Docstoc

budaya jepang

Document Sample
budaya jepang Powered By Docstoc
					budaya jepang
Posted on Wed ,18/08/2010 by nikito67



              Kimono
              ——————–
              Ki dan Mono

              Kimono berasal dari kata ki yang berarti pakai dan mono berarti
              barang jadi kimono berarti barang yang dipakai atau dikenakan
              yaitu pakaian. Kimono yang sekarang dikenal sebagai pakaian
              tradisional Jepang sebenarnya adalah pakaian sehari hari
              masyarakat Jepang jaman dulu.

              Namun selama ini kadang kimono dianggap sebagai pakaian
              wanita seperti halnya kebaya dalam budaya Jawa. Anggapan yang
              tidak tepat tentu saja karena kimono juga ada dua macam yaitu
              untuk pria dan wanita yang tentu saja dengan bentuk yang
              berbeda.

              Kimono untuk pria biasanya sangat sederhana baik dalam design
              dan juga warna gelap yang biasanya berwarna gelap seperti hijau
              tua, coklat tua, biru tua atau hitam. Jenisnya hanya ada dua saja
              yaitu formal dan non formal.

              Kimono untuk wanita dikenal ada beberapa jenis menunjukkan
              umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara
              yang dihadiri. Kemudian kimono wanita mempunyai warna
              aksesoris dan design yang beragam. Hal yang sudah bisa
              dimaklumi tentu saja. [oketo: 08/Aug/09]
              Referensi lain : wikipedia

              Upacaha Minum Teh
              ——————————
              Chadō atau Sadō

              Anda tahu caranya minum teh ? Saya yakin Anda pasti tahu.
              Namun minum teh yang dimaksud dalam upacara ini bukanlah
              minum dalam pengertian seperti yang mungkin Anda kenal.
              Merasakan ketika bibir mulai bersentuhan dengan air teh yang
              ada di gelas, merasakan dan mengirup aromanya serta ketika
              Anda menyerumutnya terasa suatu kekuatan kehidupan mulai
mengalir memasuki diri. Sangat tidak sederhana seperti yang
saya bayangkan selama ini.

Tentu saja, upacara minum teh ini adalah salah satu cara meditasi
yang mulai dipopulerkan oleh pendeta Buddha dari kelompok
Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen. Kalau Anda
mengetahui lebih lanjut pasti akan lebih menakjubkan lagi
karena seni minum teh ini harus dipelajari secara khusus dan ada
sekitar 36 aliran dari upacara unik ini dan beberapa aliran
tertentu juga mempunyai cabang atau aliran baru. Tidak cukup
hanya dipelajari atau dipraktekkan saja namun juga harus terus
diperdalam dan disempuranakan yang kadang memakan waktu
bertahun tahun bahkan mungkin juga seumur hidup.

Karena acara minum teh ini biasanya dilakukan oleh sekelompok
orang, maka pengetahuan tuan rumah untuk mengaatur ruangan
untuk upacara (chashitsu) yang meliputi pemilihan lukisan
dinding (kakejiku) bunga (chabana) sangatlah penting. Peralatan
lainya seperti mangkuk keramik, sendok, teh dan sebagainya
adalah dibuat khusus untuk upacara ini saja jadi bukan peralatan
sehari hari. Berikut saya kitipkan beberapa penjelasan dari
wikipedia : “Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan
pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan
hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum
teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara
minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara
umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang
dianut.”

Penjelasan yang sangat tepat. Seperti yang saya sebutkan di awal,
upacara minum teh ini adalah dianggap bagian dari meditasi oleh
pelakunya. Karena kegiatan ini dilakukan dan dinikmati secara
berkelompok, selain tuan rumah, tamu atau undangan juga tentu
harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang sama
tentang upacara ini. Tidak lucu tentu saja, kalau tuan rumah
susah payah menyiapkan upacara namun tamu yang hadir tidak
faham sama sekali dan langsung datang dan teguk begitu saja.
[oketo: 08/Aug/09]
Referensi lain : wikipedia
Yukata
——————–
Kimono musim panas

Kimono dan Yukata sebenarnya sama saja yaitu merupakan
pakaian tradisional masyarakat Jepang yang dipakai sebagai
pakaian sehari hari sebelum mulai diperkenalkannya pakaian
model barat pada Era Meiji (1868-1912)

Sebagai pakaian musim panas yukata tentu saja cendrung
berbahan tipis dan hanya terdiri dari satu lapis saja jadi
pemakaiannya lebih sederhana dan santai dibandingkan dengan
kimono yang cendrung tebal, berlapis lapis dan relatif susah
untuk dipakai. Kimono untuk wanita biasanya bermotif bunga
dan dengan warna cerah meriah sedangkan untuk pria seperti
biasa umumnya berwarna gelap .[oketo: 08/Aug/09]
Referensi lain : wikipedia

Seni Berkebun
——————–
Japanese Garden

Taman atau kebun mempunyai arti yang sangat penting dalam
budaya Jepang. Hal ini sepertinya tidak lepas dari pengaruh
philosophy Shinto yang merupakan agama atau kepercayaan
yang memuja alam. Kemudian agama Buddha yang datang
belakangan juga memberi sentuhan dan pengembangan yang
tidak kalah besarnya. Banyak tempat ibadah di Jepang khusunya
Shinto dan Buddha mempunyai taman yang sangat terkenal
keindahannya. Tentu saja taman bukan hanya monopoly dimiliki
dan dibangun di kuil saja namun juga dimiliki oleh buat untuk
kepentingan pribadi yaitu di rumah.

Taman atau kebun gaya Jepang mempunyai keunikan tersendiri
karena merupakan paduan antara tanaman, batu dan air. Kadang
di antara tiga bahan di atas batu mempunyai porsi yang sangat
besar sehingga cendrung membuatnya berbeda dengan taman
gaya Eropa. Penempatan lampu taman yang terbuat dari batu
mungkin merupakan salah satu ciri khas dari taman gaya Jepang..

Jepang mempunyai hari libur nasional yaitu hari berkebun yang
dirayakan setiap 29 April yang merupakan bagian dari libur
Golden Week. Sepertinya hal ini merupakan perwududan dan
penghargaan mereka pada tanaman.[oketo: 08/Aug/09]
Referensi lain : wikipedia




Matsuri dan keramaian
——————–
Festival Budaya

Matsuri adalah suatu festival budaya rakyat yang umumnya
berkaitan dengan festival di kuil baik kuil Shinto (Jinja) maupun
kuil Buddha (Tera) yang kebanyakan diselenggaran pada musim
panas. Karena merupakan budaya rakyat tentu saja selalu ramai
dan penuh dengan pengunjung. Seperti biasanya pada setiap
keramaian di mana saja selalu disertai dengan kehadiran
pedagang kaki lima, suatu aktivias bisnis yang hampir tidak
dijumpai dalam kehidupan sehari hari.

Selain kehadiran pedagang kaki lima, event matsuri di suatu
tempat juga sangat mudah di temukan karena banyaknya peserta
yang hadir dengan menggunakan pakaian yukata yaitu pakaian
musim panas. Jadi kalau kita menemukan orang yang berpakaian
yukata dalam jumlah cukup banyak di sekitar terminal maka bisa
ditebak di sekitar tempat tersebut berlangsung suatu matsuri atau
festival kembang api.

Matsuri biasanya berarti festival kuil namun kadang ada juga
perkecualiannya, sedangkan matsuri tidak selalu berarti berdoa
atau sembahyang, hal itu sudah pasti karena kebanyakan orang
datang hanya untuk melihat saja dan seperti biasanya dalam
sebuat event pengunjung selalu lebih banyak dibandingkan
dengan pesertanya.

Kendō dan Judō
——————–
     Jalan

     Kendō adalah olah raga bermain pedang bambu sedangkan Judō
     pasti sudah Anda tahu artinya nama dari olahraga bela diri dari
     Jepang. Kata Dō yang terdapat pada akhiran kedua kata diatas
     mempunyai arti yang sama yaitu jalan dan kalau ditulis dengan
     huruf kanji mempunyai lambang jalan.

     Kalau kita perhatikan lebih jauh ternyata orang Jepang sangat
     suka memakai kata ini terutama untuk istilah yang berhubungan
     dengan olah pikiran. Upacara minum teh atau Chadō juga
     memakai huruf kanji yang sama pada akhiran katanya. Huruf
     kanji Dōjuga kadang di baca Tō seperti kata Shintō yang artinya
     sama saja yaitu jalan.[oketo: 08/Aug/09]



Origami
——————————
Seni melipat kertas
Origami adalah sebuah seni melipat kertas. Seni ini kemungkinan berasal
dari negeri Tiongkok China yang berkembang di Jepang bersamaan denga
mulai diperkenalkannya penggunaan kertas sekitar 105 Masehi. Pada jaman
Edo era (1603-1867) seni melipat kertas mulai berkembang secara lebih
luas. Teknik lipatan kertas dan beragam obyek yang diciptakan dari yang
sangat sederhana dan hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk
membuatnya sampai bentuk rumit yang memerlukan waktu beberapa
jam.Dewasa ini seni origami sudah berkembang semakin maju dan banyak
seniman origami bermunculan. Origami yang diciptakan oleh kalangan
seniman ini benar benar sangat indah bercita rasa seni yang sangat tinggi.
Susah untuk dipercayai bahwa banyak bentuk yang bisa diciptakan oleh
selembar kertas utuh tanpa memotong ataupun menggunakan perekat
namun hanya mengandalkan lipatan saja. Artis favorit saya adalah Satoshi
Kamiya yang mampu membuat berbagai bentuk origami sulit hanya dari
selembar kertas dan sekali lagi tanpa memotongnya sama sekali. Karya
origami berbentuk seekor naga menurunya adalah yang paling sulit karena
membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk mengerjakannya. Karya
sejenis juga banyak dijumpai namun banyak diantaranya yang dibuat bukan
dari satu lembar kertas utuh jadi tingkat kesulitannya tentu saja berbeda.

Secara umum untuk membuatnya origami kita bisa menggunakan kertas
biasa namun kebanyakan origami di Jepang menggunakan kertas khusus
untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah
dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat
origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak berhubungan dengan
teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah dan sebagainya. [oketo:
08/Aug/09]
Referensi lain : wikipedia (eng) , Contoh karya origami dari google Contoh
karya origami dari youtube Contoh karya origami dari youtube 2




Bonsai
——————–
Seni mengkerdilkan tanaman

Pasti kebanyakan dari kita sudah tahu yang namanya bonsai. Seni
mengkerdilkan tanaman ini sangat populer bukan hanya di Jepang saja
namun hampir di banyak negara, walaupun sebenarnya seni ini dan
banyak lagi budaya Jepang lainya, sebenarnya berasal dari negeri China.
Penghormatan dan penghargaan masyarakat yang sangat tinggi serta
negara Jepang yang kecil membuat seni ini mendapat tempat dan
berkembang sangat luas di negara ini dan menjadi sangat populer di
seluruh dunia ketika dipamerkan pada Expo Dunia di Paris tahun 1867.
[oketo: 08/Aug/09]
Referensi lain : wikipedia
Furoshiki
——————–
Seni membungkus barang

Furoshiki merupakan seni membungus barang dengan menggunakan
selembar kain lebar berbentuk persegi empat.

Seni ataupun budaya ini diperkirakan mulai muncul dan populer pada
masa Periode Edo(1615-1868). Furoshiki ini sangat populer karena sangat
praktis dan bisa dipakai untuk membungkus berbagai macam barang baik
berbentuk kotak polos persegi seperti kotak nasi sebagai bekal perjalan
pada masa itu, berbagai benda berbentuk bulat seperti semangka ataupun
benda berbentuk botol.

Pada masa itu tentu saja plastik belum di kenal sehingga furoshiki menjadi
satu satunya alat yang memudahkan untuk membungkus sekaligus
memudahkan untuk di bawa. Selain itu furoshiki pada jaman itu juga
berfungsi sebagai handuk setelah mandi dalam menempuh perjalanan
jauh. [oketo: 08/Aug/09]
Contoh image dari google




Tako
——————–
Seni layang layang

Layang layang tidak begitu populer di Jepang walaupun mereka
sebetulnya mempunyai sejarah yang panjang dalam tradisi pembuatan
layang layang yaitu pada jaman Periode Nara (649-794 AD). Design dan
tradisi pembuatan layang layang yang unik cukup digemari di beberapa
negara namun di dalam negeri sendiri sepertinya kurang banyak
peminatnya. Mungkin mainan ini dianggap berbahaya karena talinya bisa
bersentuhan dan mengganggu aliran kabel listrik yang bisa berakibat fatal
bagi pelaku dan orang lain.

Dalam setiap even layang layang bertaraf internsional mereka hampir
tidak pernah absen. Salah satu event layang layang terbesar berlangsung di
suatu daerah yang namanya Hamamatsu yang melibatkan hampir 2juta
layang layang yang saling
http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/page_budaya.htmlberadu
dan bersaing.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/14/2013
language:Unknown
pages:8
tang shuming tang shuming
About