PEMBELAJARAN PAKEM BAHASA INGGRIS DENGAN METODE APLIKASI STRATEGI DALIA by zuperbayu

VIEWS: 0 PAGES: 6

									           Mas’udi, Pembelajaran “Pakem” Bahasa Inggris Dengan Metode Aplikasi Strategi “Dalia”             9




                    PEMBELAJARAN “PAKEM”
            BAHASA INGGRIS DENGAN METODE APLIKASI
                       STRATEGI “DALIA”


                                                  Mas’udi
                                          M.Ts Negeri 1 Malang
                                        e-mail: mcudy@ymail.com

      Abstract: Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan / PAKEM or Active, Creative,
      Effective, and Joyful Learning is an alternative model of teaching English in Indonesia. However,
      implementing this model in teaching English is not easy because English is used as a medium of
      communication. As matter of a fact, in learning a language students have to deal with four skills
      such as listening, speaking, reading, and writing. Practices are required in order to get success.
      There are five strategies applied in the teaching and learning process proposed in this paper. They
      are Direct Practice, Authentic Material, Learning Community, Inquiry, and Authentic Assessment
      (DALIA). Some benefits can be taken from those strategies because they relate the materials in
      class with daily activities. Finally, PAKEM in teaching and learning English by using DALIA strat-
      egies can meet the basic competency of the curriculum.

      Key Words: PAKEM, teaching and learning English, DALIA strategies.



      Bahasa Inggris yang diajarkan sebagai                     Di sisi lain, belajar bahasa Inggris berarti
bahasa asing mulai diminati para siswa di In-            mempelajari bagaimana berkomunikasi, baik
donesia, khususnya pada Sekolah Lanjutan                 dalam bentuk lisan maupun tulisan, yang
(SMP/MTs dan SMA/MA). Hal ini dapat dilihat              melibatkan keempat ketrampilan berbahasa:
dari antusias mereka terhadap mata pelajaran             menyimak (listening), berbicara (speaking),
tersebut di kelas. Minat tersebut tentunya harus         membaca (reading), dan menulis (writing).
dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Salah satu           Oleh karena itu, dalam proses pembelajarannya
cara yang dapat ditempuh adalah dengan                   harus lebih dikaitkan dengan bagaimana siswa
mengemas kegiatan pembelajaran menarik dan               berkomunikasi menggunakan keempat ketram-
menyenangkan. Ditawarkannya model pem-                   pilan bahasa tersebut dibanding unsur-unsur
belajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif,            bahasanya; tata bahasa, kosa kata, lafal, dan
Efektif, dan Menyenangkan) sangatlah dapat               ejaan. Dalam hal ini metode aplikasi, belajar
diterima dengan baik.                                    melalui penerapan penggunaan bahasa target
      Akan tetapi, dalam perjalanan pelak-               untuk berkomunikasi secara langsung, tentunya
sanaan PAKEM ternyata tidak sepenuhnya                   akan lebih membantu siswa mencapai tujuan
dapat dilaksanakan sebagaimana yang diharap-             pembelajaran dibanding harus belajar melalui
kan. Untuk menciptakan kegiatan pembelajaran             teori yang lebih banyak melibatkan aturan-
efektif yang utamanya dapat menyenangkan                 aturan kebahasaan.
sekaligus membuat siswa menjadi aktif dan                       Penulis telah melakukan percobaan
kreatif ternyata tidaklah mudah. Seringkali              berkaitan dengan model pembelajaran PAKEM
ditemui kesulitan dalam menentukan dan                   serta dapat mencapai tujuan pembelajaran. Hasil
menerapkan metode yang sesuai, sehingga                  yang dicapai menyimpulkan bahwa metode
PAKEM tidak dapat tercipta untuk mencapai                aplikasi dengan lima strategi: Direct Practice,
tujuan pempelajaran.                                     Authentic Material, Learning Community In-
10   Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan, Volume 1, Nomor 1, September 2011

quiry, dan Authentic Assessment (DALIA),             observasi, bertanya, mengajukan dugaan,
mampu memecahkan berbagai masalah pem-               pengumpulan data, dan penyimpulan (Nurhadi,
belajaran (Mas’udi, 2009). Di samping itu,           2002). Pemberian kesempatan kepada para
strategi DALIA dalam pembelajaran bahasa             siswa untuk menemukan dan mengembangkan
Inggris sangat efektif untuk mencapai tujuan         materi yang disajikan menyebabkan mereka
pembelajaran, baik yang terkait dengan model         lebih leluasa mengembangkan ungkapan-ung-
PAKEM maupun Kompetensi Dasar yang telah             kapan dalam bahasa Inggris yang dipelajarinya.
ditetapkan oleh kurikulum sebab DALIA dapat                 Authentic Assessment dapat mem-
memadukan antara materi kebahasaan dengan            berikan hasil penilaian yang sesuai dengan
kehidupan nyata sehari-hari. Hal ini dapat dilihat   kemampuan dan ketrampilan siswa dalam
dari keunggulan masing-masing strategi               menggunakan bahasa Inggris. Hasil penilaian
sebagaimana penjelasan berikut.                      yang diperoleh selama proses pembelajaran
      Direct Practice dapat memberikan lebih         berlangsung akan lebih mencerminkan kemam-
banyak kesempatan kepada siswa untuk                 puan siswa dalam berbahasa dibanding tes akhir,
mempraktikkan bahasa yang dipelajarinya.             terutama dalam bentuk tes tulis yang seringkali
Bahasa diajarkan kepada siswa agar dapat             masih bersifat “to test about language” diban-
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dalam        ding “to test language”. Kemampuan siswa
kehidupan sehari-hari, tapi bukan untuk              dalam berbahasa lebih dapat dilihat dari
menghafal teori dan aturan penggunaan bahasa         keseharian dia menggunakan bahasa tersebut
tersebut. Semakin sering para siswa berlatih,        dibanding dengan hasil menyelesaikan sebuah
semakin lancar mereka berkomunikasi dalam            tes akhir yang juga dapat dipengaruhi oleh
bahasa Inggris.                                      kondisi siswa saat mengerjakan tes.
      Authentic material telah diklaim oleh
beberapa ahli memiliki efek positif terhadap         PEMBAHASAN
motivasi siswa di kelas (Fields, 1997; Peacock,      Mekanisme Pembelajaran dengan Metode
1997). Mereka berpendapat bahwa materi               Aplikasi
autentik pada hakekatnya lebih menarik
dibanding materi non-autentik, yaitu materi                 Mekanisme pembelajaran bahasa Inggris
yang ditulis dan disiapkan untuk siswa seperti       menggunakan metode aplikasi yang lebih
teks bacaan dan latihan pada buku-buku paket.        menekankan bentuk praktek langsung (direct
Ada pula yang menambahkan bahwa materi               practice) baik antara siswa dengan siswa, siswa
atau teks autentik akan membawa pemahaman            dengan guru, dan siswa dengan orang lain
siswa untuk lebih mendekati budaya bahasa            (selain guru bahasa Inggris yang mengajar pada
yang sedang dipelajarinya, membuat pem-              saat itu). Pembelajaran dapat dilaksanakan di
belajaran menyenangkan, dan karenanya                dalam kelas dan di luar kelas sesuai dengan
menambah minat siswa (Peacock, 1997).                bentuk persiapan yang dibuat oleh guru dengan
      Learning Community memberikan                  mengaplikasikan lima komponen sebagai
kesempatan untuk melakukan komunikasi dua            strategi: Direct practice, Authentic material,
arah, baik antara siswa dengan siswa atau siswa      Learning community, Inquiry, dan Authentic
dengan guru. Terjadinya komunikasi dua arah          assessment. Pengertian dari masing-masing
menyebabkan bahasa Inggris yang sedang               strategi tersebut adalah sebagai berikut:
dipelajari dapat langsung dipraktekkan. Di
samping itu, melalui kerja kelompok siswa            Direct Practice (Praktek Secara Langsung)
dapat saling membantu, yang pandai kepada                 Strategi ini merupakan pokok dari me-
yang lemah, yang sudah tahu kepada yang              tode pembelajaran bahasa Inggris aplikatif.
belum tahu, dan sebagainya (Nurhadi, 2002).          Proses pembelajaran dikemas lebih banyak
      Inquiry memberikan kesempatan dan              dalam bentuk praktek berkomunikasi langsung
melatih siswa dalam mengembangkan kemam-             menggunakan bahasa Inggris mengingat bahwa
puan berfikir, terutama kemampuan melakukan          mempelajari bahasa berarti belajar berkomu-
          Mas’udi, Pembelajaran “Pakem” Bahasa Inggris Dengan Metode Aplikasi Strategi “Dalia”   11


nikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.    menulis. Oleh karena itu, aktivitas kelas harus
Hal ini juga berarti mempelajari kehidupan         dikaitkan dengan keempat ketrampilan tersebut,
sehari-hari di mana bahasa tersebut digunakan.     dengan memiliki referensi terhadap tujuan
Oleh karena itu, kemampuan guru dalam ber-         pembelajaran yang didasarkan pada keempat-
komunikasi menggunakan bahasa Inggris              nya.
mutlak diperlukan. Guru harus selalu meng-         1. Untuk ketrampilan menyimak, siswa dapat
gunakan bahasa tersebut, minimal selama                 memahami bahasa yang diucapkan oleh
proses pembelajaran berlangsung.                        penutur aslinya pada situasi serupa sebagai
       Agar para siswa dapat lebih banyak               pengalamannya sendiri. Di samping itu, dia
melakukan praktek, penciptaan lingkungan                juga harus dapat memahami penggunaan
berbahasa Inggris (English environment)                 bahasa sehari-hari, seperti pertanyaan
menjadi sangat penting. Lingkungan di luar              berbagai kegiatan umum yang biasa
sekolah masih kurang mendukung akan hal ini.            dilakukan baik di dalam maupun di luar
Istilah-istilah dan ungkapan-ungkapan ber-              lingkungan sekolah, cerita, penjelasan
bahasa Inggris, seperti nama tempat-tempat              tentang suatu kejadian, dan sebagainya.
usaha, sulit didapatkan, karena adanya ke-         2. Untuk ketrampilan berbicara, siswa dapat
harusan menggunakan bahasa nasional Indo-               bercakap-cakap menggunakan bahasa yang
nesia. Program-program televisi lebih banyak            dipelajarinya pada situasi sehari-hari
menayangkan acara-acara yang dalam bahasa               dengan lancar dan benar, dengan lafal
aslinya menggunakan bahasa Inggris, seperti             seperti yang diucapkan oleh penutur
film dan sebagainya, ditayangkan dalam bentuk           aslinya. Siswa harus dapat bertanya dan
bilingual atau diterjemahkan dalam bentuk teks.         menjawab pertanyaan mengenai aktivitas
Oleh karena itu, lingkungan berbahasa Inggris           umum pada situasi kehidupan sehari-hari,
harus diciptakan di sekolah, minimal di kelas.          menceritakan kembali berbagai cerita,
       Lingkungan berbahasa Inggris di kelas            menjelaskan kejadian-kejadian yang sudah
dapat diciptakan melalui tempelan gambar-               banyak dikenal, dan sebagainya.
gambar yang berkomentar dalam bahasa Inggris       3. Untuk ketrampilan membaca, bahwa siswa
dan ungkapan-ungkapan kalimat dalam bahasa              harus memiliki kemampuan membaca dan
                                                        memahami teks yang ditulis dalam bahasa
Inggris. Adanya hiasan-hiasan dan tulisan-
                                                        yang dipelajarinya tanpa secara sengaja
tulisan seperti anekdot, puisi, dan sebagainya
                                                        melakukan penerjemahan.
dalam bahasa Inggris suasana di dalam kelas
                                                   4. Untuk ketrampilan menulis, siswa harus
akan berbeda dengan kelas non-bahasa Inggris.
                                                        dapat menuliskan berbagai penjelasan,
Ketika para siswa memasuki ruang kelas, im-
                                                        laporan dan surat dengan jelas dan benar.
age mereka akan terbawa ke suasana asing di
mana bahasa yang dipelajarinya berada, teru-
                                                          Materi otentik dapat dibuat sendiri oleh
tama jika pembelajaran di kelas tersebut se-
                                                   guru. Materi otentik dapat didefinisikan sebagai
penuhnya menggunakan bahasa Inggris. Di
                                                   materi yang dirancang atau ditulis bukan untuk
samping itu, tempelan-tempelan tersebut juga
                                                   tujuan pendidikan, melainkan untuk tujuan
dapat berfungsi sebagai media pembelajaran
                                                   kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat
dalam rangka penyajian materi autentik.
                                                   (Little et al., 1989; Peacock, 1997; Nunan,
                                                   1998). Siapa saja boleh membuat atau menulis
Authentic Material (Materi Otentik)                materi otentik sepanjang materi tersebut dapat
      Penyajian materi, baik yang dikaitkan        dipahami oleh penutur asli (native speaker)
dengan tema maupun pencapaian Kompetensi           bahasa yang dipelajari (Michel, 1967; Lee,
Dasar, hendaknya berbentuk materi otentik. Hal     1995; Peacock, 1997). Guru dapat menyiap-
ini mengingat bahwa dalam pembelajaran suatu       kannya dari surat kabar, majalah, puisi, lagu,
bahasa harus mengembangkan empat ketram-           dan sebagainya. Beberapa bentuk materi otentik
pilan; menyimak, berbicara, membaca, dan           yang terkadang memang sulit didapat, seperti
12   Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan, Volume 1, Nomor 1, September 2011

kartu identitas, dapat dibuat tiruan menyerupai          Ciri dari kelas learning community adalah
aslinya.                                           terjadinya komunikasi dua arah. Kegiatan guru
      Sebagai catatan tambahan, bahwa di           yang menerangkan atau memberikan informasi
dalam memilih materi otentik guru hendaknya        belum dapat disebut learning community
berhati-hati sebab materi otentik bisa dianggap    apabila kesempatan untuk memperoleh dan
tidak otentik bagi siswa apabila tidak sesuai      mempelajari hanya t erdapat pada siswa
dengan respon siswa. Sementara interaksi yang      terhadap guru, sementara guru tidak mendapat
sesuai antara siswa dengan materi tidak akan       kesempatan untuk memperoleh dan mem-
pernah terjadi jika siswa tersebut tidak mampu     pelajari informasi dari siswa. Demikian pula
merespon materi yang disajikan dengan tepat        tidak diharapkan adanya siswa dalam kelompok
(Lee, 1995). Akan tetapi, apakah materi            belajar yang bertindak sebagai pemberi
tersebut akan dapat dikategorikan otentik bagi     informasi semata, tetapi seluruh anggota saling
siswa tampaknya tergantung pada bagaimana          memberi informasi, pendapat atau saling
guru menyiapkannya untuk para siswa. Se-           mempelajari.
hubungan dengan hal ini, Lee (1995) menam-
bahkan penjelasannya bahwa autentisitas siswa      Inquiry (Menemukan)
seharusnya tidak hanya dihubungkan dengan                 Kegiatan selama proses pembelajaran
kesesuaian respon dengan materi, tetapi juga       berlangsung hendaknya dikemas agar siswa
persepsi positip terhadap materi tersebut. Oleh    banyak mencari dan menemukan mulai dari
karena itu, dalam memilih materi harus             kosakata (vocabulary), ungkapan (phrase), dan
disesuaikan dengan level siswa dan lingkungan      kalimat (sentence). Demikian juga dengan tata
di mana siswa berada, yang terkait dengan          bahasa (structure dan grammar). Biarkan siswa
kebutuhan siswa.                                   lebih banyak explore terhadap masalah-masalah
                                                   tersebut dibanding dengan guru menjelas-
Learning Community (Masyarakat belajar)            kannya. Untuk menciptakan kegiatan ini,
      Strategi ini mengharapkan siswa mem-         misalnya dapat dikemas dalam bentuk diskusi
peroleh pengetahuan dari hasil kerjasama           sebab inti dari strategi ini adalah ‘siswa me-
dengan orang lain. Guru dalam setiap kegiatan      nemukan sendiri’. Artinya bahwa siswa mem-
pembelajaran diharapkan membiasakan siswa          peroleh pengetahuan dan ketrampilan dari
belajar dalam kelompok yang anggotanya             menemukan sendiri, bukan dari menerima dan
heterogen. Melalui kelompok tersebut diharap-      mengingat teori-teori serta gambaran dari
kan siswa pandai dapat membantu yang lemah,        berbagai fakta. Fungsi dan tugas guru dalam
yang sudah tahu memberi tahu pada yang belum       hal ini adalah sebagai mediator yang merancang
tahu, yang cepat dapat memahami materi             serangkaian kegiatan yang dapat membuat
memberikan dorongan pada yang lambat, yang         siswa menemukan.
memiliki gagasan secepatnya mengajukan usul,              Menurut Nurhadi (2002), siklus inkuiri
dan sebagainya.                                    antara lain:
      Jika kegiatan kelas dikemas dalam bentuk     a. Observasi (observation).
sharing teacher, anggota (kelompok) learning       b. Bertanya (questioning).
community bukan hanya sebatas teman                c. Mengajukan dugaan (hypothesis).
sekelasnya, tapi dapat juga teman di luar kelas,   d. Pengumpulan data (data gathering).
siswa di kelas yang lebih atas, atau bahkan or-    e. Penyimpulan (conclusion).
ang lain (tenaga ahli) yang mungkin dihadirkan
di kelas, sesuai dengan siapa atau guru yang            Langkah-langkah yang dapat dilaksana-
dipersiapkan untuk melaksanakan sharing.           kan dalam strategi menemukan adalah:
Demikian pula dengan jumlah anggota                a. Merumuskan masalah.
kelompok bisa bervariasi dari dua, tiga, dan       b. Mengamati atau melakukan observasi.
seterusnya.                                        c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam
          Mas’udi, Pembelajaran “Pakem” Bahasa Inggris Dengan Metode Aplikasi Strategi “Dalia”   13


   tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel dan      a. Dilaksanakan selama dan sesudah proses
   bentuk karya lainnya.                              pembelajaran berlangsung.
d. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil         b. Dapat digunakan untuk formatif maupun
   karya pada pembaca, teman sekelas, guru,           sumatif.
   atau audien yang lain.                          c. Aspek yang diukur adalah pengetahuan dan
                                                      ket erampilan (performansi), bukan
Authentic Assessment (Penilaian yang                  mengingat fakta.
sebenarnya)                                        d. Berkesinambungan.
                                                   e. Terintegrasi.
       Penilaian merupakan proses pengum-
                                                   f. Dapat digunakan sebagai feed back.
pulan data tentang perkembangan belajar siswa.
Guru perlu mengetahui perkembangan belajar
                                                         Hal-hal yang dapat digunakan sebagai
siswa guna melihat benar atau tidaknya serta
                                                   dasar menilai prestasi siswa antara lain proyek/
sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran
                                                   kegiatan dan laporannya, pekerjaan rumah
yang dilalui siswa, untuk selanjutnya menetap-     (PR), kuis, karya siswa, prestasi atau penam-
kan tindakan yang tepat. Atas dasar tersebut,      pilan siswa, demontrasi, laporan, jurnal, hasil
maka penilaian perlu dilakukan di sepanjang        tes rutin, dan karya tulis.
proses pembelajaran dan tidak dipisahkan dari
kegiatan pembelajaran tersebut, bukan hanya        Kesimpulan
pada akhir periode seperti semester dalam
bentuk ulangan akhir semester (UAS) atau ujian            Model PAIKEM untuk bahasa Inggris,
nasional (UN).                                     dapat diwujudkan jika menggunakan metode
       Penilaian lebih ditekankan pada proses      aplikatif dengan lima strategi. 1) Direct prac-
pembelajaran, maka data yang terkumpul harus       tice, bentuk pembelajaran, baik yang dilak-
diperoleh dari kegiatan nyata yang dilakukan       sanakan di dalam kelas maupun di luar kelas,
siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.      dilaksanakan dalam bentuk praktek secara
Untuk mengetahui perkembangan belajar siswa        langsung. Artinya, bahasa Inggris selalu diper-
dibidang bahasa Inggris, misalnya, guru harus      gunakan sebagai alat komunikasi pada setiap
mengumpulkan data dari kegiatan nyata ketika       pembelajaran bahasa tersebut berlangsung. 2)
para siswa (berkomunikasi) menggunakan             Authentic material, dalam menyajikan materi
bahasa tersebut, tapi bukan pada saat menger-      pembejaran lebih diutamakan berbentuk materi
                                                   otentik. 3) Learning community, kegiatan
jakan tes. Data yang diperoleh dari kegiatan
                                                   pembelajaran lebih banyak dilakukan secara
siswa ketika menggunakan bahasa Inggris, baik
                                                   berpasangan atau berkelompok, agar para siswa
yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas,
                                                   dapat saling bekerja sama, berdiskusi dan
itulah yang disebut data autentik.
                                                   membantu satu dengan lainnya. 4) Inquiry, para
       Perkembangan belajar dinilai dari proses,
                                                   siswa lebih banyak diberikan kesempatan untuk
bukan hanya dari hasil. Siswa yang dapat
                                                   menemukan sendiri contoh-contoh ungkapan
berkomunikasi dengan baik dan lancar meng-
                                                   berkaitan dengan tema atau topik yang
gunakan bahasa Inggris itulah yang berhak
                                                   disajikan, termasuk unsur-unsur bahasa; tata
memperoleh nilai tinggi, tapi bukan hasil
                                                   bahasa, kosakata, lafal, dan ejaan. Guru lebih
menyelesaikan tes tentang grammar. Authen-
                                                   bertindak sebagai fasilitator. 5) Authentic as-
tic Assessment menilai pengetahuan dan
                                                   sessment, penilaian dilaksanakan selama proses
ketrampilan yang diperoleh siswa. Oleh karena
                                                   pembelajaran berlangsung, bukan hanya pada
itu penilaian bukan hanya dapat dilakukan oleh     tes akhir.
guru tatapi juga teman (siswa) lain atau bahkan
orang lain.                                        Rekomendasi
       Menurut Kasbolah (2003), ada beberapa
karakteristik Authentic Assessments, antara               Untuk dapat mewujudkan harapan di
lain:                                              atas, hendaknya ditetapkan sebagai keharusan
14   Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan, Volume 1, Nomor 1, September 2011

bagi guru bahasa Inggris benar-benar memiliki           lah Disajikan pada kegiatan CTL di
kompetensi yang cukup sebagai guru bahasa               SMU Negeri 1 Malang tanggal 3 Juli
Inggris. Tidak mungkin seorang guru yang tidak          2003.
bisa “pencak silat” dapat berhasil mengajar para   Lee, W. Y. 1995. Authenticity revisited: text
siswa untuk memiliki ketrampilan pencak silat.          authenticity and learner authenticity. ELT
Demikian pula dengan guru bahasa Inggris,               Journal, vol. 49, pp. 323-328.
yang di samping harus memiliki ketrampilan         Mas’udi. 2009. Metode Aplikasi dengan
menggunakan bahasa tersebut untuk berko-                Strategi DALIA untuk Menciptakan
munikasi juga dituntut untuk dapat memilih dan          Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
menetapkan metode atau pola pembelajaran,               Menyenangkan pada Siswa Madrasah
merancang kegiatan, dan tugas yang akan                 Tsanawiyah Negeri Malang I. Laporan
dilakukan oleh para siswa.                              Penelitian tidak diterbitkan. Malang:
                                                        MTsN Malang I.
DAFTAR PUSTAKA                                     Nunan, D. 1998. Language Teaching Method-
Fields, F. 1997. Notes on listening: authentic-         ology. New Jersey: Prentice Hall.
      ity. Modern English Teacher. vol. 6, no.     Nurhadi. 2002. Pendekatan Kontekstual (Con-
      3, pp. 49-51.                                     textual Teaching and Learning). Jakarta:
Harmer, J. 1998. How to teach English. Lon-             Departemen Pendidikan Nasional,.
      don: Longman.                                Peacock, M. 1997. The effect of authentic ma-
Kasbolah, E; Suyanto, K. 2003. Penilaian                terials on the motivation of EFL learn-
      Otentik (Authentic Assessment). Maka-             ers. ELT Journal, vol. 51. pp. 144-9.

								
To top