observasi kewirausahaan by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 10

									                 LAPORAN
     OBSERVASI KEWIRAUSAHAAN
         MIE AYAM BAROKAH
         DosenPengampu: Drs. Suripto, M.Pd




                  Disusun Oleh :
                 AsihPangestika
                 K7111505 / 04
                       II C



  PROGRAM S1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
      UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                SURAKARTA
                      2012
                        1
                                     BAB I

                                  PENDAHULUAN

A.   Pengertian Observasi

         Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan
     pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan
     mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang
     diamati.

B.   Latar Belakang Observasi
         Berwirausaha adalah salah satu upaya untuk memerbaiki tingkat
     ekonomi masyarakat dengan cara mendirikan, mengelola, mengembangkan
     dan melembagakan usaha miliknya sendiri .
         Sebelum berwirausaha, kita harus menentukan jenis usaha apa yang akan
     kita ciptakan yang tentunya dibutuhkan oleh masyarakat pada saat sekarang.
         Untuk itu, penulis melakukan observasi pada pemilik usaha mie ayam
     barokah yaitu Ibu Mustingah untuk mengetahui sejarah berdirinya usaha,
     proses pembuatan sampai keuntungan yang didapat dari usaha tersebut.
         Selain itu, laporan observasi ini juga dibuat untuk memenuhi tugas dari
     mata kuliah kewirausahaan sebagi syarat untuk mengikuti UK kedua.
C.   Tujuan Observasi
         Observasi ini bertujuan untuk menambah pemahaman penulis tentang
     hakekat berwirausaha dan mengetahui tingkat keberhasilan berwirausaha
     dalam suatu daerah yang dapat menunjang perekonomian. Tujuan yang lebih
     khusus adalah untuk mengetahui :
     1. Gambaran umum atau sejarah usaha
     2. Modal awal
     3. Proses pembuatan
     4. Produksi dan harga jual
     5. Pemasaran
     6. Hambatan usaha
                                        2
     7. Keuntungan
     8. BEP
D.   Waktu dan Tempat Pelaksanaan
     Hari/ Tanggal   : Sabtu, 31 Maret 2012
     Waktu           : 09.00 – 10.00 WIB
     Tempat          : Warung Pemilik Usaha Mie Ayam Barokah
                      Rt 07/ Rw 03, Desa Gambarsari - Kec Kemangkon
                      Purbalingga.
     Narasumber      : Ibu Mustingah




                                       3
                               BAB II

                       LANDASAN TEORI

   Dalam lampiran Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 1995, kewirausahaan
adalah semangat perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani
kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi.
   Kemampuan berfikir inisiatif, kreatif, positif, inovatif, bermental
disiplin, konsisten, pantang menyerah, dan selalu bergairah sangat
diperlukan untuk mengembangkan jiwa berwirausaha. Motivasi juga penting
dan menentukan keberhasilan seseorang dalam berwirausha. Menurut Crow
R (1983) motivasi adalah keadaan yang menentukan seseorang untuk
berbuat demi mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Terner dan Smith
(1967) motivasi adalah konstruksi yang mengaktifkan perilaku.
   Selain itu, agar dapat mengembangkan diri agar lebih berhasil seseorang
harus berupaya melalui ; pendidikan, belajar mandiri, berlatih diri,
membentuk mental ingin maju, percaya pada kemampuan sendiri dan rajin
berusaha.
   Break event point (BEP) adalah suatu keadaan dimana dalam suatu
operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan
= total biaya). BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita
tidak mengalami kerugian.




                                  4
PERHITUNGAN BEP

 Atas dasar unit




 Atas dasar rupiah




Keterangan:

FC : Biaya Tetap

P : Harga jual per unit

VC : Biaya Variabel per unit

   Biaya tetap adalah total biaya yang tidak akan mengalami perubahan
apabila terjadi perubahan volume produksi. Biaya tetap secara total akan
selalu konstan sampai tingkat kapasitas penuh. Biaya tetap merupakan biaya
yang akan selalu terjadi walaupun perusahaan tidak berproduksi.

   Biaya variable adalah total biaya yang berubah-ubah tergantung dengan
perubahan volume penjualan/produksi. Biaya variable akan berubah secara
proposional dengan perubahan volume produksi.


                                  5
                                   BAB III

                             HASIL OBSERVASI

A.   Gambaran Umum Usaha
        Usaha mie ayam adalah salah satu peluang usaha kuliner yang tidak
     perlu modal tinggi namun dapat menghasilkan profit lumayan. Selain itu,
     mie ayam juga merupakan makanan yang banyak disukai oleh lidah orang
     Indonesia.

        Hal ini membuat rakyat di Indonesia dapat menikmati variasi makanan
     yang berbahan dasar mie. Di desa Gambarsari RT 07/ RW 03 khususnya,
     Ibu Mustingah merupakan satu–satunya pengusaha mie ayam yang termasuk
     laris dalam pemasarannya. Ia tidak menjualnya secara berkeliling melainkan
     membuka warung didekat rumah yang buka setiap hari mulai pukul 09.00
     sampai dengan 21.00 WIB.

        Ukuran warungnya yaitu 3 x 4 meter dengan cat warna hijau.
     Warungnya bersih sehingga membuat kerasan warga yang membeli mie
     ayam tersebut. Usaha mie ayam Ibu Mustingah mulanya hanya coba – coba,
     namun ternyata warga menyukainya dan akhirnya melanjutkan usaha
     tersebut sampai sekarang.

B.   Modal atau Investasi Awal
        Modal awal usaha mie ayam barokah adalah sebesar Rp 7.000.000,-.
     Modal awal tersebut digunakan untuk membeli gerobag, tempat, serta
     membeli perlengkapan lainnya yang mendukung usahanya tersebut.


C.   Proses Pembuatan
        Untuk membuat mie ayam yang lezat dan gurih, Ibu Mustingah
     menggunakan bahan sebagai berikut :
             Bahan :
              1. Mie basah

                                      6
             2. Minyak sayur
             3. Kecap asin
             4. Daging ayam
             5. Bawang putih
             6. Air
             7. Kaldu ayam
             8. Garam
             9. Merica bubuk
             10. Gula pasir
             11. Daun bawang
             12. Sawi hijau
             13. Sambal botol
             14. Saus
            Proses pembuatan :
             1. Rebus mie basah bersama sawi hijau sampai mie mengapung
             2. Siapkan mangkuk lalu masukkan minyak sayur, kecap asin,
                 garam, merica dan bahan – bahan penyedap lain.
             3. Rebusan mie dan sawi hijau kemudian diaduk bersama bumbu-
                bumbu didalam mangkuk
             4. Taruh tiga sendok tumisan ayam diatas mie yang terbuat dari
                daging ayam yang ditumis bersama bumbu yang dihaluskan
                hingga harum dan matang, seperti bawang putih, bawang
                merah, ketumbar, kunyit, jahe, kemiri dan penyedap.
             5. Siram dengan kaldu ayam yang terbuat dari air rebusan tulang
                 – tulang ayam beserta bawang putih, garam, merica, gula dan
                 lada bubuk
             6. Mie ayam siap disajikan. Tambahkan sambal dan saus sesuai
                 selera.


D.   Produksi Per hari dan Harga Jual
        Setiap harinya, Ibu Mustingah menyediakan sekitar 50 – 100 porsi mie
      ayam dengan harga jual yang relatif terjangkau yaitu Rp. 5000,- per porsi.

                                       7
E.   Pemasaran
        Dalam pemasarannya, Ibu Mustingah selaku pemilik usaha mie ayam
     barokah membuka warung didekat rumah. Warga yang ingin menikmati mie
     ayam tersebut yang dengan bersedia datang dan menikmatinya. Selain
     didekat rumah, Ibu Mustingah juga membuka cabang kedua di daerah
     kecamatan yang dipasarkan melalui warung pula oleh suaminya.


F.   Hambatan Usaha
        Ada beberapa hal yang menghambat usaha mie ayam ini yaitu bahan
     baku yang semakin meningkat. Bahan baku seperti mie dan ayam yang
     harga pasarnya terkadang melonjak drastis. Jika harga mie ayam dinaikkan,
     pasti akan berakibat pada keuntungan yang didapat tiap harinya. Hambatan
     lainnya yaitu persaingan usaha yang ketat. Di desa Gambarsari, khususnya
     RT 07 / RW 03 ada penjual mie ayam atau makanan lain yang berasal dari
     luar desa, sehingga keuntungan yang dirauk pun akan semakin berkurang
     dengan adanya persaingan dengan usaha lain, terlebih jika harga makanan
     lain tersebut lebih terjangkau dan kualitasnya pun terjamin.


G.   Keuntungan Usaha
        Dengan menjual 50 – 100 porsi per harinya, Ibu mustingah dapat
     mengantongi omset paling besar yaitu :
        100 porsi x Rp. 5.000,- = 500.000,-
     Sedangkan pengeluaran tiap harinya :
        Mie mentah 9,5 kg x Rp. 22.000,-            = Rp. 209.000,-
        Bumbu – bumbu                               = Rp. 20.000,-
        Ayam potong 2,5 kg x Rp. 21.000,-           = Rp. 52.500,-
        Pelengkap                                   = Rp. 10.000,-
        Lain – lain                                 = Rp. 28.000,-
        Jumlah                                      = Rp. 319.500,-


                                        8
      Untung = Pemasukan (omset) – Pengeluaran
              = (Rp. 500.000,- ) – (Rp. 319.500,- )
              = Rp. 180.500,-
      Jadi, keuntungan yang diperoleh Ibu Mustingah per harinya yaitu sebesar
      Rp. 180.500,-


H.   BEP
             BEP unit




               FC / biaya tetap      = Rp. 319.500,-
               P / harga per unit    = Rp. 5.000,-
               VC / harga variabel= Rp. 2.500,-


               BEP unit      =                Rp. 319.500,-
                                     (Rp. 5.000,- ) – (Rp. 2.500)
                            = Rp. 319.500,-
                                Rp. 7.500,-
                            = 43 unit
           Jadi, untuk mencapai BEP usaha mie ayam barokah harus dapat
      menjual 43 porsi mie ayam.




                                        9
                                   BAB IV

                                   PENUTUP

A.   Kesimpulan
        Berwirausaha merupakan peluang yang sangat baik untuk memperbaiki
     perekonomian didalam masyarakat. Usaha mie ayam Barokah yang di
     ciptakan oleh Ibu Mustingah ini merupakan salah satu contoh berwirausaha.
     Hasil dari usaha tersebut, Ibu Mustingah dapat menyejahterakan
     keluarganya dan memperbaiki perekonomian keluarganya pula.
        Dalam memulai wirausaha dibutuhkan keterampilan tertentu dan modal
     yang cukup besar, namun modal akan kembali bahkan lebih besar dari
     modal awal sejalan dengan kesuksesan berwirausaha tersebut. Namun,
     dalam berwirausaha akan muncul hambatan – hambatan seperti yang dialami
     Ibu Mustingah, maka dari itu dalam berwira usaha juga dibutuhkan metal
     yang kuat.
        Setelah melakukan observasi ini penulis dapat memperoleh gambaran
     bagaimana berwirausaha yang baik.


B.   Saran
        Dalam berwirausaha pasti akan mengalami hambatan. Saran yang dapat
     penulis sampaikan yaitu berkaitan dengan hambatan usaha Ibu Mustingah
     ini yaitu ketika bahan baku naik, sebaiknya jangan menaikkan harga mie
     ayam tersebut melainkan mengurangi porsinya namun dengan jaminan
     kualitas sama dan terjamin.




                                     10

								
To top