Docstoc

karya sastra angkatan 50 dan 66

Document Sample
karya sastra angkatan 50 dan 66 Powered By Docstoc
					                  MAKALAH
 KARYA SASTRA ANGKATAN 50-an DAN
               ANGKATAN 66
      Mata Kuliah : Bahasa dan Sastra Indonesia
          Dosen Pengampu : Drs.Ngatman




                   Disusun oleh:
         1. Aji Sucahyo              (K7111502)
         2. Eko Prayudi              (K7111512)
         3. Gusti Wahyuni            (K7111519)
         4. Imam Muslikh Abadi       (K7111521)
         5. Kusumastuti Sih Prita    (K7111526)
         6. Nurul Syifa Urohmah      (K7111534)
                    Kelas : II C

  PROGRAM S1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
      UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                 SURAKARTA
                       2012
                             KATA PENGANTAR


       Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Makalah ini disusun dan diajukan untuk memenuhi Tugas Mata
Kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia.
       Diharapkan makalah ini dapat menjadi panduan guru, terutama untuk guru
Sekolah Dasar dalam proses belajar mengajar, sehingga proses belajar mengajar
dapat berjalan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
       Penilisan makalah ini tidak dapat berjalan lancar tanpa ada bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen
pembimbing dan semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah
ini.
       Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat
banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk
penyempurnaan penulisan makalah ini.




                                                        Kebumen, 12 Maret 2012




                                                                        Penyusun
                                                 DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
           A. Latar Belakang .............................................................................. 1
           B. Rumusan Masalah ......................................................................... 1
           C. Tujuan…………………………………………………………… 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 2
           A. Sejarah Perkembangan Karya Sastra Angkatan 50-an .................. 2
           B. Karakteristik Karya Sastra Angkatan 50-an .................................. 3
           C. Tokoh-tokah dalam Karya Sastra Angkatan 50-an ...................... 5
           D. Sejarah Perkembangan Karya Sastra Angkatan 66 ....................... 6
           E. Karakteristik Karya Sastra Angkatan 66 ....................................... 7
           F. Tokoh-tokah dalam Karya Sastra Angkatan 66 ............................ 8
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 9
           A. Kesimpulan.................................................................................... 9
           B. Saran .............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
                                 BAB I
                           PENDAHULUAN


1. Latar belakang
          Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai
   macam karya sastra di Indonesia. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai
   arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah
   poltik di wilayah tersebut.
          Karya sastra di Indonesia di bagi kedalam beberapa periode yaitu
   Pujangga Lama, Sastra “Melayu Lama”, Angkatan Balai Pustaka,
   Pujangga Baru, Angkatan ‘45, Angkatan 50-an, Angkatan 60-70-an,
   Angkatan 80-an, dan angkatan Reformasi. Dalam makalah ini, akan di
   bahas karya sastra pada angkatan 50-an dan angkatan 66, yaitu dengan
   menelaah sejarah, karakteristik, dan tokah-tokaoh dalam karya sastra
   angkatan tersebut.
          Perubahan zaman dan gejolak sosial, politik, budaya memengaruhi
   kehidupan dunia sastra di Indonesia dengan lahirnya karya sastrawan
   angkatan 66 ditandai dengan adanya majalah sastra yang menampilkan
   karya sastra sangat beragam dalam aliran, ada sastra aliran surealistik,
   arketip, dan absurd. Jika dibandingkan dengan karya angkatan 50-an yang
   hanya didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi.
          Dalam sejarah sastra Indonesia, karya sastra bisa dibagi
   berdasarkan periodisasinya. Periodisasi adalah pembagian kronologi
   perjalanan sastra atas masanya, biasanya berupa dekade-dekade. Pada
   dekade-dekade tertentu dikenal angkatan-angkatan kesusastraan, misalnya
   Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, Angkatan ’45,
   Angkatan ‘66 dan Angkatan 2000.
          Kedua istilah itu (dekade dan angkatan) bisa digunakan secara
   bersamaan, bahkan adakalanya angkatan kesusastraan tertentu diberi nama
   dekade tertentu.
2. Rumusan masalah
     1) Bagaimana sejarah perkembangan karya sastra angkatan 50-an?
     2) Bagaimana karakteristik karya sastra angkatan 50-an?
     3) Siapakah tokoh-tokoh karya sastra angkatan 50-an?
     4) Bagaimana sejarah perkembangan karya sastra angkatan 66?
     5) Bagaimana karakteristik karya sastra angkatan 66?
     6) Siapakah tokoh-tokoh karya sastra angkatan 66?
3. Tujuan

     1) Mengetahui sejarah karya sastra periode 50-an.
     2) Mangetahui karakteristik karya sastra periode 50-an.
     3) Mengetahui tokoh-tokoh karya sastra periode 50-an.
     4) Mengetahui sejarah karya sastra angkatan 66.
     5) Mangetahui karakteristik karya sastra angkatan 66.
     6) Mengetahui tokoh-tokoh karya sastra angkatan 66.
                               BAB II
                             PEMBAHASAN


A. Sejarah Karya Sastra Angkatan 50-an.
          Di masa ini sastra Indonesia sedang mengalami booming cerpen.
   Juga marak karya-karya teater dengan tokohnya Motenggo Boesye,
   Muhammad Ali Maricar, W.S. Rendra (sekarang Rendra saja).Mulai
   tumbuh sarasehan-sarasehan sastra terutama di kampus-kampus. Angkatan
   50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Jassin.
   Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan
   majalah sastra lainnya.
          Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan,
   yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang
   berkonsep sastra realisme-sosialis. Timbullah perpecahan dan polemik
   yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal
   tahun 1960 menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk
   kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya
   G30S di Indonesia.
          Penulis dan karya sastra Angkatan 50-60-an Nh. Dini (Nurhayati
   Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada akhir
   dekade 80-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal,
   Namaku Hiroko, La Barka, Pertemuan Dua Hati, dan Hati Yang Damai.
   Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya
   adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat, di mana tokoh utama biasanya
   mempunyai konflik dengan pemikiran timur.


B. Karakteristik Karya Sastra Angkatan 50-an
          Karya sastra angkatan 50-an memiliki karakteristik tersendiri,
   diantaranya adalah :
   1. Struktur Estetik
      Dalam genre puisi berupa :
   a. Gaya epik (bercerita) berkembang dengan berkembngnya puisi
       cerita dan balada, dengan gaya yang lebih sederhana dari puisi
       lirik.
   b. Gaya mantra mulai tampak balada-balada.
   c. Gaya ulangan mulai berkembang.
   d. Gaya puisi liris pada umumnya masih meneruskan gaya angkatan
       45.
   e. Gaya slogan dan retorik.

   Dalam genre prosa berupa :

       Dalam hal prosa, rupa-rupanya cirri-ciri struktur estetik angkatan
   45 masih tetap diteruskan oleh periode 50 ini hingga pada dasarnya tak
   ada perbedaan ciri srtuktur estetik prosa ini baru tampak jelas dalam
   periode 70.

       Hanya saja pernah dikatakan bahwa gaya bercerita pada periode
   angkatan 50 ini adalah gaya murni bercerita, dalam arti, gaya bercerita
   hanya menajikan cerita saja, tanpa menyisipkan komentar, pikiran-
   pikiran sendiri, atau pandangan-pandangan semuanya itu melebur
   dalam cerita seperti puisi imajisme yang hanya menyajikan imaj-imaji
   berupa lukian atau gambaran, sedangka pikiran, tema, kesimpulan,
   terserah pada pembaca bagaimana menafsirkannya. Inilah yang
   merupakan perbedaan pokok dengan cerita rekaan angkatan 45
   misalnya      jelas   seperti   cerpen-cerpen   Subagio   Sastrowardojo,
   Trisnojuwono, dan Umar Kayam. Dengan hanya disajikannya cerita
   murni ini, maka alur menjadi padat.

2. Ekstra Estetik
   Dalam genre puisi berupa :
   a. Ada gambaran suasana muram karena menggambarkan hidup yang
       penuh penderitaan.
       b. Mengungkapkan masalah social, kemiskinan, pengangguran,
            perbedaan kaya miskin yang besar, dan belum ada pemerataan
            hidup.
       c. Banyak mengemukakan cerita-cerita dan kepercayaan rakyat
            sebagai pokok-pokok sajak balada.

       Dalam genre prosa berupa :

       a. Cerita perang mulai berkurang.
       b. Menggambarkan kehidupan sehari-sehari.
       c. Kehidupan pedesaan dan daerah mulai digarap seperti tampak
            dalam novel Toha Mochtar pulang, Bokor Hutasuhut : Penakluk
            Ujung Dunia, dan cerpen-cerpen Bastari Asnin : Di Tengah Padang
            dan cerpen-cerpen Bastari Asnin Di Tengah Padang dan cerpen-
            cerpen Yusah Ananda.
       d. Banyak      mengemukakan          pertentangan-pertentangan   politik.
            Visi-misi dari angkatan 50 ini adalah memantulkan kehidupan
            masyarakat yang masih harus terus berjuang dan berbenah di awal-
            awal masa kemerdekaan lewat karya sastra. Menghadirkan karya
            sastra Indonesia dengan menggunakan bahan dari sastra dan
            kebudayaan Indonesia sendiri.
C. Karya Sastra Angkatan 50-an dan Karyanya
            Karya sastra angkatan 50-an terdapat tokoh-tokoh sastrawan yang
   tidak lagi diragukan kualitas karya-karyanya. Tokoh-tokoh tersebut antara
   lain :
   1. Ajip Rosidi
       Orang besar ini dilahirkan di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, pada
       tanggal 31 Januari 1938.
       Karya-karyanya antara lain :
       a. Tahun-tahun Kematian (1955)
       b. Ditengah Keluarga (1956)
       c. Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)
   d. Cari Muatan (1959)
   e. Pertemuan Kembali (1961)
2. Ali Akbar Navis
   Ali Akbar Navis lahir di Kampung Jawa, Padang, Sumatra Barat pada
   tanggal 17 November 1924 adalah seorang sastrawan dan budayawan
   terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis.
   Ia menjadikan menulis sebagai alat dalam kehidupannya.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Bianglala: kumpulan tjerita pendek (1963)
   b. Hudjan Panas (1963)
   c. Robohnja Surau Kami: 8 tjerita pendek pilihan (1950)
3. Bokor Hutasuhut
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Datang Malam (1963)
   b. Mereka Telah Bangkit
4. Nh. Dini
   Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29
   Februari 1936 atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalah
   sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Dua Dunia (1950)
   b. Hati jang Damai (1960)
5. W.S Rendra
   Willibrordus Surendra Broto Rendra lahir di Solo, Jawa Tengah, 7
   November 1935 adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai
   “Burung Merak”. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada
   tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa
   kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Balada Orang-Orang Tertjinta (1957)
   b. Empat Kumpulan Sajak (1961)
   c. Ia Sudah Bertualang dan tjerita-tjerita pendek lainnja (1963)
6. Sitor Situmorang
   Sitor Situmorang lahir 2 Oktober 1923 di Harianboho, Samosir,
   Sumatera Utara dengan nama Raja Usu adalah wartawan, sastrawan,
   dan penyair Indonesia. Ayahnya adalah Ompu Babiat Situmorang yang
   pernah   berjuang    melawan    tentara   kolonial   Belanda   bersama
   Sisingamangaraja XII.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Dalam Sadjak (1950)
   b. Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954)
   c. Pertempuran dan Saldju di Paris (1956)
   d. Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953
7. Nugroho Notosusanto
   Nugroho Notosusanto lahir di Rembang, 15 Juli 1930 – Jakarta, 3 Juni
   1985 adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet
   Pembangunan IV (1983-1985). Sebelumnya juga ia pernah menjadi
   Rektor Universitas Indonesia (1982-1983). Ia berkarir di bidang militer
   dan pendidikan.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Hujan Kepagian (1958)
   b. Rasa Sajangé (1961)
   c. Tiga Kota (1959)

      Salah satu karya sastra angkatan 50-an karya W.S Rendra yang
berjudul “Balada Orang-orang Terjinta “

                Kita bergantian menghirup asam
                     Batuk dan lemas terceruk
                     Marah dan terbaret-baret
                  Cinta membuat kita bertahan
                  dengan secuil redup harapan
     Kita berjalan terseok-seok
     Mengira lelah akan hilang
  di ujung terowongan yang terang
  Namun cinta tidak membawa kita
     memahami satu sama lain


   Kadang kita merasa beruntung
  Namun harusnya kita merenung
    Akankah kita sampai di altar
   Dengan berlari terpatah-patah
  Mengapa cinta tak mengajari kita
   Untuk berhenti berpura-pura?


     Kita meleleh dan tergerus
     Serut-serut sinar matahari
     Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
      Melupakan hal-hal kecil
       yang dulu termaafkan


Mengapa kita saling menyembunyikan
  Mengapa marah dengan keadaan?
    Mengapa lari ketika sesuatu
    membengkak jika dibiarkan?
      Kita percaya pada cinta
   Yang borok dan tak sederhana
 Kita tertangkap jatuh terperangkap
 Dalam balada orang-prang tercinta
D. Sejarah Karya Sastra Angkatan 66
          Lahirnya angkatan 66 yaitu lahirnya sebuah angkatan sastra
   Indonesia setelah mengalami masa yang suram akibat dari pemberontakan
   dan masalah politik. Angkatan 66 ditandai dengan lahirnya majalah
   Horison yang awalnya berjalan lancar namun pada akhirnya majalah ini
   terseok-seok akibat lahirnya majalah-majalah yang jauh dari kesan sastra.
          Banyak karya sastra pada angkatan yang sangat beragam dalam
   aliran sastra, seperti munculnya karya sastra beraliran surealis, arus
   kesadaran, arketipe, absurd, dan lainnya.
          Angkatan ini lahir di antara anak-anak muda dalam barisan
   perjuangan.   Angkatan      ini     mendobrak     kemacetan-kemacetan    yang
   disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang salah urus. Para mahasiswa
   mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut ditegakkannya keadilan
   dan kebenaran.
          Penerbit   Pustaka         Jaya   sangat   banyak   membantu     dalam
   menerbitkan karya karya sastra pada masa angkatan ini. Sastrawan pada
   akhir angkatan yang lalu termasuk juga dalam kelompok ini seperti
   Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur
   Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha
   Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin.Seorang
   sastrawan pada angkatan 50-60-an yang mendapat tempat pada angkatan
   ini adalah Iwan Simatupang. Pada masanya, karya sastranya berupa novel,
   cerpen dan drama kurang mendapat perhatian bahkan sering menimbulkan
   kesalahpahaman; ia lahir mendahului jamannya.Beberapa satrawan pada
   angkatan ini antara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C.
   Noer, Akhudiat, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad,
   Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo,
   Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya.
E. Karakteristik Karya Sastra angkatan 66
            Karya sastra angkatan 66 memiliki karakteristik tersendiri,
   diantaranya yaitu :
   a. Mulai dikenal gaya epik (bercerita) pada puisi (muncul puisi-puisi
       balada)
   b. Puisinya menggambarkan kemuraman (batin) hidup yang menderita.
   c. Prosanya menggambarkan masalah kemasyarakatan, misalnya tentang
       perekonomian yang buruk, pengangguran, dan kemiskinan.
   d. Cerita dengan latar perang dalam prosa mulai berkurang, dan
       pertentangan dalam politik pemerintahan lebih banyak mengemuka.
   e. Banyak terdapat penggunaan gaya retorik dan slogan dalam puisi.
   f. Muncul puisi mantra dan prosa surealisme (absurd) pada awal tahun
       1970-an yang banyak berisi tentang kritik sosial dan kesewenang-
       wenangan terhadap kaum lemah.
   g. Menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila dan UUD
       45, menentang komunisme dan kediktatoran, bersama Orde Baru yang
       dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama,
       mengikis habis LEKRA dasn PKI. Sastra Angkatan ’66 berobsesi
       menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” dan
       “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya
       adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan            yamng sempat
       berseteru dengan LEKRA.
F. Karya Sastra Angkatan 66 dan Karyanya
            Karya sastra angkatan 50-an terdapat tokoh-tokoh sastrawan yang
   tidak lagi diragukan kualitas karya-karyanya. Tokoh-tokoh tersebut antara
   lain :
   1. Sutardji Calzoum Bachri
       Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Indragiri Hulu pada tanggal
       24 Juni 1941 adalah pujangga Indonesia terkemuka. Setelah lulus
       SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas
  Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjadjaran,
  Bandung.
  Karya-karyanya antara lain :
  a. O
  b. Amuk
  c. Kapak
2. Abdul Hadi WM
  Abdul Hadi Widji Muthari lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24
  Juni 1946 adalah salah satu sastrawan Indonesia. Sejak kecil ia telah
  mencintai puisi.
  Karya-karyanya antara lain :
  a. Laut Belum Pasang – (kumpulan puisi)
  b. Meditasi – (kumpulan puisi)
  c. Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur – (kumpulan
     puisi)
  d. Tergantung Pada Angin – (kumpulan puisi)
  e. Anak Laut Anak Angin – (kumpulan puisi)
3. Sapardi Djoko Damono
  Abdul Hadi Widji Muthari lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24
  Juni 1946 adalah salah satu sastrawan Indonesia. Sejak kecil ia telah
  mencintai puisi.
  Karya-karyanya antara lain :
  a. Dukamu Abadi – (kumpulan puisi)
  b. Mata Pisau dan Akuarium – (kumpulan puisi)
  c. Perahu Kertas – (kumpulan puisi)
  d. Sihir Hujan – (kumpulan puisi)
  e. Hujan Bulan Juni – (kumpulan puisi)
  f. Arloji – (kumpulan puisi)
  g. Ayat-ayat Api – (kumpulan puisi)
4. Goenawan Mohamad
   Goenawan Soesatyo Mohamad (lahir di Karangasem, Batang, Jawa
   Tengah, 29 Juli 1941; umur 67 tahun) adalah seorang sastrawan
   Indonesia terkemuka. Ia juga salah seorang pendiri Majalah Tempo.
   Karya-karyanya antara lain :
   a. Interlude
   b. Parikesit
   c. Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang –
      (kumpulan esai)
   d. Asmaradana
   e. Misalkan Kita di Sarajevo
5. Umar Kayam
   a. Seribu Kunang-kunang di Manhattan
   b. Sri Sumarah dan Bawuk – (kumpulan cerita pendek)
   c. Lebaran di Karet, di Karet – (kumpulan cerita pendek)
   d. Pada Suatu Saat di Bandar Sangging -
   e. Kelir Tanpa Batas
   f. Para Priyayi
   g. Jalan Menikung
6. Danarto
   a. Godlob
   b. Adam Makrifat
   c. Berhala
7. Putu Wijaya
   a. Telegram
   b. Stasiun
   c. Pabrik
   d. Gres – Putu Wijaya
   e. Bom
      Salah satu karya sastra angkatan 66 karya Sutardji Calzoum Bachri
yang berjudul “O”

               Dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau

              resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian

                raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian

           mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal
                               maugapai

           siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia

                     waswasku waswaskau waswaskalian
                waswaswaswaswaswaswaswaaswaswas

       duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai

  oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O…
                                  BAB III
                             PENUTUP


A. Kesimpulan
           Situasi periode 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra
  Kisah asuhan H.B. Jassin. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956
  dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya.
           Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan,
  yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang
  berkonsep sastra realisme-sosialis. Timbullah perpecahan dan polemik
  yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal
  tahun 1960 menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk
  kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya
  G30S di Indonesia.
           Sedangkan pada angkatan 66 ditandai dengan lahirnya majalah
  Horison yang awalnya berjalan lancar namun pada akhirnya majalah ini
  terseok-seok akibat lahirnya majalah-majalah yang jauh dari kesan sastra.
           Angkatan ini lahir di antara anak-anak muda dalam barisan
  perjuangan.    Angkatan   ini    mendobrak   kemacetan-kemacetan     yang
  disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang salah urus. Para mahasiswa
  mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut ditegakkannya keadilan
  dan kebenaran.
B. Saran
           Kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu dan mau
  melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia salah satunya dengan
  mempelajari karya sastra dari periode Pujangga Lama, Sastra “Melayu
  Lama”, Angkatan Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan ‘45, Angkatan
  50-an, Angkatan 60-70-an, Angkatan 80-an, hingga angkatan Reformasi.
                    DAFTAR PUSTAKA


http://lenterahati.web.id/o.html
http://moechtar.blog.com/sejarah-sastra/
http://ferlianafadli.com/periodisasi-sastra-indonesia/
http://fandyalfandyyahoocoid.blogspot.com/2010/05/angkatan-66.html
http://ramlannarie.wordpress.com/2011/05/02/periodisasi-sastra-
            indonesia/
http://ramlannarie.wordpress.com/tag/periodisasi-sastra/
http://nearpunyakumpulanbahasadansastra.blogspot.com/2011/01/menela
            ah-karya-sastra-indonesia-periode.html (Near Pujangga Cinta)
http://goesprih.blogspot.com/2008/05/periodisasi-sastra-indonesia.html

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/19/2013
language:Unknown
pages:18
bayu ajie bayu ajie
About ingin download tapi tidak bisa? hubungi: zuperbayu at yahoo.com