SKRIPSI

					                                                        i




                       SKRIPSI


FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
  KUNJUNGAN IBU YANG MEMPUNYAI BALITA
       KE POSYANDU WILAYAH KERJA
          PUSKESMAS TAMALANREA
                MAKASSAR




         LA ODE MUHAMAD SYAHRIR
                NH. 0211100


       Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat
      untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan



    PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
     SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
           NANI HASANUDDIN
               MAKASSAR
                  2013



                             i
                                                    ii




SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS


     Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

         telah saya nyatakan dengan benar.




  Nama                 : La Ode Muhamad Syahrir

  NIM                  : NH. 0211100



  Tanda Tangan         :

  Tanggal              : 21 Maret 2013




                           ii
                                                                          iii




                         HALAMAN PENGESAHAN



      Skripsi ini dengan judul “Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan

Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea

Makassar” telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Program Studi Ilmu

Keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar pada hari Kamis tanggal 21 Maret

2013 di Lantai 2 Kampus I STIKES Nani Hasanuddin Makassar.


                                  Dewan Penguji

1. Sukriyadi, S.Kep, Ns,. M.Kes                   (…………………………………)




2. Drs. H. Burhanuddin Latief, SKM, M.Kes         (…………………………………)




3. Andi Fajriansi, S.Kep, Ns                      (…………………………………)




                      STIKES Nani Hasanuddin Makassar
                                     Ketua,




                       Yasir Haskas, S.Pt,. SE,. M.M.Kes
                              NIDN. 0919067506



                                       iii
                                                                                  iv




                                    ABSTRAK

LA ODE MUHAMAD SYAHRIR NH. 0211100, “Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu
Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar”. Di bimbing oleh Andi Fajriansi
dan H. Burhanuddin Latief (xiii + 69 halaman + 15 tabel + 12 lampiran)

Posyandu merupakan jenis upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang
dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Keberadaan posyandu sebagai
salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah kesulitan bayi,
balita, ibu hamil, ibu nifas dan pasangan usia subur. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang mempunyai
balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional dan jumlah sampel 83 orang dengan pengambilan sampel
menggunakan probability sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan
kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukkan ada hubungan pendidikan ibu (p=0,002), ada hubungan pengetahuan
ibu (p=0,001), ada hubungan peran serta kader (p=0,001) dan ada hubungan
revitalisasi posyandu (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini terdapatnya hubungan
tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu, peran serta kader dan revitalisasi posyandu
dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas
Tamalanrea Makassar.

Kata Kunci  : pendidikan, pengetahuan, peran serta kader, revitalisasi posyandu,
              dan kunjungan ibu.
Kepustakaan : 43 (2001 -2011)




                                         iv
                                                                                   v




                              KATA PENGANTAR


       Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah dan

rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan

dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana keperawatan

pada Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani

Hasanuddin Makassar. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari

berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit

bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima

kasih kepada :

1. Yahya Haskas, SH, M.M.Kes selaku Ketua Yayasan Pendidikan Sekolah Tinggi

   Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar.

2. Yasir Haskas, S.Pt, M.M.Kes selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani

   Hasanuddin Makassar.

3. Sri Wahyuni, S.Kep, Ns selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah

   Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar.

4. Dahrianis, S.Kep, Ns selaku wali kelas Program Keperawatan B angkatan 2011

   Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar.

5. Andi Fajriansi, S.Kep, Ns selaku dosen Pembimbing I dan Drs. H. Burhanuddin

   Latief, SKM,.M.Kes selaku dosen Pembimbing II skripsi saya yang telah

   menyediakan waktu, tenaga, pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan

   skripsi ini.



                                         v
                                                                                 vi




6. Sukriyadi S.Kep.,Ns.,M.Kes selaku dosen Penguji skripsi saya telah menyediakan

   waktu, tenaga, pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi

   ditengah kesibukannya.

7. drg. Hj. Andi Erny Aryani, MARS selaku Kepala Puskesmas Tamalanrea dan

   rekan – rekan Puskesmas Tamalanrea atas kesempatan yang diberikan kepada

   peneliti untuk melaksanakan penelitian di posyandu Puskesmas Tamalanrea

   Makassar dan bisa mendapatkan berbagai informasi serta pengalaman.

8. Para ibu - ibu responden atas kesediaannya untuk memberi informasi berkaitan

   dengan penelitian ini.

9. Keluarga saya yang tercinta telah memberikan bantuan dukungan moral dan

   material (Ld. Rahim, Wd. Nursia, Lm. Dzulhijjah, St. Norma dan Lm. Ali Akbar).

10. Teman-teman ners. B angkatan 2011, teman seperjuangan selama kurang lebih 2

   tahun, yang selalu memberikan atmosfir yang menyenangkan.

11. Pihak-pihak lain yang tidak bisa saya dapat sebutkan satu persatu atas apa yang

   telah dilakukan dan diberikan dalam skripsi ini.

           Akhir kata, saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas

    kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini membawa

    manfaat pengembangan ilmu.


                                                         Makassar, 21 Maret 2013


                                                                  Penulis




                                          vi
                                                                               vii




          HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
           TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS


Sebagai sivitas akademis STIKES Nani Hasanuddin Makassar, saya bertanda tangan
dibawah ini :
Nama            : La Ode Muhamad Syahrir
NIM             : NH. 0211100
Program studi : ILMU KEPERAWATAN
Jenis karya     : Skripsi


Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
STIKES Nani Hasanuddin Hak Bebas Royalti Noneklusif (Non-Eklusive Royalty-
Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :
“Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita
Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar”.


Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan bebas hak royalti Noneklusif
ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),
merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama
saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.


Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
                                                     Makassar, 21 Maret 2013

                                                        Yang Menyatakan




                                               LA ODE MUHAMAD SYAHRIR



                                         vii
                                                                                                                     viii




                                                  DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ....................................................................................               i
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS . ................................................                                ii
HALAMAN PENGESAHAN . .....................................................................                     iii
ABSTRAK ..................................................................................................     iv
KATA PENGANTAR . ................................................................................               v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS
AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. ........................................                                    vii
DAFTAR ISI ................................................................................................   viii
DAFTAR TABEL ........................................................................................           x
DAFTAR LAMPIRAN . ...............................................................................             xii
DAFTAR SINGKATAN ..............................................................................               xiii


BAB I PENDAHULUAN . ...........................................................................                 1
           A. Latar Belakang ...........................................................................        1
           B. Rumusan Masalah.......................................................................            6
           C. Tujuan Penelitian . ......................................................................        7
           D. Manfaat Penelitian . ....................................................................         8


BAB II TINJAUAN PUSTAKA . .................................................................                     9
           A. Tinjauan Umum Tentang Posyandu . ..........................................                       9
           B. Tinjauan Umum Tentang Balita . ................................................                  20
           C. Tinjauan Umum Tentang Faktor – Faktor Yang Berhubungan
                Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu ..                                      24

BAB III KERANGKA KERJA PENELITIAN . ............................................                               34
           A. Kerangka Konsep . .....................................................................          34
           B. Identifikasi Variabel . .................................................................        35



                                                          viii
                                                                                                                     ix




          C. Defenisi Operasional . .................................................................           35
          D. Hipotesis Penelitian . ..................................................................          37
BAB IV METODE PENELITIAN . ..............................................................                       39
          A. Desain Penelitian . ......................................................................         39
          B. Tempat Dan Waktu Penelitian . ..................................................                   39
          C. Populasi Dan Sampel . ................................................................             39
          D. Etika Penelitian . .........................................................................       42
          E. Alat Pengumpulan Data . ............................................................               44
          F. Prosedur Pengumpulan Data . .....................................................                  44
          G. Pengolahan Data Dan Analisa Data . ...........................................                     45
          H. Sarana Penelitian. .......................................................................         47
          I. Jadwal Penelitian . ......................................................................         47


BAB V HASIL PENELITIAN . ....................................................................                   49
          A. Hasil Penelitian...........................................................................        49
          B. Pembahasan ................................................................................        58
          C. Keterbatasan Penelitian . .............................................................            67


BAB VI PENUTUP . ....................................................................................           68
          A. Kesimpulan ................................................................................        68
          B. Saran ..........................................................................................   69


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

                                                       .




                                                           ix
                                                                                                     x




                                        DAFTAR TABEL

Tabel 2.1    Tingkat Kemandirian Posyandu………………………………………                                             10
Tabel 3.1    Definisi Operasional………………………………………………….                                                36
Tabel 4.1    Jadwal Penelitian……………………………………………………...                                                48
Tabel 5.1    Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur ke posyandu
             wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar……………………                                     49
Tabel 5.2    Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan ke posyandu
             wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar…………………                                      50
Tabel 5.3    Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan ke posyandu
             wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar……………………                                     50
Tabel 5.4    Distribusi frekuensi responden berdasarkan pengetahuan ke posyandu
             wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar ...............................             51
Tabel 5.5    Distribusi frekuensi responden berdasarkan peran serta kader ke
             posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar…………                                51
Tabel 5.6    Distribusi frekuensi responden berdasarkan revitalisasi posyandu ke
             posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar………….                               52
Tabel 5.7    Distribusi frekuensi responden berdasarkan kunjungan ibu yang
             mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea
             Makassar………………………………………………………………                                                        52
Tabel 5.8    Hubungan pendidikan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai
             balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar ...                      53
Tabel 5.9    Hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai
             balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar ...                      54
Tabel 5.10   Hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai
             balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar ...                      55
Tabel 5.11   Hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang
             mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea
             Makassar………..........................................................................   56



                                                    x
                                                                             xi




Tabel 5.12   Analisis Faktor Yang Paling Erat Hubungannya Dengan Kunjungan
             Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
             Tamalanrea Makassar……………………………………………......                      58




                                      xi
                                                                  xii




                            DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran 1   : Lembaran Permohonan Menjadi Responden

Lampiran 2   : Lembaran Persetujuan Responden Menjadi Responden

Lampiran 3   : Lembaran Kusioner Penelitian

Lampiran 4   : Lembar Master Tabel

Lampiran 5   : Lembaran Frekuensi Tabel

Lampiran 6   : Lembaran Hasil Analisis SPSS

Lampiran 7   : Lembaran Surat Izin Penelitian Dari Kampus

Lampiran 8   : Lembaran Surat Izin Penelitian Dari Balitbangda

Lampiran 9   : Lembaran Surat Izin Penelitian Dari Kesbang

Lampiran 10 : Lembaran Surat Izin Penelitian Dari Dinkes Kota

Lampiran 11 : Lembaran Keterangan Sudah Melakukan Penelitian

Lampiran 12 : Daftar Riwayat Hidup




                                       xii
                                                         xiii




            DAFTAR SINGKATAN


UKBM        Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat

AKB         Angka Kematian Bayi

AKI         Angka Kematian Ibu

ASI         Air Susu Ibu

BGM         Bawah Garis Merah

GAKY        Gangguan Akibat Kekurangan Yodium

KB          Keluarga Berencana

KMS         Kartu Menuju Sehat

LPM         Lembaga Pemberdayaan Masyarakat

MMD         Musyawarah Masyarakat Desa

MP-ASI      Makanan Pendamping Air Susu Ibu

NKKBS       Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera

PKK         Pemberdayaan Kesehatan Keluarga

PMT         Pemberian Makanan Tambahan

POLINDES    Pos Persalinan Desa

PUS         Pasangan Usia Subur

P2 Diare    Penanggulangan Penyakit Diare

PUSKESMAS   Pusat Kesehatan masyarakat

Riskesdas   Riset Kesehatan Dasar

UPGK        Upaya Program Gizi Kesehatan

WUS         Wanita Usia Subur



                       xiii
                                                                                 1




                                     BAB I

                              PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

       Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian anak

   balita adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Pemeliharaan

   kesehatan anak balita dititik beratkan kepada upaya pencegahan peningkatan

   kesehatan dan pada pengobatan dan rehabilitasi. Pelayanan kesehatan anak balita

   ini dapat dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, polindes terutama di

   posyandu. Saat ini posyandu sangat primadona. Pemerintah Indonesia dengan

   kebijakan Kepmenkes mengupayakan untuk mengaktifkan kembali kegiatan di

   posyandu, karena posyandulah tempat paling cocok untuk memberikan

   pelayanan kesehatan pada balita secara menyeluruh dan terpadu (Nain, 2008).

       Salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah

   posyandu yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Posyandu

   merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan yang dikelola oleh masyarakat

   dengan dukungan tehnis petugas Puskesmas. Kegiatan Posyandu meliputi 5

   program pelayanan kesehatan dasar, yaitu KIA, Imunisasi, KB, Perbaikan Gizi

   dan Penanggulangan Diare (Firyadi, 2008).

       Posyandu merupakan wadah untuk mendapatkan pelayanan dasar terutama

   dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat,

   penyelenggaraannya dilaksanakan oleh tenaga kesehatan professional dari



                                       1
                                                                            2




puskesmas di bantu oleh kader yang telah dilatih dibidang kesehatan dan KB,

dimana anggotanya berasal dari PKK, tokoh masyarakat dan pemudi. Kader

kesehatan merupakan perwujudan peran serta aktif masyarakat dalam pelayanan

terpadu, dengan adanya kader yang dipilih oleh masyarakat, kegiatan di

perioritaskan pada lima program dan mendapat bantuan dari petugas kesehatan

terutama pada kegiatan yang mereka tidak kompeten memberikannya (Zulkifli,

2003).

    Posyandu sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat apabila kita amati

akhir-akhir ini seperti telah kehilangan keterpaduannya, sehingga persepsi

masyarakat bahwa posyandu hanya sebagai pos penimbangan balita. Hal ini

cukup beralasan karena keberadaan posyandu di tengah-tengah masyarakat hanya

dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tumbuh kembang anak secara dini (Nain,

2008).

    Kesadaran masyarakat yang kurang akan pentingnya peran posyandu

menyebabkan terhambatnya proses pelayanan kesehatan yang baik bagi para

balita, karena posyandu di Indonesia banyak yang tidak berfungsi sehingga

menyebabkan temuan balita bergizi buruk (Trihono, 2005).

    Salah satu upaya untuk mengetahui kondisi gizi balita adalah dengan

membawa anak ke posyandu untuk dilakukan penimbangan walaupun sudah

tidak lagi mendapatkan imunisasi dan makanan tambahan dari petugas kesehatan.

Penimbangan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 tahun sampai 5 tahun di

posyandu (Haryamin, 2009).


                                    2
                                                                           3




    Di Indonesia jumlah posyandu meningkat dari sekitar 232.000 pada tahun

2004 menjadi sekitar 267.000 pada tahun 2007 dan 269.655 pada tahun 2010.

Rasio    posyandu     terhadap   desa/kelurahan   adalah    3,55   posyandu

perdesa/kelurahan. Menurut Riskesdas 2010, sebanyak 75% balita di timbang

minimal sekali dalam 6 bulan dan 80% di timbang di posyandu (Depkes RI,

2011).

    Bila diperhitungkan bahwa tiap posyandu rata-rata mempunyai 5 orang

kader, maka jumlah kader aktif posyandu adalah sebesar 5x269.655 = 1.348.275

orang kader. Jumlah demikian besar ternyata juga di barengi peranannya

menonjol, khususnya dalam meningkatkan cakupan program (Adisasmito W,

2010).

    Rekapitulasi UKBM Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010 dari 9.100

posyandu, persentase posyandu pratama 23,8%, madya 38,9%, purnama 30,4%

dan mandiri 6,8%. Tahun 2011 dari 9.151 posyandu, persentase posyandu

pratama 28,1%, madya 36,4%, purnama 28,1% dan mandiri 7,4%. Sedangkan

data kunjungan posyandu berdasarkan indikator kunjungan posyandu yang

merupakan peran serta masyarakat di posyandu yaitu perbandingan jumlah balita

umur 12-59 bulan yang ditimbang dan jumlah sasaran balita 12-59 bulan cakupan

D/S tahun 2010 yaitu 68,15% dan tahun 2011 menurun yaitu sebesar 67 %

(Dinkes Prov Sulsel, 2012).

    Sarana posyandu di wilayah Kota Makassar tahun 2011 posyandu pratama

27,6%, madya 53,3%, purnama 17,2% dan mandiri 1,9%. Tahun 2010 dari 906,


                                   3
                                                                           4




jumlah posyandu pratama 49,4%, madya 53,3%, purnama 12,9% dan mandiri

4,2%. Cakupan Balita ditimbang per sasaran (D/S) tahun 2010 yaitu 46 % dan

tahun 2011 sebesar 50 % (Dinkes Kota Makassar, 2012).

    Sarana posyandu di wilayah Puskesmas Tamalanrea Makassar tahun

2012 berjumlah 18 buah, yang terdiri dari posyandu pratama 12 (66,6 %),

madya 3 (16,6 %), purnama 1 (5,6 %) dan mandiri 1 (5,6 %), hal ini

menunjukkan bahwa posyandu di wilayah Puskesmas Tamalanrea belum optimal

(Data Puskesmas Tamalanrea, 2012).

    Adapun program pokok Puskesmas Tamalanrea tahun 2012 di antaranya

program perbaikan gizi masyarakat dengan target 100% sementara hasil

pencapaian tahun 2010 adalah 88% tahun 2011 adalah 90% , program kesehatan

ibu dan anak dengan target 100% sementara hasil pencapaian tahun 2010 adalah

79,59% tahun 2011 adalah 79,50%, program keluarga berencana dengan target

100% sementara hasil pencapaian tahun 2010 adalah 70% tahun 2011 adalah

75%, program imunisasi dengan target 100% sementara hasil pencapaian tahun

2010 adalah 80% tahun 2011 adalah 79% dan program penanggulangan penyakit

diare dengan target 100% sementara hasil pencapaian tahun 2010 adalah 83%

tahun 2011 adalah 85%. Hal ini mengakibatkan ketidaksesuaian antara harapan

dan kenyataan (Data Puskesmas Tamalanrea, 2012).

    Data bulan September, Oktober dan November tahun 2012 untuk jumlah

balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea 5.582 balita, jumlah

balita yang memiliki KMS 5.211 balita (93,35%), jumlah balita yang datang di


                                     4
                                                                              5




timbang 4.666 balita (89,50%) dan jumlah balita yang naik timbangannya 4.030

balita (86,36%). Untuk target pencapaian penimbangan balita di posyandu

sebesar 96%. Berdasarkan target pencapaian ini maka jumlah balita yang datang

di posyandu belum mencapai target (-9,64%) (Data Puskesmas Tamalanrea,

2012).

    Data indikator D/S di wilayah Puskesmas Tamalanrea Makassar pada tahun

2010 sebesar 29,8 % dan tahun 2011 menurun menjadi sebesar 22 %. Selain itu

bulan September 2012 menunjukkan bahwa jumlah seluruh ibu yang mempunyai

balita umur 12-59 bulan 10.806 yang melakukan kunjungan rutin 565 balita

berumur 12-59 bulan (20%). Hal ini menunjukkan masih rendahnya kunjungan

posyandu atau kurangnya partisipasi masyarakat, karena berdasarkan target

standar pelayanan minimal Kota jumlah D/S adalah 80 % (Data Puskesmas

Tamalanrea, 2012).

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Reni Malia (2008) dengan judul

‟‟Hubungan Pelayanan Posyandu Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai

Balita ke Posyandu Di RW 12 Kelurahan Bojong Gede Kecamatan Bojong Gede

Bogor Jawa Barat‟‟. Hasil penilitian diperoleh bahwa angka kunjungan ibu balita

yang membawa anaknya ke posyandu hanya mencapai 57,7% lebih rendah dari

tahun 2007 mencapai 60%, angka ini juga lebih rendah dari rata – rata kabupaten

tahun 2007 mencapai 63% maupun target nasional 80%.

    Dari data tersebut di atas peneliti terdahulu memberikan gambaran bahwa

jumlah kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu terus menurun secara


                                    5
                                                                                6




  signifikan dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan. Oleh karena itu peneliti

  merasa tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan

  kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

  Tamalanrea Makassar.

B. Rumusan Masalah

     Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti memfokuskan rumusan masalah

  sebagai berikut:

    1. Apakah pendidikan ibu berhubungan dengan kunjungan ibu yang

       mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

       Makassar.

    2. Apakah pengetahuan ibu berhubungan dengan kunjungan ibu yang

       mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

       Makassar.

    3. Apakah peran serta kader berhubungan dengan kunjungan ibu yang

       mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

       Makassar.

    4. Apakah revitalisasi posyandu berhubungan dengan kunjungan ibu yang

       mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

       Makassar.




                                       6
                                                                            7




C. Tujuan Penelitian

   1. Tujuan Umum

         Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu

       yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

       Makassar.

   2. Tujuan Khusus

       a. Diketahuinya ada hubungan pendidikan ibu dengan kunjungan ibu yang

          mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

          Makassar.

       b. Diketahuinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu

          yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

          Tamalanrea Makassar.

       c. Diketahuinya ada hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu

          yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

          Tamalanrea Makassar.

       d. Diketahuinya ada hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu

          yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

          Tamalanrea Makassar.




                                     7
                                                                                  8




D. Manfaat Penelitian

       Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai

   berikut:

  1. Bagi Dinas Kesehatan

      Hasil penelitian ini merupakan informasi yang berharga tentang peran serta

      masyarakat dalam kegiatan posyandu sehingga dapat ditentukan upaya-upaya

      untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui posyandu di wilayah

      kerjanya.

  2. Bagi Puskesmas

      Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bagi puskesmas dalam

      upaya meningkatkan pemberdayaan posyandu sehingga jumlah kunjungan

      balita ke posyandu dapat optimal.

  3. Bagi Ilmu Pengetahuan

      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan kita dan

      dapat dijadikan sebagai salah satu bahan bacaan bagi peneliti berikutnya.

  4. Bagi Institusi Pendidikan

      Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa dalam

      konsep pengelolaan posyandu.

  5. Bagi Peneliti

      Penelitian ini merupakan pengalaman yang berharga dalam memperluas

      wawasan dan pengetahuan melalui penelitian di lapangan.




                                          8
                                                                                   9




                                     BAB II

                            TINJAUAN PUSTAKA


A. Tinjauan Umum Tentang Posyandu

   1. Pengertian
          Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam

      pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat,

      oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta

      pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang

      mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak

      dini (Ismawati, 2010).

          Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis

      masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk

      masyarakat   dalam       penyelenggaraan    pembangunan    kesehatan,    guna

      memberdayakan      masyarakat     dan      memberikan   kemudahan       kepada

      masyarakat    dalam      memperoleh     pelayanan   kesehatan   dasar    untuk

      mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi (Depkes RI, 2011).

          Dalam “Buku Kader Posyandu“ menambahkan bahwa yang dimaksud

      dengan posyandu adalah wadah atau tempat pemeliharaan kesehatan yang

      dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat serta dibimbing petugas

      kesehatan terkait dalam hal ini petugas dari puskesmas (Depkes RI, 2011).




                                        9
                                                                         10




       Dalam “ Posyandu dan Kader Kesehatan” menjelaskan tiga defenisi

   posyandu yaitu secara sederhana dapat diartikan sebagai pusat kegiatan

   masyarakat dimana pelayanan KB Kesehatan dapat diperoleh sekaligus oleh

   masyarakat; dari aspek prosesnya, posyandu didefenisikan sebagai wujud

   peran serta masyarakat di dalam pembangunan, khususnya di dalam bidang

   kesehatan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal

   dengan cara menciptakan kemampuan (upaya) untuk hidup sehat bagi setiap

   penduduk; serta dipandang dari hirarki sistem upaya pelayanan kesehatan,

   posyandu adalah wadah yang menghubungkan ahli teknologi dan ahli kelola

   dalam hal upaya-upaya kesehatan yang profesional yang ditujukan kepada

   masyarakat sebagai upaya untuk menciptakan kemampuan masyarakat agar

   bisa hidup sehat (Zulkifli, 2003).

       Tingkat kemandirian posyandu terdiri 8 indikator yang digolongkan

   menjadi 4 tingkatan yang dapat dilihat dalam tabel berikut :

                    Tabel 2.1 Tingkat Kemandirian Posyandu
                                         Tingkatan Posyandu
 No.        Indikator          Pratama Madya Purnama Mandiri
  1  Frekuensi Penimbangan        <8        >8        >8      >8
  2  Rata-rata kader tugas        <5        >5        >5      >5
  3  Rata-rata cakupan D/S      < 50 %    < 50 %    >50 %   >50 %
  4  Cakupan Kumulatif KB       < 50 %    < 50 %    >50 %   >50 %
  5  Cakupan Kumulatif KIA < 50 %         < 50 %    >50 %   >50 %
  6  Cakupan Kum.Imunisasi < 50 %         < 50 %    >50 %   >50 %
  7  Program Tambahan             (-)       (-)      (+)     (+)
  8  Cakupan Dana Sehat         < 50 %    < 50 %    > 50 %  > 50 %
Sumber : Depkes RI, 2011



                                        10
                                                                          11




2. Tujuan Posyandu

        Adapun tujuan penyelenggaraan posyandu menurut Depkes RI

   (Sembiring 2004) yaitu :

   a. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu

       hamil, melahirkan dan nifas).

   b. Mempercepat penerimaan atau membudayakan Norma Keluarga Kecil

       Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).

   c. Meningkatkan peran serta          dan kemampuan     masyarakat   untuk

       mengembangkan kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana beserta

       kegiatan lainnya yang dapat menunjang tercapainya masyarakat hidup

       sehat sejahtera.

3. Sasaran Posyandu

       Adapun sasaran posyandu menurut Departemen Kesehatan RI (2006)

   Nain (2008) dan Sembiring (2004) adalah bayi berusia kurang dari 1 tahun,

   anak balita usia 1 sampai 5 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS

   dan WUS.

4. Pengelola posyandu

        Adapun pengelola posyandu sesuai dengan Instruksi Mendagri No. 9

   Tahun 1990 tentang peningkatan pembinaan mutu posyandu ditingkat

   desa/kelurahan (dikutip dalam Sembiring 2004) sebagai berikut :

   a. Penanggungjawab umum : Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan

       Masyarakat atau LPM (Kades/Lurah).


                                   11
                                                                         12




   b. Penggungjawab operasional : Ketua I LPM (Tokoh Masyarakat)

   c. Ketua pelaksana : Ketua II LPM/Ketua Seksi 10 LPM ( Ketua Tim

       Penggerak PKK).

   d. Sekretaris : Ketua Seksi 7 LPM

   e. Pelaksana: Kader PKK yang dibantu Petugas KB Kesehatan.

5. Program Kegiatan Posyandu

       Adapun program kegiatan posyandu yang harus dilaksanakan di semua

   posyandu (Nain 2008 & Sembiring 2004) yaitu :

   a. Perbaikan gizi

           Penyuluhan tentang gizi, monitoring pertumbuhan balita dengan

       KMS dalam rangka penjaringan balita dengan gizi kurang/buruk,

       pemberian makanan tambahan dan pendidikan menu seimbang,

       pemberian Vitamin A dosis tinggi, pemberian Fe bagi ibu hamil,

       penanggulangan balita dengan gizi kurang/buruk dan ibu hamil dengan

       gizi kurang/buruk, pencatatan dan pelaporan.

           Kader posyandu dan petugas kesehatan yang terkait bertugas

       melakukan perbaikan gizi berdasarkan hasil pencatatan di KMS bayi,

       balita dan ibu hamil berupa penyuluhan tentang tumbuh kembang balita,

       makanan sehat, anemia, GAKY, Vitamin A, pemanfaatan pekarangan,

       dan penyuluhan PMT dan pemberian Vitamin A dan PMT bagi yang

       membutuhkan (Depkes RI, 2011).




                                  12
                                                                       13




b. Kesehatan Ibu dan Anak

       Salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia

   seperti yang dikemukakan oleh Wakur et al. (2007) adalah program KIA

   dan bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil,

   ibu melahirkan dan bayi neonatal. Tujuan utama program ini adalah

   menurunkan kematian dan kejadian sakit dikalangan ibu (Wakur, 2007).

       Kader dan petugas kesehatan bertugas       melakukan pemantauan

   kesehatan terhadap kehamilan, kelahiran dan tumbuh kembang balita

   melalui buku KIA serta memberikan pelayanan kesehatan berupa

   imunisasi, pemberian tablet zat besi, vitamin A, pemeriksaan kehamilan,

   penyuluhan dan pelayanan kesehatan lain sesuai masalah yang tengah

   dihadapi di masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak (Wakur,

   2007).

c. Keluarga Berencana

       Keluarga Berencana merupakan salah satu program pemerintah

   dalam    upaya mengatasi atau menekan laju pertumbuhan penduduk

   untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan cara

   mengurangi jumlah kelahiran (Hermawan, 2007).

       Tugas kader dan petugas kesehatan adalah memberikan penyuluhan

   mengenai KB kepada masyarakat dan memberikan pelayanan KB

   berupa pemberian pil maupun suntikan serta konseling KB (Hermawan,

   2007).


                              13
                                                                         14




   d. Imunisasi

           Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan

       untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang

       dapat dicegah dengan imunisasi seperti disentri, tetanus, batuk rejan

       (pertusis), campak, polio dan tuberculosis (Notoatmodjo, 2003).

           Kader posyandu bertugas untuk mengajak masyarakat yang

       memiliki atau yang termasuk sasaran dari imunisasi untuk ke posyandu

       dan memberikan penyuluhan mengenai imunisasi sedangkan mengenai

       pemberian imunisasi dilakukan oleh petugas kesehatan. Pemantauan

       imunisasi harus dilakukan oleh semua petugas baik pimpinan program,

       supervisor dan petugas vaksinasi (Notoatmodjo, 2003).

   e. Penanggulangan Penyakit Diare

           Menurut Depkes RI (2011) bahwa kader dan petugas kesehatan

       bertugas untuk memberikan penyuluhan mengenai diare terutama

       tentang penggunaan oralit dan larutan gula garam dan pelayanan

       pemberian bubuk oralit bagi yang mengalami diare.

6. Sistem Posyandu
        Pelayanan masyarakat dengan menggunakan sistem 5 meja biasanya

   dilakukan pada hari buka posyandu (Adisasmito, 2007; Depkes RI, 2011;

   Sembiring, 2004; Zulkifli, 2003) yakni :

   a. Meja I    : Pendaftaran dan pencatatan

   b. Meja II : Penimbangan



                                    14
                                                                             15




   c. Meja III : Pengisian KMS

   d. Meja IV : Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS.

   e. Meja V : Pelayanan tenaga propesional meliputi pelayanan KIA, KB,

       Imunisasi dan pengobatan, serta pelayanan disesuaikan dengan

       kebutuhan setempat.

      Tujuan pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan, di dalam KMS

   berat badan balita setiap bulan diisikan dengan titik dan di hubungkan garis

   sehingga   membentuk      garik   pertumbuhan    anak.   Berdasarkan    garis

   pertumbuhan ini dapat dinilai apakah berat badan anak hasil penimbangan

   dua bulan berturut-turut naik (N) atau tidak naik (T) dengan cara di tetapkan

   dalam buku pada panduan penggunaan KMS bagi petugas kesehatan. Selain

   informasi N dan T, dari kegiatan penimbangan di catat pula pada jumlah

   anak yang datang ke Posyandu dan di timbang (D), jumlah anak yang tidak

   di timbang bulan lalu (O), jumlah anak yang baru pertama kali di timbang

   (B), dan banyaknya anak yang berat badannya di BGM. Catatan lain yang

   ada di wilayah kerja posyandu (S), dan jumlah yang memiliki KMS pada

   bulan yang bersangkutan (K) (Anonim, 2005).

7. Manfaat Posyandu

       Adapun manfaat dari posyandu secara umum yaitu :

   a. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan

       kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB




                                     15
                                                                       16




b. Memperoleh bantuan sarana professional dalam pemecahan masalah

    kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak

c. Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor

    lain terkait

d. Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait

    dengan penurunan AKI dan AKB. Dapat mewujudkan aktualisasi

    dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan

    terkait dengan penurunan AKI dan AKB (Anonim, 2005).

    Kemajuan kegiatan Posyandu dapat diukur dari aspek input/masukan,

proses, keluaran output dan dampak outcome sebagai berikut:

a. Masukan (Input)

    1) Jumlah kader terlatih

    2) Ketersediaan sarana timbangan, KMS/Buku KIA dan register

        Posyandu

     3) Adanya     dukungan    pembiayaan    dari   masyarakat   setempat,

        pemerintah dan lembaga donor untuk kegiatan Posyandu.

b. Proses

    1) Frekuensi Posyandu buka

    2) Rata-rata Kader

    3) D/S

    4) Frekuensi kunjungan petugas ke Posyandu




                                16
                                                                         17




c. Keluaran (Output)

    1) Adanyan pelayanan kesehatan kegiatan minimal di 5 meja

    2) Adanya penimbangan

    3) Adanya penyuluhan

d. Hasil/Dampak (Outcome)

    1) Meningkatnya status gizi balita

    2) Berkurangnya jumlah anak yang berat badannya tidak cukup naik

    3) Berkurangnya prevalensi penyakit anak (ISPA, Cacingan dan lain-

        lain)

    4) Berkurangnya prevalensi anemia ibu hamil dan menyusui

    5) Mantapnya pola pemeliharaan anak secara baik ditingkat keluarga

    6) Mantapnya kesinambungan posyandu (Anonim, 2005).

    SKDN merupakan hasil kegiatan penimbangan balita yang dilakukan

setiap bulan dalam bentuk histogram sederhana.

 S : Jumlah seluruh balita yang ada dalam wilayah kerja posyandu

 K : Jumlah anak yang telah menjadi anggota kelompok penimbangan yang

     telah memiliki KMS

 D : Jumlah anak yang datang dan ditimbang bulan itu

 N : Jumlah anak yang timbangannya naik di dibandingkan dengan

    timbangan pada bulan sebelumnya (Anonim, 2005).

    SKDN adalah keadaan status gizi balita yang digambarkan dalam suatu

balok SKDN, dimana balok tersebut memuat tentang sasaran balita di suatu


                               17
                                                                           18




wilayah (S), balita yang memiliki KMS (K), balita yang ditimbang berat

badannya (D), balita yang ditimbang dan naik berat badannya (N), SKDN

tersebut diperoleh dari hasil posyandu yang dimuat di KMS dan digunakan

untuk memantau pertumbuhan balita (Anonim, 2005).

     Dari uraian SKDN dapat digabungkan satu sama lain sehingga dapat

memberikan informasi tentang perkembangan kegiatan            pemantauan

pertumbuhan anak di posyandu yaitu :

a. Indikator K/S

    K/S adalah indikator yang menggambarkan jangkauan atau liputan

    program. Indikator ini dihitung dengan cara membandingkan jumlah

    balita yang terdapat di posyandu dan memiliki KMS dengan jumlah

    balita yang ada di wilayah posyandu tersebut dikalikan 100%.

b. Indikator D/S

    D/S adalah indikator yang menggambarkan tingkat                partisipasi

    masyarakat dalam kegiatan di posyandu.

c. Indikator N/D

    N/D adalah memberikan gambaran tingkat keberhasilan program dalam

    kegiatan UPGK di posyandu. Indikator ini lebih spesifik dibanding

    dengan indikator lainnya sehingga dapat digunakan sebagai gambaran

    dasar gizi balita.




                               18
                                                                            19




   d. Indikator N/S

        N/S adalah memberikan gambaran tentang tingkat keberhasilan

       program di posyandu. Indikator ini menunjukkan balita yang ditimbang

       dan naik berat badannya (Anonim, 2005).

8. Jenjang (strata) Posyandu
       Strata atau tingkat perkembangan posyandu dapat dilihat pada pola

   pembinanan    posyandu     yang    dikenal   dengan   ”telaah   kemandirian

   posyandu”(Depkes RI, 2011 dikutip dalam Nain, 2008) yaitu semua

   posyandu didata tingkat pencapaiannya dari segi pengorganisasian dan

   pencapaian programnya.

       Strata posyandu dari terendah sampai tertinggi (Hasanbasri dan

   Saripawan, 2007; Nain, 2008; Sembiring, 2004) sebagai berikut :

   a. Posyandu Pratama (warna merah) :

       Merupakan posyandu yang belum mantap, kegiatan belum rutin dengan

       kader terbatas, kurang dari 5 orang.

   b. Posyandu Madya (warna kuning) :

       Merupakan posyandu dengan kegiatan lebih teratur yaitu lebih dari 8

       kali per tahun dengan jumlah kader 5 orang atau lebih, tetapi cakupan 5

       kegiatan pokok masih rendah yaitu kurang dari 50 %.

   c. Posyandu Purnama (warna hijau) :

       Merupakan posyandu madya yang cakupan kelima kegiatan pokoknya

       lebih dari 50 %, mampu melaksanakan program tambahan dan sudah



                                     19
                                                                                20




           memperoleh sumber pembiyaaan dari dana sehat yang dikelola

           masyarakat yang jumlah peserta masih terbatas yakni kurang dari 50 %

           KK di wilayah kerja posyandu.

       d. Posyandu Mandiri (warna biru) :

           Merupakan posyandu purnama yang sumber pembiayaannya diperoleh

           dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat dengan jumlah peserta

           lebih dari 50 % KK di wilayah kerja posyandu.

B. Tinjauan Umum Tentang Balita

       Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orangtualah anak-anak

   tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Saat si kecil tumbuh dan berkembang, ia

   begitu lincah dan memikat. Anda begitu mencintai dan bangga kepadanya.

   Namun mungkin banyak dari kita para orangtua yang belum menyadari bahwa

   sesungguhnya dalam diri si kecil terjadi perkembangan potensi yang kelak akan

   berharga sebagai sumber daya manusia (Kresno, 2009).

       Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu kewaktu.

   Sedangkan   perkembangan     adalah     bertambahnya    fungsi   tubuh   seperti

   pendengaran, penglihatan, kecerdasan, tanggung jawab dan lain-lain. Anda juga

   harus tahu bahwa setiap anak memiliki garis pertumbuhan yang berbeda-bedah,

   anak tersebut akan tumbuh mengikuti pola pertumbuhan normalnya. Demikian

   pula dengan perkembangan fungsi tubuh, setiap anak memiliki tahapan

   perkembangan menujuh ke fungsi yang lebih baik. Cirinya adalah dapat diukur




                                      20
                                                                            21




secara kuantitatif, mengikuti perjalanan waktu dan dalam keadaan normal setiap

anak memiliki jalur pertumbuhan tertentu (Soetjiningsih, 2012).

    Bagaimana mengetahui pertumbuhan normal anak balita, Pertama-tama,

anda harus mengukur berat badan dan tinggi badannya. Kedua, tentukan berat

badan ideal anak, anda juga bisa melihat apakah anak anda tinggi atau pendek,

gemuk atau kurus. Ketiga, anak anda harus punya KMS anda bisa dapatkan

secara gratis di puskesmas terekat anda. Dan Keempat, Isi berat badam balita

anda pada KMS tentunya sesuai umur dan tarik garis mengikuti pita pada KMS

(Kresno, 2008).

    Satu hal yang penting juga adalah pola pertumbuhan berat badan sebenarnya

tergantung dari tinggi badan dan proporsi (keseimbangan) berat badan dan tinggi

badan. Polanya akan terlihat pada KMS pertumbuhan status berat badan ideal

anak (Kresno, 2008).

1. Pengertian

        Bawah lima tahun atau sering disingkat sebagai balita merupakan salah

    satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia

    balita dimulai dari satu sampai dengan lima tahun (Kresno, 2008).

2. Ciri khas perkembangan balita

     a. Perkembangan fisik

             Pertumbuhan berat badan menurun, terutama di awal balita. Hal ini

        terjadi karena balita banyak menggunakan energi untuk bergerak.




                                    21
                                                                      22




b. Perkembangan psikologis

   1) Psikomotor

       Terjadi perubahan yang cukup drastis dari kemampuan psikomotor

       balita yang mulai terampil dalam pergerakannya. Mulai melatih

       kemampuan motorik kasar misalnya berlari, memanjat, melompat,

       berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk

       mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang

       atensi. Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak

       juga mulai terlatih seperti menulis, menggambar, memegang benda

       dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti

       memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan

       menyuapkan makanan ke mulutnya, serta mengikat tali sepatu

       (Kresno, 2008).

   2) Aturan

       Pada masa balita adalah saatnya dilakukan latihan mengendalikan

       diri atau biasa disebut sebagai toilet training. Freud mengatakan

       bahwa pada usia ini individu mulai berlatih untuk mengikuti aturan

       melalui proses penahanan keinginan     untuk membuang kotoran

       (Kresno, 2008).

   3) Kognitif

       Pada periode usia ini pemahaman terhadap objek telah lebih baik.

       Balita memahami bahwa objek yang disembunyikan masih tetap


                              22
                                                                           23




           ada, dan akan mengetahui keberadaan objek jika proses

           penyembunyian terlihat oleh mereka. Akan tetapi jika proses

           penghilangan objek tidak terlihat, balita tersebut mengetahui bahwa

           benda tersebut masih ada namun tidak mengetahui dengan tepat

           letak objek tersebut. Balita akan mencari pada tempat terakhir ia

           melihat objek tersebut. Oleh karena itu, pada permainan sulap

           sederhana balita masih kesulitan untuk membuat prediksi tempat

           persembunyian objek sulap (Kresno, 2008).

       4) Sosial dan individu

           Pada periode usia ini, balita mulai belajar berinteraksi dengan

           lingkungan sosial di luar keluarga, pada awal masa balita, bermain

           bersama berarti bersama-sama berada pada suatu temapt dengan

           teman sebaya, namun tidak bersama-sama dalam satu permainan

           interaktif. Pada akhir masa balita, bermain bersama berarti

           melakukan kegiatan bersama-sama dengan melibatkan aturan

           permainan dan pembagian peran (Kresno, 2008).

3. Pendidikan dan pengembangan

       Cara belajar yang diberikan pada anak balita adalah melalui bermain

   serta rangsang dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Terdapat

   pula pendidikan di luar rumah yang melakukan kegiatan belajar yang lebih

   terprogram dan lebih terstruktur, walau tidak selamanya lebih baik.

   Permainan peran, melatih kemampuan pemahaman sosial. Permainan


                                  23
                                                                              24




      motorik   melatih kemampuan motoriknya yang akan mendorong daya

      nalarnya berkembang lebih cepat lagi (Kresno, 2008).

   4. Makanan sehat

          Balita karena terus tumbuh dan membutuhkan gizi yang lebih dari orang

      dewasa    untuk   mencapai   tumbuh    kembang     yang   optimal.   Balita

      membutuhkan lemak yang lebih banyak dan serat yang lebih sedikit

      dibanding orang dewasa. Untuk mendapatkan gizi seimbang dan energi yang

      sesuai, balita membutuhkan makanan bergizi seimbang dalam jumlah kecil 3

      kali sehari ditambah makanan selingan yang teratur di antara waktu makan

      (Kresno, 2008).

C. Tinjauan Umum Tentang Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan

  Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu

      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2002 kunjungan merupakan

  aktivitas seseorang dalam perihal mendatangi suatu objek tertentu. Begitu juga

  dengan ibu – ibu yang rajin mengunjungi posyandu dengan membawa balitanya.

  Dari segi pelaksanaan pelayanan posyandu dapat berjalan dengan baik apabila

  jumlah kunjungan yang tinggi. Adapun faktor – faktor yang berhubungan dengan

  kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu adalah :

   1. Pendidikan

          Dalam kamus Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah

      proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam




                                     24
                                                                       25




usaha mendewasakan manusia melalaui pengajaran dan pelatihan (Fajri, E.Z,

2000).

    Menurut UU No.20 tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan adalah

usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

    Pendidikan merupakan persoalan asasi bagi manusia. Manusia sebagai

makhluk yang dapat didik akan tumbuh menjadi manusia dewasa dengan

proses pendidikan yang dialaminya. Sejak kelahirannya manusia telah

memiliki potensi dasar yang universal, berupa: (Hasbullah, 2007).

a. Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk

    (moral identity).

b. Kemampuan dan kebebasan untuk memperkembangkan diri sendiri

    sesuai dengan pembawa dan cita-citanya (individual identity).

c. Kemampuan untuk berhubungan dan kerjasama dengan orang lain

    (social identity).

d. Adanya ciri-ciri khas yang mampu membedakan dirinya dengan orang

    lain (individual differences).




                                     25
                                                                             26




Adapun pendidikan menurut jenisnya terbagi atas: (Hasbullah, 2007).

a. Pendidikan formal yaitu sebagai pendidikan yang memakai dasar suatu

    kurikulum atau sering disebut sebagai lembaga pendidikan sekolah.

    Yang dimaksud pendidikan sekolah disini adalah pendidikan yang

    diperoleh seseorang secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan

    mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat mulai dari TK sampai

    perguruan tinggi.

b. Pendidikan non formal yaitu pendidikan yang tidak memerlukan

    kurikulum khusus, walaupun di rencanakan dengan baik dan

    diselenggarakan     diruang   kelas,   fleksibel   dalam     waktu,   ruang,

    pengelolaan dan evaluasinya. Pendidikan di lingkungan ini memberikan

    bekal praktis dalam berbagi jenis pekerjaan kepada peserta didik yang

    tidak sempat melanjutkan proses belajarnya melalui jalur formal dan

    diberikan sertifikat bagi peserta yang memenuhi syarat.

c. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang menjadi ditengah-tengah

    keluarga dan masyarakat. Pada pendidikan ini terjadi proses pengajaran

    pemberitahuan, nasihat, disiplin. Yang paling penting adalah terjadi

    transfer nilai-nilai kehidupan, nilai relasi dan kebaikan.

     Menurut UU No.2 tahun 1989, bahwa jenjang pendidikan yang

termasuk jalur pendidikan formal terdiri dari:

a. Pendidikan dasar yaitu SD/Madrasah Ibtidauyah dan SMP/MTs.

b. Pendidikan Menengah yaitu SMU dan Kejujuran/Madrasah Aliyah.


                                  26
                                                                           27




   c. Pendidikan Tinggi yaitu Akademik, Intitusi, Sekolah Tinggi dan

       Universitas.

2. Pengetahuan

        Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia, menuturkan pengetahuan

   didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diketahui atau merupakan suatu

   kepandaian (Fajri E.Z,2000).

        Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensori

   khususnya mata dan telinga terhadap obyek tertentu. Pengetahuan

   merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku terbuka

   (over behavior). Perilaku yang didasari pengetahuan umumnya bersifat

   langsung (Hasbullah,2007).

       Jika ibu mengetahui manfaat dan pelayanan yang dilakukan di posyandu

   serta gunanya balita dibawa terus-menerus ke posyandu dan arti pentingnya

   KMS sebagai alat untuk mencatat dan mengamati perkembangan kesehatan

   anak yang mudah dilakukan ibu, maka sang ibu dapat menilai dan berbuat

   sesuatu untuk berusaha memperbaiki dan meningkatkan kesehatan anaknya.

   Hal ini sesuai dengan teori bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang

   merupakan dasar untuk berbuat, karena itu kemampuan seseorang

   melakukan sesuatu tergantung pengetahuan yang ia miliki. Atas dasar

   pengetahuan tentang posyandu, tujuan dan manfaat yang diperoleh di

   posyandu memungkinkan ibu untuk hadir pada setiap pelaksanaan posyandu

   (Notoatmodjo, 2003).


                                  27
                                                                         28




3. Peran Serta Kader

       Seorang warga masyarakat dapat diangkat menjadi kader posyandu

   dengan syarat sebagai berikut :

    a. Dapat membaca dan menulis.

    b. Berjiwa sosial dan mau bekerja secara sukarela.

    c. Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.

    d. Mempunyai waktu yang cukup.

    e. Bertempat tinggal di wilayah posyandu.

    f. Berpenampilan ramah dan simpatik.

    g. Mengikuti pelatihan sebelum menjadi kader (Ismawati, 2010).

       Jika motivasi kader rendah atau kader menjadi jenuh dalam kegiatan

   posyandu maka bisa menyebakan kader drop out karena seperti yang kita

   ketahui bahwa menjadi kader merupakan pekerjaan sosial yang tidak

   mempunyai kekuatan mengikat jadi mereka leluasa untuk keluar menjadi

   kader apalagi ditambah regenerasi kader yang belum terencana dengan baik.

   Faktor lain yang menyebabkan kader tidak aktif adalah umur kader sudah

   lebih dari 50 tahun dan lama menjadi kader kurang dari 10 tahun sehingga

   posyandu dikelola oleh kader yang telah berpengalaman menjadi kader

   sekurangnya 60 bulan atau 5 tahun (Nain, 2008).

       Nain (2008) dalam bukunya “Posyandu : Upaya Kesehatan Berbasis

   Masyarakat” mengemukakan hal yang serupa bahwa keterbatasan kader

   disebabkan karena :


                                     28
                                                                     29




a. Kader lebih tertarik bekerja ditempat lain yang memberikan keuntungan

    ekonomis sehingga kader drop out.

b. Kader ikut suami dan tidak mau menjadi kader setelah bersuami

c. Kader sebagai relawan sudah jenuh

d. Tidak ada penghargaan yang dapat memotivasi kader.

   Adapun kegiatan didalam yang dapat dilakukan oleh kader di posyandu

KB – Kesehatan adalah :

a. Melaksanakan pendaftaran.

b. Melaksanakan penimbangan balita.

c. Melaksanakan pencatatan hasil penimbangan.

d. Memberikan penyuluhan.

e. Memberi dan membantu pelayanan (Ismawati, 2010).

Sedangkan kegiatan kader di luar posyandu KB–Kesehatan adalah :

a. Merencanakan kegiatan antara lain menyiapkan dan melaksanakan

    survei mawas diri, membahas hasil survei, menyajikan dalam MMD,

    menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan masyarakat desa,

    menentukan kegiatan penanggulangan masalah kesehatan bersama

    masyarakat, membantu pembagian tugas menurut jadwal kerja.

b. Melakukan komunikasi, informasi dan motivasi wawasan muka

    (kunjungan) alat peraga dan percontohan.

c. Menggerakkan masyarakat untuk gotong-royong.




                               29
                                                                          30




    d. Melakukan pembinaan mengenai 5 program keterpaduan KB Kesehatan

       dan upaya kesehatan lainnya.

    e. Keluarga binaan untuk masing-masing berjumlah 10–20 kepala keluarga

       atau diserahkan dengan kader setempat dengan memberikan informasi

       tentang upaya kesehatan yang dilaksanakan.

    f. Melakukan penyuluhan rumah kepada masyarakat terutama keluarga

       binaan.

    g. Melakukan pertemuan kelompok (Naim, 2008).

4. Revitalisasi Posyandu

       Revitalisasi posyandu adalah usaha untuk memfungsikan kembali

   posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan dalam upaya menjangkau

   sasaran yang lebih tepat yaitu kelompok yang paling rentan (anak dibawah 2

   tahun dan ibu hamil) yang mengalami kekurangan gizi sehingga meningkat

   status gizinya dan tidak memperburuk kesehatan sumber daya manusia

   (Nain, 2008).

       Adapun kegiatan untuk revitalisasi posyandu adalah :

    a. Pelatihan petugas puskesmas.

    b. Pelatihan ulang kader.

    c. Pembinaan dan pendampingan kader.

    d. Penyediaan sarana.

    e. Penyediaan biaya operasional.

    f. Pemberdayaan ekonomi kader (Ismawati, 2010).


                                   30
                                                                            31




       Revitalisasi posyandu menurut Kurniasih (2002 dikutip dalam Ferizal

2007) adalah upaya pemberdayaan posyandu dengan meningkatkan fungsi

kerja dan kinerja posyandu untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh

krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak.

       Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (2001) dalam „Pedoman

 Umum Revitalisasi Posyandu‟menjelaskan bahwa          revitalisasi posyandu

 adalah upaya mencegah terjadinya hilangnya generasi penerus dengan

 mengoptimalkan fungsi posyandu untuk menyelamatkan dan meningkatkan

 status gizi maupun derajat kesehatan anak dan ibu.

      Revitalisasi posyandu ini dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi dan

 kinerja Posyandu untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi

 maupun derajat kesehatan ibu dan anak serta memenuhi kebutuhan tumbuh

 kembang anak sejak dalam kandungan (Depdagri, 2001).

       Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (2001) dalam „Pedoman

 Umum Revitalisasi Posyandu‟ memaparkan tentang komponen kegiatan

 revitalisasi posyandu yaitu pelatihan pelatih dan pelatihan kader;

 meningkatkan jangkauan pelayanan melalui kegiatan pelayanan pada hari

 buka posyandu dan kunjungan rumah; meningkatkan peran serta masyarakat

 dan membangun kemitraan; optimalisasi kegiatan posyandu dengan

 memenuhi sarana dan prasarananya; pelayanan menggunakan sistem

 kafetaria (pilihan jenis layanan) dengan tidak menghilangkan tugas pokok

 posyandu untuk menjadi unit pemantau tumbuh kembang anak; memberikan


                                 31
                                                                            32




   perhatian khusus pada kelompok sasaran berdasar azas kecukupan (terutama

   pada baduta) serta memperkuat dukungan pendampingan dan pembinaan

   oleh tenaga profesional dan tokoh masyarakat (Depdagri, 2001).

         Secara umum revitalisasi posyandu bertujuan meningkatkan fungsi dan

   kinerja posyandu sehingga bisa memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak

   sejak dalam kandungan dan mampu meningkatkan atau mempertahankan

   status gizi serta derajat kesehatan ibu dan anak.

         Sedangkan secara khusus tujuan revitalisasi posyandu adalah sebagai

   berikut :

     a. Meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan kader posyandu.

     b. Meningkatkan pengelolaan dalam pelayanan posyandu.

     c. Meningkatkan pemenuhan kelengkapan sarana, alat dan obat di

         posyandu.

     d. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat untuk

         kesinambungan kegiatan posyandu.

     e. Meningkatkan fungsi pendampingan dan kualitas pembinaan posyandu

         (Depdagri, 2001).

5. Jarak posyandu

         Jarak adalah angka yang menunjukan seberapa jauh suatu benda

   dengan benda lainnya melalui suatu lintasan tertentu.Dalam fisika pengertian

   sehari hari, jarak dapat berupa jarak fisik, atau estimasi/perkiraan




                                     32
                                                                      33




berdasarkan kriteria tertentu misalnya jarak tempuh antara Jakarta –

Bandung (Entjang, 2006).

     Perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan salah satunya

ditentukan oleh ketersedian fasilitas serta kemudahan untuk mencapainya.

Sebagai contoh seseorang yang tidak mau memberikan imunisasi pada

anaknya ke puskesmas karena rumahnya jauh dengan puskesmas karena

rumahnya    jauh   dengan   puskesmas    tempat   pemberian    imunisasi

(Notoatmodjo, 2003).




                              33
                                                                                  34




                                       BAB III

                       KERANGKA KERJA PENELITIAN

    Peneliti menuliskan kerangka kerja penelitian yang memuat konsep-konsep yang

jelas untuk diteliti. Konsep ini dijabarkan ke dalam variabel-variabel dari masalah

yang ingin diteliti. Setiap variabel harus berkaitan antara variabel yang satu dengan

variabel yang lainnya sehingga terbentuk kerangka konsep. Setelah itu, variabel-

variabel diberi defenisi operasional supaya ada batasan ruang lingkup penelitian dan

memudahkan untuk diukur.

A. Kerangka Konsep

       Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep-konsep

    antar variabel-variabel yang akan diamati (diukur)           melalui penelitian

    (Notoatmodjo, 2010). Tujuan dari kerangka konsep ini adalah mengarahkan

    peneliti untuk menganalisis hasil penelitian.

                             Bagan Kerangka Konsep
                      Independen                                  Dependen

               o Pendidikan Ibu                              Kunjungan Ibu Yang
               o Pengetahuan Ibu                              Mempunyai Balita
               o Peran Serta Kader                              Ke Posyandu
               o Revitalisasi Posyandu

                   Jarak Posyandu

           Keterangan :
           Diteliti           :
           Tidak Diteliti     :


                                          34
                                          34
                                                                                35




B. Identifikasi Variabel

      Variabel adalah perilaku karakteristik yang memberi nilai terhadap sesuatu

   (benda, manusia dan lain – lain) (Nursalam, 2011). Dalam penelitian ini terdiri

   dari dua variabel adalah :

    1. Variabel Independen (Bebas)

       Variabel independen (bebas) atau disebut antecedent variable adalah variabel

       penjelas, variabel predictor/variabel penentu/variabel penduga. Variabel

       dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu, peran serta

       kader dan revitalisasi posyandu.

    2. Variabel Dependen (Terikat)

       Variabel dependen (terikat) adalah variabel kosekuensi atau akibat. Variabel

       dalam penelitian ini adalah kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

       posyandu.

C. Definisi Operasional

      Definisi operasional merupakan bagian penelitian yang diperlukan agar

   pengukuran variabel atau pengumpulan data (variabel) itu konsisten antara

   sumber data (responden) yang satu dengan responden yang lain. Dalam

   mendefinisikan suatu variabel, peneliti perlu cara dan metode pengukuran, hasil

   ukuran atau kategorinya, serta skala pengukuran yang digunakan (Darma, 2011;

   Notoatmodjo, 2010). Untuk itu definisi operasional dalm penelitian ini dibuat

   dalam bentuk tabel 3.1.




                                          35
                                                                                                             36



                                         Tabel 3.1 Defenisi Operasional

    Variabel            Definisi Operasional               Cara           Alat         Hasil    Skala Ukur
                                                       Pengukuran        Ukur          Ukur
Pendidikan         Status riwayat bersekolah        1 pernyataan pada   Kuesioner   1. Tinggi   Ordinal
                   formal terakhir yang telah       data demografi                  2. Rendah
                   dicapai responden                kuisioner
Pengetahuan        Pemahaman responden              10 pertanyaan       Kuesioner   1. Baik     Ordinal
                   mengenai pentingnya              pada data                       2. Kurang
                   berkunjung ke posyandu           demografi
                                                    kuisioner
Peran Serta Kader Hasil daftar observasi tentang    10 pertanyaan       Kuesioner   1. Baik     Nominal
                  kualitas kerja kader posyandu     pada data                       2. Kurang
                  dalam pelaksanaan posyandu        demografi
                                                    kuisioner
Revitalisasi       Pemberdayaan kembali             10 pertanyaan       Kuesioner   1. Baik     Nominal
Posyandu           posyandu dalam kegiatan          pada data                       2. Kurang
                   posyandu                         demografi
                                                    kuisioner
Kunjungan Ibu      Partisipasi ibu balita dalam     6 pertanyaan pada   Kuesioner   1. Baik     Nominal
Yang Mempunyai     kegiatan yang dilakukan          data demografi                  2. Kurang
Balita             posyandu berupa pemeriksaan      kuisioner
                   kesehatan terhadap anak balita
                   yang diukur




                                                       36
                                                                                     37




D. Hipotesis Penelitian

       Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau pertanyaan.

   Salah satu tujuan dari hipotesis adalah untuk menghubungkan antara teori dan

   kenyataan, dalam hal ini hipotesis menggabungkan dua dominan. Perbedaan tipe

   hubungan dan jumlah variabel di identifikasi dalam hipotesis. Adapun tipe

   hipotesis adalah (Nursalam, 2011) :

     1. Hipotesis null (H0) adalah hipotesis yang digunakan untuk pengukuran

         statistik dan interpretasi hasil statistik. Hipotesis null dapat sederhana atau

         kompleks dan bersifat sebab akibat.

     2. Hipotesis alternative (Ha/Hi) adalah hipotesis yang menyatakan adanya

         suatu hubungan, pengaruh, dan perbedaan antara dua atau lebih variabel.

         Hubungan, perbedaan, dan pengaruh tersebut dapat sederhana atau

         kompleks, dan bersifat sebab akibat.

      Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah :

      1. Hipotesis alternatif (Ha/Hi) adalah :

         a. Ada hubungan pendidikan dengan kunjungan ibu yang mempunyai

             balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea.

         b. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang

             mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea.

         c. Ada hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu yang

             mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea.




                                         37
                                                                  38




d. Ada hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang

   mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea.




                           38
                                                                                 39




                                      BAB IV

                          METODOLOGI PENELITIAN

    Peneliti menjelaskan metode penelitian pada bab 4. Hal ini dilakukan untuk

menyusun langkah-langkah tehnis dan operasional penelitian, sehingga memudahkan

peneliti dalam melaksanakan penelitian. Metode penelitian ini terdiri desain

penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, etika penelitian, alat

pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, sarana

penelitian dan jadwal penelitian.

A. Desain Penelitian

         Desain penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan

    cross sectional yang bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan

    dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu, memaparkan

    variabel-variabel yang diteliti (Nursalam, 2011).

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

         Penelitian ini dilakukan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

    Makassar pada tanggal 20 Desember 2012 sampai 20 Januari 2013.

C. Populasi dan Sampel

     1. Populasi

             Populasi adalah wilayah kerja generalisasi yang terdiri atas objek dan

         subjek yang karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

         dipelajari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai




                                         39
                                         39
                                                                                40




   balita yang berkunjung ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea

   Makassar yang berjumlah 565 orang .

2. Sampel

       Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang

   diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2007).

       Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh

   populasi tersebut. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang

   mempunyai balita yang datang berkunjung ke posyandu yang berada di

   wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.

   a. Besar Sampel

            Besar sampel dalam penelitian ini semua kunjungan ibu yang

       mempunyai balita yang berkunjung ke posyandu wilayah kerja

       Puskesmas Tamalanrea Makassar. Besaran sampel dalam penelitian ini

       di hitung dengan menggunakan rumus yaitu ( Nursalam, 2011):

                N
       n =              2
             1+ N d

       Keterangan:

            n = Besar sampel

            N= Perkiraan besar populasi

            d= tingkat kesalahan yang dipilih (jika nilai d ≤ 1000 = 0,05 dan

            nilai d ≥ 1000 = 0,10)




                                     40
                                                                         41




      Berdasarkan rumus diatas, didapatkan jumlah sampel penelitian

dengan perhitungan sebagai berikut :

              N              565          565
 n =                2
                      =               2
                                        =     = 83
          1 + N (d)     1 + 565 (0,10)     6


       Setelah didapat sampel sebanyak 83 orang ibu balita maka

dilakukan perhitungan untuk masing – masing posyandu dengan tehnik

pengambilan sampel menggunakan cara cluster sampling dengan rumus

sebagai berikut :
          ����
����1    = ���� x N1

Keterangan :        ����1 = Besaran sampel untuk masing – masing posyandu

                    ���� = Jumlah ibu balita di masing – masing posyandu

                    N = Jumlah seluruh ibu balita

                    N1= Besar sampel yang ditarik dari populasi

 1)      Posyandu Flamboyan I              76           = 11 sampel
                                        = 565 x 83

 2)      Posyandu Flamboyan VI             82           = 12 sampel
                                        = 565 x 83

 3)      Posyandu Flamboyan VII            89           = 13 sampel
                                        = 565 x 83

 4)      Posyandu Flamboyan IX             82           = 12 sampel
                                        = 565 x 83

 5)      Posyandu Flamboyan XIII           76           = 11 sampel
                                        = 565 x 83

 6)      Posyandu Flamboyan XVIII          76           = 11 sampel
                                        = 565 x 83

 7)      Posyandu Flamboyan XIV            89           = 13 sampel
                                        = 565 x 83

                    Jumlah                              = 83 sampel



                               41
                                                                                  42




        b. Teknik Sampling

                Teknik sampling yang digunakan yakni sampel          diambil secara

           probability sampling. Probability Sampling adalah bahwa setiap subyek

           dalam populasi mempunyai kesempatan untuk terpilih atau tidak terpilih

           sebagai sampel (Nursalam, 2011).

        c. Kriteria Sampel

           Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

            1) Kriteria Inklusi
               a) Ibu yang mempunyai balita yang berada di wilayah kerja

                      Puskesmas Tamalanrea Makassar.

                b) Ibu yang mempunyai balita sehat maupun sakit

                c) Ibu yang mempunyai balita yang berkunjung di posyandu.

                d) Bersedia untuk menjadi responden

            2) Kriteria Eksklusi
               a) Tidak bersedia berpartisipasi

               b)     Tidak hadir saat dilakukan penelitian

D. Etika Penelitian

        Etika penelitian mencakup perilaku peneliti atau perlakuan peneliti

   terhadap subjek serta sesuatu yang dihasikan peneliti bagi masyarakat.




                                         42
                                                                              43




   Beberapa prinsip etika dalam penelitian adalah sebagai berikut :

1. Beneficence, peneliti menyakinkan responden bahwa peneliti ini bebas dari

   bahaya, tidak bersifat memaksa melainkan sukarela, manfaat yang dirasakan,

   dan tidak menimbulkan resiko.

2. Mall-efficence, peneliti menjamin bahwa penelitian ini tidak menimbulkan

   bahaya pada responden dan respon terlindungi dari setiap resiko.

3. Respect for human dignity, responden berhak untuk menentukan dirinya

   sendiri, dan mendapatkan informasi lengkap diantaranya mengenai tujuan,

   cara penelitian, cara pelaksanaan, manfaat penelitian, dan hal – hal lain yang

   berkaitan dengan penelitian.

4. Justice, setiap responden berhak mendapatkan perlakuan adil dan dijaga

   privasinya.

5. Informed consent, Lembar persetujuan yang diberikan kepada responden.

   Responden harus memenuhi kriteria yang ditentukan. Lembar Informed

   consent harus dilengkapi dengan judul penelitian dan manfaat penelitian, bila

   responden menolak maka peneliti tidak boleh memaksa dan menghormati

   hak-haknya .

6. Anonimity, peneliti tidak mencantumkan nama responden pada lembar

   pernyataan untuk menjaga kerahasian responden.

7. Confidentiality, kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan

   hanya kelompok data tertentu yang dilaporkan sebagai hasil penelitian

   (Notoatmodjo, 2010).


                                     43
                                                                                44




E. Alat Pengumpulan Data

       Alat pengumpulan data (instrument) yang digunakan dalam penelitian ini

   berupa angket atau kuisioner. Pengukuran tingkat pendidikan, pengetahuan,

   peran serta kader, revitalisasi posyandu, kunjungan ibu yang mempunyai balita

   dilakukan aseptik yang diukur dengan menggunakan skala Guttman, untuk nilai

   kuisioner: ya = 2 dan tidak = 1. Kuisioner dengan tipe multiple choice masing-

   masing 10 pertanyaan untuk variabel pengetahuan, peran serta kader, revitalisasi

   posyandu dengan kriteria : ≥ 15 = baik dan < 15 = kurang. Sedangkan untuk

   variabel kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu terdiri 6 pertanyaan

   dengan kriteria : ≥ 9 = baik dan < 9 = kurang. Dalam melakukan penelitian ini,

   peneliti menggunakan kuisioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti yang

   mengacu pada teori.

F. Prosedur Pengumpulan Data
       Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara membagikan

   kuesioner kepada responden yaitu ibu yang mempunyai balita yang berkunjung

   ke posyandu yang selanjutnya diisi sendiri setiap responden. Prosedur

   pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

     1. Mengajukan surat permohonan izin pengambilan data di Dinas Kesehatan

        Kota Makassar yang di rekomendasikan kepada kepala Puskesmas

        Tamalanrea kota Makassar.

     2. Setelah memperoleh izin maka peneliti akan mengadakan pendekatan

        kepada Kepala Puskesmas, bagian posyandu Puskesmas Tamalanrea


                                       44
                                                                                 45




           Makassar dan calon responden dengan memberikan penjelasan tentang

           penelitian yang akan dilaksanakan untuk menandatangani surat persetujuan

           menjadi responden.

        3. Setelah di tandatangani, maka peneliti akan memberikan dan menjelaskan

           cara pengisian angket kepada responden.

        4. Peneliti harus berada pada saat pengisisan angket untuk memberikan

           keterangan secara langsung kepada responden bila ada pertanyaan dari

           responden.

G. Pengolahan Data Dan Analisa Data

          Pengolahan data ini sangat penting dalam penelitian. Data yang masih

   mentah harus diolah dan dianalisis. Hal ini supaya data bisa disajikan dan

   informasi dengan benar. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan data dan

   analisa data adalah sebagai berikut :

   1.     Pengolahan data

          Setelah data yang diperlukan terkumpul, peneliti melakukan tahap sebagai

          berikut :

          a. Editing data, proses penyutingan dan pengecekan isian kuesioner yang

              dilakukan sebelum memasukan data untuk melihat apakah kuesioner

              sudah terisi dengan lengkap, terjawab cukup dengan jelas, relevan, dan

              konsisten.




                                           45
                                                                               46




     b. Coding data, yaitu kegiatan mengklasifikasi dan member kode terhadap

         jawaban yang diberikan responden sebelum diolah dengan computer,

         dengan mengacu pada kode yang tersusun.

     c. Entery data, adalah proses memasukan data untuk dilakukan pengolahan

         dan analisis melalui paket program computer.

     d. Clearning data, pembersihan data kembali untuk menghindari kesalahan

         pada saat proses pemasukan data (Notoatmodjo, 2010).

2.   Analisa Data

     Adapun analisis data dilakukan dengan cara :
     a. Analisis univariat, menganalisis variabel-variabel yang ada secara

         deskriptif   dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentasi

         terhadap setiap variabel.

     b. Analisis bivariat, analisis yang dilakukan untuk menghubungkan

         variabel yang ada meliputi variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji

         stastistik pada analisis bivariat menggunakan chi square dengan p<0,05,

         dan data diolah dengan menggunakan program komputerisasi.

     c. Analisis multivariat, untuk melihat variabel yang paling berpengaruh

         terhadap variabel independen. Bertujuan untuk mengetahui besarnya

         OR murni dari variabel bebas setelah memperhitungkan variabel lain.




                                     46
                                                                                   47




H. Sarana Penelitian

       Saran penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah instrumen penelitian

   (kuesioner), alat tulis, komputer, kalkulator, buku referensi, jurnal ilmiah, saran

   internet, salah satu program dikomputer, souvenir, dan sarana lain.

I. Jadwal kegiatan

       Penelitian harus mempunyai target pencapaian supaya dapat terselesaiakn

   dengan baik dan tepat waktu. Oleh karena itu, dibuat dibuat jadwal penelitian

   dari disetujuinya proposal penelitian sampai diseminasi hasil. Jadwal yang

   disusun oleh peneliti dalam penelitian ini dibuat dalam tabel 4.1




                                         47
                                                                                           48




                                     Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan

                                                            Bulan
No         Kegiatan
                           Oktober       November      Desember     Januari   Februari   Maret
                            2012           2012          2012        2013      2013      2013
1    Seminar Judul

2    Penyusunan Proposal

3    Seminar Proposal

4    Perizinan

5    Pengumpulan Data

6    Analisa Data

7    Diseminasi Hasil

8    Sidang Skripsi




                                                  48
                                                                                   49




                                      BAB V

                               HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

            Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan

   kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

   Tamalanrea Makassar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Desember 2012

   sampai dengan 20 Januari 2013. Pengambilan data dilakukan pengisian kuesioner

   oleh ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Kuesioner yang terkumpul

   sebanyak 83 kuesioner.

        Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

   1. Analisis Univariat

       a. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
                                       Tabel 5.1
            Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur Ke Posyandu
                     Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
                    Umur                Jumlah         Frekuensi (%)
                  ≤ 20 tahun              0                  0
                 20-30 tahun              52               62,7
                  > 30 tahun              31               37,3
                Jumlah                    83               100,0
          Sumber : Data Primer, 2013

             Pada tabel 5.1 diketahui bahwa jumlah responden menurut kelompok

          umur terbanyak pada golongan umur 20-30 tahun sebanyak 52 responden

          (62,7%) dan yang terendah pada kelompok umur > 30 tahun sebanyak 31

          responden (37,3%).



                                        49
                                        49
                                                                      50




b. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
                             Tabel 5.2
      Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ke
      Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
         Pekerjaan              Jumlah         Frekuensi (%)
            PNS                     1               1,2
           Swasta                   2               2,4
            IRT                    80              96,4
       Jumlah                      83              100,0
  Sumber : Data Primer, 2013

      Pada tabel 5.2 diketahui bahwa jumlah responden yang dalam bekerja

  sebagai PNS untuk berkunjung ke posyandu berjumlah 1 responden

  (1,2%), jumlah responden yang dalam bekerja sebagai swasta untuk

  berkunjung ke posyandu berjumlah 2 responden (2,4%), dan jumlah

  responden yang dalam bekerja sebagai IRT untuk berkunjung ke posyandu

  berjumlah 80 responden (96, 4%).

c. Pendidikan
                              Tabel 5.3
      Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Ke
      Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
        Pendidikan              Jumlah         Frekuensi (%)
           Rendah                 38               45,8
            Tinggi                45               54,2
           Jumlah                 83               100,0
   Sumber : Data Primer, 2013

       Pada tabel 5.3 diketahui bahwa jumlah responden berdasarkan

 pendidikan yang tinggi yaitu sebanyak 45 responden (54,2%)dan jumlah

 responden pendidikan yang terendah yaitu sebanyak 38 responden (45,8%).



                               50
                                                                     51




d. Pengetahuan
                              Tabel 5.4
      Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ke
       Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
        Pengetahuan             Jumlah          Frekuensi (%)
           Kurang                 39                47,0
             Baik                 44                53,0
           Jumlah                 83                100,0
   Sumber : Data Primer, 2013

       Pada tabel 5.4 diketahui bahwa jumlah responden menurut

  pengetahuannya tentang posyandu kurang berjumlah 39 responden (47,0%)

  dan yang pengetahuannya baik berjumlah 44 responden (53,0%).

e. Peran Serta Kader
                              Tabel 5.5
   Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Serta Kader Ke
     Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
      Peran Serta Kader         Jumlah          Frekuensi (%)
           Kurang                 34                41,0
            Baik                  49                59,0
           Jumlah                 83                100,0
   Sumber : Data Primer, 2013

       Pada tabel 5.5 diketahui bahwa menurut responden kader posyandu

  yang kurang aktif dalam pelayanan posyandu berjumlah 34 responden

  (41,0%) dan menurut responden kader posyandu yang baik aktif dalam

  pelayanan posyandu berjumlah berjumlah 49 responden (59,0%).




                               51
                                                                      52




f. Revitalisasi Posyandu
                                Tabel 5.6
    Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Revitalisasi Posyandu
      Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar
     Revitalisasi Posyandu       Jumlah         Frekuensi (%)
            Kurang                 32                38,6
              Baik                 51                61,4
            Jumlah                 83                100,0
    Sumber : Data Primer, 2013

        Pada tabel 5.6 diketahui bahwa jumlah responden menurut

  revitalisasi posyandu yang kurang berjumlah 32 responden (38,6%) dan

  jumlah responden menurut revitalisasi posyandu yang baik berjumlah 51

  responden (61,4%).

g. Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu

                                 Tabel 5.7
     Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kunjungan Ibu Yang
         Mempunyai Balita ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                            Tamalanrea Makassar
           Kunjungan Ibu Yang           Jumlah    Frekuensi (%)
     Mempunyai Balita Ke Posyandu
                 Kurang                    27         32,5
                  Baik                     56         67,5
                 Jumlah                    83         100,0
    Sumber : Data Primer, 2013

        Pada tabel 5.7 diketahui bahwa jumlah responden menurut kunjungan

  ibu yang mempunyai balita ke posyandu yang kurang berjumlah 27

  responden (32,5%) dan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu

  yang baik berjumlah 56 responden (67,5%).




                               52
                                                                            53




2. Analisis Bivariat

         Pada tahap ini dilakukan analisa bivariat yaitu untuk mengetahui

   hubungan variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan

   uji chi square dengan tingkat kemaknaan α=0.05.

   a. Hubungan Pendidikan Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita

       Ke Posyandu

                                 Tabel 5.8
         Hubungan Pendidikan Ibu Dengan Kunjungan Responden Yang
            Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                                Tamalanrea Makassar
                          Kunjungan Ibu Yang
                                                            P
                          Mempunyai Balita ke       Total        OR
                                                          value
         Pendidikan              Posyandu
                          Kurang            Baik
                             19              19      38
           Rendah
                          50,0%            50,0%    100%
                              8              37      45   0,002 4,625
           Tinggi
                          17,8%            82,2%    100%
                             27              56      83
            Total
                          32,5%            67,5%    100%
       Sumber : Data Primer, 2013

              Pada tabel 5.8 diketahui bahwa distribusi responden hubungan

        tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

        posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar menunjukan

        bahwa kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu yang baik

        pada ibu yang tingkat pendidikan tinggi sebanyak 37 (82,2%) dan yang

        pendidikannya rendah sebanyak 19 (50,0%). Hasil uji statistik diperoleh

        nilai p=0,002 maka disimpulkan ada hubungan pendidikan ibu dengan


                                    53
                                                                        54




    kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Dari hasil analisis

    diperoleh pula nilai OR=4,6 artinya ibu yang mempunyai pendidikan

    tinggi berpeluang 4,6 kali untuk memiliki kunjungan balita yang baik ke

    posyandu.

b. Hubungan pengetahuan dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke
   Posyandu
                                Tabel 5.9
        Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kunjungan Ibu Yang
        Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                           Tamalanrea Makassar
                     Kunjungan Ibu Yang
                                                      P
                     Mempunyai Balita ke      Total        OR
                                                    value
   Pengetahuan             Posyandu
                     Kurang        Baik
                       20           19         39
     Kurang
                     51,3%        48,7%      100%
                        7           37         44   0,001 5,564
       Baik
                     15,9%        84,1%      100%
                       27           56         83
      Total
                     32,5%        67,5%      100%
   Sumber : Data Primer, 2013

          Pada tabel 5.9 diketahui bahwa distribusi responden hubungan

    tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita

    ke   posyandu   wilayah    kerja   Puskesmas   Tamalanrea    Makassar

    menunjukan bahwa kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu

    yang baik pada ibu yang tingkat pengetahuan baik sebanyak 37 (84,1%)

    dan yang    pengetahuannya kurang sebanyak 20 (51,3%). Hasil uji

    statistik diperoleh nilai p=0,001 maka disimpulkan ada hubungan


                                54
                                                                      55




    pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

    posyandu. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR=5,5 artinya ibu

    yang mempunyai pengetahuan yang baik berpeluang 5,5 kali untuk

    memiliki kunjungan balita yang baik ke posyandu.

c. Hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai

   balita ke Posyandu

                                Tabel 5.10
       Hubungan Peran Serta Kader Dengan Kunjungan Ibu Yang
       Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                           Tamalanrea Makassar
                     Kunjungan Ibu Yang
                                                      P
                     Mempunyai Balita ke      Total        OR
   Peran Serta                                      value
                           Posyandu
     Kader
                    Kurang          Baik
                       18            16        34
     Kurang
                     52,9%         47,1%     100%
                        9            37        49   0,001 5,000
      Baik
                     18,4%         81,6%     100%
                       27            56        83
      Total
                     32,5%         67,5%     100%
  Sumber : Data Primer, 2013

          Pada tabel 5.10 diketahui bahwa distribusi responden hubungan

   peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

   posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar menunjukan

   bahwa kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu yang baik

   pada responden yang menganggap peran serta kader baik sebanyak 37

   (81,6%) dan yang menganggap peran serta kader kurang sebanyak 18




                               55
                                                                           56




   (52,9%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,001 maka disimpulkan ada

   hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai

   balita ke posyandu. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR=5,0 artinya

   ibu yang menganggap peran serta kader baik berpeluang 5 kali untuk

   memiliki kunjungan balita yang baik ke posyandu.

d. Hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai

   balita ke Posyandu

                               Tabel 5.11
       Hubungan Revitalisasi Posyandu Dengan Kunjungan Ibu Yang
         Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                           Tamalanrea Makassar
                    Kunjungan Ibu Yang                P
                                              Total         OR
 Revitalisasi Mempunyai Balita ke Posyandu          value
 Posyandu         Kurang            Baik
                     17              15        32
   Kurang
                   53,1%           46,9%      100%
                     10              41        51   0,002 4,647
    Baik           19,6%           80,4%      100%
                     27              56        83
    Total
                   32,5%           67,5%      100%
   Sumber : Data Primer, 2013

          Pada tabel 5.11 diketahui bahwa distribusi responden hubungan

    revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

    posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar menunjukan

    bahwa kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu yang baik

    pada responden yang menganggap revitalisasi posyandu baik sebanyak

    41 (80,4%) dan yang        menganggap revitalisasi posyandu       kurang




                                 56
                                                                              57




        sebanyak 17 (53,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,002 maka

        disimpulkan ada hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu

        yang mempunyai balita ke posyandu. Dari hasil analisis diperoleh pula

        nilai OR=4,6 artinya ibu yang menganggap revitalisasi posyandu baik

        berpeluang 4 kali untuk memiliki kunjungan balita yang baik ke

        posyandu.

3. Analisis Multivariat

          Analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui variabel yang paling

   dominan berhubungan dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

   posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar. Dari analisis

   bivariat diperoleh 4 variabel yaitu pendidikan, pengetahuan, peran serta kader

   dan revitalisasi posyandu. Kemudian dilakukan analisis regresi logistik untuk

   melihat variabel yang paling berhubungan.

         Setelah dilakukan analisis logistik regresi ke empat variabel independen

   tersebut sebagaimana hasilnya diuraikan pada tabel 5.12.

                                  Tabel 5.12
   Analisis Faktor Yang Paling Erat Hubungannya Dengan Kunjungan Ibu
       Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas
                             Tamalanrea Makassar
                                                   95.0% C.I.for exp(B)
           Variabel       B     S.E.   Sig. Exp(B)
                                                    Lower       Upper
 Pendidikan             .008   1.134 .994    1.008     .109       9.308
 Pengetahuan            1.220 1.190 .305     3.388     .329     34.899
 Peran serta kader      .374   1.282 .771    1.453     .118     17.930
 Revitalisasi posyandu .215    1.072 841     1.240     .152     10.139
 Constant              -1.954 2.319 .399      .142
Sumber : Data Primer 2013



                                     57
                                                                                58




           Dari analisis regresi logistik didapatkan variabel yang paling

    berhubungan dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu

    adalah pengetahuan dengan nilai B 1,220 dan nilai p=0,001.

B. Pembahasan

  1. Hubungan pendidikan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

     Posyandu

         Hasil analisa univariat menunjukan bahwa lebih dari sebagian responden

     memiliki tingkat pendidikan yang tinggi (54,2%) dan hanya 45,8% responden

     yang berpendidikan rendah. Sedangkan berdasarkan analisa bivariat

     menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan

     kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Hal ini sejalan dengan

     teori Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa seseorang dengan

     pendidikan yang tinggi dapat berpikir secara objektif untuk perubahan tingkah

     laku melalui proses belajar. Di dalam proses belajar akan terjadi perubahan ke

     arah yang lebih baik, dewasa dan lebih matang dalam diri individu.

         Hasil penelitian didapatkan responden dengan tingkat pendidikan rendah

     sebanyak 38 responden, 19 responden memiliki kunjungan yang baik dan 19

     responden memiliki kunjungan kurang baik. Berdasarkan teori semestinya

     orang yang berpendidikan rendah kurang berkunjung ke posyandu tetapi pada

     kenyataannya didapatkan responden yang berpendidikan rendah tetapi

     kunjungannya ke posyandu kategori baik. Hal ini terjadi karena tingkat

     pendidikan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kunjungan.


                                       58
                                                                           59




   Boleh saja mereka yang tingkat pendidikannya rendah tetapi memiliki

   pengetahuan yang baik terhadap posyandu. Dengan demikian responden

   tersebut mendatangi posyandu karena merasa memilki manfaat.

       Dari hasil uji statistik dengan chi square diketahui bahwa ada hubungan

   antara pendidikan dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita. Penelitian

   ini sesuai dengan hasil yang diperoleh Waluyo (2009) di Puskesmas Lainea

   Kabupaten Konawe Selatan danMinta Ito Melinda Harahap (2011) di

   Puskesmas Padang Bulan Medan.

2. Hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

   Posyandu

       Berdasarkan analisa univariat menunjukan bahwa jumlah responden

   dengan pengetahuan yang baik sebanyak 53,0% dan responden dengan

   pengetahuan yang kurang sebanyak 47,0%. Sedangkan berdasarkan analisa

   bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan

   kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Dalam analisa

   multivariat menunjukan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan

   kunjungan ibu mempunyai balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas

   Tamalanrea Makassar adalah pengetahuan ibu. Hasil penelitian ini didukung

   oleh Notoatmodjo (2007) yang mengungkapkan bahwa pengetahuan dapat

   mengubah perilaku ke arah yang diinginkan. Begitu juga kaitannya dengan

   partisipasi ibu dalam berkunjung ke posyandu.




                                    59
                                                                        60




    Menurut Kresno (2008) Hal ini disebabkan karena jika ibu mengetahui

manfaat dan pelayanan yang dilakukan di posyandu serta gunanya balita

dibawa terus-menerus ke posyandu dan arti pentingnya KMS sebagai alat

untuk mencatat dan mengamati perkembangan kesehatan anak yang mudah

dilakukan ibu, maka ibu dapat menilai dan berbuat sesuatu untuk berusaha

memperbaiki dan meningkatkan kesehatan anaknya. Hal ini sesuai dengan

teori bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang merupakan dasar untuk

berbuat, karena itu kemampuan seseorang melakukan sesuatu tergantung

pengetahuan yang ia miliki. Atas dasar pengetahuan tentang posyandu, tujuan

dan manfaat yang diperoleh di posyandu memungkinkan ibu untuk hadir pada

setiap pelaksanaan posyandu.

    Hasil penelitian didapatkan responden dengan tingkat pengetahuan rendah

sebanyak 39 responden, 19 responden memiliki kunjungan yang baik dan 20

responden memiliki kunjungan kurang baik. Berdasarkan teori semestinya

orang yang berpengetahuan kurang baik, kurang berkunjung ke posyandu

tetapi pada kenyataannya didapatkan responden yang berpengetahuan kurang

baik tetapi kunjungannya ke posyandu kategori baik. Hal ini terjadi karena

tingkat pengetahuan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi

kunjungan. Boleh saja mereka yang tingkat pengetahuannya kurang tetapi

memiliki kunjungan yang baik terhadap posyandu seperti peran kader dan

petugas kesehatan.




                                60
                                                                               61




    Walaupun responden sudah tahu tentang arti pentingnya posyandu bagi

balita tetapi petugas kesehatan yang bertugas di posyandu kurang simpatik

atau menurut masyarakat kurang bersahabat maka dapat menghambat ibu

untuk membawa anaknya ke posyandu tersebut. Selain itu jika kader tidak

berperan secara optimal termasuk dalam hal mensosialisasikan program

posyandu dan jadwal posyandu kepada masyarakat, maka kunjungan ibu

balita ke posyandu juga akan kurang. Sebaliknya, jika peran petugas

kesehatan dan kader baik maka walaupun pengetahuan ibu kurang atau tidak

terlalu memahami dengan baik manfaat posyandu bagi balita tetapi merasa

bahwa petugas kesehatan dan kader sangat baik terhadap dirinya maka dapat

membuat ibu membawa anaknya ke posyandu tersebut. Dengan demikian

responden tersebut mendatangi posyandu karena merasa memiliki manfaat.

    Penelitian ini sejalan dengan penelitian Marat (2008) bahwa semakin

orangtua mengetahui dan memahami konsep pelayanan Posyandu maka

semakin aktif berperan serta dalam pelaksanaan Posyandu. Posyandu

merupakan milik masyarakat, jadi pelaksanaan tidak hanya berdasarkan

keaktifan petugas kader dan petugas kesehatan tetapi masyarakat itu sendiri.

    Sciartino (2005) dalam teorinya mengemukakan bahwasanya pelayanan

posyandu dilakukan berfungsi untuk memperoleh gambaran status gizi anak

balita dengan sasaran anak balita, orang tua, dan keluarganya. Bentuk

kegiatannya adalah pengukuran berat badan dan tinggi/panjang badan,

pengolahan data dan pelaporan. Petugas ke posyandu menganalisa hasil


                                  61
                                                                          62




  kegiatan posyandu selanjutnya melaporkan hasilnya kepada kepala Puskesmas

  untuk menyusun rencana kerja dan melaksanakan upaya perbaikan sesuai

  dengan masalah yang ditemukan dan sesuai kebutuhan posyandu. Posyandu

  adalah forum komunikasi, ahli teknologi dan ahli kelola untuk upaya-upaya

  kesehatan kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya sebagai upaya-upaya

  untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar hidup sehat.

      Dari hasil uji statistik dengan chi square diketahui bahwa ada hubungan

  antara pengetahuan dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita. Penelitian

  ini sesuai dengan hasil yang diperoleh Reni Malia (2008) di Posyandu RW

  12 Keluran Bojo Gede Bogor Jawa Barat, Waluyo (2009) di Puskesmas

  Lainea Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Abdul Razak

  (2009) di Puskesmas Antara Makassar dan Minta Ito Melinda Harahap

  (2011) di Puskesmas Padang Bulan Medan.

3. Hubungan peran serta kader posyandu dengan kunjungan ibu yang

  mempunyai balita keposyandu

      Berdasarkan analisa univariat menunjukan bahwa jumlah responden

  dengan peran serta kader yang baik sebanyak 59,0% dan responden dengan

  peran serta kader yang kurang sebanyak 41,0%. Sedangkan berdasarkan

  analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara peran serta

  kaderdengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Penelitian

  ini sejalan dengan teori Sciartino (2005) bahwa salah satu faktor kurang

  aktifnya kinerja kader yaitu pengetahuan kader tentang posyandu yang masih


                                  62
                                                                        63




kurang. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat

pengetahuan kader tentang fungsi dan manfaat posyandu, maka akan semakin

aktif seorang kader dalam kegiatan posyandu, dengan demikian semakin baik

tingkat pengetahuan seorang kader maka peran serta kader dalam posyandu

akan semakin baik pula.

    Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Yuwono 2000

dan Irawati 2001 (dikutip dalam Ridwan et al 2007) bahwa jika motivasi

kader rendah atau kader menjadi jenuh dalam kegiatan posyandu maka bisa

menyebakan kader drop out karena seperti yang kita ketahui bahwa menjadi

kader merupakan pekerjaan sosial yang tidak mempunyai kekuatan mengikat

jadi mereka leluasa untuk keluar menjadi kader apalagi ditambah regenerasi

kader yang belum terencana dengan baik. Faktor lain yang menyebabkan

kader tidak aktif adalah umur kader sudah lebih dari 50 tahun dan lama

menjadi kader kurang dari 10 tahun sehingga posyandu dikelola oleh kader

yang telah berpengalaman menjadi kader sekurangnya 60 bulan atau 5 tahun.

    Hasil penelitian didapatkan responden dengan tingkat pengetahuan rendah

sebanyak 34 responden, 16 responden memiliki kunjungan yang baik dan 18

responden memiliki kunjungan kurang baik. Berdasarkan teori semestinya

persepsi responden tentang peran serta kader kurang baik, kurang berkunjung

ke posyandu tetapi pada kenyataannya didapatkan peran serta kader kurang

baik tetapi kunjungannya ke posyandu kategori baik. Hal ini terjadi karena

peran serta kader bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi


                                63
                                                                        64




kunjungan. Banyak faktor lain yang peran serta kader kurang tetapi memiliki

kunjungan yang baik terhadap posyandu seperti faktor kesibukan dimana

waktu mereka terbatas dan biasanya mereka hanya perhatian pada petugas

kesehatan atau membawa anaknya ke tempat praktek.

    Olehnya itu, saat melakukan penyuluhan kesehatan atau saat kader

melakukan tugasnya termasuk sosialisasi tentang posyandu sebaiknya petugas

kesehatan mendampingi kader sehingga fungsi kader dapat dipahami oleh

masyarakat sehingga kunjungan balita di posyandu dapat meningkat seiring

dengan pro aktifnya kader dalam menjalankan tugasnya bukan hanya saat

kegiatan posyandu berlangsung tetapi juga kegiatan sosialisasi dan

penyuluhan.

    Penelitian ini di dukung oleh teori Rudito (2003) keterampilan dan

pengetahuan kader dalam posyandu merupakan usaha untuk melancarkan

proses pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan, atau masyarakat,

memberikan pengaruh positif pada efektifitas suatu pelayanan. Untuk

meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader di posyandu dalam rangka

peningkatan kualitas kinerja kader di posyandu diperlukan bimbingan dan

pelatihan secara rutin, yaitu pelaksanaan sistem lima meja.

    Dari hasil uji statistik dengan chi square diketahui bahwa ada hubungan

antara peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita.

Penelitian ini sesuai dengan hasil yang diperoleh Ulfa Oktaviani (2008) di

Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek Bandung, Reni Malia (2008)


                                  64
                                                                          65




   di RW 12 Kelurahan Bojo Gede Bogor Jawa Barat, Waluyo (2009) di

   Puskesmas Lainea Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, Abdul

   Razak (2009) di Puskesmas Antara Makassar danMinta Ito Melinda

   Harahap (2011) di Puskesmas Padang Bulan Medan.

4. Hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai

   balita ke Posyandu

       Berdasarkan analisa univariat menunjukan bahwa jumlah responden

   dengan revitalisasi posyandu yang baik sebanyak 61,4% dan responden

   dengan revitalisasi posyandu yang kurang sebanyak 38,6%. Sedangkan

   berdasarkan analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara

   revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita ke

   posyandu. Hal ini berarti bahwa revitalisasi posyandu yang baik mempunyai

   peranan dalam peningkatan jumlah kunjungan balita ke posyandu dimana

   revitalisasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menunjang

   upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi dan kesehatan

   ibu, anak, melalui peningkatan kader, manajemen dan fungsi posyandu.

       Hal ini sejalan dengan teori Kurniasih (2002) seperti dikutip dalam

   Ferizal (2007)   revitalisasi adalah upaya pemberdayaan posyandu dengan

   meningkatkan fungsi kerja dan kinerja posyandu untuk mengurangi dampak

   yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan

   kesehatan ibu dan anak.




                                   65
                                                                        66




    Hasil penelitian didapatkan responden dengan tingkat revitalisasi

posyandu rendah sebanyak 32 responden, 15 responden memiliki kunjungan

yang baik dan 17 responden memiliki kunjungan kurang baik. Berdasarkan

teori semestinya persepsi responden tentang revitalisasi posyandu kurang

baik, kurang berkunjung ke posyandu tetapi pada kenyataannya didapatkan

persepsi responden tentang revitalisasi posyandu kurang baik tetapi

kunjungannya ke posyandu kategori baik. Hal ini terjadi karena revitalisasi

posyandu bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kunjungan.

Banyak faktor lain yang tingkat revitalisasi posyandu kurang tetapi memilki

kunjungan yang baik terhadap posyandu seperti belum meningkatkan

partisipasi dan pengembangan posyandu. Dengan demikian kegiatan

posyandu sudah rutin dilakukan tiap bulan sehingga responden sudah tahu

jadwal posyandu tiap bulannya.

    Dari hasil uji statistik dengan chi square diketahui bahwa ada hubungan

antara revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita.

Penelitian ini sesuai dengan hasil yang diperoleh Abdul Razak (2009) di

Puskesmas Antara Makassar dan Nita Kurnia (2011) di Posyandu

Kelurahan Sukasari Kota Tangerang Jawa Barat.




                                 66
                                                                               67




C. Keterbatasan Penelitian

      Beberapa kendala atau keterbatasan yang dihadapi dan dirasakan oleh peneliti

   dalam penelitian ini diantaranya adalah:

   1. Kemampuan dan pengalaman peneliti yang kurang optimal karena ini

      merupakan pengalaman pertama bagi peneliti dalam melakukan penelitian.

   2. Waktu penelitian yang agak terbatas sehingga peneliti tidak dapat melakukan

      observasi dan wawancara yang mendalam kepada responden untuk

      mendapatkan data yang menunjang hasil penelitian ini.

   3. Instrumen pengukuran dirancang berdasarkan persepsi ibu sehingga

      penilaiannya bersifat objektif sesuai dengan apa yang diketahui oleh

      ibu,karena tidak semua ibu memahami dengan baik tentang posyandu, tugas

      petugas kesehatan,peran kader dan tentang revitalisasi posyandu sehingga

      tidak dapat menilai yang sebenarnya dengan baik.




                                         67
                                                                               68




                                      BAB VI

                                    PENUTUP

   Penutup merupakan bab terakhir dalam penelitian ini. Di dalam bab ini, peneliti

mengambil beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait

pendidikan ibu, pengetahuan ibu, peran serta kader, revitalisasi posyandu serta

kunjungan ibu yang mempunyai balita ke posyandu. Selain itu, peneliti memberikan

saran kepada bidang pelayanan kesehatan dan bidang terkait penelitian ini.

A. Kesimpulan

        Berdasarkan penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat

   diambil kesimpulan bahwa:

    1. Ada hubungan pendidikan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai balita

       keposyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.

    2. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu yang mempunyai

       balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.

    3. Ada hubungan peran serta kader dengan kunjungan ibu yang mempunyai

       balita keposyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.

    4. Ada hubungan revitalisasi posyandu dengan kunjungan ibu yang mempunyai

       balita ke posyandu wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar.




                                         68
                                                                            69




B. Saran

     Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang dilakukan dapat diberikan

  beberapa saran berupa:

  1. Perlunya lebih meningkatkan kinerja dari petugas kesehatan dalam hal

     pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu

     hamil dan ibu yang mempunyai anak balita tentang pentingnya berkunjung ke

     posyandu.

  2. Mengingat keterbatasan peneliti, maka kepada peneliti berikutnya supaya

     melakukan penelitian dengan menggunakan metode yang lain agar penelitian

     dapat lebih optimal.

  3. Perlunya lebih meningkatkan peran serta kader terutama dalam hal

     memotivasi ibu balita berkunjung ke posyandu.

  4. Bagi Instansi terkait dalam hal ini pihak puskesmas supaya lebih

     memperhatikan fungsi dan kinerja posyandu serta penyegaran dan pelatihan

     untuk kader posyandu agar terus termotivasi dalam menjalankan fungsi dan

     perannya di posyandu.




                                     69
                                                                                           70




                                   DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2005). Pedoman Pengelolaan Posyandu. Cetakan ke-1. Pokjanal Posyandu. Jakarta
Adisasmito, W. (2010). Sistem Kesehatan. Edisi I. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo
         Persada.
Budiono. (2002). Modul Statistika Internal. Universitas Padjadjaran Bandung.
Dahlan, M S. 2008. Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Depkes RI. (2011). Buku Kader Posyandu : Dalam Usaha Perbaikan Gizi.
         (http://gizi.depkes.go.id), diakses 21 November 2012.
Depkes RI. (2011). Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. (http://gizi.depkes.go.id),
         diakses 21 November 2012.
Dinkes Sul-Sel. (2012). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan 2011, [e-book],
         (http://bankdata.depkes.go.id/Profil/Indo05/Bab%20IV.pdf),diakses       pada       21
         November 2012.
Entjang, Indan. (2006). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Citra Aditya Bakti.
Fajri, E.Z. (2002). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Difa Publisher.
Ferizal, Y Dan Hasanbasri, M. (2007). Proses Pelaksanaan Manajemen Pelayanan Posyandu
         Terhadap Intensitas Posyandu : Analisis Data Sakerti 2000. KMPK Universitas
         Gadjah                      Mada.                   (http://lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-
         PDF/_working/No.12_Yon_Ferizal_04_07.pdf), diakses 28 Oktober 2012.
Firyadi, I. (2008). Evaluasi Penimbangan Balita di Kota Tanjung Pinang,
         www.muslimpinang.com, Diakses diakses 30 Oktober 2012.
Hasbullah. (2006). Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya
         Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada
Haryono.          (2006).        Membangun          Posyandu         Mandiri.      Damandiri.
         (http://www.damandiri.or.id/file/buku/bukuharyonoposdayabab3a.pdf), diakses 20
         Oktober 2012.
Hermawan, D. (2007). „Posyandu Mendesak Direvitalisasi‟, Jurnal Keluarga ; Informasi K.B
         Dan Kependudukan. p.21-22
Hidayat, A.A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta :
         Salemba Medika.
Ismawati, C.S. (2010). Pos Pelayanan Terpadu dan Desa Siaga. Yogyakarta: Nuha Medika.
Kresno, M. (2008). Laporan Penelitian Studi Pemanfaatan Posyandu di Kelurahan Cipinang
         Kec. Jatinegara Kodya Jakarta Timur. FKM Universitas Indonesia. Jakarta.
Kurnia, N. (2011). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Balita Dalam
         Pemanfaatan Pelayanangizi Balita Di Posyandu Kelurahah Sukasari Kecamatan
         Tangerang Kota Tangerang. Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan
         Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.




                                             70
                                                                                        71




Malia, R. (2008). Hubungan Pelayanan Posyandu Dengan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai
        Balita Ke Posyandu Di RW 12 Kelurahan Bojong Gede Kecamatan Bojong Gede
        Bogor Jawa Barat. Skripsi. Universitas Pembangunan Nasional Veteran.
Marat, S. (2008). Sikap Manusia, Perubahan Serta Pengukurannya. Fakultas Psikologi
        Universitas Padjajaran, Bandung.
Melinda, M.I.T. (2011). Motivasi Masyarakat Berkunjung Ke Posyandu Binaan Puskesmas
        Padang Bulan Medan. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera
        Utara Medan.
Mendagri,       (2001).      Pedoman      Umum      Revitalisasi    Posyandu.    Wordpress.
        (http://sintanauli.files.wordpress.com/2008/07/se-mendagri-193-2001-pedoman-
        umum-revitalisasi-posyandu.pdf), diakses tanggal 28 Oktokber 2012.
Nain, U. (2008). Posyandu : Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Kareso.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2002). Pengantar Pendidikan Kesehatan Dan Ilmu Penilaian.
        Yogyakarta : Andi Offset.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip-Prinsip Dasar.
        Cetakan Ke Dua. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2007). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nursalam. (2008). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi
        II. Jakarta: Salemba Medika.
Oktaviani, U Dan Mardiyah, A. (2008). Hubungan Keaktifan Keluarga Dalam Kegiatan
        Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Desa Rancaekek Kulon Kecamatan
        Rancaekek. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung.
Rudito, Prasetijo Dan Kussairi. (2003). Akses Peran Serta Masyarakat. Pustaka Sinar
        Harapan, Jakarta.
Saryono. (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Mitra Cendikia Press.
Sciartino, (2005). Menuju Kesehatan Madani. Penerbit PT. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Soetjiningsih. (2012). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Graha Medika.
Sembiring, N. (2004). Posyandu Sebagai Saran Peran Serta Masyarakat Dalam Usaha
        Peningkatan          Kesehatan       Masyarakat.       USU       Digital   Library.
        (http://library.usu.ac.id/download/fkm/biostatistik-nasap.pdf), diakses 30 Oktober
        2012.
Pratiknya, A.W. (2008). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan.
        Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Razak, A.M. (2009). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita Di
        Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar. Skripsi. Program Studi Ilmu
        Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Tim Pengajar. (2008). Keperawatan Komunitas. Jakarta: Trans Info Media.




                                            71
                                                                                   72




Tim Penyusun. (2012). Pedoman Panduan Penulisan Skripsi Program Studi Ilmu
         Keperawatan. STIKES Nani Hasanuddin.Makassar.
Trihono, (2005). Arrimes Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma sehat. Jogjakarta:
         Sagung Seto.
Zulkifli. (2003). Posyandu Dan                Kader Kesehatan. USU Digital Library.
         (http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-zulkifli1.pdf), diakses 1 November
         2012.
Wakur. (2007). Ilmu Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: EGC
Waluyo. (2009). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Anak Balita Ke
         Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Skripsi.
         Universitas Haluoleo Kendari.




                                         72
                                                                                       73




Lampiran 1

                  SURAT PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada yth.

Ibu Calon Responden

Dengan Hormat,

        Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu

Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar, dengan :

        Nama            : La Ode Muhamad Syahrir
        NIM             : NH. O2 11 100
        Hendak melaksanakan penelitian dengan judul “ Faktor-Faktor yang Berhubungan

Dengan Kunjungan Ibu Yang mempunyai Balita ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas

Tamalanrea Makassar”.

        Bahwa penelitian ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi responden.

Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya digunakan untuk

kepentingan penelitian. Jika ibu tidak bersedia menjadi responden tidak ada ancaman maupun

sanksi bagi ibu. Jika ibu telah menjadi responden dan terjadi hal yang merugikan, maka ibu

boleh mengundurkan diri dan tidak berpartisipasi dalam penelitian.

        Saya sebagai peneliti mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan ibu menjadi

responden dalam penelitian ini.


                                                             Peneliti




                                             73
                                                                                        74




Lampiran 2
                    LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN



         Saya bertanda tangan di bawah ini , bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian

yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar, dengan :

Nama            :

Alamat          :



Judul Penelitian : “Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu yang

                      Mempunyai Balita ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea

                      Makassar”.

         Saya berharap penelitian ini tidak akan mempunyai dampak negatif serta merugikan

bagi saya dan keluarga saya, sehingga pertanyaan yang akan saya jawab, benar-benar dapat

dirahasiakan.

         Demikian lembar persetujuan ini saya tanda tangani dan kiranya dipergunakan

sebagaimana mestinya.



                                                       Makassar,    Desember 2012

                                                                Responden



                                                       (……………….…………..)




                                            74
                                                                                    75




Lampiran 3

Kuesioner                                                     No. Responden:

 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU YANG
    MEMPUNYAI BALITA KE POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS
                   TAMALANREA MAKASSAR

Petunjuk: Berilah Tanda Silang (X) Pada Jawaban Yang Anda Anggap Benar
I.   Karakteristik Responden
     Inisial           :
     Umur              :        < 20 Tahun                         >30 Tahun
                                20 – 30 Tahun
     Pendidikan Ibu :           Tinggi
                                Rendah
    Pekerjaan Ibu      :        PNS                                IRT
                                Swasta

II. Pengetahuan Ibu
    1. Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan
       untuk masyarakat dibantu petugas kesehatan oleh suatu wilayah kerja puskesmas.
               Benar                          Salah
    2. Salah satu tujuan dari posyandu adalah menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB),
       Angka Kematian Ibu ( ibu hamil, melahirkan dan nifas).
               Benar                          Salah
    3. Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan setiap kegiatan posyandu.
               Benar                          Salah
    4. Salah satu sasaran dari pelayanan di posyandu ditujukan kepada ibu hamil dan ibu
       nifas.
               Benar                          Salah
    5. Tugas dan peran kader posyandu adalah melaksanakan pendaftaran, melaksanakan
       penimbangan balita dan memberi penyuluhan dan membantu pelayanan kesehatan.
               Benar                          Salah
    6. Sistem pelayanan posyandu terdiri dari 5 meja.
               Benar                          Salah
    7. Pada pelayanan posyandu terdapat sistem 5 meja. Meja kedua melakukan pelayanan
       pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat).
               Benar                          Salah
    8. Pelayanan di posyandu hanya untuk imunisasi.
               Benar                          Salah



                                          75
                                                                                    76




       9. Kegiatan posyandu rutin dilakukan tiap perbulan.
                  Benar                         Salah
       10. Posyandu merupakan pelayanan yang dimiliki dan berguna bagi masyarakat
           khususnya ibu dan anak.
                  Benar                         Salah

III.     Peran Serta Kader
         1. Apakah petugas kader hadir setiap kegiatan rutin posyandu dan datang tepat
             waktu pada saat jam buka posyandu ?
                    Ya                         Tidak
         2. Apakah petugas kader menyiapkan tempat pelaksanaan, peralatan, sarana dan
             prasarana sebelum pelaksanaan posyandu ?
                     Ya                        Tidak
         3. Apakah petugas kader melaksanakan pelatihan kader sebagai tenaga
             pendamping?
                     Ya                        Tidak
         4. Apakah kader aktif melakukan kunjungan ke rumah untuk mengingatkan pergi
             ke posyandu?
                     Ya                        Tidak
         5. Apakah kader memberikan penyuluhan mengenai hasil dari penimbangan anak
             anda?
                     Ya                        Tidak
         6. Apakah petugas kader di posyandu tampak ramah dan terampil dalam
             memberikan pelayanan?
                     Ya                        Tidak
         7. Apakah para kader diberikan sarana operasional seperti dacin, KMS/Buku KIA,
             panduan posyandu dan lain-lain ?
                     Ya                        Tidak
         8. Apakah petugas kader diberikan pemberdayaan ekonomi kader/insentif?
                     Ya                        Tidak
         9. Apakah kader dapat memberikan makanan tambahan(PMT) saat kegiatan
             posyandu?
                     Ya                        Tidak
         10. Apakah para petugas kader hubungannya akrab dengan tokoh-tokoh masyarakat
             setempat?
                     Ya                        Tidak




                                           76
                                                                                 77




IV.   Revitalisasi Posyandu
      1. Apakah di posyandu melakukan pelatihan petugas kesehatan ?
                      Ya                          Tidak
      2. Apakah di posyandu mengadakan pelatihan ulang kader?
                      Ya                          Tidak
      3. Apakah di posyandu melaksanakan pembinaan dan pendampingan kader?
                      Ya                          Tidak
      4. Apakah di posyandu tersedia sarana yang memadai dan lengkap ?
                      Ya                          Tidak
      5. Apakah di posyandu menyiapkan penyediaan biaya operasional?
                      Ya                          Tidak
      6. Apakah di posyandu terdapat petugas kader yang membantu petugas kesehatan
          dalam pelaksanaan kegiatan posyandu?
                      Ya                          Tidak
      7. Apakah di posyandu diberikan penyuluhan mengenai imunisasi dan penyakit –
          penyakit yang sering terjadi?
                      Ya                          Tidak
      8. Apakah di posyandu menyiapkan penyediaan pemberdayaan ekonomi kader?
                      Ya                          Tidak
      9. Apakah di posyandu melakukan pemungutan biaya sebagai dana untuk
          melaksanakan kegiatan posyandu?
                      Ya                          Tidak
      10. Apakah petugas kesehatan yang ada pada kegiatan posyandu bekerja dengan
          baik?
                      Ya                          Tidak
V. Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu
     1. Apakah anda datang ke posyandu bersama anak anda atas kemauan anda
        sendiri?
                  Ya                               Tidak
     2. Apakah anak anda diikutsertakan saat dilakukan imunisasi balita di posyandu?
                  Ya                               Tidak
     3. Apakah anak anda mendapat pelayanan penimbangan?
                  Ya                               Tidak
     4. Apakah anak anda dibawa ke posyandu untuk ditimbang setiap bulan?
                  Ya                               Tidak
     5. Apakah anda menanyakan tentang kegiatan apa saja yang dilakukan di
        posyandu?
                  Ya                               Tidak

       6. Apakah anda mendapat manfaat dari mengunjungi posyandu?
                    Ya                           Tidak



                                        77
     78




78
     79




79
     80




80
                                                                                                      81




Lampiran 5
                                   FREKUENSI TABEL
                                         Umur Responden
                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid   20 - 30 tahun                    52                62.7               62.7               62.7
        > 30 tahun                       31                37.3               37.3              100.0
        Total                            83            100.0                 100.0

                                     Pendidikan Responden

                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid    rendah                          38                45.8               45.8               45.8
         tinggi                          45             54.2                  54.2              100.0
         Total                           83            100.0                 100.0
                                    Pengetahuan Responden

                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid    Kurang                          39                47.0               47.0               47.0
         Baik                            44                53.0               53.0              100.0
         Total                           83            100.0                 100.0
                                         Peran Serta Kader

                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid    Kurang                          34                41.0               41.0               41.0
         Baik                            49                59.0               59.0              100.0
         Total                           83            100.0                 100.0
                                     Revitalisasi Posyandu

                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid    kurang                          32                38.6                   38.6           38.6
         Baik                            51                61.4                   61.4          100.0
         Total                           83            100.0                 100.0
                        Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu

                                                                                         Cumulative
                             Frequency           Percent          Valid Percent           Percent
Valid    kurang                          27                32.5                   32.5           32.5
         baik                            56                67.5                   67.5          100.0
         Total                           83            100.0                 100.0




                                                81
                                                                                                                 82




Lampiran 6
                                        HASIL ANALISIS SPSS
                                         Case Processing Summary
                                                                          Cases
                                                  Valid                   Missing                    Total
                                             N         Percent        N         Percent        N           Percent
Pendidikan Responden * Kunjungan Ibu             83        100.0%         0            .0%          83      100.0%
yang Mempunyai Balita ke Posyandu


Pengetahuan Responden * Kunjungan                83        100.0%         0            .0%          83      100.0%
Ibu yang Mempunyai Balita ke
Posyandu

Peran Serta Kader * Kunjungan Ibu                83        100.0%         0            .0%          83      100.0%
yang Mempunyai Balita ke Posyandu


Revitalisasi Posyandu * Kunjungan Ibu            83        100.0%         0            .0%          83      100.0%
yang Mempunyai Balita ke Posyandu




Pendidikan Responden * Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu Crosstabulation

                                                                    Kunjungan Ibu yang Mempunyai
                                                                          Balita ke Posyandu
                                                                       kurang                Baik            Total
Pendidikan         rendah    Count                                                19                 19              38
Responden                    Expected Count                                     12.4                25.6         38.0
                             % within Pendidikan Responden                    50.0%             50.0%        100.0%
                             % within Kunjungan Ibu yang                      70.4%             33.9%          45.8%
                             Mempunyai Balita ke Posyandu
                             % of Total                                       22.9%             22.9%          45.8%
                   tinggi    Count                                                8                  37              45
                             Expected Count                                     14.6                30.4         45.0
                             % within Pendidikan Responden                    17.8%             82.2%        100.0%
                             % within Kunjungan Ibu yang                      29.6%             66.1%          54.2%
                             Mempunyai Balita ke Posyandu
                             % of Total                                        9.6%             44.6%          54.2%
Total                        Count                                                27                56             83

                             Expected Count                                     27.0                56.0         83.0
                             % within Pendidikan Responden                    32.5%             67.5%        100.0%
                             % within Kunjungan Ibu yang                      100.0%           100.0%        100.0%
                             Mempunyai Balita ke Posyandu
                             % of Total                                       32.5%             67.5%        100.0%



                                                      82
                                                                                                                     83




                                                   Chi-Square Tests
                                                                                                                  Exact
                                                                                                                 Sig. (1-
                        Value        df           Asymp. Sig. (2-sided)           Exact Sig. (2-sided)           sided)
                                 a
Pearson Chi-Square       9.746            1                           .002
Continuity               8.333            1                           .004
Correctionb
Likelihood Ratio         9.913            1                           .002
Fisher's Exact Test                                                                                      .002       .002
N of Valid Cases            83
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12.36.
b. Computed only for a 2x2 table



                                                  Symmetric Measures
                                                                                       Value             Approx. Sig.
Nominal by Nominal                        Contingency Coefficient                              .324                 .002
N of Valid Cases                                                                                 83




                                                     Risk Estimate
                                                                                                 95% Confidence
                                                                                                    Interval
                                                                                   Value       Lower            Upper
Odds Ratio for Pendidikan Responden (rendah / tinggi)                                  4.625      1.711          12.499
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu = kurang                    2.813      1.391           5.688
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu = baik                       .608       .430            .859
N of Valid Cases                                                                          83


Pengetahuan Responden * Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu
Crosstabulation


                                                                             Kunjungan Ibu yang
                                                                          Mempunyai Balita ke Posyandu
                                                                             kurang            Baik               Total
Pengetahuan Responden       kurang        Count                                       20                 19               39
                                          Expected Count                           12.7               26.3              39.0
                                          % within Pengetahuan                   51.3%            48.7%            100.0%
                                          Responden




                                                          83
                                                                                                                  84




                                      % within Kunjungan Ibu                74.1%               33.9%         47.0%
                                      yang Mempunyai Balita ke
                                      Posyandu
                                      % of Total                            24.1%               22.9%         47.0%
                            baik      Count                                      7                  37              44
                                      Expected Count                          14.3                29.7             44.0
                                      % within Pengetahuan                  15.9%               84.1%        100.0%
                                      Responden
                                      % within Kunjungan Ibu                25.9%               66.1%         53.0%
                                      yang Mempunyai Balita ke
                                      Posyandu
                                      % of Total                             8.4%               44.6%         53.0%
Total                                 Count                                     27                  56            83
                                      Expected Count                          27.0                56.0             83.0
                                      % within Pengetahuan                  32.5%               67.5%        100.0%
                                      Responden
                                      % within Kunjungan Ibu               100.0%               100.0%       100.0%
                                      yang Mempunyai Balita ke
                                      Posyandu
                                      % of Total                            32.5%               67.5%        100.0%



                                               Chi-Square Tests

                                                        Asymp. Sig. (2-    Exact Sig. (2-         Exact Sig. (1-
                                   Value       df          sided)             sided)                 sided)
Pearson Chi-Square                 11.787a          1               .001
                        b
Continuity Correction              10.230           1               .001
Likelihood Ratio                   12.115           1               .001
Fisher's Exact Test                                                                      .001                 .001
Linear-by-Linear Association       11.645           1               .001
N of Valid Cases                        83
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12.69.
b. Computed only for a 2x2 table

                                              Symmetric Measures

                                                                                Value              Approx. Sig.
Nominal by Nominal                    Contingency Coefficient                            .353                 .001
N of Valid Cases                                                                          83




                                                        84
                                                                                                            85




                                           Risk Estimate
                                                                                     95% Confidence
                                                                                        Interval
                                                                      Value        Lower          Upper
Odds Ratio for Pengetahuan Responden (kurang / baik)                       5.564    2.000           15.479
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu =               3.223    1.530            6.790
kurang
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu =                .579     .410             .819
baik
N of Valid Cases                                                              83


Peran Serta Kader * Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu
Crosstabulation

                                                               Kunjungan Ibu yang Mempunyai
                                                                     Balita ke Posyandu
                                                                  kurang            Baik            Total
Peran Serta    kurang    Count                                              18              16              34
Kader                    Expected Count                                    11.1            22.9           34.0
                         % within Peran Serta Kader                    52.9%           47.1%        100.0%
                         % within Kunjungan Ibu yang                   66.7%           28.6%         41.0%
                         Mempunyai Balita ke Posyandu
                         % of Total                                    21.7%           19.3%         41.0%
               baik      Count                                                9             40              49
                         Expected Count                                    15.9            33.1           49.0
                         % within Peran Serta Kader                    18.4%           81.6%        100.0%
                         % within Kunjungan Ibu yang                   33.3%           71.4%         59.0%
                         Mempunyai Balita ke Posyandu
                         % of Total                                    10.8%           48.2%         59.0%
Total                    Count                                             27              56            83
                         Expected Count                                    27.0            56.0           83.0
                         % within Peran Serta Kader                    32.5%           67.5%        100.0%
                         % within Kunjungan Ibu yang                  100.0%          100.0%        100.0%
                         Mempunyai Balita ke Posyandu
                         % of Total                                    32.5%           67.5%        100.0%




                                                 85
                                                                                                                 86




                                              Chi-Square Tests


                                                       Asymp. Sig. (2-      Exact Sig. (2-      Exact Sig. (1-
                                  Value     df            sided)               sided)              sided)
Pearson Chi-Square               10.932a         1                   .001

Continuity Correctionb             9.413         1                   .002

Likelihood Ratio                  10.959         1                   .001

Fisher's Exact Test                                                                     .002                  .001

Linear-by-Linear Association      10.800         1                   .001

N of Valid Cases                      83
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 11.06.
b. Computed only for a 2x2 table


                                           Symmetric Measures

                                                                              Value            Approx. Sig.
Nominal by Nominal                Contingency Coefficient                             .341                .001
N of Valid Cases                                                                        83

                                                     Risk Estimate
                                                                                               95% Confidence
                                                                                                  Interval
                                                                                    Value      Lower     Upper
Odds Ratio for Peran Serta Kader (kurang / baik)                                       5.000    1.861      13.431
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu = kurang                    2.882    1.475       5.633
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu = baik                       .576     .394        .843
N of Valid Cases                                                                          83




                                                         86
                                                                                                 87




Revitalisasi Posyandu * Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu
Crosstabulation

                                                            Kunjungan Ibu yang Mempunyai
                                                                  Balita ke Posyandu

                                                               kurang          Baik          Total
Revitalisasi Posyandu   kurang   Count                                   17            15            32

                                 Expected Count                         10.4          21.6      32.0

                                 % within Revitalisasi             53.1%          46.9%      100.0%
                                 Posyandu
                                 % within Kunjungan Ibu            63.0%          26.8%       38.6%
                                 yang Mempunyai Balita ke
                                 Posyandu
                                 % of Total                        20.5%          18.1%       38.6%

                        baik     Count                                   10            41            51

                                 Expected Count                         16.6          34.4      51.0

                                 % within Revitalisasi             19.6%          80.4%      100.0%
                                 Posyandu
                                 % within Kunjungan Ibu            37.0%          73.2%       61.4%
                                 yang Mempunyai Balita ke
                                 Posyandu
                                 % of Total                        12.0%          49.4%       61.4%
Total                            Count                                   27            56            83

                                 Expected Count                         27.0          56.0      83.0

                                 % within Revitalisasi             32.5%          67.5%      100.0%
                                 Posyandu
                                 % within Kunjungan Ibu           100.0%         100.0%      100.0%
                                 yang Mempunyai Balita ke
                                 Posyandu
                                 % of Total                        32.5%          67.5%      100.0%




                                                  87
                                                                                                                   88




                                               Chi-Square Tests

                                                      Asymp. Sig. (2-      Exact Sig. (2-        Exact Sig. (1-
                                     Value      df       sided)               sided)                sided)
Pearson Chi-Square                   10.064a      1               .002
                        b
Continuity Correction                  8.595      1               .003
Likelihood Ratio                       9.995      1               .002
Fisher's Exact Test                                                                   .003                   .002
Linear-by-Linear Association           9.943      1               .002
N of Valid Cases                          83
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10.41.
b. Computed only for a 2x2 table


                                               Symmetric Measures

                                                                             Value                Approx. Sig.
Nominal by Nominal                 Contingency Coefficient                            .329                        .002
N of Valid Cases                                                                         83




                                                 Risk Estimate
                                                                                      95% Confidence Interval
                                                                         Value         Lower            Upper
Odds Ratio for Revitalisasi Posyandu (kurang / baik)                       4.647              1.744         12.378
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu =               2.709              1.423          5.159
kurang
For cohort Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu =                .583               .394           .864
baik
N of Valid Cases                                                                 83




                                                      88
                                                                                                             89




                                           Variables in the Equation
                                                                                              95% C.I.for
                                                                                                EXP(B)
                                   B       S.E.       Wald       df       Sig.    Exp(B)    Lower    Upper
Step 1a    penddkn(1)              .008     1.134        .000         1    .994     1.008     .109       9.308
           pengthuan              1.220     1.190       1.052         1    .305     3.388     .329    34.899
           prnsertkader            .374     1.282        .085         1    .771     1.453     .118    17.930
           revitlpos               .215     1.072        .040         1    .841     1.240     .152    10.139
           Constant              -1.954     2.319        .710         1    .399      .142
a. Variable(s) entered on step 1: penddkn, pengthuan, prnsertkader, revitlpos.




                                                       89
     90




90
     91




91
     92




92
     93




93
     94




94
                                                                             95




Lampiran 12
                              DAFTAR RIWAYAT HIDUP




Nama                    : La Ode Muhamad Syahrir

Jenis Kelamin           : Laki – Laki

Tempat/Tanggal Lahir    : Lasunapa, 18 Agustus 1983

Agama                   : Islam

Asal                    : Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara

Alamat Rumah            : Jln. Poros Raha Napabale No. 82 Raha

                           Kab. Muna Sulawesi Tenggara

Email                   : am.sjahrir@gmail.com

Twitter                 : @amsyahrir



PENDIDIKAN FORMAL

 No.                          Riwayat Pendidikan                  Tahun

  1.      SDN 1 Waara                                            1990-1996

  2.      SLTP Negeri 4 Katobu                                   1996-1999

  3.      SMU Negeri 2 Raha                                      1999-2002

  4.      AKPER Pemkab. Muna                                     2002-2005

  5.      S1 PSIK STIKES Nani Hasanuddin Makassar                2011-2013




                                           95

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/5/2013
language:Unknown
pages:108