Docstoc

Contoh Cerpen

Document Sample
Contoh Cerpen Powered By Docstoc
					                        Cinta Pada Sebuah Mimpi
                                      oleh: Andri Rusly

                                                Dialah Tiara atau biasa dipanggil Ara. Cantik,
                                                manis, dan pintar. Andre terkadang merasa
                                                minder apabila berada di dekat Tiara. Andre
                                                bisa dibilang beruntung sekali bisa dekat dan
                                                akrab dengan Tiara. Meskipun Andre agak
                                                telmi tapi Tiara tidak pernah bosan untuk
                                                memberikan advice atau nasehat-nasehat
                                                yang membuat Andre semangat dan bangkit
                                                kembali. Duh, Tiara di mata Andre adalah
                                                sebagai guru sekaligus cewek ‘super’. Belum
                                                ada yang bisa menandingi Tiara. Baru kali ini
                                                kayaknya Andre bisa menilai sosok cewek
                                                yang betul-betul baik dan sempurna. “Kau
                                                begitu sempurna di mataku kau begitu
                                                indah…..” begitu Andre menyanyikan lagunya
                                                Andra and The Backbone setiap Andre
                                                menghayalkan sosok Tiara di
                                                kamarnya.Sampai tidak terasa sudah setahun
                                                persahabatan mereka berdua, tanpa disadari
ada perubahan dalam diri Andre. Tiara bukan saja sebagai teman. Tapi lebih dari itu. Entah
darimana awalnya perasaan itu. Atau seringnya kebersamaan dapat menimbulkan cinta?

“Bisa juga begitu Ndre” kata Jo suatu ketika mereka bertemu, ”karena sering bertemu bisa
menimbulkan cinta. Tapi apa kamu nggak takut kalau persahabatan kamu rusak gara-gara
cinta?” Jo mencoba memberi pandangan.

“Iya juga tapi mau bagaimana lagi Jo? Cinta kan nggak bisa ditahan kapan mau datangnya?”

“Benar, Ndre, kamu tahu nggak? Cinta adalah api yang dingin. Siapa yang mendekatinya tidak
akan terbakar tetapi tertangkap”

“Huu, omonganmu seperti profesor. Lagi encer, ya pikiran kamu?.”

“Iya dong, memangnya kamu, Ndre! Tahunya cuma pacaran doang. Nggak tahu makna
sebenarnya apa itu cinta ”

“Halah Jo….ini juga kamu lagi kadang-kadang pinternya. Cuma gara-gara tadi makan bakso
Malang aja, kan mangkanya pikiran kamu encer?”

“Hahaha….!” Keduanya tertawa bersama melepas kejenuhan.

Hari itu Andre merasa gelisah. Entah kenapa Tiara begitu kuat melekat dalam pikirannya. Andre
mencoba untuk bersikap biasa seperti hari-hari sebelumnya. Huh, tetap tidak bisa juga. Sampai
suatu ketika ada yang tidak beres terjadi pada Tiara. Tadi dia menelpon Andre dan cerita
panjang lebar tentang perlakuan Toto. Andre panas mendengarnya, Andre cemburu. Berani-
beraninya Toto nggodain Tiara. Menyakiti Tiara. Dalam kamus Andre adalah jangan sampai
Tiara disakiti oleh siapapun.

“Kamu tenang ya, Ra” bujuk Andre kepada Tiara. “Kamu gak usah terlalu sedih begitu. Kan
masih ada aku”

“Iya, makasih Ndre” Terdengar isak tangisnya tersendat-sendat dari seberang sana. Andre
semakin trenyuh mendengarnya.
Dimatikannya handphone. Dipikirkannya baik-baik cara membalas sakit hati Tiara. Hmm….Andre
sudah gelap mata. Tangannya mengepal keras. Dan benar keesokan harinya Tiara mendengar
kabar Toto sudah berada di rumah sakit. Mukanya babak belur, matanya bengkak, hidungnya
berdarah dan masih banyak lagi. Tapi mengapa tiba-tiba Tiara datang ke rumah Andre malah
melabraknya habis-habisan. Tiara marah besar kepada Andre.

“Pokoknya aku nggak mau menganggap kamu sahabat aku lagi. Aku nggak mau meliat kamu
lagi, Ndre. Kamu jahat!” begitu ancaman Tiara sambil meninggalkan Andre.

Andre bingung. Belum sempat Andre bertanya kenapa, Tiara sudah pergi meninggalkan Andre.
Aduh, ada apa dengan Tiara? Kok tiba-tiba marah seperti itu. Tidak biasanya Tiara semarah itu.
Hancur sudah. Semua kenangan manis waktu bersama Tiara musnah. Tidak ada lagi cewek
‘super’ dalam diri Andre. Tidak ada lagi cewek cantik sekaligus guru dalam diri Andre. Sampai-
sampai Andre mendengar kabar Tiara pacaran dengan Toto.

“Pantas saja Tiara marah besar. Rupanya Tiara nggak rela kalau Toto aku labrak?” bisik hati
Andre.

Bertambah pilu hati Andre. Hilang harapannya untuk mendapatkan Tiara. “Kenapa dulu tidak aku
ungkapkan saja perasaan cintaku pada Tiara?” Sekarang Andre sudah benar-benar merasa
kehilangan. pegangan.

Sejak itu Andre menjadi banyak melamun. Apalagi ketika berpapasan dengan Tiara di jalanpun
Tiara cuek saja. Seakan-akan tidak pernah mengenal Andre. Andre cuma bisa menatap Tiara
dari kejauhan. Tanpa bisa menggandeng lagi tangannya, tanpa bisa lagi bercanda dengan Tiara.
Gone with the wind. Terbang bersama angin.

Siang itu matahari begitu terik. Biasanya siang hari begini terasa begitu sejuk karena waktu itu
berjalan bergandengan tangan bersama Tiara. Sambil bercanda bersama sepanjang jalan.
Terasa sekali Andre kini sendiri. Entah sampai kapan sendiri itu terus berlanjut.

Tiba-tiba Lamunan Andre buyar ketika di hadapannya telah hadir lima orang anak muda.
Wajahnya sangar. Tubuhnya tinggi tegap.

“Heh, kamu Andre, ya?” tanya salah seorang dari mereka. Andre mengangguk. Belum sempat
Andre bertanya apalagi berpikir wajahnya sudah dihajar. Bak ! Buk! Brak! Aduh! Auw!. Huh, five
in one!. Tidak tanggung-tanggung lima lawan satu. Jelas sekali Andre sekarang yang babak
belur. Masuk rumah sakit. Sepi. Sunyi. Dimana-mana serba putih termasuk perban di wajahnya.
Hmm, kasihan Andre. Kini hanya bisa tergolek lemah tak berdaya. Cuma ada seseorang wanita
yang rajin menemani Andre yaitu Retna. Teman sekelas Andre. Setiap waktu Retna yang selalu
menemani Andre sambil membawa segala macam makanan dan buah-buahan. Cerita sana-sini
untuk menghibur Andre.

Tiba-tiba timbul dalam hati Andre cewek super selain Tiara. Betulkah Retna cewek super
pengganti Tiara? Retna yang selalu menemani Andre di saat Andre menderita, Retna yang
selalu bercerita tentang mimpi-mimpi indah, tentang apa itu cinta. Ya, Retna yang telah
menemukan Andre dalam keterasingan. Dalam ketakberdayaan. Dalam kesendirian.

“Makasih ya, Na, kamu sudah menyempatkan waktu buat menemaniku” suara Andre lemah.
Sambil menahan sakit di bibirnya yang pecah terkena bogem mentah lima pemuda tempo hari.

“Ah, nggak usah sentimentil begitu. Aku ikhlas kok. Bukan saja karena aku sayang kamu, tapi
karena aku hanya ingin menjadi orang yang kamu butuhkan di saat apapun” suara Retna serak
karena tertahan oleh air mata yang membasahi pipinya.

“Maafkan aku Na, aku sudah tidak mempedulikan kamu selama ini?” kata Andre sambil menyeka
air mata Retna dengan telapak tangannya.

“Tidak apa apa, Ndre. Aku menyadari itu. Kamu tidak mencintaiku”

Mata Andre basah. Dipandanginya Retna. “Dalam bening bola matamu, kau pandang aku, dalam
putihnya hati kita, entah aku yang membutuhkanmu atau kamu yang mencintaiku?” hati Andre
terus bergumam. Menilai-nilai apakah Retna telah hadir untuk mengusir kesepiannya, untuk
mengisi relung hatinya yang paling dalam…?

Beruntung Andre cepat sembuh. Seperti biasa Andre berangkat ke sekolah namun tiba-tiba
matanya menangkap dari kejauhan Toto dan komplotannya petentang-petenteng. Semakin
angkuh sambil menggandeng Susi. “Cewek mana lagi tuh yang digandeng Toto?” Bisik hati
Andre. Pikirannya langsung tertuju kepada Tiara. jangan-jangan telah terjadi sesuatu terhadap
Tiara. Terus berkecamuk. Gelisah. Hingga jam istirahat Andre memintak ijin untuk pulang
sekolah lebih cepat. Dan langsung ke rumah Tiara.

Sampai disana benar juga telah terjadi sesuatu. Kelihatan Tiara habis menangis. Matanya
merah, basah oleh air mata.

“Toto sudah mutusin aku, Ndre” suara Tiara sambil menangis. Andre sedih mendengarnya. “Aku
terlalu bermimpi” kata Tiara kembali. “Padahal aku nggak tahu cara-cara meraih mimpi. Dulu aku
terlalu menaruh harapan-harapan manis kepada Toto, hingga aku tega meelupakan kamu, Ndre.
Sekarang aku menanggung akibatnya. Kamu dulu pernah memberikan pelajaran bagaimana
caranya meraih mimpi tapi aku yang bodoh tidak mau menuruti kata-kata kamu. Sekarang pasti
kamu nggak mau menerima aku lagi. Iya kan, Ndre?”

Andre kebingungan. Baru kali ini Andre melihat Tiara menangis. “Ra, aku nggak pernah melihat
matamu menangis saat kamu menatap angkuhnya dunia, bibirmu tak pernah berucap sesal saat
kamu hadapi berjuta kegetiran. Namun sepenggal cinta telah mampu mengoyakkan indahnya
matamu hingga kering airmata, sepenggal cinta telah mampu menggetarkan bibirmu untuk
berucap cinta”

Tangan Andre memeluk erat tubuh Tiara. Ada rasa rindu bergelayut dalam dadanya. Ada rasa
kangen bersemayam dalam hatinya. Pikirannya dipenuhi seribu tanya sejuta bimbang. Tiba-tiba
terbayang wajah Retna. Cewek ‘super’ yang selalu menemani Andre saat Andre mengalami
kesusahan, yang selalu memberi semangat saat Andre patah semangat. Sekarang Andre
dihadapkan kembali pada sosok diri Tiara, cewek ‘super’ yang sudah pertama kali sanggup
membuat Andre uring-uringan. Apa benar cinta sejati datang pada saat cinta pertama, dan cinta
selanjutnya adalah cinta yang dibuat dengan perhitungan? Sekarang Andre dituntut oleh dua
kenyataan. Tiara dan Retna. Mereka sama-sama cewek ‘super’. Sama-sama memberikan kesan
manis. Sekarang Andre yang merasa bodoh. Andre tidak mampu meraih mimpi-mimpi manisnya.
Andre tidak punya lagi guru yang super yang bisa mengajarkan bagaimana caranya meraih
mimpi, bagaimana caranya meraih harapan-harapan manis. Andre tidak mampu…

Smber: http://cerpen.gen22.net/2012/08/cerpen-cinta-remaja-cinta-pada-sebuah.html

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:2
posted:5/4/2013
language:
pages:3