       (4) Segera sesudah
            Contoh : Seterima surat ini, balaslah dengan cepat.
4) Prefiks ke-
   a) Awalan ke- melekat pada kata-kata berikut.
       (1) Kata bilangan
            Contoh : kelima, kedelapan, kesepuluh.
       (2) Kata keadaan
            Contoh : ketua, kekasih.
   b) Fungsi awalanke-
       Karena melekat pada kata bilangan maka awalan ke-            tidak
       mempunyai fungsi.
   c) Arti awalan ke-
       (1) Menyatakan kumpulan.
            Contoh : ketiga kakaku sudah berumah tangga.
       (2) Menyatakan urutan.
            Contoh : aku termasuk anak kelima dari delapan bersaudara.
5) Kata depan ke-
   a) Awalan ke- terletak di depan atau sebelum kata bilangan dan
       menyatakan kumpulan atau urutan. Penulisannya dirangkaikan
       dengan kata yang mengikutinya.
   b) Kata depan ke- terletak di depan atau sebelum kata benda
       membentuk keterangan tempat. Penulisannya selalu terpisah
       dengan kata yang mengikutinya.
6) Awalan pe-
   a) Awalan pe- melekat pada kata-kata berikut.
     (1) Kata kerja.
          Contoh : pelari, penulis.
     (2) Kata keadaan.
          Contoh : penakut, pemalas.
     (3) Kata benda.
          Contoh : penyair, pelaut.
   b) Fungsi awalan pe-
     (1) Pada kata kerja berfungsi membentuk kata benda dari kata kerja
          tersebut.
          Contoh : pelari kita keluar sebagai juara pertama.
     (2) Pada kata keadaan berfungsi membentuk kata benda dari kata
          keadaan.
          Contoh : tentu saja pemalas itu susah hidupnya.
     (3) Pada kata benda tidak mempunyai fungsi.
          Contoh : penyair itu membuat puisi sungguh indah.
   c) Arti awalan pe-
     (1) Berarti yang me-
          Contoh : Sandi penulis yang terkenal itu.
     (2) Berarti alat untuk me-
          Contoh : kakak meminjam penggaris itu.
     (3) Berarti yang mempunyai sifat.
          Contoh : anak pemalas itu tidak naik kelas.
     (4) Berati yang menyebabkan.
          Contoh : air kelapa termasuk obat penawar racun.
     (5) Berarti yang biasa bekerja di.
          Contoh : ayahku seorang pelaut yang handal.
7) Awalan per-
   a) Awalan per- melekat pada kata-kata berikut.
     (1) Kata keadaan.
          Contoh : perdalam, persingkat.
     (2) Kata bilangan.
          Contoh : pertiga, perspuluh, perdelapan.
     (3) Kata benda.
          Contoh : pertuan, perbudak.
   b) Fungsi awalan per-
     Pada kata keadaan, bilangan, dan kata benda berfungsi membentuk
     kata kerja dari kata-kata tersbut.
     Contoh : perlima warisan itu dengan saudaramu.
   c) Arti awalanper-
     (1) Menjadikan lebih.
          Contoh : pemerintah merencanakan untuk perlebar jalan utama.
     (2) Membuat jadi.
          Contoh : dia mempeributkan warisan itu.
     (3) Menjadikan atau menganggap.
          Contoh : Rudi memperistriNeni, anak pak Soni.
8) Awalan me-
   a) Awalam me- melekat pada bentuk-bentuk berikut.
       (1) Kata dasar yang dirangkaikan dengan prefiks me- mendapat
           proses nalasisasi.
       (2) Nasal yang didapat harus homogran dengan fonem awal dari
           kata dasar itu.
       (3) Bila fonem awal suatu kata adalah konsonan bersuara maka
           fonem tidak luluh. Bila fonrm awal suatu kata adalah konsonan
           tak bersuara maka fonem mengalami peluluhan.
           Contoh : besar  membesarkan.
   b) Fungsi awalan me-
       Membentuk kata kerja, baik transitif maupun intransitif.
   c) Arti awalan me-
       Intransitif
       (1) Suatu perbuatan atau gerakan.
           Contoh : sinta menari dengan lemah gemulai.
       (2) Menhasilkan atau membuat suatu hal.
           Contoh : adiku merengek minta dibelikan sepatu.
       (3) Menyataka tempat.
           Contoh : mobil itu menepi.
       (4) Berbuat seperti.
           Contoh : anjing itu membabi buta karena kelaparan.
       (5) Menjadi.
           Contoh : api itu semakin membesar jika tidak segera
           dipadamkan.
       (6) Membuat untuk kesekian kalinya.
           Contoh : di rumahku ada acara menujuh hari meninggalnya
           kakeku.
       Transitif
       (1) Melakukan suatu perbuatan.
           Contoh : adik belajar menulis di papan tulis.
       (2) Mempergunakan.
           Contoh : ani menyapu halaman setiap pagi.
       (3) Membuat atau menghasilkan.
          Contoh : ibu sedang menggulai di dapur.
9) Awalan ber-
   a) Letak awalan ber- sebagai berikut.
       (1) Dirangkaikan di depan sebuah kata
           Contoh : ber + sawah = bersawah.
       (2) Kecuali jika fonem awal dengan huruf r maka ber- mengambil
           bentuk lain.
                  Contoh : ber + ruang = beruang.
          b) Fungsi awalan ber-
              (1) Membentuk kata kerja.
              (2) Merupakan transformasi dari kata mempunyai atau memiliki.
          c) Arti awalan ber-
              (1) Mempunyai atau memiliki.
                      Contoh : anak itu sudah tidak beribu lagi.
              (2) Mempergunakan atau memakai.
                      Contoh : ani selalu bersepeda jika berangkat sekolah.
              (3) Mengerjakan sesuatu atau mengadakan sesuatu.
                      Contoh : manusia bernapas melalui paru-paru.
              (4) Memperoleh atau menghasilkan sesuatu.
                      Contoh : kambing itu beranak dua kemarin.
              (5) Berada dalam keadaan.
                      Contoh : semua warga beramai-ramai datang ke balai warga.
              (6) Himpunan.
                      Contoh : bertahun-tahun kakek itu hidup menyendiri.
              (7) Menyatakan perbuatan yang tidak transitif.
                      Contoh : sepanjang hari pengemis iru berjalan meminta uang.
              (8) Parbuatan mengenai diri snediri atau refleksi.
                      Contoh : ketika ada petir, saya berlindung di bawah pohon.
              (9) Menyatakan perbuatan berbalasan atau timbal balik.
                      Contoh : kedua anak itu berkelahi di lapangan tenis.
              (10) Mempunyai pekerjaan.
                      Contoh : di lapangan banyak anak bermain bola.
b. Sufiks (akhiran)
  Sufiks atau akhiran adalah semacam morfem terikat yang diletakan di belakang
  suatu morfem dasar.
1) Akhiran –kan
   a) Letaknya melekat pada kata-kata berikut.
       (1) Kata kerja
           Contoh : menegembalikan, diambilkan.
       (2) Kata keadaan
           Contoh : membesarkan, dibesarkan.
       (3) Kata benda
           Contoh : medewakan, didewakan.
       (4) Kata bilangan
           Contoh : menduakan, diduakan.
   b) Fungsi alkhiran –kan
       (1) Pada kata kerja transitif tidak mempunyai fungsi
           Contoh : pak bupati membacakan pidato.
       (2) Pada kata kerja transitif berufngsi mengubah kata kerja transitif
           menjadi kata kerja intransitif.
           Contoh : Doni mendatangkan teman sekolahannya.
       (3) Pada kata keadaan, kata benda, dan kata bilangan berfungsi
           membentuk kata-kata tersebut menjadi kata kerja transitif
           Contoh : warga melebarkan jalan kampung.
   c) Arti akhiran –kan
       (1) Menyebabkan
           Contoh : banjir itu mendatangkan kerugian.
       (2) Melakukan pekerjaan untuk orang lain
           Contoh : ibu membelikan adik sepatu.
       (3) Menganggap
           Contoh : janganlah mendewakan seseorang berlebihan.
       (4) Membawa ke
           Contoh : tukang perahu menyeberangkan seseorang.
       (5) Menjadikan
           Contoh : tidak mudah menyatukan pendapat.
       (6) Tidak mempunyai arti
            Contoh : kami mengharapkan bantuan Anda.
2) Akhiran i
   a) Akhiran i melekat pada kata-kata berikut.
      (1) Kata kerja
          Contoh ; mendatangi, didatangi.
      (2) Kata keadaan
          Contoh : menjauhi, dijauhi.
      (3) Kata benda
          Contoh : mengobati, diobati.
   b) Fungsi akhiran I
      (1) Pada kata kerja transitif tidakmempunyai fungsi
          Contoh : didi menulisi dinding rumahnya.
      (2) Pada kata kerja trnasitif berfungsi untuk membentuk kata kerja
          intransitif menjadi kata kerja transitf
          Contoh : Joni mendatangi acara ulang tahun.
      (3) Pada kata keadaan dan benda berfungsi membentuk kata-kata
          tersebut menjadi kata kerja transitif
          Contoh : ayah memagari tanaman
   c) Arti akhiran i
      (1) Berkali-kali atau berulang-ulang
          Contoh : Ani menyirami kebunnya setiap pagi.
      (2) Menujuk tempat
          Contoh : Ayah mendatangi rapat di balai desa.
      (3) Meberi pada
          Contoh : Noni menyampuli buku pelajarannya.
      (4) Menyebabkan jadi
          Contoh : orang itu melunasi hutangnya.
3) Akhiran -an
   a) Melekat pada kata berikut.
      (1) Kata kerja
       Contoh : undangan, bantuan.
  (2) Kata benda
       Contoh : bulanan,mingguan.
  (3) Kata keadaan
       Contoh : lapangan, kotoran.
b) Fungsi ahiran -an
  (1) Pada kata kerja berfungsi membentuk kata benda dari kata kerja
       tersebut.
       Contoh : usulan itu mendapat dukungan dari semua pihak.
  (2) Pada kata benda tidak berfungsi
       Contoh : Ayah berlangganan harian compas.
  (3) Pada kata keadaan berfungsi membentuk kata benda dari kata
       tersebut
       Contoh : anak-anak bermain di lapangan sepak bola.
c) Arti akhiran -an
  (1) Tempat
       Contoh : tempat itu bekas pangkalan truk.
  (2) Perkakas ataualat untuk me-
       Contoh : timbangan ibuku rusak parah.
  (3) Hal atau cara
       Contoh : pimppinan perusahaan itu sangat bijaksana.
  (4) Akibat atau hasil perbuatan
       Contoh :paman dikenani hukuman penjara tiga tahun.
  (5) Sesuatau yang telah
       Contoh : bakso merupakan makanan favorit.
  (6) Seluruh atau himpunan
       Contoh : sayuran sebelum masuk dicuci terlebih dahulu.
  (7) Tiruan
       Contoh : maianan kuda-kudaan itu rusak parah jadi dua.
  (8) Tiap-tiap
       Contoh : pekerja harian itu dibayar hari ini.
          (9) Sesuatu yang mempunyai sifat sebagai yang disebut kata dasar
                  Contoh : asinan makanan khas Bogor.
          (10) Menyatakan intensitas baik mengenai kuantitas maupun kualitas
                  Contoh : buah-buahan segar itu dijual ke kota.
          (11) Hasil me-
                  Contoh : tulisanmu rapi dan jelas.
   4) Akhiran -nya
       a) -Nya sebagai kata ganti orang ketiga tunggal, baik dalam fungsinya
            sebgai pelaku tau pemilik.
            Contoh : kerbaunya, rumahnya.
       b) –nya sebagai akhiran mempunyai fungsi.
            (1)     Untuk mengadakan transportasi atau suatu jenis kata lain
                    menjadi kata benda.
                    Contoh : baik buruknya sikap tergantung kelakuanmu.
            (2)     Menjelaskan atau menekan kata yangdi depannya.
                    Contoh : di rumah itu ada hantunya.
            (3)     Menjelaskan situasi.
                    Contoh : angin bertiup dengan sangat kencangnya.
            (4)     Beberapa kata tugas dibentuk dengan menggunakan akhiran –
                    nya.
   5) Akhiran –man, -wan, dan –wati.
       a) Akhiran –man, dan –wan dipakai untuk menunjukan jenis jantan,
            sedangkan –wati dipakai dalam bentuk betina.
            Contoh : seniman, seniwati.
       b) Arti akhiran –man, -wan, dan –wati yang mempunyai.
            Contoh : aksi demo itu diliput oleh wartawan.
c. Infiks (sisipan)
       Infiks adalah semacam morfem terikat yang disisipkan pada sebuah kata
   konsonan pertama dan vokal pertama. Bentuk infiks ini tidak berubah. Tiga
   macam infiks yang ada dalam bahasaIndonesiayaitu–el –er–em.
     1) Fungsi infiks adalah membentuk kata-kata baru dan biasanya tidak
         berbeda jenis katanya dengan dasarnya.
     2) Arti infiks
         a) Banyak dan bermacam-macam.
            Contoh : tali-temali, gigi-gerigi.
         b) Menyatakan intensitas atau frekuensi.
            Contoh : gulung-gumulung, terang tenerang.
         c) Mempunyai sifat atau mempunyai hal yang disebut dalam kata dasar,
            dapat pula berarti yang melakukan.
            Contoh : turun-temurun, tunjuk-telunjuk.
d.    Konfiks (imbuhan)
         Konfiks adalah gabungan dua macam imbuhan atau lebih yang bersama-
      sama membentuk satu arti.
      1) Imbuhan ke - an
          a) Imbuhan ke – an melekat pada kata-kata berikut.
             (1) Kata kerja.
                  Contoh : kemajuan, kepergian.
             (2) Kata keadaan.
                  Contoh : kesehatan, kepandaian.
             (3) Kata benda.
                  Contoh : kecamatan, kepresidenan.
          b) Fungsi ke – an
             (1) Pada kata kerja berfungsi membentuk kata benda dari kata
                  tersebut.
                  Contoh : kemajuan daerah ini sungguh cepat sekali.
             (2) Pada kata keadaan bebrfungsi membentuk kata benda dari kata
                  tersebut.
                  Contoh : menjaga kebersihan itu ibaratkan menjaga kesehatn.
             (3) Pada kata benda berfungsi membentuk kata kerja pasif dari kata
                  tersebut.
                  Contoh : di tengah jalan kami kehujanan.
     (4) Pada kata keadaan berfungsi membentuk kata kerja pasif dari kata
          tersebut.
          Contoh : Ia merasa kehilangan saat kau pergi darinya.
     (5) Pada kata kerja berfungsi membentuk kata kerja pasif dari kata
          tersebut.
          Contoh : suaranya tidak kedengaran.
     (6) Pada kata benda tidak berfungsi.
          Contoh : Ia berkat sudha di kelurahan tiga tahun.
  c) Arti imbuhan ke - an
      (1) Hal
          Contoh : kebaikan Anda tidak akan sayalupakan.
      (2) Menderita atau dikenai
          Contoh : saya sering merasa kedinginan kalu malam hari.
      (3) Tempat
          Contoh : kelurahan desaku dengan dengan lapangan.
      (4) Perbuatan tidak sengaja
          Contoh : saya ketiduran ketika sedang belajar.
      (5) Terlalu
          Contoh : baju yang dikenakan Ani kebesaran.
2) Imbuhan pe – an
   a) Imbuan pe – an melekat pada kata-kata berikut.
     (1) Kata kerja
          Contoh : pekerjaan, pelarian.
     (2) Kata keadaan
          Contoh : penyempurnaan, pembulatan.
     (3) Kata benda
          Contoh : pendaratan, pembukuan.
   b) Fungsi imbuhan pe – an
     (1) Pada kata kerja dan kata keadaan berfungsi membentuk kata
          benda dari kata-kata tersebut.
          Contoh : penanaman modal asing diperlukan Indonesia untuk
          menambah devisa.
      (2) Pada kata benda tidak mempunyai fungsi
          Contoh : pembukaan disajikan dengan sempurna.
      (3) Imbuhan pe – an berarti hal me-
          Contoh : penempatan pegawai sudah sesuai dengan kemampuan
          masing-masing.
3) Imbuhan per – an
   a) Imbuhan per – an melekat pada kata-kata berikut
      (1) Kata kerja
          Contoh : perhitungan, pertumbuhan.
      (2) Kata keadaan
          Contoh : perluasan, perdamaian.
      (3) Kata benda
          Contoh : perkebunan, persahabatan.
   b) Fungsi imbuhan per – an
      (1) Pada kata kerja dari kata keadaan berfungsi membentuk kata
          benda dari kata-kata tersebut.
          Contoh : perbaikan kampus sebentar lagi selesai.
      (2) Pada kata benda tidak mempunyai fungsi.
          Contoh : persawahan di desaku teratur baik.
   c) Arti imbuhan per – an
      (1) Hasil me/ber-
          Contoh : persahabatan kami tetap terpelihara walau kita saling
          berjauhan.
      (2) Tempat
          Contoh : halte itu adalah tempat perhentian bis.
      (3) Hal perbuatan
          Contoh : mata pencaharian ayhaku adalah bertani.
4) Imbuhan se – nya
   a) Imbuhan se – nya melekat pada kata keadaan.
              Contoh : setinggi-tingginya.
           b) Fungsi imbuhan se – nya tidak mempunyai fungsi.
           c) Imbuhan se – nya berarti menyatakan tingkat yang paling yang dapat
              dicapai.
              Contoh : serajin-rajinnya kamu masih ada yang lebih rajin lagi.


                                           B. Alomorf
Alomorf adalah istilah linguistik untuk variasi bentuk suatu morfem karena
pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Bentuk- bentuk Alomorfyaitu :
1.    Afiks me- (me-, mem-, men-, meng-, dan meny-)
2.    Afiks pe- (per-, pel-, pe-)
3.    Afiks ber- (ber-, be-, dan bel-)
4.    Afiks ter- (ter-, te-, dan tel-)
5.    Morfem peng- (pem-, pen-, peny, peng-, penge-, pe-)


                                         C. Kata Jadian
Kata                       Jadianadalah                      kata                 yang
telahmengalamigramatikalisasi.Gramatikalisasidibagimenjadi 3 macam, yakni:
                                  1. ProsesImbuhan (Afiksasi)
       Kata dasar (morfembebas) yang dilekatkandenganafiks (morfemterikat)
     sehinggamembentukmakna kata yang baru.
       Contoh: kata pertanianterdurudari per + tani + an
       Afiks `per-` dan `-an` adalahcontohmorfemterikat, sedangkan kata `tani`
     adalahcontohmorfembebas.
                          2. ProsesPengulanganKata (Reduplikasi)
       Kata dasar yang mengalamiperulangansehinggamembentukmakna yang
     berbeda-beda.
                                3. Permajemukan (KataMajemuk)
     Gabungandua         kata     ataulebih     yang    berstatussebagai   kata   yang
     berdirisendirisesuaidengan               kata       yang         digabungkan.Kata
     majemukjugabisadisebutsebagaifrasa.
                                  D. Kata Majemuk
                        1.     PengertianKataMajemuk
Kata        majemukadalahgabungandua              kata        ataulebih     yang
membentuksatukesatuanarti.
Contoh: saputangan
        Orang tua
        Kaki tangan
        Matahari
                        2.     TerjadinyaKataMajemuk
Kata          majemukpadamulanyamerupakanurutan                  kata       yang
bersifatsintaksis.Setiapbentukkaryamempunyaiarti                            yang
sepenuhnyasebagaisebuah kata.
Contoh:
a.   RumahMakan
     Walaupunstrukturnyaagaklonggarnamunseringdipakaisebagaisatu-
     kesatuanarti.
b.   RumahMakan yang baru
     Yang                          barubukanmenerangkanmakansajaataurumahsaja,
     tetapiseluruhkesatuanitu.
                             3.    SifatKataMajemuk
Sifat kata majemuksebagaiberikut:
a.   Eksosentris:                   kata              majemuk               yang
     tidakmengandungsatuunsurintidarigabunganitu.
     Contoh: lakibini, tuamuda, kaki tangan, dan lain-lain.
b.   Endosentris:     gabungan       kata   majemukbilaadasatu     unsure   yang
     menjadiintidarigabunganitu.
     Contoh: saputangan, orangtua, matahari.
                             4. Ciri-ciriKataMajemuk
Ciri-ciri kata majemukadalahsebagaiberikut:
a.   Gabunganitumembentuksatuarti yang baru
b.   Gabunganitudalamhubungannyakeluarmembentuksatupusat                    yang
     menarikketerangan-keteranganataskesatuanitu,               bukanatasbagian-
     bagiannya.
c.   Biasanyaterdiridari kata-kata dasar
d.   Frekuensipemakaiannyatinggi
e.   Kata majemuk yang bersifatendosentris, terbentukmenurut hokum DM
                      5. BentukPerulanganpadaKataMajemuk
Kata                    majemukselalumembentuksuatukesatuan.Olehkarenaitu,
bentukulangannyaharussecarapenuh.
Contoh: rumahsakit – rumahsakit
     saputangan – saputangan
                            6. Macam-macamKataMajemuk
DalambahasaSansekerta, kata majemukdigolongkansebagaiberikut:
a.   Dwandwa:     penggabungan kata        majemukdenganderajat        yang sama
     (bersifatkompulatif). Kata majemukinibersifateksosentris.
     Contoh: lakibini, tuamuda, besarkecil, dan lain-lain.
b.   Tatpurusa:      kata      majemuk       yang      bagiankedua        member
     penjelasanpadabagianpertama.           Kata             majemuk        yang
     tatpurusabersifatendosentris.
     Contoh: rumahmakan, kamartidur, saputangan, dansebagainya.
c.   Karmadharaya: kata majemuk yang bagiankeduanyamenjelaskanbagian
     yang pertama, tatapibagian yang menjelaskanituterdiridari kata-kata sifat.
     Kata majemukkarmadharayabersifatendosentris.
     Contoh: orang tua, haribesar, rumahbesar, dansebagainya.
d.   Bahuvrihi:             kata           majemukinisebenarnya             kata
     majemukdwandwaatautatpursa, tetapiberfungsimenjelaskansatu kata benda
     lain.
     Contoh: maharga, purbakala, bumiputra, dansebagainya.
                                    BAB III
                                  PENUTUP


                               A. Kesimpulan
1.   Imbuhan (afiks) dalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata
     merupakan unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata,
     melainkan mengubah kata yang mempunyai arti lebih lengkap, seperti
     mempunyai subjek, predikat dan objek. Jenis-jenis afikantara lain perfiks
     (awalan),     sufiks   (akhiran),   infiks    (sisipan),   dan     konfiks
     (gabunganduamacamimbuhanataulebihdalamsuatu kata dasar).
2.   Alomorf adalah istilah linguistik untuk variasi bentuk suatu morfem karena
     pengaruh lingkungan yang dimasukinya.
3.   Kata jadianadalah kata yang telahmengalamigramatikalisasi. Gramatikalisasi
     dibagi menjadi 3 macam, yakni proses imbuhan (afiksasi), proses
     pengulangan kata (reduplikasi), danpermajemukan (kata majemuk).
4.   Kata        majemukadalahgabungandua         kata      ataulebih     yang
     membentuksatukesatuanarti.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/19/2013
language:Unknown
pages:22
Sita Trijata Sita Trijata
About