Docstoc

skripsi pendidikan biologi pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar

Document Sample
skripsi pendidikan biologi pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar IPA-Biologi siswa   kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar Powered By Docstoc
					                                  BAB I

                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

       Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia yang telah dimulai

sejak dari buaian hingga ke liang lahat. Oleh sebab itu, setiap manusia wajib

untuk belajar baik melalui jalur pendidikan formal, informal, maupun non

formal karena belajar merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Tanpa belajar maka tak ada ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh.

       Semakin     perlunya   manusia    akan   ilmu    pengetahuan,   maka

perkembangan sangat pesat dari waktu ke waktu. Hingga saat ini

perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin tinggi dan maju.

Kemajuan suatu bangasa diukur dari tingkat kemajuan pengetahuan dan

teknologi karena semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa

semakin maju taraf hidup dan kesejahteraan penduduknya.

       Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang ingin maju dalam

bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah menetapkan ilmu pengetahuan

dan teknologi pembangunan di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada

bidang penguasaan IPTEK sebagaimana yang tercantum dalam GBHN (1998)

yakni: “Titik berat pembangunan pendidikan di Indonesia diletakkan pada

mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan serta perluasan belajar pada jenjang

                                     1
                                                                             2


pendidikan menengah pertama dalam rangka perluasan persiapan wajib belajar

pada pendidikan menengah pertama, dalam rangka meningkatkan mutu

pendidikan khususnya untuk memacu penguasaan ilmu pengetahuan dan

teknologi”.

        Salah satu indikator yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu

lembaga pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas adalah

tercermin dari prestasi belajar yang dicapai atau nilai yang diperoleh pada

setiap mata pelajaran yang disajikan pada lembaga pendidikan tersebut

termasuk dalam mata pelajaran matematika.

        Beberapa hasil penelitian di Indonesia yang telah memberikan

gambaran rendahnya hasil matematika siswa diungkapkan Djojonegoro (1994)

bahwa: “Pencapaian Nilai Ebtanas Murni siswa SLTP dan SLTA dalam bidang

studi IPA san matematika hampir selalu terendah bila dibandingkan dengan

bidang studi yang lain;. Hal ini merupakan masalah yang sangat

memprihatinkan bagi semua pihak, dan rendahnya hasil belajar matematika

tersebut diasumsikan karena ada hambatan yang dialami siswa.

        Hambatan yang dimaksud tersebut dapat berupa faktor internal (dari

dalam diri siswa) maupun faktor eksternal (dari luar diri siswa), di antaranya:

fasilitas belajar, partisipasi orang tua, kebiasaan belajar, aktivitas belajar,

motivasi berprestasi, sikap terhadap sekolah serta kemampuan dasar lainnya.
                                                                             3


Dari beberapa faktor tersebut, faktor partisipasi orang tua merupakan faktor

yang cukup penting dibandingkan dengan beberapa faktor lainnya. Hal tersebut

sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bedjo (1996) bahwa:

“Berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan dan prestasi

belajar siswa di antaranya adalah siswa sebagai individu, lingkungan keluarga,

lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat”.

        Pendapat lain juga dikemukakan oleh Suryabrata (1988) bahwa:

“Faktor yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar adalah faktor dari

dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa. Faktor dari dalam diri siswa

meliputi kondisi psikologis dan fisiologis, sedangkan faktor dari laut meliputi

lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat serta kelengkapan berbagai

sarana dan prasarana dalam belajar. Selanjutnya dikemukakan pula oleh Bejdo

(1999) bahwa keberadaan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar dan

prestasi belajar siswa terdapat hubungan yang saling terkait. Bakat yang ada

dalam diri siswa misalnya agar dapat berkembang baik, maka perlu ada

dorongan dari keluarga dan masyarakat. Sebaliknya, lingkungan yang kurang

mendukung dapat menghambat perkembangan siswa itu sendiri.

        Dari uraian di atas, maka dapat dinyatakan bahwa dari beberapa faktor

yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, faktor partisipasi orang tua

merupakan faktor yang memegang peranan yang sangat penting. Hal ini tidak
                                                                               4


terlepas dari adanya bahwa partisipasi orang tua berperan dalam pembentukan

sikap siswa dan prestasi yang cukup dan berkualitas serta sikap yang

demokratis dan bijaksana dari orang tua siswa dapat meningkatkan keinginan

untuk lebih giat belajar supaya dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.

         Setiap orang memberikan partisipasi dalam kegiatan belajar anak-

anaknya dengan cara yang berbeda-beda. Adanya perbedaan tersebut

disebabkan karena latar belakang keluarga yang berbeda pula. Latar belakang

yang dimaksudkan di sini adalah pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua,

pendidikan orang tua, tingkat sosial ekonomi orang tua, wawasan orang tua,

dan komunikasi antara orang tua dengan anaknya. Dan beberapa latar belakang

tersebut, pertama pendidikan orang tua merupakan faktor yang biasanya dapat

mempengaruhi partisipasi mereka terhadap anaknya, sehingga secara langsung

atau tidak langsung berpengaruh pula terhadap prestasi belajar yang diperoleh

siswa.

         Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, penulis

berasumsi bahwa partisipasi orang tua dapat mempengaruhi prestasi belajar

siswa termasuk dalam mata pelajaran IPA Biologi. Untuk membuktikan hal

tersebut, maka dalam penelitian ini akan dikaji hal-hal yang berhubungan

antara partisipasi orang tua dengan prestasi belajar IPA Biologi pada siswa

kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar. Pemilihan siswa kelas V
                                                                            5


pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar sebagai obyek penelitian ini

didasarkan pada kenyataan bahwa siswa pada jenjang kelas tersebut berada

pada masa transisi. Artinya, bahwa siswa kelas V yang akan menuju jenjang

pendidikan di sekolah lanjutan, tentunya sangat berbeda bila masih tetap

berada jenjang pendidikan dasar. Oleh karena itu, maka masa transisi tersebut,

partisipasi orang tua sangat diperlukan untuk mengontrol perilaku anak,

khususnya dalam hal belajar perlu mendapat perhatian yang serius. Atas dasar

tersebut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul: ”Hubungan

Partisipasi Orang Tua dengan Prestasi Belajar IPA-Biologi Siswa Kelas V

pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar”.


B. Rumusan Masalah.

        Untuk lebih mengarahkan pelaksanaan penelitian, maka masalah yang

dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana Tingkat partisipasi orang tua siswa kelas V pada SD Inpres

     Rappokalling 2 Makassar ?

  2. Bagaimana tingkat prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V pada SD

     Inpres Rappokalling 2 Makassar?

  3. Apakah ada pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar IPA-

     Biologi siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar?
                                                                          6


C. Tujuan Penelitian

        Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka

tujuan penelitian ini adalah ;

  1. Untuk mengetahui tingkat partisipasi orang tua siswa kelas V pada SD

      Inpres Rappokalling 2 Makassar.

  2. Untuk mengetahui tingkat prestasi belajar IPA-Biologi siswa V pada SD

      Inpres Rappokalling 2 Makassar.

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi orang tua dengan

      prestasi belajar IPA Biologi siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling

      2 Makassar.


D. Manfaat Penelitian.

        Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini di

antarnya adalah:

  1. Bagi orang tua, sebagai informasi dasar tentang ada tindaknya pengaruh

     partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar anak yang dicapai di

     sekolah, khususnya dalam mata pelajaran IPA-Biologi.

  2. Bagi pihak sekolah, dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan

     tentang perlu tidaknya melibatkan orang tua dalam menunaikan

     keberhasilan belajar siswa di sekolah, khususnya dalam hal peningkatan

     prestasi belajar IPA-Biologi.
                                                                            7


  3. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menjadi bahan referensi dan komparasi

     khususnya yang akan mengkaji masalah yang relevan dengan masalah

     dalam penelitian ini.


E. Hipotesis Penelitian.

        Sebelum melakukan penelitian dan pembahasan untuk menjawab

rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka terlebih dahulu

diajukan hipotesis penelitian untuk menjadi acuan dalam penelitian yang akan

diuji kebenarannya, yaitu :

“ Ada pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar IPA-Biologi siswa

kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar.
                                                                              8




                                     BAB II

              TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR


A. Tinjauan Pustaka

  1. Pengertian Prestasi Belajar

          Dalam Kamus Bahasa Indonesia, prestasi diartikan sebagai hasil yang

dicapai     dari   yang   telah   dilakukan    atau   dikerjakan    sebelumnya

(Poerwadarminta, 1984). Selanjutnya, Bahri (1994) mengemukakan bahwa

prestasi adalah: “sesuatu yang diperoleh dari suatu kegiatan yang telah

dikerjakan, diciptakan baik secara individual maupun kelompok”.

          Prestasi tersebut tidak akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak

melakukan sesuatu kegiatan. Hanya dengan keuletan dan optimisme diri yang

dapat membantu untuk mencapainya. Oleh karena itu, wajarlah pencapaian

prestasi yang optimal harus dengan keuletan kerja.

          Dari kedua pengertian prestasi yang dikemukakan diatas, jelas terlihat

bahwa prestasi tidak lain dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan,

yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan kegiatan kerja, baik secara

individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.
                                                                                      9


         Selanjutnya, belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan

secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah

dipelajari. Tujuan dalm belajar pada hakekatnya adalah terjadinya suatu

perubahan dalam diri individu. Perubahan yang dimaksud adalah

perubahan dalam arti perkembangan pribadi individu seutuhnya.

         Sejalan dengan hal tersebut, maka Sardiman (1992) mengemukakan

bahwa belajar adalah : “Rangkaian kegiatan jiwa dan raga atau psikofisik

menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya yang menyangkut unsur

cipta, rasa, ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotorik”. Sebagai

hasil dari aktifitas belajar akan dilihat sebagai perubahan tingkah laku dari

hasil pengalaman. Pengalaman inilah yang nantinya yang akan pribadi individu

kearah kedewasaan. Pengertian lain tentang belajar juga dikemukakan oleh

Slameto (1995) yang menyatakan bahwa belajar adalah: “Suatu proses yang

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang

baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya dalam interaksi dengan

lingkungannya”.

            Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang sebagai akibat aktivitas belajar
cukup banyak, baik jumlah maupun jenisnya. Namun demikian, tidak semua
perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan yang terjadi akibat belajar.
Perubahan yang dimaksudkan di sini adalah perubahan tingkah laku yang mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut :
a. Perubahan itu terjadi secara sadar. Artinya, seseorang yang belajar akan

   menyadari terjadinya perubahan yang dirasakan dalam dirinya.
                                                                             10


b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional . Artinya,

   sebagai hasil belajar perubahan yang terjadi dalam diri seseorang

   berlangsung secara berkesinambungan dan tidak statis.

c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Artinya, dalam belajar

   perubahan-perubahan     itu   senantiasa   bertambah    dan   tertuju   untuk

   memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

d. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Artinya, perubahan

   yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen.

e. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Artinya, perubahan

   tingkah laku terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai.

f. Perubahan mencakup keseluruhan aspek tingkah laku. Artinya, perubahan

   yang diperoleh seseorang melalui suatu proses belajar meliputi perubahan

   keseluruhan tingkah laku.

        Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat

disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk

memperoleh suatu perubahan tingkahlaku sebagai hasil dari pengalaman

individu dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut aspek kognitif,

afektif, dan psikomotor.

        Berdasarkan pengertian prestasi dan belajar yang telah dipaparkan di

atas, maka dapat dipahami mengenai makna “Prestasi” dan “Belajar”. Apabila
                                                                              11


kedua kata tersebut dipadukan, maka dapat dinyatakan bahwa prestasi belajar

adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh tujuan pengajaran yang telah

dicapai oleh siswa dengan pengalaman yang telah diberikan atau disiapkan

oleh sekolah.

        Abdullah (1989) mengartikan prestasi belajar sebagai: “Indikator

kualitas dan pengetahuan yang dikuasai oleh siswa”. Tinggi rendahnya prestasi

belajar dapat menjadi indikator untuk mengukur sedikit banyaknya

pengetahuan yang dikuasai oleh siswa dalam bidang studi atau kegiatan

kurikulum tertentu. Selanjutnya, menurut Mappa (1970), prestasi belajar

adalah: “Nilai yang dicapai siswa dalam bidang studi tertentu dengan

menggunakan standar sebagai pengukuran keberhasilan belajar seseorang”.


  2. Prestasi Belajar IPA-Biologi

        Prestasi belajar IPA-Biologi merupakan sesuatu yang dicapai melalui

proses belajar IPA-Biologi. Apakah yang dicapai itu baik atau kurang baik,

tergantung dari sesuatu yang dilakukan melalui proses tersebut.

        Menurut Bloom, ada tiga ranah (domain) prestasi belajar IPA-Biologi

yang dapat diperoleh, yaitu: (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif, dan (3) ranah

psikomotorik. Selain itu, prestasi belajar IPA-Biologi merupakan keluaran

(output) dari suatu sistem pemrosesan masukan (input.) Masukan dari sistem

tersebut berupa bermacam-macam informasi, sedangkan keluarannya adalah

perbuatan atau kinerja (Abdullah, 1989).
                                                                              12


        Masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil atau

masukan yang berasal dari lingkungan berupa rancangan dan pengelolaan

motivasional tidak berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar IPA-Biologi

tetapi berpengaruh terhadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh anak untuk

mencapai prestasi belajar. Lebih lanjut Keller mengemukakan bahwa prestasi

belajar IPA-Biologi adalah hasil aktual ditampilkan oleh anak, sedangkan

usaha adalah perbuatan terarah pada penyelesaian tugas-tugas belajar IPA-

Biologi. Ini berarti bahwa prestasi belajar IPA-Biologi dipengaruhi oleh

besarnya usaha yang dilakukan oleh siswa dalam belajar IPA-Biologi.

        Lebih lanjut Abdurrahman (1990) mengemukakan bahwa prestasi

belajar IPA-Biologi adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui

kegiatan belajar IPA-Biologi. Belajar itu sendiri merupakan proses dari

kegiatan belajar seseorang, di mana prestasi belajar IPA-Biologi tersebut

dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal tentang materi IPA-Biologi

yang akan dipelajari.

        Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi

belajar IPA-Biologi merupakan kecakapan nyata yang dapat diukur langsung

dengan menggunakan tes prestasi belajar IPA-Biologi. Setiap kegiatan belajar

manusia selalu ada prestasi belajar yang diperoleh dan biasanya inilah yang

menjadi sasaran akhir dari proses belajar seseorang, terutama kepada siswa.
                                                                                  13


  3. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar IPA-Biologi

        Dalam pencapaian prestasi belajar IPA-Biologi yang cukup memadai,

sangat ditentukan oleh proses belajar IPA-Biologi dengan baik. Namun,

kadangkala apa yang direncanakan dalam pencapaian-pencapaian prestasi IPA-

Biologi tersebut sering mengalami hambatan-hambatan yang diakibatkan oleh

berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun dari luar diri siswa.

        Menurut       Slameto    (1995)    faktor-faktor    yang     mempengaruhi

keberhasilan belajar atau prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

a. Faktor Internal.

        Faktor ini merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu

sendiri. Faktor internal ini terdiri atas faktor biologi dan faktor psikologis.

  1) Faktor Biologis.

        Faktor biologis yang mempengaruhi prestasi belajar IPA-Biologi

meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmaniah

siswa yang bersangkutan.

  2) Faktor Psikologis

        Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar IPA-

Biologi ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental

seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar-IPA

Biologi adalah kondisi mental yang mantap dan stabil. Kondisi mental yang
                                                                             14


positif dalam menghadapi segala hal, terutama hal-hal yang berkaitan dalam

proses belajar.

  b) Faktor Eksternal.

           Faktor eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar siswa itu

sendiri. Faktor eksternal ini meliputi.

  1) Faktor Lingkungan Keluarga

           Faktor lingkungan rumah atau keluarga merupakan lingkungan

pertama dan utama dalam menentukan perkembangan pendidikan seseorang

faktor ini pula merupakan faktor pertama dan utama dalam menentukan

keberhasilan belajar seseorang, termasuk dalam mata pelajaran IPA Biologi.

  2) Faktor Lingkungan Sekolah.

           Satu hal yang paling mutlak harus ada di sekolah untuk menunjang

keberhasilan belajar IPA-Biologi adalah adanya tata tertib dan disiplin yang

ditegakkan secara konsekuen dan konsisten.

  3) Faktor Lingkungan Masyarakat

           Jika diperhatikan dengan seksama lingkungan masyarakat di sekitar

kita, dapat dilihat ada lingkungan atau tempat tertentu yang dapat menunjang

keberhasilan belajar IPA-Biologi. Sebaliknya, ada pula lingkungan atau tempat

tertentu     yang   dapat   menghambat    keberhasilan   belajar   IPA-Biologi.

Lingkungan yang dapat menunjang adalah lembaga pendidikan nonformal
                                                                           15


seperti    kursus-kursus    tertentu,   sedangkan   yang   dapat   menghambat

keberhasilan belajar di antaranya adalah tempat-tempat hiburan yang banyak

dikunjungi orang.

  4) Faktor Waktu

          Waktu memang berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA-Biologi

seseorang. Sebenarnya yang menjadi masalah bagi siswa adalah kemampuan

mengatur waktu belajar dengan baik serta bagaimana mencari dan

menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar di satu sisi siswa dapat

menggunakan waktunya untuk belajar dengan baik dan di sisi lain mereka juga

dapat melakukan kegiatan yang bersifat hiburan atau rekreasi.

  4. Pengaruh Partisipasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa.

a. Pengertian Partisipasi

          Menurut Bedjo (1996), yang dimaksudkan dengan partisipasi adalah:

“Perilaku yang memberikan pemikiran terhadap sesuatu atau seseorang.

Perilaku merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang dalam hubungannya

dengan pemilihan rangsangan yang dari luar lingkungannya.

          Pengertian lain tentang partisipasi juga dikemukakan oleh Slameto

(1995) yang mengatakan bahwa partisipasi adalah: “Pemusatan energi psikis

yang tertuju pada suatu obyek, dan juga meliputi banyak sedikitnya kesadaran

yang menyertai sesuatu aktivitas yang sedang dilakukan”.
                                                                           16


        Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa partisipasi orang tua

dalam pendidikan anaknya adalah perilaku orang tua yang dilaksanakan secara

sadar untuk melakukan berbagai tindakan secara maksimal untuk mendukung

keberhasilan pendidikan anaknya. Dalam hal ini adalah pencapaian prestasi

belajar IPA-Biologi yang tinggi pada anak yang akan menuju pada jenjang

sekolah lanjutan.

          Lebih lanjut Bedjo (1996) mengemukakan bahwa: “Partisipasi orang tua
terhadap pendidikan anaknya tercermin dari perilaku orang tua”. Misalnya,
kepedulian orang tua terhadap sekolah dimana anaknya menuntut ilmu atau
pengadaan sarana dan prasarana belajar sesuai dengan kemampuannya.
b. Pentingnya Partisipasi Orang Tua Terhadap Siswa

        Siswa merupakan harapan dan kebanggaan dari setiap orang yang

diharapkan dapat berhasil di sekolah dengan baik. Oleh karena itu, untuk

mewujudkan harapan tersebut orang tua yang bijaksana akan selalu mengikuti

perkembangan serta berusaha mengetahui taraf kemampuan yang dimiliki

anaknya. Bagi orang tua yang tingkat pendidikannya rendah atau terlalu sibuk

dengan pekerjaannya, mungkin hal tersebut amat sulit dilakukan. Tetapi

apabila orang tua yang menyadari akan pentingnya partisipasi mereka terhadap

keberhasilan anaknya, akan dengan berbagai cara untuk mewujudkan tanggung

jawabnya dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar dapat belajar

dengan baik.
                                                                          17


       Orang tua tetap perlu memberikan kasih sayang dan penghargaan agar

dapat membentuk mental yang sehat supaya semangat belajar anak tetap ada.

Sebaliknya, orang tua yang kurang memberikan kasih sayang akan

menimbulkan rasa emosional pada anak dan akhirnya akan timbul rasa malas

belajar. Kasih sayang orang tua dapat diwujudkan dalam bentuk berusaha

meluangkan waktunya untuk berdialog, bergurau, berkomunikasi serta dapat

memenuhi kebutuhan lainnya selain kebutuhan sekolah (Mardanu, 1992).

       Hasil penelitian Baker dan Stevenson menunjukkan bahwa, peran atau

partisipasi orang tua memberikan pengaruh baik dan penilaian guru terhadap

siswa. Orang tua mempunyai peran serta untuk ikut menentukan inisiatif,

aktivitas terstruktur di rumah untuk melengkapi program-program pendidikan

di sekolah sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Selain itu, juga dinyatakan

bahwa jaringan komunikasi yang dibangun oleh orang tua sangat penting

dalam menentukan keberhasilan siswa di masyarakat.

       Partisipasi orang tua besar pengaruhnya terhadap proses belajar anak

dan prestasi belajar yang akan dicapai. Hal ini dipertegas oleh pernyataan

Slameto (1995) yang mengemukakan bahwa: ”Keluarga adalah lembaga

pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga yang sehat besar artinya untuk

pendidikan dalam ukuran kecil, tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan

dalam ukuran besar, yaitu pendidikan bangsa, negara, dan dunia”.
                                                                              18


        Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya

mereka acuh tak acuh terhadap proses belajar anaknya, tidak memperhatikan

sama sekali akan kepentingan dan kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak

mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajar,

tidak mau tahu bagaimana kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang

dialami anaknya dalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak kurang

atau bahkan tidak berhasil dalam belajarnya. Hasil yang didapatkan, nilai atau

prestasi belajarnya tidak akan memuaskan bahkan mungkin gagal dalam

studinya. Hal ini dapat terjadi pada anak dari keluarga yang kedua orang

tuanya memang tidak mencintai anaknya (Slameto, 1995).

        Mendidik anak dengan cara memanjakan adalah cara memperhatikan

anak yang tidak baik. Orang tua yang terlalu kasihan pada anaknya tidak akan

sampai hati memaksa anaknya untuk belajar, bahkan mungkin membiarkan

saja jika anaknya tidak belajar dengan alasan segan adalah tindakan yang tidak

benar. Karena jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, anak akan menjadi

nakal, berbuat seenaknya saja, pastilah belajarnya menjadi kacau.

        Sebaliknya, mendidik anak dengan cara memperlakukan secara keras,

memaksa    dan    mengejar-ngejar    anaknya   untuk    belajar     adalah   cara

memperhatikan anak yang juga salah. Dengan demikian, anak tersebut diliputi

ketakutan dan akhirnya benci dengan kegiatan belajar. Bahkan jika ketakutan
                                                                          19


itu semakin serius, anak akan mengalami gangguan kejiwaan akibat dari

tekanan-tekanan tersebut. Orang tua yang demikian, biasanya menginginkan

anaknya mencapai prestasi belajar yang sangat baik, atau mereka mengetahui

bahwa anaknya bodoh tetapi tidak tahu apa yang menyebabkannya, sehingga

anak dikejar-kejar untuk mengatasi kekurangannya.

       Dalam kejadian seperti ini, di sinilah guru bimbingan dan penyuluhan

(BP) memegang peranan penting. Anak atau siswa yang mengalami kesukaran-

kesukaran seperti yang telah diuraikan di atas dapat ditolong dengan

memberikan bimbingan belajar yang sebaik-baiknya. Tentu saja keterlibatan

orang tua akan sangat mempengaruhi keberhasilan bimbingan tersebut

(Slameto, 1995).



B. Kerangka Berpikir

       Orang tua sebagai anggota masyarakat mempunyai tanggung jawab

bagi sekolah untuk turut mewarnai sekolah tersebut. Implikasi selanjutnya

adalah bahwa orang tua turut bertanggung jawab atas pendidikan anaknya di

rumah, agar kelak mampu hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat. Dengan

demikian orang tua dan sekolah mempunyai tanggung jawab untuk selalu

menjalin hubungan yang harmonis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

       Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara

pemerintah, masyarakat, dan orang tua. Tetapi sesungguhnya peran orang tua
                                                                         20


sebagai anggota masyarakat tetap sangat dibutuhkan baik di sekolah maupun

untuk siswa itu sendiri,

        Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa yang

memiliki prestasi belajar yang tidak memuaskan karena orang tua

menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada sekolah semata-

mata. Hal ini disebabkan karena orang tua merasa anaknya yang sudah menjadi

siswa tersebut cukup dewasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

        Bila partisipasi orang tua kepada anak-anaknya cukup besar, maka

akan dapat membawa hasil yang memuaskan termasuk dalam hal belajar.

Orang tua tidak dapat melepaskan diri dari keberadaan anak pada masa remaja.

Seharusnya hal ini berlanjut sampai anak dewasa, hingga masuk perguruan

tinggi, tanggung jawab pendidikan tetap ada di tangan orang tua.

        Berdasarkan uraian di atas, maka pembuktian secara ilmiah

keberadaan teori di atas melalui suatu penelitian sangat diperlukan. Untuk

maksud tersebut, maka penulis melakukan suatu penelitian untuk membuktikan

ada tidaknya pengaruh partisipasi rang tua terhadap prestasi belajar yang

dicapai siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPA-Biologi.
                                                                         21



BAB III

                          METODE PENELITIAN


A. Variabel dan Disain Penelitian

  1. Variabel Penelitian.

        Dalam penelitian ini akan diamati dua jenis variabel, yaitu variabel

bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yang dimaksud adalah partisipasi

orang tua (diberi simbol X), sedangkan variabel terikatnya adalah prstasi

belajar IPA-Biologi (diberi simbol Y).

  2. Disain Penelitian.

        Penelitian ini merupakan penelitian “Ex-post facto” yang bersifat

korelasional. Disebut penelitian ex-post facto karena dalam penelitian tidak

diberikan perlakuan khusus, melainkan hanya mengungkapkan fakta secara

alamiah dan sudah berlangsung. Selanjutnya, dikatakan penelitian korelasi

karena akan diselidiki hubungan antara variabel-variabel penelitian, yaitu

hubungan antara partisipasi orang tua sebagai variabel bebas dengan prestasi

belajar IPA-Biologi sebagai variabel terikat.

        Secara sederhana, hubungan antara variabel bebas dengan variabel

terikat dapat digambarkan sebagai berikut :

                X                  Y

Keterangan :
                                                                                 22


           X =                                   Partisipasi orang tua   Y       =
           Prestasi belajar IPA-Biologi

B. Definisi Operasional Variabel

        Untuk menghindari keslahan pengertian serta untuk menyeragamkan

persepsi, maka secara operasional variabel-variabel yang diselidiki dalam

penelitian ini didefinisikan sebagai berikut :

  1. Partisipasi orang tua yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah skor

     yang diperoleh dari jawaban angket penelitian yang menunjukkan tentang

     besar kecilnya perhatian orang tua kelas V pada SD Inpres Rappokalling

     2 Makassar terhadap anaknya ditinjau dari segi keterlibatan orang tua

     dalam pembimbingan, motivasi, komunikasi, dan tanggung jawab orang.

  2. Prestasi    belajar   IPA-Biologi    yang    dimaksudkan       penelitian   ini

     didefinisikan sebagai nilai yang diperoleh siswa kelas V pada SD Inpres

     Rappokalling 2 Makassar menunjukkan tingkat pemahaman dan

     penguasaan terhadap materi pelajaran IPA-Biologi, yang diperoleh dari

     rapor catur wulan II tahun pelajaran 2002/2003.


C. Populasi dan Sampel

  1. Populasi

        Populasi penelitian ini adalah keseluruhan jumlah siswa kelas V pada

SD Inpres Rappokalling 2 makassar yang terdarftar pada tahun pelajaran

2002/2003. Dari hasil observasi pada sekolah yang menjadi lokasi penelitian

diketahui bahwa jumlah keseluruhan siswa kelas V pada SD Inpres
                                                                            23



Rappokalling 2 Makassar adalah 70 orang terbagi kedalam 2 kelas. Selain itu,

dari hasil observasi juga diasumsikan bahwa penyebaran populasi penelitian

bersifat homogen. Hal ini disebabkan karena penempatan siswa dalam satu

kelas tidak didasarkan pada tingkat prestasi belajarnya.

  2. Sampel

        Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang

dikemukakan oleh Arikunto (1993: 72) bahwa “Apabila subyek penelitian

kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semuanya, sehingga

penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah

subyeknya besar, maka sebaiknya diambil antara 10%-15% atau 20%/25%

atau terhitung dari : (a) Kemampuan peneliti dari segi waktu, tenaga, dan dana;

(b) luas sempitnya wilayah penelitian; dan (c) kecilnya resiko yang ditanggung

penelitian”.


D. Teknik Pengumpulan Data.

        Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka

digunakan dua teknik pengumpulan data, teknik angket dan teknik

dokumentasi.

  1. Teknik Angket.

        Teknik angket dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data

tentang variabel partisipasi orang siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling
                                                                            24



2 Makassar. Angket yang digunakan dalam penelitian ini disebut sendiri oleh

peneliti sebanyak 30 nomor. Angket tersebut disusun dalam bentuk skala sikap

yang disertai dengan empat pilihan jawaban, yaitu : (a) Selalu, (b) Sering (c)

Jarang (d) Tidak pernah.       Sedangkan sistem penilaian yang dilakukan

mengikuti prosedur penilaian Skala Likert dengan ketentuan sebagai berikut :

a) Untuk pernyataan positif, setiap responden yang memilih alternatif jawaban:

  1) Selalu diberi skor 4

  2) Sering diberi nilai 3

  3) Jarang diberi skor 2

  4) Tidak pernah diberi skor1

b) Untuk pernyataan negatif, setiap responden yang memilih alternatif

jawaban:

  1) Selalu diberi skor 1

  2) Sering diberi nilai 2

  3) Jarang diberi skor 3

  4) Tidak pernah diberi skor 4

        Dengan demikian, dari 30 nomor angket yang diberikan, skor tertinggi

hasil pemberian angket yang menunjukkan partisipasi orang tua siswa kelas II

SLTP Negeri 13 Makassar tertinggi yang dapat diperoleh 120; sedangkan skor

terendah adalah 30.
                                                                             25



       Oleh karena hasil pengisian angket yang menggambarkan partisipasi

orang tua siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar masih

berada dalam bentuk skor mentah (30-120), maka terlebih dahulu dilakukan

pengubahan atau pengkonversian menjadi nilai jadi dengan skala 0-10.

Pengubahan skor mentah menjadi nilai jadi dilakukan dengan menggunakan

rumus (Nurkancana, 1986) sebagai berikut :

                            S x 100
                       N=
                               SI
Keterangan :

          N     = Nilai pada skala 0-10

          S     = Skor hasil pengisian angket

          SI    = Skor ideal (120)

  2. Teknik Dokumentasi

       Teknik    dokumentasi        dalam   penelitian   ini   digunakan   untuk

mendapatkan data tentang variabel prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V

pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar., untuk maksud tersebut, maka

digunakan nilai rapor mata pelajaran IPA-Biologi catur wulan II tahun

pelajaran 2002/2003.
                                                                                  26



E. Teknik Analisis Data

         Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua

jenis statistik, yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.



   1. Analisis Statistik Deskriptif

         Analisis     statistik   deskriptif   digunakan    untuk     mendeskripsikan

karakteristik dari masing-masing variabel penelitian. Untuk keperluan analisis

tersebut, maka digunakan karakteristik nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-

rata, standar deviasi, tabel distribusi frekuensi, dan histogram.

         Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang tingkat partisipasi

orang tua prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V pada SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar, maka dilakukan pengelompokan dalam lima

kategori, yaitu : kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat

rendah. Pedoman pengkategorian yang digunakan untuk mengelompokkan

tingkat partisipasi orang tua dan prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V

pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar berpedoman pada Penilaian Acuan

Patokan yang dikemukakan oleh Arikunto (1993), yaitu :


Interval Nilai                                 Kategori

         8,1 – 10,0                            Sangat tinggi

         6,6 – 8,0                             Tinggi

         5,6 – 6,5                             Sedang
                                                                           27


          4,1 – 5,5                     Rendah

          0,0 – 4,0                     Sangat rendah

  2. Analisis Statistik Inferensial

          Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis

penelitian yang telah diajukan. Sedangkan dilakukan pengujian hipotesis, maka

terlebih dahulu diuji dengan persyaratan analisis dengan menggunakan uji

normalitas.

a. Uji Normalitas.

          Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang

diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi secara normal atau tidak

normal.

          Pengujian normalitas dilakukan dengan berdasarkan pada Teorema

Limit Central (CLT) seperti yang dikemukakan oleh Edward (1995) bahwa:

Jika jumlah data cukup besar (N ≥ 30).maka diasumsikan data berasal dari

populasi yang berdistribusi secara normal. Sebaliknya, jika jumlah data kecil

(N < 30), maka diasumsikan data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi

secara normal”

b. Pengujian Hipotesis.

          Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui ada tidak

pengaruh partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa

kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar, berdasarkan nilai Koefisien
                                                                                   28



Korelasi (r). Untuk maksud tersebut, maka nilai koefisien korelasi (r) dapat

dihitung dengan menggunakan Persamaan Koefisien Korelasi Product

Moment dengan rumus sebagai berikut :

                                  N Σ XY – (ΣX) (ΣY)
                     rxy =
                                    {NΣX2 – (ΣX)2} – { NΣY2 – (ΣY)2 }

Keterangan :

        rxy     = Koefisien korelasi

        X       = Partisipasi orang tua

        Y       = Prestasi belajar IPA Biologi

        N       = Jumlah sampel penelitian

        Σ       = Jumlah (baca sigma)

Statistik Hipotesis :

        H0 : ρ ≠ 0 (tidak ada hubungan)

        H1 : ρ = 0 (ada hubungan)


Kriteria Pengujian

         Apabila r      hitung   ≥ rtabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima berarti ada

pengaruhnya partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa

kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar. Sebaliknya, jika rhitung < tabel,

maka H0 diterima dan H1 ditolak berarti tidak ada pengaruh partisipasi orang

tua terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V pada SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar.
                                                                          29


          Selanjutnya besarnya sumbangan atau pengaruh partisipasi orang tua

terhadap prestasi belajar IPA-Biologi ada pengaruh partisipasi orang tua

terhadap prestasi belajar IPA-Biologi Siswa kelas V pada SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar dapat diketahui dengan berpedoman pada besarnya

nilai Koefisien determinasi (r2) yang dinyatakan dalam bentuk persentase(r2 x

100 %).
                                                                         30




                                     BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian

      Pada bagian ini akan dipaparkan tentang

  1. Data hasil penelitian

  2. Hasil analisis statistik deskriptif

  3. Hasil analisis infrensial

  4. Pengujian hipotesis

  1. Data hasil penelitian

      Data penelitian yang dipaparkan, sesuai dengan pokok masalah

yang dikaji:

a. Partisipasi orang tua siswa kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2

Makassar.

      Adapun data hasil penelitian yang dimaksud seperti terlihat pada

tabel 1 berikut:
                                                                  31




                             TABEL 1
Skor Mentah dan Nilai yang Menggambarkan Partisipasi Orang Tua Siswa
Kelas V pada SD Inpres Rappokalling 2 Makassar

      NO. SAMPEL             SKOR                 NILAI
            1                 81.00                6.75
            2                 77.00                6.42
            3                 93.00                7.75
            4                 89.00                7.42
            5                 87.00                7.25
            6                 80.00                6.67
            7                 88.00                7.33
            8                 73.00                6.08
            9                 87.00                7.25
           10                 79.00                6.58
           11                 69.00                5.75
           12                 71.00                5.92
           13                 89.00                7.42
           14                 75.00                6.25
           15                 83.00                6.92
           16                 67.00                5.58
           17                 82.00                6.83
           18                 67.00                5.58
           19                 74.00                6.17
           20                 93.00                7.75
                              32


    21       87.00    7.25
NO. SAMPEL   SKOR    NILAI
    22       78.00    6.50
    23       65.00    5.42
    24       88.00    7.33
    25       59.00    4.92
    26       78.00    6.50
    27       53.00    4.42
    28       78.00    6.50
    29       81.00    6.75
    30       93.00    7.75
    31       65.00    5.42
    32       67.00    5.58
    33       69.00    5.75
    34       70.00    5.83
    35       80.00    6.67
    36       78.00    6.50
    37       74.00    6.17
    38       89.00    7.42
    39       80.00    6.67
    40       79.00    6.58
 JUMLAH              259,58
RATA-RATA            6,489
S. DEVISA             0,79
                                                                         33



b. Nilai Rapor pelajaran IPA-Biologi Siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2

  Makassar Cawu I Tahun Pelajaran 2002/2003.

      Adapun data hasil penelitian yang dimaksud seperti terlihat pada

tabel 2 berikut:

                                TABEL 2
Nilai Rapor Mata Pelajaran IPA-Biologi Siswa Kelas V SD Inpres
Rappokalling 2 Makassar Pada Catur Wulan I
Tahun Pelajaran 2002/2003

       NO. SAMPEL           NILAI RAPOR IPA-BIOLOGI

       1                    7

       2                    7

       3                    9

       4                    7

       5                    7

       6                    7

       7                    7
       8                    6

       9                    7

       10                   7
       11                   6

       12                   6

       13                   7

       14                   6
                                       34


15           7

16           6

17           8

18           5

NO. SAMPEL   NILAI RAPOR IPA-BIOLOGI

19           6

20           8

21           7

22           8

23           6

24           7

25           7
26           6

27           5

28           7

29           7

30           9

31           6

32           6

33           6

34           7

35           7

36           7
                                                                              35


        37                   7

        38                   8

        39                   8

        40                   7

        JUMLAH               273

        RATA-RATA            6,825

        S.DEVIASI            0,89




  2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

a. Partisipasi Orang Tua Siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar

         Skor mentah dan nilai konversi hasil pemberian angket yang

menunjukkan partisipasi orang tua siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2

Makassar selengkapnya disajikan pada tabel 1. Berdasarkan data pada tabel 1

tersebut, dari hasil analisis deskriptif terlihat bahwa nilai tertinggi yang

menunjukkan partisipasi orang tua siswa kelas V Makassar adalah 7,75; nilai

terendah 4,42; nilai rata-rata 6,489; dan standar deviasi 0,79.

         Dari keseluruhan nilai yang diperoleh, jika dikelompokkan dalam

lima kategori, yaitu: kategori sangat tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah,

maka distribusi frekwensi, persentase, serta kategori partisipasi orang tua siswa

kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar ditunjukkan pada Tabel 3.
                                                                        36



TABEL 3
Distribusi Frekwensi, Persentase Serta Kategori Partisipasi Orang Tua Siswa
Kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar

  Interval Nilai    Kategori           Frekwensi          Persentase

  8,1 – 10,0        Sangat Tinggi      0                  0

  6,6 – 8,0         Tinggi             18                 45

  5,6 – 6,5         Sedang             18                 45

  4,1 – 5,5         Rendah             4                  10

  0 – 4,0           Sangat Rendah      0                  0

  JUMLAH                               40                 100

      Data pada Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 40 siswa kelas V SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar yang menjadi sampel penelitian, maka dapat

diuraikan bahwa :

      Tidak ada siswa atau 0% yang memiliki partisipasi orang tua yang

dikategorikan sangat tinggi. Terdapat 18 siswa atau 45% yang memiliki

patisipasi orang tua dikategorikan tinggi. Terdapat 18 siswa atau 45% yang

memiliki partisipasi orang tua dikategorikan sedang. Terdapat 4 siswa atau

10% yang memiliki partisipasi orang tua dikategorikan rendah. Tidak ada

siswa atau 0% yang memiliki partisipasi orang tua dikategorikan sangat

rendah.
                                                                               37


b. Prestasi Belajar IPA-Biologi Siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling 2

  Makassar

         Nilai rapor mata pelajaran IPA-Biologi pada catur wulan I tahun

pelajaran 2002/2003 yang menunjukkan prestasi belajar IPA-Biologi siswa

kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar selengkapnya disajikan pada

Tabel 2. Berdasarkan data pada Tabel 2 tersebut, dari hasil analisis deskriptif

terlihat bahwa nilai rapor tertinggi mata pelajaran IPA-Biologi pada catur

wulan I tahun pelajaran 2002/2003 yang menunjukkan prestasi belajar IPA

Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar adalah 9,00; nilai

terendah 5,00; nilai rata-rata 6,825; dan standar deviasi 0,89.

         Dari keseluruhan nilai rapor mata pelajaran IPA-Biologi pada catur

wulan I tahun pelajaran 2002/2003 yang diperoleh, jika dikelompokkan dalam

lima kategori, yaitu: kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat

rendah, maka distribusi frekuensi, persentase, serta kategori prestasi belajar

IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar ditunjukkan

pada Tabel 4.

TABEL 4

Distribusi Frekuensi, Persentase serta Kategori Prestasi Belajar IPA-Biologi
Siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar.

 Interval Nilai      Kategori             Frekuensi               Persentase

 8,1 –10,0           Sangat tinggi        2                       5,0
                                                                             38



 6,6 – 8,0            Tinggi              25                  62,5

 5,6 – 6,5            Sedang              11                  27,5

 4,1 – 5,5            Rendah              2                   5,0

 0 – 4,0              Sangat rendah       0                   0

 Jumlah                                   40                  100


           Data pada Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 40 siswa kelas V SD

Inpres Rappokalling 2 Makassar yang menjadi sampel penelitian, dapat

diuraikan bahwa:

           Terdapat 2 siswa atau 5,0% yang memiliki presentase belajar IPA

Biologi yang dikategorikan sangat tinggi. Terdapat 25 siswa atau 62,5% yang

memiliki presentase belajar IPA-Biologi dikategorikan tinggi. Terdapat 11

siswa atau 27,5% yang memiliki presentase belajar IPA-Biologi dikategorikan

sedang. Terdapat 2 siswa atau 5,0% yang memiliki prestasi belajar IPA-

Biologi dikategorikan rendah. Tidak ada siswa atau 0% yang memiliki prestasi

belajar IPA-Biologi dikategorikan sangat rendah.

  3. Hasil Analisis Statistik Inferensial

a. Uji Normalitas

           Berdasarkan data hasil penelitian seperti yang disajikan pada Tabel I

dan Tabel 2 diketahui bahwa banyaknya data partisipasi orang tua dan data
                                                                               39



prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar

masing-masing sebesar 41. Dengan berpedoman pada Teorema Limit Central

diketahui bahwa jumlah data tersebut lebih besar daripada 30 (40;40>30).

       Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data partisipasi orang tua

dan data prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2

Makassar diasumsikan berasal dari populasi yang berdistribusi secara normal.

       Untuk keperluan pengujian hipotesis maka di lakukan perhitungan yang

didasarkan data pada Lampiran 2, maka diperoleh nilai-nilai sebagai berikut:

        ΣX      = 259,58

        ΣY      = 273

        ΣX²     = 1742,73

        ΣY²     = 1931,00

        ΣXY = 1829,53              N     = 40

        Nilai-nilai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rumus persamaan

“Korelasi Produc Momet” di bawah ini :



                   N ΣXY - (ΣX) (ΣY)
     Rxy =
              √{ NΣX² - (ΣX)²} - { NΣY² - (ΣY)²}

Sehingga :
                                                                                   40



                             40 (1829,53) - (259,33) (273)
     Rxy =
              √{40 (1742,73) – (259,33)²}{40 (1931,00) – (273) ²}


                983,66
         =
              √1631816,9


              983,66
         =
              1277,42


         = 0,77



b. Pengujian Hipotesis

         Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh nilai Koefisien

Korelasi (r) atau rhitung         sebesar 0,77. Sedangkan nilai r   tabel   pada taraf

signifikansi ….= 0,05 dan N= 40 adalah sebesar 0,308.

         Berdasarkan hasil analisis tersebut terlihat bahwa nilai rhitung lebih

besar dari nilai r   tabel   (0,77 > 0,308). Dengan demikian, hipotesis penelitian

yang menyatakan ada pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar

IPA-Biologi Siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar, diterima.
                                                                            41



        Selanjutnya, berdasarkan nilai koefisien korelasi (r) tersebut, maka

diperoleh nilai Koefisien Determinasi (r2) sebesar 0,5929. Hal ini berarti

59,29% prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2

Makassar ditentukan oleh partisipan orang tua.


B. Pembahasan Hasil Penelitian

        Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas, maka

secara deskriptif hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa partisipasi orang

tua siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar secara umum

dikategorikan tinggi. Hasil penelitian ini didasarkan pada tingginya persentase

siswa (43,90%) yang memiliki partisipasi orang tua yang dikategorikan tinggi.

       Temuan     hasil   penelitian   ini   sangat   menggembirakan    karena

mengindikasikan bahwa secara umum orang tua siswa kelas V SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar memiliki perhatian terhadap pendidikan anak-

anaknya. Hasil penelitian ini sekaligus juga mengungkapkan bahwa orang tua

siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar menyadari dirinya sebagai

anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab bersama pemerintah

atas pendidikan anaknya baik di rumah maupun di sekolah, agar kelak mampu

hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat.

       Secara deskriptif hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa

pretasi belajar IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar
                                                                           42



secara umum dikategorikan tinggi. Hasil penelitian didasarkan pada besarnya

nilai rata-rata rapor mata pelajaran IPA-Biologi yang diperoleh siswa pada

catur wulan I tahun pelajaran 2002/2003, yaitu 6,80 berada pada interval nilai

6,6 sampai 8,0 dengan kategori tinggi. Selain itu, temuan penelitian tersebut

juga didukung oleh tingginya persentase (62,5%) siswa kelas V SD Inpres

Rappokalling 2 Makassar yang memiliki nilai rapor mata pelajaran IPA

Biologi yang diperoleh pada catur wulan I tahun pelajaran 2002/2003

dikategorikan tinggi dibandingkan dengan persentase siswa pada kategori

lainnya.

       Temuan hasil penelitian ini cukup menggembirakan, karena prestasi

belajar IPA-Biologi yang diperoleh siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2

Makassar yang tergambar dari nilai rapor pelajaran IPA-Biologi yang

diperoleh pada catur wulan I tahun ajaran 2002/2003 pada kenyataannya

memberikan hasil yang memuaskan. Pencapaian prestasi belajar IPA-Biologi

yang dikategorikan tinggi tersebut sekaligus mengindikasikan keberhasilan

proses belajar mengajar IPA-Biologi pada SD Inpres Rappokalling 2

Makassar.

       Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada kedua variabel tersebut

terlihat bahwa, baik partisipasi orang tua maupun penguasaan prestasi belajar

IPA-Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar kedua-duanya

dikategorikan tinggi. Dengan demikian, secara sepintas dapat diasumsikan
                                                                           43



bahwa terdapat pengaruh partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar IPA

Biologi yang diperoleh siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar. Hal

ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa semakin tinggi

partisipasi orang tua maka makin tinggi pula prestasi belajar IPA-Biologi yang

diperoleh siswa.

       Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Baker dan Stevenson

dalam Mardanu (1992) yang menegaskan bahwa orang tua memberikan

pengaruh baik, menentukan inisiatif, dan aktivitas terstruktur siswa untuk

mengerjakan program”pengajaran di sekolah.

        Untuk memperkuat analisis tersebut, maka dilakukan pengujian

hipotesis dengan menggunakan analisis statistik inferensi. Berdasarkan dari

hasil perhitungan dengan menggunakan Persamaan Korelasi Product Moment

membuktikan bahwa ada pengaruh partisipasi orang tua dengan prestasi belajar

IPA Biologi siswa kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar dengan nilai

Koefisien Korelasi sebesar 0,77 dan nilai Koefisien Determinasi sebesar

0,5929. Jal ini berarti bahwa 59,29 % prestasi belajar IPA-Biologi siswa kelas

V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar ditentukan oleh faktor partisipasi orang

tua.
                                                                       44




BAB V


PENUTUP


A. Kesimpulan

        Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka hasil

penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Secara umum partisipasi orang tua siswa Kelas V SD Inpres

   Rappokalling 2 Makassar dikategorikan tinggi.

2. Secara umum prestasi belajar IPA-Biologi siswa Kelas V SD Inpres

   Rappokalling 2 Makassar dikategorikan tinggi.

3. Ada pengaruh partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar IPA

   Biologi siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar, dengan

   nilai koefisien determinasi sebesar 0,5929. Hal ini berarti bahwa 59,29

   % prestasi belajar IPA Biologi siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling

   2 Makassar dipengaruhi oleh partisipasi orang tua.


B. Saran

        Beberapa saran yang dapat penulis kemukakan sehubungan dengan

temuan hasil penelitian ini, diantaranya adalah :
                                                                            45



1. Kepada orang tua siswa Kelas V SD Inpres Rappokalling 2 Makassar agar

   mempertahankan partisipasi yang telah dimiliki selama ini dalam

   menjalankan tanggung jawab pendidikan anak-anaknya, yang dapat

   dilakukan   dengan     menjalin   hubungan     harmonis   dengan    sekolah,

   melengkapi fasilitas belajar anak, dan lain-lain.

2. Kepada guru mata pelajaran IPA-Biologi pada SD Inpres Rappokalling 2

   Makassar agar mempertahankan dan jika perlu meningkatkan terus prestasi

   belajar IPA-Biologi yang telah dimiliki siswa selama ini dengan

   meningkatkan kualitas pelaksanaan proses belajar mengajar.

3. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian serupa

   dengan masalah yang relevan pada sekolah lainnya agar diperoleh

   kesimpulan hasil penelitian yang lebih valid dan dapat dipercaya.
                                                                          46




DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A,E. 1989. Pokok-pokok Layanan Bimbingan Belajar. Ujung
       Pandang; Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Ujung Pandang.

Abdurrahman, H. 1990. Pengelolaan pengajaran. Bandung Tarsito.

Anonim, 1998. Garis-garis Besar Haluan Negara. Jakarta: Departemen
      pendidikan Nasional.

Arikunto, S. 1993. Prosedur Penelitian dan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta :
       Bina Aksara.
--------, 1993. Dasar-dasar Evaluasi dan pendekatan Praktek. Jakarta :Bina
          Aksara.
Bahri, D.S. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha
        nasional.

Bedjo. 1996. Prhatian Orang Tua dari Keluarga dalam Pendidikan anak-
       anaknya. Majalah Ilmiah Universitas Udayana. Bali: Universitas
       Udayana.
Djojonegoro, W. 1994. Peranan Ulmuwan Indonesia dalam proses
       pembangunan Menghadapi Abad XXI : Aspek pendidikan dan
       pengembangan Sumber Daya Manusia (S D M). Makalah
       Disampaikan pada Konggres pengetahuan Nasional di Serpong,
       Tanggal 11 september 1994.
Edward., J.D. 1995.Statistik Matematika Modern. Jakarta: PT. Gramedia
       Pustaka Utama.

Mappa, S, 1970. Psikologi Pendidikan . Ujung pandang: Fakultas Ilmu
      pendidikan IKIP Ujung pandang.
                                                                         47



Mardanu .1997 Peranan Orang Tua dalam Upaya meningkatkan Mutu
      Pendidikan anak. Jakarta: Cakrawala Pendidikan.
Nurkancana, W.J.S. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
       Pustaka.
Sardiman, A.M. 1992. Interaksi dan Motivasi belajar mengajar. Jakarta: CV
       Rajawali Press.

Slameto. 1995. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi, Jakarta : Rineka
       Cipta.
LAMPIRAN 1. ANGKET PARTISIPASI ORANG TUA

A. PENGANTAR
   1. Pada angket ini diajukan sejumlah pertanyaan yang berhubungan
      partisipasi orang tua Anda terhadap pendidikan yang sedang Anda
      jalani
   2. Anda diminta untuk memilih salah satu jawaban dengan memberi tanda
      silang (x) dari empat alternatif pilhan jawaban sesuai dengan keadaan
      sebenarnya.
   3. Tuliskanlah terlebih dahulu identitas Anda pada tempat yang telah
      disediakan (identitas Anda sangat kami rahasiakan).
B. IDENTITAS RESPONDEN
   1. Nama : …………………
   2. NIS      : …………………

C. PERTANYAAN
   1. Apakah orang tua memberikan biaya jika ada LKS IPA Biologi yang
      akan Anda beli atau foto copy?
      a. selalu                     c. jarang
      b. sering                     d. tidak pernah
                                                                   48


2. Apakah orang tua menanyakan kembali keberadaan LKS IPA Biologi
   yang telah Anda beli atau foto copy?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
3. Apakah orang tua Anda mengecek LKS yang telah diperiksa oleh IPA
   Biologi?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
4. Apakah orang tua mengarahkan Anda dalam memilih jurusan IPA?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
5. Apakah orang tua melengkapi buku pelajaran IPA Biologi yang Anda
   butuhkan?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
6. Apakah orang tua meluangkan waktunya berkomunikasi dengan anda?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
7. Apakah orang tua bertukar pikiran dengan Anda bila mendapatkan atau
   menghadapi suatu masalah?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
8. Apakah orang tua memberikan biaya yang cukup untuk Anda selama
   sekolah?
   a. selalu                     c. jarang
   b. sering                     d. tidak pernah
9. Apakah orang tua memberika motivasi kepada Anda?
                                                                      49


   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
10. Apakah orang tua turut memberi gambaran tentang cita-cita Anda?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
11. Apakah orang tua meluluskan permohonan Anda untuk membeli buku
   penunjang IPA Biologi lain yang diperlukan walaupun telah ada buku
   penunjang lain?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
12. Apakah orang tua Anda menanyakan ada tidaknya tugas-tugas sekolah
   yang diberikan oleh guru IPA Biologi?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
13. Apakah orang tua mengingatkan Anda untuk menyelesaikan tugas
   sekolah jika ada yang diberikan oleh guru IPA Biologi?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
14. Apakah orang tua mengecek kembali selesai tidaknya tugas IPA Biologi
   yang telah Anda kerjakan?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
15. Apakah orang tua memberi dorongan kepada Anda dalam belajar IPA
   Biologi?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
16. Apakah orang tua Anda memeriksa buku catatan IPA Biologi Anda?
                                                                       50


   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
17. Apakah orang tua melengkapi sarana belajar Anda di rumah?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
18. Apakah orang tua menyediakan ruang khusus bagi Anda untuk belajar?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
19. Apakah orang tua mengingatkan Anda untuk belajar IPA Biologi?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
20. Apakah orang tua mengatur jadwal belajar Anda di rumah?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
21. Apakah orang tua memberikan nasehat agar Anda tidak dipengaruhi
   oleh teman-teman yang kurang bertanggung jawab?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
22. Apakah orang tua cukup mengenal sifat-sifat atau karakter teman Anda?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
23. Apakah orang tua mengontrol atau menanyakan nilai-nilai mata
   pelajaran Anda termasuk IPA Biologi?
   a. selalu                    c. jarang
   b. sering                    d. tidak pernah
24. Apakah orang tua mendorong agar anda dapat berhasil dengan baik?
   a. selalu                    c. jarang
                                                                        51


   b. sering                      d. tidak pernah
25. Apakah orang tua memberikan kepercayaan kepada Anda untuk
   membiasakan hidup mandiri?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
26. Apakah orang tua menyuruh ketika Anda sedang belajar?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
27. Apakah orang tua tidak melarang jika Anda ingin belajar kelompok?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
28. Apakah orang tua mengontrol nilai-nilai pelajaran sekolah Anda?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
29. Apakah orang tua memarahi Anda jika mendapatkan nilai jelek dalam
   pelajaran IPA Biologi?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
30. Apakah orang tua memberi pujian jika Anda mendapatkan nilai bagus
   dalam pelajaran IPA Biologi?
   a. selalu                      c. jarang
   b. sering                      d. tidak pernah
                                                            52




LAMPIRAN 2. NILAI-NILAI YANG DIPERLUKAN DALAM PENGUJIAN
             HIPOTESIS PENELITIAN

NO. SAMPEL       X       Y           X2      Y2     XY
     1.         6.75    7.00        45.56   49.00   47.25
     2.         6.42    7.00        41.22   49.00   44.94
     3.         7.75    9.00        60.06   81.00   69.75
     4.         7.42    7.00        55.06   49.00   51.94
     5.         7.25    7.00        52.26   49.00   50.75
     6.         6.67    7.00        44.49   49.00   46.69
     7.         7.33    7.00        53.73   49.00   51.31
     8.         6.08    6.00        36.97   36.00   36.48
     9.         7.25    7.00        52.26   49.00   50.75
    10.         6.58    7.00        43.30   49.00   46.06
    11.         5.75    6.00        33.06   36.00   34.50
    12.         5.92    6.00        35.05   36.00   35.52
    13.         7.42    7.00        55.06   49.00   51.94
    14.         6.25    6.00        39.06   36.00   37.50
                                                   53


   15.       6.92   7.00   47.89   49.00   48.44
   16.       5.58   6.00   31.14   36.00   33.48
   17.       6.83   8.00   46.65   64.00   54.64
   18.       5.58   5.00   31.14   25.00   27.90
   19.       6.17   6.00   38.07   36.00   37.02
   20.       7.75   8.00   60.06   64.00   62.00
   21.       7.25   7.00   52.56   49.00   50.75
NO. SAMPEL    X      Y      X2      Y2     XY
   22.       6.50   8.00   42.25   64.00   52.00
   23.       5.42   6.00   29.38   36.00   32.52
   24.       7.33   7.00   53.73   49.00   51.31
   25.       4.92   6.00   24.21   36.00   29.52
   26.       6.50   6.00   42.25   36.00   39.00
   27.       4.42   5.00   19.54   25.00   22.10
   28.       6.50   7.00   42.25   49.00   45.50
   29.       6.75   7.00   45.56   49.00   47.25
   30.       7.75   9.00   60.06   81.00   69.75
   31.       5.42   6.00   29.38   36.00   32.52
   32.       5.58   6.00   31.14   36.00   33.48
   33.       5.75   6.00   33.06   36.00   34.50
   34.       5.83   7.00   33.99   49.00   40.81
   35.       6.67   7.00   44.49   49.00   46.69
   36.       6.50   7.00   42.25   49.00   45.50
   37.       6.17   7.00   38.07   49.00   43.19
   38.       7.42   8.00   55.06   64.00   59.36
                                                         54


   39.    6.67     8.00     44.49     64.00     53.36
   40.    6.58     7.00     43.30     49.00     46.06
   41.    5.75     0.00     33.06     36.00      34.5
JUMLAH   265.35   273.00   1742.17   1931.00   1828.53

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:5/3/2013
language:Malay
pages:54
Sita Trijata Sita Trijata
About